Your SlideShare is downloading. ×
Digital Forensic
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Digital Forensic

579
views

Published on

Dipresentasikan dalam acara Warna IT, Rabu 05 Oktober 2011, kerjasama STMIK KHARISMA Makassar dengan LPP TVRI Sulawesi Selatan

Dipresentasikan dalam acara Warna IT, Rabu 05 Oktober 2011, kerjasama STMIK KHARISMA Makassar dengan LPP TVRI Sulawesi Selatan

Published in: Technology

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
579
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
35
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. DIGITAL FORENSICMoh. Sofyan S. Thayf, S.T., M.CS
  • 2. Forensic• Forensic = berhubungan dengan pengadilan• Forensic Science = Ilmu Forensik (sering disingkat menjadi forensik) adalah aplikasi ilmu pengetahuan dalam spektrum yang luas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan sistem hukum (wikipedia)• Forensik = cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan penerapan fakta-fakta medis pada masalah-masalah hukum (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
  • 3. Digital Forensic• Forensik Digital (Digital Forensic), cabang ilmu komputer khususnya yang terkait dengan teori keamanan teknologi informasi, yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.
  • 4. Digital Evidence• istilah untuk menjelaskan Informasi atau Dokumen Elektronik yang bisa dijadikan sebagai alat bukti yang disimpan dalam dan bisa di ambil kembali dari penyimpanan data disebuah komputer atau media penyimpanan lainnya• Menurut Shinder (2002) digital evidence dapat diklarifikasikan menjadi: – bukti digital asli (original digital evidence) yaitu barang secara fisik dan objek data yang berkaitan dengan barang-barang tersebut pada saat bukti disita;dan – bukti digital duplikat (duplicate digital evidence), yaitu reproduksi digital yang akurat dari seluru objek data yang tersimpan didalam benda mati yang asli.
  • 5. Digital Evidence• Sumber 1. perangkat keras (hardware) misalnya dari CPU, yaitu hard drives dan volatile memory; 2. media yang bisa dilepas, misalnya floppy diskettes, SC/VCD, data tapes, zipdisks,atau memory cards. 3. Personal digital assistants (PDA); 4. Kamera digital; 5. Perekam video; 6. MP3 PLayer; 7. Printer; 8. Log-log penggunaan, seperti ID jaringan.
  • 6. Tahap-tahap dalam Forensik digital• Pengumpulan (collection);• Penyimpanan (preservation);• Penyaringan (filtering);dan• Penyajian (presentation).
  • 7. Penanganan Digital Evidence1. Menduplikasi/Kloning (byte-to-byte cloning)2. Menganalisis barang bukti dari barang duplikasi3. Recovery dan analisis lebih lanjut4. Reporting
  • 8. Ancaman keamanan IT• Pencurian identitas dan data (sumber daya informasi) serta pembajakan akun (email, IM, social network) yang kebanyakan dilakukan untuk tujuan penipuan.• Fitnah, penistaan dan pencemaran nama baik.• Fraud (penipuan, black dollar, nigerian scam, love scam).• Perjudian online, prostitusi dan human trafficking serta child predator.• Pornografi, peredaran narkoba dan underground economy.• Cash out, penggelapan pajak dan money laundering.• Cyber terorisme terutama untuk tujuan propaganda, rekrutmen dan penggalangan dana
  • 9. Ancaman Keamanan IT• Penyebaran malware dan malicious code yang disisipkan di dalam file dan web site serta phising site.• Spionase industri dan penyanderaan sumber daya informasi kritis.• Cyber war atau saling serang karena alasan politis (ID vs MY, black campaign partai politik).• Penistaan keyakinan dan penyebaran kabar bohong untuk tujuan provokasi politis maupun rekayasa ekonomi.• Sumber: Id-SIRTII, Tren Keamanan Internet Indonesia 2011 (http://idsirtii.or.id)
  • 10. Kendala Penegakan Hukum• Belum adanya single identity number Indonesia;• Banyak korban yang tidak melapor;• Masih terbatasnya infrastruktur serta alat dan perangkat di bidang Teknologi Informasi yang dibutuhkan
  • 11. Id-SIRTII• Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure – Tim yang merespon gangguan keamanan pada infrastruktur internet• http://idsirtii.or.id
  • 12. Tugas Id-SIRTII• Sosialisasi kegiatan pengamanan aktivitas pada jaringan telekomunikasi berbasis protocol internet• Pemantauan, pendeteksian dini dan peringatan dini terhadap ancaman dan gangguan pada jaringan telekomunikasi berbasis protocol internet• Membangun dan atau menyediakan, mengoperasikan, memelihara dan mengembangkan sistem database pemantauan dan pengamanan pemanfaatan jaringan telekomunikasi berbasis protocol internet• Menjadi contact point dengan lembaga terkait tentang pengamanan pemanfaatan jaringan telekomunikasi berbasis protocol internet baik dalam negeri maupun luar negeri
  • 13. Tips Aman• Gunakan komputer pribadi saat bertransaksi secara elektronik• Perhatikan dengan seksama kredibilitas situs (perhatikan tanda trust mark, atau penggunaan protokol https://)• Jangan berikan tanda tangan elektronik anda (PIN atau tanda tangan digital) pada orang lain• Matikan/awasi modem anda jika tidak sedang dalam keadaan online• Biasakan melakukan (klik tombol) log-off atau log-out sebelum menutup situs• Tidak mengakses situs dengan konten negatif
  • 14. HTTPS Trust mark