0
ANGGARAN          Oleh : DR. BAMBANG HERU P, M.S.
PENGERTIAN, ANATOMI DAN SISTEMPENGERTIAN :Pengertian Anggaran dibedakan dari pengertian PenganggaranMenurut Syamsi (1994) ...
PENGANGGARAN (BUDGETING)1. PROSES PENGANGGARAN : Persiapan – penyusunan pengajuan   ke DPR – Pembahasan dan pengesahan men...
Lanjutan3. FUNGSI DAN MANFAAT ANGGARAN :   Anggaran negara merupakan rencana operasional tahunan   pemerintah   yang   mer...
TIGA PRINSIP DAN PERHITUNGAN APBN1. Prinsip Anggaran Berimbang  Anggaran berimbang adalah sisi penerimaan sama dengan sisi...
LanjutanCONTOH ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA1. Penerimaan Dalam Negeri             2. Pengeluaran Rutin     62,15...
Lanjutan2. Prinsip Anggaran Dinamis  a. Anggaran Dinamis Absolut    Anggaran dinamis absolut diartikan sebagai peningkatan...
Lanjutanb. Anggaran Dinamis Relatif  Anggaran dinamis relatif diartikan sebagai semakin kecilnya  persentase ketergantungn...
Lanjutan3. Prinsip Anggaran Fungsional  Prinsip ini berkaitan dengan bantuan luar negeri. Azas bantuan luar  negeri Indone...
PENERIMAAN UANG NEGARA MELIPUTI :1. Pajak, retribusi, keuntungan perusahaan negara, denda, sumbangan   masyarakat, undian ...
Jenis Pengeluaran Rutin :1.   Belanja Pegawai2.   Belanja Barang3.   Subsidi Daerah Otonom4.   Bunga dan Cicilan Hutang5. ...
Alasan diadakannya pengeluaran negara :1.   Efisiensi Ekonomi2.   Kegagalan Mekanisme Pasar3.   Kegagalan Pasar Persaingan...
SUMBER PEMBIAYAAN LUAR NEGERI                                        Devisa                                       PL 480 N...
CATATAN : Bantuan program diberikan dimana pemerintah penerima dapat  menentukan sendiri penggunaannya Bantuan proyek ha...
PINJAMAN NEGARADIKHOTOMI HUTANG NEGARA1. Hutang dengan jaminan dan tanpa jaminan    a. Reproductive Debt         Hutang ya...
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA1. Pajak2. Retribusi3. Keuntungan dari perusahaan negara4. Denda dan perampasan yang dilaku...
Lanjutan    Contoh : Penerimaan APBN RI 1998/1999, dibagi menjadi :            1. Penerimaan Dalam Negeri                A...
Beberapa cara untuk melaksanakan kewajiban terhadap pinjamanluar negeri :a. Debt Service Capacity  Angsuran + Angsuran Pok...
PENGELUARAN NEGARAAdolph Wagner : Law of ever increasing state activityDalton dalam Suparmoko (1997) mengatakan bahwa peng...
SIFAT PENGELUARAN PEMERINTAH1. Exhaustive    → Merupakan pembelian barang-barang dan jasa-jasa dalam      perekonomian yan...
Untuk dapat menghasilkan yang maksimal diciptakan pedomanyang meliputi :1. Menentukan sasaran dari pengeluaran, sasarn dap...
Pengeluaran negara dapat dikategorikan sebagai berikut :1. Self – Liquiditing2. Reproduktif3. Kegembiraan dan kesejahteraa...
CONTOH PENGELUARAN NEGARA (PN)Secara garis besar pengeluaran negara dapat digolongkan menjadi :1. PENGELUARAN RUTIN    A. ...
Penyebab Terjadinya Inflasi atau Deflasi1. Penyebab dari Luar Negeri  Ekspor ≥ Impor → terjadinya Inplasi (Barang -)  Eksp...
Keuangan (anggaran)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Keuangan (anggaran)

5,385

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,385
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
164
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Keuangan (anggaran)"

  1. 1. ANGGARAN Oleh : DR. BAMBANG HERU P, M.S.
  2. 2. PENGERTIAN, ANATOMI DAN SISTEMPENGERTIAN :Pengertian Anggaran dibedakan dari pengertian PenganggaranMenurut Syamsi (1994) : Penganggaran merupakan suatu perencanaanmengenai bermacam-macam kegiatan terpadu yang dinyatakan dengansatuan uang untuk jangka waktu tertentu.Anggaran adalah hasil perencanaan yang berkaitan dengan bermacam-macam kegiatan secara terpadu yang dinyatakan dalam suatu matauang dalam jangka waktu tertentu.Dengan demikian anggaran (budget) merupakan suatu daftar ataupertanyaan yang terperinci mengenai pengeluaran dan penerimaannegara yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu, umumnya satutahun. Ada budget yang disusun berdasarkan atas tahun kalender yaitutanggal 1 Januari dan ditutup pada tanggal 31 Desember.
  3. 3. PENGANGGARAN (BUDGETING)1. PROSES PENGANGGARAN : Persiapan – penyusunan pengajuan ke DPR – Pembahasan dan pengesahan menjadi produk legislatif berupa undang-undang sehingga penganggaran menggambarkan aspek statis. Penganggaran merupakan proses yang secara keseluruhan akan berulang pada pola yang sama yang dikenal dengan siklus anggaran.2. KLASIFIKASI ANGGARAN DI INDONESIA : a. Klasifikasi Objek : Belanja pegawai dan belanja barang dan sebagainya b. Klasifikasi Organik : Pengelompokan pengeluaran ke dalam organisasi-organisasi pemerintah. Mis : Departemen, Lembaga Tinggi Negara, Lembaga Non Departemen, dan lain-lain c. Klasifikasi Ekonomis : Mengelompokkan pengeluaran berdasarkan bidang, sektor, sub sektor dan program.
  4. 4. Lanjutan3. FUNGSI DAN MANFAAT ANGGARAN : Anggaran negara merupakan rencana operasional tahunan pemerintah yang merupakan pengejawantahan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang (25 tahun) Fungsi anggaran dapat mengacu pada fungsi keuangan negara sebagaimana dirumuskan oleh Musgrave. Menurutnya ada 3 fungsi keuangan negara : a. Fungsi Alokasi Fungsi ini adalah proses dimana sumber daya nasional dipergunakan untuk barang privat dan barang publik yang dibutuhkan masyarakat. Selain menyediakan barang publik, sumber daya nasional harus dialokasikan ke sektor publik karena perlunya peranan pemerintah dalam mengatasi kegagalan mekanisme pasar. b. Fungsi Distribusi/mengandung unsur barang publik Fungsi ini pada hakekatnya adalah peranan keuangan negara dalam hal ini anggaran dalam rangka pembagian kembali pendapatan. Berdasarkan mekanisme harga, pembagian pendapatan berdasarkan pemilikan sumber daya atau faktor-faktor pendapatan. c. Fungsi Stabilitas Anggaran merupakan alat kebijakan makro pemerintah.
  5. 5. TIGA PRINSIP DAN PERHITUNGAN APBN1. Prinsip Anggaran Berimbang Anggaran berimbang adalah sisi penerimaan sama dengan sisi pengeluaran. Pada anggaran berimbang, defisit anggaran ditutup dengan bantuan / pinjaman / utang luar negeri, bukan dengan mencetak uang baru. TP = PDN – PR Cara Perhitungannya : DAP = AP – TP BLN = DAP Keterangan : TP = Tabungan Pemerintah PDN = Penerimaan dalam negeri (penerimaan rutin), terdiri atas penerimaan migas + penerimaan non migas, yakni pajak-pajak dalam negeri. PR = Pengeluaran rutin, terdiri dari penerimaan rutin murni + bunga/cicilan utang luar negeri. DAP = Defisip Anggaran Pembangunan AP = Anggaran Pembangunan (Pengeluaran Pembangunan) BLN = Bantuan Luar Negeri / Pinjaman Luar Negeri / Utang Luar Negeri (Penerimaan Pembangunan = ODA : Official Development
  6. 6. LanjutanCONTOH ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA1. Penerimaan Dalam Negeri 2. Pengeluaran Rutin 62,158.80 88,860.70 14,871.10 73,189.60 3. Tabungan Pemerintah 29,901.90Total Penerimaan Dalam Negeri 176,921.40 4. Pengeluaran Pembangunan 38,927.90Bantuan Luar Negeri 26.00 Surflus Anggaran Pembangunan 49,958.80Total Penerimaan 176,947.40 Total Pengeluaran 176,947.40
  7. 7. Lanjutan2. Prinsip Anggaran Dinamis a. Anggaran Dinamis Absolut Anggaran dinamis absolut diartikan sebagai peningkatan jumlah tabungan pemerintah dari tahun ke tahun (peningkatan surplus anggaran rutin), sehingga kemampuan menggali sumber dalam negeri bagi pembiayaan pembangunan dapat dicapai. Indikator ini umumnya bisa diukur melalui laju pertumbuhan tabungan pemerintah yang selalu positif dalam perkembangannya. Rumus anggaran Dinamis Absolut TP(X) – TP(X-1) ΔTP = X 100% TP(X-1)
  8. 8. Lanjutanb. Anggaran Dinamis Relatif Anggaran dinamis relatif diartikan sebagai semakin kecilnya persentase ketergantungn pembiayaan terhadap bantuan luar negeri atau pinjaman luar negeri. Rumus Anggaran Dinamis Relatif BLN Ri = X 100% AP Keterangan : ΔTP = Persentase perubahan tabungan pemerintah TP(x) = Tabungan pemerintah tahun X TP(X-1) = Tabungan pemerintah tahun sebelumnya BLN = Bantuan Luar Negeri AP = Anggaran Pembangunan/Pengeluaran Pembangunan Ri = Persentase ketergantungan pembiayaan
  9. 9. Lanjutan3. Prinsip Anggaran Fungsional Prinsip ini berkaitan dengan bantuan luar negeri. Azas bantuan luar negeri Indonesia adalah “Bantuan Luar Negeri Sebagai Pelengkap Semata”. Hal ini berarti fungsi bantuan luar negeri sebenarnya hanya untuk membiayai anggaran biaya pembangunan (pengeluaran pembangunan) dan bukan untuk membiayai anggaran rutin. BLN Rumus : Ri = X 100% AP Ini menggambarkan keterkaitan prinsip dinamis dengan prinsip fungsionalis, yaitu : “semakin dinamis anggaran dalam pengertian relatif sekamin baik tingkat fungsionalitasnya luar negeri. Dengan demikian bantuan luar negeri dapat dikurangi”.
  10. 10. PENERIMAAN UANG NEGARA MELIPUTI :1. Pajak, retribusi, keuntungan perusahaan negara, denda, sumbangan masyarakat, undian negara, pinjaman pemerintah, dan hadiah.2. Penerimaan dari masyarakat atas jasa yang diberikan pemerintah, contohnya biaya perijinan.3. Bantuan dalam negeri dan luar negeri.PENGELUARAN PEMBANGUNAN :Pengeluaran negara menggambarkan suatu pembiayaan terhadap kegiatansuatu pemerintah dan prioritas kegiatan yang dipilihnya.Pengeluaran meliputi : Pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan.
  11. 11. Jenis Pengeluaran Rutin :1. Belanja Pegawai2. Belanja Barang3. Subsidi Daerah Otonom4. Bunga dan Cicilan Hutang5. Biaya Pemilihan Umum6. Upah PBB7. Jasa Pos GiroAnggaran belanja pembangunan yang dikategorikan sebagaipengeluarn pembangunan dalam APBN pada dasarnya adalah investasidari pemerintah untuk ikut serta menggerakkan roda pembangunanyang ikut mempengaruhi laju pertumbuhan PDB dalam perekonomiannasional
  12. 12. Alasan diadakannya pengeluaran negara :1. Efisiensi Ekonomi2. Kegagalan Mekanisme Pasar3. Kegagalan Pasar Persaingan4. Pasar yang tidak lengkap5. Pengangguran, inflasi dan ketidak seimbanganSistem Anggaran :1. Sistem Anggaran Surflus2. Sistem Anggaran Defisit3. Sistem Anggaran Berimbang
  13. 13. SUMBER PEMBIAYAAN LUAR NEGERI Devisa PL 480 Non Pangan Program PL 480 Pangan Kennedy Round Bantuan Lain OTDA Proyek Sumber Grand/HibahPembiayaanLuar Negeri Langsung PMA Portofolio Kredit Ekspor
  14. 14. CATATAN : Bantuan program diberikan dimana pemerintah penerima dapat menentukan sendiri penggunaannya Bantuan proyek hanya untuk pembangunan suatu proyek yang telh ditentukan sebelumnya misalnya proyek rumah sakit Portofolio yaitu penanaman modal dalam bentuk pemilihan surat berharga, misalnya saham obligasi untuk perusahaan dalam negeri Kredit ekspor, pinjaman jngka pendek dalam bentuk pendapatan penundaan pembayaran atupun pembayaran secara mencicil bagi pembelian barng-barang impor.
  15. 15. PINJAMAN NEGARADIKHOTOMI HUTANG NEGARA1. Hutang dengan jaminan dan tanpa jaminan a. Reproductive Debt Hutang yang dijamin seluruhnya dengan kekayaan negara atas dasar nilai yang sama besarnya. Bunga + angsuran pokok dibayar dari kekayaan negara/usaha negara ybs. Lama pembayaran umur teknis b. Dead Wight Debt Hutang tanpa jaminan kekayaan negara. Bunga dibayar dari sumber penerimaan negara yang lain (pajak). Lama pelunasan tergantung perjanjian.2. Pinjaman Sukarela Negara yang meminjamkan (kreditor) bebas menentukan jumlah yang dipinjamkan. Paksaan, terpaksa meminjam karena debitur harus membayar utang yang terdahulu/penjadwalan utang. Contoh : Paris Club.3. Pinjaman dalam negeri dan luar negeri Sifatnya : Sukarela
  16. 16. SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA1. Pajak2. Retribusi3. Keuntungan dari perusahaan negara4. Denda dan perampasan yang dilakukan oleh pemerintah5. Sumbangan masyarakat6. Pencetakan uang7. Hadiah dari undian negara8. Hadiah9. Pinjaman10.Mengadakan pinjaman paksa
  17. 17. Lanjutan Contoh : Penerimaan APBN RI 1998/1999, dibagi menjadi : 1. Penerimaan Dalam Negeri A. Minyak Bumi dan Gas Alam 1) Minyak Bumi 2) Gas Alam B. Bukan Migas 1) Pajak penghasilan 2) PPN dan PPN BM 3) Bea Masuk 4) Cukai 5) Pajak Ekspor 6) PBB dan BPHTB 7) Pajak Lainnya 8) Penerimaan bukan Pajak 9) Laba Bersih Minyak 2. Penerimaan Luar Negeri A. Pinjaman Program B. Pinjaman Proyek
  18. 18. Beberapa cara untuk melaksanakan kewajiban terhadap pinjamanluar negeri :a. Debt Service Capacity Angsuran + Angsuran Pokok → Dibyar dengan Devisa Ekspor Perbandingan I + AP dan DE jangka panjang disebut DSR. DSR max 30%. Cicilan + I max = 30% dari DE Cicilan Pokok + Bunga DSR = X 100% = 30% Ekspor Barang dan Jasab. Interest Service Capacity Kemampuan negara yang berhutang untuk membayar bunganya saja dikaitkan dengan devisa yang diperoleh. Perbandingan ini dinamakan Interest Service Ratio. Pembayaran Bunga I ISR = X ISR = Ekspor Barang dan Jasa D
  19. 19. PENGELUARAN NEGARAAdolph Wagner : Law of ever increasing state activityDalton dalam Suparmoko (1997) mengatakan bahwa pengeluaranpemerintah yang meningkat dapat dilihat dari proporsi pengeluaranpemerintah terhadap pendapatan nasional bruto (GNP).Sebab-sebab kegiatan pemerintah meningkat :1. Adanya perang2. Adanya kenaikan tingkat penghasilan dalam masyarakat3. Adanya urbanisasi sebagai konsekuensi perkembangan ekonomi4. Adanya perkembangan demokrasi5. Meningkatkan fungsi pertahanan, keamanan dan ketertiban6. Adanya efisiensi/pemborosan dan birokrasi7. Kondisi negara yang sedang berkembang memerlukan biaya untuk pembangunan8. Meningkatkan fungsi kesejahteraan9. Meningkatkan fungsi perbankan10.Meningkatkan fungsi pembangunan
  20. 20. SIFAT PENGELUARAN PEMERINTAH1. Exhaustive → Merupakan pembelian barang-barang dan jasa-jasa dalam perekonomian yang langsung dapat dikonsumsi maupun untuk menghasilkan barang lain. Exhaustive Expenditure → Mengalihkan faktor-faktor produksi dari sektor swasta ke pemerintah2. Transper → Pemindahan uang kepada individu-individu untuk kepentingan sosial, kepada perusahaan-perusahaan sebagai subsidi atau kepada negara-negara lain sebagai hadiah (brants)Untuk dapat berjalan dengan efisien baik exhaustive Expendituremaupun transper maka kebijakn-kebijakan pemerintah harusmengarah kepada :a. Keadilan (equity)b. Efisiensi Ekonomi (Papeto Optimality)c. Paternalismed. Kebebasan Perorangan
  21. 21. Untuk dapat menghasilkan yang maksimal diciptakan pedomanyang meliputi :1. Menentukan sasaran dari pengeluaran, sasarn dapr berupa peningkatan kesempatn kerja, produksi totl, dan distribusi pendapatn yang lebih merat.2. Membandingkan hasil yang diperoleh apabila kegiatan yang dilakukan pemerintah tersebut dilakukan oleh swasta.Dalam pengeluaran negara harus dipertimbangkan hal-halsebagai berikut :1. Pengeluaran negara yang merupakan investasi yang menambah kekuatan dan ketahanan ekonomi di masa yang akan datang2. Pengeluaran negara itu langsung memberikan kesejahteraan bagi masyarakat3. Merupakan penghematn pengeluaran di masa yang akan datang4. Menyediakan kesempatan kerja lebih bayak dan peningkatan daya beli masyarakat. (Suparmoko, 1997)
  22. 22. Pengeluaran negara dapat dikategorikan sebagai berikut :1. Self – Liquiditing2. Reproduktif3. Kegembiraan dan kesejahteraan rakyatAdam Smith menyatakan bahwa pengeluaran negara harusmemenuhi “7 Canon of Government Expenditure” :1. Azas Moralita2. Azas Nasionalita3. Azas Kerakyatan4. Azas Rasionalita5. Azas Fungsionlita6. Azas Perkembangan7. Azas Keseimbangan dan Keadilan
  23. 23. CONTOH PENGELUARAN NEGARA (PN)Secara garis besar pengeluaran negara dapat digolongkan menjadi :1. PENGELUARAN RUTIN A. BELANJA PEGAWAI 1) Gaji / Pensiun 2) Tunjangan Beras 3) Uang Makan/Lauk Pauk 4) Lain-lain belanja pegawai dalam negeri 5) Belanja pegawai luar negeri B. BELANJA BARANG 1) Belanja Barang Dalam negeri 2) Belanja Barang Luar Negeri C. BELANJA RUTIN DAERAH 1) Belanja Pegawai 2) Belanja Non Pegawai D. BUNGA DAN CICILAN UTANG 1) Utang Dalam Negeri 2) Utang Luar Negeri E. PENGELUARAN RUTIN LAINNYA 1) Subsidi BBM 2) Lain-lain2. PENGELUARAN PEMBANGUNAN A. PEMBIAYAAN RUPIAH B. PEMBIAYAAN PROYEK
  24. 24. Penyebab Terjadinya Inflasi atau Deflasi1. Penyebab dari Luar Negeri Ekspor ≥ Impor → terjadinya Inplasi (Barang -) Ekspor ≤ Impor → terjadinya Deflasi (Barang +)2. Penyebab dari Dalam Negeri : Kebijakan Fiskal Expenses PM ≥ Revenue PM → Inplasi Expenses PM ≤ Revenue PM → Deflasi3. Penyebab dari Dalam Negeri : Sektor Swasta Sektor Swasta disini terutama berkaitan dengan masalah tabungan, investasi dan konsumsi. Investasi banyak berasal dari kredit, sehingga uang yng beredar akan bertambah banyak (uang banyak beredar akan berdampak pada inflasi).
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×