Your SlideShare is downloading. ×
Tugas Mata Kuliah : Studi Mandiri I<br />Review Jurnal<br />Web-enhanced learning: <br />engaging students in constructivi...
Dalam penerapan model konstruktivis ini, mahasiswa belajar mengenai materi melalui proses konstruksi pembelajaran, bukan d...
Para mahasiswa belajar mengenai bagaimana berdebat, berdiskusi dan bekerjasama dalam penerapan model kolaboratif pada saat...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Web enhanced learning - Journal Review

445

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
445
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Web enhanced learning - Journal Review"

  1. 1. Tugas Mata Kuliah : Studi Mandiri I<br />Review Jurnal<br />Web-enhanced learning: <br />engaging students in constructivist learning<br />Soetam Rizky Wicaksono<br />S3 – TEP – Universitas Negeri Malang<br />NIM : 110121609138<br />Referensi :<br />Neo, Mai. 2005. “Web-enhanced learning: engaging students in constructivist learning”. Campus Wide Information System;2005; vol. 22, no. 1. hal 4-14<br />Rangkuman :<br />Makalah ini melakukan penelitian terhadap 102 mahasiswa di fakultas multimedia kreatif di Universitas Multimedia Subang Jaya Malaysia. Dengan mengacu kepada model konstruktivisme, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan sebuah proyek modifikasi situs web. Modifikasi situs tidak dibatasi oleh peraturan khusus, namun sengaja dibiarkan mengikuti kreatifitas masing-masing kelompok. Namun pihak dosen menyediakan sarana komunikasi melalui messenger agar para mahasiswa dapat merasakan bahwa dosen tetap menjadi faktor utama dalam pembimbingan tugas.<br />Dari sisi landasan teori yang diambil dari makalah ini, disebutkan mengenai perspektif pembelajaran model konstruktivis yang dimulai dari tahun 70-an. Disebutkan pula bahwa di dalam teori pendidikan modern, model konstruktivis telah menjadi faktor dominan. Hal ini disebabkan bahwa dengan adanya penerapan model ini maka pembelajar dapat menciptakan interpretasi sendiri mengenai dunia yang sedang dijalani berdasarkan pengalaman terdahulu.<br />Model konstruktivis telah menggeser paradigma belajar menjadi student-centric sehingga pembelajar menjadi aktif dan bertanggungjawab sendiri atas apa yang akan dan telah mereka pelajari. Untuk mencapai hal tersebut, maka dapat diterapkan aktifitas-aktifitas yang bersifat kolaboratif agar dapat tercipta perspektif multi dimensi berdasarkan aktifitas tersebut. Dalam aktifitas yang bersifat kolaboratif, pengajar lebih bersifat sebagai fasilitator dan membimbing serta mendukung proses pembelajaran.<br />Dari eksperimen yang dilakukan, modifikasi situs web dilakukan dengan menggunakan utilitas seperti Macromedia Dreamweaver dan Adobe Flash. Dan sebelum dilakukan modifikasi, maka tiap kelompok wajib melakukan analisa terhadap situs tersebut demi menjaga solusi yang otentik. Dan tiap hasil dari modifikasi tersebut akan diperbandingkan satu sama lain.<br />Di dalam pelaksanaannya, para mahasiswa diberikan kuesioner dengan menanyakan sikap mereka terhadap pemikiran kritis di proyek tersebut, kemampuan bekerja sama serta sikap personal dan kemampuan pemecahan masalah. Dari hasil survei tersebut, dinyatakan bahwa lebih dari 65 persen mahasiswa merasa senang dengan model proyek tersebut.<br />Selain dengan menggunakan kuesioner, juga dilakukan interview menggunakan messenger untuk mendapatkan komentar secara personal dari tiap mahasiswa. Dari komentar yang diungkapkan, hampir seluruhnya mengatakan bahwa model pembelajaran yang diterapkan membuat mereka lebih baik dalam proses pemecahan masalah, serta memberikan pengalaman belajar baru yang dianggap dapat menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh ke dalam sebuah aplikasi nyata.<br />Kesimpulan :<br />Dari hasil eksperimen tersebut, peneliti menyatakan beberapa faktor penting yang didapat dari penerapan model tersebut, antara lain :<br /><ul><li>Adanya lingkungan belajar yang menantang mahasiswa dapat mendorong mereka untuk berpikir kreatif dan kritis
  2. 2. Dalam penerapan model konstruktivis ini, mahasiswa belajar mengenai materi melalui proses konstruksi pembelajaran, bukan dari penyerapan dan reproduksi pengetahuan seperti halnya yang ada di model tradisional.
  3. 3. Para mahasiswa belajar mengenai bagaimana berdebat, berdiskusi dan bekerjasama dalam penerapan model kolaboratif pada saat penyelesaian proyek tersebut.
  4. 4. Para mahasiswa juga merasa senang dan antusias dalam pengerjaan proyek karena dapat menampilkan hasil kreatifitas mereka ke dalam sebuah pengalaman nyata.
  5. 5. Secara keseluruhan, mahaiswa lebih termotivasi dalam proses belajar dan mendapatkan prestasi luaran dari hasil belajar mereka.</li></ul>Komentar :<br />Dalam makalah ini tidak disebutkan secara rinci waktu yang digunakan dalam eksperimen serta tidak adanya pembanding dengan pembelajaran model tradisional, sehingga yang diukur hanyalah luaran dari eksperimen yang dilakukan. Selain itu, tidak dibahas mengenai metode lain yang dapat diterapkan untuk model konstruktivis selain dari penerapan kolaboratif, sehingga tidak begitu jelas alasan ilmiah pemilihan model kolaboratif. <br />Namun demikian, eksperimen ini dapat memberikan gambaran nyata bahwa penerapan model pembelajaran kolaboratif bisa berhasil membuat mahasiswa lebih termotivasi dan dapat disesuaikan dengan prinsip yang ada di model konstruktivis.<br />

×