Mengapa saya memilih TEP

  • 519 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
519
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. NIM: 110121609138<br />Nama: Soetam Rizky Wicaksono<br />MENGAPA SAYA MEMILIH TEP ?<br />Bagi beberapa orang-orang yang berkecimpung di bidang yang sama dengan saya saat ini, khususnya di bidang Sistem Informasi, keputusan saya untuk memilih bidang TEP banyak dicibir. Namun demikian keputusan saya tersebut bukanlah sebuah keputusan yang sembrono dan tidak beralasan. Keputusan tersebut sesungguhnya berasal dari “dendam” pribadi pada saat saya akan memilih jurusan di strata satu. Keputusan saya yang memilih ilmu kependidikan gagal di sebuah PTN di Surabaya sehingga akhirnya membuat saya memilih jurusan lain yang juga saya sukai di sebuah PTS, yakni jurusan Sistem Informasi. <br />Pada saat melakukan studi lanjut, keinginan saya untuk menempuh kuliah di bidang kependidikan juga gagal seiring dengan berbagai hambatan dari pihak kampus, sehingga akhirnya saya menempuh bidang lain yang juga merupakan bidang yang saya minati yakni bidang manajemen. Namun demikian, minat saya untuk mendalami teori (dan praktek) di bidang kependidikan belum pudar. <br />Hingga akhirnya pada tahun 2007 saya benar-benar berminat untuk mengikuti studi lanjut di bidang kependidikan, namun lagi-lagi gagal karena hambatan dari pihak kampus. Dan sampailah pada tahun ini, yakni tahun 2011, secara tidak terduga ternyata dari pihak UM membuka gelombang ketiga untuk pendaftaran pasca sarjana. Dengan tekad yang kuat dan bulat, maka saya memutuskan untuk mengikuti pendaftaran tersebut meski dihadang berbagai kendala.<br />Dengan kendala kondisi fisik saya yang belum 100% pulih akibat kecelakaan yang menyebabkan kaki dan tangan saya patah, tapi kali ini tekad saya tetap tidak berubah. Bahkan keterlambatan saya dalam mendaftar melalui jalur BPPS juga tidak menyurutkan niatan saya di tahun ini, sehingga di perkuliahan ini saya harus menempuh jalur mandiri dengan biaya sendiri, dan tentu saja dengan perijinan resmi dari pihak kampus tempat saya mengajar.<br />Kekuatan niat tersebut dilandasi dengan motivasi saya yang telah ingin total terjun ke dunia pendidikan secara utuh. Motivasi yang mungkin bagi beberapa orang terlalu idealis, sebab saya hanya menginginkan menjadi seorang dosen yang “baik dan benar” secara teori dan praktek. Motivasi tersebut timbul akibat dari proses belajar mengajar yang saya alami selama ini, saya rasakan masih kurang “baik dan benar”, khususnya dalam meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadi seorang pembelajar sejati. <br />Meski pada saat awal, saya masih ragu mengenai pemilihan jurusan yakni manajemen pendidikan atau teknologi pendidikan, pada akhirnya saya mantap memilih jurusan teknologi pendidikan. Pemantapan tersebut didasari oleh konsultasi secara lisan kepada beberapa rekan yang sebelumnya telah mengambil studi lanjut di jurusan yang sama serta konsultasi ke Prof. E. Sadtono yang kebetulan juga menjadi kolega kerja di kampus yang sama.<br />Dan tentu saja, kecintaan saya terhadap teknologi pendidikan semakin tinggi dengan kegemaran saya sejak masa silam untuk membaca hal-hal yang berkaitan dengan psikologi, dan ternyata materi di semester awal ini juga banyak berhubungan dengan hal yang sama. Begitu pula dengan materi-materi di bidang pengajaran yang segera dapat langsung saya terapkan di kelas yang saya ampu saat ini.<br />Dan saya sangat yakin, bahwa dengan motivasi intrinsik yang sangat kuat dari dam diri saya, maka saya dapat menyelesaikan studi lanjut ini dengan “baik dan benar”. Dengan asumsi bahwa saya tidak hanya mendapatkan gelar yang sesuai dengan stratanya, namun yang lebih penting adalah saya mendapatkan ilmu yang saya inginkan dan dapat saya terapkan dalam proses belajar mengajar yang saya lakukan sehari-hari. Sehingga proses belajar di S3 TEP ini benar-benar dapat bermanfaat selama hayat saya masih dikandung badan, dan mampu saya tularkan ilmunya ke orang lain dengan manfaat jariyah yang tidak terputus sampai kapanpun.<br />