Bahan ajar PKn XII Bab 1

8,060 views

Published on

Pada pertemuan ini kita bersama akan mempelajari tentang " Pancasila Sebagai Ideologi terbuka " dan untuk itu siapkan sumber belajar kalian

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,060
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
540
Actions
Shares
0
Downloads
64
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bahan ajar PKn XII Bab 1

  1. 1. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  2. 2. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  3. 3. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  4. 4. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  5. 5. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Assalamu`alaikum Wr,Wb Materi 1 Materi 2 Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  6. 6. MATA PELAJARAN MENU UTAMA Sub Bab 1 Sub Bab 2 Sub Bab 3 Sub Bab 4 Sub Bab 5 Sub Bab 6 Sub Bab 7 Sub Bab 8 Sub Bab 9 Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  7. 7. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab STANDART KOMPETENSI : Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka Kompetensi Dasar : Materi 1 Materi 2 1.1. Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka. 1.2. Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan. 1.3. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka. Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  8. 8. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Profil Pendidikan Kewarganegaraan • • Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang menekan kan pada bagaimana mencetak siswa menjadi siswa sekaligus warga negara yang baik dan bertanggung jawab terhadap semua tugas dan kewajiban-kewajiban baik sebagai mahluk individuaal maupun sebagai mahluk sosial sesuai dengan UU atau norma yang berlaku dalam masyarakat dan bangsa Sehingga model pembelajaran problem solving menjadi model yang paling relevan dengan kondisi real yang ada di masyarakat bahkan negara dengan menekankan kepada siswa untuk menganalisa Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  9. 9. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Referensi Dalam rangka memperkaya wawasan serta pemahaman akan hakikat Pancasila sebagai Ideologi terbuka, maka sumber ini harus anda baca : 1. Situs lembaga-lembaga negara RI 2. Web Depdikbud 3. Buku sejarah perjuangan bangsa 4. UUD 1945 5. Karya tulis on line ( srikpsi, tesis, Desertasi ) Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  10. 10. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  11. 11. MATA PELAJARAN Refleksi terhadap tayangan 1. 2. 3. 4. 5. Apa yang anda pahami dengan tayangan ini ! Nilai apa saja yang dapat anda identifikasi dari tayangan tadi ! Apakah relevansi tayangan tadi dengan keadaan sekarang ! Dapatkah nilai dalam tayangan tadi di refleksikan dalam kehidupan saat ini ! Apa yang menjadi dasar nilai-nilai dalam tayangan tadi sulit untuk di terapkan oleh masyarakat Indonesia saat ini ! PERINTAH ! a. Tgs individu b. Waktu mengerjakan : 15 menit c. Menit ke 20, hasil individu diskusikan dg kelompok untuk membuat kesimpulan d. Waktu kerja kelompok 20 menit e. Masing-masing kelompok presentasi f. .Membuat kesimpulan dan Penguatan Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  12. 12. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  13. 13. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  14. 14. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab DIMENSI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA Menurut Dr. Alfian : Materi 1 Materi 2 1. Dimensi Realita (suatu ideologi bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup dalam masyarakat) 2. Dimensi Idealisme (nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme, bukan lambungan angan-angan (utopia). 3. Dimensi Fleksibelitas/Pengembangan (suatu ideologi memiliki keluwesan yang merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya, tanpa menghilangkan atau mengingkari hakekat/jati dirinya). Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  15. 15. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab GAGASAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA Gagasan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka : Materi 1 • Materi 2 • • Secara formal ditampilkan sekitar tahun 1985, walaupun semangatnya sendiri sesunguhnya dapat ditelusuri dari pembahasan para pendiri negara pada tahun 1945. Didorong oleh tantangan zaman, sejarah menunjukkan bahwa betapa kokohnya suatu ideologi, bila tidak memiliki dimensi fleksibelitas, maka akan mengalami kesulitan bahkan mungkin kehancuran (contoh : runtuhnya Komunisme di Uni Soviet). Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah, namun pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang kita hadapi dalam setiap kurun waktu. Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  16. 16. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA Fleksibelitas ideologi Pancasila, karena mengandung nilai-nilai : Materi 1 Materi 2 1. Nilai Dasar, merupakan nilai-nilai dasar yang relatif tetap yang terdapat di dalam Pembukaan UUD 1945. 2. Nilai Instrumental, merupakan nilai-nilai lebih lanjut dari nilai-nilai dasar yang dijabarkan secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk UUD 1945, TAP MPR, dan Peraturan perundang-undangan lainnya. 3. Nilai Praxis, merupakan nilai-nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara (misalnya : menghormati, kerja sama, kerukunan, dsb). Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  17. 17. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab BATAS KETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILA Batas jenis pertama : Bahwa yang boleh disesuaikan dan diganti hanya nilai instrumental, sedangkan nilai dasar atau instrinsiknya mutlak dilarang. Materi 1 Materi 2 Batas jenis kedua, yaitu terdiri dari 2 (dua) buah norma : 1. Penyesuaian nilai instrumental, pada tuntutan kemajuan jaman, harus dijaga agar daya kerja dari nilai instrumental yang disesuaikan itu tetap memadai untuk mewujudkan nilai instrinsik yang bersangkutan. 2. Nilai instrumental pengganti, tidak boleh bertentangan antara linea recta dengan nilai instumental yang diganti. Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  18. 18. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab PENUGASAN Carilah sumber informasi lain baik dari buku, koran, majalah, internet, buletin & sebagainya, kemudian lakukan hal-hal berikut : Materi 1 Materi 2 1. Rumuskan kembali pemahaman anda yang dimaksud dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka ! 2. Berikan penjelasan hubungan antara pernyataan Pancasila sbg ideologi terbuka dgn konstelasi ideologi dunia yg tertutup ! 3. Berikan penjelasan kembali tentang konsep ideologi “terbuka” dan batasan “keterbukaan” ideologi Pancasila ! Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  19. 19. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Materi 1 LANJUTAN 4. Berikan sekurang-kurangnya 2 (dua) faktor yang mendorong pemikiran bahwa Pancasila adalah sebagai ideologi terbuka ! 5. Identifikasikan kembali dalam bentuk apa sajakah seorang warga negara dpt mengimplementasikan ideologi Pancasila dlm kehidu-pan sehari-hari untuk bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ! Materi 2 HANYA ADA 45 MENIT WAKTU ANDA MENGERJAKAN, SELANJUTNYA SETIAP SISWA HARUS MENYAMPAIKAN PENDAPATNYA ! Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  20. 20. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab STANDAR KOMPETENSI Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka Materi 1 Materi 2 ============================================== Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka. 1.2. Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan. 1.3. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka. Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  21. 21. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab INDIKATOR YANG DIHARAPKAN  Menguraikan pengertian nilai, ciri-ciri dan macam-macam nilai.  Mendeskripsikan Pancasila sebagai sumber nilai.  Menganalisis Pancasila sebagai paradigma pembangunan.  Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka. Materi 1 Materi 2 Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  22. 22. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  23. 23. MATA PELAJARAN Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  24. 24. MATA PELAJARAN Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Paradigma Pembangunan Menu Sub Bab Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Materi 1 • Materi 2 • Paradigma Pembangunan adalah suatu model, pola yang merupakan sistem berfikir sebagai upaya untuk melaksanakan perubahan yang direncanakan guna mewujudkan cita-cita kehidupan masyarakat menuju hari esok yang lebih baik (secara kualitatif maupun kuantitatif). Karena yang ingin dibangun adalah manusia dan masyarakat Indonesia, sehingga paradigma pembangunan harus berdasarkan kepribadian Indonesia dan menghasilkan manusia dan masyarakat maju yang tetap berkepribadian Indonesia, yang dijiwai dan dilandasi oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  25. 25. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Materi 1 Materi 2 PENUGASAN Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Paradigma Pembangunan (Pengertian dan macam-macam nilai, Pancasila Sumber Nilai, dan Pancasila Paradigma Pembangunan), dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut : 1. Berikan ulasan pengertian kembali tentang “Pancasila sumber nilai” sesuai pendapat anda secara umum ! Pendapat anda tentang Pancasila sumber nilai? ............... Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  26. 26. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab LANJUTAN.... 2. Materi 1 Materi 2 3. Pengertian nilai menurut Laboratorium Pancasila IKIP Malang, adalah sesuatu yang berharga, yang berguna, yang indah, yang memperkaya batin, yang menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Berikan penjelasn singkatnya ! a. Yang berharga : .................................................................... b. Harkat dan martabatnya`: .................................................... Prof. Dr. Notonagoro, berpendapat bahwa nilai dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu : nilai material, nilai vital dan nilai kerokhanian. Beri penjelasan singkat pada kolom di bawah ini ! Nilai material Nilai kerohanian ........................................... .......................................... Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  27. 27. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Lanjutan 4. Materi 1 Materi 2 Berikan tanggapan penjelasan, mengapa sbg warga negara dirasakan penting untuk memahami konsep “Pancasila sebagai paradigma pembangunan” ! 5. Tuliskan perbedaan dan persamaan mendasar antara konsep pemba-ngunan masa “Orde Baru” dan “Era Reformasi” berkaitan dengan Pancasila sebagai paradigma pembangunan di bawah ini Persamaan Perbedaan .......................................... ......................................... Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  28. 28. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Materi 1 Materi 2 Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka 1. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Ketuhanan, bahwa setiap warga sudah seharusnya memiliki pola pikir, sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan YME 2. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan, agar disesuaikan dengan sifat ideologi Pancasila yang terbuka, maka sikap dan perilaku kita harus senantiasa mendudukkan manusia lain sebagai mitra sesuai dengan harkat dan martabatnya. 3. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Persatuan Indonesia, sesuai dengan sifat idelogi Pancasila yang terbuka, mengharuskan setiap warga negara agar tetap mempertahankan keutuhan dan tegak-kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  29. 29. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Materi 1 Materi 2 Lanjut..... 4. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Permusyawaratan/Perwakilan, terkandung makna bahwa dalam bersikap dan bertingkahlaku, hendaknya menghormati dan mengedepankan kedaulatan negara sebagai perwujudan kehendak seluruh rakyat. 5. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Keadilan Sosial, bahwa dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakuat Indonesia yang sesuai dengan sifat Pancasila sebagai ideologi terbuka, hal ini akan mengarah pada terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali. Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  30. 30. MATA PELAJARAN Menu Sub Bab Materi Bantuan 1 Materi Bantuan 2 Materi Bantuan 3 SIKAP, PERBUATAN PERLU DIHINDARI Perlu dihindari terjadinya kesenjangan yg mencolok baik dibidang politik, ekonomi maupun sosial budaya Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  31. 31. MATA PELAJARAN No Soal 1 2 3 Evaluasi ( Essay Test ) Berikan alasan, mengapa kita perlu lebih mendalami kembali makna dan kedudukan Pancasila baik sebagai dasar negara maupun ideologi terbuka ! 2. Beri penjelasan pentingnya falsafah hidup bagi suatu negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ! 1. 3. Jelaskan mengapa suatu ideologi yang dimiliki oleh suatu bangsa atau negara memiliki sifat yang unik atau khas ! 4. Salah satu fungsi ideologi yaitu sebagai bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya. Berikan contohnya ! 5. Jelaskan menurut pendapat anda, apa yang dimaksud ideologi sebagai sistem ! Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  32. 32. MATA PELAJARAN Lannjutan 6. Jelaskan bagaimana proses falfasah hidup bangsa Indonesia dapat menjadi ideologi nasional (dasar negara) ! 7. Berikan analisis pembuktian empiris, benarkah ideologi Pancasila merupakan ideologi terbuka ! 8. Menurut pendapat anda, bagaimana seharusnya Pancasila menjadi : a. sumber nilai ! b. paradigma pembangunan ! Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  33. 33. MATA PELAJARAN Lanjutan 9. Jelaskan mengapa setelah era orde baru (era reformasi) ada upaya-upaya untuk menghilangkan pancasila, sehingga jika bicara tentang Pancasila seakan-akan tidak reformis ! 10. Komentar anda tentang pentingnya upaya pelaksanaan Pancasila secara murni dan konsekuen di dalam kehidupan sehari-hari ! PERINTAH ! 1. 2. 3. SOAL INDIVIDU KERJAKAN PADA SELEMBAR KERTAS WAKTU MENGERJAKAN 50 Meniit Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  34. 34. MATA PELAJARAN INQUIRI (TUGAS KELOMPOK) 1. Carilah referensi dari berbagai sumber yang relevan atau mendukung tentang kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka dan implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ! 2. Berikan pendapat atau pandangan anda tentang : a. hal yang seharusnya dilakukan sebagai warga negara setelah memahami dan meyakini Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi terbuka ! b. contoh perilaku yang sebaiknya dilakukan baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat sekitar ! Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  35. 35. MATA PELAJARAN Lanjutan 3. Carilah tambahan referensi dari berbagai sumber (majalah, buletin atau kliping, internet, dan lain-lain) dapat juga wawancara dengan berbagai nara sumber dan berikan pendapat anda : a. yang dimaksud dengan perilaku yang sesuai dengan nilainilai Pancasila ? b. contoh-contoh sikap perilaku yang menunjukkan warga negara Indonesia yang konsisten dengan nilai-nilai Pacasila Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  36. 36. MATA PELAJARAN STUDI WACANA KERUKUNAN ANTAR UMAT DI INDONESIA JADI MODEL DUNIA ====================================== Kerukunan antar umat beragama di Indonesia menjadi model bagi kerukunan umat beragama di dunia, bahkan banyak negara yang secara serius mempelajari tumbuhnya toleransi di tengah pluralisme di Indonesia. Demikian kesimpulan pernyataan tokoh agama Indonesia, Sekjen Departemen Agama Faisal Ismail, dan Kepala Pusat Kerukunan Umat beragama Abdul Fatah, di Gedung Pusat Kerukunan Beragama di Jakarta, kemarin, berkaitan lawatannya ke Thailand dan India pada 6 – 13 Oktober 2004. Seperti dilansir Antara, lawatan tokoh agama di Indonesia ke negara lain kali ini merupakan agenda kedua kali, setelah beberapa bulan lalu mereka melakukan kunjungan ke Mesir dan Roma. Misi kunjungan ini, menurut Abdul Fatah, untuk menegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada konflik agama di Indonesia. Sumber : Media Indonesia/15/10/2004. Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  37. 37. MATA PELAJARAN Berdasarkan wacana diatas, berikan analisa anda 1. Bagaimana tanggapan anda sehubungan informasi yang disampaikan oleh Sekjen Depag Faisal Ismail dan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Abdul Fatah ? 2. Menurut anda apa segi positif & negatif pluralisme di Indonesia ? 3. Carilah perbandingan di negara Thailand, India, Mesir atau Roma sekitar kerukuan antar umat bergama yang ada di negara-negara tersebut ! Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  38. 38. MATA PELAJARAN Lanjut 4. Bagaimana perasaan anda, sehubungan dengan pengakuan dari negara-negara lain tentang kerukunan umat beragama di Indonesia akan dijadikan model ? 6. Menurut pendapat anda, adakah hubungan kerukunan umat beragama di Indonesia dengan falsafah hidup Pancasila yang diyakini oleh bangsa Indonesia ? 7. Bagaimana upaya-upaya nyata yang dapat kita lakukan agar kerukunan antar umat beragama di Indonesia tetap terpelihara dengan baik ? Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  39. 39. MATA PELAJARAN Lanjut satu lagi 8. Bila penyelenggaraan negara di Indonesia menunjukkan perilaku konstitusional, bagaimana dampaknya terhadap : a. Kerukunan hidup antar umat beragama ! b. Pancasila sebagai sumber nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ! c. Pancasila sebagai paradigma pembangunan ! Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi
  40. 40. MATA PELAJARAN SEMOGA PEMBELAJARAN HARI INI BERMANFAAT Kurikulum Evaluasi Oleh : SUHARTO SUGENG Profil Referensi

×