Your SlideShare is downloading. ×
Orasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Orasi

2,716
views

Published on

ORASI ILMIAH PURNA TUGAS …

ORASI ILMIAH PURNA TUGAS
FEBRUARI 2003

Published in: Education

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
2,716
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
89
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1.   Pengembangan Peternakan untuk Meningkatakan Ekonomi Rakyat dalam Era GLobal MENGOPTIMASIKAN PETERNAKAN SEBAGAI SISTEM BIO-SOSIO-EKONOMI UNTUK MEMBANGUN PETERNAKAN YANG SEJAHTERA OLEH H. SOEDITO ADJISOEDARMO HUT FAKULTAS PETERNAKAN UNSOED 10 FEBRUARI 200 3 4
  • 2. Selamat Ulang Tahun yang ke 37 Dirgahayu Fakultas Peternakan Unsoed Semoga dapat terus mengembangkan Ilmu A maliah dan Amal ilmiah serta Tuhan selalu bersama kita dalam duka dan suka.
  • 3. Terima kasih kepada seluruh Pimpinan Unsoed, Pimpinan Fakultas Peternakan Unsoed, Teman sejawat Guru besar, Dosen, karyawan dan mahasiswa a tas amal ibadahnya yang d iberikan kepada saya dan k eluarga selama saya melaksana k an tugas di Universitas Jenderal Soedirman. Mohon maaf atas segala kesalahan d an semoga amal ibadah anda s emua mendapat pahala yang s etimpal dari Allah Yang Maha Pengasih dan Pemurah. Amin 2
  • 4. Give them a note, they will live a litle bit better. Give them Education they will change the world 3
  • 5. ''Pembangunan peternakan terus dilanjutkan melalui peningkatan usaha diversifikasi, intensifikasi dan ekstensifikasi ternak, didukung oleh usaha pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perhatian khusus perlu diberikan pada pengembangan peternakan rakyat dengan meningkatkan peranan koperasi serta keikutsertaan swasta. Pembangunan peternakan diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani peternak, mendorong diversifikasi pangan dan perbaikan mutu gizi, serta mengembangkan ekspor' BELAJAR DARI MASA LALU 5
  • 6. YANG PERLU DICERMATI   E konomi rakyat kuat kalau hampir semua orang, rakyat Indonesia, mampu mendapatkan uang tunai setiap hari atau dalam waktu tertentu, atas penghargaan yang diberikan susuai dengan kinerja (jasa) yang telah diselesaaikan, atau sesuai dengan nilai atau kualitas barang yang dijualnya. Perhargaan tersebut sampai batas-batas tertentu seharusnya membuat senang dan bahagia 6
  • 7. Existing knowledge Equired knowledge Peternak/ Tenaga kerja Lapangan kerja Proses produksi perlatihan perlatihan 7 YANG PERLU DICERMATI
  • 8. MASALAH Mampukah kita menyiapkan konsep yang dapat menyakinkan penyandang dana mau mendukung realisasi konsep tersebut. Mampukah kita mengoptimasikan kreativitas para ilmuwan untuk memunculkan a concept of anything in the highest perfection dalam melaksanakan penelitian dan mengaplikasikan hasil penelitian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat . 8
  • 9.
    • STRATEGI YANG DIGUNAKAN
    • meningkatkan populasi,
    • meningkatkan nilai tengah populasi dan
    • stratifikasi penggunaan tanah ( ekstensifikasi, intensifikasi, rehabilitasi dan diversifikasi baik horizontal maupun vertikal ).
    9 PENGEMBANGAN PETERNAKAN
  • 10.
    • TAKTIK YANG DIGUNAKAN
    • P erbaikan manajemen dan
    • peningkatan mutu genetik ( seleksi dan sistem perkawinan).
    • Kalau dirinci
    • P enyediaan pakan kecukupan kualitas dan kuantitas,
    • pencegahan penyakit dan pemberantasan penyakit hewan,
    • penggunaan bibit unggul,
    • melaksanakan progam pencatatan reproduksi dan produksi,
    10
  • 11.
    • TAKTIK YANG DIGUNAKAN
    • e) menggunakan metode selek s i yang tepat,
    • f) menggunakan sistem perkawinan yang tepat,
    • menggunakan bioteknologi reproduksi yang sesuai,
    • menggunakan bioteknologi molekuler yang s es uai,
    • menggunakan keunggulan kompetitif dan komperatif,
    • mencari jaminan pangsa pasar ,
    11
  • 12.
    • TAKTIK YANG IGUNAKAN
    • k ) mencari jaminan market share yang berkelanjutaan,
    • l ) memiliki organisasi yang dinamis,
    • mengoptimasikan manfaat teknologi informasi,
    • mencari dukungan lembaga keuangan,
    • mencari dukungan dan kerja sama lembaga pendidikan tinggi , khususnya lembaga penelitian dan pengabdian kepada masarakat, serta dinas teknis yang terkait , dan
    12
  • 13.
    • TAKTIK YANG DIGUNAKAN
    • berusaha selalu memuaskan pelanggan (pengguna produk peternakan),
    • pengembangan kawasan agribisnis berbasis peternakan , dan
    • r) pengembangan kawasan agribisnis berbasis peternakan.
    13
  • 14. RINGKASNYA S trategi dan taktik tersebut harus mampu mengoptimasikan potensi peternakan sebagai Sistem Bio-Sosio-Ekonom i . M ampu memunculkan keserasaian antara Birokrat, Pakar, Pelaksana dan Dana, serta didukung dengan landasan 4 A yaitu bekelebihan Akhlak, Akal, Amal dan Awak untuk siapapun khususnya mereka yang tergolong atau disebut sebagai pemimpin. Sedang lingkungan yang dibutuhkan (termasuk virtual environment ) adalah kerja keras, disipl i n diri, menghargai kualitas dan waktu sert a tidak lupa berdoa 14
  • 15. Output dan outcome yang diharapkan BIBIT UNGGUL LOKAL SISTEM INPUT Local Resource Based Sustainable Agriculture Development Mendayagunakan Sistem Bio-sosio-ekonomi 15 PUSAT PERTUMBUHAN BARU (KAWASAN AGROPOLITAN)
  • 16. FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KEBERHASILAN INPUT PROSES OUT OUTCOME MEMENUHI KEBUTUHAN SIKOLOGIK DAN FISIK MANUSIA KESABARAN KEJUJURAN DISIPLIN KERJA KERAS Mendaya gunakan Sistem Bio-sosio-ekonomi KEBERHASILAN KERJA SAMA ANTARA B IROKRAT- P AKAR- P ELAKSANA- D ANA AKHLAK AKAL AMAL AWAK 16
  • 17.
    • UPAYA PENGEMBANGAN PETERNAKAN YANG MAMPU MENINGKATKAN EKONOMI RAKYAT DI ERA GLOBAL
    •  
    • Era global ditandai dengan berkembangnya The Global Wired Society ( using IT, especially the Internet, to link with customers and businesses around the world ), yang memiliki ciri
    • Knowledge worker -- information and knowledge are the raw materials of his/her work
    • Teamwork -- a new emphasis on collaborative work
    • Anytime, anywhere work
    •  
    •    
    •  
    17
  • 18. Faktor Iklim Faktor sosio- ekonomi peternak pakan ternak tanah Peternakan sebagai sistem bio-sosio-ekonomi Interaksi Sistem input/ output Informasi Control 18
  • 19. ILMU PETERNAKAN TERNAK DAN LINGKUNGANNYA DAGING SUSU TELUR WOL KULIT DARAH TULANG TANDUK HORMON ENZIM TENAGA KERJA PUPUK RITUAL KESENANGAN PRESTISE TEMAN TABUNGAN Sistem Bio-sosio- ekonomi PETERNAK DAN LINGKUNGANNYA Proses Nilai tambah 19 MEMENUHI DAN MENGAMANKAN KEBUTUHAN PANGAN PRODUK TERNAK
  • 20. Existing knowledge Peternak/ Tenaga kerja Lapangan kerja Peningkatan produksi perlatihan perlatihan PETERNAK DAN LINGKUNGANNYA Equired knowledge Informasi Pasar- 20
  • 21. KEGIATAN (DIUPAYAKAN MEMENUHI SYARAT DI BAWAH INI)
    • Reasonable (mempunyai justifikasi pembenaran/tujuan yang jelas)
    • Applicable (tersedia teknologi yang dibutuhkan, tradisional-mutakhir)
    • Possible (dapat dilakukan mengacu pada teknologi yang tersedia)
    • Acceptable (tidak bertentangan dengan sistem bio-sosio-ekonomi se tempat)
    • Produceable (memiliki proses nilai tambah untuk menghasilkan produk)
    • Marketable (produk dapat dipasarkan)
    • Sustainable (berkelanjutan)
    •  
    21
  • 22. RUMAH TANGGA PETANI P A S A R TERNAK SHEEP/GOAT DUCK CHICKENS CATTLE BUFFALO GEESE CROPS Rice, Vegetables Peas Mung-Beans Off Farm: On Farm: Field borders FEED BEDDING MULCH FOOD RITUAL LABOR feed LABOR fertility FUEL
      • FEED
    MENGAPLIKISKAN HIGH INTEGRATION OF CROP AND ANIMALS Manure Power Transport FOOD FERTILITY 22 PETERNAK DAN LINGKUNGANNYA
  • 23. DEPARTEMEN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL BINA PRODUKSI PETERNAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGRIBISNIS BERBASIS PETERNAKAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN PETERNAKAN JL.Harsono RM.No3, Ragunan, Jakarta Selatan 12550 Telp./Fax:(021) 781578 2001 23
  • 24. Kawasan khusus Sapi perah Cikole , Cibungbulan dan Ciwidew Boyolali (KUD) Ganesha Pujon 24
  • 25. Kawasan khusus Sapi Potong DIY Kab Agam K Bulu kumba 25
  • 26. Kaligesing, Purworejo Kulon Progo Kawasan khusus Kambing Kawasan khusus Domba Sei Putih di Kabupaten Langkat Garut 26
  • 27.
    • P engembangan agropolitan dimulai tahun 2002 dengan ditetapkan 7 (tujuh) kawasan rintisan oleh Tim Perencana Inter Departemen Terkait (Dep. Pertanian, Dep. Kimpraswil, Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah) yaitu :
    • Kabupaten Agam (Sumatera Barat) dan Kabupaten Barru (Sulawesi Selatan) sebagai wilayah agropolitan berbasis agribisnis peternakan .
    • Kabupaten Bangli (Bali) dan Kabupaten Kulonprogo (DIY) sebagai wilayah agropolitan berbasis agribisnis perkebunan.
    • Kabupaten Cianjur (Jabar) dan Kabupaten Rejang Lebong (Bengkulu) sebagai wilayah agropolitan berbasis agribisnis hortikultura .
    • Kabupaten Boalemo (Gorontalo ) sebagai wilayah agropolitan berbasis agribisnis tanaman pangan .
  • 28. Kawasan Agropolitan Kab Agam (P) Kab Barru (P) DIY (Pk) Bangli (Pk) Rejanglebong Cianjur(H) Gorontalo (Tp) Kab Semarang 27
  • 29. PROSES PRODUKSI (PROSES NILAI TAMBAH)
    • Kebijakan
    • SDM
    • Kegiatan
    • Institusi
    • IPTEK
    • Lahan
    • Ternak
    • Pakan
    • Peralatan
    • Modal
    Pelaksanaan Kegiatan Perbaikan Perbanyakan Peningkatan kualitas Efektifitas dan Efisiensi Organisasi Pelaksana Manfaat Ekonomi dan Sosial Keuntungan Keluaran Ternak siap jual Masukan A
  • 30. LEGUME RUMPUT HIJAUAN PAKAN TERNAK PAKAN KONSENTRAT
    • analisis aspek
    • pasar, teknik
    • finansial
    • sosial
    • resiko
    PBB KARKAS/ DAGING PASAR LABA/ RUGI Peternak Trah ternak
    • di pasar bebas
    • mencampur sendiri
    • seadanya
    LAYAK DIKEMBANGKAN
    • Lamtoro
    • Turi
    • Waru
    • Raja
    • Gajah
    • Setaria
    • Brachiaria
    • Lahan cukup luas
    • Topografi sumber air
    • Struktur dan tekstur
    • Unsur hara dan tenaga kerja
    FAKTOR PEMBATAS B
  • 31. Peternak-ternak-lingkungannya- 28
  • 32. Panen rumput gajah di lahan kering Blora
  • 33. WIRASABA
  • 34. Gerakan menaman sejuta tanaman jiauan pakan ternak di desaku
  • 35. Muting - MeraukeIran - Jaya
  • 36. Muting Merauke Iran Jaya Pemukiman Transmigrasi
  • 37. Pemukiman Transmigrasi di Bengkulu
  • 38. Pemukiman Transmigrasi di Bengkulu
  • 39.  
  • 40. Sapi Bali
  • 41.  
  • 42. Mengenalkan Kalender reproduksi Kambing dan Domba Di Pemukiman Trans Bengkulu
  • 43. Abundant Genetic variation Limited Genetic variation Little or no Genetic variation Traditional selection Gene mapping and Marker Assisted Selection Little or no Genetic variation
  • 44. Define breeding goals Device techniques for measuring Are there large additive differences Between available populations ? Move to best available populations ? Are the chosen goals heritable within the chosen populations ? Highly Moderately Poorly Is there heterosis Yes No Crossing System Selection Choose crosses and system to maximize heterosis Are correlated response favorable ? Separate sire and dam line development Little prospect of improvement Within this population Yes No No No Index Selection Optimize selection program Evaluate lines. Optimize selection within lines No Yes The place of selection program in genetic improvement
  • 45. SELEKSI DALAM BANGSA SELEKSI ANTAR BANGSA UNTUK > SATU KARAKTERISTIK   UNTUK SATU KARAKTERISTIK SELEKSI MASA SELEKSI TANDEM SELEKSI FAMILI SELEKSI KOMBINASI SELEKSI ICL SELEKSI INDEKS     UNTUK > SATU KARAKTERISTIK   UNTUK SATU KARAKTERISTIK Menggunakan catatan produski tetua Menggunakan catatan produksi saudara kandung Menggunakan catatan produksi saudara ti ri Menggunakan catatan produksi progeni Menggunakan catatan famili Menggunakan catatan produksi dan berbagai sumber   SELEKSI MASA SELEKSI FAMILI SELEKSI KOMBINASI SELEKSI ICL SELEKSI INDEKS     Individual Selection Pedigree Selection Progeni Selection Sib Selection Within Family Selection Combined Selection   Membutuhkan Heritabilitas Repitabilitas Korelasi genetik Korelasi fenotipik Korelasi lingkungan REV     METODE SELEKSI
  • 46. 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 be ra na k (2 yr) (2 yr) (2 yr) (2 yr) (2.5 yr) (2.5 yr) (2.5 yr) (2.5 yr) (2,5 yr) (3 yr) (3 yr) (3 yr) (2,5 yr) (3,0 yr) (3,5 yr) (3,5 yr) (2,5 yr) (3,0 yr) (3,5 yr) (4,0 yr) (2,5 yr) (3,0 yr) (3,5 yr) (4,0 yr) (3,0 yr) (3,5 yr) (4,0 yr) (4,5 yr) 80 cempe 1993 I II III IV V VI Disisihkan/afkir Disisihkan/afkir Disisihkan/afkir Bibit unggul belum teruji SELECTION PROCESS 1994 1995 1996 TAHUN ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes ewes 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Rams Rams Rams Rams Rams Rams Rams
  • 47.  
  • 48. INDUSTRY STRUCTURE ELITE BREEDER MULTIPLIER END USER
  • 49. Breeding Pyramid for Beef Cattle: Seed stock Cow/calf Purebred or seed stock Breeders- contribute genes To the next generation Stocker Feedlot Packer Distributor Consumer Replicate seed-stock Production, commercial producers
  • 50. Industry Fecundity Typical crossing systems highest lowest Poultry Pigs Meat sheep Wool sheep Dairy Temperate Beef Tropical Beef 4-breed-crosses 3-breed, back - crosses 3-breed-crosses purebred* purebred* purebred* rotation, composite composite
  • 51.  
  • 52.  
  • 53.  
  • 54. PROPINSI PADAT TERNAK KERBAU KUDA SAPI PERAH SAPI POTONG ITIK DOMBA KAMBING A PEDAGING BABI A BURAS
  • 55.
    • Laju ovulasi
    • Laju konsepsi
    • kesukaran
    • beranak
    • Produksi susu
    • Kemampuan
    • Memelihara pedet
    Biaya maintenance Ukuran sapi longevity Kinerja produksi
    • Kemampuan
    • Reproduksi
    • dan produksi
    • induk
    • Adaptibility
    • Disease
    • resistance
    • Defect
    • Temperament
    G E Gab. 5.4 Komponen produktivitas induk dalam pendekatan Biologik dan atau Genetik pada periose prasapih
  • 56.
    • warna
    Eating quality
    • Struktural
    • soundness
    • Adaptibility
    • Disease
    • resistance
    Karakteristik karkas Komposisi pakan G E Komposisi karkas Berat hidup Berat karkas Kinerja pasca sapih Conformation Growth rate Gab. 5.4 Komponen produktivitas induk dalam pendekatan Biologik dan atau Genetik pada periose pasca-sapih
  • 57.
    • Pendekatan yang digunakan
    • Total Genetic Resource Management (TGRM)
    • Bio-Sosio-Economic System
    • Agribisnis berbasis peternakan
  • 58. FAO Global Strategy for Farm AnGR Guidelines for the Management of AnGR Primary Document Secondary Document Active Breed Use and Development Managing Populations of AnGR risk Livestock Production System Description Characterization of AnGR Total Genetic Resource Management (TGRM) Animal Recording Breeding Strategies Breeding goals Breeding structure Economic evaluation Production Environment Development objective Breeding goal guidelines in the context of Farm Animal Genetic Resource (AnGR) Management Plans
  • 59. PENDEKATAN TERPADU PROGRAM INTENSIFIKASI SASARAN KEBIJAKAN USAHA POKOK INPUT TEKNOLOGI TEKNOLOGI-EKON-SOS PENGEMBA NGAN DAN PENER A PAN TEKNOLOGI PENYULUHAN M ENINGKAT KAN PARTISIPASI PETERNAK PENGADAAN SARANA PRODUKSI PENINGKATAN PRODUKSI INTENSIFIKASI EXTENSIFIKASI DEVERSIFIKASI REHABILITASI BIBIT UNGGUL PAKAN KESEHATAN PEMELIHARAAN REPRODUKSI PASCA PANEN PEMASARAN TEK. PRODUKSI TEK. EKONOMI PENGORGANISA SIAN PETERNAK
  • 60. PENDEKATAN AGRIBISNIS KERJA SAMA PENDEKATAN AGRIBISNIS SARANA PRODUKSI BUDI DAYA P.OLAHAN PEMA SARAN PETERNAKAN RAKYAT DAN WADAH KOPERASI PERUSAHAN PETERNAKAN BIBIT PAKAN OBAT BUDI DAYA OLEH PE TERNAK RUMAH POTONG PENGO- LAHAN PEMASA RAN MODAL TEK
  • 61. PENDEKATAN TEKNIS ITEM P E L I T A II III IV V POPULATION 6,237 6,440 9,432 10,258 (000 headS) BIRTH RATE 15 17,6 18,3 22 (%) MORTALITY 2,5 1,6 2,2 4,5 N INCREASE 12,5 16,0 16,1 17,5 SLAUGHTER 15 15 14,4 15,3 CONTOH PERHITUNGAN UNTUK SAPI EXPORT/ -0,4 +0,5 - - IMPORT NET INCREASING -2.9 +1.5 1.7 2,2 IB, PENYEBARAN TERNAK BETINA DAN JANTAN PROG. KESWAN PENOLAKAN, PENCE GAHAN PENYIDIKAN, PENGENDALIAN WABAH DAN KESMAVET PENGENDALIAN PEMOTONGAN TERN BETINA LARANGAN EKSPORTERNAK IMPOR TERNAK BIBIT INPUT KEBIJAKAN
  • 62.  
  • 63. Mengatur perkawinan, Menguji kebuntingan Menaksir waktu beranak Mengatur pemacekan setelah beranak Mengatur penyapihan
  • 64.  
  • 65. Blangko Pencatatan jumlah cempe per kelahiran, di tingkat kelompok betina Jantan Dijual mati Kelahiran tunggal Kelahiran Kembar dua Kelahiran Kembar tiga Kelahiran Kembar empat 1 Januari 2001 Tanggal beranak I 30 Juli 2001 Tanggal beranak II 14
  • 66.  
  • 67.  
  • 68. manfaat 18
  • 69.  
  • 70.  
  • 71.  
  • 72. Itik bantuan Program Pengembangan Wilayah Propinsi Jawa Tengah Bantuan Dana USAID 1983-1988 Pemanfaatan Protein segar Dari Sungai
  • 73. Pemanfaatan Protein segar dari Sungai
  • 74. Kambing PE peserta lomba tingkat nasional
  • 75. REMBANG – BLORA - BANYUMAS
  • 76.  
  • 77. Domba Lokal Domba Ekor Tipis Domba Berbercak Hitam Mampu beranak kembar 6 (enam) kali berurut-turut Penelitian Hibah Adjisoedarmo dkk., (1963-1966 Domba induk Panen cempe kembar (72 ek)
  • 78.  
  • 79.  
  • 80. INDUK BUATAN BER PUTTING EMPAT Adjisoedarmo dkk., (1963-1966
  • 81. Adjisoedarmo dkk., (1963-1966
  • 82.  
  • 83. PESERTA LOMBA TINGKAT NASIONAL
  • 84. Kelompok Peternak Domba Bukatedja Purbalingga Binaan Purnomo dkk
  • 85. Kelompok Binaan di Bukatedja
  • 86. KELOMPOK PETERNAK DOMBA BINAAN PASCA PENELITIAN HIBAH INDUK BERANAK KEMBAR PASIR – PURWOKERTO 1967
  • 87. ACC-di MAgelang
  • 88. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 89. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 90. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 91. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 92. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 93. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 94. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 95. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 96. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 97. ACC kapasitas kandang 20 ekor TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 98. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 99. TUGAS TERSTRUKTUR MHS SMT 1
  • 100. LAHAN KERING – BLORA PROGRAM PENGEMBANGAN WILAYAH PROPINSI
  • 101.  
  • 102. LAHAN KERING - BLORA
  • 103.  
  • 104.  
  • 105.  
  • 106. Kelompok binaan (Adjisoedarmo dkk, 1997)
  • 107. Pola usaha Peternakan Masalah Nasional Masalah Global Lahan Peternak Lahan HPT Konsentrat Tata reprod d an produksi Transport Jalan Jembatan Pemerintah Investor Importir Eksportir $ Kekuatan d an Kelemahan Ancaman Peluang Laba/rugi PASAR Faktor yang terkait dalam sistem bio-sosio-ekonomi usaha peternakan sapi pedaging
  • 108. Model jalur pemasaran dan faktor yang terlibat (Adjisoedarmo, 1998)
  • 109.
    • PENUTUP
    • UNTUK MENGOPTIMALISASIKAN PETERNAKAN SEBAGAI SISTEM BIO-SOSIO-EKONOMI DIPERLUKAN LANGKAH-LANGKAH SBB :
    • CERMATI APA YANG TELAH DICAPAI OLEH
    • MASYARAKAT PETERNAK
    • CERMATI KOMPONEN SISTEM BIO-SOSIOEKONOMII
    • CERMATI STRATEGI DAN TAKTIK YANG TERSEDIA
    • CERMATI PENYEBARAN POPULASI
    • CERMATI PREFERENSI PETERNAK
    • CERMATI EXISTING DAN EQUIRED KNOWLEDGE
    • PETERNAK
    • CERMATI KAWASAN KHUSUS DAN AGROPOLITAN
    • CERMATI KEMAJUAN IPTEK
    • OPTIMASIKAN KOMPONEN SISTEM DG PRIOTRITAS
      • SELAMATKAN POPULASI YANG TELAH
      • DIHASILKAN PETERNAK
      • DEKATKAN PELAYANAN TEKNIS : KAWIN TEPAT
      • WAKTU, PENCATATAN, KECUKUPAN PAKAN,
      • DAN PENCEGAHAN SERTA PENGOBATAN
      • AMANKAN JALUR PEMASARAN TERNAK
  • 110. TUGAS BARU PASCA PURNA TUGAS
  • 111. Dr. Soedito Adjisoedarmo, Dip.Agr.Sc. (1989)
  • 112. Prof. Dr. Soedito AdjisoedarmoDip.Agr.Sc. (1991)
  • 113.  
  • 114.  
  • 115.  
  • 116. Kelompok Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu dan Perguruan Tinggi
  • 117.  
  • 118.  
  • 119. Tugas baru, beternak komputer di STMIK Widya Utama Purwokerto
  • 120. Prof. Dr. H. Soedito Adjisoedarmo,Dip.Agr.Sc. M.Kom
  • 121.  
  • 122.