Your SlideShare is downloading. ×
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Ontologi 56
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • terimakasih bnyak lho,pak.. atas slide Filsafat ilmunya
    sangat membantu materi presentasi saya.
    kebetulan pas dengan judul bahan presentasi saya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
2,388
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
404
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. FILSAFAT ILMU FILSAFAT SAINS FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN Dosen Soedito Adjisoedarmo adjisoe 05 @ yahoo.com
  • 2. I ILMU DAN FILSAFAT WHAT IS A MAN ? WHAT IS ? WHAT ?
  • 3. II DASAR-DASAR PENGETAHUAN Penalaran Logika Sumber pengetahuan Kriteria Kebenaran
  • 4. III ONTOLOGI (HEKEKAT YG DIKAJI) Metafisika Asumsi Peluang Asumsi dalam ilmu Batas penjelajahan ilmu
  • 5. Metafisika Tafsiran yang paling pertama yang diberikan oleh manusia terhadap alam ini adalah bahwa terdapat ujud‑ujud yang bersifat gaib ( supernatura l) dan ujud‑ujud ini bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata
  • 6. Bidang telaah filsafati yang disebut metafisika ini merupakan tempat berpijak dari setiap pemikiran filsafati termasuk pemikiran ilmiah .
  • 7. Diibaratkan pikiran adalah roket yang meluncur ke bintang, menembus galaksi dan awan gemawan, maka Metafisika adalah landasan peluncurannya. Dunia yang sepintas lalu kelihatan sangat nyata ini, ternyata menimbulkan berbagai spekulasi filsafati tentang hakikatnya.
  • 8. Sebagai lawan dari supernaturalisme maka terdapat paham naturalisme yang menolak pendapat bahwa terdapat ujud yang bersifat supernatural tersebut. Lihat di sekitar anda, ada apa dan siapa ?
  • 9. Materialisme, yang merupakan paham berdasarkan naturalisme, berpendapat bahwa gejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan yang bersifat gaib, melainkan oleh kekuatan yang terdapat dalam alam itu sendiri, yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat kita ketahui .
  • 10. Prinsip materialisme dikembangkan oleh Democritos (460-370 S.M.). Dia mengembangkan teori tentang atom yang dipelajarinya dari gurunya Leucippus . Bagi Democritos, unsur dasar dari alam ini adalah atom .
  • 11. Dalam ken y ataannya hanya terdapat atom dan kahampaan . Artinya, obyek dari penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata .  
  • 12. Rangsangan pancaindera disalurkan ke otak  menghadirkan gejala . Dengan demikian maka gejala alam dapat didekati dari segi proses kimia‑fisika
  • 13. LONG-TERM MEMORY WORKING- MEMORY FIG 9.13 THE MODEL HUMAN PROCESSOR (Moran and Newell,1983) Percetual Processor Motor Processor Cognitive Processor 61 LONG-TERM MEMORY WORKING- MEMORY FIG 9.13 THE MODEL HUMAN PROCESSOR (Moran and Newell,1983) Percetual Processor Motor Processor Cognitive Processor 61 Visual Image Store Auditory Image Store
  • 14. Proses fisika-kimia tidak terlalu menimbulkan permasalahan selama diterapkan kepada zat‑zat yang mati seperti batuan atau karat besi. T etapi lain masalahnya dengan makhluk hidup termasuk manusia sendiri ? Maka kaum yang menganut paham Mekanistik ditentang oleh kaum V italistik.
  • 15. Kaum mekanistik melihat gejala alam (termasuk mahluk hidup) hanya merupakan gejala kimia fisika semata . Sedangkan bagi kaum vitalistik hidup adalah suatu yang unik yang berbeda secara substantif dengan proses kimia fisika tersebut.  
  • 16. Lalu apa dengan pikiran dan kes a daran ? Secara fisiologis otak manusia terdiri dari 10 sampai 15 biliun neuron. Cara bekerja otak ini merupakan obyek telaahan dari berbagai disiplin keilmuan seperti fisiologi, psikologi, kimia, matematika, fisika teknik dan neuro‑fisiologi.
  • 17. Sudah merupakan kenyataan yang tidak usah lagi diperdebatkan bahwa proses berpikir manusia menghasilkan pengetahuan tentang zat ( obyek) yang ditelaahnya .
  • 18. Meskipun demikian, apakah kebenarannya hakikat pikiran tersebut ? , apakah dia berbeda dengan zat yang ditelaahnya, ataukah hanya bentuk lain dari zat tersebut ?
  • 19. A liran monistik mempunyai pendapat yang tidak membedakan antara pikiran d an zat . M ereka hanya berbeda dalam gejala disebabkan proses yang berlainan namun mempunyai substansi yang sama.
  • 20. I barat zat dan energi, dalam teori relativitas Einstein, energi hanya merupakan bentuk lain dari zat. M aka proses berpikir dianggap sebagai aktivitas elektrokimia dari otak .
  • 21. Pendapat ini ditolak oleh kaum yang menganut paham dualistik . Terminologi dualisme ini mula‑mula dipakai oleh Thomas Hyde (1700) , sedangkan monisme oleh Christian Wolff (1679‑1754).
  • 22. Dalam metafisika maka penafsiran dualistik membedakan antara zat dan kesadaran (pikiran) yang bagi mereka berbeda sui generis secara substantif. Filsuf yang menganut paham dualistik ini di antaranya adalah Rene Descartes (1596‑1650), John Locke (1632‑1714) dan George Berkeley (1685‑1753)'  
  • 23. Ketiga ahli filsafat ini ber pen dapat bahwa apa yang ditangkap oleh pikiran termasuk penginderaan dari segenap pengalaman manusia, adalah bersifat mental . Bagi Descartes maka yang bersifat nyata adalah pikiran sebab dengan berpikir maka sesuatu itu lantas ada :
  • 24. Locke sendiri menganggap bahwa pikiran manusia pada mulanya dapat diibaratkan sebuah lempeng lilin yang licin (tabula rasa) di mana pengalaman indera kemudian melekat pada lempeng tersebut.
  • 25. Makin lama makin banyak pengalaman indera yang terkumpul dan kombinasi dari pengalaman indera seterusnya membuahkan ide yang kian lama kian rumit.
  • 26. P ikiran dapat diibaratkan, sebagai organ yang menangkap dan menyimpan pengalaman indera .
  • 27. Storage area and Organizers E = previous encounters S = systems, categories, variables D = data G = generalization, conclusions, theories STORAGE INTAKE CONTROL MOTIVATION ACTION
    • Closure
    • Curiosity
    • Power to predict,
    • control, or explain
    THEORITICAL MODEL FOR THE INQUIRY PROCESS (Suchman, 19..) environment
  • 28. PENGGALIAN IDE
    • Kegiatan
    • mencari
    • menemukan
    • berusaha mengenali
    • coba-coba
    • mengambil
    • SUDAH DIKETAHUI
    • PASTI DITEMUKAN
    • BELUM DIKETAHUI
    • HARAPAN MENEMUKAN
    • SESUATU
    • Rancangan yang
    • tersusun di pikiran
    • Gagasan
    • Cita-cita
    • A THOUGHT
    • CONCEPTION
    • AN IMPRESSION
    • AN PLAN OF ACTION
    • A MENTAL PICTURE
    • THE CONCEPT OF ANYTHING
    • IN THE HIGHEST PERFECTION
    BERBAHASA BERFIKIR 5
  • 29. PENGGALIAN IDE MEMBACA MENGAMATI MENGINDERA (MELIHAT, MENDENGAR, MERASA, MEMBAU, BERABA) BERBAHASA BERFIKIR (TARAF BERFIKIR) BELAJAR MENCARI KEBENARAN SUMBER KEBENARAN PENGALAMAN RASIO, FAKTA INTUISI WAHYU PENALARAN INDUKTIF PENALARAN DEDUKTIF 6
  • 30. 7 PENGGALIAN IDE MEMBACA MENGAMATI MENGINDERA (MELIHAT, MENDENGAR, MERASA, MEMBAU, BERABA) BERBAHASA BERFIKIR (TARAF BERFIKIR)
    • MEMBACA MENCARI ARAH
    • MEMBACA SECARA BLOBAL
    • MEMBACA UNTUK MENCARI
    • MEMBACA UNTUK BELAJAR
    • MEMBACA DG SIKAP KRITIS
    • MEMBACA CEPAT
    1) MENGGARIS BAWAHI, 2) MEMBUAT CATATAN, 3) MENCATUMKAN ANGKA 4) MEMBUAT BAGAN, 5) MEMBUAT DEFINISI, 6) MEMBUAT RINGKASAN
  • 31. PENGGALIAN IDE MEMBACA MENGAMATI MENGINDERA (MELIHAT, MENDENGAR, MERASA, MEMBAU, BERABA) BERBAHASA BERFIKIR (TARAF BERFIKIR) BELAJAR MENCARI KEBENARAN KEGIATAN ILMIAH (KARYA ILMIAH) 8 KETRAMPILAN ILMIAH SIKAP ILMIAH
  • 32. PENGGALIAN IDE MEMBACA MENGAMATI MENGINDERA (MELIHAT, MENDENGAR, MERASA, MEMBAU, BERABA) BERBAHASA BERFIKIR (TARAF BERFIKIR) BELAJAR MENCARI KEBENARAN KETRAMPILAN DAN SIKAP ILMIAH
    • MENGORGANISASI DAN
    • MENYAJIKAN DATA
    • MENGGUNAKAN FAKTA
    • MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI
    • MENULIS RINGKASAN
    • MEKANISME PENULISAN
    • SIKAP INGIN TAHU
    • SIKAP KRITIS
    • SIKAP TERBUKA
    • SIKAP MENGHARGAI
    • KEBENARAN
    • SIKAP MENJANGKAU KE DEPAN
    9
  • 33. PENGGALIAN IDE MEMBACA MENGAMATI MENGINDERA (MELIHAT, MENDENGAR, MERASA, MEMBAU, BERABA) BERBAHASA BERFIKIR (TARAF BERFIKIR) IDE GAGASAN KONSEP BARU
    • INFORMASI
    • MENGERTI INFORMASI
    • PENDAYAGUNAAN KATA
    • KETEPATAN MEMILIH KATA
    • PEMBUATAN KALIMAT
    • PENGETAHUAN
    • KOMPREHENSI
    • APLIKASI
    • ANALISIS DAN
    • SINTESIS
    • EVALUASI
    10
  • 34. Berkeley terkenal dengan pernyataannya, To be is be perceived (ada adalah disebabkan persepsi!)
  • 35. Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam ini sebagaimana adanya Apakah pengetahuan yang saya dapatkan itu bersumber pada kesadaran mental ataukah hanya rangsangan penginderaan belaka ?
  • 36. Jadi pada dasarnya tiap ilmuwan boleh mempunyai filsafat individual yang berbeda , dia bisa paham mekanistik, vitalistik , materialistik atau idealistik
  • 37. Asumsi Para filsuf menduga apakah gejala dalam alam tunduk kepada determinisme , yakni hukum alam yang bersifat universal , ataukah hukum semacam itu tidak terdapat sebab setiap geja l a merupakan akibat pilihan bebas , ataukah keumuman memang ada namun berupa peluang , sekadar tangkapan probabilistik?  
  • 38. Ketiga masalah tersebut yakni deterministik, pilihan bebas, dan probabilistik merupakan permasalahan filsafati yang rumit namun menarik. Tanpa mengenal ketiga aspek tersebut, serta bagaimana ilmu sampai pada pemecahan masalalah yang merupakan kompromi, akan sukar bagi kita untuk mengenal hakikat keilmuan.
  • 39. P ilihan bebas dan probabilistik itu baru dapat dilakukan sekiranya bahwa hukum semacam itu memang ada. Sekiranya hukum yang mengatur kejadian alam itu tidak ada maka masalah determinisme, probabilitas dan kehendak bebas itu sama sekali tidak ak a n muncul .
  • 40. S ekiranya hukum alam itu memang benar‑benar tidak ada maka tidak akan ada permasalahan dengan determinisme, probabilistik atau pilihan bebas , dan juga tidak ada ilmu karena ilmu justru mempelajari hukum alam tersebut
  • 41. Jadi diasumsikan bahwa hukum yan mengatur berbagai kejadian alam itu memang ada, sebab tanpa asumsi tersebut maka semua yang kita bahas mengenai kejadian akan sia-sia .
  • 42. Hukum yg dimaksud diartikan sebagai suatu aturan main atau pola kejadian yang diikuti oleh sebagain besar peserta, gejalanya berulang kali dapat diamati yang tiap kali memberikan hasil yang sama .
  • 43. Paham determinisme dikembangkan oleh William Hamilton (1788‑1836) dari doktrin Thomas Hob (1588-1679) yang penyimpulkan bahwa pengetahuan adalah bersifat emperis yang dicerminkan oleh zat dan gerak yang bersifat universal .
  • 44. Aliran filsafat ini merupakan lawan dari paham fatalisme yang berpendapat bahwa segala kejadian ditentukan oleh nasib yang telah ditetapkan lebih dulu .
  • 45. Demikian juga paham diterminisme bertentangan dengan penganut pilihan bebas yang menyatakan bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam menentukan pilihannya , tidak terikat kepada hukum alam yang tidak memberikan alternatif .
  • 46. ILMU Mempelajari hukum kejadian yang Berlaku bagi semu orang ? (ilmu sosial) Mempelajari hukum kejadian yang berlaku tidak bagi semu orang ? Atau hanya untuk individu tt ? Paham deterministik Paham pilihan bebas
  • 47. ILMU Semua orang akan mati Mempelajari hukum kejadian yang berlaku tidak bagi semu orang ? Atau hanya untuk individu tt ? Paham deterministik Paham pilihan bebas
  • 48. ILMU I pengetahuhan yang bersifat umum itu tidak perlu Mempelajari hukum kejadian yang berlaku tidak bagi semu orang ? Atau hanya untuk individu tt ? Paham deterministik Paham pilihan bebas
  • 49. ILMU Yang kita butuhkan adalah pengetahuan yang berada di tengah-tengah , antara kemutlakan yang dipunyai agama dan keunikan individual yang bersifat Seni ? Paham deterministik Paham pilihan bebas Memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi, sebab yang bersifat individual seperti seni tidak bersifat praktis
  • 50. Paham deterministik Paham pilihan bebas ILMU Ilmu memilih penafsiran Probabilistik
  • 51. Peluang Jadi berdasarankan teori keilmuan kita tidak akan pernah mendapatkan hal yang pasti mengenai suatu kejadian
  • 52. Jadi biarpun kita mempunyai peluang 0,8 bahwa hari akan hujan, namun masih terbuka kemungkinan bahwa hari tidak akan hujan
  • 53. Harus disadari bahwa ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. sience is not final truth
  • 54. Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar bagi anda untuk mengambil kesimpulan, keputusan anda harus didasarkan pada penafsiran kesimpulan ilmiah yang bersifat relatif
  • 55. Asumsi dalam ilmu Gejala diciptakan oleh skala observasi Ilmu sekedar merupakan pengetahuan yang memiliki kegunaan praktis.
  • 56. Batas penjelajahan ilmu Pengalaman ke  pengalaman yang berikutnya d an penggalian ide Ide yang merupakan pengalaman yang tupang tindih yang ada di lauatan ne u ron setiap manusia

×