MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Departemen Pendidikan Nasional
Sistem PBM <ul><li>Kurikulum </li></ul><ul><li>Alat Bantu Belajar </li></ul><ul><li>Buku </li></ul><ul><li>Pendidik </li><...
Proses Pembelaiaran Peserta didik Musikal Kinestetis- Jasmani Visual- Spatial Linguistik Intrapribadi Antarpribadi (Sosial...
<ul><li>Kita belajar: </li></ul><ul><li>10 % dari apa yang kita  baca </li></ul><ul><li>20 % dari apa yang kita  dengar </...
Kerucut Pengalaman Mengerjakan Hal yang Nyata Melakukan Simulasi Bermain Peran Menyajikan/Presentasi Terlibat dalam Diskus...
Proses pembelajaran interaktif inspiratif menyenangkan menantang memotivasi peserta didik  berpartisipasi aktif memberikan...
<ul><li>KEGIATAN </li></ul><ul><li>PENDAHULUAN </li></ul>Pelaksanaan Proses Pembelajaran KEGIATAN INTI PENUTUP menyiapkan ...
Pelaksanaan Proses Pembelajaran KEGIATAN INTI Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi melibatkan peserta mencari informasi  menggu...
Elaborasi KEGIATAN INTI Elaborasi lanjutan memfasilitasi peserta didik  dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif memf...
Konfirmasi memberikan umpan balik positif  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi  memfasilitasi memperoleh  penga...
PENUTUP bersama mebuat rangkuman/kesimpulan pelajaran melakukan penilaian dan/atau refleksi  memberikan umpan balik terhad...
Konsep Multiple Intelligence Dari Gardner bagi pendidik
Konsep Kecerdasan (Howard Gardner) Kapasitas untuk: 1. memecahkan masalah 2. menciptakan produk di lingkungan yang kondusi...
Konsep Kecerdasan (Howard Gardner) Potensi biopsikologi untuk memproses informasi, yang bisa diaktifkan dalam  setting  ku...
8 Kecerdasan Majemuk (Howard Gardner) Musikal Kinestetis- Jasmani Visual- Spatial Linguistik Intrapribadi Antarpribadi (So...
Kecerdasan Linguistik kemampuan menggunakan kata secara efektif, lisan maupun tulisan
Kecerdasan Logikal-Matematis kemampuan mengolah angka dan/atau menggunakan logika atau akal sehat
Kecerdasan Visual-Spasial kemampuan memvisualisasi gambar di dalam kepala atau menciptakannya dalam bentuk dua/tiga dimensi
Kecerdasan Kinestetik-Jasmani kemampuan mengolah tubuh dan tangan
Kecerdasan Musikal kemampuan menyanyikan lagu, mengingat melodi musik, kepekaan irama atau sekedar menikmati musik
Kecerdasan Antarpribadi kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain
Kecerdasan Intrapribadi kemampuan untuk memahami diri sendiri, untuk mengenali kekuatan dan kelemahanya
Kecerdasan Naturalis kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitarnya
Kecerdasan Eksistensial kemampuan memahami keberadaan  manusia yang unik dan memiliki pilihan untuk menentukan dirinya, me...
Kecerdasan Spiritual kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitarnya
Beberapa poin penting dalam teori Kecerdasan Majemuk <ul><li>setiap orang memiliki ke 8 kecerdasan </li></ul><ul><li>umumn...
8 cara belajar Linguistik Logikal- Matematis Sumber: Sekolah para juara/Thomas Armstrong(2002) Bahan untuk eksperimen, mat...
Visual- Spasial Kinestetik Jasmani 8 cara belajar Sumber: Sekolah para juara/Thomas Armstrong(2002) Bermain drama, bergera...
Musikal Antarpribadi 8   cara belajar Sumber: Sekolah para juara/Thomas Armstrong(2002) Teman-teman, permainan kelompok, p...
Intrapribadi Naturalis 8   cara belajar Sumber: Sekolah para juara/Thomas Armstrong(2002) Akses ke alam, kesempatan untuk ...
Model-model pembelajaran <ul><li>Model  Project Work </li></ul><ul><li>Quantum Teaching and Learning  (QTL) </li></ul><ul>...
Model  Project Work
Project work  adalah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada prosedur kerja yang sistematis dan standar unt...
Perencanaan Pembelajaran  Project Work Inventarisasi   Standar Kompetensi Inventarisasi  Jenis Pekerjaan Inventarisasi  Je...
<ul><li>Standar Kompetensi yang ada pada Kurikulum/Silabus  </li></ul><ul><li>SK1 ……………………………………………………………  </li></ul><ul><...
Tabel 1  Daftar Nama Produk  setiap Bidang/jenis Pekerjaan Pr = Produk Pr5 Pr4 Pr3 Pr3 Pr2 Pr1 Nama Produk (barang/Jasa) B...
Tabel 2. Analisis standar Kompetensi Terhadap Jenis Produk Pr = Produk SK = Standar Kompetensi Pr n Pr 3 √ √ √ √ Pr 2 √ √ ...
Penetapan Bukti Belajar/ Evidence of Learning   5 4 3 2 1 Bukti Belajar Aspek (P/K/S) Indikator Kompetensi/ Sub Kompetensi...
Pelaksanaan Model Pembelajaran  Pendekatan  Project Work   <ul><li>Guru  </li></ul><ul><li>menyampaikan  tujuan pembelajar...
<ul><li>Peserta didik  </li></ul><ul><li>memilih salah satu judul /nama produk/jasa  </li></ul><ul><li>menyusun proposal/r...
<ul><li>melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi (sistematika kerja) yang telah direncanakan. </li></ul><ul>...
Penilaian hasil belajar  dengan model  project work   <ul><li>penilaian standar kompetensi Mencakup aspek </li></ul><ul><u...
<ul><li>pelaksanaan Penilaian  terintegrasi pada komponen:  </li></ul><ul><ul><li>penyusunan proposal,  </li></ul></ul><ul...
Quantum Teaching and Learning  (QTL)
<ul><li>Merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi pe...
Filosofi Pendekatan Pembelajaran Quantum (TANDUR) R ayakan ,  untuk mengakui hasil belajar peserta didik, baik dalam bentu...
Suasana Yang Memberdayakan,  <ul><li>Bangun Ikatan Emosional . </li></ul><ul><li>Jalinlah Rasa Simpati & Saling Pengertian...
Landasan Yang Kukuh dalam pembelajaran <ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>Yakinkan Kemampuan Peserta didik Dalam Belajar, da...
Lingkungan Yang Mendukung <ul><li>beberapa gagasan/ide untuk menciptakan lingkungan yang mendukung   </li></ul><ul><li>Pos...
Contextual Teaching and Learning (CTL)
PENGERTIAN CTL <ul><li>Pembelajaran/pengajaran kontekstual  merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan ...
Contextual Teaching and Learning (CTL) <ul><li>keterlibatan penuh pembelajar,  </li></ul><ul><li>adanya kerjasama murni,  ...
pembelajaran menjadi bermakna bagi peserta  <ul><li>Belajar adalah kegiatan aktif ,  </li></ul><ul><li>Belajar bukanlah  s...
jika ditinjau dari sudut guru sebagai pengajar  <ul><li>Mengajar bukanlah  memindahkan pengetahuan dari guru kepeserta did...
Komponen  Apa yang perlu diberikan dalam CTL   <ul><li>INQUIRY  (merumuskan masalah)  </li></ul><ul><li>QUESTIONING  ( ber...
Problem-Based Learning Pembelajaran yang didasari oleh dorongan penyelesaian masalah
Definisi PBL <ul><li>belajar merupakan pemahaman dari proses kerja sebagai bagian dari pemahaman atau pemecahan masalah </...
Definisi PBL <ul><li>PBL adalah pembelajaran yang didasari oleh dorongan penyelesaian masalah </li></ul>“… the learning wh...
Prinsip Dasar <ul><li>Pembelajaran berangkat dari adanya masalah (soal, pertanyaan, dsb) yang perlu diselesaikan </li></ul...
Tujuan PBL <ul><li>Mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar </li></ul><ul><li>Menilai sejauh mana ...
Kompetensi yang dikembangkan <ul><li>Beradaptasi dan berpartisipasi dlm perubahan </li></ul><ul><li>Mengenali dan memahami...
Kompetensi yang dikembangkan <ul><li>Mempraktekkan empati dan menghargai sudut pandang orang lain </li></ul><ul><li>Berkol...
Contoh Pelaksanaan PBL Belajar scr kumulatif dan mengaitkan bbg pengetahuan Siswa aktif menggali bbg sumber utk memperoleh...
Contoh Pelaksanaan PBL Hasil Sasaran Proses  Memperoleh tambahan pengetahuan ttg masalah Membandingkan dgn klpk lain & men...
Contoh Pelaksanaan PBL Hasil Sasaran Proses  Mampu membuat solusi yg realistik dan tepat-guna. Siswa menguji apakah penget...
Karakteristik Masalah PBL <ul><li>Masalah dapat berbentuk tugas melakukan sesuatu, pertanyaan atau hasil identifikasi dari...
Karakteristik Masalah PBL <ul><li>Masalah harus cukup kompleks dan ambigu (taksa) sehingga siswa terdorong utk menggunakan...
Karakteristik Kelompok <ul><li>Dibagi secara acak </li></ul><ul><li>Jumlah berkisar antara 5-8 orang </li></ul><ul><li>Het...
Sumber Pembelajaran <ul><li>Bahan bacaan (baik yg disediakan secara langsung maupun yg ada di sekitar tempat belajar) </li...
Aktivitas dalam PBL <ul><li>Diskusi kelompok </li></ul><ul><li>Belajar mandiri (individual) </li></ul><ul><li>Eksperimen k...
Alur PBL  (Sesuai dengan Metode Ilmiah) <ul><li>Identifikasi masalah </li></ul><ul><li>Pengumpulan bahan </li></ul><ul><li...
INQUIRY TRAINING
INQUIRY TRAINING <ul><li>Model pembelajaran yang diarahkan untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelek...
Langkah Pembelajaran <ul><li>Phase 1 ; Mengidentifikasi Masalah </li></ul><ul><li>Phase 2 : Mengumpulkan informasi yang di...
<ul><li>Phase 4:  mengorganisasikan dan  memformulasikan suatu paparan  </li></ul><ul><li>Phase 5:  menganalisis strategi ...
Bermain Peran <ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>model pembelajaran yang digunakan untuk Mengembangkan kemampuan analogi yan...
Langkah Pembelajaran  <ul><li>Phase 1 ; memotivasi kelompok </li></ul><ul><li>Phase 2 : memilih peran </li></ul><ul><li>Ph...
Selesai
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Model pembelajaran

36,148

Published on

Published in: Business, Technology
2 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
36,148
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
28
Actions
Shares
0
Downloads
797
Comments
2
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Model pembelajaran

  1. 1. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Departemen Pendidikan Nasional
  2. 2. Sistem PBM <ul><li>Kurikulum </li></ul><ul><li>Alat Bantu Belajar </li></ul><ul><li>Buku </li></ul><ul><li>Pendidik </li></ul>PBM Lulusan Lingkungan   Siswa
  3. 3. Proses Pembelaiaran Peserta didik Musikal Kinestetis- Jasmani Visual- Spatial Linguistik Intrapribadi Antarpribadi (Sosial) Naturalis Logis- Matematis Pembelajaran menerapkan variasi model pembelajaran Variasi metode dan strategi pembelajaran Peserta didik Dengan Kecerdasan Majemuk
  4. 4. <ul><li>Kita belajar: </li></ul><ul><li>10 % dari apa yang kita baca </li></ul><ul><li>20 % dari apa yang kita dengar </li></ul><ul><li>30 % dari apa yang kita lihat </li></ul><ul><li>50 % dari apa yang kita lihat dan dengar </li></ul><ul><li>70 % dari apa yang kita katakan </li></ul><ul><li>90 % dari apa yang kita katakan dan lakukan </li></ul><ul><li>Apa yang terjadi jika guru banyak berceramah dalam mengajar? </li></ul><ul><li>Apa implikasi data di atas terhadap persiapan pembelajaran? </li></ul>
  5. 5. Kerucut Pengalaman Mengerjakan Hal yang Nyata Melakukan Simulasi Bermain Peran Menyajikan/Presentasi Terlibat dalam Diskusi Lihat Demonstrasi Lihat Video/Film Lihat Gambar/ Diagram Dengarkan Tingkat Keterlibatan Verbal Visual Terlibat Berbuat Yang Diingat Baca “ Succesful Learning Comes from doing” (Wyatt $ Looper, 1999) 10% 20% 30% 50% 70% 90%
  6. 6. Proses pembelajaran interaktif inspiratif menyenangkan menantang memotivasi peserta didik berpartisipasi aktif memberikan ruang bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian (bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta ) Proses pembelajaran
  7. 7. <ul><li>KEGIATAN </li></ul><ul><li>PENDAHULUAN </li></ul>Pelaksanaan Proses Pembelajaran KEGIATAN INTI PENUTUP menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari menjelaskan tujuan pembelajaran
  8. 8. Pelaksanaan Proses Pembelajaran KEGIATAN INTI Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi melibatkan peserta mencari informasi menggunakan beragam pendekatan pembelajaran terjadinya interaksi antar peserta didik/Guru/Lingkungan membiasakan peserta didik dalam membaca dan menulis memfasilitasi memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertuluis; memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut
  9. 9. Elaborasi KEGIATAN INTI Elaborasi lanjutan memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi , baik lisan maupun tulisan, secara individu atau kelompok; memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan
  10. 10. Konfirmasi memberikan umpan balik positif memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi memfasilitasi memperoleh pengalaman yang bermakna memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi membantu menyelesaikan masalah berfungsi sebagai nara dan fasilitator memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberi informasi untuk bereksplorasi lebih lanjut; memberi motivasi kepada peserta untuk bereksplorasi lebih lanjut.
  11. 11. PENUTUP bersama mebuat rangkuman/kesimpulan pelajaran melakukan penilaian dan/atau refleksi memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil merencanakan kegiatan tindak lanjut meyampaikan pembelajaran berikutnya Pelaksanaan Proses Pembelajaran
  12. 12. Konsep Multiple Intelligence Dari Gardner bagi pendidik
  13. 13. Konsep Kecerdasan (Howard Gardner) Kapasitas untuk: 1. memecahkan masalah 2. menciptakan produk di lingkungan yang kondusif dan alami
  14. 14. Konsep Kecerdasan (Howard Gardner) Potensi biopsikologi untuk memproses informasi, yang bisa diaktifkan dalam setting kultural untuk memecahkan masalah atau menciptakan produk yang bernilai dalam kebudayaan tersebut (reframing intelligence, 1999)
  15. 15. 8 Kecerdasan Majemuk (Howard Gardner) Musikal Kinestetis- Jasmani Visual- Spatial Linguistik Intrapribadi Antarpribadi (Sosial) Naturalis Logis- Matematis Dalam buku Multiple Intelligence
  16. 16. Kecerdasan Linguistik kemampuan menggunakan kata secara efektif, lisan maupun tulisan
  17. 17. Kecerdasan Logikal-Matematis kemampuan mengolah angka dan/atau menggunakan logika atau akal sehat
  18. 18. Kecerdasan Visual-Spasial kemampuan memvisualisasi gambar di dalam kepala atau menciptakannya dalam bentuk dua/tiga dimensi
  19. 19. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani kemampuan mengolah tubuh dan tangan
  20. 20. Kecerdasan Musikal kemampuan menyanyikan lagu, mengingat melodi musik, kepekaan irama atau sekedar menikmati musik
  21. 21. Kecerdasan Antarpribadi kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain
  22. 22. Kecerdasan Intrapribadi kemampuan untuk memahami diri sendiri, untuk mengenali kekuatan dan kelemahanya
  23. 23. Kecerdasan Naturalis kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitarnya
  24. 24. Kecerdasan Eksistensial kemampuan memahami keberadaan manusia yang unik dan memiliki pilihan untuk menentukan dirinya, mencakup juga pemahaman akan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di alam semesta
  25. 25. Kecerdasan Spiritual kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitarnya
  26. 26. Beberapa poin penting dalam teori Kecerdasan Majemuk <ul><li>setiap orang memiliki ke 8 kecerdasan </li></ul><ul><li>umumnya orang dapat me kan setiap </li></ul><ul><li>kecerdasan sampai tingkat tertentu </li></ul><ul><li>berbagai kecerdasan umumnya bekerjasama </li></ul><ul><li>dengan cara yang kompleks </li></ul><ul><li>ada banyak cara menjadi cerdas dalam setiap </li></ul><ul><li>kategori </li></ul>
  27. 27. 8 cara belajar Linguistik Logikal- Matematis Sumber: Sekolah para juara/Thomas Armstrong(2002) Bahan untuk eksperimen, materi sains, kegiatan manipulatif, kunjungan ke planetarium & museum pengetahuan Berkesperimen, tanya-jawab, memcahkan teka-teki logis, berhitung Melalui penalaran Buku, alat rekaman, alat tulis, kertas, buku harian, dialog, diskusi, debat, cerita Membaca, menulis, bercerita, bermain permainan kata Melalui kata-kata Cara berpikir kegemaran kebutuhan
  28. 28. Visual- Spasial Kinestetik Jasmani 8 cara belajar Sumber: Sekolah para juara/Thomas Armstrong(2002) Bermain drama, bergerak, benda rakitan, olahraga/ permainan fisik, pengalaman yang berhubungan dengan indera peraba, belajar dengan cara terlibat langsung Menari, berlari, melompat, membuat bangunan, meraba, menggerakan isyarat tangan Melalui sensasi somatis Seni, LEGO, video, film, slide, game, imajinasi, labirin, teka-teki, buku dengan banyak ilustrasi, kunjungan ke museum seni Mendesain, menggambar, membayangkan, mencorat-coret Melalui kesan dan gambar Cara berpikir kegemaran kebutuhan
  29. 29. Musikal Antarpribadi 8 cara belajar Sumber: Sekolah para juara/Thomas Armstrong(2002) Teman-teman, permainan kelompok, pertemuan sosial, perlombaan atau peristiwa sosial, perkumpulan, konseling atau magang Memimpin, mengorganisasi, menghubungkan, menebarkan pengaruh, menjadi mediator, berpesta Dengan melemparkan gagasan pada orang lain Waktu bernyanyi bersama, kunjungan ke konser musik, musik di sekolah dan di rumah, alat musik Bernyanyi, bersiul, bersenandung, mengetuk-ngetukkan tangan dan kaki, mendengarkan Melalui irama dan melodi Cara berpikir kegemaran kebutuhan
  30. 30. Intrapribadi Naturalis 8 cara belajar Sumber: Sekolah para juara/Thomas Armstrong(2002) Akses ke alam, kesempatan untuk berinteraksi dengan binatang, peralatan untuk meneliti alam (mis. Kaca pembesar, teropong) Bermain dengan binatang piaraan, berkebun, meneliti alam, memelihar binatang, peduli pada lingkungan Melalui alam dan pemandangan alam Tempat rahasia, waktu menyendiri, proyek yang direncanakan sendiri, pilihan Menyusun tujuan, bermeditasi, melamun, merencanakan, merenung Berhubungan dengan kebutuhan, perasaan, cita-citanya Cara berpikir kegemaran kebutuhan
  31. 31. Model-model pembelajaran <ul><li>Model Project Work </li></ul><ul><li>Quantum Teaching and Learning (QTL) </li></ul><ul><li>Contextual Teaching and Learning (CTL) </li></ul><ul><li>PBL (Problem Based Learning) </li></ul><ul><li>Inquiry Training </li></ul><ul><li>Bermain Peran (Role Playing) </li></ul>
  32. 32. Model Project Work
  33. 33. Project work adalah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada prosedur kerja yang sistematis dan standar untuk membuat atau menyelesaikan suatu produk (barang atau jasa), melalui proses produksi/ pekerjaan yang sesungguhnya.
  34. 34. Perencanaan Pembelajaran Project Work Inventarisasi Standar Kompetensi Inventarisasi Jenis Pekerjaan Inventarisasi Jenis Produk (Barang/Jasa) Bukti Hasil Belajar Jenis Produk (Barang/Jasa) Sesuai Pembelajaran Evaluasi
  35. 35. <ul><li>Standar Kompetensi yang ada pada Kurikulum/Silabus </li></ul><ul><li>SK1 …………………………………………………………… </li></ul><ul><li>SK2 ………………………………………………………….... </li></ul><ul><li>SK3 …………………………………………………………… </li></ul><ul><li>Dst …………………………………………………………… </li></ul>Inventarisasi Standar Kompetensi Jenis Pekerjaan (job) yang ada di masyarakat( DuDi) P.1 ……………………………………………………………….. P.2 ...…………………………………………………………….. P.3 ……………………………………………………………….. Dst . …………………………………………………………………. Inventarisasi Jenis Pekerjaan
  36. 36. Tabel 1 Daftar Nama Produk setiap Bidang/jenis Pekerjaan Pr = Produk Pr5 Pr4 Pr3 Pr3 Pr2 Pr1 Nama Produk (barang/Jasa) Bidang/Jenis Pekerjaan No
  37. 37. Tabel 2. Analisis standar Kompetensi Terhadap Jenis Produk Pr = Produk SK = Standar Kompetensi Pr n Pr 3 √ √ √ √ Pr 2 √ √ √ Pr 1 SKn SK7 SK6 SK5 SK4 SK3 SK2 SK1 Kode Standar Kompetensi Standar Kompetensi Produk
  38. 38. Penetapan Bukti Belajar/ Evidence of Learning 5 4 3 2 1 Bukti Belajar Aspek (P/K/S) Indikator Kompetensi/ Sub Kompetensi No
  39. 39. Pelaksanaan Model Pembelajaran Pendekatan Project Work <ul><li>Guru </li></ul><ul><li>menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai </li></ul><ul><li>menyampaikan strategi pembelajaran dengan pendekatan project work </li></ul><ul><li>menyampaikan alternatif judul/nama produk/jasa yang dapat dipilih peserta. </li></ul><ul><li>menyampaikan ruang lingkup standar kompetensi yang akan dipelajari oleh peserta didik dalam setiap judul/nama produk/jasa </li></ul><ul><li>Menyusun dan menetapkan pedoman penilaian kompetensi sesuai dengan judul project work </li></ul><ul><li>memfasilitasi bimbingan kepada peserta didik dengan memanfaatkan lembar bimbingan. </li></ul>
  40. 40. <ul><li>Peserta didik </li></ul><ul><li>memilih salah satu judul /nama produk/jasa </li></ul><ul><li>menyusun proposal/rencana dengan lay out sebagi berikut: </li></ul><ul><ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul></ul><ul><ul><li>KEUNGGULAN DAN FUNGSI PRODUK/JASA . </li></ul></ul><ul><ul><li>SKETSA/GAMBAR KERJA (jika diperlukan) </li></ul></ul><ul><ul><li>BAHAN </li></ul></ul><ul><ul><li>FASILITAS/PERALATAN . </li></ul></ul><ul><ul><li>PROSES PRODUKSI (SISTEMATIKA KERJA) </li></ul></ul><ul><ul><li>RENCANA ANGGARAN BIAYA </li></ul></ul><ul><ul><li>SASARAN PASAR/PENGGUNA </li></ul></ul><ul><ul><li>JADWAL PELAKSANAN </li></ul></ul>
  41. 41. <ul><li>melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi (sistematika kerja) yang telah direncanakan. </li></ul><ul><li>Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proposal, dengan bimbingan dan pengawasan. Proses ini menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang dibuktikan dengan bukti belajar (learning evidence) dan diorganisir dalam portofolio sebagai bahan verifikasi. </li></ul><ul><li>mengorganisasikan bukti belajar (evidence) sebagai portfolio, </li></ul><ul><li>melaksanakan kegiatan kulminasi, </li></ul><ul><li>menyusun laporan sesuai dengan pengalaman belajar yang diperoleh. </li></ul>
  42. 42. Penilaian hasil belajar dengan model project work <ul><li>penilaian standar kompetensi Mencakup aspek </li></ul><ul><ul><li>pengetahuan, </li></ul></ul><ul><ul><li>keterampilan, </li></ul></ul><ul><ul><li>sikap, </li></ul></ul><ul><ul><li>kesesuaian produk/jasa, </li></ul></ul><ul><ul><li>dan kesesuaian waktu </li></ul></ul>
  43. 43. <ul><li>pelaksanaan Penilaian terintegrasi pada komponen: </li></ul><ul><ul><li>penyusunan proposal, </li></ul></ul><ul><ul><li>pelaksanaan proses produksi, </li></ul></ul><ul><ul><li>laporan, </li></ul></ul><ul><ul><li>kegiatan, </li></ul></ul><ul><ul><li>dan kulminasi </li></ul></ul>
  44. 44. Quantum Teaching and Learning (QTL)
  45. 45. <ul><li>Merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. </li></ul>Quantum Teaching and Learning (QTL)
  46. 46. Filosofi Pendekatan Pembelajaran Quantum (TANDUR) R ayakan , untuk mengakui hasil belajar peserta didik, baik dalam bentuk penyelesaian, partisipasi, perolehan keterampilan ataupun ilmu pengetahuan lainnya, maka akuilah dan rayakan = R U langi , tunjukkan pada peserta didik cara mengulangi materi dan tegaskan bahwa “ Aku tahu bahwa aku memang tahu ini” = U D emonstrasikan , sediakan waktu dan kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan bahwa mereka tahu = D N amai , sediakan kata-kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebagai sebuah masukan = N A lami , ciptakan dan datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua peserta didik = A T umbuhkan , tumbuhkan minat dengan menunjukkan “Apakah manfaatnya bagiku, dan bagi kehidupanku” = T Quantum Teaching and Learning (QTL) Lanjut
  47. 47. Suasana Yang Memberdayakan, <ul><li>Bangun Ikatan Emosional . </li></ul><ul><li>Jalinlah Rasa Simpati & Saling Pengertian </li></ul><ul><li>Ciptakan Keriangan & Ketakjuban </li></ul><ul><li>Pengambilan Resiko </li></ul><ul><li>Rasa Saling Memiliki </li></ul><ul><li>Keteladanan </li></ul>bagaimana caranya ? Quantum Teaching and Learning (QTL) Lanjut
  48. 48. Landasan Yang Kukuh dalam pembelajaran <ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>Yakinkan Kemampuan Peserta didik Dalam Belajar, dan Kemampuan Anda dalam Mengajar </li></ul><ul><li>Jagalah Agar Komunitas Kelas Tepat Berjalan </li></ul>
  49. 49. Lingkungan Yang Mendukung <ul><li>beberapa gagasan/ide untuk menciptakan lingkungan yang mendukung </li></ul><ul><li>Poster Ikon, poster afirmatif tujuan pembelajaran </li></ul><ul><li>Pengaturan bangku memudahkan interaksi </li></ul><ul><li>Tumbuhan, aroma & unsur organik lainnya memperkaya kesegaran ruangan kelas </li></ul><ul><li>Musik menata suasana hati meningkatkan hasil belajar </li></ul>Quantum Teaching and Learning (QTL) Lanjut
  50. 50. Contextual Teaching and Learning (CTL)
  51. 51. PENGERTIAN CTL <ul><li>Pembelajaran/pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/-konteks lainnya. </li></ul>
  52. 52. Contextual Teaching and Learning (CTL) <ul><li>keterlibatan penuh pembelajar, </li></ul><ul><li>adanya kerjasama murni, </li></ul><ul><li>adanya variasi dan keragaman dalam metode belajar, </li></ul><ul><li>adanya motivasi internal, </li></ul><ul><li>adanya kegembiraan dan kesenangan dalam belajar, </li></ul><ul><li>integrasi belejar yang lebih menyeluruh kesegenap kehidupan organisasi </li></ul>
  53. 53. pembelajaran menjadi bermakna bagi peserta <ul><li>Belajar adalah kegiatan aktif , </li></ul><ul><li>Belajar bukanlah suatu proses mengumpulkan sesuatu </li></ul><ul><li>Peserta didik mempunyai cara untuk mengerti sendiri </li></ul>
  54. 54. jika ditinjau dari sudut guru sebagai pengajar <ul><li>Mengajar bukanlah memindahkan pengetahuan dari guru kepeserta didik </li></ul><ul><li>Mengajar berarti berpartisipasi dengan peserta didik dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mempertanyakan kejelasan, bersikap kritis, mengadakan justifikasi. </li></ul><ul><li>Guru berperan sebagai mediator dan fasilitator </li></ul>
  55. 55. Komponen Apa yang perlu diberikan dalam CTL <ul><li>INQUIRY (merumuskan masalah) </li></ul><ul><li>QUESTIONING ( bertanya) </li></ul><ul><li>KONSTRUKTIVISME </li></ul><ul><li>LEARNING COMMUNITY (masyarakat belajar) </li></ul><ul><li>AUTHENTIC ASSESSMENT (penilaian yang sebenarnya) </li></ul><ul><li>MODELING (permodelan) </li></ul><ul><li>REFLECTION (refleksi) </li></ul>
  56. 56. Problem-Based Learning Pembelajaran yang didasari oleh dorongan penyelesaian masalah
  57. 57. Definisi PBL <ul><li>belajar merupakan pemahaman dari proses kerja sebagai bagian dari pemahaman atau pemecahan masalah </li></ul>
  58. 58. Definisi PBL <ul><li>PBL adalah pembelajaran yang didasari oleh dorongan penyelesaian masalah </li></ul>“… the learning which result from the process of working towards the understanding of, or resolution of, a problem. ” (Barrows & Tamblyn, 1980)
  59. 59. Prinsip Dasar <ul><li>Pembelajaran berangkat dari adanya masalah (soal, pertanyaan, dsb) yang perlu diselesaikan </li></ul><ul><li>Masalah yang dihadapi akan merangsang siswa untuk mencari solusinya; siswa mencari/membentuk pengetahuan baru untuk menyelesaikan masalah. </li></ul>
  60. 60. Tujuan PBL <ul><li>Mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar </li></ul><ul><li>Menilai sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang dipelajari </li></ul>
  61. 61. Kompetensi yang dikembangkan <ul><li>Beradaptasi dan berpartisipasi dlm perubahan </li></ul><ul><li>Mengenali dan memahami masalah dan mampu membuat keputusan yg beralasan dlm situasi baru </li></ul><ul><li>Menalar secara kritis dan kreatif </li></ul><ul><li>Mengadopsi pendekatan yg lebih universal atau menyeluruh. </li></ul>
  62. 62. Kompetensi yang dikembangkan <ul><li>Mempraktekkan empati dan menghargai sudut pandang orang lain </li></ul><ul><li>Berkolaborasi secara produktif dalam kelompok </li></ul><ul><li>Menemukenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta menemukan cara utk mengatasi kelemahan diri; self-directed learning . </li></ul>
  63. 63. Contoh Pelaksanaan PBL Belajar scr kumulatif dan mengaitkan bbg pengetahuan Siswa aktif menggali bbg sumber utk memperoleh info yg dibutuhkan Siswa mencari dan menyusun kerangka berpikir utk menyelesai-kan masalah Pembelajaran ttg konteks masalah & ruang lingkup materi Siswa dirangsang utk dpt mengidentifikasi masalah konkret Tutor memulai sesi dgn pre-sentasi masalah Hasil Sasaran Proses
  64. 64. Contoh Pelaksanaan PBL Hasil Sasaran Proses Memperoleh tambahan pengetahuan ttg masalah Membandingkan dgn klpk lain & menerima umpan balik Siswa mengeva-luasi & merevisi solusi mereka; memanfaatkan feed-back Meningkatkan perkembangan mental lebih kompleks Siswa melatih kemampuan logika dan analisis Siswa menguji pendekatan & soslusi masalah mereka
  65. 65. Contoh Pelaksanaan PBL Hasil Sasaran Proses Mampu membuat solusi yg realistik dan tepat-guna. Siswa menguji apakah pengeta-huan yg diper-olehnya berguna/ tidak. Siswa menerap-kan ‘teori’ utk membahas masalah baru + evaluasi kritis Mampu Mengin-tegrasi pengeta-huan yg diperoleh dari pengalaman Siswa belajar melakukan abs-traksi dan gene-ralisasi brdasarkan pengalaman Siswa menyusun ‘teori’ baru bdsrkan penga-laman penyele-saian masalah
  66. 66. Karakteristik Masalah PBL <ul><li>Masalah dapat berbentuk tugas melakukan sesuatu, pertanyaan atau hasil identifikasi dari keadaan yg ada di sekitar siswa. </li></ul><ul><li>Masalah berupa tugas yg tidak memiliki struktur yg jelas sehingga merangsang siswa utk mencari informasi utuk memperjelasnya. </li></ul>
  67. 67. Karakteristik Masalah PBL <ul><li>Masalah harus cukup kompleks dan ambigu (taksa) sehingga siswa terdorong utk menggunakan strategi2 penyelesaian masalah, teknik & ketrampilan berpikir. </li></ul><ul><li>Masalah harus bermakna dan ada hubungannya dgn kehidupan sehari-hari sehingga siswa termotivasi mengarahkan dirinya utk menyelesaikan masalah dan mengujinya scr praktis. </li></ul>
  68. 68. Karakteristik Kelompok <ul><li>Dibagi secara acak </li></ul><ul><li>Jumlah berkisar antara 5-8 orang </li></ul><ul><li>Heterogen (latar belakang dan kemampuan cukup beragam) </li></ul><ul><li>Waktu kerja disesuaikan dgn jadwal belajar dan kesediaan anggota kelompok </li></ul>
  69. 69. Sumber Pembelajaran <ul><li>Bahan bacaan (baik yg disediakan secara langsung maupun yg ada di sekitar tempat belajar) </li></ul><ul><li>Informasi dari narasumber (ada dijelaskan sekilas & ada yg berdasarkan pertanyaan siswa) </li></ul><ul><li>Lingkungan dan hasil uji coba praktis </li></ul><ul><li>Sumber-sumber lain yg dpt diakses siswa. </li></ul>
  70. 70. Aktivitas dalam PBL <ul><li>Diskusi kelompok </li></ul><ul><li>Belajar mandiri (individual) </li></ul><ul><li>Eksperimen kelompok </li></ul><ul><li>Observasi gejala dan wawancara terhadap narasumber. </li></ul><ul><li>Komparasi dengan hasil-hasil penyelesaian masalah yg sudah ada. </li></ul>
  71. 71. Alur PBL (Sesuai dengan Metode Ilmiah) <ul><li>Identifikasi masalah </li></ul><ul><li>Pengumpulan bahan </li></ul><ul><li>Penyusunan hipotesis </li></ul><ul><li>Uji hipotesis </li></ul><ul><li>Pemaparan hasil (solusi masalah) </li></ul><ul><li>Evaluasi dan perbaikan </li></ul><ul><li>Penyusunan teori </li></ul><ul><li>Ujicoba penerapan teori & perbaikan </li></ul>
  72. 72. INQUIRY TRAINING
  73. 73. INQUIRY TRAINING <ul><li>Model pembelajaran yang diarahkan untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual yang terkait dengan penalaran sehingga mampu merumuskan masalah, membangn konsepdan hipotesis serta menguji untuk mencari jawaban. </li></ul>
  74. 74. Langkah Pembelajaran <ul><li>Phase 1 ; Mengidentifikasi Masalah </li></ul><ul><li>Phase 2 : Mengumpulkan informasi yang dilihat dan dialami terkait dengan masalah </li></ul><ul><li>Phase 3 : mengelompokkan data </li></ul><ul><ul><li>Memisahkan variabel -variabel yangh relevan </li></ul></ul><ul><ul><li>Membuat hipotesa tentang hubungan penyebab </li></ul></ul>
  75. 75. <ul><li>Phase 4: mengorganisasikan dan memformulasikan suatu paparan </li></ul><ul><li>Phase 5: menganalisis strategi inquiry dan mengembangkan model yang lebih efektif </li></ul>
  76. 76. Bermain Peran <ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>model pembelajaran yang digunakan untuk Mengembangkan kemampuan analogi yang benar tentang situasi permasalahan </li></ul>
  77. 77. Langkah Pembelajaran <ul><li>Phase 1 ; memotivasi kelompok </li></ul><ul><li>Phase 2 : memilih peran </li></ul><ul><li>Phase 3 : menyiapkan peng mat </li></ul><ul><li>Phase 4 : menyiapkan tahapan peran </li></ul><ul><li>Phase 5 : pemeranan </li></ul><ul><li>Phase 6 : diskusi dan Evaluasi </li></ul><ul><li>Phase 7 : Pemeranan Ulang </li></ul><ul><li>Phase 8 : diskusi dan Evaluasi </li></ul><ul><li>Phase 9 : membagi pengalaman dan menarik generalisasi </li></ul>
  78. 78. Selesai
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×