Penelitian tindakan kelas

2,146
-1

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,146
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
30
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penelitian tindakan kelas

  1. 1. Apa itu Penelitian PENELITIAN Tindakan Kelas? TINDAKAN KELAS Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. PTK memiliki karakteristik sebagai berikut. Rustam 1. Masalah berawal dari guru Mundilarto 2. Tujuannya memperbaiki pembelajaran 3. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian 4. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran 5. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti. Mengapa guru dianggap paling tepat untuk melakukan PTK ? 1. Guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya 2. Temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran 3. Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya 4. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik 5. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya.DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN DAN KETENAGAAN PERGURUAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004 1
  2. 2. amati, dan melakukan refleksi. Apa manfaat PTK bagi guru? Keempat langkah utama dalam PTK yaitu merencanakan, melakukan tindakan perbaikan, mengamati, dan refleksi1. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran merupakan satu siklus dan dalam PTK siklus selalu2. Meningkatkan profesionalitas guru berulang. Setelah satu siklus selesai, barangkali guru akan3. Meningkatkan rasa percaya diri guru menemukan masalah baru atau masalah lama yang belum4. Memungkinkan guru secara aktif tuntas dipecahkan, dilanjutkan ke siklus kedua dengan mengembangkan pengetahuan dan langkah yang sama seperti pada siklus pertama. Dengan keterampilannya demikian, berdasarkan hasil tindakan atau pengalaman pada siklus pertama guru akan kembali mengikuti langkah PTK sebagai salah satu metode penelitian terdapat perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi padabeberapa keterbatasan, antara lain: siklus kedua. Keempat langkah dalam setiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut.1. Validitasnya yang masih sering disangsikan2. Tidak mungkin melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas3. Peran guru yang bertindak sebagai pengajar dan sekaligus GAMBAR SIKLUS PTK peneliti sering membuat sangat repot. R1 R2 R3 PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendirioleh guru dalam pembelajaran. Masalah tersebut dapat berupamasalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajarsiswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain L1 L2 L3yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilakubelajar siswa. Langkah menemukan masalah dilanjutkan denganmenganalisis dan merumuskan masalah, kemudianmerencanakan PTK dalam bentuk tindakan perbaikan, meng- M1 M2 M3 Keterangan: M = Merencanakan L = Melaksanakan R = Refleksi 2 3
  3. 3. Contoh permasalahan yang dihadapi oleh Pak Anton, yaitu Bagaimana Merencanakan PTK? rendahnya motivasi sebagian besar siswa untuk menjawab pertanyaan atau siswa sering tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Tahap perencanaan PTK terdiri atas mengidentifikasimasalah, menganalisis dan merumuskan masalah, serta b. Menganalisis dan merumuskan masalahmerencanakan perbaikan. Sebenarnya secara tidak sadar guru telah melakukan PTK, yakni ketika guru melakukan evaluasi, menganalisisa. Mengidentifikasi dan menetapkan masalah hasil evaluasi, dan tindak lanjutnya. Jika masalah sudah Selama mengajar kemungkinan guru menemukan ditetapkan, maka masalah ini perlu dianalisis dan berbagai masalah, baik masalah yang bersifat dirumuskan. Tujuannya adalah agar pengelolaan kelas, maupun yang bersifat instruksional. paham akan hakikat masalah yang Meskipun banyak masalah, ada kalanya guru tidak sadar dihadapi, terutama apa yang kalau dia mempunyai masalah. Atau masalah yang menyebabkan terjadinya masalah dirasakan guru kemungkinan masih kabur sehingga guru tersebut. Untuk mengetahui perlu merenung atau melakukan refleksi agar masalah penyebabnya, masalah ini harus tersebut menjadi semakin jelas. Oleh karena itu, dianalisis, dengan mengacu kepada supervisor perlu mendorong guru teori dan pengalaman yang relevan. menemukan masalah atau dapat Misalnya, untuk menganalisis penyebab permasalahan juga guru memulai yang dihadapi oleh Pak Anton, guru dapat mengacu dengan suatu gagasan untuk kepada teori keterampilan bertanya, dan mencari melakukan perbaikan kemudian penyebabnya dengan mengajukan pertanyaan sebagai mencoba memfokuskan berikut. gagasan tersebut. Untuk melakukan hal 1) Apakah rumusan pertanyaan yang dibuat guru cukup ini, guru dapat merenungkan kembali apa yang telah jelas dan singkat ? dilakukan. Jika guru rajin membuat catatan pada akhir 2) Apakah guru memberikan waktu untuk berpikir setiap pembelajaran yang dikelola-nya, maka ia akan sebelum meminta siswa menjawab ? dengan mudah menemukan masalah yang dicarinya. Atau agar mampu merasakan dan mengungkapkan Jika setelah dianalisis, kedua pertanyaan di atas dijawab adanya masalah, maka seorang guru dituntut jujur pada dengan ya, tentu harus dicari penyebab lainnya, misal : diri sendiri dan melihat pembelajaran yang dikelolanya apakah penjelasan guru cukup jelas bagi siswa, apakah sebagai bagian penting dari dunianya. Setelah bahasa yang digunakan guru mudah dipahami, dan apakah mengetahui permasalahan, selanjutnya melakukan ketika menjelaskan guru memberikan contoh-contoh. analisis dan merumuskan masalah agar dapat dilakukan Jika umpamanya kedua pertanyaan di atas dijawab tidak, tindakan. maka kita sudah dapat jawaban sementara, yaitu penyebab 4 5
  4. 4. siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru adalah penyebab pertanyaan Pak Anton yang tidak terjawab karena pertanyaan yang diajukan guru tidak jelas dan adalah: sering panjang dan berbelit-belit, serta guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir. Jika a. Pertanyaan Pak Anton terlampau panjang dan tidak ini yang dianggap sebagai penyebab, maka guru dapat jelas merencanakan tindakan perbaikan, yaitu dengan b. Pak Anton tidak memberi kesempatan kepada siswa menyusun pertanyaan tersebut secara cermat, serta untuk berpikir dan berusaha memberikan waktu untuk berpikir sebelum c. Pak Anton sering mengajukan pertanyaan dengan meminta siswa menjawab pertanyaan. menunjuk kepada siswa tertentu. c. Merencanakan tindakan perbaikan Apabila dikaji secara cermat ternyata ketiga penyebab Berdasarkan rumusan masalah (juga mencakup tersebut berkaitan dengan pembelajaran, dalam hal ini penyebab timbulnya masalah), guru mencoba mencari keterampilan dasar mengajar, yaitu keterampilan bertanya. cara untuk memperbaiki atau mengatasi masalah Oleh karena itu, tindakan perbaikan yang harus dilakukan tersebut. Dengan perkataan lain, dalam langkah ini, guru guru adalah meningkatkan keterampilan bertanya. Tindakan merancang tindakan perbaikan yang akan dilakukan perbaikan ini kita cantumkan dalam rencana pembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk merancang yang kita gunakan dalam mengajar. Satu hal yang sangat suatu tindakan perbaikan, guru dapat : (1) mengacu perlu kita perhatikan adalah bahwa PTK dilakukan dalam kepada teori yang relevan, (2) bertanya kepada ahli pembelajaran biasa, tidak ada kelas khusus untuk terkait, dan (3) berkonsultasi dengan supervisor. Ahli melakukan PTK karena pada hakikatnya PTK dilakukan terkait mungkin ahli pembelajaran, mungkin pula ahli oleh guru sendiri di kelasnya sendiri. bidang studi atau pembelajaran bidang studi. Rencana tindakan perbaikan dituangkan dalam rencana pembelajaran. Mari kita ambil kasus Pak Anton, yaitu masalahpertanyan guru yang tidak terjawab oleh siswa. Hasil analisismenunjukkan bahwa pertanyaan yang disusun guruterlampau panjang dan kurang jelas. Di samping itu, gurusering langsung meminta jawaban setelah mengajukanpertanyaan, dan kadang-kadang langsung mengarahkanpertanyaan ini pada siswa tertentu, sehigga siswa yang laintidak memperhatikan pertanyaan tersebut. Akibatnya,hampir selalu pertanyaan tidak terjawab dan Pak Antonsering harus menjawab pertanyaannya sendiri ataumelupakan pertanyaan tersebut. Dari hasil analisis tersebut, 6 7
  5. 5. 2) Refleksi I Bagaimana Melaksanakan PTK? Data yang dikumpulkan selama tindakan berlangsung kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil analisis ini gurua. Siklus I melakukan refleksi, yaitu guru mencoba merenungkan atau mengingat dan menghubung-hubungkan kejadian dalam1) Tindakan I interaksi kelas, mengapa itu terjadi, dan bagaimana hasilnya. Hasil refleksi Dengan melihat kasus Pak Anton, tindakan I adalah akan membuat guru menyadari tingkatimplementasi serangkaian kegiatan pembelajaran seperti keberhasilan dan kegagalan yangyang telah direncanakan untuk mengatasi masalah. Karena dicapainya dalam tindakan perbaikan.penyebab pertanyaan Pak Anton yang sering tidak terjawab Hasil refleksi ini merupakan masukansudah diketahui, maka tindakan yang harus dilakukannya bagi guru dalam merencanakan danadalah : melaksanakan tindakan perbaikanw Membuat pertanyaan secara jelas dan tidak terlampau berikutnya. Refleksi I dapat dilakukan oleh guru bersama panjang. siswa bertujuan untuk mengkaji dan menganalisisw Pertanyaan ditujukan kepada seluruh siswa pelaksanaan tindakan pada siklus I dengan jalanw Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir dulu mengidentifikasi baik kemajuan-kemajuan yang telah sebelum menjawab. diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atau hambatan- hambatan yang masih dihadapi. Kemudian, setelah Dalam tahap pelaksanaan tindakan, guru berperan mendapat persetujuan dari kedua belah pihak hasil refleksisebagai pengajar dan pengumpul data, baik melalui tersebut digunakan untuk memperbaiki rencana tindakanpengamatan langsung, maupun melalui telaah dokumen, pada siklus II.bahkan juga melalui wawancara dengan siswa setelahpembelajaran selesai. Guru juga dapat meminta bantuankolega guru lainnya untuk melakukan pengamatan selama b. Siklus IIguru melakukan tindakan perbaikan. Selama proses belajarakan dilakukan observasi menyangkut aktivitas siswa dalam 1) Perencanaanmengikuti kegiatan pembelajaran. Refleksi yang dilakukan pada akhirAntara lain, bagaimana kualitas siklus I bertujuan untuk meng-jawaban siswa dan apakah identifikasi baik kemajuan-kemajuanmotivasi siswa menjawab yang telah diperoleh maupun kekurangan-pertanyaan guru meningkat?. kekurangan atau hambatan-hambatan yang masihApakah hasil belajar siswa dihadapi. Hasil refleksi ini kemudian digunakan untukmeningkat? memperbaiki rencana tindakan pada siklus II. 8 9
  6. 6. 2) Tindakan II PENELITIAN TINDAKAN KELAS Tindakan II berupa implementasi serangkaian kegiatan Penyusun : Rustam, Mundilarto pembelajaran yang telah direvisi untuk mengatasi Ilustrasi : Agus Kurniawan (SMOOTH CREATIVE) masalah pada siklus I yang belum tuntas. Selama proses Layout : Budi Hartanto (SMOOTH CREATIVE) belajar pada siklus kedua ini juga akan dilakukan Diterbitkan oleh observasi menyangkut aktivitas siswa dalam mengikuti Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan kegiatan pembelajaran. dan Ketenagaan Perguruan Tinggi3) Refleksi II Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Refleksi II juga dilakukan oleh guru bersama siswa Departemen Pendidikan Nasionalbertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaantindakan pada siklus II dengan jalan mengidentifikasi baikkemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupunkekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yangmasih dihadapi. Berdasarkan hasil refleksi tersebut dapat disimpulkanberhasil tidaknya keseluruhan tindakan implementasipembelajaran di dalam kelas terhadap peningkatan hasilbelajar siswa. Apabila pada siklus II tujuan PTK sudah dapattercapai, maka tidak perlu dilanjutkan siklus berikutnya. Dilarang keras menduplikasi atau memperbanyak dengan caraTetapi apabila tujuan belum tercapai, maka perlu dilanjutkan apapun tanpa seizin dari Departemen Pendidikan Nasionalsiklus berikutnya. Kemudian, setelah mendapat persetujuandari kedua belah pihak hasil refleksi tersebut digunakan copyright © 2004untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus III. Guru dapat membuat jurnal atau catatan seluruh kegiatan PTK yang telah dilakukannya. Catatan tersebut dapat digunakan untuk menyusun suatu karya ilmiah yang dapat disebarluaskan menjadi suatu inovasi, dan dapat dimanfaat-kan oleh guru-guru lainnya dalam melaksanakan PTK. 10 11
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×