HIV dan Pemakaian Napza Suntik:   Sebuah Respon Strategis Pokja  Harm Reduction  KPA Jawa Barat
 
Pasar Global Narkoba Ilegal
 
Bisnis obat-obatan ilegal internasional tiap tahunnya menghasilkan paling tidak US$400 miliar untuk perdagangannya. Itu sa...
Fakta Narkoba Ilegal <ul><li>Tren pemakaian yang terus meningkat </li></ul><ul><li>Banyak pemberantasan kepemilikan, pered...
<ul><li>“ Obat digunakan karena efek yang diharapkan terhadap tubuh. Bagaimana agar dengan keterbatasan jumlah, efeknya se...
… menyuntik <ul><li>Tidak ada yang terbuang karena langsung ke darah – lebih hemat  </li></ul><ul><li>Lebih “nendang” – ef...
 
 
HIV dan Penasun <ul><li>Media penularannya sangat potensial:  darah </li></ul><ul><li>Penggunaan suntikan yang tidak steri...
 
 
 
Sumber Depkes RI dan ASA, Juni 2005 694  9.66 7,180  Narapidana pria 127  0.63 20,120  Pelanggan waria penjaja seks 52  3....
West Java Case Reported  1989-June 2005 Source: KPA Jawa Barat
Mengapa tertinggi? <ul><li>Kriminalisasi -> sulit dijangkau/ditemukan </li></ul><ul><li>Stigma terhadap perilaku pemakaian...
Dampak HIV di Kalangan Penasun <ul><li>Penularan: medianya darah dan pintu masuknya sengaja dibuat -> sangat efektif </li>...
 
Source: Depkes RI, 2005
Di bidang kesehatan masyarakat, “ Harm Reduction ” digunakan untuk menggambarkan sebuah konsep yang bertujuan mencegah ata...
Prinsip Program <ul><li>Pragmatis </li></ul><ul><li>Nilai-nilai kemanusiaan </li></ul><ul><li>Berpusat pada dampak buruk <...
Mengapa Hal ini Penting? <ul><li>Penggunaan peralatan suntik secara bergantian adalah cara yang sangat efisien dalam penul...
Kegiatan Program <ul><li>Penyediaan peralatan suntik steril </li></ul><ul><li>Perawatan substitusi napza </li></ul><ul><li...
Cakupan Program <ul><li>Cakupan minimal 75% dari populasi target melalui pelayanan yang komprehensif akan memastikan sebua...
<ul><li>Pendekatan ini dilaporkan oleh banyak negara mampu mengendalikan epidemi </li></ul><ul><li>Peralihan latar penasun...
 
Kami percaya bahwa… <ul><li>Kebijakan yang mendukung </li></ul><ul><li>+ </li></ul><ul><li>Sistem pelayanan berskala luas ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

HIV dan Pemakaian Napza Suntik: Sebuah Respon Strategis

1,771 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,771
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

HIV dan Pemakaian Napza Suntik: Sebuah Respon Strategis

  1. 1. HIV dan Pemakaian Napza Suntik: Sebuah Respon Strategis Pokja Harm Reduction KPA Jawa Barat
  2. 3. Pasar Global Narkoba Ilegal
  3. 5. Bisnis obat-obatan ilegal internasional tiap tahunnya menghasilkan paling tidak US$400 miliar untuk perdagangannya. Itu sama dengan 8% dari jumlah seluruh perdagangan internasional dan setara dengan omzet tahunan industri tekstil dunia. Source: United Nations Office for Drug Control and Crime Prevention, Economic and Social Consequences of Drug Abuse and Illicit Trafficking (New York, NY: UNODCCP, 1998), p. 3.
  4. 6. Fakta Narkoba Ilegal <ul><li>Tren pemakaian yang terus meningkat </li></ul><ul><li>Banyak pemberantasan kepemilikan, peredaran, produksi, dan penanamannya </li></ul><ul><li>Narkoba sulit dicari sehingga harganya meningkat </li></ul><ul><li>Kemurniannya tidak terjamin sehingga membutuhkan dosis lebih untuk ‘high’ </li></ul>
  5. 7. <ul><li>“ Obat digunakan karena efek yang diharapkan terhadap tubuh. Bagaimana agar dengan keterbatasan jumlah, efeknya sesuai harapan??” </li></ul>
  6. 8. … menyuntik <ul><li>Tidak ada yang terbuang karena langsung ke darah – lebih hemat </li></ul><ul><li>Lebih “nendang” – efek langsung dirasakan: darah -> jantung -> otak </li></ul><ul><li>Alasan lain: </li></ul><ul><li>Bisa lebih adil dalam pembagian – menggunakan alat ukur di suntikan </li></ul><ul><li>Pertama kali tahu, pemakaiannya disuntik </li></ul><ul><li>……… .. </li></ul>
  7. 11. HIV dan Penasun <ul><li>Media penularannya sangat potensial: darah </li></ul><ul><li>Penggunaan suntikan yang tidak steril secara bergantian, di beberapa negara, masih tinggi </li></ul><ul><li>Jumlah kasus meningkat secara dramatis </li></ul><ul><li>Prevalensi di populasi ini adalah yang tertinggi </li></ul>
  8. 15. Sumber Depkes RI dan ASA, Juni 2005 694 9.66 7,180 Narapidana pria 127 0.63 20,120 Pelanggan waria penjaja seks 52 3.14 1,650 Waria penjaja seks 147 3.16 5,245 Homoseks risti (termasuk penjaja seks pria) 166 0.20 131,975 Pasangan Pelanggan WPS (semua) 13 0.19 6,950 Pasangan Pelanggan WPS tidak langsung 153 0.20 125,000 Pasangan Pelanggan WPS langsung 973 0.65 197,690 Pelanggan wanita penjaja seks (semua) 28 0.27 10,430 Pelanggan WPS tidak langsung 945 0.69 187,290 Pelanggan WPS langsung 789 2.55 36,080 Wanita penjaja seks (semua) 137 1.34 10,230 Wanita penjaja seks tidak langsung 652 3.46 25,865 Wanita penjaja seks langsung 6 15.28 50 Pasangan IDU yang bukan pemakai 2,582 32.35 9,145 Pengguna Narkoba suntik Estimasi Populasi ODHA Rata2 Estimasi Prevalensi rata2 Estimasi Populasi rata2 Populasi berisiko tinggi terinfeksi HIV       Propinsi Jawa Barat
  9. 16. West Java Case Reported 1989-June 2005 Source: KPA Jawa Barat
  10. 17. Mengapa tertinggi? <ul><li>Kriminalisasi -> sulit dijangkau/ditemukan </li></ul><ul><li>Stigma terhadap perilaku pemakaian obat </li></ul><ul><li>Rendahnya akses layanan kesehatan dan pemulihan ketergantungan obat </li></ul><ul><li>Kurangnya program pencegahan HIV bagi kalangan ini </li></ul>
  11. 18. Dampak HIV di Kalangan Penasun <ul><li>Penularan: medianya darah dan pintu masuknya sengaja dibuat -> sangat efektif </li></ul><ul><li>Penasun juga berinteraksi dengan masyarakat dan kelompok resiko tinggi lainnya </li></ul><ul><li>Epidemi HIV meluas dari kelompok beresiko tinggi ke masyarakat umum </li></ul>
  12. 20. Source: Depkes RI, 2005
  13. 21. Di bidang kesehatan masyarakat, “ Harm Reduction ” digunakan untuk menggambarkan sebuah konsep yang bertujuan mencegah atau mengurangi konsekuensi kesehatan negatif terkait dengan perilaku tertentu – WHO
  14. 22. Prinsip Program <ul><li>Pragmatis </li></ul><ul><li>Nilai-nilai kemanusiaan </li></ul><ul><li>Berpusat pada dampak buruk </li></ul><ul><li>Keseimbangan cost and benefit </li></ul><ul><li>Prioritas pada sasaran jangka pendek </li></ul>
  15. 23. Mengapa Hal ini Penting? <ul><li>Penggunaan peralatan suntik secara bergantian adalah cara yang sangat efisien dalam penularan HIV </li></ul><ul><li>Prevalensi HIV di kalangan penasun dimana tidak terdapat kegiatan harm reduction (HR) mencapai 40% atau lebih setelah 1-2 tahun virusnya berada di komunitas mereka </li></ul><ul><li>Penularan HIV melalui peralatan suntik dilipatgandakan oleh penularan dari penasun ke pasangan seksnya </li></ul><ul><li>Intervensi untuk mengurangi resiko HIV ini juga berpotensi menghubungkan penasun ke layanan-layanan lain </li></ul>
  16. 24. Kegiatan Program <ul><li>Penyediaan peralatan suntik steril </li></ul><ul><li>Perawatan substitusi napza </li></ul><ul><li>Pengobatan HIV </li></ul><ul><li>Komunikasi, informasi, dan edukasi </li></ul>
  17. 25. Cakupan Program <ul><li>Cakupan minimal 75% dari populasi target melalui pelayanan yang komprehensif akan memastikan sebuah pola perilaku aman dan keberlanjutan </li></ul>Jika di sebuah kota/kabupaten populasi penasunnya 2.000, program harus mencakup minimal 1.500 penasun agar dapat mengendalikan epidemi
  18. 26. <ul><li>Pendekatan ini dilaporkan oleh banyak negara mampu mengendalikan epidemi </li></ul><ul><li>Peralihan latar penasun: dari jalanan ke medis – produktivitas meningkat, kriminalitas berkurang </li></ul><ul><li>Negara dapat menghemat banyak biaya untuk pengobatan HIV serta dampak ekonomi atas kematian usia produktif </li></ul>Dampak Program
  19. 28. Kami percaya bahwa… <ul><li>Kebijakan yang mendukung </li></ul><ul><li>+ </li></ul><ul><li>Sistem pelayanan berskala luas </li></ul><ul><li>x </li></ul><ul><li>Masyarakat bebas stigma </li></ul><ul><li>Program yang efektif dan berkesinambungan untuk melindungi masyarakat dari epidemi HIV! </li></ul>

×