HIV dan Pemakaian Napza Suntik: Sebuah Respon Strategis

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    Favorites, Groups & Events

    HIV dan Pemakaian Napza Suntik: Sebuah Respon Strategis - Presentation Transcript

    1. HIV dan Pemakaian Napza Suntik: Sebuah Respon Strategis Pokja Harm Reduction KPA Jawa Barat
    2.  
    3. Pasar Global Narkoba Ilegal
    4.  
    5. Bisnis obat-obatan ilegal internasional tiap tahunnya menghasilkan paling tidak US$400 miliar untuk perdagangannya. Itu sama dengan 8% dari jumlah seluruh perdagangan internasional dan setara dengan omzet tahunan industri tekstil dunia. Source: United Nations Office for Drug Control and Crime Prevention, Economic and Social Consequences of Drug Abuse and Illicit Trafficking (New York, NY: UNODCCP, 1998), p. 3.
    6. Fakta Narkoba Ilegal
      • Tren pemakaian yang terus meningkat
      • Banyak pemberantasan kepemilikan, peredaran, produksi, dan penanamannya
      • Narkoba sulit dicari sehingga harganya meningkat
      • Kemurniannya tidak terjamin sehingga membutuhkan dosis lebih untuk ‘high’
      • “ Obat digunakan karena efek yang diharapkan terhadap tubuh. Bagaimana agar dengan keterbatasan jumlah, efeknya sesuai harapan??”
    7. … menyuntik
      • Tidak ada yang terbuang karena langsung ke darah – lebih hemat
      • Lebih “nendang” – efek langsung dirasakan: darah -> jantung -> otak
      • Alasan lain:
      • Bisa lebih adil dalam pembagian – menggunakan alat ukur di suntikan
      • Pertama kali tahu, pemakaiannya disuntik
      • ……… ..
    8.  
    9.  
    10. HIV dan Penasun
      • Media penularannya sangat potensial: darah
      • Penggunaan suntikan yang tidak steril secara bergantian, di beberapa negara, masih tinggi
      • Jumlah kasus meningkat secara dramatis
      • Prevalensi di populasi ini adalah yang tertinggi
    11.  
    12.  
    13.  
    14. Sumber Depkes RI dan ASA, Juni 2005 694 9.66 7,180 Narapidana pria 127 0.63 20,120 Pelanggan waria penjaja seks 52 3.14 1,650 Waria penjaja seks 147 3.16 5,245 Homoseks risti (termasuk penjaja seks pria) 166 0.20 131,975 Pasangan Pelanggan WPS (semua) 13 0.19 6,950 Pasangan Pelanggan WPS tidak langsung 153 0.20 125,000 Pasangan Pelanggan WPS langsung 973 0.65 197,690 Pelanggan wanita penjaja seks (semua) 28 0.27 10,430 Pelanggan WPS tidak langsung 945 0.69 187,290 Pelanggan WPS langsung 789 2.55 36,080 Wanita penjaja seks (semua) 137 1.34 10,230 Wanita penjaja seks tidak langsung 652 3.46 25,865 Wanita penjaja seks langsung 6 15.28 50 Pasangan IDU yang bukan pemakai 2,582 32.35 9,145 Pengguna Narkoba suntik Estimasi Populasi ODHA Rata2 Estimasi Prevalensi rata2 Estimasi Populasi rata2 Populasi berisiko tinggi terinfeksi HIV       Propinsi Jawa Barat
    15. West Java Case Reported 1989-June 2005 Source: KPA Jawa Barat
    16. Mengapa tertinggi?
      • Kriminalisasi -> sulit dijangkau/ditemukan
      • Stigma terhadap perilaku pemakaian obat
      • Rendahnya akses layanan kesehatan dan pemulihan ketergantungan obat
      • Kurangnya program pencegahan HIV bagi kalangan ini
    17. Dampak HIV di Kalangan Penasun
      • Penularan: medianya darah dan pintu masuknya sengaja dibuat -> sangat efektif
      • Penasun juga berinteraksi dengan masyarakat dan kelompok resiko tinggi lainnya
      • Epidemi HIV meluas dari kelompok beresiko tinggi ke masyarakat umum
    18.  
    19. Source: Depkes RI, 2005
    20. Di bidang kesehatan masyarakat, “ Harm Reduction ” digunakan untuk menggambarkan sebuah konsep yang bertujuan mencegah atau mengurangi konsekuensi kesehatan negatif terkait dengan perilaku tertentu – WHO
    21. Prinsip Program
      • Pragmatis
      • Nilai-nilai kemanusiaan
      • Berpusat pada dampak buruk
      • Keseimbangan cost and benefit
      • Prioritas pada sasaran jangka pendek
    22. Mengapa Hal ini Penting?
      • Penggunaan peralatan suntik secara bergantian adalah cara yang sangat efisien dalam penularan HIV
      • Prevalensi HIV di kalangan penasun dimana tidak terdapat kegiatan harm reduction (HR) mencapai 40% atau lebih setelah 1-2 tahun virusnya berada di komunitas mereka
      • Penularan HIV melalui peralatan suntik dilipatgandakan oleh penularan dari penasun ke pasangan seksnya
      • Intervensi untuk mengurangi resiko HIV ini juga berpotensi menghubungkan penasun ke layanan-layanan lain
    23. Kegiatan Program
      • Penyediaan peralatan suntik steril
      • Perawatan substitusi napza
      • Pengobatan HIV
      • Komunikasi, informasi, dan edukasi
    24. Cakupan Program
      • Cakupan minimal 75% dari populasi target melalui pelayanan yang komprehensif akan memastikan sebuah pola perilaku aman dan keberlanjutan
      Jika di sebuah kota/kabupaten populasi penasunnya 2.000, program harus mencakup minimal 1.500 penasun agar dapat mengendalikan epidemi
      • Pendekatan ini dilaporkan oleh banyak negara mampu mengendalikan epidemi
      • Peralihan latar penasun: dari jalanan ke medis – produktivitas meningkat, kriminalitas berkurang
      • Negara dapat menghemat banyak biaya untuk pengobatan HIV serta dampak ekonomi atas kematian usia produktif
      Dampak Program
    25.  
    26. Kami percaya bahwa…
      • Kebijakan yang mendukung
      • +
      • Sistem pelayanan berskala luas
      • x
      • Masyarakat bebas stigma
      • Program yang efektif dan berkesinambungan untuk melindungi masyarakat dari epidemi HIV!

    + Sketchpowder Bersatu!Sketchpowder Bersatu!, 10 months ago

    custom

    333 views, 0 favs, 0 embeds more stats

    More Info

    © All Rights Reserved

    Go to text version
    • Total Views 333
      • 333 on SlideShare
      • 0 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 0
    • Downloads 0
    Most viewed embeds

    more

    All embeds

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as innappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel

    Categories