Harm Reduction - Kebijakan dan Strategi Indonesia

4,317 views
4,161 views

Published on

Masyarakat menjadi korban karena negara gagal untuk melindunginya dari peredaran narkoba jalanan. Dan ketika seorang angggota masyarakat usia remaja untuk pertama kalinya menggunakan narkoba, dia menjadi obyek kriminalisasi karena dapat saja tertangkap dan masuk penjara. Selain itu juga, ketidakterkendalian harga membuat banyak pengguna terpaksa harus melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan narkoba, mulai dari penipuan orang tua, pencurian barang, pelacuran, hingga turut menjadi pengedar.

Penggunaan narkoba di jalanan turut berkontribusi terhadap krisis kesehatan masyarakat dengan penyebaran berbagai macam penyakit menular, khususnya melalui darah, akibat penggunaan peralatan pakai yang tercemar secara bergantian. Kematian akibat AIDS dan virus darah lainnya terus meningkat. Akibat tidak adanya kendali dosis maupun bahan baku narkoba juga banyak menyumbangkan angka kematian di kalangan pengguna narkoba ilegal.

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,317
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
193
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • c. 5000 B.C. The Sumerians use opium, suggested by the fact that they have an ideogram for it which has been translated as HUL, meaning "joy" or "rejoicing." [Alfred R. Lindensmith, *Addiction and Opiates.* p.207]
  • Harm Reduction - Kebijakan dan Strategi Indonesia

    1. 1. Pengurangan Dampak Buruk Penggunaan Narkoba: Kebijakan dan Strategi<br />
    2. 2. Konsumsi Narkoba Dunia<br /><ul><li>Tidakada data pastisejakkapanmanusiamulaimengkonsumsinarkoba:
    3. 3. 5,000 SM. Opium dikonsumsiBangsaSumeria
    4. 4. 3,500 SM. CatatanterawalmengenaiproduksialkoholdidaunpapirusMesir
    5. 5. Ramuanberbahan ganja disebutkandiKitabWedasebagaiminuman ritual Bangsa India Kuno
    6. 6. Temuanbiji ganja terbakardariZamanNeolitikumdi Rumania
    7. 7. 600 M. Risalahawalkonsumsi kopi di Ethiopia </li></li></ul><li>MengapaNarkobaDikonsumsi?<br />BERKHASIAT:<br />Pengobatan<br />Rekreasi<br />Ritual<br />dll.<br />
    8. 8. Alasan Pemakaian Narkoba<br />Eksperimen<br />Rekreasi<br />Keadaan<br />Ketergantungan<br />Kebiasaan<br />
    9. 9. Tidak semua yang mencoba suka akan efeknya<br />Yang menyukai efeknya dapat terus melanjutkan pemakaian<br />Beberapa bisa mengendalikan pemakaian<br />Masalah napza bukan hanya ketergantungan, khususnya narkoba ilegal<br />Ketergantungan Narkoba<br />
    10. 10.
    11. 11. Spektrum Khasiat Narkoba<br />Manfaat<br />Mudarat<br />
    12. 12. Pemberantasan tanaman dan pabrik<br />Penghukuman atas kepemilikan, peredaran, dan penggunaan<br />Kampanye untuk memberantas dan menjauhi narkoba<br />Pengkriminalan dan pemberian cap buruk terhadap narkoba dan orang-orang yang terlibat<br />Mencegah Mudarat<br />DUNIA TANPA NARKOBA<br />
    13. 13.
    14. 14.
    15. 15.
    16. 16.
    17. 17.
    18. 18. Sejak kapan pengkriminalan dan pemberian cap buruk dilaksanakan...?<br />
    19. 19. Selama itu pula...<br />Anggaran negara untuk upaya represi terus meningkat<br />Anggaran untuk penjara terus meningkat<br />Anggaran untuk kampanye menjauhkan masyarakat dari narkoba terus meningkat<br />Masyarakat tetap tidak terlindung dari peredaran napza jalanan<br />
    20. 20. Siapa yang menguasai produksi, distribusi, dan konsumsi narkoba?<br />NEGARA & RAKYAT?<br />ORGANISASI KRIMINAL<br />
    21. 21.
    22. 22. Ketika dikendalikan pasar gelap…<br />Kualitas dan komposisi napza<br />Latar penggunaan “bawah tanah” <br />Distribusi jalanan tanpa batas<br />Harga tidak terkendali<br />Berkaitan dengan kejahatan terorganisir lain<br />Keuntungan bebas pajak<br />
    23. 23. Penggunanya…<br />Menjadi kriminal<br />Tersingkir dari masyarakat<br />Terjangkit virus darah melalui peralatan suntik bekas<br />Kematian<br />Berasal dari masyarakat<br />
    24. 24. Narkoba dan Masyarakat<br />Zat-zat yang berkhasiatterusditemukansejakdimulainyasejarahperadabanmanusia, secaraselektifdikonsumsimasyarakat, dankemudiandijadikankomoditasdagangdanindustri<br />
    25. 25. PemakaianNarkobasebagaiKetidak-normalan<br />PARADIGMA & STRUKTUR KEBIJAKAN <br />NAPZA SAAT INI<br />
    26. 26. Mendekatkan pengguna narkoba ke layanan medis dari latar pemakaian jalanan<br />Pengurangan dampak buruk sebagai pendekatan pragmatis<br />Penyediaan peralatan suntik steril<br />Mengganti konsumsi narkotika gol. 1 dengan gol. 2<br />Pengobatan HIV dan Hepatitis<br />Menanggulangi dampak kesehatan<br />
    27. 27. Kebijakan Pengurangan Dampak Buruk Narkoba Suntik<br />Kepmenkes No. 567 tahun 2006 – Pedoman Pelaksanaan Pengurangan Dampak Buruk Napza<br />Permenkokesra No. 2 tahun 2007 – Kebijakan Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS melalui Pengurangan Dampak Buruk Penggunaan Napza Suntik<br />Kebijakan di tingkat daerah…<br />
    28. 28.
    29. 29. Pelibatan Korban dan Masyarakat<br />Pembuktian terbalik dari korban narkoba<br />Kegiatan bersama korban narkoba dan masyarakat<br />Pendidikan narkoba berdasarkan kebenaran, bukan menakut-nakuti<br />Membangun aliansi untuk pemenuhan hak sebagai warga negara<br />
    30. 30. Skema Pelibatan Masyarakat<br />Kebijakan napza<br />yang berpihak<br />pada kesehatan <br />masyarakat<br />dan HAM<br />Penggunaan narkoba, kriminalisasi pengguna, penularan virus darah di masyarakat<br /><ul><li> Pemeriksaan kesehatan
    31. 31. Penyediaan alat suntik steril
    32. 32. Perawatan substitusi napza
    33. 33. Pengobatan penyakit terkait
    34. 34. Penegakkan hak tersangka
    35. 35. Vonis ke perawatan napza
    36. 36. Dekriminalisasi pengguna</li></ul>PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN BERKELANJUTAN<br />Petugas LSM, organizer, atau kader warga menggalang partisipasi masyarakat untuk program, membentuk kelompok inti<br />Kelompok warga mempromosikan dan mendukung korban dalam memperoleh layanan negara<br />Kegiatan bersama kelompok korban dan masyarakat peduli untuk peningkatan dan keberlanjutan layanan<br />Kelompok warga, termasuk korban, menggagas kegiatan bersama termasuk pengembangan media pendidikan <br />
    37. 37. pelarangan<br />SkemaPasarGelap<br />harga<br />Pasar Gelap<br />Konsumsi dan Produksi Gelap<br />Khasiat<br />Permintaan<br />Kampanye<br />Profit<br />Pemberantasan<br />Penyediaan<br />jumlah<br />Mudarat yang lebihbesar<br />
    38. 38. Pasal 3<br />Pengaturannarkotikabertujuanuntuk:<br />Menjaminketersediaannarkotikauntukkepentinganpelayanankesehatandan/ataupengembanganilmupengetahuan<br />Mencegahterjadinyapenyalahgunaannarkotika; dan<br />Memberantasperedarangelapnarkotika<br />Pasal 4<br />Narkotikahanyadapatdigunakanuntukkepentinganpelayanankesehatandan/ataupengembanganilmupengetahuan<br />Pasal 5<br />NarkotikaGolongan I hanyadapatdigunakanuntukkepentinganpengembanganilmupengetahuandandilarangdigunakanuntukkepentinganlainnya<br />Negara harusmengambilalihkendaliperedarandanproduksi<br />
    39. 39. Aceh akanmenyusun PERDA PengelolaanTanaman Ganja?<br />
    40. 40. Ketika kematian ada di tengah kita...<br />Siapa yang melindungi masyarakat dari ancaman ini?<br />Adakah layanan pencegahan dan pengobatan penyakit menular serta perawatan narkoba dan bantuan hukum di lingkungan kita?<br />Bagaimana warga masyarakat turut memperkuat layanan kesehatan?<br />
    41. 41. Melindungi Masyarakat<br />Profil seorang pengguna narkoba ilegal<br />Pengguna adalah warga masyarakat dan menjadi korban kriminalisasi narkoba<br />Reintegrasi dan kontrol sosial oleh masyarakat<br />Diskresi korban<br />Pengalihan dari narkoba jalanan ke layanan medis untuk perlindungan kesehatan<br />Masyarakat terlindung dari peredaran gelap narkoba dan penyakit menular<br />
    42. 42. Konsumsi Narkoba yang Diawasi dan<br />Dikendalikan oleh Negara<br />

    ×