• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Proposal penelitian kuantitatif
 

Proposal penelitian kuantitatif

on

  • 33,122 views

 

Statistics

Views

Total Views
33,122
Views on SlideShare
33,119
Embed Views
3

Actions

Likes
8
Downloads
580
Comments
3

1 Embed 3

https://twitter.com 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Proposal penelitian kuantitatif Proposal penelitian kuantitatif Document Transcript

    • Proposal Penelitian Kuantitatif: PengaruhEmosional Inteligensi Terhadap AhklakSiswa Di Madrasah Aliyah Negeri 1PalembangA. Latar Belakang MasalahPola pembangunan SDM di Indonesia selama ini terlalu mengedepankan IQ (kecerdasanintelektual) dan materialisme tetapi mengabaikan EQ (kecerdasan emosi) terlebih SQ(Kecerdasan spiritual). Pada umunya masyarakat Indonesia memang memandang IQ palingutama, dan menganggap EQ sebagai pelengkap, sekedar modal dasar tanpa perludikembangkan lebih baik lagi. Fenomena ini yang sering tergambar dalam pola asuh danarahan pendidikan yang diberikan orang tua dan juga sekolah-sekolah negeri atau swastapada umumnya. Maka tidak heran kalau banyak remaja siswa Madrasah Aliyah berprestasitapi tidak sedikit kemudian mereka yang berprestasi juga menjadi siswa yang urakan danmengabaikan tanggungjawabnya dalam menjalani proses pendidikan di sekolah, terjebakdalam pergaulan bebas, narkoba dan atau budaya tawuran sering dilakukan. Pengaruh obat-obatan terlarang, budaya kritis yang cenderung negatif karena mengurangi kesopanan padaguru dan orang tua, selama ini menjadi ciri adanya perubahan budaya pada remaja siswa diIndonesia.Selama empat dawarsa terakhir, setiap orang dari kepala sekolah dasar hingga pengkotbahdan president telah berusaha sekuat tenaga mengatasi krisis perkembangan moral/akhlakanak-anak, tetapi makin lama keadaan justru semakin memburuk. Bila statistik untuk ini sajasudah mengejutkan, apa lagi cerita dibalik data tersebut.Sehingga pada tahun 2003, lahirlah Undang-Undang SIKDIKNAS (Sistem PendidikanNasional) Nomor 20 Tahun 2003 merupakan awal reformasi pendidikan yang mencobamenyeimbangkan pola pembangunan SDM dengan mengedepankan SQ (Kecerdasanspiritual), EQ (kecerdasan emosi) dan tidak mengabaikan IQ (kecerdasan intelektual).[1]Oleh karena itu, kecerdasan emosional harus slalu diasah. Penelitian-penelitian telahmenunjukkan bahwa keterampilan EQ yang sama untuk membuat siswa yang bersemangattinggi dalam belajar, atau untuk disukai oleh teman-temannya di arena bermain, juga akanmembantunya dua puluh tahun kemudian ketika sudah masuk kedunia kerja atau ketika sudahberkeluarga[2].Daniel Golman mengangkat kasus yang sangat tragis berkenaan dengan orang yang IQ-nyatinggi, tetapi sebaliknya EQ-nya sangat rendah, yang merupakan tipe-tipe akademis murni.Jason H. adalah seorang siswa SMU yang cerdas, ia memiliki cita-cita untuk memasukifakultas kedokteran Harvard. Akan tetapi, kata Golman, karena Pologruto,guru guru fisikanyamember nilai 80 kepada Jason dalam satu tes, akibanya menjadi sangat fatal. Jasonberanggapan bahwa dengan nilai ia akan terhalang untuk memasuki fakultas kedokteran,karena itu dengan sebuah pisau dapur ia tusuk guru fisikanya tersebut.[3] Disinilah, sepertidikatakan oleh Golman,yang „pintar‟ itu berubah menjadi “bodoh,” karena apa yang telah di
    • cita-citakan, hancur berantakan karena ketidak mampuannya untuk mengendalikan diri(nafsu) sendiri.Banyak media-media masa, dan televisi yang memberitakan tentang rendahnya kecerdasaemosional yang dimiliki remaja-remaja kita saat ini, sehingga itu berimbas pada Akhlakulkarimah mareka. Seperti yang diberitakan di media net, Kompas.com:“Lengan Riyan Sofyan (16), siswa kelas II SMK 1 Budi Utomo, nyaris putus akibat disabetcelurit oleh pelajar lain dalam tawuran antarpelajar di Jalan Kramat Raya, Senen, JakartaPusat, Kamis (10/9) siang.”[4]Berita yang lain, “Jakarta – Warga Kabupaten Lampung heboh. Sebuah klip pemerkosaanberedar dari HP ke HP. Pelaku dan korbannya masih duduk di bangku SMP. Sungguh miris.Dalam klip video tersebut tergambar seorang anak perempuan, sebut saja namanya Bunga,dikerubuti dua teman prianya. Yang mereka lakukan sungguh tak pantas. Secara bersamaan,keduanya memperlakukan Bunga dengan kasar dan tidak patut dilakukan anak SMP.”Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom.[5]Statistik ini dan berita-berita dalam surat kabar mencerminkan masalah-masalah yang palinggawat. Berkembangnya kesadaran akan moral/akhlak dapat berpengaruh terhadap setiapaspek dalam masyarakat kita: keharonisan dalam keluarga, kemampuan setiap sekolah dalammengajar, keamanan di jalan, dan terpadunya nialai-nilai sosial.Fenomena-fenomena tersebut adalah salah satu gambaran kurangnnya pengetahuan tentangdiri (EQ) tidak dimiliki peserta didik kita, akibatnya terjadi “kekosongan” yang kemudian diisi oleh sentiment, kemarahan, kesombangan dan sifat-sifat buruk lainnya, yangmenggerakkan untuk berbuat jahat. Dalam bahasa al-Qura‟an dikatakan, barang siapamenolak pengajaran Allah, maka syaitan akan mendudukinya untuk melakukan tindakan-tindakan jahat.[6]Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui potensi-potensi dan kemampuan yang dimilikisendiri, mengetahui kelemahan-kelemahan dan juga perasan dan emosi. Dengan mengetahuihal tersebut, seseorang mestinya juga bisa mendayagunakan, mengekspresikan,mengendalikan dan juga mengomunikasikan dengan pihak lain.[7]Sekolah merupakan tempat bagaimana anak belajar berinteraksi dengan orang lain. Sekolahharus membangun budaya yang mengedepankan aspek moral, cinta kasih, kelembutan, nilaidemokratis, menghargai perbedaan, berlapang dada menerima kenyataan, dan menjauhkandiri dari nilai-nilai kekerasan. Sekolah harus meningkatkan kecerdasan emosional(psikologis) yang berpengaruh terhadap faktor Akhlak (tingkah laku) siswa agar dapatmencapai tingkat mutu pendidikan.Semua permasalahan di atas merupakan sebuah realita yang mana kecerdasan emosional itusangat berpengaruh tehadap tingkah laku (akhlak) seseorang. Pengaruh kecerdasan emosionalbisa digambarkan melalui kekuatan emosi seseorang yang bisa lebih kuat daripada kekuatanlogikanya. Itu karena, otak logika berfikir kalah cepat dengan otak emosi. Yang dimaksuddengan otak emosi, adalah bagian otak yang disebut amigdala, yaitu bagian yang berprosesmemberikan respon berupa tindakan emosional.
    • Manakala terjadi sebuah peristiwa, semisal bapak guru matematika killer mengumumkanujian mendadak di suatu pagi, seperti apa respon emosional yang ditampilkan siswa?Terkejut, wajah pucat, tangan gemetar, darah seperti berhenti mengalir. Betapa kecewaseorang anak karena semalam belum belajar. Rupanya amigdala, otak emosional anak telahbereaksi dengan begitu cepat, sebelum otak rasionalnya sempat berfikir. Nyontek! Itu satu-satunya jalan keluar, pikir amigdala.Ketika dia tidak memiliki kesempatan untuk nyontek karena gurunya terus berdiri di depankelas mengawasi dengan ketat. Ketegangan yang mengusik pikirannya sudah mulai reda.Keinginan untuk nyontekpun mulai goyah. Rupanya kini otak rasionalnya mulai bekerja.Dalam beberapa situasi darurat, otak emosi merespon dalam bentuk refleksi emosional. Jikapembelajaran emosi sebelumnya negatif, ia juga akan mengeluarkan reflek negatif pula danbegitu sebaliknya. Itu sebabnya, pendidikan emosi bagi amigdala harus diberikan sebaikmungkin, dimana pembelajaran emosional disampaikan melalui praktek keseharian dalamkehidupan siswa.Permasalahan yang banyak terjadi di MAN 03 Malang adalah permasalahan yangberhubungan dengan setting/beground keluarga siswa, yang sangat mempengaruhi tingkahlaku atau akhlak mereka di sekolah. Anak-anak yang memiliki permasalahan keluarga(broken home) sering mangalami stress yang berlebihan sehingga akan membuat merekatidak besemangat dalam mengikuti pelajaran, dan berlaku acuh-tak acuh terhadap semuaorang. Seperti yang terjadi pada Reni siswa kelas III jurusan bahasa ini, dia sering tidakbersemangat dalam mengikuti setiap pelajaran, tidak disiplin dan sering membolos, sehinggamembuat dia hampir di keluarkan dari sekolah. Namun berkat bimbingan-bimbingan yangdilakukan oleh pihak sekolah membuat dia berubah sampai dia bisa lulus. Inilah bagaimanasekolah sangat berperan penting dalam membentuk prilaku seiap siswa menjadi orang yangdewasa dan mandiri.Maka dari itu, dalam kaitan pentingnya kecerdasan emosional pada diri siswa sebagai salahsatu faktor yang sangat berpengaruh dalam pembentukan akhlaknya, maka dalam penyusunanskripsi ini penulis tertarik untuk meneliti: ”Pengaruh Emosional Inteligence terhadap AkhlakSiswa kelas I MAN 0 Palembang1”.B. Rumusan MasalahBertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalahpenelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut, “Seberapa besar pengaruh emosionalinteligence terhadap akhlak siswa kelas I MAN I Palembang?”C. TujuanBerdasarkan rumusan masalah di atas tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah “Untukmenjelasakan seberapa besar pengaruh emosional intelligence terhadap akhlak siswa kelas IMAN 0I Palembang.”D. Hipotesisi PenelitianBerdasarkan uraian teoritik di atas, maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagaiberikut :
    • 1. Hipotesis alternatif (Ha) : “semakin tinggi kecerdasan emosional siswa, makasemakin baik pula akhlak siswa”2. Hipotesis nihil (Ho) : “semakin rendah kecerdasan emosional siswa, maka semakinburuk pula kecerdasan emosional siswa”E. Mamfaat PenelitianHasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain ialah :1. Bagi individuHasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepadapara orang tua, konselor sekolah dan guru dalam upaya membimbing dan memotivasi siswaremaja untuk menggali kecerdasan emosional yang dimilikinya.1. Bagi lembagaPenelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi sekolah dalam membimbingtingkah laku (akhlak) siswa. Sehingga akan menjadi manusia yang mandiri dan dewasa.1. Bagi ilmu pengetahuanMenambah khazanah ilmu pengetahuan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dandapat memberi gambaran mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap akhlak siswa.F. Definisi Oprasional1. Pengertian PengaruhPengertian pengaruh menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah daya yang ada atautimbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatanseseorang.[8]Dalam penelitian ini pengaruh adalah yang menyebabkan sesuatu terjadi, baik secaralangsung maupun tidak. Berarti yang menjadi penyebab emosional itu secara langsung atautidak terhadap akhlak siswa.1. Pengertian Kecerdasan EmosionalKecerdasan emosional menurut Ary Ginanjar Agustian adalah seseorang yang memilikiketangungguhan, inisiatif, optomisme, dan kemampuan beradaptasi.[9] Hal yang senada dikemukakan oleh Goleman bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorangmengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life withintelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness ofemotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasidiri, empati dan keterampilan sosial.Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah kemampuan siswauntuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi
    • orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan oranglain.1. Pengertian AkhlakAl-Ghozali mendefinisikan Akhlaq adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbanganpikiran (lebih dulu).Jadi pengertian Akhlak dalam penelitian ini adalah suatu kondisi atau sifat yang telahmeresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian hingga dari situ timbullah berbagai macamperbuatan dengan cara spontan dan mudah tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukanpemikiran. Apabila kondisi tadi timbul kelakuan yang baik dan terpuji menurut pandangansyari‟at dan akal pikiran, maka ia dinamakan budi pekerti mulia (akhlakul karimah) dansebaliknya pabila yang lahir kelakuan yang buruk, maka disebutlah bukit pekerti yang tercela.G. Identifikasi variabel penelitianBerdasarkan landasan teori yang ada serta rumusan hipotesis penelitian maka yang menjadivariabel dalam penelitian ini adalah :1. Variabel bebas : Kecerdasan Emosional2. Variabel terikat : Akhlak SiswaYang nanti akan dijabarkan kedalam beberapa indikator penelitian di tunjukkan kedalamtable 1.Tabel 1.1Kecerdasan Emosional 1. Mengenali emosi diri2. Mengelola emosi3. Memotivasi diri sendiri4. Mengenali emosi orang lain5. Membina hubungan. DanielGolman dalam T. Hermaya (2007:58-59)Kecerdasan ahlak 1. Shiddiq2. Istiqamah3. Fathanah4. Amanah5. Tablihg . Toto Tasmara (2001: 189-230)H. Batasan Masalah
    • Penelitian ini dibatasi pada masalah psikologis siswa yang meliputi kecerdasan emosionalnyadan pengaruhnya terhadap akhlak (tingkah laku siswa). Berdasarkan pertimbangan penelitidalam beberapa hal, maka penelitian ini hanya dilaksanakan pada siswa kelas II MAN 03Malang.I. Kerangka KonsepJika dibuat dalam suatu kerangka konsep, maka akan terlihat hubungan sebagai berikut:J. Tinjauan Pustaka1. Penelitian TerdahuluTerdapat beberapa penelitian yang mengangkat tentang materi Emosional Inteligensi diberbagai perguruan tinggi. Dari beberapa penelitian tersebut terdapat berbagai macam fokusyang ingin dianalisis, baik mengenai peranannya, hubungannya, dan urgensi emosionalinteligence. Dari beberapa penelitian tentang emosional dapat desebutkan sebagai berikut.Skripsi yang ditulis oleh Gatot Nurluqman pada tahun 1997 Universitas Islam Negeri (UIN)Maulana Malik Ibrahim Malang yang berjudul ”Urgensi Kecerdasan Emosional SebagaiParadigma Baru Pendidikan Anak Di Lingungan Keluarga.” Penelitian yang menggunakanpendekatan kualitatif ini memaparkan tentang pentingya mengembangkan dan menjadikanparadigma emosional inteligensi sebagai konsep yang harus mendapat perhatian untukdikembangkan dalam lingkungan pendidikan formal maupun non formal, namun penelitianini juga tidak memisahkan antara urgensi aspek-aspek kecerdasan yang lain termasukdidalamnya kecerdasan spritual dengan memberikan nilai yang berlebihan terhadap aspekkecerdasan emosional sebagai paradigma yang begitu penting dalam usaha mendidik danmembesarkan anak.Skripsi selanjutnya berjudul ” Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan PrestasiBelajar pada Siswa Kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.” Skripsi ini ditulis oleh AmaliaSawitri Wahyuningsih tahun 2004 Universitas Persada Indonesia Y.A.I Jakarta. Dalampenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf yang mengukur tentang hubungan antaraemosional inteligensi dengan prestasi belajar siswa. Analisi datanya dengan menggunakanProduc Momen dan nilai koefisien reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha Cronbach.Skripsi dengan judul “Peranan Kecerdasan Emosional dalam Meningkatkan Kualitas PrestasiBelajar Pendidikan Agama Islam Siswa AMK Kosgoro I Lawang Malang” yang ditulis olehAndik Bambang tahun 2004 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ini dilatar belakangi oleh pendapat paraahli yang mengatakan bahwa IQ hanya mempunyai peran sekitar 20% dalam menentukankeberhasilan hidup. Sedangkan 80% sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain.Dari beberapa penelitian di atas, ada yang memiliki persamaan judul maupun pembahasanyang akan dibahas dalam skripsi yang akan peneliti tulis. Namun persamaan itu hanyaterdapat pada satu segi saja seperti pada Emosional Inteligensi. Sehingga dapat disimpulkanbahwa belum ada satu skripsipun yang membahas tentang Pengaruh Kecerdasan Emosional
    • Inteligensi Terhadap Akhlak Siswa, yang akan dilakukan penelitian pada siswa kelas II MAN03 Malang.2. Kecerdasan Emosionala. Definisi EmosiKata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kataini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi.Menurut Daniel Goleman[10] emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas,suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksiterhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembiramendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa,emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakansalah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivatorperilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia.Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates.Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka),Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakantiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta). Daniel Golemanmengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas,yaitu :1) Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati2) Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri,putus asa3) Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali,waspada, tidak tenang, ngeri4) Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga5) Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasadekat, bakti, hormat, kemesraan, kasih6) Terkejut : terkesiap, terkejut7) Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka8) Malu : malu hati, kesal[11]
    • Dari beberapa pengertian tentang emosi diatas dapat disipulkan emosi adalah keadaan ataudorongan untuk bertindak sehingga mendorong individu untuk memberikan respon ataubertingkah laku terhadap stimulus yang ada.b. Definisi kecerdasan emosionalIstilah “kecerdasan emosional” pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog PeterSalovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of New Hampshire untukmenerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQsebagai :“himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaansosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya danmenggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.”[12]Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapatberubah-ubah setiap saat. Untuk itu peranan lingkungan terutama orang tua pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi dalam pembentukan kecerdasan emosional.Keterampilan EQ bukanlah lawan keterampilan IQ atau keterampilan kognitif, namunkeduanya berinteraksi secara dinamis, baik pada tingkatan konseptual maupun di dunia nyata.Selain itu, EQ tidak begitu dipengaruhi oleh faktor keturunan.[13]Sebuah model pelopor lain yentang kecerdasan emosional diajukan oleh Bar-On pada tahun1992 seorang ahli psikologi Israel, yang mendefinisikan kecerdasan emosional sebagaiserangkaian kemampuan pribadi, emosi dan sosial yang mempengaruhi kemampuanseseorang untuk berhasil dalam mengatasi tututan dan tekanan lingkungan.[14]Menurut Gardner, kecerdasan pribadi terdiri dari :”kecerdasan antar pribadi yaitukemampuan untuk memahami orang lain, apa yang memotivasi mereka, bagaimana merekabekerja, bagaimana bekerja bahu membahu dengan kecerdasan. Sedangkan kecerdasan intrapribadi adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah ke dalam diri. Kemampuan tersebutadalah kemampuan membentuk suatu model diri sendiri yang teliti dan mengacu pada diriserta kemampuan untuk menggunakan modal tadi sebagai alat untuk menempuh kehidupansecara efektif.”[15]David Coleman memberikan penjelasan melalui ciri-ciri orang yang memilikin kecerdasanemosional adalah sebagai berikut:1) Memiliki pengaruh: melakukan taktik persuasi secara efektif.2) Mampu berkomuniasi: mengirimkan pesan secara jelas dan meyakinkan.3) Manajemen konflik: merundingkan dan menyelesaikan pendapat.4) Kepemimpinan: menjadi pemandu dan member ilham.5) Katalisator perubahan: mengawali, mendoroang, atau mengelola perubahan. [16]
    • Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah kemampuan siswauntuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosiorang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan oranglain.c. Faktor Kecerdasan EmosionalGoleman mengutip Salovey menempatkan menempatkan kecerdasan pribadi Gardner dalamdefinisi dasar tentang kecerdasan emosional yang dicetuskannya dan memperluas kemapuantersebut menjadi lima kemampuan utama, yaitu :1) Mengenali Emosi DiriMengenali emosi diri sendiri merupakan suatu kemampuan untuk mengenali perasaansewaktu perasaan itu terjadi. Kemampuan ini merupakan dasar dari kecerdasan emosional,para ahli psikologi menyebutkan kesadaran diri sebagai metamood, yakni kesadaranseseorang akan emosinya sendiri. Menurut Mayer kesadaran diri adalah waspada terhadapsuasana hati maupun pikiran tentang suasana hati, bila kurang waspada maka individumenjadi mudah larut dalam aliran emosi dan dikuasai oleh emosi. Kesadaran diri memangbelum menjamin penguasaan emosi, namun merupakan salah satu prasyarat penting untukmengendalikan emosi sehingga individu mudah menguasai emosi.[17]2) Mengelola EmosiMengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam menangani perasaan agar dapatterungkap dengan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu.Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskankecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya sertakemampuan untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan.[18]3) Memotivasi Diri SendiriPresatasi harus dilalui dengan dimilikinya motivasi dalam diri individu, yang berarti memilikiketekunan untuk menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati, sertamempunyai perasaan motivasi yang positif, yaitu antusianisme, gairah, optimis dankeyakinan diri.4) Mengenali Emosi Orang LainKemampuan untuk mengenali emosi orang lain disebut juga empati. Menurut Golemankemampuan seseorang untuk mengenali orang lain atau peduli, menunjukkan kemampuanempati seseorang. Individu yang memiliki kemampuan empati lebih mampu menangkapsinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan oranglain sehingga ia lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap perasaanorang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain.[19]5) Membina Hubungan
    • Kemampuan dalam membina hubungan merupakan suatu keterampilan yang menunjangpopularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi.[20] Keterampilan dalamberkomunikasi merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan.Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis mengambil komponen-komponen utama danprinsip-prinsip dasar dari kecerdasan emosional sebagai faktor untuk mengembangkaninstrumen kecerdasan emosional3. Definisi AkhlakDefinisi Akhlak dari segi etimologi adalah berasal dari kata Al-Khalqa dan Al-khulqu yangbermakna satu, sebagaimana kata Asy Ayarabu dan Asy Syurabu. Tetapi ketika harokatfathanya disukunkan pada huruf Kha‟ dalam kata al-Khalqu, maka ia bermakna suatukeadaan dan gambaran yang bisa dirasakan oleh pandangan. Sedangkan tatkalaharakatdhammahnya dikhususkan pada kha‟nya, maka ia bermakan suatu kekuatan danperagai yang bisa dirasakan oleh pandangan hati.[21]Sedangkan Al-Qhazali mengatakan “Bagaimana orang mengatakan si A itu baik khalqunyadan Khuluqnya, berarti si A itu baik sifat lahirnya dan sifat batinya”. Dalam pengertia sehari-hari, “akhlaq” umumnya disamakan artinya dengan arti kata “budi pekerti” atau “kesusilaan”atau “sopan santun” dalam bahasa Indonesia, dan tidak berbeda pula dengan arti kata “moral”atau “etic” dalam bahasa ingris. Dalam bahasa Yunani, untuk pengertian “akhlaq” ini dipakaikata “ethos” atau “ethikos” yang kemudian menjadi “etika” dalam istilah bahasa Indonesia.Definisi “akhlak” dilihat dari segi terminologi di kemukakan oleh para ahli. Diantaranyasebuah definisi dari Ibnu Maskawaih menyatakan, bahwa yang disebut “akhlaq” adalah:.‫ت‬ ‫كروروي‬ ‫ف‬ ‫ير‬ ‫غ‬ ‫من‬ ‫هب‬ ‫ل‬ ‫عب‬ ‫اف‬ ‫ى‬ ‫ال‬ ‫هب‬ ‫ل‬ ‫يت‬ ‫داع‬ ‫فس‬ ‫ن‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫حبل‬“Keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpamelalui pertimbangan pikiran (lebih dulu)”.Dengan kalimat yang agak berbeda, Iman Al-Ghazali mengemukakan definisi “akhlaq”sebagai berikut:‫ى‬ ‫يرحبجتال‬ ‫غ‬ ‫سرمن‬ ‫وي‬ ‫ت‬ ‫سهىل‬ ‫ب‬ ‫عبل‬ ‫صذراالف‬ ‫ت‬ ‫نهب‬ ‫ع‬ ‫سخت‬ ‫را‬ ‫فس‬ ‫ن‬ ‫ال‬ ‫ي‬ ‫ف‬ ‫ئت‬ ‫ه‬ ‫ببرةعن‬ ‫ع‬ ‫لق‬ ‫خ‬ ‫ال‬.‫ت‬ ‫لروروي‬ ‫ك‬ ‫ف‬Akhlaq ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran (lebih dulu).[22]Jadi pada hakekatnya Khulk (budi pekerti) atau akhlak adalah suatu kondisi atau sifat yangtelah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian hingga dari situ timbullah berbagaimacam perbuatan dengan cara spontan dan mudah tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukanpemikiran. Apabila kondisi tadi timbul kelakuan yang baik dan terpuji menurut pandangansyari‟at dan akal pikiran, maka ia dinamakan budi pekerti mulia (akhlakul karimah) dansebaliknya pabila yang lahir kelakuan yang buruk, maka disebutlah bukit pekerti yang tercela.b. Dasar Akhlakul Karimah
    • Akhalakul Karimah, tingkah laku yang mulia atau perbuatan baik adalah cerminan dari imanyang benar dan sempurna. Diantara para ahli mnegatakan bahwa akhlak itu adala instinct(garizah) yang dibawa manusia sejak lahir dan ada pula yang mengatakan bahwa akhlak ituadalah hasil dari pendidikan dan latihan serta perjuangan. Pendapat ini dapat memudahkankita untuk mengkaji akhlak itu dalam penempatannya pada kedudukannya yang seharusnya.Secara sederhana bahwa akhlak itu merupakan hasil usaha dalam pendidikan dan melatihsungguh-sungguh potensi yang dimiliki manusia yang merupkan pembawaan sejak lahir. Jikapendidikan itu benar, yaitu menuju pada kebaikan, maka lahirlah perbuatan baik dan jikapendidikannya salah, maka lahirlah perbuatan yang tercela. Jadi sebenarnya yang menjadidasar akhlakul karimah adalah pendidikan dan laihan untuk selalu berbuat baik.[23]c. Faktor AkhlakToto Tasmara dalam bukunya Kecerdasa Ruhaniayah mengatagorikan akhlakul karimahkedalam sifat-sifat Rasulullah, yang mana Rasulullahlah yang memiliki akhlakul karimahyang paling sempurna. Toto Tasmara menyingkatnya dengan kata SIFAT singkatan darisiddiq, istiqomah, fathanah, amanah, dan tablihg. Tentu saja akhlak beliau tidak dapatdibatasi pada lima kata tersebut karena beliu adalah bentuk hidup dari aktualisasi Al-Qur‟anyang sangat multidimensi dan sangat luas batasannya.[24]1) SiddiqSiddiq atau Kejujuran adalah komponen ruhaniyah yang memantulkan berbagai sikap terpuji(honorable, respectable, creditable, maqamam mahmudah). Mereka berani menyatakan sikapsecra transparan, terbebas dari segala kepalsuan dan penipuan (free from fraud or deception).Hatinya terbuka dan selalu bertindak lurus (openmainded and straight forwardness).Sehingga mereka memiliki keberanian moral yang sangat kuat. Seorang sufi terkenal, yaitual-Qusyairi, mengatakan bahwa siddiq adalah orang yang benar dalam semua kata, perbuatan,dan keadaan batinnya.[25]Ada beberapa cirri-ciri orang disebut siddiq adalah sebagai berikut: jujur pada diri sendiri,jujur terhadap orang lain, jujur terhadap allah, menyebarkan salam. Sedangkan lawan darisiddiq adalah kidzib yang berarti berbohong atau berdusta. Islam mengajarkan kita untukmenghindari sifat bohong karena akan merusak hubungan sosial dan merugikan diri sendiri.2) IstiqamahIstiqamah diterjemahkan sebagai bentuk kualitas batin yang malahirkan sikap konsisten (taatazas) dan teguh pendirian untuk menegakkan dan membentuk sesuatu menuju padakesempurnaan atau kondisi yang lebih baik, sebagaimana kata taqwim menuju pula padabentuk yang sempurna (qiwam),ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ‟Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈSesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . (at-Tiin:4)Abu Ali ad-Daqqaq berkata, “Ada tiga derajat peringat istiqamah, yaitu menegakkan ataumembentuk sesuatu (taqwim) menyehatkan dan meluruskan (isqamah), dan berlaku lurus(istiqamah). Taqwim menyangkut disiplin jiwa, isqamah berkaitan dengan penyempurnaan,
    • dan istiqamah berhubungan dengan tindakan mendekatkan diri kepada Allah.”[26] Adapunlawan kata dari istiqhomah tidak teguh pendirian dan tidak konsisten terhadap apa yang diaucapakan atau perbuat.Sedangkan ciri-ciri orang yang disebut sebagai orang yang istiqomah adalah merekamempunyai tujuan, mereka adalah orang yang kreatif, mereka sangat menghargai waktu,mereka bersikap sabar.3) FathanahPada umunya, fathanah diatikan sebagai kecerdasan, kemahiran, atau penguasaan terhadapbidang tertentu padahal makan fathanah merupakan kecerdasan yang mencakup kecerdasanintelektual, emosional, dan terutama spiritual.Seorang yang memiliki sifat fathah, tidak saja menguasai bidangnya, tetapi memiliki dimensiruhani yang kuat. Keputusan-keputusannya menunjukkan warna kemahiran professional yangdidasarkan pada sikap moral atau akhlak yang luhur. Seorang yang fathanah itu tidak sajacerdas, tetapi juga memiliki kebijaksanaan atau kearifan dalam berfikir dan bertindak.Sedangkan lawannya adalah bodoh, yakni melakukan perbuatan bodoh (jahil).Cir-ciri orang fathanah adalah Diberi Hikmah Dan Ilmu, mereka berdisiplin dan proaktif,mampu memilih yang terbaik.4) Amanahamanah merupakan dasar dari tanggung jawab, kepercayaan, dan kehormatan serta prinsip-prinsip yang melekat pada mereka yang cerdas secara ruhani. Di dalam nilai diri yangamanah itu ada beberapa nilai yang melekat yaitu: 1) Rasa tanggung jawab (takwa), 2)kecanduan kepentingan dan sense of urgency, 3) Al-Amin, krideble, ingin dipercaya danmempercayai, 4) Hormat dan di hormati (honorable).[27] Lawan dari kata amanah adalahberkhianat atau tidak bertanggung jawab terhadap apa yang telah menjadi tanggungannya.5) TablihgKata tablihg di dalam al-Qur‟an disebut dalam bentuk kata kerja (fi’il) sedikitnya ada sepuluhkali (al-Maidah:67, al-Azhab: 62 68, al-Ahqaaf: 23, al-Jin: 28, al-A‟raaf: 79, 92, Huud: 57)yang merupakan bentukan dari akar kata balagha-yublahgu-tabliighan.artinya prosesmenyampaika sesuatu untuk mempengaruhi orang lain melalui lambing-lambang yang berarti(the process of transmitting the meaningful symbol).Nilai tablihg telah memberikan muatan yang mencakup aspek kemampuan berkomunikasi(communication skill), kepemimpinan, pengembangan dan peningkatan kualitas sumber dayainsani dan kemampuan diri untuk mengelola sesuatu.K. Metode Penelitian1. Lokasi PenelitianPenelitian ini akan dilaksanakan di MAN 03 Malang, Tepatnya di Jl. Bandung Gg.03Malang, letak geagrafis lokasi sekolah berada pada kawasan dekat dengan pemukiman
    • masyarakat heterogen dan pusat-pusat perbelanjaan, sehingga itu tidak menutupkemungkinan para siswa akan terpengaruh terhadap lingkungan sekiatar. Seperti membolossekolah karena jalan-jalan ke mal. Oleh karena itu diperlukan kajian pengaruh kecerdasanemosional inteligensi terhadap akhlak siswa kelas II MAN 03 Malang.2. Pendekatan dan Jenis PenelitianPendekatan penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang kami ambildalam bentuk angka akan diproses secara statistik.[28] Dan dideskripsikan secara deduksiyang berangkat dari teori-teori umum, lalu dengan observasi untuk menguji validitaskeberlakuan teori tersebut ditariklah kesimpulan. Kemudian di jabarkan secara deskriptif,karena hasilnya akan kami arahkan untuk mendiskripsikan data yang diperoleh dan untukmenjawab rumusan.Sedangkan jenis penelitiannya berdasarkan tempat adalah penelitian lapangan (fieldresearch) dan studi pustaka. Studi pustaka digunakan untuk melakukan pengumpulan datadari berbagai literatur yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam skripsi ini.Penelitian lapangan (field research) digunakan pengumpulan data dari objek penelitian, baikberupa data kuantitatif maupun data kualitatif yang diperlukan, dan jenis penelitianberdasarkan tekniknya adalah Survey Research (Penelitian Survei), karena tidak melakukanperubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.3. Desain PenelitianPenelitian ini menggunakan Correlation Studies, rancangan ini sangat sederhana, dua sekordikumpulkan, satu set untuk satu variabel yang dicakup dalam penelitian dihubungkandengan variabel lainnya. Koefisien relasi menunjukkan kekuatan hubungan antar varibel.[29]4. Data dan Sumber DataSumber data dalam penelitian kuantitatif ini adalah berupa data primer dan sekunder. Dataprimer diambil berdasarkan hasil pengumpulan data melalui angket yang dibagikan kepadaresponden secara langsung, serta melalui observasi langsung terhadap objek. Sedangkan datasekunder didapatkan melalui laporan prestasi belajar siswa yang dapat berupa buku raport.5. Populasi dan Teknik Pengambilan SampelMenurut Burhan Bungin populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objekpenelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, segala, nilai,paristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-obejk ini dapat menjadi sumber datapenelitian.[30] Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II MAN 03 Malangyang berusia 16-17 tahun.Jumlah seluruh siswa kelas II MAN 03 Malang selurunya adalah 252 siswa. Karena terlalubanyaknya populasi maka perlu diadakan teknik pengambilan sampel dengan menggunkancara penarikan sample dari populasi. Sampel yang digunakan adalah sampling random(random sampling), dengan penentuan besar sampelnya berdasarkan pendapat SuharsimiArikunto yang mengatakan bahwa jika jumlah populasinya lebih dari 100 maka dapat diambil15% dari populasi.[31]
    • 6. Instrumen PenelitianSuatu alat ukur dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikaninformasi yang jelas dan akurat apabila telah memenuhi beberapa kriteria yang telahditentukan oleh para ahli psikometri, yaitu kriteria valid dan reliabel. Oleh karena itu agarkesimpulan tidak keliru dan tidak memberikan gambaran yang jauh berbeda dari keadaanyang sebenarnya diperlukan uji validitas dan reliabilitas dari alat ukur yang digunakan dalampenelitian.a. Uji ValiditasValiditas lebih berupa derajat kedekatan kepada kebenaran dan bukan masalah sama sekalibanar atau sekali salah. Validitas adalah suatu proses yang tak perah berakhir. Suatu carapengukuran yang telah lama sekali diyakini akan validitasnya, suatu ketika ditemukan bukti-bukti baru aka kesalahan atau kekurangannya, sehingga dilakukan penyempurnaan ataupeurbahan prosedur dan alat ukur tersebut.[32]Uji validitas item yaitu pengujian terhadap kualitas item-itemnya yang bertujuan untukmemilih item-item yang benar-benar telah selaras dan sesuai dengan faktor yang ingindiselidiki. Cara perhitungan uji coba validitas item yaitu dengan cara mengorelasikan skortiap item dengan skor total item.Dalam penelitian ini digunakan pendekatan validitas konstruk (construct validity) yaituvaliditas yang mengacu pada konsistensi dari semua komponen kerangka konsep. Untukmenguji tingkat validitas instrumen penelitiannya, maka digunakan rumus teknik Regresiliner sederhana.Bagian dari uji validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah melalui analisis butir-butir,dimana untuk menguji setiap butir skor total valid tidaknya suatu item dapat diketahui denganmembandingkan antara angka regresi linier sederhana (r Hitung) pada level signifikansi 0,05nilai kritisnya. Instrumen penelitian ini dikatakan valid dimana nilai korelasinya lebih besardari 0,3.b. Uji ReliabilitasReliabilitas adalah menunjuk pada tingkat keterdalaman sesuatu. Data yang reliabel adalahdata yang dihasilkan dapat dipercaya dan diandalkan. Apabila datanya memang banar-benarsesuai dengan kenyataannya, maka berapa kali pun diambil, tetap akan sama.[33]Uji realibilitas adalah dengan menguji skor antar item dengan tingkat signifikansi 0,05sehingga apabila angka korelasi yang diperoleh lebih besar dari nilai kritis, berarti itemtersebut dikatakan reliabel. Uji Alpha Cronbach digunakan untuk menguji realibilitasinstrumen ini.Rumus Alpha Cronbach[34]:7. Metode Pengumpulan Dataa. Observasi
    • Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinyadengan format atau blangko pengamatan sebagai instrument. Format yang disusun berisiitem-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadiDari penelitian berpengalaman diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasibukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakanpenilaian ke dalam suatu skala bertingkat. Misalnya kita memperhatikan reaksi penontontelevisi, bukan hanya mencatat bagaimana reaksi itu, dan berapa kali muncul, tetapi jugamenilai reaksi tersebut sangat, kurang, atau tidak sesuai dengan yang kita kehendaki.b. DokumentasiMetode dokumentasi dilakukan dengan cara mencari data tentang hal-hal atau variabel yangberupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dansebagainya.Lexi J. Moleong mendefinisikan dokumen sebagai setiap bahan tertulis ataupun film, yangtidak dipersiapkan karena adanya permintaan aseorang penyidik.[35]Menurut Guba dan Lincoln, (1981) Penggunaan metode dokumen dalam penelitian ini karenaalasan sebagai berikut.[36]1) Merupakan sumber yang stabil, kaya, dan mendorong.2) Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian.3) Berguna dan sesuai dengan penelitian kualitatif karena sifatnya yang alamiah, sesuaidengan konteks, lahir dan berada dalam konteks.4) Tidak reaktif sehingga tidak sukar ditemukan dengan teknik kajian isi.5) Dokumentasi harus dicari dan ditemukan.6) Hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas tubuhpengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.c. AngketMetode angket merupakan serangkaian atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis,kemudian dikirim untuk diisi oleh responden. Setelah diisi, angket dikirim kembali ataudikembalikan kepeneliti.[37]Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat langsung dan tertutup.Artinya angket yang merupakan daftar pertyanyan diberikan langsung kepada mahasiswasebagai subyek penelitian, dan dakam mengisi angket, mehasiswa diharuskan memilih karenajawaban telah disediakan.8. Analisis DataSecara garis besar, pekerjaan analisis data meliputi tiga tahap utama:
    • 1. Persiapan: mengecek nama, isian, dan macam data.2. Tabulasi : memberi skor, memberi kode, mengubah jenis data, dan coding dalamcoding form.3. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian:4. Penelitian deskriptif : presentase dan komparasi dengan criteria yang telah ditentukan5. Penelitian komparasi: dengan berbagai teknik korelasi sesuai dengan jenis data.6. Penelitian eksperimen: diuji hasilnya dengan t-test.Namun oleh karena data yang dikumpulkan baru data mentah, maka sebelum di analisis, datamentah tersebut diolah lebih dahulu sebelum dianalisis dengan tehnik analisis tertentu. Dansecara umum teknik analisa data untuk kuantitatif menggunakan metode statistic, dan agarmudah biasanya di bantu oleh program komputer, seperti SPSS, SPS, Minitab, MS exel, dll.Terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisa data dalam penelitian, yaitu:statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametrisdan statistik non parametris. Dalam penelitian ini, menggunakan statistik inferensia dan jugadeskriptif, karena kedua- duanya sangat membantu dalam penelitian ini.Bila persyaratan penggunaan teknik analisis statistik benar, maka hasilnya dapat digunakanuntuk menerima atau menolak hipotesis atau untuk menolak atau menerima teori yangdiujinya. Sebagimana diketahui bahwa tujuan akhir penelitian kuantitatif ialah untuk mengujiteori. Oleh karena itu, lengkapnya data yang dikumpulkan dari uji validitas dan uji reliabilitasmerupakan criteria mutu hasil penelitian. Sebab, data yang tidak valid dan tidak reliableberarti data itu salah dan tidak dapat dipercaya, sehingga kalau data itu dianalisis, hasilnyajuga akan salah.Berdasarkan skala pengukurannya, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah datainterval dan ordinal, data interval yaitu data yang selain mengandung unsur penamaan urutanjuga memiliki sifat interval (selangnya bermakna). Disamping itu data ini memiliki ciri angkanolnya tidak mutlak. Skala interval memiliki ciri matematis additivity, artinya kita dapatmenambah atau mengurangi. Sedangkan data ordinal adalah digunakan untuk mengurutkanobjek dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi atau sebaliknya. Ukuran ini tidakmemberikan nilai absolut terhadap objek, tetapi hanya memberikan peringkat saja. Jika kitamemiliki sebuah set objek yang dinomori, dari 1 sampai n, misalnya peringkat 1, 2, 3, 4, 5dan seterusnya, bila dinyatakan dalam skala, maka jarak antara data yang satu dengan lainnyatidak sama. Ia akan memiliki urutan mulai dari yang paling tinggi sampai paling rendah. Ataupaling baik sampai ke yang paling buruk. Misalnya dalam skala Likert.Dalam penelitian ini, akan digunakan analisis data dengan metode statistik parametik. Karenastatistik parametik dapat dilakukan jika sample yang akan dipakai berasal dari populasi yangberdistribusi normal. Jumlah data yang digunakan dalam analisis ini minimal 30 sampel danmenggunakan yang berupa data interval dan ordinal. Ini sangat berkaitan dengan data Intervalyang telah digunakan sebelumnya.Dalam penelitian ini, menggunakan analisis korelasi. Karena digunakan untuk mengujihubungan antara 2 variabel atau lebih, apakah kedua variabel tersebut memang mempunyaihubungan yang signifikan, bagaimana arah hubungan dan seberapa kuat hubungan tersebut.Untuk menguji penerimaan atau penolakan Ho telah ditentukan untuk menggunakan 2 arah(two sided test). Tahap dari penggunaan rumus korelasi diatas adalah:
    • a) Menggunakan rumus korelasi untuk mendapatkan r hitungb) Menentukan tingkat signifikansi (level of significance) yaitu sebesar 5 %.c) Melihat nilai kritis menurut table nilai t dengan tingkat signifikansi sebesar 5 %.d) Mengambil kesimpulan apakah menerima atau menolak Ho dengan membandingkanantara nilai r hitung dan r tabel.L. Sistematika Penulisan PembahasanAgar memperoleh gambaran yang lebih jelas dan menyeluruh mengenai pembahasan skripsiini. Maka secara global penulis merinci dalam sistematika pembahasan ini sebagai berikut.Bab I, merupakan kerangka dasar yang berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuanpenelitian, kegunaan penelitian, ruang lingkup penelitian, metode penelitian dan sistematikapembahasan.Bab II, berisi tentang kajian pustaka, dengan bab ini dapat dijadikan dasar untuk penyajiandan analisis data yang ada relevansinya dengan rumusan masalah.Bab III, berisi tentang metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian, diantaranya:pendekatan dan jenis penelitia, data dan sumber data, populasi dan sampel, intrumen,pengumpulan data, dan análisis data.Bab IV, berisi tentang laporan hasil penelitian terdiri atas latar belakang obyek, penyajian dananalisis data.Bab V, berisi tentang paparan data dan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan.Bab VI, penutup dari seluruh rangkaian pembahasan yang berisi tentang kesimpulan dansaran-saran.M. Pustaka SementaraAgustian, Ary Ginanjar. 2001.Rahasian Sukses membangun kecerdasan emosi dan spiritual(The ESQ way 165). Jakarta: Arga.Anne Craig, Jeanne. 2004. Bukan seberapa cerdas diri anda tetapi bagaiman andacerdas/alih bahsa Arvin saputra. Batam: Interaksara.Aritkunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: rieneka.Asmaran. 2002. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Bungin, Burhan. 2006. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, danKebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.Djunaidi Ghony dan Fauzan Almanshur. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan(Pendekatan Kuantitatif). Malang: UIN Press.
    • Daryanto. 1997. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap. Surabaya: Appolo.Goleman, Daniel. 2000. Working With Emotional Intelligence (terjemahan). Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.Goleman, Daniel. 2002. Emitional Intelligence (terjemahan). Jakata : PT Gramedia PustakaUtama.Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja RosdaKarya.Mu‟adz, Haqiqi Ahmad. 2003. Berhias dengan 40 Akhlakul Karimah (terjemahan). Malang:Gajayana Tauhid Press.Shapiro, Lawrence E. 1997. Mengajarkan Emosional Inteligensi Pada Anak/Lawrence E.Shapiro; alih bahasa, Alex Tri Kantjono. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Shofiana, Ana. Video Pemerkosaan Anak SMP Beredar di Lampung.(http://m.detik.com./jumat, 11 September 2009 | 08:50 WIB)Suharsono. 2005. Melejitkan IQ, EQ, SQ. Depok, Inisiasi Press.Tuti. Kecerdasan Emosional (http;//tuti.azzahra-university.ac.id. Selasa 15-12-2009. 12:00WIB)Tawuran, Lengan Siswa Nyaris Putus. (Http;//Kompas.com. Jumat, 11 September 2009 |08:45 WIB)Tatapangarsa, Humaidi. 1982. Pengantar Ilmu Akhlak. Surabaya, PT. Bina Ilmu.Toto Tasmara. 2001. Kecerdasan Ruhaniyah (Transendental Inteligence). Jakarta: GemaInsani.Yuswianto. 2002. “Metodologi Penelitian.” Buku Ajar, Fakultas Tarbiyah UIN Malang.[1] Tuti. Kecerdasan Emosional/ http;//azzahra-university.ac.idselasa 15-12-2009. 12:00 WIB[2] Jeanne Anne Craig. Bukan seberapa cerdas diri anda tetapi bagaiman anda cerdas/alihbahsa Arvin saputra. (Batam: Interaksara,2004).hlm 19[3] Suharsono. Melejitkan IQ, EQ, SQ. (Depok: Inisiasi Press,2005). hlm 115[4] http;//Kompas.com. Tawuran, Lengan Siswa Nyaris Putus. Jumat, 11 September 2009 |08:45 WIB.[5] Ana Shofiana S. Video Pemerkosaan Anak SMP Beredar di Lampun.http://m.detik.com./jumat, 11 September 2009 | 08:50 WIB.
    • [6] Suharsono. Op., Cit., hlm 116[7] *Ibid. hlm 119[8] Daryanto. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap. (Surabaya: Appolo, 1997) hlm 484[9] Ary Ginanjar Agustian. Rahasian Sukses membangun kecerdasan emosi dan spiritual(The ESQ way 165). (Jakarta: Arga, 2001). Hlm 41[10] Daniel Golman. Emitional Intelligence (terjemahan). (Jakata : PT Gramedia PustakaUtama, 2002). hlm. 411[11] *Ibid. Hlm. 411[12] Lawrence E Saphiro. Mengajarkan Emosional Inteligensi Pada Anak/Lawrence E.Shapiro; alih bahasa, Alex Tri Kantjono. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1997). Hlm. 8[13] *Ibid. hlm. 10[14]Daniel Goleman. Working With Emotional Intelligence (terjemahan). (Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama 2000). Hlm. 180[15] Daniel Goleman (2002). Op., Cit., hlm. 52[16] Toto Tasmara. Kecerdasan Ruhaniyah (Transendental Inteligence). (Jakarta: GemaInsani, 2001). Hlm 229[17] *Ibid. Hlm. 64[18] *Ibid. Hlm. 77-78[19] *Ibid. Hlm. 57[20] *Ibid. Hlm. 59[21] Ahmad Mu‟adz Haqiqi. Berhias dengan 40 Akhlakul Karimah (terjemahan). (Malang:Gajayana Tauhid Press, 2003). Hlm 20[22] Humaidi Tatapangarsa. Pengantar Ilmu Akhlak. (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1982). Hlm.7-8[23] Asmaran. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta: PT. (Raja Grafindo Persada, 2002). Hlm. 46[24] Toto Tasmara. Op.,Cit., Hlm 189[25] *Ibid. hlm. 190[26] *Ibid. hlm. 203[27] *Ibid. hlm. 222
    • [28] Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (Jakarta: RienekaCipta. 2002). Hlm. 10[29] Yuswianto. “Metodologi Penelitian.” Buku Ajar, Fakultas Tarbiyah UIN Malang 2002.Hlm. 23-26[30] Burhan Bungin. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, danKebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. (Jakarta: Kencana, 2006). Hlm. 100[31] Suharsimi Arikunto. Op., Cit., hlm. 112[32] Djunaidi Ghony dan Fauzan Almanshur. Metodologi Penelitian Pendidikan (PendekatanKuantitatif). (Malang: UIN Press, 2009). Hlm 195[33] Suharsimi Arikunto. Op., Cit., hlm 154[34] *Ibid. hlm 171[35] Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya,2007) hlm. 216[36] *Ibid. hlm 217[37] Burhan Bungin. Op., Cit., hlm 123AkhlakSetting Orang TuaSistem SosialEQ siswaAbout Rofiah
    • simple, lucu, and energik.... View all posts by RofiahThis entry was posted on Saturday, January 23rd, 2010 at 1:31 pm and posted in Pendidikan.You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.« Cinta Yang AgungKepribadian »63 Responses to “Proposal Penelitian Kuantitatif: Pengaruh Emosional InteligensiTerhadap Ahklak Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri 03 Malang”budiatturatsJanuary 28th, 2010 at 12:02 amass.warahmatullah…mbk….defenisi akhlak yang mbk cantumkan di proposal anda,saya melihat tidak jelas. pertama : kata-kata al-qozali ini siapa? setahu saya namanyaal-ghazali. kedua : anda mengutip dari kitabnya yang mana? ketiga : referensi andadalam menngupas sisi akhlak ini buku2nya masih lemah, misalnya bukunya tototasmara…saya merekomendasikan anda menggunakan itab al-akhlak fil islam (1988)cetakan kairo. penjelasanyaa ada dihalaman 12 dan seterusnya oleh DR. abdullatifmuhammad abdu. semoga bermanfaat.. mampir di blog saya ya….Replyo RofiahJanuary 28th, 2010 at 1:56 amthanks masukannya….. masalh nama al-gozali dan al-ghozali sebenarnyakesalahan dalam pengetikan, nanti saya edit lagi. kitabnya bleh juga nanti sayacoba untuk mencarinya…………thank‟s bangt zaaa……Reply psykopatsJuly 5th, 2010 at 10:40 amWEZZZZ MANTEP AE BE‟E AKUUU SUWON YO MBAK …DUUUUHHHH SALAH AYU PUENTER PISANNN WELEHWELEHHHHhttp://www.psykopat.co.ccmoh subhan muidFebruary 3rd, 2010 at 1:43 pm
    • pengen tahu definisi secara global dan spesifik bagi perkembangan anak usia dini.bisa bantu ga‟ carikan dan di poskan ke e-mail kami.by:mohsubhan_muid@yahoo.comReplyM.NASBI JAYAJune 12th, 2010 at 2:22 amMbak,makasih ya atas contoh proposalnya.awalnya aku ngak tahu gimana bentukproposal penelitian itu .jadi aku banyak belajar dari proposal mbak……salam kenaldari aku Y..!!!!!!!!!!Replyo RofiahJune 18th, 2010 at 2:07 amya sama-sama…..smga bermamfaat…..Reply psykopatsJuly 8th, 2010 at 7:42 amhehehe aminnn psykopart@yahoo.com (fbq) CapungMarch 2nd, 2012 at 1:15 pmbisa minta angket atau istrumen penelitian tuk kecerdasan emosional??ke yahoo. Chapuk luttujie..help…M.NASBI JAYAJune 12th, 2010 at 2:27 amMbak,,ble mintak nomor HP Mbak ngak kalo bole aku mintak y kirim ke nomoraku..085768476667ReplyanaJune 15th, 2010 at 10:33 am
    • mba‟ leh ngopy proposalnya ya….buat contoh tugas,,leh ya..ya..makasih..Replyo RofiahJune 18th, 2010 at 2:04 ambolh azza…slma bermanfaat…..thanks da ngunjungin blogq….Replyproposal kuantitatif « Psykopatss BlogJuly 9th, 2010 at 3:26 am[...] Akhlaq ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbulperbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran(lebih dulu).[22] [...]ReplycanderaSeptember 3rd, 2010 at 1:56 amasw, mas proposalnya kren abiezzz……mas blh dak, km minta bahan2 nya. kami juga pengen buat skripsi dari judul itu.ReplydeOctober 2nd, 2010 at 3:31 amsalam kenal mba..,untuk proposalnya boleh saya pinjam ya sebagain bahan tambahan untuk buatproposal saya nanti.thanksReplyverdyOctober 20th, 2010 at 7:12 pmBAGUS JG TP KLO NGETIK JNGN BURU-BURU MBA….
    • Replyo RofiahOctober 24th, 2010 at 8:20 amiya, maaf…memang proposal ini belum di revisi…ReplyverdyOctober 20th, 2010 at 7:22 pmKOQ ISI-A SMA DNGN LINK :http://psykopats.wordpress.com/2010/07/09/proposal-kuantitatif/Replyo RofiahOctober 24th, 2010 at 8:19 amiya, blog http://psykopats.wordpress.com/2010/07/09/proposal-kuantitatif/ yagmemposting proposal ini meng kopi paste dari blog saya, dgn mengantinamanya n merapikan tlisannya saja..sy sdh mengkonfirmasikan mslh ini sblmnya ke dy…tp dy hnya blng mntamaaf…biassa… orang2 sprti itu udah lumrah, apa lg di indonesia….awlnya saya sangt marah, krn propsl ini sya membuatx sndiri. tp ya sdhlah..percuma mrh2…kl memng sya jg mngkopy paste dr orng lain, sy tdk akan marh, bat apa mrh??kn q jg kopy paste, iykan??q hrap, teman2 yang membaca blog saya, dan mencontoh dr proposal ini, tidakseperti itu.saya hrapakan teman2 lebih kreatif n inovativ lg. tdk hanya mencontoh dgn jdlyg sama, tp lebih mengembangkannya lagi…krn sya jg msh bljr n msh mempunyai banyak kesalahan di sana-sini…tapi proposal yang saya posting ini, adalh proposal yang belum di revisi.saya sudah menrevisinya, dan sudah di setujui oleh para dosen. jadi banyakyag berubah dari proposal ini.insyaallah kl ada waktu saya akan share pada teman2.mari kita menjadi pemuda yag kreatif, inovativ dan berkarakter…sehingga kita tidak hanya menjadi pemuda pembebek!!!Reply
    • icaOctober 21st, 2010 at 8:33 amTERIMAKASIH……………….Replyo RofiahOctober 24th, 2010 at 8:21 amsama2….ReplyphieddaOctober 29th, 2010 at 12:05 pmmkce ea mbak..Replyo RofiahOctober 30th, 2010 at 10:16 pmsama2…ReplyBAHAR SUNGKOWONovember 9th, 2010 at 3:29 pmWah mancaap benar proposalnya, punten diikhlaskan untuk copas yaa….haturnuhunnnnn…….Replyo RofiahNovember 9th, 2010 at 10:37 pmukey.. tp copasnya yang cerdas yaw?!!ReplyKUSFRIADINovember 28th, 2010 at 10:03 pm
    • siip lanjutkanReplyHermanNovember 28th, 2010 at 10:09 pmoke, ada tambahan revensiReplycandraJanuary 1st, 2011 at 1:04 pmasslmkm, ijin buat copas dikit ya..jzk…..ReplyRofiahJanuary 7th, 2011 at 4:38 amcopasnya yang cerdas….. jngn asal cpas aja yach…ReplycahyaJanuary 14th, 2011 at 2:43 pmMakasih ya mbak, telah berbagi, smoga mba Rofi‟ah tambah cakep, tambah rezeki,tambah ilmu dan tulisannya tambah bermutu. ok, saya nantikan tulisan-tulisanlainnya. matur nuwun.ReplyRofiahJanuary 16th, 2011 at 4:22 amamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin…….thinkyuuu cayaha…..da mampir di blog yang sederhana ini….Reply
    • o innpMarch 2nd, 2012 at 1:09 pmbisa minta contoh angket yang digunakan untuk kecerdasan emosional?ReplyfiqiJanuary 21st, 2011 at 6:01 pminilah contoh proposal kuantitatif yang baik…ReplyRofiahJanuary 24th, 2011 at 4:42 amtrimksih…tp ini masih bnyk salah….thinkyu da mampr di blog yng sederhana iniReplypanca leksanaJanuary 27th, 2011 at 8:15 amtolong mas direvisi kembali ya mas arik biar keluarga indonesia anaknya cerdas-cerdasReplyo RofiahFebruary 1st, 2011 at 4:28 amyups!! betul….ReplyshafaJanuary 31st, 2011 at 3:53 pmprop bagus………Reply
    • o RofiahFebruary 1st, 2011 at 4:34 amthinkyuuu….mohon berkan kritikan yg mmbangun zah….ReplyANDIFebruary 10th, 2011 at 4:21 ammatur suwun sanget proposalnya yaa…q copy ya… buat contohhproposalmu good tenan!!!!!!!!Replyo RofiahFebruary 12th, 2011 at 5:05 amyoa.. cama2…thinkyuuu da mampir…n ambil mamfat dari blog sederhana ini…ReplyahmedFebruary 26th, 2011 at 4:01 amkalo menurut mbak gimana arahnya….kalo judul skripsi kacerdasan dalam perspektifari ginanjar……..trims atas masukannya nanti…….Replyo RofiahFebruary 27th, 2011 at 9:05 amya menurut q bagus, yang terpenting. u harus benr2 th seperti apa kecerdasanyang ari ginanjar maksudkan, n kmu jg harus banyak memmiliki buku yangmengarah kesana. karena penelitian bs gugur gr2 keterbatas buku.n krn jnspennlitian yang akan kmu teliti nntnya adalah labrary reseach, maka kamuhrus banyak memmiliki dapusnya.trimakasih…kmu bs konsultasikan pada yg lbh ahli… karena aku msh banyak memilikikekurangan..
    • thenkyuuuusering2 mampir…>_<ReplyahmedFebruary 26th, 2011 at 4:06 amsayaReplyo RofiahFebruary 27th, 2011 at 9:06 am>?????????????????ReplyichoApril 4th, 2011 at 2:08 amizin copy buat tambahan referensi ya mba…Replyo RofiahJune 16th, 2011 at 8:35 amyups!! kopy tp yg cerdas yach…sucsess!!Replyveny_maniezApril 14th, 2011 at 6:08 amaslm, mbk……. ko q baca proposal mbak lebih k penelitian kualitatif y??? atau bisamixed method (gabungan antara kualitatif n kuantitatif),,,,, benar g??ReplyfiyaMay 24th, 2011 at 5:21 am
    • Aslm, makasih y mba‟..mbaca proposal mb‟ Q jdi terinspirasi u/ bahn proposal Q, klwsedkt Q analisa, penelitian ini memang agak rancu, kualitatif tw kuantitatif, selain itupemaparan teori ny jug tdk begitu jels, sehg2a ketk Qt mbca ny terasamengambang,..hemm..tp, sip bget deh! Mog sukses aj deh mb‟..ReplyChicharitoMay 30th, 2011 at 7:31 amkak… mantep nih… Nice!!!ReplyadungJune 11th, 2011 at 7:59 amminta pembuatan angketnya dong teh…trim‟s sblumnya…ReplybagusJune 28th, 2011 at 10:32 amhmmm…..makasih nona yang cantik…..^_^….ReplymikoJuly 1st, 2011 at 1:44 pmmba aku nyari contoh instrumennya koko nggak ada padahal penting banget buat sayatuh mba lain kali yang lengkap ya mbaaa tetapi maksih buat tambhan referensinyaReplynewscoveryJuly 3rd, 2011 at 11:01 amterimakasih bnyk. ini sgt membantu..Reply
    • UdadJuly 18th, 2011 at 5:32 pmnyuwun sewu, badhe kulo jiplak damel tugaas, ngapunten lan suwun ingkangkathah….ReplyRaden WahyudieNovember 10th, 2011 at 4:25 pmasssalamualaikum…..salam kenal…ReplyRioDecember 23rd, 2011 at 12:16 pmmksh ya mb cantik… keren penelitiannya ^_^slm kenal…Replybakaruddin hutabaratDecember 28th, 2011 at 2:22 pmkak di kopy ya……ReplyalexDecember 30th, 2011 at 6:33 pmizin copy ya mb. untuk referensi, makasih..ReplyCapungMarch 2nd, 2012 at 2:07 pmbisa minta file angket untuk instrumen penelitian saya… anket kecerdasanemosional..ni no aku., 085342052250,,makasih bxk sebelumx,,,or lw emg bz ,,krim keE-mail aku,,,Chapunkluttujie@yahoo.co.id
    • ReplyellyMarch 8th, 2012 at 1:06 pmsyukron…..proposal anda telah membntu saya,,,,,,!!!!!!ReplyfaizJuly 12th, 2012 at 4:25 amtrims ya ….aq bru buka ini…..kenalin aq faiz dr baliReplymasfitNovember 4th, 2012 at 9:24 pmijin copy ya sist…ReplyPrices Nuri RahardjoJanuary 7th, 2013 at 2:15 amizin buat referensi tambahan ya,,,thanksReplydiyasFebruary 23rd, 2013 at 4:57 pmmbag,,,,,,,,,,,thanks eachh atas paparan contoh proposalnya. dengan membacaproposal yang mbag buat saya lebih memahami cara membuat proposalpenelitian.smg allah memblasnya dg kebaikan jugaReplyLeave a Reply
    • Goleeek…searchmy kalenderJanuary 2010M T W T F S S« Aug Feb »1 2 34 5 6 7 8 9 1011 12 13 14 15 16 1718 19 20 21 22 23 2425 26 27 28 29 30 31Tulisan Terataso TEORI PERKEMBANGAN MORAL MENURUT KOHLBERGo Proposal Penelitian Kuantitatif: Pengaruh Emosional Inteligensi TerhadapAhklak Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri 03 Malango Sinopsis: The Freedom Writers Diaryo TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DAN SEAGAMAo PENGERTIAN, TEMPAT, FUNGSI DAN ALIRAN-ALIRAN SERTAMETODE PENELITIAN DALAM SOSIOLOGI AGAMAo STRATEGI UNTUK MENARIK PERHATIAN SISWA DI KELASo PTK : “Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam MelaluiPengajaran Ala Permainan Bingo Siswa Kelas VII D SMPN I Turen”.o The Climb lyrics Songwriters: Alexander, J; Mabe, J;o "QuiZ Bodoh" yang Bikin Orang Jadi Berfikir Kreatif : Just 4fun "^_^"o PERNIKAHAN LINTAS AGAMATulisan Terakhiro HIDUPo Cinta untuk yang terindaho Rasaku padamu..o Aku cinta kamuo Ronan KeatingArchiveso February 2011o January 2011o November 2010o October 2010o July 2010o June 2010o May 2010o April 2010o February 2010
    • o January 2010o August 2009Klik tertinggio NoneCuap-Cuapdhie on “QuiZ Bodoh” yang …Heri on STRATEGI UNTUK MENARIK PERHATI…diyas on Proposal Penelitian Kuantitati…Tmt Tavz Muh Taufiq on TEORI PERKEMBANGAN MORAL MENUR…Prices Nuri Rahardjo on Proposal Penelitian Kuantitati…TagsLink Instansio Brawijayao MAN Tambak Beras Jombango UIN Maulana Malik Ibrahim Malango UMMo Universitas Negeri Malango UNMERSunnah Mampiro Alieo Arfiastao Diyyao Faridao Firda Amaliao goldyoceantao Hasbullaho munawwar khalilo Nisao Papie Blogspoto Salmano Tafanyo tigabelazriboeo Tizar Rahmawano Uzy Ibni Muhammadwajib Mampiro Asmanadia
    • o ayuko Beasiswao Imam Suprayogoo lizzieo masanovao Ngaji rek…o Radityadikao Swanio Tidak menariko RSS - Postso RSS - CommentsAgama CuampuR DiaryKutipan Para Tokoh lirik laguMovieMusic Opini PendidikanPoetry Psikologi UncategorizedI Love AllahSiti Rofiah adalah penggemarI LOVE ALLAHBuat Lencana PenggemarBlog Statso 100,597 hitsFriendsFollow this blogLangganan SurelMasukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerimapemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.Join 6 other followers
    • Chat yukk…Twitter Updateso @yihongessa its so complicated to explain essaa... Hihiiiii 18 hours agoo @25_Dealicious ya i know... sudah terlihat koq hohohoho 1 day agoo @25_Dealicious Sudah tdk ad pesonny,daya tarikny,manisny,pintarny,hargny, tdk dpt dibanggakn bhkan istimewany sdh pudr..takberbeks sm skl. 1 day agoo @yihongessa yes im ok essaaa.... now im looking 4new job... 1 day agoo @yihongessa yaaaa Im oke essaaa... Now Im looking for a new job...2 days agoMy Face BookRofiah Nurul JamilBuat Lencana AndaSubscribe RSSBlog at WordPress.com. Theme: Elegant Grunge by Michael Tyson.FollowFollow “Orthevies Blog”Get every new post delivered to your Inbox.Powered by WordPress.com