BUDIDAYA RUMPUT LAUT
Oleh :
Silvy syukhriani (e1i012031)
PENDAHULUAN
Budidaya rumput laut sudah menjadi perhatian
masyarakat, hal ini disebabkan adanya permintaan yang
tinggi baik...
PEMILIHAN LOKASI
 Perairan harus cukup tenang, terlindung dari pengaruh
angin dan ombak yang kuat.
 Tersedianya sediaan ...
Melakukan Uji Penanaman
Langkah yang perlu diperhatikan :
 Timbang bibit rumput laut yang akan ditanam.
 Beri nomor atau...
Menyiapkan Areal Budidaya
a. Bersihkan dasar perairan lokasi
budidaya dari rumput laut-
rumput laut liar dan tanaman
pengg...
TEKNOLOGI YANG DAPAT
DITERAPKAN
1. Metode tali
Pada metode ini
digunakan tali
monofilament atau
polyethilene yang
diikatka...
2. Metode Jaring
Pada metode ini
digunakan jaring
monofilament atau
polyethylene dengan
ukuran 5×2,5 m
yang diikatkan pada...
Budidaya rumput laut
Budidaya rumput laut
Budidaya rumput laut
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Budidaya rumput laut

824 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
824
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
34
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Budidaya rumput laut

  1. 1. BUDIDAYA RUMPUT LAUT Oleh : Silvy syukhriani (e1i012031)
  2. 2. PENDAHULUAN Budidaya rumput laut sudah menjadi perhatian masyarakat, hal ini disebabkan adanya permintaan yang tinggi baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Usaha budidaya rumput laut sudah cukup berkembang berkat adanya dukungan pemerintah melalui departemen terkait, lembaga penelitian maupun komunitas para pembudidaya itu sendiri. Salah satu hambatan dalam pengembangan budidaya rumput laut adalah penyediaan lahan yang tepat dengan segala macam kesesuaian parameter yang dibutuhkan bagi rumput laut untuktumbuh secara optimal, sehingga dapat meminimalkan faktor resiko kegagalan.
  3. 3. PEMILIHAN LOKASI  Perairan harus cukup tenang, terlindung dari pengaruh angin dan ombak yang kuat.  Tersedianya sediaan rumput alami setempat.  Kedalaman perairan tidak boleh kurang dari 2 kaki (± 60 cm) saat surut terendah, kurang dari 7 kaki (± 210 cm) saat pasang tinggi.  Dasar perairan cocok untuk budidaya yang digunakan.  Jauh dari sumber air tawar.  Pergerakan air.  Kualitas air perairan.  Harus bebas dari predator.  Lokasi yang terjangkau.  Mudah memperoleh tenaga kerja.  Bebas dari bahan pencemar.  Izin dari pemerintah.
  4. 4. Melakukan Uji Penanaman Langkah yang perlu diperhatikan :  Timbang bibit rumput laut yang akan ditanam.  Beri nomor atau tanda pada tiap simpul tanaman untuk  Bersihkan tanaman uji setiap hari.  Perlakukan tiap tanaman/simpul secara individual/terpisah, dan cegah dari sengatan matahari secara langsung termasuk kontak langsung dengan air hujan.  Timbang tanaman setiap atau 15 hari untuk mengetahui tingkat pertumbuhannya.  Tanaman harus diperiksa secara teratur, bila ada tanaman yang hilang segera diganti.  Ikuti pertumbuhan tanaman dengan mengukur pertumbuhan.  Gunakan timbangan yang cukup baik tingkat ketelitiannya untuk mengukur berat tanaman.  Pemeliharaan minimal 1,5-2 bulan.
  5. 5. Menyiapkan Areal Budidaya a. Bersihkan dasar perairan lokasi budidaya dari rumput laut- rumput laut liar dan tanaman pengganggu lain yang biasa tumbuh subur. b. Bersihkan calon lokasi budidaya dari karang, batu, bintang laut, bulu babi, maupun hewan predator lainnya. c. Menyiapkan tempat penampungan benih, bisa terbuat dari kerangka besi dan berjaring kawat atau dari rotan, bambu,
  6. 6. TEKNOLOGI YANG DAPAT DITERAPKAN 1. Metode tali Pada metode ini digunakan tali monofilament atau polyethilene yang diikatkan pada dua tiang pancang yang dipasang dengan jarak sekitar 12 meter. Masing-masing tanaman diberi tanda (nomor) untuk dipantau pertumbuhannya.
  7. 7. 2. Metode Jaring Pada metode ini digunakan jaring monofilament atau polyethylene dengan ukuran 5×2,5 m yang diikatkan pada jaring pancang. Uuran mata jaring 60 cm.

×