Your SlideShare is downloading. ×
Kerajaan turki usmani
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kerajaan turki usmani

939
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
939
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan Islam adalah agama yang penuh dengan aturan. Baik dalam hal hubungan dengan Allah SWT., maupun dengan sesama manusia. Hubungan dengan sesama ini mencakup dalam beberapa aspek kehidupan diantaranya tata negara atau pemerintahan. Tata negara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan seperangkat prinsip dasar yang mencakupi peraturan susunan pemerintahan, bentuk negara dan sebagainya yang menjadi dasar pengaturan suatu negara. Berangkat dari pengertian ini dan dengan mengacu pada aspek pembahasan, maka dalam makalah ini akan di jelaskan bagaimana tata aturan pemerintahan dalam Islam pada masa Dinasti Umayyah, Dinasti Abassiyah, dan Turki Utsmani. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Pembentukan Dinasti Umayyah, Dinasti Abassiyah, dan Turki Utsmani? 2. Apa saja kemajuan yang dicapai pada masa Dinasti Umayyah, Dinasti Abassiyah, dan Turki Utsmani? 3. Apa sebab Kemunduran dari Dinasti Umayyah, Dinasti Abassiyah, dan Turki Utsmani?
  • 2. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Dinasti Bani Umayyah 1. Asal Usul dan Sebab Berdirinya Dinasti Bani Umayyah Bani umayyah merupakan salah satu kabilah dalam masyarakat Arab Quraisy. Kabilah ini memegang tampuk kekuasaan politik dan ekonomi pada masyarakat Arab. Pada saat kekuasaannya tengah memuncak, kabilah ini berhadapaan dengan misi kerasulan Muhammad saw. Karenan ya mereka menolak ajakan Nabi Muhammad saw. untuk memeluk agama Islam. Sebenarnya, Bani Umayyah memiliki hubangan darah dengan Nabi Muhammad saw. karena keduanya merupakan keturunan Abdi Manaf. Anak Abdi Manaf yaitu Abdi Syam dan Hasyim menjadi tokoh dalam dan memimpin pada dua kabilah dari suku Quraisy. Anak Abdi Syam yang bernama Umayyah termasuk salah seorang dari pemimpin dari kabilah Quraisy di jaman Jahiliyah. Keduanya senantiasa bersaing untuk merebut pengaruh dan kehormatan dari masyarakat kota Mekah. Dalam setiap persaingan, ternyata Umayyah selalu berada pada pihak yang unggul. Hal ini disebabkan karena Umayyah memiliki unsure-unsur yang diperlukan untuku menjadi seorang pemimpin saat itu, yaitu Umayyah berasal dri keturunan keluarga bangsawan yang mempunyai harta kekayaan yang cukup. Di antara keturunan Umayyah yang menjadi khalifah umat islam setelah Ali bin Abi Pengertian kata Bani menurut bahasa berarti anak, anak cucu atau keturunan. Dengan demikian yang dimaksud Bani Umayah adalah anak, anak cucu atau keturunan Bani Umayah bin Abdu Syams dari satu keluarga. Kata Dinasti
  • 3. 3 berarti keturunan raja-raja yang memerintah dan semuanya berasal dari satu keturunan. Dengan demikian, Dinasti Umayah adalah keturunan raja-raja yang memerintah yang berasal dari Bani Umayah. Adapun istilah lain yang sering digunakan adalah kata Daulah, yang berarti kekuasaan, pemerintahan, atau negara. Dengan kata lain, Daulah Bani Umayah adalah negara yang diperintah oleh Dinasti Umayah yang raja-rajanya berasal dari Bani Umayah. Dinasti Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 41H/661 M di Damaskus dan berlangsung hingga pada tahun 132 H/750 M. Muawiyah bin Abu Shofyan adalah seorang politisi handal di mana pengalaman politiknya sebagai Gubernur Syam pada zaman Khalifah Ustman bin Affan cukup mengantarkan dirinya mampu mengambil alih kekusaan dari genggaman keluarga Ali Bin Abi Thalib. Tepatnya setelah Hasan bin Ali menyerahkan kursi kekhalifahan secara resmi kepada Muawiyah bin Abu Sofyan dalam peristiwa Ammul Jama’ah. Oleh karena itu Muawiyah bin Abu Sofyan dinyatakan sebagai pendiri Dinasti Bani Umayah. Dilihat dari sejarahnya Bani Umayah memang begitu kental dengan kekuasaannya, terutama pada masa zaman jahiliyah. Dalam setiap persaingan, ternyata Bani Umayah selalu lebih unggul dibandingkan keluarga Bani Hasyim. Hal ini disebabkan Bani Umayah memiliki unsur-unsur sebagai berikut: 1. Umayah berasal dari keturunan keluarga bangsawan 2. Umayah memiliki harta yang cukup 3. Umayah memiliki 10 anak yang terhormat dan menjadi pemimpin di masyarakat, di antaranya Harb, Sufyan, dan Abu Sufyan.
  • 4. 4 Sebagaimana yang disebut-sebut dalam sejarah, bahwa Abu Sofyan merupakan pemimpin pasukan Quraisy melawan Nabi Muhammad SAW pada Perang Badar Kubra. Keluarga Bani Umayah masuk Islam ketika terjadi Fathul Makkah pada tahun ke-8 H. Abu Sofyan diberi kehormatan untuk mengumumkan pengamanan Nabi SAW, yang salah satunya adalah barang siapa masuk ke dalam rumahnya maka amanlah dia, masuk kedalam Masjidil Haram dan rumahnya Nabi SAW maka dia juga akan merasa aman. Dengan ini banyak kaum dari kalangan Bani Umayah yang berduyun-duyun untuk masuk Islam dan menyebarkan Islam keberbagai wilayah 2. Sebab Kemunduran Dinasti Bani Umayyah Dinasti Bani Umayyah mengalami masa kemunduran, ditandai dengan melemahnya sistem politik dan kekuasaan karena banyak persoalan yang dihadapi para penguasa dinasti ini. Antaranya adalah masalah politik, ekonomi, dan sebagainya. Adapun yang memjadi sebab kemunduran Dinasti Bani Umayyah adalah : a. Figur Khalifah yang lemah b. Hak istimewa bangsa Arab Suriah c. Pemerintah yang tidak demokratis dan korup d. Persaingan antar suku yang sudah menjadi ciri bangsa Arab, bangsa Arab yang dibagi menjadi 2 suku dan antar suku berperang
  • 5. 5 B. Dinasti Abbasiyah 1. Asal Usul dan Sebab Berdirinya Dinasti Abbasiyah Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah adalah melanjutkan kekuasaan Dinasti Bani Umayyah. Dinamakan Daulah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa Dinasti ini adalah keturunan Abbas, paman nabi Muhammad SAW. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbass. Dia dilahirkan di Humaimah pada tahun 104 H. Dia dilantik menjadi Khalifah pada tanggal 3 Rabiul awwal 132 H. Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah berlangsung dari tahun 750-1258 M (Syalaby,1997:44). Pada abad ketujuh terjadi pemberontakan diseluruh negeri. Pemberontakan yang paling dahsyat dan merupakan puncak dari segala pemberontakan yakni perang antara pasukan Abbul Abbas melawan pasukan Marwan ibn Muhammad (Dinasti Bani Umayyah). Yang akhirnya dimenangkan oleh pasukan Abbul Abbas. Dengan jatuhnya negeri Syiria, berakhirlah riwayat Dinasti Bani Umayyah dan bersama dengan itu bangkitlah kekuasaan Abbasiyah. 2. Sebab Kemunduran Dinasti Abbasiyah Salahh satu sebab kemunduran Dinasti Abbasiyah yaitu mengalami kemunduran di bidang ekonomi bersamaan dengan kemunduran di bidang politik. Pada periode pertama, pemerintahan Bani Abbas merupakan pemerintahan yang kaya. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar, sehingga Baitul-Mal penuh dengan harta. Pertambahan dana yang besar diperoleh antara lain dari al-Kharaj, semacam pajak hasil bumi. Setelah khilafah memasuki periode kemunduran, pendapatan negara menurun sementara pengeluaran meningkat lebih besar. Menurunnya pendapatan
  • 6. 6 negara itu disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan, banyaknya terjadi kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. Sedangkan pengeluaran membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah. jenis pengeluaran makin beragam dan para pejabat melakukan korupsi. Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan perekonomian negara morat- marit. Sebaliknya, kondisi ekonomi yang buruk memperlemah kekuatan politik dinasti Abbasiyah kedua, faktor ini saling berkaitan dan tak terpisahkan. C. Dinasti Turki Usmani 1. Asal Usul dan Sebab Berdirinya Dinasti Turki Usmani Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari Kabilah Oghuz / Ughuj yang mendiami daerah Mongol dan daerah Utara Negeri Cina. Pada Abad ke-13 M, saat Chengis Khan mengusir orang-orang Turki dari Khurasan dan sekitarnya. Kakenya Usman, yang bernama Sulaiman bersama pengikutnya bermukim di Asia kecil. Dari perjalanan tersebut Sulaiman, ia tenggelam ketika menyemberangi sungai Efrat (dekat Allepo). Sulaiman mempunyai empat saudara yang bernama, Shunkur, Gundogdur, al-Thugril, dan Dundar. Dua puteranya kembali ke tanah air mereka. Sementara yang kedua terakhir bermukim di Asia kecil. Di sana mereka di bawah pimpinan Sultan Alauddin di Kunia. Saat Mongol menyerang sultan Alauddin di Anggara (kini Angkara), al-Thugril membantu mengusir Mongol, sehingga berkat jasanya itu, Alauddin memberikan daerah Iski Shahr dan sekitarnya. Al-Thugril, mendirikan ibukota bernama Sungut, di sana lahir anak pertama bernama Usman
  • 7. 7 pad 1258 M. Al-Thugril meninggal pada 1288 M. dan ia mendeklarasikan dirinya sebagai Sultan, maka sejak itulah berdiri Dinasti Turki Usman. 2. Kemajuan / Kejayaan Masa Turki Usmani Selama kejayaan dinasti ini ada beberapa yang telah berhasil namun diperiode selanjutnya daerah-daerah yang telah dikuasi kembali direbut oleh pihak yang ingin menguasai Turki Usmani, adapun keberhasilan pada masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah kitab undang-undang (qanun). Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Turki Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasa Sultan Sulaiman I yang amat berharga ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qanuni. Pada masa Sulaiman kota-kota besar dan kota-kota lainnya banyak dibangun mesjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa buah dari bangunan itu dibangun di bawah koordinator Sinan, seorang arsitek asal Anatolia. Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Usmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, mereka kelihatan tidak begitu menonjol. Bangsa Turki juga banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan mesjid yang indah, seperti Masjid Al- Muhammadi atau Mesjid Jami’ Sultan Muhammad Al-fatih, Mesjid Agung Sulaiman dan Mesjid Abi Ayyub al-Anshari.Mesjid-mesjidtersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu mesjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah mesjid yang asalnya gereja Aya Sopia. Hiasan kaligrafi itu, dijadikan penutup gambar-gambar Kristiani yang ada sebelumnya.
  • 8. 8 Pada masa Turki Usmani tarekat mengalami kemajuan. Tarekat yang paling berkembang ialah tarekat Bektasyi dan Tarekat Maulawi. Kedua tarekat ini banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer. Di pihak lain, kajian-kajian ilmu keagamaan, Asy’ariyah mendapatkan tempatnya. 1 3. Sebab Kemunduran Dinasti Turki Usmani 1. Intern a. Buruknya pemahaman Islam Lemahnya pemahaman Islam membuat reformasi gagal. Sebab saat itu khilafah tak bisa membedakan IPTEK dengan peradaban dan pemikiran. Ini membuat munculnya struktur baru dalam negara, yakni perdana menteri, yang tak dikenal sejarah Islam kecuali setelah terpengaruh demokrasi Barat yang mulai merasuk ke tubuh khilafah. Saat itu, penguasa dan syaikhul Islam mulai terbuka terhadap demokrasi lewat fatwa syaikhul Islam yang kontroversi. Malah, setelah terbentuk Dewan Tanzimat (1839 M) semakin kokohlah pemikiran Barat, setelah disusunnya beberapa UU, seperti UU Acara Pidana (1840), dan UU Dagang (1850), tambah rumusan Konstitusi 1876 oleh Gerakan Turki Muda, yang berusaha membatasi fungsi dan kewenangan kholifah. b. Salah menerapkan Islam. Dengan diambilnya UU oleh Suleiman II, seharusnya penyimpangan dalam pengangkatan kholifah bisa dihindari, tapi ini tak tersentuh UU. Dampaknya, setelah berakhirnya kekuasaan Suleimanul Qonun, yang jadi khalifah malah orang lemah, seperti Sultan Mustafa I (1617), Osman II (1617-1621), Murad IV (1622-1640), 1 http://feryntina.blogspot.com/2013/04/sejarah-peradaban-islam-turki- usmani.html#sthash.vvPoD1C8.dpuf
  • 9. 9 Ibrohim bin Ahmed (1639-1648), Mehmed IV (1648-1687), Suleiman II (1687-1690), Ahmed II (1690-1694), Mustafa II (1694-1703), Ahmed III (1703-1730), Mahmud I (1730-1754), Osman III (1754-1787), Mustafa III (1757-1773), dan Abdul Hamid I (1773-1788). Inilah yang membuat militer, Yennisari-yang dibentuk Sultan Ourkhan-saat itu memberontak (1525, 1632, 1727, dan 1826), sehingga mereka dibubarkan (1785). Selain itu, majemuknya rakyat dari segi agama, etnik dan mazhab perlu penguasa berintelektual kuat. Sehingga, para pemimpin lemah ini memicu pemberontakan kaum Druz yang dipimpin Fakhruddin bin al-Ma'ni Dengan tak dijalankannya politik luar negeri yang Islami-dakwah dan jihad-pemahaman jihad sebagai cara mengemban ideologi Islam ke luar negeri hilang dari benak muslimin dan kholifah. Ini terlihat saat Sultan Abdul Hamid I/Sultan Abdul Hamid Khan meminta Syekh al-Azhar membaca Shohihul Bukhori di al-Azhar agar Allah SWT memenangkannya atas Rusia (1788). Sultanpun meminta Gubernur Mesir saat itu agar memilih 10 ulama dari seluruh mazhab membaca kitab itu tiap hari Menghadapi kemerosotan itu, khilafah telah melakukan reformasi (abad ke-17, dst). 2. Eksten Penjajahan Barat membawa semangat gold, glory, dan gospel Sejak jatuhnya Konstantinopel di abad 15, Eropa-Kristen melihatnya sebagai awal Masalah Ketimuran, sampai abad 16 saat penaklukan Balkan, seperti Bosnia, Albania, Yunani dan kepulauan Ionia. Ini membuat Paus Paulus V (1566-1572) menyatukan Eropa yang dilanda perang antar agama-sesama
  • 10. 10 Kristen, yakni Protestan dan Katolik. Konflik ini berakhir setelah adanya Konferensi Westafalia (1667). Saat itu, penaklukan khilafah terhenti. Memang setelah kalahnya khilafah atas Eropa dalam perang Lepanto (1571), khilafah hanya mempertahankan wilayahnya. Ini dimanfaatkan Austria dan Venezia untuk memukul khilafah. Pada Perjanjian Carlowitz (1699), wilayah Hongaria, Slovenia, Kroasia, Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia lepas; masing-masing ke tangan Venezia dan Habsburg. Malah khilafah harus kehilangan wilayahnya di Eropa pada Perang Krim (abad ke- 19), dan tambah tragis setelah Perjanjian San Stefano (1878) dan Berlin (1887). 2 2 http://feryntina.blogspot.com/2013/04/sejarah-peradaban-islam-turki-usmani.html
  • 11. 11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Bani umayyah merupakan salah satu kabilah dalam masyarakat Arab Quraisy. Kabilah ini memegang tampuk kekuasaan politik dan ekonomi pada masyarakat Arab. Pada saat kekuasaannya tengah memuncak, kabilah ini berhadapaan dengan misi kerasulan Muhammad saw. Karenan ya mereka menolak ajakan Nabi Muhammad saw. untuk memeluk agama Islam. 2. Sebenarnya, Bani Umayyah memiliki hubangan darah dengan Nabi Muhammad saw. karena keduanya merupakan keturunan Abdi Manaf. Anak Abdi Manaf yaitu Abdi Syam dan Hasyim menjadi tokoh dalam dan memimpin pada dua kabilah dari suku Quraisy. Anak Abdi Syam yang bernama Umayyah termasuk salah seorang dari pemimpin dari kabilah Quraisy di jaman Jahiliyah. Keduanya senantiasa bersaing untuk merebut pengaruh dan kehormatan dari masyarakat kota Mekah. 3. Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah adalah melanjutkan kekuasaan Dinasti Bani Umayyah. Dinamakan Daulah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa Dinasti ini adalah keturunan Abbas, paman nabi Muhammad SAW. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbass. Dia dilahirkan di Humaimah pada tahun 104 H. Dia dilantik menjadi Khalifah pada tanggal 3 Rabiul awwal 132 H. Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah berlangsung dari tahun 750-1258 M (Syalaby,1997:44).
  • 12. 12 4. Perkembangan hukum Islam pada masa kerajaan Turki Usmani mengalami dinamika yang beragam pada mula kekuasaan hukum dipegang oleh syari’at Islam yang diintervensi oleh pemerintah. Kemudian perkembangan hukum selanjutnya tidak hanya dipegang oleh syari’at Islam tetapi juga hukum selain Islam yaitu orang non Islam Eropa dan mereka mendapatkan kedudukan yang sama dalam hukum. Ini terjadi pada masa tanzimat, dan pada akhirnya muncul hukum sekuler yang dipelopori oleh Mustafa Kemal yang banyak membawa perubahan dalam syari’at Islam yang kalau diperhatikan ini diwariskan sampai saat sekarang. 5. Dari berbagai masa kepemimpinan dalam dalam sejarah ketatanegaraan Islam dapat kita simpulkan bahwa, kerajaan Islam adalah kerajaan yang demokratis. Persamaan dan penghormatan terhadap hak-hak individu dilaksanakan dengan baik. Dalam menjalankan praktek kenegaraan, pada umumnya diterapkan sitem musyawarah dan bekerja sama. Dalam menyelesaikan masalah khalifah tidak hanya membuat keputusan sendiri tetapi mendengarkan saran dan masukan dari sahabat. kepentingan dan kesejahteraan rakyat sangat diperhatikan sekali. Kekuasaan tidak hanya dipegang oleh khalifah dibagi kepada lembaga-lembaga yang ada. System ketatanegaraan dalam Islam mengedepankan prinsip keadilan dan moral. Demokrasi telah jauh berkembang pada masa kekhalifaan dan sampai pada saat ini. Kesejahteraan rakyat sangat diperhatikan dan kebebasan beragama dijunjung tinggi dapat kita lihat pada masa pemerintahan Nabi yang memberikan kebebasan beragama kepada semua umat.
  • 13. 13 DAFTAR PUSTAKA 1. http://feryntina.blogspot.com/2013/04/sejarah-peradaban-islam-turki- usmani.html 2. http://usman-wwwmaal-khidmah.blogspot.com/p/tes.html 3. Al Mawardi, Imam, Al Ahkam As Shulthaniyah Al Wilayah Ad Diniyah , terjamah : Fadli Bahri Jakarta : Darul Falah, 2006 4. Ibnu Syarif, Mujar, Presiden Non Muslim Di Negara Muslim, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 2006 5. Ali Ben Haj, Abu Abdul Fatah dan Iqbal, Muhammad, Negara Ideal Menurut Islam, Jakarta : Ladang Pustaka dan Intimedia, 2002 6. Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara Ajaran Sejarah dan Pemikiran, edisi kelima, Jakarta : UI – Press, 2008 7. Iqbal, Muhammad, Fiqh Siyasah Kontektualisasi Doktrin Politik Islam Jakarta : Radar Jaya Pratama Jakarta, 2001 8. Pulungan, Suyuthi, Fiqh Siyasah Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, Jakarta : Raja Grafindo 1997
  • 14. 14 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka kami telah menyelesaikan sebuah makalah dengan tepat waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Sejarah Bani Ummayah, Abbasyiah dan Turki Ustmani ”. Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat, dan kritikan saran sangat penulis harabkan dari pihak manapun guna untuk pencapain hasil yang lebih sempurna. Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. Banda Aceh, 11 April 2014 Penulis ii
  • 15. 15 DAFTAR PUSTAKA KATA PENGANTAR...........................................................................................i DAFTAR ISI .........................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1 A. Latar Belakang ..........................................................................................1 B. Rumusan Masalah .....................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................2 A. Dinasti Bani Umayyah 1. Asal Usul dan Sebab Berdirinya Dinasti Bani Umayyah....................2 2. Sebab Kemunduran Dinasti Bani Umayyah........................................4 B. Dinasti Abbasiyah .....................................................................................5 1. Asal-usul dan Sebab Berdirinya Dinasti Abbasiyah ...........................5 2. Sebab Kemunduran Dinasti Abbasiyah...............................................5 C. Dinasti Turki Usmani ................................................................................6 1. Asal-usul dan Sebab berdirinya Dinasti Turki Usmani.......................6 2. Kemajuan/ Kejayaan Masa Turki Usmani ..........................................7 3. Sebab Kemunduran Dinasti Turki Usmani .........................................8 BAB III PENUTUP...............................................................................................11 Kesimpulan............................................................................................................11 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13 i
  • 16. 16 ii