Latar Belakang
Mendapatkan pekerjaan yang layak pada masa sekarang ini merupakan hal yang
cukup sulit banyak sekli calon p...
Lokasi Wirausaha Bertani Cabe
Tempat : Area Blang Bintang, Aceh Besar
Alasan : Tempat begitu nyaman dan sangat subur cocok...
keuntungan yang diperoleh yaitu adanya kemudahan dalam memasarkan hasil
panen dari lahan cabe tersebut.
4. Saingan Usaha
U...
b. Tanah
Tanah tempat penanaman cabai (penanaman cabe) harus gembur dengan kisaran
pH 6,5 – 6,8.
c. Air
Tanaman cabai (tan...
6. Persiapan tenaga kerja.
Proses Produksi
Persiapan Lahan Budidaya Cabai
1. Pembajakan dan penggaruan.
2. Pembuatan beden...
- Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, kemudian sungkup dibuka
lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam s...
Sanitasi lahan budidaya cabai (budidaya cabe) meliputi : pengendalian
gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehi...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Contoh Proposal Cabe

7,827

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,827
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
182
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Contoh Proposal Cabe"

  1. 1. Latar Belakang Mendapatkan pekerjaan yang layak pada masa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit banyak sekli calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas . hal ini menyebabkan jumlah penganguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah penganguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berfikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memamfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dann tidak terfokus hanya pada jenis pekerjaan saja. Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatkan jumlah penganguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung,. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu budidaya cabe. Saat ini banyak sekali orang yang membutuhkan cabe, prospek usaha bertani cabe didaerah Kuta Baro, Kab. Aceh Besar mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari potensi penanaman dan jumlah pesaing yang hanya sedikit. Tujuan Program Tujuan dari kegiatan wirausaha ini - Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat - Dapat menjalankan kelangsungan usaha semestinya dan mengembangkannya - Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan penambahan ekonomi dan kebutuhan keluarga anggota kelompok.
  2. 2. Lokasi Wirausaha Bertani Cabe Tempat : Area Blang Bintang, Aceh Besar Alasan : Tempat begitu nyaman dan sangat subur cocok untuk bertani cabe, dan tidak menggangu lingkungan masyarakat. Metode Pemasaran 1. Wilayah Pemasaran Wilayah pemasaran dari bertani cabe ini biasanya dilakukan kepasar kecamatan kabupaten, maupun pasar aceh bahkan bisa dipasarkan kedaerah Medan 2. Sasaran Konnsumen a. Agen Pemasaran cabe saat ini tidak sulit karena sudah agen yang menampung pasokan cabe. Merekalah yang membawa cabe ini ke daerah luar b. Warung makan/ Restoran Pemasaran juga dapat dilakukan kerja sama dengan warung makan atau restoran. Mereka sangat membutuhkan pasokan cabe untuk dijadikan sebagai bahan penambah bahan masakan dan makanan c. Masyarakat Setempat Bagi masyarakat setempat (berada disekitar lokasi bertani) yang menginginkan cabe segar dapat secara langsung mengujungi area lahan pertanian tersebut dan membelinya. 3. Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran yang dilakukan yaitu dengan menjalin kerja sama dengan agen yang saling menguntungkan. Dalam hal ini agen dapat memperoleh cabe dengan mudah dengan harga yang lebih murah, sedangkan pihak bertani
  3. 3. keuntungan yang diperoleh yaitu adanya kemudahan dalam memasarkan hasil panen dari lahan cabe tersebut. 4. Saingan Usaha Usaha bertani cabe didaerah Lam Ateuk Kec. Kuta Baro Aceh Besar umumnya masih terbilang sediki. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat setempat mengenai bertani cabe dan banyak pemilik modal besar yang merasa takut untuk mulai mencoba bertanii cabe. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja masyarakat setempat yang memberikann perhatian khusus dan keberaniann untuk mencoba bertani cabe. Sehingga tingkat persaingan bertani cabe didaerah ini masih sedikit. Prospek Pengembangan Agribisnis Pertumbuhan ekonomi di segala sektor telah memacu pula meningkatkan pendapatan masyarakat, baik dikota maupun diperdesaan yang pada gilirannya akan mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk meningkatkan kecukupan kebutuhannya. Kebutuhan cabepun semakin meningkat dikalangan masyarakat, terutama meningkatnya rumah makan dan pedagang kaki lima ( pedagang Nasi kaki lima). Atas dasar ini, bertani cabe mendapat priolitas dalam pengembangan perekonomian khususnya usaha kecil atau lahan kecil petani cabe. Alat Prosuksi a. Iklim Angin sepoi-sepoi cocok untuk budidaya cabai (budidaya cabe). Curah hujan tinggi berpengaruh terhadap kelebihan air. Intensitas sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman cabai (tanaman cabe), berkisar antara 10 – 12 jam per hari. Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai (tanaman cabe) 240C -280C.
  4. 4. b. Tanah Tanah tempat penanaman cabai (penanaman cabe) harus gembur dengan kisaran pH 6,5 – 6,8. c. Air Tanaman cabai (tanaman cabe) memerlukan air cukup untuk menopang pertumbuhannya. Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara, pengangkut unsur hara ke organ tanaman, pengisi cairan tanaman cabai, serta membantu proses fotosintesis dan respirasi. Tetapi pemberian air tidak boleh berlebihan. Pemilihan Lokasi Budiaya Cabai (Budidaya Cabe) Lokasi budidaya cabai (budidaya cabe) sebaiknya dipilih yang strategis, transportasi mudah, dekat sumber air, jauh dari area penanaman cabai (penanaman cabe) lain/tanaman sefamili. Sejarah lahan sangat penting untuk diperhatikan, paling baik lahan tidak ditanami tanaman cabai (tanaman cabe) selama minimal 2 tahun terakhir agar diperoleh hasil optimal. - Pengukuran pH Tanah Budiaya Cabai (Budidaya Cabe) Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik samel bisa dilakukan secara zigzag.Persiapan Sarana Prasarana Budiaya Cabai (Budidaya Cabe) 1. Pengadaan tanah untuk media semai. 2. Pengadaan pupuk kandang, pupuk kimia, dan kapur pertanian. 3. Pengadaan benih dan mulsa PHP (Plastik Hitam Perak). 4. Pengadaan ajir, bambu penjepit mulsa PHP, dan tali pertanian. 5. Pengadaan peralatan.
  5. 5. 6. Persiapan tenaga kerja. Proses Produksi Persiapan Lahan Budidaya Cabai 1. Pembajakan dan penggaruan. 2. Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm, lebar parit 50- 70 cm. 3. Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah 6,5. 4. Pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15- 15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP. 5. Pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah. Rapikan bedengan. 6. Pemasangan mulsa PHP. 7. Pembuatan lubang tanam. 8. Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm x 60 cm dan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm. Tujuannya untuk menjaga kelembaban udara di sekitar pertanaman cabai (pertanaman cabe). 9. Pemasangan ajir. Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Cabai (Budidaya Cabe) - Rumah atau sungkup pembibitan. - Pembuatan media semai.Komposisi media semai adalah 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media semai dimasukkan ke dalam polibag semai. - Penyemaian benih cabai (benih cabe). - Pemeliharaan bibit.
  6. 6. - Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, kemudian sungkup dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi. Penyemprotan pestisida dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah semai). Dosis ½ dari dosis dewasa. - Pindah tanam. - Bibit cabai (bibit cabe) berdaun sejati 4 helai siap pindah tanam ke lahan. Pemeliharaan Tanaman Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai) 1. Penyulaman Budidaya Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai) Penyulaman budidaya cabai(budidaya cabe) dilakukan sampai umur tanaman 3 minggu. Apabila umur tanaman cabai (tanaman cabe) sudah terlalu tua dan masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tanaman cabai (tanaman cabe) tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit. Perempelan dan Pengikatan Tanaman Budidaya Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai) Perempelan tunas samping. Perempelan tunas samping dilakukan pada tunas yang keluar di ketiak daun. Bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman cabai (tanaman cabe) tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban saat tanamancabai (tanaman cabe) sudah dewasa. Dilakukan sampai pembentukan cabang utama, ditandai munculnya bunga pertama. Perempelan daun. Perempelan daun dilakukan umur 80 hst (hari setelah tanam) pada daun-daun di bawah cabang utama dan daun tua/terserang penyakit. 2. Sanitasi Lahan Budidaya Cabai (Persiapan dan Cara Budidaya Cabai)
  7. 7. Sanitasi lahan budidaya cabai (budidaya cabe) meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, tanaman cabai (tanaman cabe) terserang hama penyakit disingkirkan dari area penanaman. 3. Pengairan Budidaya Cabai (Budidaya Cabe) Pengairan budidaya cabai(budidaya cabe) diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan. Pemupukan Susulan Budidaya Cabai (Budidaya Cabe)

×