ANALISIS PEMBAYARAN HUTANG PT. PERTAMINA ( PERSERO )DENGAN ANAK PERUSAHAAN PT. PERTAMINA ENERGY SERVICES                  ...
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KALPATARUPROGRAM STRATA SATULEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSINAMA                 : SIDIK ABDULLAHNIM...
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KALPATARUPROGRAM STRATA SATULEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJIPada hari ini tanggal ………………..tel...
ABSTRAKSI    Sidik Abdullah (NIM 2009 131 031), “ANALISIS PEMBAYARANHUTANG PT. PERTAMINA ( PERSERO ) DENGAN ANAK PERUSAHAA...
KATA PENGANTAR    Ucapan Alhamdulillah yang tiada terhingga kehadirat ALLAH SWT. Sertasegala rahmat dan karuni-NYA yang te...
5.   Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan            Bapak Akhmad Agusdin, SH       6.   Ketua Program Studi Manajemen ...
DAFTAR ISILEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ……………………………………..              iiLEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJI ………………………….        ...
D. Metode Pencatatan Hutang………………….…………..                    15       E. Jenis-jenis Hutang……………………………...…..……            ...
BAB 5 : KESIMPULAN DAN SARAN      A. Kesimpulan………………………………………………. 88      B. Saran-saran……………………………………………….. 91          ...
1                                  BAB I                            PENDAHULUANA. Latar Belakang       Dengan diberlakukan...
2perhitungan dan pelaporan yang tepat, akurat, dapat diuji kebenarannya daninformasi dapat tersedia sesuai dengan waktu ya...
3informasi tentang posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas dari suatukelompok perusahaan secara keseluruhan.    Kebutuha...
4   dengan tepat dan benar atau menyimpang jauh dari sasaran yang ingin di   capai perusahaan.        Dengan melihat papar...
5C. Rumusan Masalah        Dari beberapa identifikasi masalah penulis menarik beberapa rumusan   masalah, diantaranya :   ...
6        Perusahaan PT. Pertamina (Persero) mengenai pentingnya perlakuan        akuntansi atas proses pembayaran hutang u...
7   1.   Dampak dari hutang hubungan istimewa di PT Pertamina (Persero) dan        anak perusahaannya, sehubungan dengan m...
8     3.   Observasi, yaitu melakukan pengamatan langsung pada objek penelitian          dengan cara mengadakan pencatatan...
9BAB 1 : PENDAHULUAN       Merupakan pendahuluan dari skripsi, berupa penjelasan mengenai latar       belakang, ruang ling...
10                                    BAB II                             LANDASAN TEORIA. Pengertian Akuntansi       Akunt...
111.   Menurut Chariri dan Ghozali (2005 : 157)            yaitu “hutang adalah     pengorbanan manfaat ekonomi yang mungk...
12     (http://organisasi.org/hutang_piutang_menurut_ajaran_islam_definisi_penge     rtian_hukum_rukun_manfaat_dari_hutang...
13Liabilitas dimasukkan dalam neraca dengan saldo normalkredit, danbiasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:a)   Liabil...
14jangka panjang, obligasi pensiun, dan lain-lain. Hutang jangka panjangmenurut Kieso (2002 : 242) “terdiri dari pengorban...
15D. Metode pencatatan utang         Ada dua metode pencatatan utang, yaitu account payable procedure dan    voucher payab...
16lebih panjang). Sumber pendanaan Hutang jangka pendek dikelompokkanmenjadi:a)   Variable Keputusan Pasif, jumlah sumber ...
17     tanggal yang telah ditentukan di kemudian hari. Oleh karena itu dapat     dikatakan bahwa hutang ini bersifat lebih...
18     4) Tabungan wajib.     5) Iuran wajib.     Selama dana–dana tersebut belum digunakan harus nampak sebagai pos     h...
19         Terdapat beberapa hutang jangka panjang dan wesel bayar jangka         panjang yang harus dibayar secara angsur...
20Pada umumnya hutang jangka panjang mempunyai waktu sekitar 1 sampai 5tahun, bahkan ada yang beranggapan bahwa hutang ini...
21dalam jangka panjang seperti misalnya untuk pembuatan gedung ataupembelian mesin-mesin, maka dana yang dibutuhkan sebaik...
22ketentuan-ketentuan    lain   sesuai   dengan   jenis   obligasi   yangbersangkutan.pinjaman obligasi     mengandung ber...
23temponya maka kekayaan yang menjadi jaminan harus dijual ataudilelang. Hasil penjualan kekayaan tersebut pertama-tama ak...
24    Nilai nominal obligasi, tanggal jatuh tempo, tingkat bunga dan    tanggal bunga tercantum dalam perjanjian obligasi ...
25             membayar dengan premi. Premi akan mengurangi beban bunga.             Sebaliknya diskonto akan menambah beb...
26     Metode Cash Basis, Cash Basis merupakan salah satu konsep yang sangatpenting dalam akuntansi, dimana Pencatatan bas...
27     Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah     pada saat perusahaan menerima pembayaran...
28     c) Beban/biaya belum diakui sampai adanya pembayaran secara kas          walaupun beban telah terjadi, sehingga tid...
29    f)   Sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayarannya, karena         pencatatan diakui pada saat kas mas...
302. Pengakuan biaya :     Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi.     Sehingga dengan kata ...
31    g) Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masing-         masing akun sesuai dengan transaksi yang te...
32keuangannya, begitu pula dengan beban perusahaan. Didalam metode cash basispada saat transaksi beban tidak akan diakui s...
33                                   BAB III                         PROFILE PERUSAHAANA. Latar Belakang PT. PERTAMINA (Pe...
34   Tahun     2003    "TENTANG       PENGALIHAN        BENTUK       PERUSAHAAN   PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA ...
35     f)   1899 - UU Pertambangan Pemerintah Hindia Belanda (Indische          Mijnwet) yang mengatur kegiatan pencarian ...
36     i)   1933 Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan          Madura menggabungkan seluruh usahanya ...
37          6) 22 Juli 1957 TMSU ditetapkan menjadi PT ETMSU (eksploitasi)     d) Agustus 1951 Mosi Mohammad Hasan        ...
386.   Pasca 1957     a)   1959     berdiri   NV   NIAM   (NV   Nederlands   Indische     Aardolie          Maatschappij) ...
39            usaha lain yang menunjang bisnis Pertamina, baik di dalam maupun di            luar negeri yang berorientasi...
40     Merupakan visi PT Pertamina (Persero) yang ingin dicapai pada tahun 2023.     Dalam rangka mewujudkan visinya, PT P...
41D. Tata Nilai        Menjabarkan Tata Nilai Perusahaan 6C sebagai landasan etika yang harus   diikuti oleh insan PERTAMI...
42   6.   Capable (Berkemampuan) dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang        profesional dan memiliki talenta dan pengu...
43F. Sumber Daya Manusia        Pengembangan SDM difokuskan kepada penciptaan pekerja yang profisien,   profesional, berko...
44   regenerasi. Proses rekruitmen dan seleksi awal dilaksanakan melalui pihak ketiga   yang independent seperti Universit...
45   2.   Modal Disetor (Penanaman Modal Negara/PMN) PT. Pertamina (Persero)        pada saat pendirian adalah Rp. 100 Tri...
46I.   Strategi Bisnis     1.   Sektor Hulu, kegiatan Direktorat Hulu Pertamina mencakup bidang-bidang          eksplorasi...
47 c)   PHE Metana Sumatera Tanjung Enim mengelola wilayah kerja Blok      Tanjung Enim, Sumatera Selatan d) PHE Metana Su...
48Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Gas, PT Pertamina GeothermalEnergy (PGE), PT Pertamina EP Cepu (PEP Cepu), dan...
49Region Sumatera meliputi:a)   Lapangan Rantaub) Pangkalan Susuc)   Jambid) Pendopoe)   Prabumulihf)   Unit Bisnis Pertam...
50PT PERTAMINA GAS           Pada 23 Februari 2007, Pertamina mendirikan anak perusahaan          PT Pertagas yang kemudia...
51a) Sibayak-Sinabung,b) Sibual-buali–Sarulla,c) Sungai Penuh-Sumurup,d) Tambang Sawah-Hululais,e) Lumut Balai,f)   Waypan...
52(selaku operator) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengelola KKSBlok Cepu.PT PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA   ...
53Dalam rangka menjaga kemandirian teknologi bidang hulu migas kehadiranEP Technology Center (EPTC) menjadi sangat penting...
54pendukung kegiatan kolaborasi para ahli eksplorasi dan produksi, baik dimigas maupun panasbumi.Bidang Geodesi dan Geomat...
55     b) Blok 10 & 11.1 Lepas Pantai Vietnam Selatan;     c)   Blok SK-305, Lepas Pantai Sarawak, Malaysia;     d) Blok S...
56operasinya terpisah dari kilang minyak, dengan bahan bakunya berupa gasalam.Kilang Minyak UP IV Cilacap menghasilkan Lub...
57Kapasitas Kilang Pertamina                                              KapasitasNO Unit Pengolahan                     ...
58   Saat ini Pertamina sedang berbenah untuk melakukan transformasi di   segala bidang, termasuk di fungsi Retail Outlet ...
59marketing dan layanan jual Bahan Bakar Minyak kepada konsumenIndustri dan Marine. BBM yang tersedia meliputi Minyak Sola...
60c)   Pelumas     Bisnis pelumas adalah usaha yang prospektif mengingat PERTAMINA     merupakan Market Leader pasar pelum...
61d) Gas Domestik   Sejak 1968, Unit Gas Domestik telah berkomitmen untuk melayani   seluruh masyarakat Indonesia dengan m...
62     Domestik mengembangkan LPG untuk transportasi atau LGV     (Liquefied Gas for Vehicle) dibawah brand "Vi-Gas" dan G...
63Bisnis inti Niaga Minyak mentah & BBM adalah melakukan tradingdibidang impor BBM sekitar 120.000.000 (seratus duapuluh j...
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Skripsi lengkap
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Skripsi lengkap

28,795

Published on

0 Comments
9 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
28,795
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
256
Comments
0
Likes
9
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Skripsi lengkap

  1. 1. ANALISIS PEMBAYARAN HUTANG PT. PERTAMINA ( PERSERO )DENGAN ANAK PERUSAHAAN PT. PERTAMINA ENERGY SERVICES SKRIPSI Diajukan Untuk PersyaratanGuna Memenuhi Salah Satu Syarat unuk memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Program Akuntansi Strata Satu (S-I) Disusun Oleh : NAMA : SIDIK ABDULLAH NIM : 2009 131 031 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KALPATARU CIBINONG 2012 i
  2. 2. SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KALPATARUPROGRAM STRATA SATULEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSINAMA : SIDIK ABDULLAHNIM : 2009 131 031JUDUL SKRIPSI : ANALISIS PEMBAYARAN HUTANG PT. PERTAMINA ( PERSERO ) DENGAN ANAK PERUSAHAAN PT. PERTAMINA ENERGY SERVICESTelah diperiksa dan disetujui untuk diajukan dan dipertahankan dalam ujianskripsi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kalpataru. Cibinong, 12 Mei 2012 Menyetujui ( Kikin Sadikin, SE, MM, M.Ak.) ( Heri Nazir, Ir. MM ) Pembimbing Materi Pembimbing Teknis Mengetahui, SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KALPATARU ( Nurussalam, SE. MM. ) Ketua ii
  3. 3. SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KALPATARUPROGRAM STRATA SATULEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJIPada hari ini tanggal ………………..telah diadakan ujian skripsi jenjang StrataSatu ( S-1 ) Program Studi Akuntansi pada Sekolah Tinggi Ilmu EkonomiKalpataru atas mahasiswa :NAMA : SIDIK ABDULLAHNIM : 2009 131 031JUDUL SKRIPSI : ANALISIS PEMBAYARAN HUTANG PT. PERTAMINA ( PERSERO ) DENGAN ANAK PERUSAHAAN PT. PERTAMINA ENERGY SERVICES PANITIA PENGUJI NAMA JABATAN TANDA TANGAN 1. Ketua 2. Anggota 3. Anggota Mengetahui, SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KALPATARU ( Nurussalam, SE. MM. ) Ketua iii
  4. 4. ABSTRAKSI Sidik Abdullah (NIM 2009 131 031), “ANALISIS PEMBAYARANHUTANG PT. PERTAMINA ( PERSERO ) DENGAN ANAK PERUSAHAANPT. PERTAMINA ENERGY SERVICES.” Akuntansi memegang peranan sangatpenting dalam proses laporan keuangan, laporan keuangan konsolidasi yangmenyajikan informasi keuangan dari suatu kelompok perusahaan sebagai satukesatuan ekonomi meskipun masing-masing perusahaan dalam kelompok tersebutmerupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain. Induk perusahaanyang memenuhi kriteria konsolidasi, tidak boleh menyajikan tersendiri laporankeuangannya (tanpa konsolidasi) sebagai laporan keuangan untuk tujuanpelaporan keuangan Dalam upaya minimalisasi adanya selisih pengakuanhutang/piutang hubungan istimewa dan optimalisasi mekanisme rekonsiliasi padaPT Pertamina (Persero) dengan anak perusahaan sudah dilakukan secara efektifdan efisien atau belum. Pengelolaan hutang merupakan salah satu unsur keuanganyang sangat penting dilakukan oleh perusahaan sebesar PT. Pertamina (Persero)karena merupakan unsur dari neraca dalam laporan keuangan dan salah satuindikator penyelesaian pembayaran yang telah ditentukan. Tujuan utama penelitian yang di lakukan adalah untuk mengetahuisistematika proses pembayaran hutang PT. Pertamina (Persero) dengan PT.Pertamina Energy Services, untuk mengetahui seberapa besar kemampuan PT.Pertamina (Persero) dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya dan untukmenganalisa perlakuan akuntansi atas hutang PT. Pertamina (Persero) terhadapPT. Pertamina Energy Services. Dalam mencari permasalahan pada PT. Pertamina (persero) dan pemecahan,penulis mengadakan pendekatan dan menganalisa laporan keuangan mengenaisistematika pembayaran hutang; aktiva lancar terhadap kewajiban lancarnya; kas.Surat berharga dan piutang dagang terhadap kewajiban lancarnya; kas dan suratberharga terhadap hutang lancarnya; serta bagaimana perlakuan akuntansi yangditerapkan di PT. Pertamina (Persero). iv
  5. 5. KATA PENGANTAR Ucapan Alhamdulillah yang tiada terhingga kehadirat ALLAH SWT. Sertasegala rahmat dan karuni-NYA yang telah diberikan kepada penulis sehinggapenulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Maksud dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syaratuntuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi (SE) pada Sekolah Tinggi IlmuEkonomi KALPATARU. Berangkat dari segala keterbatasan maupunpengetahuan yang penulis tuang dalam skripsi ini, bahwa dalam penyusunanskripsi ini masih terdapat banyak sekali kekurangannya, namun penulis berusahamenyajikannya dengan sebaik mungkin dengan harapan semoga dapat bermanfaatbagi yang membutuhkannya dan penulis mengharapkan saran serta kritik yangbersifat membangun demi penyempurnaan skripsi ini. Melalui kesempatan ini pula penulis dengan segala kerendahan hati tidak lupamengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ketua (BPH) Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Kalpataru Bapak Ir. Thamrin Tanjung, MM. MBA. 2. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kalpataru .Bapak Nurussalam SE. MM. 3. Pembantu Ketua I Bidang Akademik Bapak Tata Suhendi, SE. MM. 4. Pembantu Ketua II Bidang Keuangan Ibu Evalia Shufa Meilviyani, Msf v
  6. 6. 5. Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan Bapak Akhmad Agusdin, SH 6. Ketua Program Studi Manajemen & Akuntansi 7. Bapak Pembimbing Materi Bapak Kikin Sadikin, SE, MM, M.Ak 8. Bapak Pembimbing Teknis Bapak Heri Nazir, Ir. MM. 9. Para Jajaran Staff dan pengajar STIE Kalpataru 10. Para Pimpinan dan Staff PT. Pertamina (Persero) 11. Rekan-rekan yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini.Semoga segala amal baik tersebut mendapatkan imbalan dari Tuhan Yang MahaEsa. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karenaitu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca. Akhir katapenulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telahmembantu dalam penyusunan skripsi ini, sehingga apa yang telah dihasilkan dapatbermanfaat dan berguna bagi kita semua. Cibinong, 12 Mei 2012 Penulis vi
  7. 7. DAFTAR ISILEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI …………………………………….. iiLEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJI …………………………. iiiABSTRAKSI ………………………………………………………………. ivKATA PENGANTAR ...…………………………………………………… viDAFTAR ISI ……………………………………………………………….. viii BAB 1 : PENDAHULUAN A. Latar Belakang…………………………………………... 01 B. Identifikasi Masalah…………………………………….. 04 C. Rumusan Masalah………………………………………. 05 D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian………………………... 05 E. Hipotesis………………………………………………… 06 F. Ruang Lingkup Pembahasan……………………………. 06 G. Metode Penelitian……………………………………….. 07 H. Lokasi, Tempat dan Waktu……………………………… 08 I. Sistematika……………………………………………… 08 BAB 2 : LANDASAN TEORI A. Pengertian Akuntansi……………………………………. 10 B. Pengertian Ekonomi…………………………………….. 10 C. Pengertian Hutang…………………………………….… 10 vii
  8. 8. D. Metode Pencatatan Hutang………………….………….. 15 E. Jenis-jenis Hutang……………………………...…..…… 15 F. Konsep Pencatatan Hutang…………………………..…. 25BAB 3 : GAMBARAN PERUSAHAAN A. Latar Belakang PT. Pertamina (Persero)………...……… 33 B. Sejarah PT. Pertamina (Persero)…………………...……. 34 C. Visi dan Misi Perusahaan………………………..……… 39 D. Tata Nilai………………………………………..………. 41 E. Struktur Organisasi…………………………….……….. 42 F. Sumber Daya Manusia……………………….…………. 43 G. Modal…………………………………………………… 44 H. Teknologi……………………………………….……….. 45 I. Strategi Bisnis……………………………………..…….. 46BAB 4 : ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Sistematika Proses Pembayaran Hutang PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Energy Services........…... 67 B. Kemapuan PT. Pertamina (Persero) dalam Melunasi Kewajiban Jangka Pendek……………………………….. 78 C. Perlakuan Akuntansi atas Hutang Pertamina (Persero)….. 86 viii
  9. 9. BAB 5 : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan………………………………………………. 88 B. Saran-saran……………………………………………….. 91 ix
  10. 10. 1 BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang berimplikasi pada perubahan struktur bisnis dunia usaha bidang migas. Dimana pemenuhan kebutuhan Migas sektor hilir yang semula adalah sektor tertutup dan merupakan tanggungjawab Pertamina kemudian dirubah menjadi sektor terbuka bagi badan usaha lain. Konsekuensinya adalah Pertamina harus mampu beradaptasi terhadap persaingan usaha tersebut dengan melakukan perubahan mindset (Visi & Misi) dan pelaksanaan sebagai sebuah entitas bisnis yang berorientasi pada profit/keuntungan dan juga harus mampu memperluas market share di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu pada tanggal 17 September 2003, perubahan terjadi pada Pertamina yang awalnya hanya sebagai Perusahaan Negara berubah menjadi PT. Pertamina (Persero). Dimana Pertamina sekarang dituntut harus bisa menciptakan profit maksimal di dalam memenuhi kebutuhan Migas sektor hilir dalam negeri untuk produk BBM & NBBM. Dengan perubahan tersebut dan kondisi persaingan yang ada telah mendorong perusahaan untuk dapat mengatur sendiri kebijakan dan strategi yang berorientasi pada keuntungan dan pertumbuhan. Strategi dan kebijakan yang tepat hanya dapat dihasilkan jika perusahaan mempunyai sistem
  11. 11. 2perhitungan dan pelaporan yang tepat, akurat, dapat diuji kebenarannya daninformasi dapat tersedia sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero), padatanggal 30 Januari 2008, telah menetapkan PT Pertamina (Persero) menjadiperusahaan publik yang tidak didaftarkan di pasar modal (non listed publiccompany). Merupakan keharusan bagi PT Pertamina (Persero) untuk menjadisebuah entitas bisnis murni dalam menjalankan usahanya sesuai dengankoridor Good Corporate Governance dan meningkatkan akuntabilitas sertatransparansi perusahaan dalam pelaksanaan Public Service Obligation.Dengan menjadi perusahaan publik, maka PT Pertamina (Persero) diharapkandapat lebih transparan, karena untuk kemudian hal ini akan berkaitan denganperaturan pasar yang harus diikuti BUMN migas ini. Dalam rangkamewujudkan hal tersebut, PT Pertamina (Persero) menjalankan program 6 Cyang ditanamkan sebagai budaya perusahaan, yaitu Clean, Confident,Customer Focus, Capable, Competitive, dan Commercial. Dalam pengelolaan, transparan di mata stakeholder dan terpercaya dimata masyarakat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya, akanmempercepat program “6C”, dalam rangka bergerak menuju non listedpublic company dan mewujudkan transparansi pada stakeholder, makadipandang sebagai suatu keharusan bagi PT Pertamina (Persero) untukmenyediakan informasi keuangan yang relevan dan reliable. Para penggunalaporan keuangan pada umumnya ingin mengetahui dan mendapatkan
  12. 12. 3informasi tentang posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas dari suatukelompok perusahaan secara keseluruhan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui penyajian laporan keuangankonsolidasi yang menyajikan informasi keuangan dari suatu kelompokperusahaan sebagai satu kesatuan ekonomi meskipun masing-masingperusahaan dalam kelompok tersebut merupakan suatu entitas hukum yangterpisah satu sama lain. Induk perusahaan yang memenuhi kriteriakonsolidasi, tidak boleh menyajikan tersendiri laporan keuangannya (tanpakonsolidasi) sebagai laporan keuangan untuk tujuan pelaporan keuangan(general purpose financial statement). Laporan keuangan tersendiri indukperusahaan hanya dapat disajikan sebagai informasi tambahan dalaml aporankeuangan konsolidasi (PSAK 04). Apakah upaya minimalisasi adanya selisih pengakuan hutang/piutanghubungan istimewa dan optimalisasi mekanisme rekonsiliasi pada PTPertamina (Persero) dengan anak perusahaan sudah dilakukan secara efektifdan efisien atau belum. Pengelolaan hutang merupakan salah satu unsur keuangan yang sangatpenting dilakukan oleh perusahaan sebesar PT. Pertamina (Persero) karenamerupakan unsur dari neraca dalam laporan keuangan dan salah satuindikator penyelesaian pembayaran yang telah ditentukan. Kaitannya dengan pendapatan merupakan komponen didalammenentukan aliran cash flow PT. Pertamina (Persero) apakah sudah dilakukan
  13. 13. 4 dengan tepat dan benar atau menyimpang jauh dari sasaran yang ingin di capai perusahaan. Dengan melihat paparan di atas, betapa besar peran dari system hutang usaha pada PT. Pertamina (Persero), maka dalam hal ini penulis tertarik untuk membahas masalah tersebut dan menuangkan dalam bentuk skripsi dengan judul “ANALISIS PEMBAYARAN HUTANG PT. PERTAMINA (PERSERO) DENGAN ANAK PERUSAHAAN PT. PERTAMINA ENERGY SERVICES”. Dalam penulisan ini PT. Pertamina (Persero) adalah yang menjadi objek penelitian yang bergerak di bidang Minyak dan Gas Bumi.B. Identifikasi Masalah Memberikan deskripsi mengenai keadaan dan gejala permasalahan, dimensi permasalahan, dan perumusan pokok permasalahan terkait mekanisme hutang PT Pertamina (Persero) dengan Anak Perusahaan PT. Pertamina Energy Services penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Sejauh mana sistematika proses pembayaran hutang antara PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Energy Services. 2. Sejauh mana kemampuan PT. Pertamina (Persero) dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. 3. Sejauh mana perlakuan akuntansi atas hutang PT. Pertamina (Persero)
  14. 14. 5C. Rumusan Masalah Dari beberapa identifikasi masalah penulis menarik beberapa rumusan masalah, diantaranya : 1. Apakah Proses pembayaran hutang PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Energy Services sudah sistematis? 2. Apakah kemampaun untuk melunasi kewajiban jangka pendek PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Energy Services sudah terpenuhi? 3. Apakah perlakuan akuntansi atas hutang PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Energy Services sudah sesuai?D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan dari penulisan Skripsi ini adalah: 1. Untuk mengetahui sistematika proses pembayaran hutang PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Energy Services. 2. Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan PT. Pertamina (Persero) dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. 3. Untuk menganalisa perlakuan akuntansi atas hutang PT. Pertamina (Persero) terhadap PT. Pertamina Energy Services Kegunaan dari penulisan skripsi ini adalah : 1. Bagi penulis adalah untuk menguji dan membandingkan antara teori yang didapat dalam perkuliahan dengan kenyataan yang ada dalam
  15. 15. 6 Perusahaan PT. Pertamina (Persero) mengenai pentingnya perlakuan akuntansi atas proses pembayaran hutang usaha perusahaan. 2. Bagi pembaca adalah untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai sistematika proses pembayaran hutang PT. PErtamina (Persero) terhadap anak perusahaan. 3. Bagi perusahaan adalah untuk menambah bahan masukan dan informasi bagi PT. Pertamina (Persero) dalam rangka meningkatkan hubungan baik dengan anak perusahaanE. Hipotesis Berdasarkan hal tersebut di atas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : 1. Penulis menduga bahwa PT. Pertamina (Persero) dapat melunasi hutang jangka pendeknya terhadap PT. Pertamina Energy Services agar hubungan baik antara PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Energy Services tetap terjaga dengan baik.F. Ruang Lingkup Pembahasan Dalam penulisan skripsi ini diberikan batasan-batasan atau ruang lingkup agar penelitian yang dilakukan dapat lebih terfokus kepada suatu permasalahan. Lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah mencakup:
  16. 16. 7 1. Dampak dari hutang hubungan istimewa di PT Pertamina (Persero) dan anak perusahaannya, sehubungan dengan minimalisasi pengakuan hutang/piutang hubungan istimewa. 2. Data yang digunakan dalam melakukan analisis adalah transaksi hubungan istimewa yang terjadi pada PT.Pertamina (Persero) dan PT. Pertamina Energy Services.G. Metode penelitian Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan analisis deskriptif, membuat gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini penulis melakukan studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan dilakukan dengan cara Pengumpulan data primer yang dilakukan dengan meninjau objek secara langsung melalui observasi dan wawancara pada fungsi terkait guna menghimpun data dan keterangan yang diperlukan. Metode pengumpulan data dalam penulisan skripsi ini adalah : 1. Data Primer, pengumpulan data primer dilakukan dengan meninjau objek secara langsung melalui observasi dan wawancara pada fungsi terkait guna menghimpun keterangan yang diperlukan. 2. Data Sekunder, pengumpulan data sekunder dilakukan dengan memperoleh literatur-literatur terkait yang dapat dijadikan dasar teori dan acuan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi.
  17. 17. 8 3. Observasi, yaitu melakukan pengamatan langsung pada objek penelitian dengan cara mengadakan pencatatan data-data yang ada di lingkup PT. Pertamina (Persero) 4. Interview, yaitu melakukan pengumpulan data-data dengan mengadakan wawaancara atau Tanya jawab langsung kepada beberapa karyawan, baik pimpinan maupun staff perusahaan yang dapat memberikan data yang dibutuhkan secara benar guna menunjang penyempurnaan dalam penyusunan skripsi penulis.H. Lokasi,Tempat dan waktu Lokasi Penelitian penulis adalah di Fungsi Account Payables Direktorat Account and Reporting Gedung Annex PT. Pertamina (Persero) yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur No. 1A Jakarta Pusat. Lokasi ini dipilih berdasarkan penulis melakukan analisis karena penulis bekerja di tempat tersebut dari bulan April sampai dengan bulam Mei 2012I. Sistematika Untuk mempermudah penyajian Skripsi ini, penulis mengelompokkan materi kedalam empat bab yang sistematikanya disajikan sebagai berikut :
  18. 18. 9BAB 1 : PENDAHULUAN Merupakan pendahuluan dari skripsi, berupa penjelasan mengenai latar belakang, ruang lingkup perusahaan, Identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, hipotesis, metode penelitian, lokasi tempat dan waktu, sistematika.BAB 2 : LANDASAN TEORI Bab ini diuraiakan secara teoritis mengenai teori dan definisi diantaranya pengertian akuntansi, pengertian ekonomi, pengertian hutang, metode pencatatan hutang, jenis-jenis hutang dan konsep pencatatan hutangBAB 3 : GAMBARAN PERUSAHAAN Bab ini membahas latar belakang Perusahaan,sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, tata nilai, struktur organisasi,sumber daya manusia, modal, teknologi dan strategi bisnis.BAB 4 : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas hasil dari analisa dan pembahasan materi yang lebih dalam atas hasil penelitian yang dilakukan diantaranya timbulnya hutang antara PT. Pertamina dengan PT. Pertamina Energy Services, prosedur pembayaran minyak mentah, proses pencatatan akuntansi untuk pengadaan Hydro, proses pembayaran hutang PT. Pertamina dengan PT. Pertamina Energy Services.BAB 5 : KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini penulis mengemukakan kesimpulan dan saran.
  19. 19. 10 BAB II LANDASAN TEORIA. Pengertian Akuntansi Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.B. Pengertian Ekonomi Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan nomos yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.C. Pengertian Hutang Ada beberapa pengertian hutang yang saya kutip dari beberapa sumber diantaranya adalah :
  20. 20. 111. Menurut Chariri dan Ghozali (2005 : 157) yaitu “hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa yang mendatang yang mungkin timbul dari kewajiban sekarang dari suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan ke entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi di masa lalu”.2. Munawir (2004 : 18) berpendapat bahwa “hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor”, sedangkan dalam hal ini Hongren, et al. (2006 : 505) menyatakan bahwa “hutang merupakan suatu kewajiban untuk memindahkan harta atau memberikan jasa di masa yang akan datang”. Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa hutang adalah kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar dengan uang, barang, atau jasa pada saat jatuh tempo.3. Hutang adalah sesuatu yang dipinjam.Seseorang atau badan usaha yang meminjam disebut debitur.Entitas yang memberikan utang disebut kreditur. (http://id.wikipedia.org/wiki/Hutang)4. Hutang adalah memberikan sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjamankepada peminjam dengan pengembalian di kemudian hari sesuai perjanjian dengan jumlah yang sama.
  21. 21. 12 (http://organisasi.org/hutang_piutang_menurut_ajaran_islam_definisi_penge rtian_hukum_rukun_manfaat_dari_hutang_piutang_pendidikan_agama_isla m)5. Hutang adalah kewajiban perusahaan yang timbul karena tindakan atau transaksi–transaksi di masa lampau untuk memperoleh aktiva atau jasa, yang pelunasannya baru akan dilakukan di masa yang akan datang, baik dengan penyerahan uamg tunai, aktiva-aktiva tertentu lainnya, jasa maupun dengan menciptakan hutang baru. Hutang dapat menimbulkan kewajiban keuangan ataupun kewajiban pelaksanaan. Sebagai contoh, kewajiban keuangan misalnya hutang usaha, hutang pajak, hutang deviden, hutang bunga dan sebagainya, sedangkan kewajiban pelaksanaan, misalnya sewa yang diterima di muka, beban yang diterima di muka, uang garansi pembelian dari para pembeli. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kewajiban_%28akuntansi%29)6. Liabilitas (bahasa Inggris: liability) adalah utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Liabilitas adalah kebalikan dari aset yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Contoh liabilitas adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kewajiban) Istilah liabilitas diadopsi dari bahasa Inggris liability untuk menggantikan istilah sebelumnya, kewajiban.Kini kata kewajiban digunakan untuk merujuk pada istilah bahasa Inggris obligation.
  22. 22. 13Liabilitas dimasukkan dalam neraca dengan saldo normalkredit, danbiasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:a) Liabilitas jangka pendek - liabilitas yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang). Biasanya terdiri dari utang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dan sebagainya), pendapatan ditangguhkan, bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam tahun berjalan, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dan lain-lain.b) Yusuf (2005 : 230) mendefinisikannya sebagai berikut “kewajiban lancar adalah hutang yang diharapkan akan dibayar (1) dalam jangka waktu satu tahun atau siklus akuntansi operasi normal perusahaan, (2) dengan menggunakan aktiva lancar atau hasil pembentukan kewajiban lancar yang lain”. Lebih jelas lagi Niswonger, et al. (2000 : 441) berpendapat bahwa “kewajiban lancar adalah kewajiban yang harus dibayar dengan aktiva lancar serta jatuh tempo dalam jangka pendek, biasanya satu tahun”. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hutang jangka pendek adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau siklus operasi normal perusahaan dan harus dilunasi dengan menggunakan aktiva lancar, serta kewajiban tersebut berdasarkan transaksi yang telah terjadi.c) Liabilitas jangka panjang - liabilitas yang penyelesaiannya melebihi satu periode akuntansi (lebih dari satu tahun). Biasanya terdiri dari utang
  23. 23. 14jangka panjang, obligasi pensiun, dan lain-lain. Hutang jangka panjangmenurut Kieso (2002 : 242) “terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomiyang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yangtidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan,mana yang lebih lama”. Pengertian hutang jangka panjang olehDyckman, et al. (2000 : 218) adalah “kewajiban dengan jangka waktuyang melebihi satu tahun dari tanggal neraca atau siklus operasi, manayang lebih lama”.Baridwan (2000 : 365) mengatakan bahwa “hutangjangka panjang digunakan untuk menunjukkan hutang-hutang yangpelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atauakan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktivalancar”. Senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh Gunadi (2005: 83) bahwa “kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang tidakakan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau yang pengeluarannyatidak menggunakan sumber aktiva lancar”. Berdasarkan definisi danpenjelasan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hutangjangka panjang merupakan pinjaman yang diperoleh perusahaan daripihak ketiga atau kreditor, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun,dan dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan dari aktiva lancar, sertajumlah hutang jangka panjang tersebut tidak boleh melebihi jumlahmodal sendiri.
  24. 24. 15D. Metode pencatatan utang Ada dua metode pencatatan utang, yaitu account payable procedure dan voucher payable procedure. 1. Dalam account payable procedure, catatan utang adalah berupa kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur, yang memperlihatkan catatan mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran, dan saldo utang. 2. Dalam voucher payable procedure, tidak menggunakan kartu utang. Tapi menggunakan arsip voucher yang disimpan dalam arsip menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya. Arsip bukti kas keluar ini berfungsi sebagai catatan utang.E. Jenis – jenis hutang Struktur hutang menjelaskan suatu komposisi jangka waktu hutang yang dipergunakan oleh perusahaan, baik jangka pendek, menengah, ataupun jangka panjang, dan dipengaruhi oleh besar kecilnya hutang tersebut, jenis hutang antara lain: 1. Hutang Jangka Pendek Hutang yang harus dilunasi dalam jangka waktu pendek, paling lama satu tahun sesudah tanggal neraca, atau harus dilunasi dalam jangka waktu satu siklus operasi normal perusahaan yang bersangkutan (tergantung mana yang
  25. 25. 16lebih panjang). Sumber pendanaan Hutang jangka pendek dikelompokkanmenjadi:a) Variable Keputusan Pasif, jumlah sumber dana tersebut akan tergantung pada keputusan aspek yang lainnya sesuai dengan aktivitas perusahaan. Misalnya: pembelian bahan baku secara kredit, rekening-rekening accruals.b) Variable Keputusan Aktif, perusahaan harus secara aktif mencari dan mendapatkan sumber dana dan dalam memperolehnya harus mempunyai perjanjian-perjanjian formal kepada Kreditor. Misalnya: hutang Bank.Ada beberapa jenis hutang jangka pendek yaitu :a) Hutang Dagang Hutang dagang atau account payable adalah jumlah uang yang masih harus dibayarkan kepada pemasok, karena perusahaan melakukan pembelian barang atau jasa. Salah satu contoh hutang dagang adalah pembelian barang dagangan atau peralatan kantor secara kredit. Hutang ini tidak memerlukansurat atau perjanjian tertulis sehingga pelaksanaannya didasarkan atas rasa saling percaya.b) Hutang wesel atau Promes Hutang wesel atau promes adalah kewajiban yang dibuktikan dengan janji tertulis tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu pada
  26. 26. 17 tanggal yang telah ditentukan di kemudian hari. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa hutang ini bersifat lebih formal dibandingkan dengan hutang dagang biasa. Apabila wesel dibuat dengan jangka waktu kurang dari satu tahun maka wesel tersebut digolongkan sebagai hutang lancar. Proses timbulnya hutang wesel sama seperti hutang dagang, yaitu dari kegiatan pembelian barang atau jasa secara kredit. Dapat juga terjadi pada awalnya merupakan hutang dagang biasa kemudian dengan tujuan untuk lebih memberikan kepastian bagi kreditur maka hutang dagang tersebut berubah menjadi hutang wesel.c) Beban-beban yang masih harus dibayar (accrual liabilities) Beban-beban yang harus dibayar adalah kewajiban terhadap beban- beban yang telah terjadi, tapi belum dibayar karena belum jatuh tempo pada akhir periode yang bersangkutan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah hutang gaji dan upah, hutang komisi, dan hutang bunga. Dalam contoh di atas telah diberikan contoh mengenai bunga yang masih harus dibayar atau hutang bunga.Gaji dan upah yang dibayarkan kepada karyawan dan buruh perusahaan pada umumnya telah dipotong dengan bermacam–macam potongan. Misalnya : 1) Pajak Pendapatan. 2) Pensiun. 3) Asuransi hari tua.
  27. 27. 18 4) Tabungan wajib. 5) Iuran wajib. Selama dana–dana tersebut belum digunakan harus nampak sebagai pos hutang di dalam neraca perusahaan.d) Hutang Deviden Hutang deviden adalah deviden yang dapat dibayar sebagaimana diumumkan oleh dewan komisaris perusahaan tapi pada akhir periode belum dibayar dan dicatat sebagai hutang deviden.Perseroan Terbatas yang sudah mengumumkan adanya pembagian deviden kepada para pemegang saham sudah harus mengakui adanya hutang pada saat pengumuman.e) Pendapatan yang diterima di muka Kadang-kadang ada beberapa jenis pendapatan yang dapat diterima lebih dahulu seperti uang langganan majalah atau sewa.Pos ini dinyatakan sebagai hutang, karena menggambarkan suatu klaim terhadap perusahaan.Pada umumnya kewajiban ini diselesaikan dengan menyerahkan barang atau jasa dalam periode akuntansi berikutnya.Jika terdapat penerimaan di muka melampaui satu periode akuntansi berikutnya harus dilaporkan dalam neraca sebagai kelompok tersendiri (terpisah dari hutang jangka pendek).f) Bagian dari Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo
  28. 28. 19 Terdapat beberapa hutang jangka panjang dan wesel bayar jangka panjang yang harus dibayar secara angsuran. Bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo atau harus dibayar dalam waktu 12 bulan, harus digolongkan sebagai hutang jangka pendek. Jumlah ini tidak termasuk jumlah beban bunga yang harus dibayar karena beban bunga ini akan dibukukan dalam akun hutang bunga. g) Penyajian Hutang Lancar dalam Neraca Menurut PSAK No.1 suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek, jika: 1) diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan; atau 2) jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca. Semua kewajiban di luar itu harus diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Hutang lancar adalah kelompok hutang yang harus dilaporkan paling atas dalam neraca. Dalam kelompok ini, setiap jenis hutang dicantumkan secara terpisah dan informasi mengenai jangka waktu hutang wesel serta informasi penting lainnya harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Cara penyajian yang umum dalam praktik adalah dengan mencantumkan hutang wesel paling atas kemudian hutang dagang, dan berikutnya utang lancar lainnya.2. Hutang Jangka Panjang
  29. 29. 20Pada umumnya hutang jangka panjang mempunyai waktu sekitar 1 sampai 5tahun, bahkan ada yang beranggapan bahwa hutang ini mempunyai jangkawaktu 10 tahun, hutang jangka panjang mempunyai kaitan dengan strukturmodal. Apabila perusahaan meminjam dana dan mengembalikannya dalamjangka waktu yang relatif lama maka pinjaman/hutang tersebut akan menjadibagian dari struktur modal perusahaan. Perbandingan antara hutang jangkapanjang yang bersifat pinjaman dan modal sendiri biasanya didefinisikansebagai modal. Hutang jangka panjang juga terbentuk akibatdiperpanjangnya pinjaman/ hutang jangka pendek maupun hutang jangkamenengah, hal itu dilihat atas dasar waktu pembayaran hutang tersebut.Pertimbangan Dalam Keputusan Hutang Semakin lama pinjaman/hutangmaka semakin aman perusahaan karena semakin kecil menanggung resikokebangkrutan, akan tetapi biaya bunganya semakin besar. Semakin besarkemungkinan dalam memperpanjang jangka waktu hutang, maka semakinbesar biaya perpanjangan yang harus dikeluarkan dan kemungkinan akanmenanggung resiko kebangkrutan.(http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.com/2009/08/struktur-hutang.html)Timbulnya Hutang Jangka Panjang, hutang jangka panjang umumnya timbulapabila perusahaan membutuhkan tambahan dana. Apabila dana ini akandigunakan untuk investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan hasil
  30. 30. 21dalam jangka panjang seperti misalnya untuk pembuatan gedung ataupembelian mesin-mesin, maka dana yang dibutuhkan sebaiknya diperolehdari hutang jangka panjang atau modal sendiri.Jenis-jenis Hutang Jangka Panjang, didalam praktik kita mempunyaiberbagai jenis hutang jangka panjang, tetapi pada umumnya hutang jangkapanjang dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu:a) hutang hipotik adalah pinjaman yang harus dijamin dengan harta tidak bergerak. Di dalam perjanjian hutang disebutkan kekayaan peminjam yang dijadikan jaminan misalnya berupa tanah atas gedung. Jika peminjam tidak melunasi pinjaman pada waktunya, maka pemberi pinjaman dapat menjual jaminan untuk diperhitungkan dengan pinjaman yang bersangkutan. Pinjaman hipotik biasanya diambil jika dana yang diperlukan dapat dipinjam dari satu sumber, misalnya dengan mengambil peinjaman dari suatu bank tertentu. Kredit-kredit bank dengan jaminan harta tak bergerak adalah contoh hipotik yang banyak dijumpai dalam praktik. Mengingat pinjaman hipotik hanya diambil dari satu sumber maka akuntansi untuk hipotik relatif sederhana.b) Hutang Obligasi ialah hutang yang diperoleh melalui penjualan surat- surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi yang bertindak sebagai pemberi pinjaman. Dalam surat obligasi dan
  31. 31. 22ketentuan-ketentuan lain sesuai dengan jenis obligasi yangbersangkutan.pinjaman obligasi mengandung berbagai masalah dan variasi yangberpengaruh pula pada akuntnasinya.Jenis-jenis Obligasi dalam masyarakat berbagai macam obligasi yangdiperlukan untuk pembelanjaan perusahaan. Jenis yang paling banyakdikenal ialah:1) Obligasi terjamin, adalah obligasi terjamin yang masih dibedakan menurut jenis kekayaan yang dijadikan jaminan seperti misalnya : 1.a) Dijamin Harta Tak Bergerak Tanah Atau Gedung 1.b) Dijamin Harta Bergerak Seperti Mesin, Perlengkapan Dan Kekayaan Lainnya. Apabila obligasi terjamin tidak dapat dilunasi pada tanggal jatuh temponya maka kekayaan yang menjadi jaminan harus dijual untuk melunasi obligasi tersebut.2) Obligasi tak terjamin, obligasi semacam ini tidak dijamin dengan harta kekayaan tertentu sehingga laku tidaknya obligasi ini di pasaran surat berharga sangat tergantung pada kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang mengeluarkannya. Obligasi terjamin kadang-kadang dibedakan lagi menjadi beberapa tingkatan seperti obligasi pertama, kedua, atau bahkan ketiga. Hal ini berarti bahwa jika obligasi tidak dapat dilunasi pada saat jatuh
  32. 32. 23temponya maka kekayaan yang menjadi jaminan harus dijual ataudilelang. Hasil penjualan kekayaan tersebut pertama-tama akandipakai melunasi obligasi-obligasi terjamin pertama, jika masih adasisanya barulah digunakan untuk melunasi obligasi terjaminberikutnya.Pencatatan Pengeluaran Obligasi, untuk dapat memahami akuntansiobligasi perlu dipahami dahulu beberapa istilah penting yangberhubungan dengan obligasi.1.a) Nilai nominal obligasi yaitu jumlah yang akan dibayar pada tanggal jatuh tempo obligasi.1.b) Tanggal jatuh tempo yaitu tanggal di mana obligasi harus dilunasi.1.c) Bunga obligasi yaitu bunga pertahun yang diberikan kepada pemegang obligasi. Bunga obligasi dinyatakan dalam persentase tertentu.1.d) Tanggal bunga yaitu tanggal di mana bunga obligasi akan dibayar. Kadang-kadang bunga obligsi dibayar tiap setengah tahunan sehingga pada tiap tahun terdapat dua tanggal bunga. Misalnya tanggal bunga 1/4 dan 1/10 berarti bahwa pada tanggal 1 April dibayar bunga untuk periode 6 bulan dan pada tanggal 1 Oktober dibayar bunga untuk periode 6 bulan lagi. Bunga obligasi biasanya dibayar dibelakang.
  33. 33. 24 Nilai nominal obligasi, tanggal jatuh tempo, tingkat bunga dan tanggal bunga tercantum dalam perjanjian obligasi dan juga dicetak dengan jelas pada tiap-tiap lembar sertifikat obligasi.Pencatatan hutang obligasi, hutang obligasi perusahaan sebagai pihakdebitur yang aktif mengeluarkan surat–surat tanda hutang itu, makaperlu diadakan pembahasan yang sedikit mendalam tentangpembukuannya.Pencatatan selama peredaran Hutang obligasi, bilamana perusahaanberhasil menjual sejumlah surat obligasi yang dikeluarkannya, berartiperusahaan berhasil memperoleh sejumlah uatng jangka panjang yangnantinya setelah tiba saat jatuh temponya akan dilunasi sebesar nilainominalnya. Oleh sebab itu hasil penjualan obligasi dibukukan pulasebesar nilai nominalnya ke dalam akun hutang obligasi. Sedangkanselisih antara harga penjualan (harga kurs) dengan harga nominaltersebut, dibukukan tersendiri ke akun Diskonto obligasi, jika harga kursdibawah nilai nominalnya dan dibukukan ke dalam akun Premi obligasijika harga kurs di atas nilai nominalnya.Pengeluaran Obligasi Dengan Premi Dan Diskonto, apabila tingkatbunga di pasaran lebih rendah dari tingkat bunga obligasi, maka pembeli(investor) akan bersedia membayar dengan harga harga lebih tinggidarui nilai nominal obligasi. Dengan perkataan lain investor bersedia
  34. 34. 25 membayar dengan premi. Premi akan mengurangi beban bunga. Sebaliknya diskonto akan menambah beban bunga. Pengeluaran Obligasi Di Antara Tanggal Bunga, obligasi kadang- kadang dikeluarkan tidak bertepatan dengan tanggal bunga tetapi pada suatu tanggal tertentu diantara dua tanggal bunga.Mengingat bahwa bunga obligasi selalu dibayar untuk periode waktu tetap, maka pembeli obligasi dikenakan bunga berjalan yaitu bunga antara tanggal pembayaran bunga yang terakhir sampai dengan tanggal pengeluaran (penjualan) obligasi. c) Amortisasi Premi dan Diskonto, keuntungan ataupun kerugian sebagai akibat adanya premi atau diskonto dari penjualan obligasi bukanlah merupakan laba atau rugi pada periode di mana penjualan itu terjadi, melinkan merupakan keuntungan atau kerugian sepanjang umur dari Hutang obligasi yang bersangkutan.Oleh karena itu setiap akhir periode (tahun) perlu disusun jurnal pembebanan keuntungan atau kerugian tersebut ke akun “Beban bunga”, melalui jurnal penyesuaian.F. Konsep Pencatatan Akuntansi ada dua metode pencatatan akuntansi, yaitu : 1. Cash Basis 2. Accrual Basis
  35. 35. 26 Metode Cash Basis, Cash Basis merupakan salah satu konsep yang sangatpenting dalam akuntansi, dimana Pencatatan basis kas adalah teknik pencatatanketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan.Dengan kata lain Akuntansi Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakuipengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterimaatau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja danpembiayaan. Cash Basis akan mencatat kegiatan keuangan saat kas atau uang telahditerima misalkan perusahaan menjual produknya akan tetapi uang pembayaranbelum diterima maka pencatatan pendapatan penjualan produk tersebut tidakdilakukan, jika kas telah diterima maka transaksi tersebut baru akan dicatatseperti halnya dengan “dasar akrual” hal ini berlaku untuk semua transaksi yangdilakukan, kedua teknik tersebut akan sangat berpengaruh terhadap laporankeuangan, jika menggunakan dasar akrual maka penjualan produk perusahaanyang dilakukan secara kredit akan menambah piutang dagang sehinggaberpengaruh pada besarnya piutang dagang sebaliknya jika yang di pakai cashbasis maka piutang dagang akan dilaporkan lebih rendah dari yang sebenarnyaterjadi.Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu :1. Pengakuan Pendapatan :
  36. 36. 27 Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.2. Pengakuan Biaya : Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis ketimbang accrual basis, contoh: usaha relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis). Disamping itu, pencatatan akuntansi dengan metode cash basis jugamempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut :1. Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis b) Metode Cash basis digunakan untuk pencatatan pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.
  37. 37. 28 c) Beban/biaya belum diakui sampai adanya pembayaran secara kas walaupun beban telah terjadi, sehingga tidak menyebabkan pengurangan dalam penghitungan pendapatan. d) Pendapatan diakui pada saat diterimanya kas,sehingga benar-benar mencerminkan posisi yang sebenanya. e) Penerimaan kas biasanya diakui sebagai pendapatan. f) Laporan Keuangan yang disajikan memperlihatkan posisi keuangan yang ada pada saat laporan tersebut. g) Tidak perlunya suatu perusahaan untuk membuat pencadangan untuk kas yang belum tertagih.2. Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis a) Metode Cash basis tidak mencerminkan besarnya kas yang tersedia. b) Akan dapat menurunkan perhitungan pendapatan bank, karena adanya pengakuan pendapatan sampai diterimanya uang kas. c) Adanya penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih. d) Biasanya dipakai oleh perusahaan yang usahanya relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis). e) Setiap pengeluaran kas diakui sebagai beban.
  38. 38. 29 f) Sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayarannya, karena pencatatan diakui pada saat kas masuk atau keluar. g) Sulit bagi manajemen untuk menentukan suatu kebijakan kedepannya karena selalu berpatokan kepada kas. Metode accrual basis, basis Akrual (Accrual Basis) Teknik basis akrualmemiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksitersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksidicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar – benar diterima ataudikeluarkan. Dengan kata lain basis akrual digunakan untuk pengukuran aset, kewajibandan ekuitas dana. Jadi Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakuipengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa ituterjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu:1. Pengakuan pendapatan : Saat pengakuan pendapatan pada accrual basis adalah pada saat perusahaan mempunyai hak untuk melakukan penagihan dari hasil kegiatan perusahaan. Dalam konsep accrual basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan kas benar-benar diterima. Makanya dalam accrual basis kemudian muncul adanya estimasi piutang tak tertagih, sebab penghasilan sudah diakui padahal kas belum diterima.
  39. 39. 302. Pengakuan biaya : Pengakuan biaya dilakukan pada saat kewajiban membayar sudah terjadi. Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat dianggap sebagai starting point munculnya biaya meskipun biaya tersebut belum dibayar. Dalam era bisnis dewasa ini, perusahaan selalu dituntut untuk senantiasa menggunakan konsep accrual basis ini. Disamping itu, pencatatan akuntansi dengan metode cash basis jugamempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan yaitu sebagai berikut :1. Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis b) Metode aacrual basis digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana. c) Beban diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih handal dan terpercaya. d) Pendapatan diakui saat terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih handal dan terpecaya walaupun kas belum diterima. e) Banyak digunakan oleh perusahan-perusahana besar (sesuai dengan Ketentuan Standar Akuntansi Keuangan dimana mengharuskan suatu perusahaan untuk menggunakan basis akural). f) Piutang yang tidak tertagih tidak akan dihapus secara langsung tetapi akan dihitung kedalam estimasi piutang tak tertagih.
  40. 40. 31 g) Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masing- masing akun sesuai dengan transaksi yang terjadi. h) Adanya peningkatan pendapatan perusahaan karena kas yang belum diterima dapat diakui sebagai pendapatan. i) Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai pedoman manajemen dalam menentukan kebijakan perusahaan kedepanya. j) Adanya pembentukan pencandangan untuk kas yang tidak tertagih, sehingga dapat mengurangi risiko kerugian.2. Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Accrual Basis a) Metode aacrual basis digunakan untuk pencatatan. b) Biaya yang belum dibayarkan secara kas, akan dicatat efektif sebagai biaya sehingga dapat mengurangi pendapatan perusahaan. c) Adanya resiko pendapatan yang tak tertagih sehingga dapat membuat mengurangi pendapatan perusahaan. d) Dengan adanya pembentukan cadangan akan dapat mengurangi pendapatan perusahaan. e) Perusahaan tidak mempunyai perkiraan yang tepat kapan kas yang belum dibayarkan oleh pihak lain dapat diterima Metode Mana yang Lebih Baik?, metode akuntansi yang digunakan suatuperusahaan dapat mempengaruhi pendapatan total suatu perusahaan pada laporan
  41. 41. 32keuangannya, begitu pula dengan beban perusahaan. Didalam metode cash basispada saat transaksi beban tidak akan diakui sampai uang dibayarkan walaupunbeban terjadi terjadi pada bulan itu. Demikian juga dengan pendapatan, tidakdiakui sampai dengan uang diterima.Sehingga metode cash basis tidakmencerminkan besarnya uang yang ada sebenarnya.Pada metode accrual basisbeban dan pendapatan diakui pada saat terjadinya transaksi.Sehingga informasiyang disediakan lebih handal dan terpercaya tentang seberapa besar suatuperusahaan mengeluarkan uang atau menerima uang dalam setiap bulannya.Pencatatan menggunakan metode ini mengakui beban pada saat transaksi terjadiwalaupun kas belum dibayarkan. Begitu pula dengan pendapatan, dicatat padasaat transaksi terjadi walaupun kas atas transaksi pendapatan tersebut baruditerima bulan depan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pencatatan menggunakan metode accrualbasis lebih mencerminkan keadaan keuangan perusahaan sebenarnya.Tetapimetode pencatatan accrual basis lebih sulit untuk diterapkan karena akuntanharus melakukan pencatatan lebih banyak dibandingkan dengan menggunakanmetode cash basis.Tapi dengan menggunakan software akuntansi, informasi yanghandal dan efisiensi pekerjaan dapat tercapai dengan baik.
  42. 42. 33 BAB III PROFILE PERUSAHAANA. Latar Belakang PT. PERTAMINA (Persero) PT. PERTAMINA (Persero) adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan setelah merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA. Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. PT PERTAMINA (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No.C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31
  43. 43. 34 Tahun 2003 "TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA) MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)" Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.B. Sejarah PT.Pertamina (Persero) 1. 1871 – 1885 masa awal pencarian dan penemuan minyak di Indonesia, masa industri minyak Indonesia mulai di awal abad 19 : a) 12 tahun setelah pemboran minyak pertama di Titusville, Pensylvania, AS 1859 b) Reering 1871 - Zilker 1885 masa pencarian dan penemuan minyak (mulai pemboran 1883 di Telaga Tiga) 2. Masa 1885 – 1945 masa eksploitasi minyak oleh penjajah, Pasca 1885 Berdiri Royal Dutch Company di Pangkalan Berandan (Sumatera Utara) : a) 1887 - Pencarian minyak di Jawa Timur (Surabaya) b) 1888 - Konsesi Sultan Kutai dengan JH Meeten di Sanga-Sanga c) 1890 - Pendirian kilang Wonokromo & Cepu d) 1892 - Pembangunan kilang minyak di Pangkalan Berandan e) 1894 - Pendirian kilang Balikpapan oleh Shell Transport and Trading
  44. 44. 35 f) 1899 - UU Pertambangan Pemerintah Hindia Belanda (Indische Mijnwet) yang mengatur kegiatan pencarian minyak bumi di Indonesia3. Masa AS dan Belanda a) AS berusaha masuk ke Indonesia tapi dicegah pemerintah Belanda. Namun karena tekanan AS kepada Den Haag, akhirnya muncul perusahaan patungan AS dan Belanda yakni SHELL dan NIAM (Jambi, Bunyu, dan Sumatera Utara) b) Standard Oil masuk dan dipecah menjadi Standard Oil of New Jersey (membentuk Anak Perusahaan American petroleum Co) dan Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij (NKPM). c) NKPM menemukan lapangan Talang Akar (Sumsel) yang merupakan lapangan terbesar di Hindia Belanda d) Mendirikan Kilang Sungai Gerong di seberang Kilang Plaju milik Shell e) 1933 Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan Madura menggabungkan seluruh usahanya ke dalam Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM) dalam bentuk patungan. Di dalamnya ada bagian pemasaran Standard Oil of New York sekarang bernama Mobil Oil. f) 1922 Standard Oil of California masuk ke Kalimantan dan Irian Jaya g) 1928 Gulf Oil (AS) masuk ke Sumatera Utara h) 1929 Standard Oil of California masuk ke Sumatera Utara
  45. 45. 36 i) 1933 Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan Madura menggabungkan seluruh usahanya ke dalam Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM) dalam bentuk patungan. Di dalamnya ada bagian pemasaran Standard Oil of New York sekarang bernama Mobil Oil. j) 1947 Penggabungan SVPM diubah statusnya menjadi PT Standard Vacuum Petroleum (Stanvac). Di zaman Jepang, usaha yang dilakukan umumnya adalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak akibat bumi hangus atau pengeboman.4. 1945 – 1957 masa Perjuangan Minyak Pra-Pertamina Selama perang kemerdekaan kegiatan pencarian minyak berhenti. a) Perjuangan Pangkalan Berandan, Sumatera Utara, dan Aceh Timur b) Muncul "Laskar Minyak" mensuplai keperluan pesawat terbang dan kendaraan lain c) Berdiri perusahaan minyak pribumi: 1) 1945 didirikan PTMSU 2) 1945 didirikan PTMN Cepu di lokasi ex SHELL (Lap. Nglobo, Semanggi Ledok dan Wonokromo) 3) 1950 PTMN Cepu berubah menjadi PTMNRI Cepu 4) 1950 PTMN Sumatera Utara berubah menjadi PTMRI Sumatera Utara 5) 1954 PTMNRI Sumatera Utara berubah menjadi TMSU
  46. 46. 37 6) 22 Juli 1957 TMSU ditetapkan menjadi PT ETMSU (eksploitasi) d) Agustus 1951 Mosi Mohammad Hasan 1) Gubernur Sumatera Mr. Teuku H. Moh. Hasan mengajukan sebuah mosi yang memperjuangkan pertambangan minyak dan disokong oleh kabinet secara bulat pada 2 Agustus 1951 dan dibentuk sebuah komisi. 2) Perjuangan di parlemen salah satunya adalah merintis UU pertambangan yang mengganti Indische Mijnwet e) 24 Oktober 1956 Ã PP No. 24/1956 Diputuskan tambang minyak Sumatera Utara tidak dikembalikan kepada SHELL5. Masa 1957 a) Juli 1957 Jend. AH. Nasution mendapatkan pelimpahan tugas tambang minyak Sumut. Rehabilitasi lapangan dan ekspor hasil untuk pembangunan. b) 1957 Pemerintah RI mengambil alih semua perusahaan Belanda di Indonesia. (Kecuali SHELL karena kepemilikannya bersifat internasional) c) Perubahan nuansa kedaerahan menjadi nasional (AH Nasution, 1957) d) 10 Desember 1957 berdirinya PT Permina sebagai perusahaan minyak pertama bersifat nasional
  47. 47. 386. Pasca 1957 a) 1959 berdiri NV NIAM (NV Nederlands Indische Aardolie Maatschappij) 1) Perusahaan patungan AS dan Belanda 2) 31 Des 1959 50% saham diambil alih pemerintah RI dan NV NIAM berubah jadi PT Permindo b) 1961 PT Permindo dikukuhkan menjadi PN Permigan c) Tahun 1961 : PT. PERMINA menjadi PN. PERMINA dan PTMN menjadi PN. PERMIGAN d) 4 Jan 1966 Permigan dilikuidasi karena peristiwa G30S/PKI (Perbum) e) Aset Permigan diberikan kepada PN Pertamin dan PN Permina f) 1968 PN Pertamin dan PN Permina merger menjadi PN Pertamina g) 1971 diterbitkan UU No. 8 tahun 1971 yang mengukuhkan PN Pertamina menjadi Pertamina h) 2001 diterbitkan UU Migas No 22 tahun 2001 yang akhirnya mengantar Pertamina menjadi PT Pertamina (Persero) i) 2003 Pertamina berubah status menjadi PT Pertamina (Persero) j) Perubahan mendasar ada pada peran regulator menjadi player7. Era Persero a) Pertamina adalah Badan Usaha Milik Negara yang telah berubah bentuk menjadi PT. Persero yang bergerak di bidang energi, petrokimia dan
  48. 48. 39 usaha lain yang menunjang bisnis Pertamina, baik di dalam maupun di luar negeri yang berorientasi pada mekanisme pasar. b) Modal Setor PT. Pertamina (Persero) : 1) PT. Pertamina (Persero) merupakan BUMN yang 100% sahamnya dimiliki oleh Negara. 2) Modal Disetor (Penanaman Modal Negara/PMN) PT. Pertamina (Persero) pada saat pendirian adalah Rp. 100 Trilyun. 3) Nilai Rp. 100 Trilyun tersebut diperoleh dari "Seluruh Kekayaan Negara yang selama ini tertanam pada Pertamina, yang meliputi Aktiva Pertamina beserta seluruh Anak Perusahaan, termasuk Aktiva Tetap yang telah direvaluasi oleh Perusahaan Penilai Independen, dikurangi dengan semua Kewajiban (Hutang) Pertamina".C. Visi dan Misi Perusahaan PT PERTAMINA menempatkan visi, misi dan tata nilai sebagai pedoman dalam menjalankan bisnisnya baik dalam skala lokal maupun skala global. Atribut-atribut tentang visi, misi dan tata nilai tersebut terpampang menghiasi dinding setiap ruangan rapat dan ruangan utama. Visi dan misi dari PT. Pertamina (Persero) adalah : 1. Visi PT. PERTAMINA (Persero) adalah Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia (To be the world class national oil company).
  49. 49. 40 Merupakan visi PT Pertamina (Persero) yang ingin dicapai pada tahun 2023. Dalam rangka mewujudkan visinya, PT Pertamina (Persero) harus dapat berlaku sebagaimana perusahaan minyak kelas dunia lainnya. Salah satu usaha yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) adalah dengan mengimplementasikan konsep mutakhir ERP (Enterprise Resource Planning). Implementasi ERP dengan teknologi SAP (System Application and Productsin Data Processing) memungkinkan penerapan bisnis proses yang mengacu pada best practices, penggunaan teknologi yang up to date, membuat pekerjanya terampil dalam menganalisa suatu permasalahan, memudahkan proses kerja mereka, dan mendapatkan informasi secara cepat, tepat dan akurat. PT Pertamina (Persero) mulai menggunakan SAP sejak tahun 2003, dan melakukan migrasi mySAP pada tahun 2009. Salah satu proses bisnis yang sangat penting adalah “Procurement to Pay” dan “Order to Cash”. Procurement to Pay melibatkan pengakuan hutang kepada vendor, sedangkan Order to Cash melibatkan pengakuan piutang kepada konsumen baik pihak ketiga maupun hubungan istimewa.2. Misi PT. Pertamina (Persero) adalah menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
  50. 50. 41D. Tata Nilai Menjabarkan Tata Nilai Perusahaan 6C sebagai landasan etika yang harus diikuti oleh insan PERTAMINA dalam melaksanakan tugas yang menjadi acuan perilaku insan PERTAMINA dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dan berinteraksi dengan stakeholders perusahaan. 1. Clean (Bersih) dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik. 2. Competitive (Kompetitif) mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja. 3. Confident (Percaya Diri) berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa 4. Costumer Focused (Fokus Pada Pelanggan) berorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. 5. Commercial (Komersial) menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
  51. 51. 42 6. Capable (Berkemampuan) dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.E. Struktur Organisasi Struktur Organisasi sebagai suatu perusahaan multinasional, PT PERTAMINA mempunyai struktur organisasi yang sangat komplek tidak hanya dikoordinasi secara lokal tetapi juga regional yaitu:
  52. 52. 43F. Sumber Daya Manusia Pengembangan SDM difokuskan kepada penciptaan pekerja yang profisien, profesional, berkomitmen, berdedikasi dan berorientasi bisnis. Untuk mencapai hal tersebut di atas, Perusahaan telah menetapkan strategi korporat berikut untuk pengembangan SDM : 1. Mengimplementasikan pengembangan pekerja yang terorganisasi dan konsisten sehingga para pekerja memiliki kompetensi, ketrampilan, dedikasi, kinerja dan produktivitas yang tinggi. 2. Memberikan penghargaan dalam bentuk kesejahteraan dan remunerasi yang kompetitif serta memberikan perlindungan kepada pekerja sesuai dengan standar perusahaan migas di Indonesia dan peraturan yang berlaku. 3. Menciptakan dan mengembangkan hubungan industri yang aman untuk menciptakan suasana yang harmonis dan nyaman guna mendukung produktivitas yang tinggi. Strategi korporat ini menjadi dasar untuk pengimplementasian program pengembangan SDM. Perusahaan memiliki keyakinan bahwa pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang sehingga Perusahaan memiliki komitmen terhadap program pengembangan yang sistematik dan berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan bisnis. Perusahaan telah mengimplementasikan proses rekruitmen dan seleksi pekerja yang transparan guna memperoleh ahli dan lulusan Sarjana baru untuk
  53. 53. 44 regenerasi. Proses rekruitmen dan seleksi awal dilaksanakan melalui pihak ketiga yang independent seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran. Melanjutkan kebijakan tahun 2001, Perusahaan telah mengembangkan sistem dan program manajemen karir berdasarkan kemampuan dan kinerja (merit system). Program dan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan transparansi dalam pengembangan karir pekerja Pertamina di masa mendatang. Untuk menciptakan budaya perusahaan yang mendukung proses transformasi, Perusahaan telah melakukan program sosialisasi untuk nilai-nilai unggulan yang dikenal dengan FIVE-M (Focus, Integrity, Visionary, Excellence and Mutual Respect). Untuk pengukuran kinerja, Perusahaan menggunakan Ukuran Kerja Terpilih dan Indeks Produktivitas. Pengukuran ini meningkatkan pengembangan yang berkelanjutan untuk mempercepat pencapaian status sebagai perusahaan bertaraf internasional.G. Modal Modal Setor PT. Pertamina (Persero) : 1. PT. Pertamina (Persero) merupakan BUMN yang 100% sahamnya dimiliki oleh Negara.
  54. 54. 45 2. Modal Disetor (Penanaman Modal Negara/PMN) PT. Pertamina (Persero) pada saat pendirian adalah Rp. 100 Trilyun. Nilai Rp. 100 Trilyun tersebut diperoleh dari "Seluruh Kekayaan Negara yang selama ini tertanam pada Pertamina, yang meliputi Aktiva Pertamina beserta seluruh Anak Perusahaan, termasuk Aktiva Tetap yang telah direvaluasi oleh Perusahaan Penilai Independen, dikurangi dengan semua Kewajiban (Hutang) Pertamina".H. Teknologi Salah satu usaha yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) adalah dengan mengimplementasikan konsep mutakhir ERP (Enterprise Resource Planning). Implementasi ERP dengan teknologi SAP (System Application and Productsin Data Processing) memungkinkan penerapan bisnis proses yang mengacu pada best practices, penggunaan teknologi yang up to date, membuat pekerjanya terampil dalam menganalisa suatu permasalahan, memudahkan proses kerja mereka, dan mendapatkan informasi secara cepat, tepat dan akurat. PT Pertamina (Persero) mulai menggunakan SAP sejak tahun 2003, dan melakukan migrasi mySAP pada tahun 2009. Salah satu proses bisnis yang sangat penting adalah „Procurement to Pay dan Order to Cash. Procurement to Pay melibatkan pengakuan hutang kepada vendor, sedangkan Order to Cash melibatkan pengakuan piutang kepada konsumen baik pihak ketiga maupun hubungan istimewa.
  55. 55. 46I. Strategi Bisnis 1. Sektor Hulu, kegiatan Direktorat Hulu Pertamina mencakup bidang-bidang eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Aktivitas lainnya terdiri atas pengusahaan energi Coal Bed Methane (CBM) dan panas bumi. Di samping itu, untuk mendukung gerak laju seluruh kegiatan tersebut, Pertamina mengembangkan pusat riset dan teknologi sektor hulu serta menekuni bisnis jasa pengeboran. Pada umumnya wilayah kerja migas Pertamina berada di Indonesia dan sebagian di luar negeri.Bisnis Pertamina di sektor hulu dilaksanakan melalui operasi sendiri (own operation) dan lewat pola kemitraan.Berbeda dengan kegiatan usaha di bidang migas, aktivitas eksplorasi dan produksi panasbumi serta CBM sepenuhnya dilakukan di Indonesia.Hal ini karena potensi sumber daya panasbumi dan CBM di dalam negeri cukup kaya untuk dikembangkan. Untuk menjaga kesinambungan produksi gas, Pertamina memantapkan langkahnya dalam investasi bidang pengusahaan CBM. Pertamina menandatangani empat Kontrak Kerja Sama (KKS) baru di bidang CBM. Ketiga KKS tersebut adalah: a) PHE Metana Kalimantan A mengelola Blok Sangatta I, Kalimantan Timur b) PHE Metana Kalimantan B mengelola Blok Sangatta II, Kalimantan Timur
  56. 56. 47 c) PHE Metana Sumatera Tanjung Enim mengelola wilayah kerja Blok Tanjung Enim, Sumatera Selatan d) PHE Metana Sumatera 2 mengelola Blok Muara Enim. Eksplorasi dan Produksi. a) Meningkatkan produksi dari lapangan eksisting. b) Melakukan ekspansi kegiatan usaha dan operasi termasuk melalui cara anorganik (akuisisi). c) Mengembangkan potensi CBM di wilayah Pertamina. d) Melakukan aliansi strategis untuk ekspansi maupun membangun kemampuan spesifik.Non Eksplorasi dan Produksi a) Meningkatkan bisnis perniagaan gas di dalam negeri serta memanfaatkan peluang untuk memperbesar bisnis transportasi dan pemrosesan gas melalui sinergisitas dengan AP Pertamina lainnya. b) Pro aktif dalam perumusan pricing policy selaras dengan kebijakan nasional. c) Peningkatan kapasitas dan kemampuan spesifik jasa pengeboran untuk menunjang rencana ekspansi perusahaan. Saat ini, Direktorat Hulu mengelola 6 anak perusahaan yang bergerak di bisnis hulu industri migas dan panasbumi, yaitu: PT Pertamina EP (PEP), PT
  57. 57. 48Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Gas, PT Pertamina GeothermalEnergy (PGE), PT Pertamina EP Cepu (PEP Cepu), dan PT PertaminaDrilling Services Indonesia (PDSI). Selain itu Direktorat Hulu jugamengembangkan fungsi penunjang teknologi bidang hulu, yaitu Exploration& Production Technology Center (EPTC).Masing-masing anak perusahaan dan fungsi penunjang tersebut menjalankantugas sebagai berikut:PT PERTAMINA EP PEP dibentuk pada 13 September 2005, denganmaksud untuk mengelola pengusahaan minyak dan gas (operasi sendiri)berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan BP Migas yangditandatangani pada 17 September 2005.Sebagai anak perusahaan bidang hulu, PEP bergerak dalam operasieksplorasi dan produksi minyak dan gas di wilayah-wilayah kerja dalamnegeri seluas 140.000 km2 yang selama ini dikelola oleh Pertamina.Wilayah operasi PEP dibagi dalam tiga region, yaitu:a) Region Sumaterab) Region Jawac) Region Kawasan Timur Indonesia (KTI).
  58. 58. 49Region Sumatera meliputi:a) Lapangan Rantaub) Pangkalan Susuc) Jambid) Pendopoe) Prabumulihf) Unit Bisnis Pertamina EP (UBEP) Jambig) Limauh) Liriki) Adera (ex. JOB-EOR Pertamina Lekomaras, 22 April 2009).Region Jawa terdiri atas:a) Lapangan Cepub) Jatibarangc) Subangd) Tambun.Sementara Region Kawasan Timur Indonesia (KTI) meliputi:a) Lapangan Bunyub) Sangattac) Sorong UBEP Tanjung dan Sangasanga-Tarakan.
  59. 59. 50PT PERTAMINA GAS Pada 23 Februari 2007, Pertamina mendirikan anak perusahaan PT Pertagas yang kemudian diubah menjadi PT Pertamina Gas pada 2008. PT Pertamina Gas bergerak di bidang transportasi,niaga, dan pemrosesan gas.Dalam kegiatan transmisi gas, Pertamina telah memiliki jaringan pipadengan volume total sekitar 34.000 km-inci yang terletak di SumateraBagian Utara, Sumatera Bagian Tengah, Sumatera Bagian Selatan, JawaBagian Barat, Jawa Bagian Timur, dan Kalimantan Timur.Pada Januari 2009 PT Pertamina Gas mendapatkan Izin Transportasi danpada Februari 2009 PT Pertamina Gas memperoleh Hak Khusus dari BPHMigas untuk pengangkutan gas bumi melalui pipa di 43 ruas transmisi.Keluarnya Izin Transportasi dan Hak Khusus itu melengkapi terbitnya IzinNiaga pada September 2008. Dengan izin usaha dan hak khusus tersebut, PTPertamina Gas telah memiliki landasan regulasi untuk menjadi pemainutama dalam bisnis gas di Indonesia.PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY PGE berdiri pada 12 Desember 2006. Anak perusahaan Pertamina ini bergerak dalam bidangeksplorasi dan eksploitasi panasbumi di 15 wilayah kerja pengusahaan(WKP) panas bumi Indonesia, yaitu:
  60. 60. 51a) Sibayak-Sinabung,b) Sibual-buali–Sarulla,c) Sungai Penuh-Sumurup,d) Tambang Sawah-Hululais,e) Lumut Balai,f) Waypanas-Ulubelu,g) Cibereum-Parabakti,h) Pengalengan (Patuha-Wayang Windu),i) Kamojang-Darajat,j) Karaha-Telagabodas,k) Dieng,l) Iyang-Argopuro,m) Tabanan-Bali,n) Lahendong-Tompaso,o) dan Kotamobagu.PT PERTAMINA EP CEPU PEP Cepu, berdiri pada 14 September 2005, merupakan anak perusahaan PT Pertamina(Persero) yang bergerak di bidang usaha hulu migas. Di Blok Cepu,Pertamina memiliki interest sebesar 45%, bermitra dengan Mobil Cepu Ltd
  61. 61. 52(selaku operator) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengelola KKSBlok Cepu.PT PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA PT. PDSI didirikan pada 13 Juni 2008 sebagai entitas bisnis yang melakukan kegiatan dalam bidangmanajemen jasa pengeboran. Jasa yang diberikan meliputi pengeboran,workover, serta jasa pengeboran dengan sistem Daily Rate dan ManajemenPengeboran Terpadu (MPT) untuk sumur minyak, gas, dan panasbumi.Saat ini, PT PDSI memiliki 34 unit rig pengeboran (28 milik sendiri dan 6alih kelola dari PT Usayana)EXPLORATION AND PRODUCTION TECHNOLOGY CENTERDirektorat Hulu mengembangkan pusat penelitian dan perekayasaan bidangteknologi hulu migas, panasbumi, dan CBM disebut EPTC.Tujuan pendirianEPTC untuk meningkatkan kemandirian, penguatan nilai unggulan, sertapenyedia solusi teknologi untuk percepatan pengembangan usaha seluruhanak perusahaan di lingkungan hulu.Penelitian dan perekayasaan yangdilakukan EPTC menghasilkan berbagai inovasi, baik dalam rangka mencariwilayah eksplorasi baru maupun optimalisasi manajemen reservoir secaraintensif dan terarah.
  62. 62. 53Dalam rangka menjaga kemandirian teknologi bidang hulu migas kehadiranEP Technology Center (EPTC) menjadi sangat penting. EPTC adalahpenghasil inovasi teknologi migas untuk anak perusahan (AP), baik melaluiriset dan pengembangan yang dilakukan sendiri maupun bekerja samadengan pihak lain. Tidak kalah penting, EPTC adalah penyedia danpengembang solusi teknologi EP yang dibutuhkan Direktorat HuluPertamina dan AP-AP.Di sisi lain, EPTC pun bisa berfungsi sebagai pengarah sekaligus pelaksanakebijakan teknologi Direktorat Hulu di AP, sehingga bisa dikatakan fungsiini merupakan penyelaras kebijakan teknis Direktorat Hulu di tingkat AP,sekaligus pengembang kompetensi teknis sumber daya manusia di bidangHulu.Peran berikutnya, EPTC merupakan center of excellence untukdukungan teknologi pada tataran operasional AP di Direktorat HuluPertamina. Untuk mendukung strategi peningkatan dan pengembanganbisnis hulu, EPTC menggunakan berbagai perangkat teknologi baikperangkat lunak maupun keras untuk desain parameter penyelidikan seismik,pengolahan data seismik, pengolahan modeling seismik, interpretasi seismik,pemodelan cekungan, pemodelan geologi untuk karakterisasi reservoir,evaluasi petrofisika, simulasi reservoir, analisis produksi, analisis welltesting, analisis well performance, analisis stimulasi sumur, proses danfasilitas desain, serta perangkat visualisasi 3D untuk well design sebagai
  63. 63. 54pendukung kegiatan kolaborasi para ahli eksplorasi dan produksi, baik dimigas maupun panasbumi.Bidang Geodesi dan Geomatika menggunakan perangkat/aplikasi survei danpemetaan guna mendukung seluruh kegiatan surface &sub-surface.Selainitu, pengembangan teknologi Geographic Information System (GIS) danGlobal Positioning System (GPS) juga diterapkan untuk memastikanpenentuan posisi yang efektif dan efisien.Pengelolaan data fisik dan digital dilakukan secara terintegrasi, sehinggamemudahkan para ahli dan spesialis di lingkungan Pertamina Hulu dalammelakukan kajian dan evaluasi GGR dalam upaya pengembangan bisnishulu.PT PERTAMINA HULU ENERGI PHE merupakan salah satu anak perusahaan di jajaran Direktorat Hulu Pertamina yang bergerak dibidang usaha hulu minyak dan gas bumi serta menjadi vehicle usaha huludalam mengelola portofolio wilayah kerja sama di dalam dan di luar negeridalam format: Production Sharing Contract (PSC), Joint Operating Body-Production Sharing Contract (JOB-PSC), Indonesian Participating /Pertamina Participating Interest (IP/PPI) dan Badan Operasi Bersama(BOB). Wilayah kerja PHE meliputi:a) Blok 3 Western Desert, Irak;
  64. 64. 55 b) Blok 10 & 11.1 Lepas Pantai Vietnam Selatan; c) Blok SK-305, Lepas Pantai Sarawak, Malaysia; d) Blok Sabratah 17-3, Lepas Pantai Libya; e) Blok Sirte 123-3, Libya; f) Blok-13, Laut Merah Lepas Pantai Sudan; g) Blok-3, Lepas Pantai Qatar; h) Blok Basker Manta Gummy, Australia.2. Sektor Hilir Usaha Hilir PT Pertamina (Persero) terdiri dari : a) Pengolahan b) Pemasaran dan Niaga Di Bidang Pengolahan Bisnis Pengolahan PERTAMINA memiliki dan mengoperasikan 6 (enam) buah unit Kilang dengan kapasitas total mencapai 1.046,70 Ribu Barrel.Beberapa kilang minyak seperti kilang UP-III Plaju dan Kilang UP- IV Cilacap terintegrasi dengan kilang Petrokimia, dan memproduksi produk- produk Petrokimia yaitu Purified Terapthalic Acid (PTA) dan Paraxylene. Beberapa Kilang tersebut juga menghasilkan produk LPG, seperti di Pangkalan Brandan, Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan dan Mundu. Kilang LPG P.Brandan dan Mundu merupakan kilang LPG yang
  65. 65. 56operasinya terpisah dari kilang minyak, dengan bahan bakunya berupa gasalam.Kilang Minyak UP IV Cilacap menghasilkan Lube Base Oil dengan Group Idan II dari jenis HVI- 60, HVI - 95, HVI -160 S, HVI - 160 B dan HVI -650. Produksi Lube Base Oil ini disalurkan ke Lube Oil Blending Plant(LOBP) di Unit Produksi Pelumas PERTAMINA yang berada di Jakarta,Surabaya dan Cilacap untuk diproduksi menjadi produk pelumas, dankelebihan produksi Lube Base Oil (exces product) dijual di pasar dalamnegeri dan luar negeri."Sejak April 2008, Pertamina bersama dengan SK Corp dari Korea, telahmemproduksi Lube Oil Base Group III dari LBO Plant yang berada diKilang UP II Dumai. Jenis Lube Base yang dihasilkan adalah type 100-Ndan 150-N. LBO ini akan menjadi produk unggulan internasionalPertamina di pasar pelumas."Di samping kilang minyak di atas, PERTAMINA memiliki 2 (dua)Operating Company, PT Arun LNG yang mengoperasikan kilang LNG diArun dan PT Badak LNG yang mengoperasikan kilang LNG di Bontang.Kilang LNG Arun dengan 6 (enam) buah train LNG memiliki total kapasitas12.5 Juta Ton per tahun, sedangkan, Kilang LNG Badak di Bontang dengan8 (delapan) buah train LNG memiliki total kapasitas mencapai 22,5 Juta Tonper tahun.
  66. 66. 57Kapasitas Kilang Pertamina KapasitasNO Unit Pengolahan ( MBSD ) 1 UP II Dumai 170.0 2 UP III Plaju 133.7 3 UP IV Cilacap 348.0 4 UP V Balikpapan 260.0 5 UP VI Balongan 125.0 6 UP VII Kasim 10.0Di Bidang Pemasaran dan Niagaa) BBM Retail Pemasaran BBM Retail merupakan salah satu fungsi di Direktorat Pemasaran dan Niaga yang menangani pemasaran BBM retail untuk sektor transportasi dan rumah tangga. Pertamina melakukan pemasaran BBM Retail melalui lembaga penyalur Retail BBM/BBK yang saat ini tersebar diseluruh Indonesia, seperti SPBU (Statiun Pengisian BBM Untuk Umum), Agen Minyak Tanah (AMT), Agen Premium & Minyak Solar (APMS), serta Premium Solar Packed Dealer (PSPD).
  67. 67. 58 Saat ini Pertamina sedang berbenah untuk melakukan transformasi di segala bidang, termasuk di fungsi Retail Outlet SPBU. Upaya yang dilakukan dalam perubahan tersebut adalah pemberian standarisasi pelayanan SPBU Pertamina.Pertamina berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan istilah Pertamina Way.Penjabaran Pertamina Way adalah STAF, KUALITAS DAN KUANTITAS, PERALATAN DAN FASILITAS, FORMAT FISIK dan PRODUK DAN PELAYANAN. Pertamina Way merupakan standar baru yang diterapkan untuk seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU Pertamina) di seluruh Indonesia kepada konsumen baik dari segi pelayanan, jaminan kualitas dan kuantitas termasuk kenyamanan di lingkungan SPBU. SPBU yang telah sukses menerapkan Pertamina Way berhak mendapatkan Sertifikasi Pasti Pas, setelah dinyatakan lolos oleh auditor independen bertaraf Internasional. URL : http://pastipas.pertamina.com http://spbu.pertamina.comb) BBM Industri & Marine Merupakan satu Divisi di Direktorat Pemasaran dan Niaga, Divisi Pemasaran BBM dengan tugas pokok menangani semua usaha
  68. 68. 59marketing dan layanan jual Bahan Bakar Minyak kepada konsumenIndustri dan Marine. BBM yang tersedia meliputi Minyak Solar (HighSpeed Diesel), Minyak Diesel (Industrial/Marine Diesel Oil), danMinyak Bakar (Industrial/Marine Fuel Oil).Saat ini konsumen BBM Pertamina di sector Industri dan marinemencapai lebih dari 4500 konsumen, tersebar diseluruh daerah diIndonesia. Beberapa Pelanggan utama kami adalah PT. PLN (Persero),TNI/POLRI, Industri Pertambangan, Industri Besi Baja, Industri Kertas,Industri Makanan, Industri Semen, Industri Pupuk, Kontraktor KontrakKerja Sama, transportasi lair dan industri lainnya.Di bidang Marine, kami fokus dalam meningkatkan volume penjualan.Dan memperluas area dan lokasi layanan BBM Pertamina di semuaPelabuhan penting di Indonesia.Kelebihan utama BBM Pertamina adalah adanya jaminan ketersediaandan supply BBM. Pertamina memiliki jaringan yang luas diseluruhdaerah dan pelosok di Indonesia yang didukung oleh dan 7 kilang milikPertamina maupun sumber dari luar negeri, sarana dan prasaranaangkutan BBM yang lengkap, serta lebih dari 120 lokasi Depot,Terminal Transit dan Instalasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Mutuproduk BBM dan kualitas serta kuantitas layanan yang terjamin sertamemenuhi standard Internasional .
  69. 69. 60c) Pelumas Bisnis pelumas adalah usaha yang prospektif mengingat PERTAMINA merupakan Market Leader pasar pelumas dalam negeri selama lebih dari 30 tahun.Bisnis Pelumas PERTAMINA terdiri atas bisnis dalam negeri untuk segmen retail maupun segmen industri, dan bisnis pelumas luar negeri.Di samping produk jadi, Pelumas PERTAMINA juga melayani kebutuhan Base Oil Group I dan Base Oil Group III (mulai medio 2008).Pangsa pasar kami saat ini mencapai 54% di segmen retail dan 58% di segmen industri. Untuk segmen retail di dalam negeri, Pelumas PERTAMINA memasarkan lebih dari 17 Brand, sementara untuk segmen industri sebanyak 18 Brand.Untuk pasar luar negeri, PERTAMINA memasarkan 3 Brand yang merupakan extension dari Brand di dalam negeri.Untuk Lube Base Oil, PERTAMINA memasarkan 5 jenis kekentalan untuk LBO Group I, dan 2 jenis kekentalan untuk LBO Group III. Pemasaran Pelumas PERTAMINA di dalam negeri, didukung oleh 7 Sales Region, 180 Agen Pelumas, dan 45 OliMart, tersebar dari Sabang sampai Merauke. URL : http://pelumas.pertamina.com/
  70. 70. 61d) Gas Domestik Sejak 1968, Unit Gas Domestik telah berkomitmen untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia dengan menyediakan LPG sebagai bahan baku dan bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, komersial dan industri dengan menggunakan brand "Elpiji". Akhir-akhir ini, Elpiji menjadi lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat dengan adanya program Pemerintah untuk mengkonversi Minyak Tanah ke Elpiji, yang ternyata telah terbukti lebih ekonomis, efisien dan ramah lingkungan dibanding Minyak Tanah. Dalam era "Langit Biru", Unit Gas Domestik memegang peranan penting dalam menyukseskan program ini. Disamping Elpiji, sejak tahun 1987 Unit Gas Domestik juga telah mensuplai bahan bakar gas dengan menggunakan CNG (Compressed Natural Gas), dibawah brand "BBG". "Musicool", hidrokarbon refrigerant yang ramah lingkungan, yang telah diluncurkan pada tahun 2004, menjadi satu bukti dari komitmen kami untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik dengan menjaga lapisan ozon dari kerusakan dan Efek Pemanasan Global. Saat ini, diversifikasi energi merupakan suatu keharusan dalam rangka mengantisipasi krisis minyak bumi yang disebabkan adanya kecenderungan penurunan cadangan minyak bumi. Bersama dengan Penelitian dan Laboratorium PT. Pertamina (Persero), Unit Gas
  71. 71. 62 Domestik mengembangkan LPG untuk transportasi atau LGV (Liquefied Gas for Vehicle) dibawah brand "Vi-Gas" dan GPC (Gassified Petroleum Condensat), yang juga dapat dipakai sebagai bahan bakar untuk memasak seperti Elpiji. Perbaikan yang berkelanjutan terus menerus selalu dilakukan oleh Unit Gas Domestik dalam mengembangkan produk-produknya, didukung oleh infrastruktur yang handal dan keinginan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik serta memberikan dukungan terbaik bagi pemerintah Indonesia, masyarakat, dan lingkungan. Pelayanan dan produk-produk yang terbaik dapat diartikan sebagai kepuasan pelanggan yang diharapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang berkualitas.e) Niaga Divisi Niaga adalah divisi yang bernaung dibawah Direktorat Pemasaran & Niaga dengan bisnis inti melakukan ekspor-impor dan penjualan domestik untuk Minyak mentah, BBM, dan produk Petrokimia, dengan nilai uang atau revenue yang dikelola sekitar 135 trilyun rupiah pertahun. Bisnis ekspor-impor dan penjualan domestik tersebut dikelola melalui 3 (tiga) Fungsi dibawahnya, yakni Unit Usaha Minyak Mentah & BBM, Unit Usaha Niaga Non BBM, dan fungsi perencanaan, evaluasi dan pengembangan serta koordinasi yakni Fungsi Reneval Niaga.
  72. 72. 63Bisnis inti Niaga Minyak mentah & BBM adalah melakukan tradingdibidang impor BBM sekitar 120.000.000 (seratus duapuluh juta) Barrelper tahun dan ekspor Minyak mentah sekitar 7.000.000 (tujuh juta)Barrel per tahun, serta mengekspor produk minyak 33.000.000 Barrelper tahun, yang terdiri dari produk Naphta 3.600.000 Barrel per tahun,produk Decant Oil sekitar 2,600.000 (dua juta enam ratus ribu) Barrelper tahun dan sekitar 26.800.000 (dua puluh enam juta delapan ratusribu) Barrel pertahun, yang bersumber dari kilang Unit PengolahanPERTAMINA.Sedangkan bisnis inti Niaga Non BBM adalah menjual produk NBBMbaik di pasar dalam negeri maupun ekspor yang bersumber dari kilangUnit Pengolahan PERTAMINA sendiri, dengan volume penjualan pertahun mencapai sekitar 2 (dua) juta mt dengan memperoleh revenuesekitar 11 (sebelas) trilyun rupiah dan profit sekitar 1,65 trilyun rupiah.Sejalan dengan berubahnya PERTAMINA menjadi PT PERSEROyang mulai fokus pada orientasi profit, Niaga Non BBM mulaimenjalankan trading (jual-beli) produk NBBM dengan melakukan imporuntuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri terutama untuk produkyang mengalami shortage of supply/production dalam rangka untukmeningkatkan profit sekaligus untuk meningkatkan pangsa pasarPERTAMINA.

×