likuiditas solvabilitas rentabilitas

18,741 views

Published on

http://stiekalpatarucilengsi.blogspot.com/

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
18,741
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
231
Actions
Shares
0
Downloads
479
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

likuiditas solvabilitas rentabilitas

  1. 1. c H a N g E !!! By Rhenald Kasali, Ph.D. <ul><li>“ Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, PUTAR ARAH SEKARANG JUGA!!!” </li></ul><ul><li>(Manajemen Perubahan dan Manajemen Harapan) </li></ul>
  2. 2. ANALISA LAPORAN KEUANGAN <ul><li>NERACA </li></ul><ul><li>RUGI LABA </li></ul>LIKUIDITAS SOLVABILITAS AKTIVITAS RENTABILITAS CI
  3. 3. IKHTISAR KEUANGAN PT. TIARA INDONESIA Keterangan Thn 2006 Thn 2005 Penjualan Bersih 5.325.000 4.437.500 Laba sebelum bunga & pajak 600.000 600.000 Laba bersih 266.250 355.000       Aktiva Lancar 60 0.000 8 00.000 Aktiva tetap 1.800.000 1.200.000 Total aktiva 2.400.000 2.000.000       Hutang Lancar 500.000 200.000 Hutang Jangka panjang 940.000 800.000 Total Hutang 1.440.000 1.000.000       Modal 960.000 1.000.000
  4. 4. ANALISIS LIKUIDITAS (Curren ratio) (Quick ratio)
  5. 5. <ul><li>Likuiditas adalah alat utk mengukur Kemampuan </li></ul><ul><li>perusahaan dalam membayar kewajiban jangka </li></ul><ul><li>pendeknya. </li></ul><ul><li>RUMUS LIKUIDITAS </li></ul><ul><li>Rasio lancar (Curren ratio) = Aktiva lancar </li></ul><ul><li>Kewajiban lancar </li></ul><ul><li>Rasio Cepat (Quick ratio) = Kas + Surat berharga + Piutang dagang </li></ul><ul><li>Kewajiban lancar </li></ul>LIKUIDITAS
  6. 6. <ul><li>Aktiva lancar terdiri dari : Kas, Surat2 berharga, Piutang dagang, Persediaan, Beban dibayar dimuka </li></ul><ul><li>Kewajiban lancar terdiri dari : Utang dagang, utang wesel jangka pendek, utang jangka panjang yang jatuh tempo dlm tahun mendatang, utang pajak penghasilan, beban masih harus dibayar. </li></ul><ul><li>Rasio lancar digunakan utk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek kurang dari satu tahun atau sampai dengan satu tahun. </li></ul>LIKUIDITAS
  7. 7. IKHTISAR KEUANGAN PT. TIARA INDONESIA Keterangan Thn 2006 Thn 2005 Penjualan Bersih 5.325.000 4.437.500 Laba sebelum bunga & pajak 600.000 600.000 Laba bersih 266.250 355.000       Aktiva Lancar 60 0.000 8 00.000 Aktiva tetap 1.800.000 1.200.000 Total aktiva 2.400.000 2.000.000       Hutang Lancar 500.000 200.000 Hutang Jangka panjang 940.000 800.000 Total Hutang 1.440.000 1.000.000       Modal 960.000 1.000.000
  8. 8. <ul><li>Perhatikan Neraca thn 2006, aktiva lancar Rp.600.000,- dan kewajiban lancar Rp.500.000,- </li></ul><ul><li>Pertanyaan: </li></ul><ul><li>Apakah kewajiban lancar perusahaan sebesar Rp.500 .000 dapat dibayar dalam jangka waktu setahun? </li></ul><ul><li>Jawab: </li></ul><ul><li>(Curren ratio) Rasio lancar thn 2006 = 600.000 = 1,2 kali </li></ul><ul><li>500.000 </li></ul><ul><li>Artinya Kemampuan perusahaan utk memenuhi kewajiban lancarnya sebesar 1,2 kali dari kewajibannya. </li></ul>LIKUIDITAS
  9. 9. <ul><li>Rasio Cepat = Kas + Surat berharga + Piutang dagang </li></ul><ul><li>Kewajiban Lancar </li></ul><ul><li>Dalam Rasio cepat, Persediaan dikeluarkan dari perhitungan, karena persediaan adalah bagian dari Aktiva Lancar yg paling tidak likuid. </li></ul><ul><li>Persediaan adalah aktiva dimana pada waktu likuidasi, kemungkinan kerugian/kehilangan paling sering terjadi. Demikian juga dgn beban dibayar dimuka yg juga tdk bernilai pada saat Likuidasi. </li></ul><ul><li>Perhatikan Neraca yang ada padamu </li></ul><ul><li>Berapa rasio cepat dari persusahaan tsb </li></ul><ul><li>Rasio Cepat = 350.000 = 0.70 kali </li></ul><ul><li>500.000 </li></ul><ul><li>Artinya Kemampuan perusahaan utk memenuhi kewajiban segera secara cepat adalah 0,70 kali dari kewajibannya. </li></ul>
  10. 10. ANALISIS SOLVABILITAS <ul><li>Debt ratio (Rasio Kewajiban) </li></ul><ul><li>Time Interes earned (Kali Bunga Dihasilkan) </li></ul><ul><li>Ratio for fixed assets to long term liabilities </li></ul><ul><li>Rasio Aktiva Tetap thdp Kewajiban Jgk Panjang </li></ul>
  11. 11. SOLVABILITAS <ul><li>Solvabilias Kegunanaan utk mengukur kemampuan perusahaan melunasi seluruh kewajibannya. Analisis ini sering disebut analisis pengungkit (leverage analysis). Analisis solvabilitas mengukur perbandingan dana yg disediakan pemilik PERUSAHAAN dgn DANA PINJAMAN dari kreditur (bank). Analisis ini mempunyai implikasi : </li></ul><ul><li>Pertama: makin besar dana yang disediakan pemilik perusahaan, semakin besar batas pengamanan bagi bank. Sebaliknya makin kecil dana yang disediakan pemilik perusahaan dari total pembiayaan maka resiko perusahaan sebagian besar akan ditanggung oleh bank. Bagi perusahaan hal ini akan mempersulit pelunasan pinjaman karena tidak seimbangnya biaya bunga yg dibayar kpd bank dengan laba yang diperoleh </li></ul><ul><li>Kedua: Dengan pinjaman, pemilik akan memperoleh manfaat, yaitu bila hasil yg diperoleh dari pinjaman lebih besar dari bunga yang hrs dibayar, maka pengembalian akan berlipat. </li></ul>
  12. 12. IKHTISAR KEUANGAN PT. TIARA INDONESIA Keterangan Thn 2006 Thn 2005 Penjualan Bersih 5.325.000 4.437.500 Laba sebelum bunga & pajak 600.000 600.000 Laba bersih 266.250 355.000       Aktiva Lancar 60 0.000 8 00.000 Aktiva tetap 1.800.000 1.200.000 Total aktiva 2.400.000 2.000.000       Hutang Lancar 500.000 200.000 Hutang Jangka panjang 940.000 800.000 Total Hutang 1.440.000 1.000.000       Modal 960.000 1.000.000
  13. 13. Debt ratio (Rasio Kewajiban) <ul><li>Debt ratio = Total Kewajiban </li></ul><ul><li>Total Aktiva </li></ul><ul><li>Jika total Kewajiban thn 2006 sbsr Rp.1.440.000 dan total aktiva Rp.2.400.000 berapa Debt rationya ?. </li></ul><ul><li>Debt ratio = 1.440.000 = 0,60 kali atau 60% </li></ul><ul><li>2.400.000 </li></ul><ul><li>Artinya adalah Debt ratio (rasio kewajibannya) adalah 0,60 kali dari total aktivanya Atau 60% total aktiva berasal dari kewajiban. </li></ul>
  14. 14. (Time Interes earned) Kali Bunga Dihasilkan <ul><li>Kegunaan utk mengukur sampai seberapa jauh laba boleh turun tanpa mengakibatkan kesukaran keuangan bagi perusahaan karena tidak mampu memenuhi pembayaran bunga tahunan. Kegagalan memenuhi kewajiban ini dapat membawa tindakan hukum bagi bank/kreditur yg mungkin akan mengakibatkan kebangkrutan. </li></ul><ul><li>Kali bunga dihasilkan = laba sebelum bunga dan pajak </li></ul><ul><li>B iaya bunga </li></ul><ul><li>266.250+93.750+240.000 = 2,5 kali </li></ul><ul><li>240.000 </li></ul><ul><li>Artinya laba yg dihasilkan sebelum bunga pinjaman dan pajak adalah sebesar 2,5 kali biaya bunga pinjaman </li></ul>
  15. 15. Ratio for fixed assets to long term liabilities Rasio Aktiva tetap thdp kewajiban jangka panjang <ul><li>Kegunaannya utk mengetahui seberapa jauh aktiva tetap bersih perusahaan didanai dari pinjaman jangka panjang. Atau seberapa jauh kewajiban jangka panjang dijamin oleh aktiva tetap bersih perusahaan. </li></ul><ul><li>Rasio Aktiva tetap thdp kewajiban jangka panjang = Aktiva tetap (bersih) </li></ul><ul><li>Kewajiban jangka panjang </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Rasio Aktiva tetap thdp kewajiban jangka panjang thn 2006 = 1.800.000 = 1.91 </li></ul><ul><li>940.000 </li></ul><ul><li>Interprestasinya </li></ul><ul><li>Dalam tahun 2006 nilai aktiva tetap netto perusahaan sebesar 1,91 kali dari kewajiban jangka panjang. </li></ul>
  17. 17. ANALISIS AKTIVITAS
  18. 18. ANALISIS AKTIVITAS <ul><li>Digunakan utk mengukur efesien tidaknya pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis ini mengangap perlunya suatu keseimbangan yang tepat antara Investasi dalam setiap pos dari aktiva dengan hasil yg diperoleh dari investasi tersebut. </li></ul>
  19. 19. <ul><li>Aktiva Analisis </li></ul><ul><li>PERSEDIAAN a. Putaran persediaan </li></ul><ul><li>b. Jangka waktu persediaan </li></ul><ul><li>PIUTANG a. Putaran Piutang </li></ul><ul><li>b. Jangka waktu penagihan </li></ul><ul><li>AKTIVA TETAP a. Putaran aktiva tetap </li></ul><ul><li>b. Rasio aktiva tetap dgn total aktiva </li></ul><ul><li>TOTAL AKTIVA Putaran total aktiva </li></ul>ANALISIS AKTIVITAS
  20. 20. PERSEDIAAN
  21. 21. Putaran persediaan inventory turn over <ul><li>Digunakan utk menunjukan berapa kali (secar rata-rata) persediaan barang dijual dan diganti selama suatu periode. Makin tinggi perputaran persediaan makin baik bagi perusahaan. Angka ini adalah utk mengukur efesiensi pengelolaan persediaan. </li></ul>
  22. 22. IKHTISAR KEUANGAN PT. TIARA INDONESIA Keterangan Thn 2006 Thn 2005 Penjualan Bersih 5.325.000 4.437.500 Laba sebelum bunga & pajak 600.000 600.000 Laba bersih 266.250 355.000       Aktiva Lancar 60 0.000 8 00.000 Aktiva tetap 1.800.000 1.200.000 Total aktiva 2.400.000 2.000.000       Hutang Lancar 500.000 200.000 Hutang Jangka panjang 940.000 800.000 Total Hutang 1.440.000 1.000.000       Modal 960.000 1.000.000
  23. 23. <ul><li>Putaran Persediaan = Harga pokok penjualan </li></ul><ul><li>Saldo rata-rata persediaan </li></ul><ul><li>Saldo rata2 persediaan tahun 2006 = 275.000 + 230.000 = Rp.252.000,- </li></ul><ul><li>2 </li></ul><ul><li>Putaran Persediaan thn 2006= 3.030.000 = 12 </li></ul><ul><li>252.500 </li></ul><ul><li>Perputaran Persediaan barang tahun 2006 sebanyak 12 kali. </li></ul>Putaran persediaan inventory turn over
  24. 24. Jangka waktu persediaan number of day sales in inventories <ul><li>digunakan utk mengukur jangka waktu persediaan. Angka ini menunjukan secara rata-rata, berapa lama suatu perusahaan menahan persediaannya sebelum dijual. </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Jangka waktu persediaan = Saldo rata-rata persediaan </li></ul><ul><li>rata-rata harga pokok penjualan per hari </li></ul><ul><li>Saldo rata-rata persediaan tahun 2006 = 275.000 + 230.000 = Rp.252.000,- </li></ul><ul><li>2 </li></ul><ul><li>Rata-rata harga pokok penjualan per hari = Harga pokok penjualan </li></ul><ul><li>360 </li></ul><ul><li>Rata-rata harga pokok penjualan per hari tahun 2006 = 3.030.000 = Rp.10.100 per hari </li></ul><ul><li>360 hari </li></ul><ul><li>Jangka waktu persediaan tahun 2006 = 252.000 = 25 hari </li></ul><ul><li>10.100 </li></ul>Jangka waktu persediaan number of day sales in inventories
  26. 26. PIUTANG mbeeeek
  27. 27. PUTARAN PIUTANG Receivable Turn Over <ul><li>digunakan utk menunjukan berapa kali suatu perusahaan menagih piutangnya dalam suatu periode . Angka ini menunjukan efesiensi perusahaan dalam mengelola piutangnya. </li></ul>
  28. 28. IKHTISAR KEUANGAN PT. TIARA INDONESIA Keterangan Thn 2006 Thn 2005 Penjualan Bersih 5.325.000 4.437.500 Laba sebelum bunga & pajak 600.000 600.000 Laba bersih 266.250 355.000       Aktiva Lancar 60 0.000 8 00.000 Aktiva tetap 1.800.000 1.200.000 Total aktiva 2.400.000 2.000.000       Hutang Lancar 500.000 200.000 Hutang Jangka panjang 940.000 800.000 Total Hutang 1.440.000 1.000.000       Modal 960.000 1.000.000
  29. 29. <ul><li>Putaran Piutang = Penjualan kredit bersih </li></ul><ul><li>Saldo rata-rata piutang </li></ul><ul><li>Saldo rata-rata piutang 2006 = 220.000 + 312.500 = 266.250 </li></ul><ul><li>2 </li></ul><ul><li>Putaran Piutang tahun 2006 = 5.325.000 = 20 </li></ul><ul><li>266.250 </li></ul><ul><li>interprestasinya </li></ul><ul><li>Putaran piutang adalah 20 kali </li></ul>PUTARAN PIUTANG receivable turnover
  30. 30. Jangka Waktu Piutang (Number of days sales in receivable) <ul><li>digunakan utk menunjukan efesiensi perusahaan dalam mengelola jangka waktu piutangnya . Berapa lama secara rata-rata perusahaan memerlukan waktu dlm menagih piutangnya. </li></ul>
  31. 31. Jangka Waktu Piutang (Number of days sales in receivable) <ul><li>Jangka Waktu penagihan = Saldo rata-rata piutang </li></ul><ul><li>Rata2 Penjualan kredit perhari </li></ul><ul><li>Saldo rata-rata piutang 2006 = 220.000 + 312.500 = 266.250 </li></ul><ul><li>2 </li></ul><ul><li>Saldo rata-rata piutang 2005 = 312.500 + 42.500 = 177.500 </li></ul><ul><li>2 </li></ul><ul><li>Rata2 Penjualan kredit perhari tahun 2006 = 5.325.000 = 17.750 /hari </li></ul><ul><li>300 hari </li></ul><ul><li>Rata2 Penjualan kredit perhari tahun 2005 = 4.437.500 = 14.792 /hari </li></ul><ul><li>300 hari </li></ul><ul><li>Jangka Waktu piutang 2006 = 266.250 = 15 hari </li></ul><ul><li>17.750/hari </li></ul>Jangka Waktu piutang 2005 = 177.500 = 12 hari 14.792 /hari
  32. 32. Interprestasinya Jangka waktu penagihan piutang tahun 2006 lebih lama dari tahun 2005. Kondisi ini menunjukan efesiensi penagihan piutang tahun 2006 kurang baik dibanding dengan tahun 2005. Semakin lamanya jangka waktu penagihan piutang dapat dilakukan semakin tidak baik bagi aktifitas keuangan perusahaan. Sebaliknya semakin cepat jangka waktu penagihan piutang semakin baik bagi aktivitas keuangan perusahaan dikarenakan semakin cepatnya perusahaan mendapatkan dana utk kegiatan produksi perusahaan. Jangka Waktu piutang 2006 = 266.250 = 15 hari 17.750/hari Jangka Waktu piutang 2005 = 177.500 = 12 hari 14.792 /hari
  33. 33. AKTIVA Fixed Assets Turnover Rasio Aktiva Tetap thdp Total Aktiva Total Assets Turnover
  34. 34. IKHTISAR KEUANGAN PT. TIARA INDONESIA Keterangan Thn 2006 Thn 2005 Penjualan Bersih 5.325.000 4.437.500 Laba sebelum bunga & pajak 600.000 600.000 Laba bersih 266.250 355.000       Aktiva Lancar 60 0.000 8 00.000 Aktiva tetap 1.800.000 1.200.000 Total aktiva 2.400.000 2.000.000       Hutang Lancar 500.000 200.000 Hutang Jangka panjang 940.000 800.000 Total Hutang 1.440.000 1.000.000       Modal 960.000 1.000.000
  35. 35. Putaran Aktiva Tetap (Fixed assets Turnover) Putaran Aktiva Tetap (Fixed assets Turnover) digunakan utk menunjukan efesiensi penggunaan aktiva tetap dalam kegiatan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan . Juga digunakan untuk menunjukan terlalu besar tidaknya investasi dalam aktiva tsb. Putaran Aktiva Tetap = Penjualan bersih Rata-rata Aktiva tetap neto Rata-rata Aktiva tetap neto 2006 = 1.200.000 + 1.800.000 =1.500.000 2 Rata-rata Aktiva tetap neto 2005 = 1.018.750 + 1.200.000 =1.109.372 2 Putaran Aktiva Tetap 2006 = 5.325.000 = 3.55 1.500.000 Putaran Aktiva Tetap 2005 = 4.437.500 = 4 1.109.375
  36. 36. Putaran Aktiva Tetap 2006 = 5.325.000 = 3.55 1.500.000 Putaran Aktiva Tetap 2005 = 4.437.500 = 4 1.109.375 Interprestasinya Tahun 2006 setiap 1 rupiah yg diinvestasikan dlm aktiva tetap dpt menghasilkan penjualan sebesar Rp.3.55,- sedangkan tahun 2005 setiap 1 rupiah yg diinvestasikan dlm aktiva tetap menghasilkan penjualan sebesar Rp. 4,-. Kondisi ini menunjukan efesiensi penggunaan aktiva tetap tahun 2005 lebih baik dari tahun 2006.
  37. 37. Rasio Aktiva Tetap terhadap Total Aktiva Rasio Aktiva Tetap terhadap Total Aktiva digunakan utk mengukur berapa bagian dari sumber daya perusahaan (Aktiva) yg ditanamkan dlm bentuk aktiva tetap . Rasio Aktiva Tetap terhadap Total Aktiva = Aktiva Tetap Netto Total Aktiva Rasio Aktiva Tetap terhadap Total Aktiva thn 2006 = 1.800.000 =75% 2.400.000 Rasio Aktiva Tetap terhadap Total Aktiva thn 2005 = 1.200.000 =60% 2.400.000 Interprestasinya Investasi yang ditanamkan dalam bentuk aktiva tetap tahun 2006 lebih besar dari tahun 2005. Dalam hal ini telah terjadi kenaikan total aktiva tetap sebesar 15% (75%-60%).
  38. 38. Putaran Total Aktiva (Total Assets Turnover) Putaran Total Aktiva (Total Assets Turnover) digunakan utk mengukur efesiensi penggunaan total aktiva (seluruh kekayaan perusahaan) . Jika dlm neraca terdapat investasi jangka panjang, maka pos ini tdk dimasukan dlm total aktiva, karena dianggap tidak ikut menghasilkan pendapatan. Putaran Total Aktiva = Penjualan bersih Rata-rata TOTAL AKTIVA Rata-rata total aktiva thn 2006 = 2.000.000 + 2.400.000 = 2.200.000 2 Rata-rata total aktiva thn 2005 = 1.550.000 + 2.000.000 = 1.775.000 2 Putaran Total Aktiva thn 2006 = 5.325.000 = 2,42 2.200.000 Putaran Total Aktiva thn 2005 = 4.437.500 = 2,50 1.775.000 Catatan: dianggap Total Aktiva awal tahun 2005 sebesar Rp.1.550.000
  39. 39. Interprestasinya Menurunnya putaran total aktiva dlm thn 2006 menunjukan hasil yg diperoleh utk setiap 1 rupiah aktiva perusahaan menurun. Tahun 2006 setiap satu rupiah aktiva yg dimiliki perusahaan hanya mampu menghasilkan penjualan bersih sebesar Rp.2,42 , sedangkan tahun 2005 setiap satu rupiah aktiva yg dimiliki perusahaan mampu menghasilkan penjualan bersih sebesar Rp.2,50. Ada penurunan sebesar Rp.0,08 (2,50-2,42). Perbandingan aktiva tetap terhadap total aktiva telah naik 15% dari 60% tahun 2005 menjadi 75% tahun 2006 (lihat tabel 3). Sementara penjualan bersih 2006 naik sebesar 20% dibanding tahun 2005 (lihat tabel 2). Angka-angka ini menunjukan bahwa penambahan aktiva tetap merupakan sebab utama menurunnya efesiensi penggunaan aktiva. Putaran Total Aktiva thn 2006 = 5.325.000 = 2,42 2.200.000 Putaran Total Aktiva thn 2005 = 4.437.500 = 2,50 1.775.000
  40. 40. ANALISIS RENTABILITAS Profit Margin on Sales ROE ROI ROA SEMOGA ANDA SUKSES
  41. 41. IKHTISAR KEUANGAN PT. TIARA INDONESIA Keterangan Thn 2006 Thn 2005 Penjualan Bersih 5.325.000 4.437.500 Laba sebelum bunga & pajak 600.000 600.000 Laba bersih 266.250 355.000       Aktiva Lancar 60 0.000 8 00.000 Aktiva tetap 1.800.000 1.200.000 Total aktiva 2.400.000 2.000.000       Hutang Lancar 500.000 200.000 Hutang Jangka panjang 940.000 800.000 Total Hutang 1.440.000 1.000.000       Modal 960.000 1.000.000
  42. 42. Analisis Rentabilitas memberikan jawaban akhir tentang efesiensi tidaknya perusahaan . Rentabilitas dapat diukur melalui kemampuan perusahaan menghasilkan Laba. ANALISIS RENTABILITAS Angka ini mengukur berapa laba yang diperoleh utk setiap 1 rupiah penjualan yang dihasilkan. Margin laba thdp penjualan = Laba bersih Penjualan bersih Margin laba thn 2006 = 266.250 x 100% = 5% 5.325.000 Margin laba thn 2005 = 355.000 x 100% = 8% 4.437.500 Interprestasinya Di tahun 2006 setiap 1 rupiah penjualan menghasilkan laba bersih sebesar 5% Dan ditahun 2005 setiap 1 rupiah penjualan menghasilkan laba bersih sebesar 8%. Penurunan margin laba dari 8% tahun 2005 menjadi 5% tahun 2006 menunjukan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan laba telah menurun yaitu sebesar 3%. Penurunan ini perlu dicari penyebabnya dan mungkin karena harga terlalu rendah atau biaya yg dikeluarkan perusahaan terlalu tinggi yang menyebabkan tidak efsiennya cara kerja perusahaan. A. Margin laba terhadap penjualan (Profit margin on sales ).
  43. 43. B. Pengembalian Modal (return on capital)/ROE Rasio ini menunjukan laba yang diperoleh utk setiap rupiah modal yang ditanamkan. Pengembalian Modal = Laba bersih Rata-rata modal Rata-rata modal = Modal awal + modal akhir 2 Rata-rata modal thn 2006 = 1.000.000 + 960.000 = 980.000 2 Rata-rata modal thn 2005 = 1.000.000 + 910.000 = 955.000 2 Pengembalian Modal thn 2006 = 266.250 x 100% = 27.17% 980.000 Pengembalian Modal thn 2005 = 355.000 x 100% = 37.17% 955.000 Interprestasinya Perhitungan diatas menunjukan bahwa dalam tahun 2006 setiap Rp.100 modal yang ditanam dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp.27.17 , sementara dlm thn 2005 menghasilkan laba sebesar Rp.37.17. atau tahun 2006 setiap 1 rupiah modal menghasilkan laba bersih sebesar 27,17%. Terjadi penurunan pengembalian modal sebesar 10%, hal ini menujukan kemampuan perusahaan dlm pengembalian modal menurun. AM
  44. 44. C. Pengembalian Investasi (return on invesment)/ROI Rasio ini menunjukan laba yang diperoleh utk setiap rupiah aktiva yang ditanamkan. Pengembalian Investasi = Laba bersih + biaya bunga pinjaman + Pajak Rata-rata total aktiva Rata-rata total aktiva thn 2006 = 2.000.000 + 2.400.000 = 2.200.000 2 Rata-rata total aktiva thn 2005 = 1.550.000 + 2.000.000 =1.775.000 2 Pengembalian Investasi thn 2006 = 266.250 + 240.000 + 93.750 = 0,2727 2.200.000 Pengembalian Investasi thn 2005 = 355.000 + 120.000 + 125.000 = 0,3380 1.775.000 Interprestasinya Dalam tahun 2006 setiap Rp.100 aktiva (kekayaan) dapat menghasilkan laba bersih sebelum bunga dan pajak sebesar Rp.27,27 sedangkan tahun 2005 sebesar 33,80. atau setiap Rp.1 aktiva (kekayaan) dapat menghasilkan laba bersih sebelum bunga dan pajak sebesar Rp.0,2727 atau 27,27%. Terjadi penurunan pengembalian investasi dari tahun 2005 ke tahun 2006 sebesar 19.32%
  45. 45. D. Laba per saham (earning per share) Laba per saham = Laba bersih - Dividen saham Rata-rata saham beredar Laba per saham tahun 2006 = 266.250 - 15.000 = Rp.50.25/saham 5.000 saham Laba per saham tahun 2005 = 355.000 - 15.000 = Rp.68.00/saham 5.000 saham Interprestasinya Tahun 2006 Laba persaham sebesar Rp.50,25 dan tahun 2005 sebesar Rp.68.00 Laba utk tiap lembar saham ditahun 2006 menurun jika dibandingkan dgn laba persaham tahun 2005. SUPPORT PBY
  46. 46. SEMOGA ANDA SUKSES TERIMA KASIH SEMOGA PELAJARAN YANG ANDA DAPATKAN SUATU SAAT AKAN BERGUNA BAGI ANDA
  47. 49. SUPPORT PBY AM NSB CI CI

×