• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Partisipasi politik
 

Partisipasi politik

on

  • 10,112 views

 

Statistics

Views

Total Views
10,112
Views on SlideShare
10,112
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
76
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Partisipasi politik Partisipasi politik Document Transcript

    • Budaya Politik Partisipan Pendidikan Kewarganegaraan 2012SMA Negeri 2 AmlapuraTahun Ajaran 2012 / 2013
    • BUDAYA POLITIK PARTISIPAN1. Pengertian Budaya Politik Partisipan Politik Partisipan atau Partisipasi Politik merupakan suatu istilah yang mengacu pada semua kegiatan orang dari semua sistem dalam bidang politik. Berikut pendapat para ahli mengenai pengertian Partisipan Politik : Ramlan Subakti Menyatakan bahwa partisipan politik adalah suatu kegiatan warga negara untuk mempengaruhi proses pembuatan dan penentuan kebijakan kebijakan umum serta pemilihan kepala pemerintahan. Hutington Partisipasi politik merupakan suatu kegiatan warga negara pribadi yang bertujuan untuk mempengaruhi pengambian keputusan pemerintahan. Prof. Miram Budiardjo Dalam Dasar-Dasar Ilmu Politik menyebutkan bahw Partisipasi politik merupakan kegiatan seseorang dalam partai politik. Herbert Mc. Closky Dalam International Encyclopedia of The Social Science. Menyebutkan bahwa partisipasi politik adalah kegiatan –kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui pengambilan bagian atau keikutsertaan dalam pemilihan penguasa dan secaa langsung terlibat dalam proses pembentukan kebijakan umum. Norman H. Nie dan Sydney Verba Dalam Hanbook of Political Science menyebutkan bahwa partisipasi politik merupakan kegiatan pribadi warga negara yang legal dan sedikit banyak langsung bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat negara atau tindakan – tindakan yang mereka ambil.2. Bentuk – Bentuk Partisipasi Politik Berbagai bentuk partisipasi politik dapat kita lihat dari berbagai kegiatan warga negara yang mencakup hal-hal berikut: a. Terbentuknya organisasi – organisasi politik maupun organisasi masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial, sekaligus sebagai media aspirasi rakyat dalam penentuan kebijakan. b. Lahirnya Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) sebagai kontrol sosial maupun sebagai input terhadap kebijakan negara.
    • c. Pelaksanaan pemilu yang membari kesempatan pada warga negara untuk memilih atau dipilih, seperti : berkampanye, ikut serta dlam parpol, pemilih aktif maupun menjadi anggota Lembaga Perwakilan Rakyat. d. Munculnya Kelompok Kontemporer yang Memberi warna pada sistem input dan output kepada pemerintahan. Patut dimengerti bahwa kegiatan pemilu tidak hanya semata- mata berwujud pemilu,namun menyampaikan pendapat ataupun rancangan dalam penentuan suatu kebijakan. Begitu jugapartisipasi tidak hanya bisa dilakukan dalam partai politik, namun bisa pula melalui kelompok –kelompok lainya seperti perkumpulan buruh, petani, pedagang, nelayan dan organisasi lainya. Tetapiada pula organisasi abstrak yang tidak resmi yang justru menguasai keadaan yang disebut dengangrup penekan ( pressure group ) contonya seperti suku , Agama, Ras, dan Golongan tertentu sepertikesultanan. Meskipun sangat banyak yang bisa dilakukan untuk berpartisipasi dalam dunia politik namunhal itu tidak menjamin semua orang berpartisipasi dalam dunia politik yang disebut sikap anti politik. Ada anggota masyarakat yang enggan berhubungan dengan dunia politik, rasa enggan tersebutdapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti : kekecewaan terhadap sistem politik ketidaktahuan informasi tidak adanya pilihan politik yang sesuai dengan keinginanya Adanya praktik politik yang kotor, seperti : 1. Kekerasan 2. Korupsi 3. Nepotisme 4. Kolusi 5. Penyalahgunaan kekuasaan Menurut Gabriel Almond, bentuk – bentuk politik yang terjadi di berbagai negara dapatdibedakan menjadi kegiatan politik konvensional dan nonkonvensional. a. Konvensional, terdiri dari : Pemberian Suara ( Vooting ). Diskusi Kelompok. Debat Publik. Kegiatan Kampanye. Membentuk dan bergabung dalam kelompok kepentingan. Komunikasi individual dengan pejabat politik. Pengajuan Petisi. b. Nonkonvensional,terdiri dari : Demonstrasi. Konfrontasi. Aksi Mogok. Tindak kekerasan politik terhadap harta benda seperti perusakan dan pembakaran. Tindak kekerasan politik terhadap manusia seperti penculikan dan pembunuhan. Perang/revolusi dan teror.
    • 3. Sebab – Sebab Timbulnya Gerakan Partisipasi Politik Menurut Myron Weiner, sediktnya ada lima hal yang dapat menyebabkan terjadinya gerakan partisipasi politik yang lebih luas dalam proses politik :  Modernisasi Sejalan dengan berkembangya industrialisasi, perbaikan pendidikan dan komunikasi massa, maka pada sebagian penduduk yang merasakan terjadinya perubahan nasib akan menuntut untuk berperan dalam kekuasaan politik.  Perubahan Struktur Kelas Sosial Salah satu dampak modernisasi, dimana munculnya kelas pekerja baru dan kelas menengah yang semakin luas, sehingga mereka merasa berkepentingan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan politik.  Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern Kaum intelektual melalui ide – idenya kepada masyarakat umum dapat membangkitka tuntutan akan partisipasi massa dalam pembuatan keputusan politik.  Konflik Diantara Kelompok Pemimpin Politik Pra pemimpin politik berkompetisi dalam memperebutkan kekuasaan. Sesungguhnya apa yang mereka lakukan adalah dalam rangka mencari dukungan rakyat melalui berbagai upaya.  Keterlibatan Pemerintah dalam urusan sosial, ekonomi dan budaya Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang menimbulkan konsekuensi adanya tindakan yang semakin menyusup ke segala segi kehidupan masyarakat yang akan menimbulkan tuntutan terorganisir untuk ikut serta dalam penentuan kebijakan dan keputusan politik.4. Faktor – Faktor Pendukung Partisipasi Politik a. Pendidikan Politik Pendidikan Politik sebenarnya dimaksudkan untuk mewujudkan atau setidaknya menyiapkan calon penerus kader – kader yang dapat diandalkan dikemudian hari untuk memenuhi harapan masyarakat luas, dalam arti yang benar – benar memahami semangat yang terkandung dalam perjuangan sebagai kader bangsa. Menurut Ramdlon Naning , pendidikan politik merupakan suatu usaha untuk memasyarakatkan politik, dalam arti : Mencerdaskan kehidupan politik rakyat Meningkatkan kesadaran setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meningjkatkan kepekaan dan kesadaran rakyat terhadap hak, kewajiban dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
    • Menurut Alfian, pendidikan politik adalah Suatu usaha yang sadar untuk mengubah sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal untuk dibangun dan selanjutnya akan melahirkan budaya politik. Melalui pendidikan politik,kader-kader anggota partai politik tersebut diharapkan akan memperoleh manfaat dan kegunaan, sebagai berikut : Dapat memperluas pemahaman, penghayatan, dan wawasan terhadap masalah dan isu-isu yang bersifat politis. Mampu meningkatkan kualitas diri dalam berpolitik dan berbudaya politik sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Meningkatkan kualitas kesadaran politik rakyat menuju peran aktif dan partisipasinya terhadap pembangunan politik bangsa secara keseluruhan. Agar pendidikan dapat berjalan dengan baik , maka kuncinya dengan menanamkan disiplin yang benar pada anak di dalam keluarga, sekolah , dan masyarakat.b. Kesadaran Politik Kesadaran poltik rakyat tidak hanya dapat diukur dari tingkat partisipasinya dalam pemilu, melainkan juga sejauhmana mereka aktif dalam mengawasi dan mengoreksi kebijakan atau perilaku pemerintah dalam mengambil kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut, inilah yang lazim disebut gerakan ekstraparlementer ( gerakan turun ke jalan ). . Tingkat kesadaran politik setiap anggota masyarakat tidaklah sama. Hal ini sangat bergantung pada latarbelakang pendidikanya.Kaum elite dan menengah tampak relatif lebih baik. Sedangkan masyarakat yang latarbelakang pendidikanya lebih rendah memerlukan pembinaan yang intensif Menurut Drs. M. Taupan, kesadaran politik merupakan suatu proses batin yang menampakan keinsafan dari setiap warga negara tentang urusan kenegaraan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Yang tidak diharapkan dlam partisipasi politik adalah adanya sikap apatis. Seseorang dikatakan apatis dalam bidang politik apabila mereka tidak mau ikut serta dalam berbagai kegiatan politik kenegaraan contohnya sepertipada kegiatan pemilu, diantaranya : Tidak datang ke TPS Tidak ikut memberikan suaranya pada saat pemilu. Datang ke TPS namun tidak memberikan pilihan apapun Datang ke TPS namun gambar pilihan pada kartu dipilih semuanya.
    • Ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang bersikap apatis dalampartisipasi politik, diantaranya : Setiap pemenang pemilu hanya mengumbar janji selama pemilu, namun tidak terwujud ketika sudah terpilih. Setiap masa kampanye selalu diwarnai dengan politik arogansi atau kekerasan. Seringnya para calon pemimpin menggunakan money politik. Tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah. Adanya rasa kecewa terhadap kontestan yang diusung oleh parpol. Bila dihubungkan dengan hak dan kewajiban politik sebagai warga negara,partisipasi politik merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai wujudtanggung jawabnya. Secara Teknis Operasional, partisipasi politik warga negarameliputi bidang poleksusbudhankam. Bidang Politik, partisipasi politik yang dapat dilakukan : a. Ikut memilih dalam pemilu b. Menjadi anggota aktif partai poltik, menjadi anggota kelompok penekan ( pressure group ) c. Menduduki jabatan politik dalam pemerintahan. d. Ikut berkampanye e. Ikut ekstra parlementer ( turun kejalan ) Bidang Ekonomi, partisipasi politik yang dpat dilakukan : a. Menciptakan sektor – sektor ekonomi produktif dalam bentuk barang seperti : Kaos, jaket , bendera, baliho, gambar atau foto yang bergambar partai politik atau kontestan yang diusung parpol. b. Menjual barang atau hasil produksi lain yang berhubungan dengan parpol peserta pemilu. Bidang Sosial Budaya, partisipasi yang dapat dilakukan : a. Menciptakan suasana kondusif di dalam masyarakat baik sebelum ataupun sesudah pemilu. b. Tidak mudah terprovokasi oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. c. Memberikan penilaian positif terhadap parpol atau kontestan pesrta pemilu di dalam masyarakat. d. Menjadi contohdan teladan di lingkunganya baik di keluarga maupun masyarakat. Bidang Pertahanan dan Keamanan, partisipasi politik yang dapat dilakukan: a. Senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan tempat tinggalnya. b. Menjaga persatuan dankesatuan serta keutuhan bangsa dan negara. c. Mengutamakan kepentingan dan keselamatan bagsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
    • c. Budaya Politik Budaya politik merupakan perwujudan nilai – nilai politik yang dianut olehsekelompok masyarakat, bangsa dan negara yang diyakini sebagai pedoman dalammelaksanakan kegiatan – kegiatan politik.d. Sosialisasi Politik Usaha untuk memasyarakatkan partisipasi politik kepada seluruh warga masyarakatagar memiliki kesadaran politik terutama akan hak dan kewajibanya dalam kehidupanberbangsa dan bernegara.