Your SlideShare is downloading. ×
0
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Sistem panca indera
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sistem panca indera

21,611

Published on

2 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
21,611
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
998
Comments
2
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KELAS / SEM : XI / II MATERI POKOK : SISTEM REGULASI MANUSIA SUB MATERI POKOK : ALAT INDRA PADA MANUSIA Standar Kompetensi : Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan / penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas. Kompetensi Dasar : Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan / penyakit yang dapat terjadi pada sistem regulasi manusia (saraf, endokrin, dan pengindraan)
  • 2. Apakah yang akan terjadi apabila pada tubuh kita tidak dilengkapi dengan alat indra????? Organ indra Respon Alat indera mempunyai reseptor. Rangsang yang sampai ke reseptor akan diterima dan diteruskan oleh saraf ke otak dalam bentuk  impuls listrik. Impuls yang sampai ke otak diolah, sehingga otak mampu mengenali rangsang dari lingkungannya. Dari informasi inilah manusia dapat memberikan respons (tanggapan) terhadap rangsang yang datang dari lingkungan.
  • 3. FUNGSI INDRA Sebagai alat proteksi tubuh dari rangsangan yang merusak. ex : panas yang membakar, dingin yang membekukan, sakit, sinar yang terang, dan sebagainya sehingga kerusakan tubuh dapat dihindari. Sebagai alat komunikasi dengan lingkungan, sehingga orang dapat memberikan persepsi terhadap keadaan lingkungan. ex : pemandangan yang indah, suara yang merdu, tubuhnya miring, kain yang halus, makanan yang enak, dan lain-lain
  • 4. Manusia 5 alat indra 1.Indra penglihat (mata) 2. Indra pendengar (telinga) 3. Indra peraba (kulit) 4. Indra perasa (lidah) 5. Indra pembau (hidung) Click pada kata
  • 5. 1. Indra penglihat (mata) Mata memiliki reseptor yang peka terhadap cahaya yang disebut fotoreseptor. Mata mempunyai struktur yang sangat kompleks. Terdiri atas bola mata yang terletak di dalam lekuk mata. di dalam lekuk mata juga terdapat saraf penglihatan dan alat tambahan. Bola mata berbentuk bulat, hanya bidang depannya meyimpang dari bentuk bola sempurna karena selaput bening lebih menonjol ke depan.
  • 6. Mata dan bagian – bagiannya :
  • 7. <ul><li>Bagian – bagian yang melindungi mata: </li></ul><ul><li>Alis mata </li></ul><ul><li>untuk menghindarkan </li></ul><ul><li>masuknya keringat </li></ul><ul><li>ke mata. </li></ul><ul><li>Kelopak mata </li></ul><ul><li>untuk melindungi mata </li></ul><ul><li>dari debu, asap, dan </li></ul><ul><li>benda asing lain. </li></ul><ul><li>Bulu mata </li></ul><ul><li>untuk mengurangi </li></ul><ul><li>cahaya dan </li></ul><ul><li>kotoran yang masuk. </li></ul><ul><li>Kelenjar air mata </li></ul><ul><li>membasahi mata </li></ul><ul><li>agar tidak </li></ul><ul><li>kering </li></ul>Bagian – bagian mata: A. Kelenjar Lakrima (Air mata) B. Konjunktiva C. Aqueous humor (cairan berair) D. Kornea E. Iris K. sklera F. Pupil L. koroid G.Lensa M. retina H.Suspensor Ligamen N.saraf optik Otot-otot bersilia J.Vitreus humor
  • 8. <ul><li>Kelenjar Lakrima menghasilkan air mata untuk membasahi </li></ul><ul><li>mata. </li></ul><ul><li>Konjunktiva merupakan lapisan membran tipis berfungsi </li></ul><ul><li>untuk melindungi kornea dari gesekan. </li></ul><ul><li>Aqueus humor berfungsi untuk menjaga bentuk kantong </li></ul><ul><li>depan bola mata. </li></ul><ul><li>Kornea berupa piringan transparan di depan bola mata dan </li></ul><ul><li>tidak berpembuluh darah. berfungsi meneruskan cahaya </li></ul><ul><li>yang masuk ke bagian retina. </li></ul><ul><li>Iris Berupa piringan berwarna yang mengatur ukuran Pupil. </li></ul><ul><li>Pupil akan mengecil jika cahaya yang diterima mata terlalu </li></ul><ul><li>banyak dan akan membesar jika cahaya yang diterima </li></ul><ul><li>terlalu sedikit. </li></ul>
  • 9. <ul><li>Pupil :Lubang di dalam Iris yang dilalui berkas cahaya. </li></ul><ul><li>Lensa berbentuk transparan dan lunak, berfungsi untuk mengatur fokus citra penglihatan. </li></ul><ul><li>Suspensor ligamen berfungsi menjaga lensa agar selalu pada tempatnya. </li></ul><ul><li>Otot-otot bersilia berfungsi untuk mengatur bentuk lensa. </li></ul><ul><li>Vitreus humor : berupa zat transparan seperti jeli, berfungsi untuk meneruskan cahaya dari lensa mata ke retina. </li></ul>
  • 10. <ul><li>Sklera merupakan lapisan luar yang keras, berfungsi untuk melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya otot mata. </li></ul><ul><li>koroid : merupakan Lapisan yang amat gelap. Berfungsi untuk mencegah berkas cahaya dipantulkan di sekeliling mata. </li></ul><ul><li>Retina : Lapisan yang peka cahaya, titik dimana berkas cahaya diterima. Pada bagian retina terdapat sel batang dan sel kerucut. </li></ul><ul><li>Saraf Optik :Mengirim informasi visual ke otak </li></ul>
  • 11. sel batang (sel bacillus) Di bagian retina terdapat kurang lebih 125 juta sel batang. sel ini mampu menerima rangsang tidak berwarna. Sel batang mengadung rodopsin, yaitu suatu bentuk senyawa antara vitamin A dengan protein tertentu. Bila terkena sinar terang, rodopsin terurai dan akan terbentuk kembali dalam keadaan gelap . back
  • 12. sel kerucut (sel konus) Di bagian retina terdapat kurang lebih 6,5 juta sel kerucut. Sel ini mampu menerima rangsang sinar kuat dan berwarna. Sel kerucut mengandung pigmen iodopsin, yaitu: senyawa retinin dan opsin. ada 3 macam sel kerucut yang masing – masing peka terhadap warna tertentu. Yaitu merah, merah, biru, hijau. Kerusakan sel konus dapat menyebabkan seseorang menjadi buta warna. back
  • 13. 2. Indra pendengar (telinga) Telinga 1.berfungsi sebagai organ pendengaran karena mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi 2. sebagai alat keseimbangan. 3 bagian utama 1.Telinga luar 2. Telinga tengah 3.Telinga dalam Struktur telinga
  • 14. Gambar struktur telinga :
  • 15. Bagian – bagian telinga :
  • 16. <ul><li>Telinga luar </li></ul><ul><li>berfungsi menangkap getaran bunyi. Saluran luar yang dekat dengan </li></ul><ul><li>lubang telinga dilengkapi dengan rambut halus untukmenjaga agar </li></ul><ul><li>benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin untuk menjaga agar </li></ul><ul><li>permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering. </li></ul>b.Telinga tengah rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. terdapat saluran Eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Terdapat juga 3 tulang pendengaran maleus , inkus,stapes . c. Telinga dalam Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin membran. Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu: Tiga saluran setengah lingkaran, Ampula, Utrikulus,Sakulus, Koklea atau rumah siput.
  • 17. Mekanisme mendengar Gelombang bunyi masuk ke dlm telinga Menggetarkan gendang telinga Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval Getaran pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa di saluran vestibulum Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basiler yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani Getaran pada membran basiler akan menggerakkan sel-sel rambut. Sel rambut menyentuh membran tektorial Terjadi rangsangan (impuls) Dikirim ke pusat pendengaran di otak melalui syaraf pendengaran Terdengar suara
  • 18. 2 tipe tuli <ul><li>Tuli sensorineural: tterjadi karena gangguan pada model sentral sampai garis yang memisahkan telinga dalam dengan koklea, misalnya: gangguan pada koklea </li></ul><ul><li>Tuli konduksi: ketidakmampuan organ telinga yang berperan sebagai menghantarkan bunyi dari luar telinga ke dalam telinga </li></ul>
  • 19. 3. Indra peraba (kulit) struktur kulit Lapisan epidermis Lapisan dermis kulit merupakan alat indra karena di dalam kulit terdapat berbagai macam reseptor.
  • 20. back
  • 21. 1.Lapisan epidermis back <ul><li>Lapisan epidermis terdiri dari 4 lapis sel (gambar): </li></ul><ul><li>stratum korneum terdiri dari sel kulit mati yang mudah mengelupas. Disebut juga lapisan tanduk. </li></ul><ul><li>Stratum lusidum : berupa lapisan transparan. </li></ul><ul><li>Stratum granulosum : terdapat pigmen. </li></ul><ul><li>Stratum germinativum : lapisan yang selalu mengadakan pembelahan secara terus </li></ul>merupakan lapisan terluar, pada lapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan syaraf.
  • 22. 2.Lapisan dermis Pada bagian ini terdapat pembuluh darah, pangkal akar rambut,kelenjar keringat, syaraf, dan berbagai macam reseptor <ul><li>Berbagai macam resptor yang tedeapat di dalam kulit </li></ul><ul><li>adalah : </li></ul><ul><li>korpuskel pacini : ujung syaraf perasa tekanan. </li></ul><ul><li>Ujung syaraf sekeliling rambut : ujung syaraf peraba. </li></ul><ul><li>Korpuskel ruffini : ujung syaraf peraba. </li></ul><ul><li>Ujung syaraf krause : ujung syaraf perasa dingin. </li></ul><ul><li>Korpuskel meissner : ujung syaraf peraba </li></ul><ul><li>Ujung syaraf tanpa selaput : perasa nyeri </li></ul><ul><li>Lempeng merkel : ujung syaraf perasa sentuhan dan tekanan ringan </li></ul>
  • 23. Mekanisme kerja alat peraba : Misalnya sensasi tekanan : Ada tekanan di kulit Korpuskel paccini berubah bentuk Terjadi depolarisasi yaitu Na+ masuk dan K+ keluar. terbentuknya potensial aksi yang dihantarkan dalam bentuk impuls oleh saraf sensorik ke otak. Impuls diolah timbul sensasi tekanan di kulit back
  • 24. 4. Indra perasa (lidah) Lidah Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. organ yang tersusun dari otot Struktur lidah Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut.
  • 25. Gambar struktur lidah Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda. Letak masing-masing rasa berbeda-beda yaitu : 1. Rasa Asin = Lidah Bagian Depan 2. Rasa Manis = Lidah Bagian Tepi 3. Rasa Asam / Asem = Lidah Bagian Samping 4. Rasa Pahit / Pait = Lidah Bagian Belakang
  • 26. Gambar stuktur tonjolan pada permukaan lidah : Papilla Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila). Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas pengecap terdapat pada paritparit papila bentuk dataran, di bagian samping dari papila berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang.
  • 27. Mekanisme kerja indra perasa Zat kimia dalam bentuk larutan sampai ke puting pengecap di lidah terjadi depolarisasi yaitu masuknya Na+ dan keluarnya K+ dari sel reseptor terbentuknya potensial aksi yang dihantarkan oleh saraf sensoris dalam bentuk impuls listrik ke otak untuk diolah timbul sensasi rasa. back
  • 28. berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan akson akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara 5. Indra pembau (hidung)
  • 29. Gambar struktur indra pembau Reseptor yang terdapat pada indra pencium tidak bergerombol seperti yang terdapat pada tunas pengecap.
  • 30. Mekanisme kerja indra pembau : Gas yang masuk ke dalam hidung larut dalam lendir hidung di bagian atas rongga hidung Merangsang ujung syaraf pembau terjadinya depolarisasi yaitu Na+ masuk dan K+ keluar dari reseptor (ujung syaraf) menyebabkan terjadinya potensial aksi dan dihantarkan dalam bentuk impuls ke otak untuk diolah bau dapat tercium close
  • 31. F O R Y O U R A T T E N T I O N BE A smart STUDENT……… GOOD LUCK…..
  • 32. SUMBER PUSTAKA: Campbell,et all.2000.Biologi edisi kelima jilid ke II. Jakarta. Erlangga Soewolo,dkk. 2005. Fisiologi Manusia. Malang. UNM Pratiwi D.A. 2002. Biologi Manusia jilid I untuk kelas X. www.ilmupedia.com http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0087%20Bio%202-10a.htm www.e-smartschool.com/pnu/003/PNU0030017. ibrary.usu.ac.id/download/fmipa www.harunyahya.com www.insight-magazine.com trimmerinda.blogspot.com eyerelax.files.wordpress.com id.wikipedia.org optikonline.info rudidolphin.tripod.com www.entsurgery.com. arisrahmathidayat.blogspot.com www.pdpersi.co.id ms.wikipedia.org

×