• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content

Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Like this presentation? Why not share!

Sistem indera

on

  • 13,527 views

 

Statistics

Views

Total Views
13,527
Views on SlideShare
13,527
Embed Views
0

Actions

Likes
7
Downloads
385
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Sistem indera Sistem indera Presentation Transcript

    •  
      • Alat indera kita berfungsi sebagai
      • reseptor atau penerima rangsangan
      • setiap reseptor berfungsi untuk merespon rangsangan tertentu saja, misalnya mata untuk merespon rangsangan cahaya, dan hidung sebagai indra pencium berfungsi untuk merespon rangsangan bau.
    • SISTEM INDERA MANUSIA
      • Eksoreseptor  sel-sel reseptor khusus pada indera untuk mengenali perubahan lingkungan luar
      • INDERA PEMBAU
      • Hidung  indera pembau pada manusia.
      • Hidung merupakan indera khusus yang terletak di dalam rongga hidung.
      • daerah sensitif indera pembau terletak di bagian atas rongga hidung
      • Struktur : sel penyokong berupa sel epitel dan sel pembau yang berupa neuron sebagi reseptor
      • Struktur indera pembau terdiri dari :
      • Sel-sel penyokong yang berupa sel-sel epitel.
      • Sel-sel pembau(sel olfaktori) yang berupa sel saraf sebagai reseptor.
      • Sel-sel olfaktori sangat peka terhadap rangsangan gas kimia (kemoreseptor). Sel-sel olfaktori memiliki tonjolan ujung dendrit berupa rambut yang terletak pada selaput lendir hidung, sedangkan ujung yang lain berupa tonjolan akson membentuk berkas yang disebut saraf otak I (nervus olfaktori). Saraf ini akan menembus tulang tapis dan masuk ke dalam otak manusia.
    • Struktur indera pembau
    • Kelainan indera pembau
      • Salah satu kelainan pada indera pembau adalah Anosmia .
      • Akibat kelainan Anosmia ini indera pembau kita dapat kehilangan sensitivitas terhadap rasa bau, sehingga kita tidak bisa mencium bau dari sesuatu benda atau zat tertentu. Anosmia dapat disebabkan oleh :
      • Penyumbatan rongga hidung akibat pilek.
      • Terdapat polip atau tumor di rongga hidung.
      • Sel rambut rusak akibat infeksi kronis.
      • Gangguan pada saraf olfaktori.
      • Rinitis alergi  adalah kelainan pada hidung dengan gejala-gejala bersin-bersin, keluarnya cairan dari hidung, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar dengan  allergen  (zat yang menyebabkan alergi pada orang-orang tertentu).
    • 2. INDERA PENGECAP
      • Indera pengecap pada manusia adalah lidah.
      • Permukaan lidah juga dapat merasakan panas, dingin, kasar, halus dan nyeri.
      • Pada permukaan lidah terdapat tonjolan kecil yang disebut papila , sehingga permukaan lidah terlihat kasar.
      • Indra pembau dan pengecap mempunyai hubungan, jika terjadi gangguan pada indra pembau maka kita tidak dapat mengecap dengan baik.
      • Berdasarkan bentuknya papila dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
        • Papila filiformis adalah Papila yang berbentuk pada seluruh permukaan lidah.
        • Pada epitel papila jenis ini tidak mengandung puting kecap (perasa).
        • Papila fungiformis adalah Papila yang berbentuk tonjolan seperti kepala jamur, papila ini terdapat pada bagian depan lidah dan bagian sisi lidah.
        • Papila sirkumvalata adalah Papila yang bentuknya seperti huruf v terbalik dan terdapat pada pangkal lidah.
      • Di dalam setiap papila terdapat banyak tunas pengecap atau kuncup pengecap.
      • Setiap tunas pengecap terdiri dari dua jenis sel yaitu sel penyokong yang berfungsi untuk menopang dan sel pengecap yang berfungsi sebagai reseptor dan memiliki tonjolan seperti rambut yang keluar dari tunas pengecap.
      • Setiap tunas pengecap akan merespon secara maksimal terhadap salah satu rasa.
      • Tunas pengecap dapat membedakan empat macam rasa, yaitu rasa manis, rasa pahit, rasa asam, dan rasa asin.
      • Sejumlah tunas pengecap juga terdapat pada tenggorok dan langit-langit rongga mulut.
      • Gambar struktur lidah
    • 3. INDERA PENGLIHATAN
      • Alat indera penglihat pada manusia adalah mata.
      • Indera penglihat (mata) disebut juga fotoreseptor karena mata sangat peka terhadap rangsangan cahaya.
      • Mata memiliki sejumlah reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna.
      • Terdapat alat tambahan yang terdiri dari :
      • Alis mata
      • Terdiri dari rambut kasar melintang di atas mata
      • berfungsi untuk mempercantik wajah dan melindungi mata dari keringat yang mengalir dari dahi.
      • Bulu mata
      • Merupakan barisan rambut yang terdapat pada ujung kelopak mata
      • berfungsi melindungi bola mata dari masuknya debu dan partikel.
      • Pada bulu mata terdapat kelenjar sebasea(kelenjar minyak) yang disebut kelenjar zeis, terletak pada akar bulu mata.
      • Infeksi pada kelenjar sebasea disebut bintik ( hordeolum ).
      • 3. Otot penggerak bola mata
      • Pada setiap mata terdapat enam otot lurik yang menghubungkan bola mata dengan tulang di sekitarnya. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).
      • Otot ini berfungsi untuk menggerakkan bola mata, sehingga mata dapat mengerling ke kanan, kiri, atas, dan bawah.
      • Gerakan bola mata berada di bawah kesadaran.
      • 4. Kelopak mata
      • Kelopak mata terdiri dari dua bagian yaitu kelopak mata atas dan kelopak mata bawah, berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Mulai dari dalam menuju ke arah luar
      • kelopak mata terdiri atas lima lapis, yaitu:
      • konjungtiva, adalah selaput lendir yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan melapisi juga permukaan bola mata.
      • Kelenjar meibomian yang dapat menghasilkan lemak untuk mencegah pelekatan kedua kelopak mata.
      • Lapisan tarsal, yaitu lapisan jaringan ikat yang kuat untuk menunjang kelopak mata.
      • Otot orbikularis okuli, yaitu otot yang berfungsi menutup bola mata.
      • Jaringan ikat.
      • 5. Kelenjar air mata (aparatus lakrimalis)
      • Kelenjar air mata letaknya disudut lateral atas pada rongga mata
      • berfungsi untuk menghasilkan air mata. Dari kelenjar ini keluar kurang lebih dua belas duktus lakrimalis, yaitu saluran-saluran yang mengalirkan air mata menuju ke konjungtiva kelopak mata atas.
      • 6. BOLA MATA
      • Bola mata manusia berdiameter kira-kira 2,5 cm dengan 5/6 bagian nya terbenam dalam rongga mata dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak dari luar dengan bagian depan yang bening.
      • Bola mata bagian luar tersusun atas lapisan jaringan ikat yang berwarna putih dan kuat yang disebut sklera dan lapisan dalam mempunyai pigmen tipis dan banyak pembuluh darah yang disebut koroid.
      • Fungsi bola mata, untuk membentuk bayangan dari benda yang dilihat, kemudian retina membentuk impuls yang dijalarkan ke saraf otak II, terus ke otak untuk diinterpretasikan sebagai penglihatan
      • Bola mata terdiri dari 3 lapisan :
      • Tunika fibrosa
      • Tunika vaskulosa (uvea)
      • Tunika nervosa (retina)
      • Tunika fibrosa (lapisan luar)
      • Sklera : Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya bola mata
      • Kornea : membantu memfokuskan bayangan benda pada retina
      • tidak mengandung pembuluh darah tetapi mengandung banyak serabut saraf.
      • Memiliki selaput pelindung  konjungtiva
      • Pada batas kornea dan sklera terdapat kanalis schlemn, berfungsi untuk menyerap kembali cairan aqueous humor bola mata
      • 2. Tunika vaskulosa (uvea)
      • Merupakan lapisan tengah bola mata, terdiri dari :
      • Koroid
      • lapisan tengah, megandung banyak pembuluh darah dan pigmen (warna hitam atau cokelat pada bola mata)
      • Koroid berfungsi memberi zat makanan pada sel-sel retina
      • Dalam lapisan koroid terdapat :
      • Iris (selaput pelangi)
      • Mengandung banyak pembuluh darah dan pimen
      • Jumlah pigmen menentukan warna bola mata
      • Berfungsi untuk mengatur besar kecilnya pupil (dilakukan oleh otot sfingter)
      • Dalam iris terdapat :
      • - otot dilator pupil, berfungsi untuk mempelebar pupil
      • - otot sfingter, berfungsi untuk memperkecil diameter pupil
      • Pupil
      • Terdapat ditengah-tengah iris
      • Berfugsi untuk mengatur besar kecilnya cahaya yang masuk ke mata
      • 3. Tunika nervosa (retina/selaput jala)
      • terdapat :
      • 1. LENSA MATA
      • Lensa berada di tempat tersebut karena di kelilingi oleh ligamentum suspensorium (jaringan yang mengikat lensa pada tempatnya)
      • Lensa mata di bagi menjadi 2 :
      • ruang antara kornea dengan lensa (ruang muka)  berisi aqueous humor , yang berfungsi menjaga bola mata serta memberi nutrisi untuk kornea dan lensa
      • ruang belakang lensa (ruang belakang)  berisi vitreus humor, yang berfungsi untuk menyokong struktur lensa dan bola mata/ mempertahankan tekanan di dalam bola mata agar tetap bundar dan tidak kempes
      • Lensa berbentuk cembung, bersifat transparan, dan terdiri dari lapisan serat protein
      • Bila lensa menjadi keruh, akan mengganggu penglihatan  katarak
      • Bintik kuning : banyak mengandung saraf sehingga sangat peka untuk menerima sinar.
      • Bintik kuning banyak mengandung sel basilus dan sel konus
      • Bintik buta : tempat masuk dan berbeloknya berkas saraf menuju ke pusat saraf
      • Cairan pengisi rongga : aqueous humor dan vitreous humor
      • Retina juga mengandung sel-sel fotoreseptor (penerima cahaya) yang terdiri atas :
      • Bacillus (batang)
      • Menerima rangsangan cahaya dengan intensitas lemah dan tidak dapat membedakan warna, kecuali warna jingga
      • Berjumlah 125 sel
      • Mengandung rodopsin (vit. A dan protein) (warna jingga)
      • Conus (kerucut)
      • Menerima rangsangan cahaya dengan intensitas kuat dan bisa membedakan warna
      • Berjumlah 6,5 juta sel
      • Mengandung lodopsin (retinin dan opsin)
      • Ada tiga lodopsin, yaitu merah, hijau dan biru
      • Tahap-tahap terbentuknya bayangan pada mata
      • Mata kita dapat melihat suatu benda bila menerima cahaya. Adapun tahap-tahap terbentuknya bayangan pada mata adalah : cahaya masuk ke dalam mata melalui lubang pupil, pertama cahaya menembus kornea, aqueous humor, lensa, dan viterus humor sehingga bayangan jatuh tepat pada retina. Kemudian retina membentuk impuls yang dijalarkan ke saraf otak II , lalu ke otak untuk di interpretasikan sebagai penglihatan. Rangsangan cahaya  kornea  aqueus humor  lensa  vitreou humor  retina (fotoreseptor)  saraf  otak  kesan melihat
    • GANGGUAN INDERA PENGLIHATAN
      • Hipermetropi  rabun dekat, karena lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang bintik kuning.
      • Mata yang hanya mampu melihat jelas pada jarak jauh
      • Di bantu dengan lensa cembung (+)
      • Miopi  rabun jauh, karena lensa mata terlalu cembung sehingga bayangan jatuh di depan bintik kuning
      • Mata hanya mampu melihat jelas pada jarak dekat
      • dibantu dengan lensa cekung (-)
      • Presbiopi  mata tua, karena daya akomodasi terlalu lemah
      • Astigmatisma  lengkungan permukaan kornea tidak rata sehingga kabur dalam penglihatan
      • Rabun senja  disebabkan oleh kekurangan vitamin A
      • Katarak  cacat mata akibat pengapuran pada lensa
      • Buta warna
      • Buta warna merupakan gangguan penglihatan mata yang bersifat menurun. Penderita buta warna tidak mampu membedakan warna-warna tertentu, misalnya warna merah, hijau, atau biru. Buta warna tidak dapat diperbaiki atau disembuhkan.
      • 8. Mata juling (Strabismus)
      • keadaan kedudukan kedua bola mata dimana sumbu penglihatannya tidak sejajar.
      • Bila satu mata melihat kearah benda yang menjadi pusat perhatiannya maka mata satunya menyimpang kearah lain.
      • Arah penyimpangan tersebut ada yang kearah hidung (esotropia), kearah pelipis (exotropia), kearah atas atau kearah bawah (hypertropia), bahkan ada yang berputar.
    • 4. INDERA PENDENGARAN DAN KESEIMBANGAN
      • GAMBAR STRUKTUR TELINGAN MANUSIA
    •  
    • BAGIAN-BAGIAN TELINGA DARI LUAR KE DALAM
      • TELINGA LUAR
      • Berfungsi untuk menangkap bunyi
      • Terdiri dari :
      • - daun telinga (pinna)
      • - saluran telinga luar
      • - gendang telinga (membrana timpani)
      • TELINGA TENGAH
      • Berfungsi untuk mnghantarkan bunyi
      • Terdiri dari :
      • - terdapat tiga tulang, yaitu :
      • 1. tulang martil (maleus)
      • 2. tulang landasan (incus)
      • 3. tulang sanggurdi (stapes)
      • - saluran Eustachius, berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara telinga tengah dengan lingkungan
      • 3. TELINGA DALAM (LABIRIN)
      • terdiri dari :
      • Koklea (rumah siput)  sebagai reseptor pendengaran
      • Saluran semisirkularis (saluran setengah lingkaran) dan vestibula  sebagai reseptor keseimbangan (gravitasi)
      • Organ korti  mengubah getaran suara menjadi impuls
      • Tingkap oval  penghubung vetibula dengan tulang sanggurdi
      • Tingkap bulat  penghubung telinga tengah dan dalam
      • Pada telinga terdapat 24.000 alat korti
      • Telinga manusia dapat mendengar bunyi 20-20.000 Hertz
      • TELING SEBAGAI INDERA KESEIMBANGAN (EKUILIBRIUM)
      • Indra keseimbangan merupakan indra khusus yang terletak di dalam telinga
      • Indra keseimbangan secara struktural terletak dekat indera pendengaran, yaitu bagian belakang telinga dalam yang membentuk struktur utrikulus dan sakulus, serta kanalis semisirkularis
      • Struktur tersebut berfungsi dalam pengaturan keseimbangan dari saraf otak VIII
      • Saraf otak VIII mengandung dua komponen, yaitu komponen pendengaran dan komponen keseimbangan
      • INDERA SEBAGAI INDERA PENDENGARAN
      • Telinga dapat mendengar jika ada gelombang suara
      • Gelombang suara  suatu perubahan rapatan dan renggangan molekul udara yang disebabkan oleh bergetarnya suara benda
      • Keras lemahnya suara bergantung pada besarnya getaran (amplitudo)
      • Tinggi rendahnya suara bergantung pada frekuensi
      • Proses mendengar sebagai berikut :
      • getaran suara  saluran pendengaran  membrana timpani (gendang telinga)  tulang martil  tulang landasan  tulang sanggurdi  tingkap bulat  cairan pada koklea bergetar  ujung saraf  otak  timbul persepsi suara
    • GANGGUAN PADA INDERA PENDENGARAN
      • Ada 2 macam jenis gangguan pendengaran :
      • Tuli konduktif
      • tuli karena gangguan transmisi suara ke dalam koklea
      • penyebabnya antara lain kerusakan tulang pendengaran, kotoran yang menumpuk di dalam saluran telinga luar atau peradangan telinga tengah
      • Dapat diatasi dengan operasi atau dapat pula dibantu dengan menggunakan alat pendengaran elektronik
      • Tuli saraf/ tuli neuron sensorik
      • Jika ada kerusakan pada organon korti, saraf VIII, ataupun korteks otak daerah pendengaran
      • Penderita tuli ini memerlukan bantuan yang lebih rumit. Salag satunya dengan implantasi koklea atau telinga artificial (buatan) yaitu dengan menempatkan milrofon di telinga
    • 5. INDERA PERABA
      • Gambar struktur kulit :
      • Kulit terdiri dari
      • 1. lapisan luar yang disebut epidermis
      • Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf.
      • Epidermis tersusun atas empat lapis sel.
      • Stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya.
      • Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut.
      • Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf.
      • Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut.
      • Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak.
      • Stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering.
      • Sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin).
      • Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan.
      • Lapisan yang transparan disebut stratum lusidum
      • Lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.
      • Lapisan dalam (dermis)
      • Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning.
      • Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
      • Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
      • terletak di kulit, ada yang ujung sarafnya bebas ada yang berselubung (disebut saraf korpuskel)
      • Macam-macam reseptor pada kulit ;
      • Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.