Your SlideShare is downloading. ×
0
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
menstruasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,283
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
216
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Bayu Kurniawan, dr. M E N S T R U A S I
  • 2. Tujuan Pembelajaran
    • Mahasiswa mampu memahami &
    • menjelaskan :
        • Siklus menstruasi normal
        • Mekanisme kerja hormon
        • Fungsi organ-organ (kompartemen-kompartemen) yang bertanggung jawab mengatur menstruasi
        • Kelainan - kelainan menstruasi
  • 3. Pendahuluan (1)
    • Keluarnya darah secara periodik & siklik dari uterus disertai deskuamasi endometrium, sesuatu yang biasanya sangat ditunggu -tunggu oleh kebanyakan wanita dewasa
    Menstruasi / Haid
  • 4. Pendahuluan (2)
    • Menarche rata-rata 12,5 tahun
    • Siklus Menstruasi (97%)
    • 18 – 42 hari
    • Lama menstruasi rata-rata
    • 3 – 5 hari
    • Jumlah perdarahan 60 – 80 cc
  • 5.  
  • 6. Pendahuluan (3)
    • Kecemasan akan timbul bila “dia” tidak datang
    • Datang tidak sesuai harapan (terlalu banyak, terlalu sedikit, terlalu lama, terlalu pendek)
    • Kecemasan itu banyak dimanfaatkan oleh iklan-iklan produk pelancar menstruasi
    C E M A S ?
  • 7. Poros Hormon Reproduksi
    • Susunan Sentral
    • - Hipotalamus
    • - Hipofise
    • Susunan Perifer
    • - Ovarium
    • - Endometrium
  • 8.
    • S S P
    HTLMS Uterus Ovarium PG LINGKUNGAN Kompartemen 4 M E N S Kompartemen 3 Kompartemen 2 Kompartemen 1 FSH LH Es. Pr.
  • 9. Hypothalamus
        • Region of brain (diencephalon)
        • 10 grams weight
        • Lies below third ventricle at base of brain
        • Important regulator of endocrine action
  • 10. Hypothalamic Releasing Hormones
    • Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)
      • Stimulated by NA & Inhibited by Dopamin, Serotonin, Melatonin
      • Acts on lactotrophs to stimulate AP production of Follicle-Stimulating Hormone (FSH) and Luteinizing Hormone (LH)
  • 11. Hypothalamic Releasing Hormones
    • Corticotropin Releasing Hormone (CRH)
      • Acts on corticotrophs
      • Stimulates AP production of adrenocorticotropic hormone (ACTH) stimulate Adrenal produce CS
    • Thyrotropin Releasing Hormone (TRH)
      • Acts on thyrotrophs
      • Stimulates AP production of Thyroid Stimulating Hormone (TSH) & Prolaktin
  • 12. Hypothalamic Releasing Hormones
    • Growth Hormone Releasing Hormone (GHRH = somatotropin)
      • Acts on somatotrophs
      • Stimulates AP production of Growth Hormone (GH)
    • Growth Hormone Inhibitory Hormone (GIH = somatostatin)
      • Acts on somatotrophs
      • Inhibits AP production of Growth Hormone
  • 13. Pituitary Gland
    • In humans has two lobes = distinct glands
      • Anterior (toward front of head) lobe = adenohypophysis
      • Posterior (toward back of head) lobe = neurohypophysis
    • Lobes connected to hypothalamus by different means
      • Anterior lobe connected by (portal) blood vessels
      • Posterior lobe connected by nerves (axons)
  • 14. Anterior Pituitary (AP)
    • Endocrine (hormone-secreting) gland containing several different cells types
      • Lactotrophs; secrete prolactin
      • Gonadotrophs; secrete LH and FSH
      • Somatotrophs; secrete Growth hormone
      • Thyrotrophs; secrete Thyroid stimulating hormone
      • Corticotrophs; secrete Adrenocorticotropic Hormone
    • Connected to hypothalamus by portal blood vessels
  • 15. Anterior Pituitary (AP)
    • Follicle Stimulating Hormone
    • - Produksi
    • Siklik, tergantung kadar hormon steroid sirkulasi
    • - Feedback negatif oleh Estrogen
    • Luteinizing Hormone
    • - Produksi
    • Siklik, tergantung kadar hormon steroid sirkulasi
    • - Estrogen rendah >> feedback negatif
    • - Estrogen tinggi >> feedback positif sd
    • LH Surge >> Ovulasi
  • 16. Anterior Pituitary (AP)
    • Prolaktin
      • Produksi dapat dirangsang TRH (hipotiroid)
      • Merangsang produksi ASI
      • Adenoma Hipofise
    • Prolaktin meningkat >> Sekresi FSH - LH menurun >> Mengganggu fungsi Ovarium
  • 17. Anterior Pituitary (AP)
    • Thyroid Stimulating Hormone
      • Merangsang produksi thyroid di kelenjar thyroid
      • Hypothyroid
    • TRH meningkat >>
    • TSH meningkat >> Prolaktin meningkat >> Sekresi FSH-LH menurun
  • 18. Posterior Pituitary
    • Outgrowth of the hypothalamus; composed of neural tissue
    • Specific neuroendocrine cells in hypothalamus have axons that project through the stalk and into the posterior pituitary
    • Secretes two important hormones
      • Oxytocin (OXY)
      • Antidiuretic hormone (ADH)
  • 19. Ovarium
    • Fungsi Utama
    • 1. Fungsi Proliferatif
    • Sumber ovum selama fase reproduksi
    • 2. Fungsi Sekretorik
    • Pembentukan & pengeluaran hormon steroid seks (estrogen, progesteron & androgen)
  • 20.  
  • 21. Estrogen
    • Di dalam folikel, ovum dikelilingi sel granulosa (dalam) & sel teka (luar)
    • Rangsangan FSH : kolesterol (C 26), dari darah di luar folikel, sel teka membentuk Progesteron (C 21) langsung diubah menjadi Testosteron
    • (C 19)
    • Testoteron tidak keluar sirkulasi, berdifusi ke lapisan granulosa, diubah menjadi Estrogen
    • Seiring pertumbuhan folikel, Estrogen dalam sirkulasi bertambah, feedback negatif pada hipofise sehingga pengeluaran FSH ditahan
    • ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
  • 22. Estrogen
    • Sebagian besar folikel atrofi, 1 folikel menang memperebutkan FSH (reseptor lebih banyak) tumbuh terus menjadi Folikel De Graaf
    • Estrogen bertambah banyak, pada kadar tertentu, memicu feedback positif sehingga hipofise mengeluarkan LH jumlah besar (LH surge)
    • LH surge menyebabkan pelunakan dinding Folikel De Graaf, terjadilah Ovulasi (pecahnya folikel & keluarnya ovum)
  • 23. Progesteron
    • Ovulasi : darah kaya kolesterol masuk ke lapisan granulosa, atas rangsangan LH membuat progesteron (sirkulasi)
    • Folikel >> Korpus Luteum >> Produksi Progesteron
    • 14 hari setelah ovulasi, pembuahan (-), Korpus Luteum regresi & Progesteron mendadak hilang dari sirkulasi
    • a t a u
    • Pembuahan (+), hasil konsepsi (sinsitiotrofoblas) memproduksi HCG (Human Chorionic Gonadotrophin), menjaga Korpus Luteum terus memproduksi Progesteron & Estrogen
  • 24. Normal Menstrual Hormone Cycle 0 14 28 Estradiol Progesterone LH
  • 25. Endometrium
    • Fase Menstruasi / Deskuamasi
    • Fase Regenerasi
    • Fase Proliferasi
    • - Early proliferation phase
    • - Midproliferation phase
    • - Late proliferation phase
    • Fase Sekresi
    • - Sekresi dini
    • - Sekresi lanjut
  • 26. Early Phase of Menstrual Cycle
    • Menstruation = shedding of uterine lining that occurs when progesterone levels fall
      • First day of bleeding = day 1 of cycle
      • Bleeding occurs @ 5 days
    • FSH stimulates follicles to develop and secrete estrogen
      • Follicular phase of cycle, with respect to the ovary
    • Estrogen stimulates proliferation of uterine lining (ENDOMETRIUM)
      • Proliferative phase of cycle, with respect to uterus
  • 27. Mid-Cycle Menstrual Events
    • Estrogen effect at hypothalamus goes from inhibitory to stimulatory
      • Instead of turning down GnRH secretion from hypothalamus, estrogen turns it up
        • Increases LH secretion from pituitary
        • Results in LH surge
    • LH surge triggers ovulation
      • Egg is released (ovulatory phase of cycle)
      • Follicle forms corpus luteum
        • Converts from estrogen-secreting structure to progesterone-secreting structure
        • Progesterone causes development and secretory activity of glands in uterine lining
  • 28. Late Phase of Menstrual Cycle
    • Progesterone stimulates glandular activity in endometrium of uterus
      • Secretory phase with respect to uterus
      • Luteal phase with respect to ovary
    • In the absence of pregnancy
      • CL regresses; progesterone and estrogen levels fall
      • Blood supply to endometrium diminishes
      • Endometrial tissues are shed = menses
  • 29. Regularity of Menstrual Cycle
    • Follicular phase
      • Preceding ovulation
      • More variable phase
    • Luteal phase
      • Follows ovulation
      • Least variable phase; always @ 14 days
  • 30. Konsep Menstruasi (1)
    • Hipotesis :
      • Faktor Hormonal
      • Faktor Enzym
      • Faktor Vaskuler
      • Faktor Prostaglandin
  • 31. Konsep Menstruasi (2)
    • Faktor Hormonal
    • - Fase Luteal :
    • 14 hari setelah ovulasi >> Pembuahan (-) >> Korpus Luteum regresi, Progesteron sirkulasi menurun
    • - Sebab ???
    • Faktor Enzym
    • Fase Proliferasi : Enzym hidrolitik dalam endometrium (estrogen) >> Fase Luteal : Pembuahan (-) >> Regresi Endometrium + Perdarahan
  • 32. Konsep Menstruasi (3)
    • Faktor Vaskuler
    • Fase Proliferasi : Pembentukan Sistem Vaskuler berlekuk-lekuk >> Regresi Endometrium >> Bendungan Vaskuler >> Nekrosis + Perdarahan
    • Faktor Prostaglandin
    • - Endometrium : Prostaglandin E2 / F2
    • - Disintegrasi endometrium : Prostaglandin dilepas & menyebabkan kontraksi miometrium (membatasi perdarahan menstruasi)
  • 33. Kelainan Menstruasi (1)
    • Kelainan banyaknya & lamanya perdarahan
    • - Hipermenorea atau menoragia
    • - Hipomenorea
    • Kelainan siklus
    • - Polimenorea
    • - Oligomenorea
    • - Amenorea
    • Perdarahan di luar haid
    • - Metroragia
    • Gangguan Lain
    • - Premenstrual tension
    • - Mastodimia
    • - Mittelschmerz
    • - Dismenorea
  • 34. Kelainan Menstruasi (2)
      • Sistemik
      • Organik
      • Fungsional
  • 35. Disfunctional Uterine Bleeding
    • Faktor Hormonal
    • - Rangsangan terus-menerus Estrogen / Progesteron
    • A T A U
    • - Penurunan mendadak Estrogen / Progesteron
    • Menstruasi Normal : P rogesterone Withdrawl Bleeding
    • - Semua wanita usia reproduksi
    • - Tersering awal & akhir fungsi ovarium
    • - 2/3 berusia di atas 40 tahun
    • - 3% di bawah 20 tahun
    • - Pubertas ???
  • 36. Disfunctional Uterine Bleeding
    • Estrogen Withdrawal Bleeding
    • Estrogen Breaktrough Bleeding
    • Progesterone Breaktrough Bleeding
    • Progesterone Withdrawal Bleeding
  • 37. AMENOREA
    • Klasifikasi :
    • Amenorea Primer
    • Amenorea Sekunder
    • Penyebab :
    • - Bermacam – macam
    • - Dibagi berdasarkan gangguan di tiap2 kompartemen
    • Amenorea Primer : umumnya kelainan gonad (kelainan bawaan)
  • 38. AMENOREA
          • Kompartemen 1 (Uterus / Endometrium)
      • Aplasia & Hipoplasia uteri
      • Sindroma Asherman
      • Endometritis tuberculosa
      • Histerektomi
      • Kompartemen 2 (Ovarium)
      • Kelainan kongenital:
        • Disgenesis ovarium (Sindroma Turner)
        • Sindroma Testicular Feminization
      • Menopause prematur
      • Operasi, radiasi & radang ovarium
      • Tumor sel granulosea, Sel teka, Sel hilus, dsb
  • 39. AMENOREA
          • Kompartemen 3 (Hipofise)
    • Sindrom Sheehan (HPP  shock  hipofise atrofi ok kekurangaan darah)
    • Tumor-tumor hipofise
          • Kompartemen 4
          • (Hipotalamus & SSP)
    • Sindrom amenore galaktore PCO
    • Amenorea hipotalamik
    • Anoreksia nervosa
    • Psikosis, dsb
  • 40. AMENOREA
    • Gangguan organ endokrin lain
    • Sindroma Cushing, Addison (Kel.Suprarenalis)
    • Hipo / hipertiroidi
    • Diabetes Mellitus
    • Lain-lain
    • Penyakit sistemik
    • Gangguan gizi
    • Obesitas
  • 41. AMENOREA
    • Anamnesa
    • Lamanya amenore (primer/sekunder), keadaan emosional, gangguan metabolik lain
    • Pemerikasaan Fisik
    • Tanda seks sekunder, keadaan gizi, postur tubuh, hirsutisme, galaktorea, dsb
    • Pemeriksaan Ginekologi
    • Keadaan organ-organ genitalia
  • 42. AMENOREA
    • Tes Hormonal
    • Progestin selama 5–7 hari :
    •  Perdarahan withdrawal (+) fungsi pertumbuhan folikel cukup baik, hanya tidak terjadi ovulasi
    •  Perdahan withdrawl (-) estrogen rendah, fungsi ovarium jelek 
    • Estrogen selama 25 hari (hari ke 16 ditambah preparat progestin)
    •  Perdarahan withdrawal (-) kerusakan ada di kompartemen 1
    • Perdarahan withdrawl (+) kerusakan ada di kompartemen 2, 3 & 4 
    • Pemeriksaan FSH / LH  kadar tinggi (rangsangan hipofise ada, tetapi ovarium tidak bereaksi, artinya kerusakan di ovarium)
    •  kadar rendah (kerusakan di hipofise ke atas, pemeriksaan foto sela tursika)
    • Sebelum melakukan tes estrogen-progesteron, dilakukan dahulu pemeriksaan Prolaktin & TSH
  • 43. AMENOREA
    • Pemeriksaan Tambahan
    • Pemeriksaan kromosom, laparoskopi, tes luas visus, kerokan endometrium, dsb
    • Diagnosa
  • 44. TERIMA KASIH

×