• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Imbuhan asing
 

Imbuhan asing

on

  • 19,601 views

 

Statistics

Views

Total Views
19,601
Views on SlideShare
19,535
Embed Views
66

Actions

Likes
5
Downloads
0
Comments
5

5 Embeds 66

http://www.weebly.com 33
http://www.wearescifi.co.cc 19
http://mausekolah.weebly.com 12
https://twitter.com 1
http://wearescifi.blogspot.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

15 of 5 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Imbuhan asing Imbuhan asing Presentation Transcript

    • IMBUHAN ASING
    • TUJUAN PEMBELAJARAN
      • Membaca intensif paragraf
      • Menentukan kata yang mengandung imbuhan asing
      • Menentukan makna yang terkandung pada imbuhan asing
    • Imbuhan Asing
      • Dalam pertumbuhan bahasa Indonesia, banyak imbuhan baru atau serapan dari bahasa daerah, terutama dari bahasa-bahasa asing. Imbuhan-imbuhan tersebut sangat produktif, lebih banyak tampil dalam surat kabar-surat kabar atau karya ilmiah.
    • Macam-macam Imbuhan Asing dan maknanya
      • A. Imbuhan asing dari bahasa Daerah
      • (1) Awalan tak = tidak
      • Contoh: tak sadar, tak aktif, tak sosial , dsb.
      • (2) Awalan serba = seluruhnya/semuanya
      • Contoh: serba merah, serba susah,dsb.
      • (3) Awalan tuna = kehilangan sesuatu,
      • ketiadaan, cacat. Contoh: tuna karya, tuna wisma, tuna
      • susila, dsb.
      • (4) Awalan antar = sekitar (dari inter)
      • Contoh: antarpulau, antarkota, antar- daerah, antarbangsa, dsb.
      • B. Imbuhan asing dari bahasa Sanskerta
      • 1. Bentuk awalan sebagai berikut:
      • Awalan maha = sangat/besar, pra =
      • sebelum (= pre), swa = sendiri, dan
      • dwi = dua, dsb., merupakan contoh-
      • contoh awalan dari bahasa Sanskerta.
      • Contoh:
      • (a). Para mahasiswa sedang melakukan
      • penelitian di Gunung Merapi.
      • (b). Zaman prasejarah manusia belum
      • mengenal tulisan.
      • (C) Pembanguan pertanian bertujuan
      • menciptakan swasembada pangan.
      • (d) Kita harus terus menjaga agar
      • dwiwarna selalu berkibar di bumi
      • nusantara.
      • Selain itu dijumpai pula kata-kata
      • bilangan lain: eka darma , trimurti,
      • caturkarya, pancasila, dsb.
    • 2. Bentuk akhiran dari bahasa Asing
      • a. Akhiran –wan, -man, -wati
      • Akhiran –wan, -man, -wati berasal
      • dari bahasa Sanskerta. Akhiran
      • tersebut menunjukkan jenis kelamin.
      • Akhiran –wan, dan –man menyatakan
      • jenis kelamin laki-laki,
      • sedangkan –wati menunjukkan jenis
      • kelamin wanita. Akhiran tersebut
      • membentuk kata benda.
      • Makna akhiran –wan, -man, dan –wati
      • adalah sebagai berikut:
      • 1. Menyatakan orang yang ahli
      • Misalnya : ilmuwan, rohaniwan, dan
      • budayawan, sastrawan, dsb.
      • 2. Menyatakan orang yang mata
      • pencahariannya dalam bidang tertentu
      • Misalnya : karyawan, wartawan, dan
      • industriwan
      • 3. Orang yang memiliki sifat khusus
      • Misalnya : hartawan dan dermawan
      • Menyatakan jenis kelamin
      • b. Akhiran –i, -wi, -iah, berfungsi
      • membentuk kata sifat berasal dari
      • Arab. Terdapat juga akhiran –in, dan
      • – at yang berfungsi membentuk kata
      • benda.
      • Perhatikan contoh-contoh berikut:
      • 1. alami, badani, insani, hewani, artinya
      • menyatakan ‘bersifat ….’
      • 2. duniawi, manusiawi, dan surgawi,
      • artinya menyatakan ‘bersifat….’
      • 3. jasmaniah, ilmiah, harfiah, rohaniah,
      • artinya ‘mempunyai sifat….’
      • 4. Muslimin, mukminin, hadirin, dan
      • muktamirin merupakan penunjuk
      • jamak tak tentu pria dan wanita.
      • 5. muslimat, mukminat, mualimat,
      • dan sebagainya merupakan bentuk
      • penunjuk jamak untuk wanita.
      • Akhiran –er, -al, -ik, -if, -is, -isme, -isasi, -logi, dan –or.
      • Imbuhan asing tersebut berasal dari
      • bahasa Barat.
      • Perhatikan contoh-contoh berikut:
      • 1. Tuti bekerja sebagai tenaga honorer
      • di Bank Mandiri (bersifat honor)
      • 2. Secara materiil, Tini tidak sebanding
      • dengan Tuti (bersifat materi)
      • 3. Cerita Hang Tuah termasuk cerita yang heroik (bersifat hero atau kisah kepahlawanan)
      • 4. Kalau berbicara itu harus obyektif (berdasarkan objek)
      • 5. Indonesia menolak anggapan Australia bahwa Indonesia tidak selektif dalam mengimpor barang. (berdasarkan seleksi)
      • 6. Kolonialis Belanda menjajah Indonesia
      • selama 350 tahun. (bersifat koloni)
      • 7. Kita harus memiliki semangat
      • nasionalisme . (bersifat nasional atau
      • kebangsaan)
      • 8. Sudah lima tahun Budi Harsono
      • memimpin organisasi sosial. (hal yang
      • bersangkut paut dengan)
      • 9. Bu Ida mengajar biologi di sekolah kami.
      • (ilmu/pengetahuan tentang)
      • 1. Makna imbuhan – wan dalam kalimat
      • berikut yang menyatakan orang yang
      • memiliki sifat adalah …
        • Perusahaan itu maju pesat berkat
        • kerjasama antar karyawan dan
        • managernya
        • Para sukarelawan siap dikirim ke medan perang.
      • c. Peragawan itu mengenakan hasil
      • rancangan perancang mode terkenal.
      • d. Para usahawan mendambakan
      • terciptanya bidang keamanan.
      • Kunci : B
      • Pembahasan :
      • Kalimat pada jawaban (a) terdapat kata
      • karyawan artinya orang yang….
      • Pada kalimat (b) terdapat kata sukarelawan
      • artinya orang yang bersifat….sedangkanpada
      • kalimat (c) terdapat kata peragawan artinya
      • orang memperagakan, dan pada kalimat (d)
      • terdapat kata usahawan artinya orang yang ….
      • 2. Pemerintah melakukan tindakan
      • nasionalisasi terhadap perusahaan
      • perusahaan asing.
      • Makna istilah nasionalisasi dalam kalimat
      • tersebut adalah ….
      • a. proses menjadikan sesuatu menjadi milik
      • bangsa atau negara
      • b. hal menjadikan seseorang sebagai warga
      • negara
      • c. paham / ajaran mencintai bangsa dan
      • negara sendiri.
      • d. kesadaran keanggotaan dalam suatu
      • negara
      • Kunci : A
      • Pembahasan :
      • Makna istilah dari kata nasionalisasi
      • pada kalimat tersebut adalah proses
      • menjadikan sesuatu menjadi milik
      • bangsa atau Negara.
      • 3. Kalimat yang menggunakan imbuhan asing yang salah adalah.....
      • a. Hani mendapat tugas membuat karya ilmiah.
      • b. Upacara di Kuta Bali banyak dihadiri rohaniwan.
      • c. Sekolah tidak dapat disamakan dengan lembaga sosial.
      • d. Pak Harman mendapat tunjangan struktural
      • Kunci : C
      • Pembahasan :
      • Jawaban (a) terdapat imbuhan asing –iah pada
      • kata ilmiah artinya bersifat….
      • Jawaban (b) terdapat imbuhan asing –wan pada
      • kata rohaniwan artinya orang yang ahli….
      • Sedangkan jawaban (c) terdapat kata sosial
      • bukan merupakan kata berimbuhan asing, dan
      • jawaban (d) terdapat kata berimbuah asing –al
      • pada kata struktural artinya bersifat….
      • 4. Aspek politis dari LKMD terasa bagi
      • stabilitas nasional.
      • Makna imbuhan -is pada kata yang
      • bercetak miring adalah ….
      • a. perihal
      • b. bersifat
      • c. aturan
      • d. proses
      • Kunci : B
      • Pembahasan :
      • Makna kata berimbuhan asing untuk
      • kata politis pada kalimat tersebut
      • adalah bersifat....
      • 5. Di masyarakat industri, orang sudah lama muak dengan polusi, daur ulang, dan kampanye pelestarian lingkungan yang tak henti-hentinya. Mereka ingin menikmati kesegaran lingkungan yang masih alamiah. Biro Wisata yang sebelumnya mengiklankan wanita budaya kini ada yang mengiklankan wisata alam kepada wisatawan asing.
      • Kata berimbuhan asing yang
      • dipergunakan dalam paragraf di atas
      • adalah ...
      • a. industri, polusi
      • b. kampanye, polusi
      • c. alamiah, wisatawan
      • d. pelestarian, alamiah
      • Kunci : C
      • Pembahasan :
      • Alamiah dan wisatawan merupakan
      • kata-kata yang berimbuhan asing.
      • Pada kata alamiah terdapat imbuhan
      • asing –iah artinya bersifat….,sedangkan
      • pada kata wisatawan terdapat imbuhan
      • asing –wan artinya orang yang….
      • 6. Binatang dan tumbuh-tumbuhan akan
      • berkembang biak secara alamiah.
      • Arti akhiran -iah pada kata alamiah
      • dalam kalimat tersebut adalah ....
      • a. menyatakan jumlah
      • b. menyatakan sifat
      • c. menyatakan benda
      • d. menyatakan proses
      • Kunci : B
      • Pembahasan :
      • Makna/arti imbuhan asing –iah pada
      • kata alamiah dalam kalimat tersebut
      • adalah menyatakan sifat
      • 7. Dari kalimat-kalimat berikut, manakah
      • kalimat-kalimat yang tidak menggunakan
      • imbuhan asing ?
      • a. Anak itu mempunyai bakat alami.
      • b. Karyawan pabrik gula mengadakan
      • unjuk rasa.
      • c. Program modernisasi desa telah lama
      • dimulai.
      • d. Paman dikabari bahwa kakek sedang
      • sakit.
      • Kunci : D
      • Pembahasan :
      • Jawaban (a) terdapat imbuhan asing –i pada
      • kata a lami artinya bersifat….
      • Jawaban (b) terdapat imbuhan asing –wan
      • pada kata karyawan artinya orang yang ….
      • Jawaban (c) terdapat kata imbuhan asing
      • – isasi pada kata modernisasi artinya
      • menyatakan proses….sedangkan jawaban
      • (d) pada kata dikabari bukan merupakan
      • kata berimbuhan asing.
      • 8. Menurut saya, manusiawi, bila anak
      • berusia lima belas tahun sudah tertarik
      • kepada lawan jenis.
      • Makna imbuhan -wi pada kata manusiawi adalah ....
      • a. berhubungan dengan
      • b. berkenaan dengan
      • c. bersifat
      • d. berdasar
      • Kunci : B
      • Pembahasan :
      • Makna/arti imbuhan asing –wi pada
      • kata manusiawi dalam kalimat
      • tersebut adalah menyatakan sifat
      • atau bersifat.
      • 9. Sumpah tersebut bahkan dapat dianggap
      • sebagai penjabaran nasionalisme.
      • Makna imbuhan -isme pada kata
      • nasionalisme kalimat tersebut adalah .....
      • a. menyatakan faham
      • b. menyatakan proses
      • c. menandai kata sifat
      • d. pembentuk kata benda
      • Kunci : A
      • Pembahasan :
      • Makna/arti imbuhan asing –isme pada
      • kata nasionalisme dalam kalimat
      • tersebut adalah menyatakan
      • faham/aliran.
      • 10. Kalimat berikut yang menggunakan kata berimbuhan asing secara tepat adalah....
      • a. Setiap siswa dituntut untuk selalu aktif
      • dalam belajar.
      • b. Menurut kelompok umur usia 20 tahun
      • disebut usia produktifitas.
      • c. Sebagai rohaniawan ia selalu memberi bimbingan kepada masyarakat.
      • d. Kolonialisme Belanda menjajah Indinesia selama 350 tahun.
      • Kunci : A
      • Pembahasan :
      • Jawaban (a) terdapat kata berimbuhan-
      • -if yang tepat yaitu pada kata aktif.
      • Jawaban (b) kata produktifitas kurang
      • tepat, seharusnya produktif.
      • Jawaban (c) kata rohaniawan kurang
      • tepat, seharusnya rohaniwan.
      • Jawaban (d) kata kolonialisme kurang
      • tepat, seharusnya kolonialis.
      • Bacalah kutipan artikel berikut!
      • 1. Puisi-puisi yang dibacanya itu diserapnya dalam ingatan, dan dalam waktu singkat hafal olehnya. Dia gemar baca puisi luar kepala di depan sahabat-sahabatnya yang terheran-heran mendengarkannya. Sebagai penyair yang cerdas, Chairil memiliki kepribadian dengan individualisme yang kuat. Pendiriannya tegar. Cara berpakaiannya rapi dan necis walaupun di zaman pendudukan Jepang itu kehidupan ekonominya payah. Jadi, Chairil bukan tipe seniman berpakaian kumal seenaknya, seperti banyak diduga orang. …
      • 2. Dalam lingkaran pergaulan seniman dan budayawan Jakarta, Chairil Anwar mulai dikenal ketika berumur 21 tahun, pada tahun 1943. Dia sering datang ke kantor redaksi Majalah Panji Poestaka mengantarkan puisi-puisinya. Chairil juga bergaul dengan seniman-budayawan yang lebih senior di Kantor Pusat Kebudayaan yang dibentuk tentara pendudukan Jepang yang bernama Keimin Bunka Shidoso.
      • 3. Tiga bulan lamanya Chairil Anwar menjadi redaktur majalah Gema Suasana (Januari –Maret 1948). Ketika itu dia berumur 26 tahun. …
      • Dari tiga kutipan artikel tersebut, tandai kata yang mengandung imbuhan asing kemudian tentukan makna yang terkandung pada imbuhan tersebut.