Your SlideShare is downloading. ×
Tugase ibu
Tugase ibu
Tugase ibu
Tugase ibu
Tugase ibu
Tugase ibu
Tugase ibu
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Tugase ibu

440

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
440
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufik danhidayah-Nya sehingga proposal pengajuan izin operasional ini telah selesai kami buat dankami serahkan kepada Dinas Pendidikan untuk dipertimbangkan. Kami selaku penyelenggaraan “PLAY GROUP AR-ROCHMAN” yang berada diDusun Manggisan, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagungtelah menyelenggarakan Play Group AR-ROCHMAN sejak tanggal 12 Juli 2010. Kami sadar bahwa selama ini penyelenggaraan yang kami laksanakan masih jauh darikesempurnaan, maka dari itu besar harapan kami Dinas Pendidikan menyetujui proposalpengajuan izin operasional yang kami buat sehingga kami bisa terus menyelenggarakanPLAY GROUP AR-ROCHMAN di bawah binaan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan. Demikian proposal ini kami buat. Atas perhatian dan dukungan, kami sampaikanterima kasih yang sebesar-besarnya. Tulungagung, 10 September 2011 Play Group AR-ROCHMAN Kepala Sekolah MUDJI TUDUWATI
  • 2. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Anak yang berbakti kepada orang tua dan memiliki kemampuan baik diniyah (agama) maupun duniawi adalah harapan setiap orang tua kaum muslimin. Tentu untuk mendapatkan yang demikian tidaklah mudah, akan tetapi harus diusahakan dengan sungguh-sungguh disertai dengan permohonan kepada Allah. Harapan untuk mendapatkan anak yang memiliki sifat ideal ini hampir-hampir sulit diraih oleh kaum muslimin. Hal ini dikarenakan terdapat banyak hambatan, baik dari dalam maupun dari luar. Hambatan yang berasal dari luar diantaranya adalah lingkungan yang tidak kondusif. Sebegitu ketatnya orang tua mengontrol anak apabila dia tidak memperhatikan lingkungannya maka tidak akan berarti apa-apa. Begitu banyak hal yang merusak kepribadian anak seperti tayangan TV, media elektronik dan cetak secara umum adalah diantara contohnya. Seorang ank yang selamat dari TV ketika dia membuka internet misalnya dia dapatkan hal yang buruk demikian pula ketika dia membuka majalah. Nasalullaha As-Salamah (kita memohon keselamatan kepada Allah). Hambatan lain adalah biaya pendidikan secara umum yang kurang terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Tidak dipungkiri bahwa untuk mendapatkan kualitas yang baik tentu memerlukan biaya yang besar. Hanya saja kalau semakin lama biaya pendidikan semakin tidak terjangkau oleh masyarakat tentu akan menimbulkan hal yang tidak baik dan akan terbukti kebenaran perkataan orang “Orang miskin dilarang sekolah”. Oleh sebab itu perlu adanya pemikiran dan niat yang lurus untuk menyelesaikan masalah ini. Untuk masalah yang pertama yaitu situasi lingkungan yang banyak merusak maka di antara yang patut diperhatikan adalah membekali anak dengan tameng yang kuat. Yang dimaksud adalah aqidah shahihah / benar dan akhlaq karimah / mulia. Harapannya adalah dengan sedini mungkin anak dibekali dengan hal ini maka mereka insya Allah masih dalam kondisi fitrah yang murni sehingga dalam menghadapi kerusakan-kerusakan lingkungan mereka sudah memiliki filter yang bisa melindunginya. Usia dini (4 s/d 6 tahun) merupakan usia yang oleh sebagian kalangan merupakan usia yang tidak boleh untuk diajari membaca dan menulis. Karena mereka
  • 3. berpendapat bahwa hal ini akan menyebabkan efek negatif bagi anak. Teori inilahyang masih banyak berkembang di kalangan masyarakat. Sebagian kalangan pendidik justru mengatakan sebaliknya, bahkan merekamenguatkannya dengan berbagai penelitian ilmiah yang telah dilakukan. Karenamenurut mereka, pada usia 2 hingga 3 tahun anak-anak telah memiliki kemampuanuntuk mengenal dan membedakan nama-nama benda. Sehingga menurut mereka tidakada salahnya untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat pada anak didik pada usiadini seperti pelajaran membaca dan menulis misalnya. Hal yang jelas dan gamblang adalah melalui proses pembelajaran yangcontinue dan didukung dengan sistem kurikulum serta pengajar yang tangguh, insyaAllah anak-anak pada usia pra sekolah akan mampu membaca, menulis danmenghafal dengan baik dan hal ini telah banyak dibuktikan oleh lembaga-lembagapendidikan pra sekolah. Akan tetapi, hal ini tetap harus mempertimbangkan masabermain yang masih melekat pada diri anak-anak usia pra sekolah. Hal yang tidak boleh diabaikan dalam pendidikan usia pra sekolah adalahsistem pendidikan yang dipakai. Sistem pendidikan yang selama ini dipakai – kalautidak boleh dikatakan semuanya – sebagian besar hanya berorientasi pada peningkatankemampuan intelegensinya. Hal inilah yang patut untuk disadari, bahwa sematakecerdasan dan kemampuan intelegensia tidak akan membawa kemaslahatan yangbesar. Maka sistem pendidikan yang benar adalah penggabungan antara kemampuanintelegensia dan kekuatan keyakinan yang tertanam di dada mereka sertadiaplikasikan dalam keseharian mereka. Inilah yang kami sebut sebagai orientasimembentuk generasi cerdas yang beraqidah shahihah dan berakhlaq karimah.Yang dimaksud cerdas adalah kemampuan mereka membaca dan menulis sertamenghafal, beraqidah shahihah adalah mereka memiliki keyakinan yang benartentang agama ini dan berakhlaq karimah adalah mereka menggunakan kecerdasan itudalam keseharian mereka dengan akhlaq / perilaku yang mulia. Generasi inilah yangberusaha untuk sebanyak mungkin dicetak. Karena merekalah generasi yang akanmemakmurkan bumi ini sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena beberapa alas an di atas itulah Play Group AR-ROCHMAN didirikan,dan perlu disadari bahwa pendirian Play Group AR-ROCHMAN ini tidak bisa tidakharus didukung oleh segenap lapisan masyarakat yang peduli dengan pendidikanputra-putri kaum muslimin dan demi masa depan Islam dan kaum muslimin yanglebih cemerlang. Oleh sebab itu kami mengundang dan mengajak kaum muslimin danmuhsinin untuk ikut memberikan sumbangsihnya untuk kelancaran pendirian danpengelolaan ke depan Play Group AR-ROCHMAN ini. Diantara yang patut untuk diperhatikan adalah bahwasanya motif daripendirian Play Group AR-ROCHMAN ini adalah menyediakan pendidikan dasar
  • 4. yang berkualitas untuk putra-putri kaum muslimin dengan biaya yang terjangkau kalangan menengah ke bawah.B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud disusunnya proposal ini adalah untuk memberikan gambaran dan informasi kepada Dinas Pendidikan Tulungagung sebagai bahan pertimbangan untuk mengabulkan permohonan izin operasional pada penyelenggaraan Play Group AR- ROCHMAN sehingga kedepannya kami bisa mendapat binaan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan dalam rangka memajukan Play Group AR-ROCHMAN. BAB II SEKILAS TENTANG PLAY GROUP AR-ROCHMANA. IDENTITAS SEKOLAH NAMA SEKOLAH : PLAY GROUP AR-ROCHMAN STATUS : SWASTA ALAMAT : DSN. MANGGISAN, DS. PLOSOKANDANG, KEDUNGWARU TULUNGAGUNG, JAWA TIMURB. PROFIL PLAY GROUP AR-ROCHMAN Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu agar pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. (Pasal 1, butir 14 UU no. 20 tahun 2003) Play Group AR-ROCHMAN inilah tempat yang menjadikan orang tua sebagai mitra untuk mengembangkan potensi kecerdasan sang buah hati di usia emasnya. Yaitu kurang lebih enam tahun pertama kehidupan anak. Kritis dalam proses pertumbuhan fisik dan perkembangan potensi anak, yaitu perkembangan mental panca indera, motorik, afeksi dan kognisi. Pada masa-masa inilah, perkembangan otak melaju cepat. Seberapa besar rangsangan / stimulus yang diberikan, maka sebesar itu pulalah potensi otak tergugah.
  • 5. Pada saat itu pulalah menjadi saat yang tepat bagi pembentukan karakter dasar anak.Karena itulah Play Group AR-ROCHMAN menerapkan model pembelajaran yangmengembangkan potensi anak didik secara optimal serta mengedepankanpembentukan kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional dan pengembangan 8(delapan) kemampuan dasar, agar terbentuk pribadi yang berakhlaqul karimah, cerdas,kreatif dan mandiri. Itulah yang akan menjadi potensi bagi terbentuknya generasiyang kuat iman dan ilmu serta siap dan cakap dalam menghadapi tantangan zaman. Sudah tak diragukan lagi bahwa program Pendidikan Anak Usia Dini akansangat membantu perkembangan anak-anak secara fisik, intelektual dan emosional.Pendidikan pada anak-anak usia dini juga dapat meningkatkan kemampuan anak-anakuntuk berkomunikasi dan mengekspresikan kebutuhan dan keinginannya. Oleh karenaitu anak usia 2-6 tahun perlu dimasukkan dalam lembaga kelompok bermain. Layanan pendidikan kepada anak usia dini merupakan dasar yang sangatberpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya hingga dewasa tahun-tahunawal kehidupan anak merupakan dasar yang cenderung bertahan dan mempengaruhisikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya. Kreativitas merupakan salah satu potensi yang dimiliki anak yang perludikembangkan sejak usia dini. Setiap anak memiliki bakat kreatif dan ditinjau darisegi pendidikan, bakat kreatif anak tidak dipupuk maka bakat itu tidak akanberkembang, bahkan menjadi bakat yang terpendam yang tidak terwujudkan. Mulai proses pembelajaran dengan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak yaitu melalui bemain, diharap dapat merangsang dan memupuk kreativitas anaksesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mengembangkan diri sejak usia dini. Sejak masyarakat mulai menyadari peran internalisasi moral dan spiritual padaperkembangan anak, banyak institusi berinisiatif mendirikan layanan pendidikan prasekolah islam. Persoalan kemudian adalah bagaimana institusi-institusi pra sekolahislam yang bermekaran itu benar-benar mengimplementasikan, program-programpendidikan melalui metode, pendekatan, dan sistem pembelajaran yang berkualitas,yang memang spesifik dikembangkan sebagai upaya peletakan dasar keislaman bagianak-anak kita. Sebagai praktisi yang menggeluti dunia pendidikan anak usia dini, kamisebagai pengajar sekaligus insan yang peduli pada dunia anak mencoba menerapkansistem pendidikan islam terpadu dengan menginternalisasi moral spiritual ke dalambentuk kegiatan anak sehari-hari. Dengan mengkaji materi pembelajaran yangdiintegrasikan dengan nilai-nilai islam untuk mendukung proses pembangunankarakter cendekiawan muslim. Upaya ini insya Allah akan menghasilkan anak-anakyang berpenampilan selaras dengan tuntutan perkembangan zaman, ditopang olehtuntutan agama. Sebab, sebagai manapun ilmu itu bersumber dari Allah yangditurunkan kepada manusia melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah.
  • 6. C. TUJUAN DAN SASARAN 1. TUJUAN Bertujuan mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk masa depannya dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, serta secara khusus bertujuan: a. Anak mampu mengenal dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, melakukan ibadah, mengenal ciptaan Tuhan dan mencintai sesama b. Anak memiliki moral sikap dan budi pekerti yang baik c. Anak memiliki keterampilan hidup (Life Skill) untuk membentuk kemndirian anak d. Anak mampu mengenal lingkungan alam, lingkungan sosial, masyarakat dan menghargai keragaman sosial dan budaya, serta mampu mengembangkan konsep diri, rasa memiliki dan sikap positif terhadap belajar e. Anak mampu mengenal dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, melakukan ibadah, mengenal ciptaan Tuhan dan mencintai sesama f. Anak memiliki nilai moral, sikap dan budi pekerti yang baik 2. SASARAN Sasaran Play Group yang utama adalah anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dengan prioritas anak usia 2-4 tahun. Membantu orang tua meletakkan dasar-dasar kea rah perkembangan sikap perilaku dan menumbuh kembangkan potensi anak melalui kegiatan rangsangan dan stimulus. Untuk memberikan bekal kemampuan dasar dalam rangka memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.D. KURIKULUM Memadukan pendidikan umum (DIKNAS) dan agama memadukan secara utuh kognitif dan psikomotorik serta melibatkan orang tua dan masyarakat untuk ikut serta. Pelaksanaan keompok bermain secara umum dapat diselenggarakan tanpa terikat waktu, tempat, sarana dan prasarana dengan mengutamakan potensi yang ada di lingkungan anak usia dini serta adanya kepedulian lingkungan terhadap pendidikan anak usia 2-6 tahun. Khususnya anak usia 2-4 tahun.
  • 7. Dengan demikian, konsep setiap kegiatan dalam pembelajaran adalah membantu perkembangan anak mencerminkan pribadi muslim dan membangun kesadaran bahwa Allah adalah sang Pencipta tunggal alam semesta dan seisinya, melalui pendayagunaan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar termsuk guru- guru, orang tua dan masyarakat sebagai suri tauladan (Role Mode). Ketiganya merupakan media pembelajaran yang baik, mempunyai peran evaluatif, kreatif dan kritis sesuai dengan dinamika masyarakat sehingga diharapkan mampu menciptakan hal-hal yang baru bagi kemajuan bangsa dan negara yang akan datang.E. VISI DAN MISI 1. VISI Membangun insan berbudi luhur, bertaqwa dan berilmu. 2. MISI a. Mengembangkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME b. Meningkatkan kecerdasan c. Mengembangkan keterampilan serta pertumbuhan jasmani dan rohani d. Melatih sikap disiplin, ulet dan mandiri e. Melatih kepekaan sikap berwawasan lingkunganF. TARGET Membantu orang tua meletakkan dasar-dasar ke arah perkembangan sikap perilaku dan menumbuhkembangkan anak melalui kegiatan rangsangan atau stimulus untuk memberikan bekal kemampuan dasar dalam rangka memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

×