Your SlideShare is downloading. ×
0
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Penologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Penologi

12,936

Published on

Published in: News & Politics
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
12,936
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
184
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Fakultas Hukum PENOLOGI Dosen Pengampu Bpk Gatot Sugiharto SH., MH., www.sesukakita.wordpress.com 1
  • 2. Pengertian Penologi ?Penologi diambil dari asal kata“Penal”yang artinya Hukuman/pidanadan “Logos” yang artinya Ilmupengetahuan, jadi Penologi berarti Ilmupengetahuan yang mempelajari tentangperkembangan pidana/pemidanaan ataupenghukuman. Sutharland memperluas pengertian penology ini mencakup juga tentang kebijakan penalisasi serta usaha- usaha pengendalian kejahatan baik represif maupun prefentif. www.sesukakita.wordpress 2 .com
  • 3. Obyek studi Penologi.Obyek studi Penologi meliputi:• Jenis pidana; (peraturan/kebijakan)• Tujuan pemidanaan; (pelaku)• Efektifitas pemidanaan; (masyarakat)• Dampak pemidanaan;(pelaku) www.sesukakita.wordpress.com 3
  • 4. Hukum Pidana Apa ? Perbuatan Apa yang dikatakan Tindak pidana Hukum Pidana Materiil Siapa ? Siapa Yang dapat dikatakan sebagai Pelaku Bagaimana ? Bagaimana Cara Memproses Hukum Pidana pelaku jika Formil terjadi tindak pidana www.sesukakita.wordpress 4 .com
  • 5. Posisi Penologi dalam Hukum Pidana.Penologi Masuk Rumpun Hukum Pidana Hukum Pidana Rumpun Penologi Kriminologi Hukum Pidana Victimologi www.sesukakita.wordpress 5 .com
  • 6. KriminologiMengapa ? Mengapa manusia Melakukan Kejahatan/Tindak pidanaBagaimana ? Bagaimana Cara Menanggulanginya Melalui Kebijakan Kriminal (Criminal Policy)Kriminologi IP yang mempelajari tentang seluk beluk kejahatan dan upaya penanggulangannya www.sesukakita.wordpress 6 .com
  • 7. ViktimologiSiapa Mengapa Korbankorban? Perlu di Lindungi Bagaimana Caranya Melindungi KorbanVictimologi= IP yangmempelajaritentang korban www.sesukakita.wordpress 7 .com
  • 8. Penologi Apa Tindakan yang tepat Untuk memperlakukan pelaku Bagaimana Tindakan perlakuan terhadap korban itu dapat berlaku Efektif IP Tentang PerkembanganPemidanaan dan kebijakan pemidanaan www.sesukakita.wordpress 8 .com
  • 9. POSISI PENOLOGI DALAM PROSES KEBIJAKAN PUBLIK Social Welfare Policy Posisi Penologi danSocial Policy Victimologi Posisi Kriminologi Goal Social SW/SD Defence Policy Formulasi Penal Aplikasi Criminal Eksekutif Policy Non Penal www.sesukakita.wordpress 9 .com
  • 10. Posisi Penologi dalam hukumpidana sangat strategis, karenapenologi sangat menentukanberhasilnya pemberian sanksikepada pelaku. Sanksi apayang tepat untuk pelaku ? sertabagaimana pelaksanaannyadalam hukum pidana menjadisasaran ilmu penology. www.sesukakita.wordpress 10 .com
  • 11. RESTORATIF JUSTICE MODEL RETRIBUTIF JUSTICE MODEL1.Kejahatan dirumuskan sebagai pelanggaran seseorang Kejahatan dirumuskan sebagai pelanggaran terhadapterhadap orang lain, dan diakui sebagai konflik. Negara, hakekat konflik dari kejahatan dikaburkan dan ditekan.1.Titik perhatian pada pemecahan masalah Perhatian diarahkan pada penentuan kesalahan pada masapertanggungjawaban dan kewajiban pada masa depan. lalu (sesuatu yang sudah terjadi)1.sifat normative dibangun atas dasar dialog negosiasi. Hubungan Para pihak bersifat perlawanan, melalui proses yang teratur dan bersifat normative.1.Restitusi sebagai sarana perbaikan para pihak, Penerapan penderitaan untuk penjeraan dan pencegahanrekonsiliasi dan restorasi sebagai tujuan utam.1.keadilan dirumuskan sebagai hibungan hak, dinilai atas Keadilan dirumuskan dengan kesengajaan dan dengandasar hasil. proses.1.Sasaran perhatian pada perbaikan kerugian social Kerugian social yang satu digantikan oleh yang lain1.masyarakat merupakan fasilitator didalam proses Masyarakat berada pada garis samping dan ditampilkanrestorative. secara abstrak oleh Negara1.Peran korban dan pelaku tindak pidana diakui, baik Aksi diarahkan dari Negara pada pelaku tindak pidana,dalam masalah maupun penyelesaian hak-hak dan korban harus pasifkebutuhan korban. Pelaku tindak pidana didorong untukbertanggungjawab.1.Pertanggungjawaban sipelaku dirumuskan sebagai Pertanggungjawaban sipelaku tindak pidana dirumuskandampak pemahaman terhadap perbuatan dan untuk dalam rangka pemidanaan.membantu memutuskan yang terbaik.1.Tindak pidana dipahami dalam konteks menyeluruh, Tindak pidana dirumuskan dalam terminology hukum yangmoral, social dan ekonomis bersifat teoritis dan murni tanpa dimensi moral, social dan ekonomi. www.sesukakita.wordpress 111.stigma dapat dihapus melalui tindakan restoratif Stigma kejahatan tak dapat dihilangkan .com
  • 12. Teori Pemidanaan www.sesukakita.wordpress 12 .com
  • 13. George B Voltmenyebutkan teori adalah bagian dari suatu penjelasan yang yang munculmanakala seseorang dihadapkan pada suatu gejala yang tidak dimengerti.Artinya teori bukan saja sesuatu yangpenting tetapi lebih dari itu karena disangat dibutuhkan dalam rangkamencari jawaban akademis. www.sesukakita.wordpress 13 .com
  • 14. Teori Tujuan pemidanaan dalamleteratur disebutkan berbeda-bedanamun secara subtansi sama.Teori-teori tujuan pemidanaan tersebut padaumumnya ada 3 (tiga) teori yang sering di gunakandalam mengkaji tentang tujuan permidanaan yaitu: Teori Retributif (absolute) Teori Relatif (Teori Tujuan) Teori integrative (gabungan ) www.sesukakita.wordpress 14 .com
  • 15. Prof.dalam bukunya“Lembaga MULADIPidanabersyarat”terbitan AlumniBandung memberikan nama yang berbeda yaitu: Teori Retributif, Teori Teleologis, dan Retributif-teleologis. Pada subtansinya sama dengan teori diatas. www.sesukakita.wordpress 15 .com
  • 16. Teori Retributif (Absolut)• Teori ini dianggap teori tertua dalam teori tujuan pemidanaan.• Teori Retributif memandang bahwa pemidanaan merupakan pembalasan atas kesalahan yang telah dilakukan. Jadi teori ini berorientasi pada perbuatan dan terjadinya perbuatan itu sendiri• Teori retributive mencari dasar pemidanaan dengan memandang masa lampau ( melihat apa yang telah dilakukan oleh pelaku)• Menurut teori ini pemidanaan diberikan karena dianggap sipelaku pantas menerimanya demi kesalahanya sehingga pemidanaan menjadi retribusi yang adil dari kerugian yang telah diakibatkan.• Oleh karena ituwww.sesukakita.wordpresssecara moral. teori ini dibenarkan 16 .com
  • 17. Karl O Cristiansen Mengidentifikasi lima cirripokok dari teori retributif, yaitu (diambil dariBuku “Some Consideration on the possibility of arational criminal policy) • Tujuan pemidanaan hanyalah sebagai pembalasan (The purpose of punishment is just retribution) • Pembalasan adalah tujuan utama dan didalamnya tidak mengandung sarana-sarana untuk tujuan lain seperti kesejahteraan masyarakat (Just retribution is the ultimate aim, and not in itself to any other aim, as for instance social welfare which from this point of view is without any significance whatsoever) www.sesukakita.wordpress 17 .com
  • 18. • Kesalahan moral sebagai satu-satunya sayart untuk pemidanaan (Moral guilt is the only qualification for punishment)• Pidana harus sesuai dengan kesalahan dengan pelaku (The Penalty shall proportional to the moral quilt of the offenders)• Pidana melihat kebelakang, ia sebagai pencelaan yang murni dan bertujuan tidak untuk memperbaiki, mendidik dan meresosialisasi pelaku (Punishmentpoint into the past, it is pure reproace, and it purpose is not into improve, correct, educate or www.sesukakita.wordpress 18 resocializethe offender) .com
  • 19. Nigel Walker. Menjelaskan bahwa adadua golongan penganut teori retributiveyaitu:Teori retributif Murni: yang memandangbahwa pidana harus sepadan dengankesalahan.Dan Teori retributif Tidak Murni www.sesukakita.wordpress 19 .com
  • 20. Nigel Walker.Menjelaskan bahwa ada duagolongan penganut teoriretributive yaitu: Teori retributif Murni: yang memandang bahwa pidana harus sepadan dengan kesalahan. Teori retributif Tidak Murni www.sesukakita.wordpress 20 .com
  • 21. Teori retributif Tidak Murni: yang mana teori ini masih dipecah menjadi dua lagi yaitu:• Penganut Teori Retributif terbatas (The Limiting Retribution). Yang berpandangan bahwa pidana tidak harus sepadan dengan kesalahan. Yang lebih penting adalah keadaan yang tidak menyenangkan yang ditimbulkan oleh sanksi dalam hukum pidana itu harus tidak melebihi batas-batas yang tepat untuk penetapan kesalahan pelanggaran.• Penganut teori retributive distribusi (retribution in distribution). Penganut teori ini tidak hanya melepaskan gagasan bahwa sanksi dalam hukum pidana harus dirancang dengan pandangan pada pembalasan, namun juga gagasan bahwa harus ada batas yang tepat dalam retribusi pada beratnya www.sesukakita.wordpress 21 sanksi .com
  • 22. Terhadap pertanyaan tentang sejauh manakahpidana perlu diberikan kepada pelakukejahatan, teori ini menjelaskan sebagaiberikut: • Bahwa dengan pidana tersebut akan memuaskan perasaan balas dendam korban, baik perasaan adil bagi dirinya sendiri, temannya dan keluarganya. • pidana dimaksudkan untuk memberikan peringatan kepada pelaku kejahatan dan anggota masyarakat, bahwa setiap ancaman yang merugikan akan diberi imbalan yang setimpal. • Pidana dimaksudkan untuk emnunjukkan adanya kesebandingan antara kejahatan dengan ancaman pidananya. www.sesukakita.wordpress 22 .com
  • 23. Teori Relatif (Tujuan) Teori ini berporos pada tiga tujuan utama pemidanaan yaitu:Preventif, Reformatif. Deterrence, www.sesukakita.wordpress 23 .com
  • 24. Tujuan Preventif:pemidanaan adalah untukmelindungi masyarakatdengan menempatkan pelakukejahatan terpisah dari suatumasyarakat. www.sesukakita.wordpress 24 .com
  • 25. Tujuan Deterrence (menakuti):adalah untuk menimbulkan rasatakut melakukan kejahatan. Tujuanini dibagi dalam tiga yaitu:• Tujuan yang bersifat individual yaitu dimaksudkan agar pelaku menjadi jera untuk melakukan kejahatan kembali.• Tujuan Yang bersifat Publik yaitu agar masyarakat lain takut melakukan kejahatan.• Tujuan jangka panjang yaitu agar dapat memelihara keajegan sikap masyarakat terhadap pidana. www.sesukakita.wordpress 25 .com
  • 26. Tujuan Reformatif (Perubahan):adalah untuk merubah pola pikirmasyarakat yang awalnya tidak takutmenjadi takut untuk melakukankejahatan. www.sesukakita.wordpress 26 .com
  • 27. Teori Relatifkonsepnya adalah:• Teori Relatif memandang bahwa pemidanaan bukan sebagai pembalasan atas kesalahan pelaku, tetapi sebagai sarana mencapai tujuan yang bermanfaat untuk melindungi masyarakat menuju kesejahteraan.• Dalam teori ini munculah tujuan pemidanaan sebagai sarana pencegahan, baik pencegahan khusus yang ditujukan pada pelaku maupun pencegahan umum yang ditujukan pada masyarakat.• Menurut teori ini bahwa pidana bukan sekedar untuk melakukan pembalasan kepada orang yang telah melakukan kejahatan, tetapi lebih dari itu memiliki tujuan yang lebih bermanfaat• Pidana ditetapkan bukan karena ada orang yang melakukan www.sesukakita.wordpress 27 kejahatan tetapi agar orang jangan melakukan kejahatan. .com
  • 28. Menurut Karl O Cristiansen adabeberapa ciri pokok dari teorirelatif yaitu: • Tujuan pemidanaan adalah pencegahan (The purpose of Punishment is prevention) • Pencegahan bukan sebagai tujuan akhir tapi hanya sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi yaitu kesejahteraan masyarakat.(Prevention is not a final aim, but a means to a more suprems aim, e.g. social welfare) www.sesukakita.wordpress 28 .com
  • 29. • Hanya pelanggaran-pelanggaran hukum yang dapat dipersalahkan kepada pelaku saja, misalnya kesengajaan atau kelalaian yang memenuhi sayarat untuk adanya pidana.(Only Breaches of the law which are imputable to the perpetrator as intent or negligence qualify for punishment)• Pidana harus ditetapkan berdasarkan tujuan sebagai alat pencegahan kejahatan.(the penalty shall be determined by its utility as an instrument for the prevention of crime)• Pidana melihat kedepan, atau bersifat prospektif. (The Punishment is Prospenctive) www.sesukakita.wordpress 29 .com
  • 30. Teori Integratif (Gabungan)Pemidanaanmengandung karakter reltifkarakter terletak padaretributivis tujuan kritik Teori ini moral tersebutsejauh bercorak ganda: adalah suatupemidanaan reformasi ataudilihat sebagai perubahansuatu kritik perilakumoral siterpidanaterhadap dikemudian hari.tindakan yangsalah, www.sesukakita.wordpress 30 .com
  • 31. Sehingga dengan konsep gabungan ini maka teori integrative menganggap pemidanaan sebagai unsure penjeraan dibenarkan tetapitidak mutlak dan harus memilikitujuan untuk membuat si pelaku dapat berbuat baik dikemudian hari. www.sesukakita.wordpress 31 .com
  • 32. JENIS SANKSI DALAM HUKUM PIDANA www.sesukakita.wordpress 32 .com
  • 33. Sanksi pada dasarnyadapat dibedakanmenjadi 2 yaitu: Sanksi Pidana Sanksi Tindakanmasing-masing memiliki prinsip dan tujuan masing-masing sesuai dengan teori serta filosofis yangdipahaminya. sehingga ditingkat ide dasar keduanyamemiliki perbedaan yang fundamental. Keduanyabersumber pada ide dasar yang berbeda. Sanksi pidanabersumber pada ide dasar “ mengapa diadakanpemidanaan?” sedangkan sanksi tindakan bertolak padaide dasar: “ Untuk www.sesukakita.wordpress apa diadakan pemidanaan” .com 33
  • 34. Kalau dilihat dari pertanyaan yangmendasari kedua sanksi tersebut makadapat disimpulkan bahwa: • Sanksi pidana memiliki pertanyaan filosofis yang harus dijawab yang tentunya akan melihat persoalan mundur kebelakang. • Sedangkan sanksi tindakan memiliki pertanyaan praktis yang harus dijawab dengan melihat kedepan apa yang harus dilakukan. www.sesukakita.wordpress 34 .com
  • 35. Perbedaan antara sanksi pidana dan sanksi tindakan SANKSI PIDANA SANKSI TINDAKAN Filsafat yang mendasarinya adalah Filsafat yang mendasarinya adalah Filsafat indeterminisme yaitu sejatinya Filsafat Determinisme yaitu mengatakan manusia itu memiliki kehendak bebas. bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia, baik perorangan maupun sebagai kelompok masyarakat ditentukan oleh factor-faktor fisik, geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Teori yang mendasari adalah teori Teori yang mendasari adalah teori absolute. Teleleologis atau Relatif Bersifat reaktif terhadap suatu Bersifat antisipatif terhadap pelaku kejahatan kajahatan Fokus sanksi pidana tertuju pada Focus sanksi tindakan terarah pada perbuatan salah seorang lewat upaya memberi pertolongan pada pelaku pengenaan penderitaan (agar yang agar dia berubah bersangkutan menjadi jera) Lebih dititik beratkan pada upaya Menitikberatkan pada upaya pembalasan memulihkan kehidupan sosial Tujuannya memberi penderitaan atau Tujuannya untuk memberi pencelaan pendidikan/mendidik Bentuknya adalah hukuman badan Bentuknya adalah Rehabilitasi, (penjara, mati dll) Pengawasan, pencabutan hak tertentu dll.Dari table di atas dapat disimpulkan bahwa sanksi pidana berorientasi pada pengenaan35 www.sesukakita.wordpress penderitaan pada pelaku sedangkan sanksi tindakan berorientasi pada perlindungan .com masyarakat.
  • 36. Kedudukan Sanksi Pidana danSanksi Tindakan dalam SistemPemidanaan Menurut Undang- UndangPada bagian ini secara khusus akanmengkaji dua hal yaitu: kecenderungan sanksi pidana dijadikan sebagai “Sanksi Primadona” sanksi tindakan sebagai kebijakan penal yang terabaikan. www.sesukakita.wordpress 36 .com
  • 37. Sanksi pidana sebagai sanksi Primadona.Sanksi Tindakan sebagai kebijakan penal yangterabaikan. Kebijakan legislasi yang tercermin kedalam produk perundang-undangan selama ini banyak memberikan kesan lebih mengutamakan sanksi pidana dalam sistem pemidanaan. 20 perundang-undangan yang pernah saya teliti tak terdapat satupun perundang-undangan tersebut yang tidak menggunakan sanksi pidana. www.sesukakita.wordpress 37Solehudin,SH.M.H. .com
  • 38. Bentuk-bentuk sanksi pidana yangbanyak diterapkan adalah pidanapenjara, kurungan dan denda,sedangkan pidana mati hanya terdapatpada beberapa perundang-undangansaja seperti Undang-undang Narkotika,psikotropika Dll. www.sesukakita.wordpress 38 .com
  • 39. Pencantuman jenis pidana dapat diidentifikasikan dalam setiap perundang- undangan pidana, baik yang berkualifikasitindak pidana umum maupun tindak pidana khusus. Demikian juga bentuk perundang- undangan yang subsatnsinya adalah perundang-undangan administrasi contohnya perlindungan konsumen, pabean, dsb. www.sesukakita.wordpress 39 .com
  • 40. Dari kenyataan tersebut diatas ternyata bahwa sanksi pidana selama ini dalamproduk kebijakan legislasi masih dijadikan “sanksi utama”. Karena banyaknya produk perundang- undangan pidana yang memuat sanksi pidana menunjukkan bahwa tingkat pemahaman para legislator terhadap masalah-masalah pidana dan pemidanaan masih terbatas. www.sesukakita.wordpress .com 40
  • 41. Pemahman legislator mengenai jenissanksi pidana masih banyakdipengaruhi oleh pandangan lama yangmenegaskan bahwa setiap orang yangtelah melakukan kejahatan harusdibalas dengan pidana yang setimpal. www.sesukakita.wordpress 41 .com
  • 42. Dari jumlah 20 perundang-undangan yang diteliti olehSholehudin ternyata hanyaada 5 undang-undang yangmemuat sanksi pidana dansanksi tindakan.Sanksi tindakan sebagai kebijakanpenal yang terabaikan. www.sesukakita.wordpress 42 .com
  • 43. PerkembanganAda kecenderungan bahwa sanksi tindakantidak hanya dikenakan pada orang (person)tetapi juga kepada koorporasi (rechtperson)sebagai subyek hukum pidana. BuktiMinimnya perundang-undangan yang memakai sanksitindakan sebagai sistem pemidanaan maka hal inimengindikasikan bahwa sanksi tindakan sebagaikebijakan penal yang terabaikan. www.sesukakita.wordpress 43 .com
  • 44. DOUBLE TRACK SYSTEM DAN SINGLE TRACK SYSTEM www.sesukakita.wordpress 44 .com
  • 45. Dalam perkembangan pidana dan pemidanaanpada aliran moderen, sistem pemidanaan mulaiberorientasi pada pelaku dan perbuatan (daad-dader straafrecht) jenis sanksi yang diterapkanbukan hanya sanksi pidana tetapi juga meliputisanksi tindakan.Pengakuan terhadap kesetaraan antara sanksipidana dan sanksi tindakan inilah yangmerupakan hakekat asasi atau ide dasar konsep www.sesukakita.wordpress 45Double track system. .com
  • 46. Double track system adalah Konsepyang menganut kedua-duanya, yaknisanksi pidana dan sanksi tindakan.Double track system tidak sepenuhnyamenganut salah satu diantarakeduannya. Sistem dua jalur inimenempatkan dia jenis sanksi tersebutdalam kedudukan yang setara. www.sesukakita.wordpress 46 .com
  • 47. Penekanan pada kesetaraan antarasanksi pidana dan sanksi tindakandalam kerangka double track system,sesungguhnya terkait dengan faktabahwa unsure pencelaan/penderitaan (lewat sanksi pidana)dan unsure pembinaan (lewat sanksitindakan) sama-sama penting. www.sesukakita.wordpress 47 .com
  • 48. Paham filsafat yang mengakuikesetaraan antara sanksi pidana dantindakan adalah filsafatEksistensialisme dari AlbertCamus. Camu smengakui justifikasipunishment (pidana) bagi seorangpelanggar, karena punishmentmerupakan konsekuensi logis darikebebasan yang disalahgunakanpelaku kejahatan. www.sesukakita.wordpress .com 48
  • 49. Dari sudut pandang ide dasar double tracksystem, kesetaraan kedudukan sanksi pidanadan sanksi tindakan sangat bermanfaatuntuk memaksimalkan penggunaan keduasanksi tersebut secara tepat danproporsional. Sebab kebijakan sanksi yangintegral dan seimbang, selain menghindaripenerapan sanksi yang fragmentaristik(pada saknsi pidana) juga menjaminketerpaduan sistem sanksi yang bersifat www.sesukakita.wordpress 49individual dan fungsional. .com
  • 50. HUKUMAN DALAM HUKUM PIDANA ISLAM www.sesukakita.wordpress 50 .com
  • 51. Sebelum lebih jauh membahas mengenaihukuman dalam hukum pidana islam ini terlebihdahulu perlu disampaikan pengertian hukumanmenurut hukum pidana islam. Hukuman dalambahasa arab disebut dengan “Uqubah” lafadzUqubah memiliki arti mengiringinya dan datangdibelakangnya. Dalam pengerian yang agakmirip dan mendekati pengertian istilah yaituartinya membalasnya sesuai dengan apa yangdilakukanya. www.sesukakita.wordpress 51 .com
  • 52. Dari pengertian diatas maka dapat dirangkaikanbahwa sesuatu disebut sebagai hukuman karenaia mengiringi perbuatan dan dilaksanakansesudah perbuatan itu dilakukan.Sedangkan pengertian yang kedua dapatdipahami bahwa sesuatu dapat dikatakan sebagaihukuman karena merupakan balasan terhadapperbuatan yang menyimpang yang telahdilakukannya. www.sesukakita.wordpress 52 .com
  • 53. Tujuan Hukuman dalamHukum Pidana IslamTujuan utama dari penetapan danpenerapan hukuman dalam syariat islamadalah sebagai berikut: Pencegahan Perbaikan dan pendidikan www.sesukakita.wordpress 53 .com
  • 54. PencegahanPengertian pencegahan adalah menahan orangyang berbuat jarimah agar ia tidak mengulangiperbuatan jarimahnya. Atau agar ia tidak terusmenerus melakukan jarimah tersebut.Disamping mencegah pelaku , pencegahan jugamengandung arti mencegah orang lain selainpelaku agar tidak ikut-ikutan melakukan jarimah,sebab ia bisa mengetahui bahwa hukuman yangdikenakan kepada pelaku juga akan dikenakanterhadap orang lain. www.sesukakita.wordpress 54 .com
  • 55. Oleh karena tujuan hukuman adalah pencegahanmaka besarnya hukuman harus sesuai dan cukupmampu mewujudkan tujuan tersebut, tidak bolehkurang atau lebih dari batas yang diperlukan,dengan demikian terdapat prinsip keadilan dalammenjatuhkan hukuman.Dilihat Dari uraian diatas maka jelaslah bahwatujuan yang pertama itu , efeknya adalah untukkepentingan masyarakat, sebab dengantercegahnya pelaku dari perbuatan jarimah makamasyarakat akan tenang, aman, tenteram dan www.sesukakita.wordpress 55damai. .com
  • 56. Namun demikian, tujuan yang pertamaini juga memiliki efek terhadap pelaku,sebab tidak dilakukannya jarimah itukembali maka pelaku akan selamat darihukuman yang telah ditentukan. Pelaksanaan contoh Hukuman yang dilakukan dimuka umum www.sesukakita.wordpress 56 .com
  • 57. Perbaikan dan pendidikanTujuan yang kedua dari penjatuhan hukumanini adalah mendidik pelaku jarimah agar iamenjadi orang yang baik dan menyadarikesalahannya. Disini terlihat bagaimana perhatian islam terhadap diri pelaku. Dengan adanya hukuman ia menjadi menyadari akan kesalahannya dan dengan harapan mendapatkan ridho dari Allah SWT. www.sesukakita.wordpress 57 .com
  • 58. Disamping kebaikan pribadi pelaku, syariatislam dalam menjatuhi hukuman juga bertujuanmembentuk masyarakat yang baik yang diliputioleh rasa saling menghormati dan mencintaiantara sesama anggota masyarakat yang lain.Serta membuat pelaku menjadi manusia yangpenyabar, pengampun. Karena dalam syariatislam terdapat pengampunan korban yang dapatmerubah hukuman bagi sipelaku, contohnyaqishos. www.sesukakita.wordpress 58 .com
  • 59. Syarat-Syarat Hukumandalam Hukum Pidana Islam Agar hukuman itu diakui keberadaannya maka harus dipenuhi tiga syarat, syarat tersebut adalah sebagai berikut: www.sesukakita.wordpress 59 .com
  • 60. 1. Hukuman harus ada dasarnya dari syara’ Asas LegalitasHukum dianggap punya dasar (Syari’iyah) apabila iadidasarkan kepada sumber-sumber syara sepertiAlgur’an, As-Sunah, Ijma, atau undang-undang yangditerapkan oleh lembaga yang berwenang (ulil amri)seperti dalam hukuman ta’jir (Hukuman yang bersifatpendidikan) www.sesukakita.wordpress 60 .com
  • 61. Dengan adanya persyaratantersebut maka seorang hakim tidakboleh menjatuhkan hukuman atasdasar pemikiranya sendiri walaupunia berkeyakinan bahwa hukumantersebut lebih baik dan lebih utamadari pada hukuman yang telahditetapkan oleh syara. www.sesukakita.wordpress 61 .com
  • 62. Syariat islam mebagi hukumanmenjadi tiga bagian yaitu:• Hudud (Zina, (qadzaf / penuduhan zina),minum-minuman keras, pencurian, harobah atau perampokan,riddah atau murtad dan pemberontakan.• Qishash (hukuman yang seimbang) contohnya pembunuhan sengaja dan penganiayaan.• Ta’jir (hukuman yang bersfat pendidikan) www.sesukakita.wordpress 62 .com
  • 63. Untuk hukuman Hudud dan Qishash merupakanhukuman-hukuman yang telah ditentukan oleh syara,hakim tidak boleh mengganti keluar dari ketentuansyara,misalnya orang mencuri, hukumannya potong tanganmaka hakim tidak boleh dengan hukuman lain selainpotong tangan.Sedangkan ta’jir hukuman yang ditentukan oleh ulilamri (pemimpin). Jadi kewenangan hakim sangat luasuntuk menentukan piliha hukuman ta’jir mulai yangpaling ringan yaitu berupa peringatan sampai yangpaling berat yaitu hukuman mati www.sesukakita.wordpress 63 .com
  • 64. 2.Hukuman harus Bersifat Pribadi. Asas PersonalitasDalam hal ini berarti hukuman harus bersifatperorangan. Ini mengandung arti bahwa hukumanharus dijatuhkan kepada orang yang telahmelakukan tindak pidana dan tidak mengenaiorang lain yang tidak bersalah. Syarat inimerupakan salah satu dasar prinsip yangditegakkan oleh syariat islam dan ini telahdibicarakan berkaitan dengan masalah www.sesukakita.wordpress 64pertanggungjawaban. .com
  • 65. 3. Hukuman harus Berlaku Umum. Asas (Aquality Before The Law)Ini berarti hukuman harus berlaku untuksemua orang tanpa adanya diskriminasi,apapun pangkat dan jabatannya dankedudukanya. www.sesukakita.wordpress 65 .com
  • 66. Didalam hukum pidana Islam, persamaan yangsempurna itu hanya terdapat dalam hukuman Had danqishash, karena kesuanya merupakan merupakanhukuman yang telah ditetukan oleh syara. Setiap orangyang melakukan jarimah Hudud seperti Zina, pencuriandan sebagainya, akan dihukum sesuai dengan hukumanyang sesuai dengan jarimah yang dilakukannya.Untuk hukuman ta’jir untuk kadar persamaan hukumantentu tidak dipersamakan keran hakim memilikikewenangan luas untuk memilih hukuman yang tepatyang sifatnya mendidik. www.sesukakita.wordpress 66 .com
  • 67. Hukuman Menurut HukumPidana Islam (Jinayah)Hukuman dalam hukum pidanaislam dapat dibagi kepadabeberapa bagian denganmeninjaunya dari beberapa segi.Dalam hal ini ada limapenggolongan yaitu. www.sesukakita.wordpress 68 .com
  • 68. Ditinjau dari segi pertalian antara satuhukuman dengan hukuman yang lain. Dalamhal ini hukuman dapat dibagi menjadi 4 bagianyaitu:• Hukuman Pokok (Uqubah Ashliyah) Yaitu hukuman yang ditetapkan untuk jarimah yang bersangkutan sebagai hukuman yang asli, Contohnya: hukuman qishosh untuk jarimah pembunuhan, Hukuman Dera 100 x untuk jarimah Zina, atau hukuman potong tangan untuk jarimiah pencurian.• Hukuman pengganti (Uqubah Badaniyah), Yaitu hukuman yang menggantikan hukuman pokok, apabila hukuman pokok tidak dapat dilaksanakan karena alasanyang sah. Contohnya. Hukuman Diat sebagai hukuman pengganti hukuman Qishosh. Sesungguhnya had itu juga merupakan hukuman pokok yaitu untuk pembunuhan menyerupai sengaja atau kekeliruan, akan tetapi juga menjadi hukuman www.sesukakita.wordpress 69 pengganti untuk hukuman.comqishosh.
  • 69. • Hukuman Tambahan (Uqubah Taba’iyah), yaitu hukuman yang mengikuti hukuman pokok tanpa memerlukan keputusan hakim secara tersendiri. Contohnya. Larangan menerima warisan bagi orang yang membunuh orang yang akan diwarisinya (orang tua membunuh anaknya sendiri), sebagai tambahan untuk hukuman Qishosh atau diat. Contoh Selain itu hukuman pencabutan hak untuk menjadi saksi bagi orang yang telah melakukan jarimah Qadzab (menuduh zina), disamping hukuman pokokya yaitu jilid (dera) 80 kali.• Hukuman Pelengkap (Uqubah Takmiliyah) Yaitu hukuman yang mengikuti hukuman pokok dengan syarat harus mendapat keputuan tersendiri dari hakim. Dan syarat inilah yang membedakan dengan hukuman tambahan. Contohnya. Seperti mengalungkan tangan pencuri yang telah dipotong dilehernyawww.sesukakita.wordpress 70 .com
  • 70. Ditinjau dari segi kekuasaan hakim dalammenentukan berat ringannya hukuman, makahukuman dapat dibagi menjadi dua bagian. Yaitu:• Hukuman yang mempunyai satu batas, artinya tidak ada batas tertinggi dan batas terendah, Contohnya. Hukuman Jilid (dera) sebagai hukuman had (delapan puluh kali atau seratus kali) dalam hal ini hakim tidak berwenang untuk menambah atau mengurangi karena hukuman itu hanya hanya satu macam saja.• Hukuman yang mempunyai dua batas, yaitu batas tertnggi dan batas terendah. Dalam hal ini hakim diberi kewenangan dan kebebasan untuk memilih hukuman yang sesuai antara kedua batas tersebut, Contohnya.seperti hukuman penjara atau jilid pada jarimah- jarimah ta’jir. www.sesukakita.wordpress 71 .com
  • 71. Ditinjau dari segi keharusan untuk memutuskan dengan hukuman tersebut, hukuman dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:• Hukuman yang telah ditentukan (Uqubah Muqaddarah), yaitu hukuman yang jenis dan kadarnya telah ditentukan oleh syara’ dan hakim berkewajiban untuk memutuskan tanpa mengurangi, menambah, atau menggantinya dengan hukuman yang lain. Ulil amri tidak berhak untuk menggugurkannya.• Hukuman yang belum ditentukan (Uqubah Ghair Muqaddarah), yaitu hukuman yang diserahkan kepada hakim untuk memilih jenisnya dari sekumpulan hukuman hukuman yang ditetapkan oleh syara’ dan menentukan jumlahnya untuk kemudian disesuaikan dengan perbuatan pelakunya. www.sesukakita.wordpress 72 .com
  • 72. Ditinjau dari segi tempat dilakukanyahukuman maka hukuman dapat dibagimenjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut: • Hukuman badan (Uqubah badanyah), yaitu hukuman yang dikenakan atas badan manusia, seperti hukuman mati, jilid (dera) dan penjara. • Hukuman Jiwa (Uqubah Nafsiyah) yaitu hukuman yang dikenakan atas jiwa manusia, bukannya atas badannya, seperti ancaman, peringatan, atau teguran. www.sesukakita.wordpress 73 .com
  • 73. Ditinjau dari segi macamnya jarimah yangdiancamkan hukuman, hukuman dapat dibagikepada empat bagian, yaitu sebagai berikut:• Hukuman Hudud, yaitu hukuman yang ditetapkan atas jarimah-jarimah hudud.• Hukuman Qishash dan diat, yaitu hukuman yang ditetapkan atas jarimah qishash dan diat.• Hukuman Kifarat, yaitu hukuman yang ditetapkan untuk sebagaian jarimah qishash dan diat dan beberapa jarimah ta’jir.• Hukuman ta’zir, yaitu hukuman yang ditetapkan untuk jarimah-jarimah ta’zir. www.sesukakita.wordpress 74 .com
  • 74. Hukuman-hukuman untuk jarimah hudud.Hukum hudud adalah hukuman-hukuman yangditetapkan untuk jarimah-jarimah hudud, jarimahhudud ada tujuh macam yaitu: – Zina – Qadzaf (menuduh zina) – Minum-minuman keras – Pencurian – Hirabah (Perampokan) – Riddah (murtad) dan – Pemberontakan www.sesukakita.wordpress 75 .com
  • 75. Keterangan/ Penjelasan: www.sesukakita.wordpress 76 .com
  • 76. Hukuman ZinaSyariat islam telah menetapkan tiga jenis hukuman untuk jarimahzina yaitu: Dera (Jilid), Pengasingan, Rajam.• Hukuman Dera seratus kali dan pengasingan ditetapkan untuk pelaku zina yang keduanya ghoir muhshan (Belum menikah)• Hukuman rajam bagi pelaku zina yang keduanya Muhshan (menikah)• Kalau pelakunya yang satu ghoir muhshan dan satunya muhshan maka yang muhshan dirajan dan yang ghoir muhshan di dera(jilid) dan diasingkan. www.sesukakita.wordpress 77 .com
  • 77. Dasarnya.QS. An-Nuur: ayat 2 yang Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah beas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah,jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.”• dan HR. Jam’ah kecuali Al Bukhari dan An-Nasa’i. “Jejeka dan gadis hukumannya jilid seratus kali dan pengasinganselama satu tahun”• Dalam Hadist lain. Diriwayatkan sama dengan diatas: “Dan janda dengan duda hukumannya jilid seratus kali dan rajam” www.sesukakita.wordpress 78 .com
  • 78. Hukuman untuk jarimahQadzaf (penuduhan zina)• Hukuman untuk jarimah qadzaf dalam syariat islam ada dua yaitu: −Hukuman pokok, yaitu jilid −Hukuman Tambahan; yaitu pencabutan hak untuk menjadi saksi www.sesukakita.wordpress 79 .com
  • 79. • Jarimah qadzaf ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang iri serta tidak senang dengan orang lain sehingga dia elakukan sesuatu yang dapat menjatuhkan harga diri orang lain, oleh karena ini adalah tindakan yang tidak jujur maka syariat islam mencabut hak kejujurannya untuk menjadi saksi atau tidak diakui kejujurannya.• Jilid untuk pelaku Qadzaf berbeda dengan zina yang jumlahnya hanya delapan puluh kali cambukan www.sesukakita.wordpress 80 .com
  • 80. Dasarnya. QS. An-Nuur ayat 4.• “dan orang-orang yang menuduh wanita- wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama- lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik”• Hal ini yang belum dapat saya temukan apakah benar hanya laki-laki yang menuduh zina yang demikian itu. www.sesukakita.wordpress 81 .com
  • 81. Hukuman Minum-MinumanKeras• Hukuman untuk minum minuman keras adalah jilid atau dera sebanyak delapan puluh kali dera.• Menurut Imam Syafii, berpendapan bahwa 80 kali jilid tersebut 40 kali jilid termasuk had sedangkan 40 kali adalah ta’zir yang hanya dijatuhkan oleh hakim kalau dipandang perlu oleh hakim. www.sesukakita.wordpress 82 .com
  • 82. • Larangan untuk minum-minuman keras ada dalam QS. Al-Maidah ayat 90.• “hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (minuman) khamr, judi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan yang keji termasuk perbuatan syaiton. Maka jauhilah perbuatan-itu agar kamu mendapat keberuntungan”• Sedangkan untuk hukumannya tercantum dalam hadist Nabi SAW HR.Ahmad.• “dari Abdullah Ibn’amr ia berkata: telah bersabda Rasullulah Saw” barang siapa yang meminum khamr maka jilidlah ia, apabila ia mengulanginya, maka jilidlah ia, apabila mengulangi lagi jilidlah ia.” www.sesukakita.wordpress 83 .com
  • 83. Hukuman Untuk JarimahPencurian• Jarimah pencurian diancam dengan hukuman potong tangan.• Para fuqaha telah sepakat, bahwa dalam pengertian tangan termasuk juga kaki.• Apabila seseorang melakukan pencurian untuk yang pertama kalinya maka tangan kanannya yang dipotong, dan jika mencuri kembali untuk kedua kalinya maka kaki kirinya yang dipotong. www.sesukakita.wordpress 84 .com
  • 84. • Dasarnya QS Al-Maidah ayat 38 yang artinya:“laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduannya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah, dan Allah maha perkasa lagi maha Bijaksana” www.sesukakita.wordpress 85 .com
  • 85. Hukuman Untuk jarimahPerampokan. Syariat Islam menetapkan empat macam hukuman untuk tindak pidana perampokan (Hirabah) yaitu:• Hukuman mati;• Hukuman mati dan salib;• Hukuman potong tangan dan kaki serta;• hukuman pengasingan. www.sesukakita.wordpress 86 .com
  • 86. • Dasarnya QS. Al-Maidah ayat 33 yang artinya:“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang- orang yang memerangi Allah dan Rasulnya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka itu dibunuh atau di salib, dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamaanya) yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akherat mereka peroleh siksaan yang besar”.• Hukuman mati, dijatuhkan kepada perampok apabila disertai dengan pembunuhan. www.sesukakita.wordpress 87 .com
  • 87. • Hukuman mati disalib dijatuhkan kepada perampok yang membunuh serta merampas harta bendanya, dijatuhkan atas pembunuhan dan percurian harta.• Hukuman potong tangan dan kaki dijatuhkan kepada perampok yang hanya mengambil hartanya saja tanpa melakukan pembunuhan.• Hukuman pengasingan dilakukan kepada perampok (pengganggu keamanan) yang tidak mengambil harta dan tidak membunuh tetapi hanya menakut-nakuti saja. Yangtujuannya untuk mencari popularitas untuk dirinya sendiri. www.sesukakita.wordpress 88 .com
  • 88. Hukuman Untuk jarimahRiddah (Murtad)•Jarimah riddah diancam dengan dua jenis hukuman: –hukuman Pokok, yaitu Hukuman mati: –Hukuman tambahan yaitu penyitaan harta bendanya. www.sesukakita.wordpress .com 89
  • 89. • Hukuman mati bagi orang yang murtad didasarkan pada hadist nabi Saw. HR Bukhari. Yang artinya: “dari Ibn Abbas ra, ia berkata: Telah bersabda RasullAllah Saw: “barang siapa mengganti agamannya maka bunuhlah ia”• Dalam hal penyitaa harta ini banyak sekali perbedaan pendapat namun ada pendapat yang kuat yaitu mengatakan bahwa harta yang disita hanya sebatas harta yang diperoleh setelah dia murtad sedangkan harta sebelumnya diserahkan kepada ahli warisnya yang masih muslim. www.sesukakita.wordpress 90 .com
  • 90. Hukuman Untuk jarimahPemberontakan.Hukuman untuk jarimah pemberontakan adalahhukuman mati. Hal ini didasarkan pada Firman Allahdalam Surah Al Hujuraat ayat 9 yang artinya: “dan jikaada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang,maka damaikanlah antara keduannya. Jika salah satu darikedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yanglain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu,sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah: jikagolongan itu telah kembali (kepad perintah Allah), makadamaikanlah antara keduannya dengan adil dan berlakuadilah sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yangberlaku adil.” www.sesukakita.wordpress 91 .com
  • 91. Yang lebih tegas tentang hukuman bagijarimah pemberontakan adalah terdapatdalam hadist nabi Saw HR. Muslim. Yangartinya” Dari Arfajah ibn syuraih iaberkata: saya mendengar Rasulullah sawbersabda:”barang siapa yang dating kepedakamu sekalian, sedangkan kalian telahsepakat kepada seorang pemimpin, untukmemecah belah belah kelompok kalian,maka bunuhlah dia”. www.sesukakita.wordpress 92 .com
  • 92. Hukuman-hukuman untukjarimah Qishash dan diat.Qishash dan diat itu ada limamacam yaitu:• pembunuhan sengaja,• Pembunuhan menyerupai sengaja,• Pembunuhan karena kesalahan, (tidak sengaja)• Penganiayaan sengaja,• penganiayaan karena kesalahan (tidak sengaja) www.sesukakita.wordpress 93 .com
  • 93. Hukuman-hukuman yangdiancamkan terhadapjarimah-jarimah tersebutadalah sebagai berikut:• Qishash• Diat• Kifarat (membebaskan seorang hamba yang mukmin)• Hilangnya hak waris dan hak wasiat. www.sesukakita.wordpress .com 94
  • 94. Hukuman QishashPengertian qishash sebagaimanadikemukakan oleh Muhammad abu zahrah adalahsebagai berikut: Qishash adalah memberikanhukuman kepada pelaku perbuatan persis sepertiapa yang dilakukan terhadap korban. www.sesukakita.wordpress 95 .com
  • 95. • Qishash didasarkan kepada Firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah ayat 178-179: yang artinya:“ Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkanatas kamu qishas berkenan dengan orang-orang yangdibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka,hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita.Maka barang siapa yang mendapat suatu permaafandari saudaranya, hendaklah yang dimaafkanmembayar(diat) kepada yang memberi maaf dengancara yang baik pula. Yang demikian itu adalah suatukeringanan dari tuhan kamu dan suatu rahmat.Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu,maka baginya siksa yang amat pedih. Dan dalamqishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidupbagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu96 www.sesukakita.wordpressbertaqwa.” .com
  • 96. Hukuman qiashash ini berlaku untuk jarimah-jarimah pembunuhan sengaja danpenganiayaan sengaja. Baik dalampembunuhan maupun penganiayaan korbanmaupun walinya diberi wewenang untukmemberikan ampunan terhadap pelaku apabilaada pengampunan maka hukuman qishash bisagugur dan diganti dengan hukuman diat. www.sesukakita.wordpress 97 .com
  • 97. Hukuman diatDiat adalah hukuman pokok untuk tindak pidana pembunuhan danpenganiayaan menyerupai sengaja dan tidak sengaja. Ketentuan inididasarkan kepada Firman Allah Swt dalam surah An-Nisaa’ ayat 92yang artinya:“Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin(yang lain) kecuali kerena tersalah (tidak sengaja): dan barang siapamembunuh orang mukmin karena tersalah (hendaklah) iamemerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayardiat yang diserahkan kepada keluarganya (orang yang terbunuh itu),kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah”Meskipun bersifat hukuman, namun diat merupakan harta yangdiberikan kepada korban atau keluarganya, bukan kepadaberbendaharaan Negara dalam hal ini diat hamper mirip dengan gantikerugian. www.sesukakita.wordpress 98 .com
  • 98. Hukuman Kifarat• Hukuman kifarat dijatuhkan atas pembunuhan karena kekeliruan (tidak sengaja) dan menyerupai sengaja.• Adapun hukumannya adalah membebaskan seorang hamba yang mukmin. Apabila tidak mampu maka hukumannya diganti dengan puasa dua bulan berturut-turut. Hal ini didasarkan kepada firman Allah Swt dalam surah An-Nisaa’ ayat 92: yang artinya:”…Barang siapa yang tidak memperolehnya ia (si pembunuh)berpuasa dua bulan berturut-turut, sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah maha www.sesukakita.wordpress 99 mengetahui lagi maha.combijaksana”.
  • 99. Hukuman Pencabutan hakwaris dan wasiat.Pencabutan hak waris danhak wasiat merupakanhukuman tambahan,disamping hukuman pokokuntuk tindak pidanapembunuhan. www.sesukakita.wordpress 100 .com
  • 100. Hukuman untuk jarimah ta’zirHukuman ta’zir, seperti yang dikemukakan oleh Imam Al- Mawardi adalah sebagai berikut: Ta’zir adalah hukuman yang bersifat pendidikan atas perbuatan dosa (maksiat) yang hukumannyabelum ditetapkan oleh syara.Jarimah ta’zir jumlahnya sangat banyak, kerena mencakup semua perbuatan maksiat yang hukumannya belum ditentukan oleh syara dan diserahkan kepada ulil amri untuk mengaturnya. Jadi intinya jarimah yang tidak diatur dalam syara seperti :Hukuman kawalan, Hukuman hukuman pengucilan dan lain sebagainya. www.sesukakita.wordpress 101 .com
  • 101. Hukuman/Pidana MenurutHukum PositifKitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)/(Wvs) telah menetapkan jenis-jenis pidana sebagaimana yang disebutkan dalampasal 10 KUHP yang mana didalam pasal tersebut diatur dua jenis pidana yaitu: Pidana Pokok dan Pidana tambahan. www.sesukakita.wordpress 102 .com
  • 102. Pidana pokok terdiri dari empat jenispidana sedangkan pidana tambahanterdiri dari tiga jenis pidana. Pidana Pokok meliputi: Pidana Tambahan meliputi: • Pidana Mati • Pencabutan beberapa hak- hak tertentu • Pidana Penjara • perampasan barang- barang tertentu • Pidana Kurungan; • pengumuman putusan hakim • Pidana Denda. www.sesukakita.wordpress 103 .com
  • 103. Namun KUHP yang sekarang masihberlaku sebenarnya sudah sering sekaliakan dilakukan revisi, namun sampaisekarang ternyata hasil revisi tersebutmasih terjadi kontroversi sehinggabelum dapat di sahkan menjadi KUHPbaru yang berjiwa asli Indonesia. www.sesukakita.wordpress 104 .com
  • 104. Sebagai perbandingan jenishukuman antara KUHP sekarangdengan beberapa RUU KUHP makaakan disampaikan jenis-jenis pidanamenurut RUU KUHP.Jenis-jenis Pidana menurut pasal304 Rancangan KUHP timpengkajian tahun 1982/1983 yaitusebagai berikut: www.sesukakita.wordpress 105 .com
  • 105. Jenis-jenis Pidana menurut pasal 304 Rancangan KUHP tim pengkajian tahun 1982/1983 yaitu sebagai berikut:Ayat (1). Pidana Pokok adalah: Ke-1. Pidana Pemasyarakatan; Ke-2. Pidana Tutupan; Ke-3. Pidana Pengawasan; Ke-4. Pidana Denda.Ayat (2) Urutan pidana pokok diatas menentukan berat ringannya pidana.Ayat (3) Pidana tambahan adalah: Ke-1.Pencabutan hak-hak tertentu; Ke-2. Perampasan barang-barang tertentu dan tagihan; Ke-3. Pengumuman Putusan hakim; Ke-4. Pembayaran Ganti kerugian; K-5. Pemenuhan kewajiban Adat.Ayat (4). Pidana Mati merupakan pidana pokok yang bersifat khusus. www.sesukakita.wordpress 106 .com
  • 106. Dalam RUU KUHP baru hasil penyempurnaan tim intern departemen Kehakiman disebutkan sebagai berikut: Pasal 68Pidana pokok terdiri dari: Pidana Penjara; Pidana tertutup; Pidana Pengawasan; Pidana Denda; Pidana kerja social.Urutan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menentukan berat ringannya pidana.Pasal 69Pidana mati merupakan pidana pokok yang bersifat khusus.Pasal 70Pidana tambahan Pemenuhan kewajiban adaptterdiri atas: Pencabutan hak tertentu; Perampasan barang-barang tertentu dan atau tagihan; Pengumuman putusan hakim Pembayaran ganti kerugian; www.sesukakita.wordpress 107 .com
  • 107. Ad. Pidana MatiYang menarik untuk dipahamiadalah pidana mati bahwa yangdalam RUU disebut sebagai pidanapokok yang bersifat khusus.Penerapan pidana mati dalampraktek sering menimbulkankontroversi diantara yang setujudengan yang tidak. www.sesukakita.wordpress 108 .com
  • 108. Bagaimanapun pendapat yang tidak setuju adanyapidana mati, namun kenyataan yuridis formalpidana mati memang ada dan dibenarkan.Setidaknya kurang lebih 15 orang telah dijatuhipidana mati kerena melakukan tindak pidana.Untuk lebih lanjut membahas mengenai hukumanmati ini, maka akan lebih baik kalau melihat RUUKUHP sebagai Ius Constituendum. Hal-hal yangperlu di ketahui antara lain sebagai berikut:Pidana mati dilaksanakan oleh regu tembakdengan menembak terpidana sampai mati; www.sesukakita.wordpress 109 .com
  • 109. • Pidana mati dilaksanakan oleh regu tembak dengan menembak terpidana sampai mati; Pelaksanaan pidana mati tidak dilakukan di muka umum;• Pidana mati tidak dapat dijatuhkan kepada anak dibawah umur delapan belas tahun;• Pelaksanaan pidana mati pada wanita hamil atau orang sakit jiwa, ditunda sampai wanita tersebut melahirkan atau orang yang sakit jiwa tersebut.• Pidana mati baru dapat dilaksanakan setelah ada persetujuan dari presiden; Pelaksanaan pidana mati dapat ditunda dengan masa percobaan selama sepuluh tahun, jika: Reaksi masyarakat www.sesukakita.wordpress tidak terlalu terhadap terpidana 110 besar; .com
  • 110. • Terpidana menunjukkan rasa menyesal dan ada harapan untuk memperbaiki, Kedudukan terpidana dalam penyertaan tindak pidana tidak terlalu penting; Ada alasan yang meringankan.• Jika terpidana selama percobaan menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji, maka pidana mati dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama dua puluh tahun dengan keputusan menteri kehakiman. www.sesukakita.wordpress 111 .com
  • 111. Jika terpidana selama percobaan tidakmenunjukkan sikap dan perbuatan yang terpujiserta tidak ada harapan untuk memperbaikimaka, pidana mati dapat dilakukan atasperintah jaksa agung;Jika setelah permohonan grasi ditolak,pelaksanaan pidana mati tidak dilaksanakanselama sepuluh tahun bukan karena terpidanamelarikan diri maka pidana mati tersebut dapatdiubah menjadi pidana seumur hidup dengankeputusan menteri kehakiman. www.sesukakita.wordpress 112 .com
  • 112. Dari ketentuan tersebut dapatdilihat bahwa dalam RUU KUHPterjadi pengenduran, memanghal ini seharusnya terjadi karenaIus Constituendum harus lebihbaik dari Ius Konstitutum. www.sesukakita.wordpress 113 .com
  • 113. Ad. Pidana PenjaraPidana penjara merupakan jenispidana yang dalam undang-undangditentukan maksimal umum danminimal umum, maksimal umumseperti yang diatur dalam KUHPadalah 15 tahun dan minimal umumadalah 1 hari. www.sesukakita.wordpress 114 .com
  • 114. Pidana penjara sebagaimana diaturdalam RUU KUHP yaitu sebagaiberikut: • Pidana penjara dijatuhkan untuk seumur hidup atau untuk waktu tertentu. Waktu tertentu dijatuhkan paling lama 15 tahun dan paling singkat 1 hari , kecuali ditentukan minimum khusus; • Jika dapat dipilih antara pidana mati dan pidana penjara seumur hidup; atau jika ada pemberatan pidana yang dijatuhi pidana penjara lima belas tahun berturut-turut,maka pidana penjara dapat dijatuhkan untuk waktu dua puluh tahun berturut-turu; • Jika terpidana seumur hidup telah menjalani pidana kurang sepuluh tahun pertama dengan berkelakuan baik, menteri kehakiman dapat mengubah sisa pidana tersebut menjadi pidana penjara lpaling lama lima belas tahun. • Pelepasan bersyarat; www.sesukakita.wordpress 115 .com
  • 115. Sistem Pelaksanaan Hukuman Penjara www.sesukakita.wordpress 116 .com
  • 116. Ada lima sistem pelaksanaanhukuman penjara yang dikenaldalam hukum pidana yaitu:• Sistem Pensylvania• Sistem Anborn/silent system• Sistem Irlandia• Sistem Elmira• sistem Osborne www.sesukakita.wordpress 117 .com
  • 117. Sistem Pensylvania.Dalam sistem ini orang yang dijatuhi hukuman penjara, menjalani hukuman secara terasing dalam sel. Terhukum tidak boleh berkontak dengan orang lain kecuali dengan penjaga sel. www.sesukakita.wordpress 118 .com
  • 118. Sistem AnbornDalam sistem ini terhukum hanya waktu malam saja ditutup sendirian dalam sel, sedangkan pada siang hari boleh bekerja dengan bersama-sama tetapi dilarang bicara, oleh karena itu dikenal juga dengan silent system www.sesukakita.wordpress 119 .com
  • 119. Sistem IrlandiaSistem ini termasuk sistem yang progresif, mula-mula dijalankan secara keras setelah terhukum berlaku baik hukumannya berangsur-angsur dikurangi. www.sesukakita.wordpress 120 .com
  • 120. Tingkatan pelaksanaanhukuman tersebut yaitu: • Tingkat Probation. Ditingkat ini terhukum diasingkan dalam sel siang dan malam hari selama waktu tergantung pada kelakuan terhukum. • Tingkat Publik work preson. Ditingkat ini terhukum dipindahkan ketempat lain dan diwajibkan bekerja bersama-sama dengan yang lain. Dibagi dalam 4 kelas mulai kelas terendah berangsur-angsur naik setelah mendapatkan sertifikat. • Tingkat Ticket of live (tiket meninggalkan penjara) Terhukum dibebaskan dengan perjanjian, dan diberi tiket. Yaitu suatu tiket yang menerangkan bahw ia boleh meninggalkan penjara dengan perjanjian. www.sesukakita.wordpress 121 .com
  • 121. Sistem Elmira.Didirikan bagi terhukum yang berumur dibawah 30 tahun diberi nama Reformatuwri, maksudnya sebagai tempat memperbaiki terhukum menjadi anggota masyarakat yang berguna.Dalam sistem ini hukuman dilalui beberapa tingkatan. Titik beratnya pada usaha perbaikan terhukum. Kepada terhukum diberikan pendidikan dan pekerjaan yang bermanfaat sedangkan lamanya hukuman tidak ditetapkan hakim, jadi ditentukan tergantung kelakuan terhukum dalam penjara. www.sesukakita.wordpress 122 .com
  • 122. Sistem OrborneDisebut Osborne karena ditemukan oleh Thomas Moot asborne. Sistem ini memakai dasar self government artinya atas, bagi dan dari para terhukum dalam penjara. www.sesukakita.wordpress 123 .com
  • 123. Ad. Pidana Kurungan Ini merupakan hukuman yang lebih ringan dari hukuman penjara, hal ini diatur dalam pasal 18 sampai 29 KUHP. Minimal umum untuk hukuman kurungan adalah 1 hari (pasal 18 ayat(1)) dan maksimal umum adalah 1 tahun tetapi kurungan dapat ditambah menjadi 1 tahun 4 bulan jika:• terjadi perbarengan perbuatan pidana;• pengulangan perbuatan pidana;• sebagaimana diatur dalam pasal 52 (pekerjaan istimewa bagi pegawai negeri) dan 52a.(kejahatan www.sesukakita.wordpress 124 menggunakan bendera Indonesia) .com
  • 124. Apa bedanya PidanaKurungan denganPidana Penjara ? www.sesukakita.wordpress 125 .com
  • 125. Hukuman kurungan memiliki perbedaandengan hukuman penjara yaitu:• Hukuman penjara dapat dijalankan dalam penjara dimana saja, sedangkan hukuman kurungan hanya boleh dilaksanakan di dalam penjara dimana dia diputuskan oleh hakim;• orang yang dihukum penjara bekerja lebih berat disbanding dengan orang yang menjalani hukuman kurungan;• orang yang dihukum kurungan memiliki hak pestol yaitu hak untuk memperbaiki keadaanya dengan biaya sendiri sedangkan kalau penjara tidak. www.sesukakita.wordpress 126 .com
  • 126. Ad.Pidana TutupanPidana tutupan ada beberapa bentukdalam undang-undang diluar KUHP,misalnya penutupan seluruh atausebagian perusahaan milik terpidana,pidana tata tertib yang bisa meliputipenempatan perusahaan siterhukum,kewajiban pembayaran uang jaminan.Dan lain –lain hal ini seperti diaturdalam UUTPE (undang-undang tindakpidana Ekonomi) www.sesukakita.wordpress 127 .com
  • 127. Ad. Pidana Pengawasan.Pidana pengawasanmerupakan jenis pidanabaru yang belum diaturdalam KUHP sekarang,namun dalam RUU KUHPsudah mulai dimasukkan.Pidana pengawasan tidakdapat begitu saja dilakukan, namun harus memenuhibeberapa persyaratan. www.sesukakita.wordpress 128 .com
  • 128. Adapaun hal-hal yang perlumendapat perhatian adalah sebagaiberikut: • Pidana pengawasan dapat dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan tindak pidana yang dinacam dengan pidana penjara tujuh tahun; • dapat dijatuhkan kepada terdakwa mengingat keadaan pribadi dan perbuatannya, dengan syarat- syarat: • terpidana tidak akan melakukan tindak pidana; dan • terpidana dalam waktu tertentu yang lebih pendek dari masa pidana pengawasan, harus mengganti seluruh atau sebagaian kerugian yang timbul oleh tindak pidana yang dilakukan, serta • terpidana harus melakukan perbuatanatau tidak melakukan perbuatan tertentu, tanpa mengurangi kemerdekaan beragama dan kemerdekaan berpolitik. www.sesukakita.wordpress 129 .com
  • 129. • Pengawasan dapat dilakukan oleh pejabat Pembina dari departemen kehakiman yang dapat dimintakan bantuan kepada pemerintah daerah, lembaga social atau orang lain;• pejabat Pembina dapat mengusulkan kepada hakim pengawas untuk memperpanjang pengawasanapabila terpidana melanggar hukum. Namun jika terpidana berkelakuan baik maka dapat diperpendek masa pengawasannya. www.sesukakita.wordpress 130 .com
  • 130. Ad. Pidana TambahanPidana tambahan yang diaturdalam KUHP sekarang masihsangat sempit sehingga dalamRUU pidana tambahan inimenjadi luas sekali www.sesukakita.wordpress 131 .com
  • 131. Namun yang menarik untuk disimakdiantaranya adalah:Pidana Perampasan barang-barang tertentudan atau tagihanPidana tambahan ini dapatdijatuhkan tanpa dijatuhkannyapidana pokok , artinya dapat berdirisendiri, dalam hal ancaman pidanapenjara tidak lebih dari tujuh tahunatau karena terpidana hanyadikenakan hukuman tindakan. www.sesukakita.wordpress 132 .com
  • 132. Pidana Pengumumanputusan hakimJenis pidana tambahan ini jugatermasuk jenis pidana baru yangmana diperintahkan supaya putusanhakim dapat diumumkan makaditetapkan cara-cara melaksanakanperintah tersebut dalam jumlah biayapengumuan yang ditanggung olehterpidana. www.sesukakita.wordpress 133 .com
  • 133. Pemenuhan KewajibanadatBeberapa hal dapat dikemukakanberkaitan dengan pidana tambahan ini,dalam putusan dapat ditetapkanpemenuhan adapt setempat, utamanyajika tindak pidana yang dilakukanmenurut adapt setempat seseorangpatut dipidana walaupun perbuatantersebut tidak diatur dalam undang-undang. www.sesukakita.wordpress 134 .com
  • 134. GABUNGAN HUKUMAN MENURUT HUKUM POSITIF DAN HUKUM PIDANA ISLAM www.sesukakita.wordpress 135 .com
  • 135. Menurut teorihukum pidana Terdapat tiga teori mengenai gabungan hukuman yaitu:Teori berganda,Teori penyerapan,dan Teori campuran. www.sesukakita.wordpress 136 .com
  • 136. Teori berganda.Menurut ini pelaku mendapat semua hukuman yang ditetapkan untuk tiap- tiap tindak pidana yang dilakukan. Kelemahan teori ini terletak pada banyaknya hukuman yang dijatuhkan. Hukuman penjara misalnya adalah hukuman sementara, tetapi apabila digabung-gabungkan maka akan menjadi hukuman seumur hidup. www.sesukakita.wordpress 137 .com
  • 137. Teori PenyerapanMenurut teori ini hukuman yang lebih berat dapat menyerap (menghapuskan) hukuman yang lebih ringan.Contohnya: Hukuman penjara 10 tahun dan Hukuman penjara 3 tahun maka yang dipakai adalah hukuman yang berat sehingga hukuman tiga tahun diserat dengan hukuman yang lebih berat.Kelemahan teori ini adalah kurangnya keseimbangan antara hukuman yang dijatuhkan dengan banyaknya jarimah yang dilakukan, sehingga hukuman terkesan demikian ringan. www.sesukakita.wordpress 138 .com
  • 138. Teori campuranTeori ini merupakan campuran dari teori berganda dengan penyerapan. Teori ini dimaksudkan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam kedua teori tersebut.Menurut teori campuran hukuman-hukuman bisa digabungkan, asal hasil gabungan itu tidak melebihi batas tertentu, sehingga dengan demikian akan hilanglah kesan berlebihan dalam penjatuhan hukuman. www.sesukakita.wordpress 139 .com
  • 139. Dalam Hukum PidanaIndonesia Dalam hukum pidana Indonesia ada beberapa teori yang dianut berkaitan dengan gabungan hukuman ini. Teori-teori tersebut adalah sebagai berikut: www.sesukakita.wordpress 140 .com
  • 140. Teori Penyerapan BiasaMenurut teori ini, yang terdapat dalam pasal 63 KUHP hanya satu aturan pidana yang diterapkan yaitu hukuman yang peling berat hukuman pokoknya, apabila suatu perbuatan diancam dengan beberapa aturan pidana.Contohnya: orang membunuh dengan menembak dibelakang kaca, jadi tindakkanya adalah membunuh (pasal 339)dan merusak barang (pasal 406) maka yang diterapkan adalah pasal 339. www.sesukakita.wordpress 141 .com
  • 141. Teori Penyerapan Keras Menurut teori ini, dalam hal gabungan perbuatan nyata yang diancam dengan hukuman pokok yang sejenis, hanya satu hukuman saja yang dijatuhkan, dan hukuman bisa diberatkan dengan tambahan sepertiga dari maksimum hukuman terberat. www.sesukakita.wordpress 142 .com
  • 142. Teori Berganda yangdikurangiTeori ini hampir sama dengan teori penyerapan keras yang bersumber dari pasal 65 dan 66 KUHP. Menurut teori ini yang tercantum dalam pasal 65 ayat(2), semua hukuman dapat dijatuhkan, tetapi jumlah keseluruhannya tidak boleh melebihi batas maksimum umum ditambah sepertiganya. Bedanya dengan teori penyerapan keras adalah dalam teori ini tidak perlu adanya hukuman pokok yang sejenis. www.sesukakita.wordpress 143 .com
  • 143. Teori Berganda BiasaMenurut teori ini, semua hukuman dijatuhkan tanpa dikurangi. Ini dianut dalam pasal 70 ayat (1) yang berbunyi: Jika ada gabungan secara yang termaksud dalam pasal 65 dan 66 antara pelanggaran dengan kejahatan, atau antara pelanggaran dengan pelanggaran maka dijatuhkan hukuman bagi tiap-tiap pelanggaran itu dengan tidak dikurangi.Untuk pelanggaran maka hukuman kurungan tidak boleh lebih dari satu tahun empat bulan dan kurungan pengganti tidak boleh dari delapan bulan. www.sesukakita.wordpress 144 .com
  • 144. Dalam Hukum Pidana IslamDalam Hukum pidana Islam, teori tentang bergandanya hukuman sudah dikenal oleh para Fuqaha, tetapi teori tersebut dibatasi dengan dua teori yang lain yaitu: Teori saling Melengkapi (At Tadakhul) dan Penyerapan (Al- Jabb) www.sesukakita.wordpress 145 .com
  • 145. Teori Saling melengkapi(At- Tadakhul) Menurut teori ini, ketika terjadi gabungan perbuatan maka hukuman-hukumannya saling melengkapi (memasuki), sehingga karenanya semua perbuatan tersebut hanya dijatuhi satu hukuman, seperti kalau seseorang melakukan saru jarimah. www.sesukakita.wordpress 146 .com
  • 146. Teori ini didasarkan atas duapertimbangan:• Meskipun jarimah yang dilakukan berganda, tetapi semuanya itu jenisnya sama. Maka sudah sepantasnya kalau pelaku hanya dikenakan satu macam hukuman saja. Contohnya pencurian yang berulang-ulang.• Meskipun perbuatan-perbuatan yang dilakukan berganda dan berbeda-beda macamnya, namun hukumannya bias saling melengkapi, dan cukup satu hukuman saja untuk melindungi kepentingan yang sama. Misalnya seseorang yang makan bangkai, darah, dan daging babi, cukup dijatuhi satu hukuman, karena hukuman-hukuman tersebut dijatuhkan untuk mencapai tujuan, yaitu melindungi kesehatan dan kepentingan perseorangan dan juga masyarakat. www.sesukakita.wordpress 147 .com
  • 147. Teori Penyerapan (Al-Jabb)Pengertian penyerapan menurut syariat islam adalah cukup untuk menjatuhkan satu hukuman saja, sehingga hukuman- hukuman yang lain tidak perlu dijatuhkan. Hukuman dalam kontek ini tidak lain adalah hukuman mati, dimana pelaksanaannya dengan sendirinya menyerap hukuman-hukuman yang lain.Namun dalam kalangan Fuqaha masih terjadi perdebatan tentang dimana wilayah berlakunya, apakah mencakup semua jarimah ataukan tidak. www.sesukakita.wordpress 148 .com
  • 148. LEMBAGAPEMASYARAKATAN DALAM PERSPEKTIF SISTEM PERADILAN PIDANA www.sesukakita.wordpress 149 .com
  • 149. Sistem Peradilan PidanaIndonesia Secara sederhana sistem peradilan pidana atau yang sering disebut dengan (Criminal justice system) dapat dipahami suatu usaha untuk memehami serta menjawab pertanyaan apa tugas hukum pidana didalam masyarakat dan bukan sekedar bagaimana hukum pidana didalam undang-undang dan bagaimana hakim menerapkannya. www.sesukakita.wordpress 150 .com
  • 150. Di Indonesia sistem peradilan pidana setelahberlakunya undang-undang nomor 8 tahun1981 tentang hukum acara pidana mempunyaiempat komponen atau sub sistem yaitu: • Sub sistem kepolisian • Sub sistem kejaksaan • Sub sistem pengadilan • Dan sub sistem pemasyarakatan. www.sesukakita.wordpress 151 .com
  • 151. Tujuan sistem peradilan pidana menurutProf Muladi dapat dikategorikansebagai: • Tujuan jangka pendek, apabila yang hendak dicapai resosialisasi dan rehabilitasi pelaku tindak pidana; • dikategorikan sebagai tujuan jangka menengah, apabila yang hendak dituju lebih luas yakni pengendalian dan pencegahan kejahatan dalam konteks politik criminal (Criminal policy) • Tujuan jangka panjang , apabila yang hendak dicapai adalah kesejahteraan (Social Welfare) masyarakat www.sesukakita.wordpress .com 152
  • 152. Mekanisme Sistem PeradilanPidanaSistem ini mulai bekerja sejak adanya laporan/atau aduan dari masyarakat tentang terjadinya tindak pidana dari masyarakat. Setelah itu polisi melakukan proses selanjutnya (penagkapan dan penyelidikan dan penydsidikan) selanjutnya pelaku diteruskan ke lembaga kejaksaan, pemngadilan lalu dijatuhi putusan dan terakhir pada pemasyarakatan. www.sesukakita.wordpress 153 .com
  • 153. SISTEM PERADILAN PIDANA SUB SISTEM SPP In Kasus Polisi JPU PN LP P utOu Penyelidik Penuntuta Pemeriksaa Eksekusit an dan n n perkara danPut Membuat pembinaa Penyidikan pidana n SP3 MASYARAKAT www.sesukakita.wordpress 154 .com
  • 154. CCM dan DPMDalam bukunya yang berjudul Thelimits of the Criminal Sanction,Herbert L. Packer. Menyebutkan adadua model dalam proses peradilanpidana (Two models of the criminalprocess) yaitu : Crime Control Modeldan Due Process Model. www.sesukakita.wordpress 155 .com
  • 155. Proses peradilan pidana menandaskandirinya pada hukum pidana. Kedua prosesini berlainan cara kerjanya, akan tetapimengakui pentingnya seperangkat hukumtertulis, tetapi fokusnya pada peraturanyang berbeda.Kedua model tersebut diatas memilikiperbedaan dalam melakukan prosespenyelesaian kasus/perkara pidana mulaidari proses penangkapan sampai orang itudinyatakan bersalah. www.sesukakita.wordpress .com 156
  • 156. Karateristik CCM dan DPMKarateristik dari CCM adalahefisiensi yang mana proses criminal itubekerja yaitu cepat tangkap dancepat adili (Asas Presumtion of Quilt)sedangkan DPM memiliki karateristikadalah perlindungan hak-hak tersangka,untuk menentukan kesalahan harusmelalui suatu persidangan (AsasPresumtion of Inocene). www.sesukakita.wordpress 157 .com
  • 157. Dalam kenyataannya dua model inisangat mempengaruhi hukumacara pidana Indonesia, yaitukarateristik DPM menonjol padaKUHAP Indonesia dengandilindunginya hak-hak tersangkadan terdakwa, namun dalambekerjanya KUHAP, makamenggunakan CCM yangditonjolkan dalam praktek. www.sesukakita.wordpress 158 .com
  • 158. Posisi LembagaPemasayarakatan dalam SPPLembaga Pemasyarakatan sebagai lembaga pembinaan, posisinya sangat strategis dalam merealisasikan tujuan akhir dari SPP, yaitu Rehabilitasi dan resosialisasi pelanggar hukum, bahkan sampai pada penanggulangan kejahatan (Supresion of crime). Keberhasilan dan kegagalan pembinaan yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan akan memberikan kemungkinan-kemungkinan penilaian yang dapat bersifat positif maupun negative.Penilaian itu positif manakala pembinaan nara pidana mencapai hasil maksimal, yaitu bekas nara pidana menjadi warga masyarakat yang taat pada hukum.Sedangkan penilaian itu negative manakala, bekas nara pidana yang pernah dibina itu menjadi penjahat kembali (Residivis) www.sesukakita.wordpress .com 159
  • 159. GAGASAN SISTEMPEMASYARAKATAN www.sesukakita.wordpress 160 .com
  • 160. Dasar Hukum sistemKepenjaraan: • Wetboek Van Strafrecht Voor Nederlandsch Indie (KUHP) Stbl 1915 No. 732 Jo 1917 No.497 Jo UU No. 1 Th. 1946 Jo UU No. 73 Th. 1958 dan berdasarkan pasal II Aturan peralihan UUD 1945 (sekarang Pasal I Aturan Peralihan) serta Pasal I Peraturan Presiden No.2 Th 1945 tanggal 10 Oktober 1945 • Gstichten Reglemen (Reglemen Penjara )Stbl . 1917 No 708; • Dwangopvoeding Regeling (DOR) Stbl. 1917 No. 741; • Voorwaardelijke Invrerijheidstelling (V.I) Stbl. 1917 No. 749; • Regeling Voorwaardelijke Veroordeling Stbl. 1926 No. 487. Dari sekian peraturan,khususnya dalam KUHP terdapat sistem kepenjaraan yang kita kenal itu adalah merupakan pelaksanaan dari pasal 29 KUHP. www.sesukakita.wordpress 161 .com
  • 161. SISTEM KEPENJARAAN Tujuannya Memperlakukan Nara Pidana Sedemikian rupaSiterhukum Dengan cara yangmenjadi jera tidakdan dapat manusiawi(berupa Pada tempatbertobat penyiksaan dan hukuman-hukuman tertentu yangmenyadari badan lainnya) dinamakankesalahannya bangunan Sistem yang dipakai adalah penjara sistem Harapannya perlakuan www.sesukakita.wordpress 162 .com
  • 162. Tujuan Lebih luas sistemKepenjaraan:tujuannya adalah untuk “Melindungimasyarakat dari segala bentukkejahatan” www.sesukakita.wordpress 163 .com
  • 163. Sebagaimana telah diuraikan diawal bahwaseseorang yang telah dijatuhi pidanapenjara, kemudian dengan sistemperlakuan yang diharapkan terhukumdapat tobat dan jera dan jika ia kembalike masyarakat maka tidak akan kembalimelakukan kejahatan lagi. Inilah yang dimaksud dengan melindungimasyarakat dari segala bentuk kejahatanyang merupakan politik criminalpemerintah terhadap usaha pengurangankejahatan. www.sesukakita.wordpress 164 .com
  • 164. Oleh sebab itu didalam sistemkepenjaraan perlakuan terhadap anakdidik dilaksanakan dengan sangattidak manusiawi dan tidak kenalperikemanusiaan, namun hal ini dapatdimaklumi, karena di dalam sistemkepenjaraan mengandung prinsipbahwa para nara pidana merupakanobyek semata-mata. www.sesukakita.wordpress 165 .com
  • 165. Kembali kepada tujuan semula dari pidanapenjara yang maksudnya adalah untuk melindungimasyarakat dari segala bentuk kejahatan.Tetapi pertanyaannya” • apakah memang demikian kenyataannya ? • apakah masyarakat sudah terlindungi dari kejahatan? • dan apakah mantan nara pidana yang sudah kembali kemasyarakat tidak akan melakukan kejahatan lagi? • Singkatnya apakah mereka dapat dijamin untuk tidak menjadi residivist ? www.sesukakita.wordpress 166 .com
  • 166. Dari pertanyaan-pertanyaan yangada itu dan apabila kitahubungkan dengan gambaranperlakuan terhadap paranarapidana tadi, kemungkinanbesar pertanyaan tadi tidakterjawab dengan kata “Ya”bahkan keadaanya justrusebaliknya. www.sesukakita.wordpress 167 .com
  • 167. Kegagalan Sistem Kepenjaraan Penyebabnya ?Sistem Itu sendiri Mengapa ?Tujuan dari sistem kepenjaraan Karena secara(sistem perlakuan) terhadap konseptual sistemnarapidana atau anak didiknyaadalah menghendaki agar para kepenjaraan justrunara pidana menyadari bahwa bertentangan denganperbuatan yang pernah tujuan yang dianutnya.dilakukan itu adalah salah danbertentangan dengan hukumyang berlaku serta dilarang Dengan sistemagama yang dianutnya. Dan perlakuan yang tidakapabila mereka sudah maumenyadari maka mereka akan manusiawai justru akanmerasa tobat. menimbulkan dampak www.sesukakita.wordpress 168 .com buruk
  • 168. Petugas Penjara Masyarakat karena stigma Balas dendam Nara PidanaLingkaran setan Kembali Residivis Apa dampak buruknya ? melakukan Tindak pidana Stigma baru Diproses dalam SPP menjadi Nara pidana Kembali www.sesukakita.wordpress 169 .com
  • 169. Itulah sebabnya mengapa dikatakansecara konsepsional sistem kepenjaraanbertentangan dengan tujuan yangdianutnya, disatu pihak sistemkepenjaraan bertujuan untuk membuatjera para nara pidana, namun dilain pihaktujuan pidana penjara tidak akan tercapaidengan cara memperlakukan merekadengan cara tidak manusiawi.Dengan istilah lain dapat dikatakan bahwa“jera” buka merupakan jalan untukmembuat parawww.sesukakita.wordpress nara pidana menjadi tobat. 170 .com
  • 170. Disamping hal tersebut diatas, kegagalan darisistem kepenjaraan yang menganut prinsip-prinsip “kepenjeraan” masih ada lagi factorlain yang ikut terlibat didalamnya yaitu:• sistem kepenjaraan diterapkan tanpa disertai dengan proses-proses kepenjaraan (tidak adanya pentahapan perlakuan terhadap nara pidana yang sudah benar-benar menunjukkan rasa tobatnya) walaupun pada saat itu sudah dikenal adanya lembaga V.I. (Pelepasan Bersarat) namun cara pemberiannya dilakukan dengan cara tidak konsisten.• sistem perlakuan yang diterapkan sifatnya kurang mendidik para nara pidana, tapi hanya untuk mengisi www.sesukakita.wordpress waktu .com belaka; 171
  • 171. • sikap apriori dan prejudice masyarakat terhadap nara pidana lebih menambah kegagalan dari sistem kepenjaraan dengan memberikan cap bahwa penjara itu adalah “sekolah tinggi kejahatan”;• dalam penerapan sistem kepenjaraan tidak memperhitungkan atau tidak mengikut sertakan partisipasi masyarakat dalam sistem perlakuannya (terlalu bersifat individual);• Re educatie dan resosialisasi saebagai jiwa dari sistem kepenjaraan di dalam penerapannya justru sama sekali tidak mencerminkan jiwa dari sistem kepenjaraan itu sendiri. www.sesukakita.wordpress 172 .com
  • 172. Walaupun demikian, untuk mengatasikegagalan sebagaimana telah disebutkandiatas, jauh sebelum dikemukakannyakonsepsi pemasyarakatan sebagaipengganti dari sistem kepenjaraan, padatahun 1955 masih diusahakan perbaikan-perbaikan terhadap pelaksanaan sistemkepenjaraan tersebut. Hal ini terbuktidengan diselenggarakannya konferensipara direktur dan pemimpin kepenjaraandi sarangan. www.sesukakita.wordpress 173 .com
  • 173. Sehubungan dengan hal tersebut diatas,Bahroedin Soerjobroto, sebagaiseorang praktisi kepenjaraan padakonferensi tersebut ditunjuk untukmemberi preadviesnya. Dalampreadvisnya yang berjudul “ masalah-masalah disekitar pelaksanaanhukuman hilang kemerdekaan danpenutupan-penutupan lainnnyadipenjara” mengatakan: www.sesukakita.wordpress 174 .com
  • 174. “ bahwa orang-orang yang olehhakim dijatuhi hukuman hilangkemerdekaan yang harus segeradijalankan, maka yang selalu menjadiperhatian bagi siterhukum adalahadalah kepentingan keluarganya dankepentingan dirinya sendiri. Olehkarena itu dalam memperlakukansiterhukum ke 2 hal tersebut harusselalu diperhatikan. Selain daripadayang telah dikemukakan diatas yangharus mendapatkan perhatian adalahpenghidupan keluarga dari seseorangyang terhukum”. www.sesukakita.wordpress 175 .com
  • 175. Oleh beliau dikemukakan lebihjauh, bahwa dibeberapa Negaramaju soal mengenai penghidupankeluarga dari seorang yangdihukum hilang kemerdekaanmenjadi “Zoorg” bagi pemerintah. www.sesukakita.wordpress 176 .com
  • 176. Gagasan (Konsepsi) Pemasyarakatan www.sesukakita.wordpress 177 .com
  • 177. Sejak tahun 1945 atau tepatnya setelahperang dunia kedua, perlakuan terhadapnara pidana mendapat perhatian khususdari kalangan dunia internasioanal, karenadalam perlakuan tersebut berdasarkanpada perikemanusiaan, sehingga tercipta“standart minimum Rules for thetreatment of prisoner,” danberkembanglah teori-teori daru dalamsistem pembinaan narapidana. www.sesukakita.wordpress 178 .com
  • 178. Teori-teori lama seperti retributivepunishment dan sebaginya memang lebihmudah untuk direseptir bahkan secaralangsung dapat meresap pada rasa danrasio masyarakat, karena pada umumnyajika ada pelanggaran hukum secaraspontan hanya ditanggapi dari seginegatifnya saja, sedangkan teorirehabilitasi dan resosialisasi dinegaramanapun tentu lebih sukar untuklangsung bisa diterima. www.sesukakita.wordpress 179 .com
  • 179. Karena biasa orang baru berpikirmencari jalan untukmerehabilitasi sesudah merasapuas bahwa sipelanggar hukum itusudah betul-betul menunjukkantobat dan memang oleh yangberwenang telah dianggap cukuphukumannya yang sifatnyaretributif. www.sesukakita.wordpress 180 .com
  • 180. Di Indonesia hal yang telah diuraikandiatas tadi,oleh warga masyarakatnyamemang sangat dirasakan, karena sebagaiNegara yang sudah merdeka, dan jugasebagai Negara hukum, maka dalam halpelanggaran hukum khususnya sipelanggarhuum (nara pidana) harus juga mendapatperlindungan hukum dari Negara dalamrangka mengembalikan mereka ke dalammasyarakat sebagai warga masyarakatyang baik. www.sesukakita.wordpress 181 .com
  • 181. Dengan dasar membela dan mempertahankan“hak asasi manusia” pada suatu Negara hukum(sipelanggar hukum harus juga mendapatperlindungan hukum), maka oleh SAHARDJOS.H. (Menteri kehakiman pada saat itu) padatanggal 5 juli 1963 telah dikemukakan suatugagasan “SISTEM PEMASYARAKATAN”sebagai tujuan dari pidana penjara, yangdiucapkan pada pidatonya yang berjudul “PohonBeringan Pengayoman” pada penganugerahangelar Doktor Honoris Causa dalam bidang ilmuHukum Universitas Indonesia www.sesukakita.wordpress 182 .com
  • 182. Untuk mengetahui lebih lanjut ideyang disampaikan oleh beliau yaituada prinsip-prinsip pokok sistempemasyarakatan yangdisampaiakan yaitu: www.sesukakita.wordpress 183 .com
  • 183. A. Orang-orang yang tersesatdiayomi juga, dengan memberikankepadanya bekal hidup sebagai wargayang baik dan berguna dalammasyarakat. Jelas bahwa yang dimaksud disini adalah masyarakat Indonesia yang menuju ketata masyarakat yang adil dan makmur, Bekal hidup bukan hanya berupa financial dan material tetapi yang lebih penting adalah mentaln fisik (kesehatan) keahlian, keterampilan, hingga orang mempunyai kemauan dan kemampuan yang potensial dan efektif untuk menjadi warga yang baik, tidak melanggar hukum lagi dan berguna dalam oembangunan bangsa. www.sesukakita.wordpress 184 .com
  • 184. B. Menjatuhi pidana bukan tindakan balas dendam dari NegaraMaka tidak boleh ada penyiksaan terhadap nara pidana baik yang berupa tindakan (treatment), ucapan, cara perawatan ataupun penempatan. Satu-satunya derita yang dialami nara pidana hendaknya hanya dihilangkan kemerdekaanya. www.sesukakita.wordpress 185 .com
  • 185. C. Tobat tidak dapat dicapai denganpenyiksaan, melainkan denganbimbingan. Maka kepada nara pidana harus ditanamkan pengertian mengenai norma-norma hidup dan kehidupan, serta diberi kesempatan untuk merenungkan perbuatannya yang lamapu. Nara pidana dapat diikut sertakan dalam kegiatan-kegiatan social untuk menumbuhkan rasa hidup kemasyarakatan. www.sesukakita.wordpress 186 .com
  • 186. E. Negara tidak berhak membuatseseorang lebih buruk/lebih jahatdaripada sebelum ia masuk lembaga Untuk itu perlu ada pemisahan antara: • Yang recidivist dan yang bukan • Yang tindak pidana berat dan ringan • Macam tindak pidana yang dilakukan • Dewasa, dewasa muda dan anak-anak (LPK dewasa muda di sukamiskin) • Laki-laki dan wanita • Orang terpidana dan orang tahanan/titipan. www.sesukakita.wordpress 187 .com
  • 187. E. Selama kehilangan kemerdekaanbergerak,narapidana harus dikenalkandengan masyarakat dan tidak bolehdiasingkan daripadanya.Adapun yang dimaksud sebenarnya adalah tidak diasingkan secara “culture” bahwa mereka secara bertahap akan dibimbing diluar lembaga (ditengah-tengah masyarakat) itu merupakan kebutuhan dalam proses pemasyarakatan. Dan memang sistem pemasyarakatan didasarkan pada pembinaan yang “community centered” serta berdasarkan interaktivitas dan inter- disiplinair approarch antara unsure-unsur pegawai, masyarakat dan nara pidana. www.sesukakita.wordpress 188 .com
  • 188. F. Pekerjaan yang diberikan kepadanara pidana tidak boleh bersifatmengisi waktu, atau hanyadiperuntukkan kepentingan jawatanatau kepentingan Negara sewaktusaja.Pekerjaan harus satu dengan pekerjaan di masyarakat dan untuk ditujukan kepada pembangunan nasional. Maka harus ada integrasi pekerjaan narapidana dengan pembangungan nasional. www.sesukakita.wordpress 189 .com
  • 189. G. Bimbingan dan didikan harusberdasarkan pancasila.Maka pendidikan dan bimbingan itu harus berisikan asas-asas yang tercantum didalamnya.Kepada nara pidana harus diberikan pendidikan agama serta diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadahnya. Harus ditanamkan jiwa kegotongroyongan, jiwa toleransi, jiwa kekeluargaan juga kekeluargaan antar bangsa-bangsa.Kepada nara pidana juga harus ditanamkan rasa persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan Indonesia, musyawarah untuk mencapai mufakat yang positif. www.sesukakita.wordpress 190 .com
  • 190. H. Tiap orang adalah manusia danharus diperlakukan sebagai manusiameskipun ia telah tersesatTidak boleh ditunjukkan kepada narapidana bahwa ia itu penjahat. Sebaliknya ia harus merasa bahwa ia dipandang dan diperlakukan sebagai manusia.Maka petugas pemasyarakatan tidak boleh memakai kata-kata yang dapat menyinggung narapdana khususnya yang berkaitan dengan perbuatannya yang telah lampau yang telah menyebabkan ia masuk lembaga. Segala bentuk “label” yang negative hendaknya sedapat mungkin dihapuskan. www.sesukakita.wordpress 191 .com
  • 191. I. Nara pidana hanya dijatuhi pidanakehilangan kemerdekaanMaka perlu diusahakan supaya narapidana mendapat mata pencaharian untuk kelangsungan hidup keluarganya menjadi tanggungjawabnya, dengan disediakan pekerjaan ataupun dimungkinkan bekerja dan diberi upah untuk pekerjaanya.Sedangkan untuk pemuda dan anak-anak hendaknya disediakan lembaga pendidikan (sekolah) yang diperlukan ataupun yang diberi kesemoatan kemungkinan untuk mendapat pendidikan diluar lembaga. www.sesukakita.wordpress 192 .com
  • 192. Apabila disimpulkan apa yang disampaikan olehSahardjo bahwa pemasyarakatan itu sebagaitujuan dari pidana penjara, dalam tahun 1964dalam konferensi dinas direktoratPemasyarakatan hal tersebut telah dirubahmenjadi suatu sistem pemasyarakatan.Untuk lebih jelasnya, dimana semenjak tahun1955 arah dari perlakuan terhadap orang-orang hukuman hilang kemerdekaan danpenutupan adalah “Re –educatie” dan “Re-Socialicatie”, dan dalam tahun 1963 telahdirubah sehingga menjadi pemasyarakatansebagai tujuan dari pidana penjara, makadalam tahun 1964 hal tersebut dinyatakan www.sesukakita.wordpress 193pula sebagai “Sistem Pembinaan” .com
  • 193. Dari perubahan-perubahan pemikiran tentangnara pidana diatas, ada hal yang sangatdisayangkan, yakni perubahan-perubahan tadiyang bermaksud mulia tidak sekaligus disertaidengan perubahan landasan hukumnya. Dengankata lain walaupun sistem kepenjaraan telahdiganti dengan sistem pemasyarakatan akantetapi landasan hukumnya masih tetapjamanhindia Belanda, yaitu berlandaskan GestichtenReglement Stbl. 1971 No 708 yang seharusnyamenjadi dasar hukum bagi sistem kepenjaraan.Sehingga sistem pemasyarakatan pada saat itutidak bisa berjalan sesuai dengan apa yangdiharapkan. www.sesukakita.wordpress 194 .com
  • 194. SISTEMPEMASYARAKATAN www.sesukakita.wordpress 195 .com
  • 195. Ide Pemasyarakatan sebagaimana dicita-citakan oleh sebagian besar masyarakatIndonesia pada akhirnya pada tahun 1995disahkan satu instrument yang pentingdalam rangka pemasyarakatan yaitudisahkannya Undang-undang Nomor 12Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatandalam Lambaran Negara Nomor 77Tahun 1995. www.sesukakita.wordpress 196 .com
  • 196. Pokok-pokok isi dari undang- undang tersebut adalah Undang-undang nomor 12 tahun 1995 tersebut lahir atas pertimbangan bahwa:• perlakuan terhadap warga binaan Pemasyarakatan berdasarkan sistem kepenjaraan tidak sesuai dengan sistem pemasyarakatan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang merupakan bagian akhir dai sistem pemidanaan; www.sesukakita.wordpress 197 .com
  • 197. • sistem pemasyarakatan merupakan rangkaian penegakan hukum yang bertujuan agar warga binaan pemasyarakatan menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana lagi sehingga dapat diterima kembali di masyarakat, aktif dalam pembangunan dan sebagainya.• dasar-hukum yang dipakai dalam rangka proses pemasyarakatan pada sistem kepenjaraan tidak sesuai dengan sistem pemasyarakatn berdasarkan pancasila dan UUD 1945. www.sesukakita.wordpress 198 .com
  • 198. Pemasyarakatan: Adalahkegiatan untuk malakukanpembinaan warga binaanpemasyarakatan berdasarkansistem, kelembagaan dan carapembinaan yang merupakan bagianakhir dalam tata peradilan pidana; www.sesukakita.wordpress 199 .com
  • 199. Fungsi Sistem Pemasyarakatanadalah untuk menyiapkan wargabinaan pemasyarakatan agar dapatberintegrasi secara sehat denganmasyarakat, sehingga dapat berperankembali sebagai anggota masyarakatyang bebas dan bertanggungjawab(pasal 3 ) www.sesukakita.wordpress 200 .com
  • 200. Lembaga:Lapas:Lembaga PemasyaratanBAPAS: Balai PemasyarakatanLapas dan Bapas didirikandisetiap Ibukota Kabupaten ataukotamadya. Dan jika dipandangperlu dapat didirikan pula cabangditingkat kecamatan dan kotaadministrative. www.sesukakita.wordpress 201 .com
  • 201. WARGA BINAAN PEMASYARAKATANWarga binaan pemasyarakatan yangdimaksud adalah Narapidana, anakdidik pemasyarakatan dan KlienPemasyarakatan www.sesukakita.wordpress 202 .com
  • 202. 1. Narapidana Yang dimaksud dengan nara pidana adalah orang yang menjalani pidana hilang kemerdekaan. Ada kewajiban untuk mendafatar terpidana yang diterima di LAPAS dalam rangka mengubah status terpidana menjadi nara pidana.Pendaftaran yang dimaksud meliputi:• Pencatatan: Jati diri, Putusan pengadilan dan barang-barang serta uang yang dibawa.• Pemeriksaan kesehatan;• Pembuatan pas foto• Pengambilan sidik jari dan pembuatan berita acara serah terima terpidana. Untuk nara pidanawww.sesukakita.wordpress pada LAPAS wanita ditempatkan 203 WANITA. .com
  • 203. Hak-hak Narapidana didalam LAPAS Nara pidana dalam menjalani pidananya di LAPAS berhak:• Melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya;• Mendapat perawatan,baik perawatan rohani maupun jasmani;• Mendapatkan pendidikan dan pengajaran;• Mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak;• Menyampaikan keluhan; www.sesukakita.wordpress 204 .com
  • 204. • Mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa lainnya yang tidak dilarang;• Mendapat upah atau premi atas pekerjaan yang dilaksanakan;• Menerima kunjungan keluarga,penasehat hukum, orang-orang tertentu;• Mendapatkan pengurangan masa pidana (remisi);• Mendapatkan kesempatan berasimilasi termasuk cuti mengunjungi keluarga;• Mendapatkan pembebesan bersyarat;• Mendapatkan cuti menjelang bebas;• Mendapatkan hak-hak lain sesuai dengan peraturan perundang-udangan yang berlaku (hak pilih dalam pemilu dan sebagainya) www.sesukakita.wordpress 205 .com
  • 205. 2. Anak didik Pemasyarakatan yang dimaksud dengan anak didik pemasyarakatan adalah sebagaimana di sebutkan dalam pasal 1 butir ke 8 terdiri dari • Anak Pidana yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan menjalani pidana di LAPAS Anak paling lama sampai berumur 18 tahun; • Anak Negara yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan diserahkan pada Negara untuk dididik dan ditempatkan di LAPAS anak paling lama sampai berumur 18 tahun; • Anak sipil yaitu anak yang atas permintaan orang tua atau walinya memperoleh penetapan pengadilan untuk dididik di LAPAS anak paling lama sampai berumur 18 206 www.sesukakita.wordpress tahun. .com
  • 206. Anak didik pemasyarakatansebagaimana dimaksud diatas jugawajib didaftar seperti narapidanadengan maksud yang samamengubah status dan tatacaranyapun sama dengan nara pidana. www.sesukakita.wordpress 207 .com
  • 207. Hak-hak anak didikpemasyarakatanMengenai hak-hak dari anak didikpemaysrakatan didalam LAPAS anak adalahsama kecuali huruf g yaitu menyangkut hakuntuk mendapatkan upah atau premi ataspekerjaan yang dilakukan, karena kalau anakdiberi upah maka akan terjadi persepsimempekerjakan anak dibawah umur yang akanmelanggar konvensi internasional tentangperlindungan anak.Anak-anak tersebut hanya diberikan latihankerja bukan bekerja. www.sesukakita.wordpress 208 .com
  • 208. 3.Klien PemasyarakatanKliem pemasyarakatan adalah seseorangyang berada dalam bimbingan BAPASSetiap klien yang masuk didalam BAPASwajib didaftar tetapi bukan dalam rangkamerubah status tetapi guna tertibadministrasi. www.sesukakita.wordpress 209 .com
  • 209. Klien sebagai mana dimaksud adalah terdiri dari:• Terpidana bersyarat;• Narapidana, anak pidana, dan anak Negara yang mendapatkan pembebasan bersyarat (bebasnya narapidana setelah menjalani pidananya sekurang-kurangnya 2/3 masa pidananya dengan ketentuan 2/3 tersebut tidk kurang dari 9 bulan) atau cuti menjelang bebas (cuti yang diberikan kepada narapidana yang telah menjalani hukuman sekurang-kurangnya 2/3 masa pidananya dengan ketentuan harus berkelakuan baik dan jangka waktu cuti sama dengan remisi terakhir paling lama 6 bulan) www.sesukakita.wordpress 210 .com
  • 210. • Anak Negara yang berdasarkan putusan pengadilan, pembinaan diserahkan kepada orang tua asuh atau badan social; dan• Anak Negara yang berdasarkan keputusan menteri atau pejabat dilingkungan Direktorat jenderal Pemasyarakatan yang ditunjuk, bimbingannya diserahkan kepada orang tua asuh atau badan social; dan• Anak yang berdasarkan penetapan pengadilan, bimbingannya dikembalikan kepada orang tua atau walinya. www.sesukakita.wordpress 211 .com
  • 211. Dalam hal bimbingan anak Negaradilakukan oleh orang tua asuhatau badan social, maka orang tuaasuh atau badan social tersebutwajib mengikuti secara tertibpedoman pembibingan yangditetapkan dengan keputusanmenteri. www.sesukakita.wordpress 212 .com
  • 212. PEMBINAANPembinaan warga binaanpemasyarakatan dilakukan di LAPASdan pembimbingan dilakukan diBAPAS.Pembinaan di LAPAS dilaksanakansecara intra mural (didalam lapas)dan Ekstra mural (di luar LAPAS) www.sesukakita.wordpress 213 .com
  • 213. Pembinaan secara ekstra mural yang dilakukan diLAPAS disebut ASIMILASI , yaitu: prosespembinaan warga binaan pemasyarakatan yangtelah memenuhi persyaratan tertentu denganmembaurkan mereka ke dalam masyarakat. Danpembimbingan di BAPAS juga ada yang dilakukandengan ektra mural yang disebut INTEGRASIyaitu: proses pembimbingan warga binaanpemasyarakatan yang telah memenuhi syarattertentu untuk hidup dan berada kembali ditengah-tengah masyarakat dengan bimbingandan pengawasan BAPAS.Pembinaan di LAPAS dilakukan terhadap Narapidana dan anak didik pemasyarakatan, www.sesukakita.wordpress .com 214
  • 214. Pembinaan dan pembimbingan wargabinaan pemasyarakatan diselenggarakanoleh menteri dan dilaksanakan olehpetugas pamasyarakatan. Dan dalamrangka penyelelenggaraan pembinaan danpembimbingan warga binaanpemasyarakatan,mentri dapatmengadakan kerjasama dengan instansipemerintah terkait, badan-badankemasyaraatan lainnya, atau peroranganyang kegiatannya seiring denganpenyelenggaraan sistem pemasyarakatan. www.sesukakita.wordpress 215 .com
  • 215. Asas-asas dalam pembinaan Sistem pembinaan pamsyarakatan dilaksanakan berdasarkan asas-asas: • Pengayoman Maksudnya adalah perlakuan terhadap warga binaan pemasyarakatan dalam rangka melindungi masyarakat dari kemungkinan diulanginya tindak pidana oleh warga binaan pemasyarakatan, juga memberikan bekal hidup kepada warga binaan agar menjadi warga yang berguna dalam masyarakat; www.sesukakita.wordpress 216 .com
  • 216. • Persamaan Perlakuan dan pelayanan Maksudnya adalah pemberian perlakuan dan pelayanan yang sama kepada warga binaan pemasyarakatan tenapa mebeda- bedakan orang.• Pendidikan dan pembimbingan Maksudnya adalah bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pembimbingan dilaksanakan berdasarkan pancasila, antara lain penanaman jiwa kekeluargaan, keterampilan, pendidikan kerohanian, dan kesempatan untuk menunaikan ibadah. www.sesukakita.wordpress .com 217
  • 217. • Penghormatan harkat dan martabat manusia Maksudnya adalah bahwa sebagai orang tersesat, warga binaan pemasyarakatan harus tetap diperlakukan sebagai manusia.• Kehilangan kemerdekaan merupakan satu- satunya penderitaan Maksudnya adalah bahwa warga binaan pemasyarakatan harus berada dalam lapas untuk jangka waktu tertentu, sehingga Negara mempeunyai kesempatan untuk memperbaikinya. Selama di LAPAS , warga binaan pemasyarakatan tetap memperoleh hak- haknya yang lain seperti layaknya manusia, dengan kata lain bahwa hak-hak perdatanya tetap terlindugi seperti hak memperoleh perawatan kesehatan, makan, minum, pakaian, tempat tidur, latihan keterampilan, olehraga www.sesukakita.wordpress 218 atau rekreasi. .com
  • 218. • Terjaminnya hak untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan orang tertentu Maksudnya adalah bahwa walaupun warga binaan pemasyarakatan berada di LAPAS, tatapi harus tetap didekatkan dan dikenalkan dengan masyarakat dan tidak boleh diasingkan dari masyarakat, antara lain berhubungan dengan masyarakat dalambentuk kunjungan, hiburan ke dalam LAPAS dari anggota masyarakat yang bebas, dan kesempatan berkumpul bersama sahabat dan keluarga seperti program cuti mengunjungi keluarga. www.sesukakita.wordpress 219 .com
  • 219. BALAI PERTIMBANAGANPEMASYARAKATAN DAN TIMPENGAMAT PEMASYARAKATANMenteri membentuk badanpertimbangan pemasyarakatan dan timpengamat pemasyarakatan yangbertugas memberi saran sertapertimbangan kepada menteri yangberkaitan dengan keluhan ataupengaduan dari warga pemasyarakatan.. www.sesukakita.wordpress 220 .com
  • 220. Balai PertimbanganPemasyarakatan terdiri dari paraahli dibidang pemasyarakatanyang merupakan wakil instansipemerintah terkait, badan nonpemerintah dan perorangan(maksudnya adalah organisasiadvokat/pengacara dan LSM) www.sesukakita.wordpress 221 .com
  • 221. Tim Pengamat Pemasyarakatan yangterdiri dari pejabat LAPAS DANBAPAS atau bejabat terkait lainnyayang bertugas:• Memberi saran mengenai bentuk-bentuk dan program pembinaan dan pembimbingan dalam melaksanakan sistem pemasyarakatan;• Membuat penilaian atas pelaksanaan program pembinaan dan pembimbingan;• Menerima keluhan dan pengaduan dari warga binaan pemasyarakatan. www.sesukakita.wordpress 222 .com
  • 222. KEAMANAN DANKETERTIBAN Tanggungjawab atas ketertiban dan keamanan LAPAS menjadi tanggugjawab KALAPAS (Kepala Pemasyarakatan), oleh sebab itu Kalapan memiliki wewenang untuk memberikan tindakan disiplin atau menjatuhkan hukuman disiplin terhadap warga binaan pemasyarakatan yang melanggar peraturan keamanan dan ketertiban dilingkungan LAPAS. www.sesukakita.wordpress 223 .com
  • 223. Jenis –jenis hukuman disiplin dapat berupa:• Tutupan sunyi paling lama 6 (enam)hari bagi terpidana atau anak pidana dan atau• Menunda atau meniadakan hak-hak tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. www.sesukakita.wordpress 224 .com
  • 224. Yang paling penting adalah dalammemperlakukan tindakan disiplinbagi warga binaan, KALAPASharus berlaku adil dan tidaksewenang-wenang danmendasarkan kepada peraturanLAPAS. www.sesukakita.wordpress 225 .com

×