Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Like this document? Why not share!

Like this? Share it with your network

Share

Organisasi Nirlaba, Tantangan dan Penggalangan Dananya

  • 8,486 views
Uploaded on

Skripsi sebelum direvisi.

Skripsi sebelum direvisi.

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
8,486
On Slideshare
8,485
From Embeds
1
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
229
Comments
0
Likes
2

Embeds 1

http://www.slideshare.net 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi adalah jalinan yang menghubungkan kehidupan manusia, pembelajaran ilmu kehidupan manusia pun mau tidak mau didasarkan atas bidang komunikasi.1 Pada saat seseorang berkomunikasi, orang tersebut menghasilkan, mengalihkan, dan menerima pesan-pesan. Setiap interaksi komunikasi menyediakan data bagi pemberi informasi ataupun penerima informasi. Potensi produktivitas dalam organisasi maupun dalam suatu komunitas di masyarakat akan meningkat apabila mereka memiliki informasi yang diperlukan.2 Masyarakat akan cenderung merasa lebih baik mengenai diri mereka sendiri jika mereka diberi informasi dengan baik dan diberi jalan masuk menuju informasi tersebut.3 Jalan masuk untuk mendapatkan informasi adalah bagian dari rasa keadaan percaya dan rasa aman. Komunikasi bertujuan untuk mempengaruhi orang lain, dan para komunikator dalam organisasi melakukan upaya komunikasi dengan tujuan untuk menolong orang lain. Komunikasi 1 Littlejohn, Stephen W, 1992, Theories of Human Communication, Albuquerque, New Mexico. P. 2-10 2 Curtis, Dan B., Floyd, James J., and Jerry L. Winsor. Komunikasi Bisnis dan Profesional. Rosdakarya. Bandung. 1996. Hal 5 3 Ibid.
  • 2. 3 menjadi berguna untuk merangsang minat, mengurangi permusuhan, dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan suatu tugas atau mendidik perilaku.4 Hubungan Masyarakat (Humas) sebagai jurusan akademis pada awalnya merupakan perkembangan dari prinsip-prinsip dasar dalam berkomunikasi.5 Seiring dengan perkembangan teknik, ilmu pengetahuan, dan lingkungan, humas pun berevolusi. Jumlah literatur tentang kehumasan berkembang dari beberapa helai brosur menjadi suatu kepustakaan luas yang mencakup bidang-bidang yang begitu beragam dan terspesialisasi seperti: pendapat umum dan persuasi; teori, metode, teknologi, dan evaluasi komunikasi; riset, media; analisis isi, studi khalayak; manajemen; peraturan pemerintah dan hukum, serta pertanggung jawaban sosial. Revolusi komunikasi yang berlangsung saat ini memperlihatkan perkembangan penting dalam menjawab tantangan-tantangan yang sedang dihadapi oleh masyarakat dan arah-arah yang mungkin ditempuh di masa depan. Humas adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanaan-kebijaksanaan dan prosedur-prosedur oleh individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik. 6 Prinsip komunikasi dua arah yang melandasi humas bertujuan untuk menciptakan dorongan kearah penciptaaan kebijaksanaan, menjelaskan kebijaksanaan, 4 Ibid. 5 Moore, H. Frazier, 1981, Humas: Membangun Citra Dengan Komunikasi. Rosdakarya Bandung. Hal iii 6 Ibid..Hal 6
  • 3. 4 mengumumkan, mempertahankan kebijaksanaan, atau mempromosikannya kepada publik sehingga memperoleh saling pengertian dan itikad baik.7 Dalam organisasi, upaya mengkomunikasikan itikad baik banyak dilakukan oleh pemerintah, organisasi untuk laba maupun nirlaba. Organisasi untuk laba melakukannya melalui upaya divisi tanggung jawab sosisal perusahaan (Coorporate Social Responsibility) maupun iklan layanan masyarakat, sementara organisasi nirlaba melakukannya dengan cara yang lebih alamiah, itikad baik adalah dasar mengapa organisasi nirlaba tersebut didirikan. Sementara organisasi untuk laba mengupayakan jasa dan produk dalam lini usaha mereka, organisasi nirlaba tidak berupaya menjual produk ataupun jasa, ataupun mencoba menciptakan peraturan dan kontrol seperti yang dilakukan pemerintah. Menurut Peter F. Drucker, pakar manajemen untuk organisasi nirlaba, produk organisasi nirlaba bukanlah sepasang sepatu atau peraturan yang efektif. Produk organisasi nirlaba adalah "perubahan menjadi manusia yang lebih baik". Institusi nirlaba adalah agen perubahan pada manusia. Pada insititusi nirlaba "produk" nya adalah pasien yang sembuh, seorang anak yang berhasil mempelajari sesuatu, dan anak muda yang tumbuh menjadi pribadi dewasa yang menghargai diri mereka sendiri; dan apabila dilihat dalam bentuk keseluruhannya; perubahan pada kehidupan manusia.8 Drucker berpendapat bahwa organisasi nirlaba memiliki tantangan yang berbeda dari organisasi untuk laba, organisasi ini memerlukan upaya jelas dalam berkonsentrasi menghidupkan misi organisasi, mengasah 7 Ibid. Hal 7 8 Drucker, Peter Ferdinand. Managing the non-profit organization. Butterworth-Heinemann Publishing, Massachusetts, 1990. P. 3
  • 4. 5 kepemimpinan, dan melakukan manajemen sumber daya. 9 Sebagai fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan target khalayak yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi, humas berperan untuk menjaga citra organisasi. Citra adalah kesan yang diperoleh seseorang berdasarkan tingkat pengetahuan dan pengertiannya akan fakta-fakta yang ia miliki tentang sesuatu (baik itu orang, produk atau situasi). Informasi yang salah tentang seseorang akan mengakibatkan pencitraan yang salah tentang orang tersebut. Humas memiliki peranan kunci untuk membantu memberi informasi baik pada publik internal maupun eksternal untuk menyediakan informasi yang faktual, dalam format yang mudah dimengerti, sehingga ketidak pedulian akan organisasi, produk, atau perseorangan dapat diluruskan. Citra dan pengertian yang salah dan tidak diluruskan tentang sesuatu dapat memiliki kekuatan perusak karena menjadi institusi/ orang yang dikenal membingungkan publik. Humas juga memiliki peran dalam menciptakan ketertarikan publik pada situasi tertentu atau pada rangkaian acara yang dapat memiliki pengaruh besar pada organisasi atau sekelompok orang. Menggunakan metode-metode dan teknik humas pada acara-acara seperti ini bisa jadi akan sangat efektif. Khalayak pada umumnya skeptis atau tidak peduli pada suatu situasi karena mereka tidak mengerti apa yang tengah terjadi, atau mengapa. Saat hal ini terjadi Humas berperan dalam memainkan kartu, dimana kartu ini berfungsi menjelaskan situasi tertentu atau suatu keadaan dengan sejelas-jelasnya 9 Ibid.
  • 5. 6 sehingga ketidak pedulian, bahkan permusuhan dalam suatu lingkungan dapat menjadi pengertian dan penerimaan. Pekerjaan humas yang berhasil adalah saat organisasi/ orang/ atau situasi yang didukungnya mendapatkan simpati dan satu-satunya jalan agar hal ini tecapai adalah dengan menyediakan informasi yang jelas dan tidak bias. Wikimedia Indonesia adalah organisasi nirlaba berbentuk perkumpulan dengan misi mendorong pertumbuhan, pengembangan, dan penyebaran pengetahuan dalam bahasa Indonesia dan bahasa lain yang dipertuturkan di Indonesia secara bebas dan gratis. Pendirinya merupakan sukarelawan aktif Wikipedia bahasa Indonesia yang vokal mengadvokasikan perlunya pengetahuan bebas untuk publik melalui media massa dan berbagai seminar. Sebagai organisasi berbadan hukum, Wikimedia Indonesia menjadi identitas para sukarelawan untuk bertemu, mengumpulkan dana, dan membangun proyek sehingga memungkinkan misi membebaskan pengetahuan dilakukan secara teroganisir, terencana, dengan target yang jelas. Saat didirikan dan diakui sebagai afiliasi Wikimedia Foundation (WMF) di bulan Desember 2008, Wikimedia Indonesia menjadi salah satu afiliasi dari ke-27 mitra lokal WMF di dunia. Misi membebaskan pengetahuan adalah usaha global yang memberikan alternatif cara untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan karena ketiadaan akses ataupun tidak-tersedianya informasi itu sendiri. Salah satu masalah organisasi adalah fakta dimana situs pengetahuan yang mereka dukung, sebuah situs pengetahuan terbesar berbahasa
  • 6. 7 Indonesia yang dikunjungi oleh 1,5 juta pembaca setiap harinya, hanya memiliki rata-rata 28 kontributor yang menyumbang lebih dari tiga kali suntingan per hari. Menurut alexa, sebuah perusahaan informasi untuk kunjungan situs web, situs Wikipedia pada bulan Mei 2010 merupakan situs dengan peringkat ke-11 yang paling banyak dikunjungi di Indonesia, separuh kecil (40 persen) dari arus pengunjung Indonesia mengunjungi situs Wikipedia bahasa Inggris dan separuh besarnya (50 persen) mengunjungi Wikipedia bahasa Indonesia.10 Aktifitas suntingan lebih dari tiga kali per hari dinamakan pengguna “sangat aktif” untuk statistik, sementara pengguna “aktif” adalah pengguna yang melakukan aktifitas tiga kali sunting dalam sebulan, pengguna “pasif” adalah pembaca yang tidak melakukan suntingan sama sekali. Sehingga bisa dikatakan pengguna sangat aktif stagnan di 11 angka rata-rata 28 orang per bulan selama tiga tahun (2007-2009). Salah satu aktifitas yang diharapkan dapat berkontribusi langsung untuk penambahan pengguna sangat aktif; yaitu seminar dan pelatihan setelah dilakukan sekitar sembilan kali di berbagai kota, termasuk Jakarta, namun hasilnya tidak terlihat dalam penambahan pengguna baru. Pengamatan pada organisasi ini menunjukkan bahwa organisasi membutuhkan dana untuk melaksanakan aktifitasnya namun terbentur dengan idealisme ke-sukarela-an. Walaupun organisasi memiliki model organisasi dan struktur yang baik, tidak adanya manajemen yang diterapkan dalam organisasi mengakibatkan struktur tersebut tidak berfungsi. Organisasi tidak memiliki 10 Siaran Pers Wikimedia Indonesia Peluncuran Kompetisi: http://wikimedia.or.id/wiki/Siaran_pers/_Peluncuran_Kompetisi_Menulis_Bebaskan_Pengetahuan_2010 11 Situs statistik Wikipedia bahasa Indonesia: http://stats.wikimedia.org/EN/ChartsWikipediaID.htm
  • 7. 8 sumber daya untuk mendapatkan dana dan luasnya cakupan hal-hal yang ingin dilakukan membuat organisasi tidak fokus. Berafiliasi dengan organisasi- organisasi Wikimedia lain di dunia yang notabene hampir seluruhnya berada di negara maju dan sudah lebih dulu berdiri, organisasi afiliasi tersebut tidak memiliki masalah dana, menjadikan masalah Wikimedia Indonesia geografi- spesifik. Hal ini membuat posisi Wikimedia Indonesia terjepit oleh ide-ide yang berhasil di belahan dunia barat yang tidak cocok diterapkan di Indonesia karena tantangan dan kesempatan yang ada, secara geografis, berbeda. Pertanyaan besar lain adalah mengapa organisasi nirlaba seperti Wikimedia Indonesia, walaupun sudah mendapatkan banyak publikasi, sulit mendapatkan sumbangan, dan tidak mendapatkan tawaran hibah? Padahal di luar organisasi serupa hidup melalui sumbangan dan dibantu dana hibah oleh pemerintah masing-masing. Walaupun begitu organisasi ini potensial untuk mendapatkan dana dan mengembangkan diri karena upayanya yang baik menarik banyak liputan media. Hasil pengamatan lain dalam organisasi adalah minimnya sumber daya manusia. Organisasi didirikan oleh 19 orang dan kini memiliki 24 anggota. Seluruh anggota ini merupakan relawan dengan kesibukannya masing-masing, baik sebagai professional maupun kesibukan keluarga. Mereka tidak memiliki banyak waktu, bahkan untuk bertemu. Kemampuan penggalangan dana untuk Wikimedia Indonesia menjadi menarik untuk diteliti karena setelah reformasi banyak bermunculan kekuatan masyarakat sipil dalam bentuk kelompok-kelompok kepentingan ataupun
  • 8. 9 kelompok berdasarkan kesamaan ketertarikan. Membangun masyarakat sipil dan menyediakan layanan-layanan yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh rakyat membantu memperkuat negara dalam upayanya mengamankan, memakmurkan, mendamaikan dan memajukan rakyat. Tiga pilar utama negara demokrasi adalah pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat sipil. Tiga pilar ini menyokong berdirinya negara yang kuat, apabila salah satu dari pilar ini goyah, makah, seluruh sistem juga menjadi labil. Masyarakat sipil berada diantara pemerintah dan sektor bisnis, dan seringkali menyuarakan perubahan antara keduanya dan memberikan kebutuhan masyarakat yang tidak dapat diberikan oleh pemerintah atau pasar bisnis secara sendiri-sendiri. Pendidikan dan kesehatan, keagamaan dan keluarga, hal hal ini lah yang berada dalam ranah masyarakat sipil. Masyarakat dimana individu-individu saling bekerjasama dan dengan otoritas, dan masalah individu ataupun sosial dapat diatasi. Masyarakat sipil juga suatu bentuk asuransi dimana kelompok- kelompok kepentingan yang tidak dapat diwakili oleh kekuatan politik dan kekuatan ekonomi dapat menyuarakan kekhawatirannya. Kemampuan menggalang dana menjadi kemampuan penting pada kelompok-kelompok ini untuk dapat melaksanakan kegiatannya. Peneliti tertarik untuk mengetahui apakah program humas dalam organisasi-organisasi seperti Wikimedia Indonesia berperan bagi kemampuan penggalangan dana dan membantu lembaga donatur memutuskan pemberian hibah. 1.2.Perumusan masalah Berdasarkan pemaparan latar belakang sebelumnya maka perumusan
  • 9. 10 masalah penelitian ini adalah: Bagaimana mengidentifikasi peran dan fungsi humas dalam program “Bebaskan Pengetahuan 2010” bagi kemampuan penggalangan dana organisasi nirlaba Wikimedia Indonesia? 1.3.Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran dan fungsi humas dalam program “Bebaskan Pengetahuan 2010” bagi kemampuan penggalangan dana organisasi nirlaba Wikimedia Indonesia. 1.4.Kegunaan penelitian 1.4.1 Kegunaan akademis Penelitian ini akan menjadi sumbangan dan bahan masukan bagi pengembangan ilmu komunikasi khususnya dalam bidang humas. Khususnya ditilik dari bagaimana upaya organisasi nirlaba dalam mendapatkan simpati dari pemangku kepentingan berdasarkan penerapan- penerapan teori tentang pelaksanaan komunikasi untuk humas. 1.4.2. Kegunaan praktis Penelitian program humas yang diterapkan secara strategis dan terintegrasi akan sangat berguna untuk: • Organisasi serupa: banyak organisasi nirlaba berbasiskan komunitas mulai bermunculan di Indonesia, sebagian besar mengalami masalah dana, krisis kepemimpinan, dan terjadinya distorsi misi organisasi saat
  • 10. 11 menerjemahkan visi dan misi organisasi menggunakan acara langsung sebagai implementasi misi dilapangan. Penelitian ini dapat membantu memahami praktek yang berhasil dan memetik pelajaran berharga untuk menghindari pengulangan uji coba hal yang sama di lapangan sebagai kajian reaksi publik internal dan eksternal. • Bagi pemerintah: mendukung program-program berbasis akar rumput yang muncul dari masyarakat. Sehingga pemerinta dapat mengevaluasi kebijakan-kebijakan dan program untuk publik sehingga selaras dan sinergis dengan harapan masyarakat sipil yang mendukung upaya yang sama melalui organisasi nirlaba mereka • Bagi lembaga donor: agar memahami tantangan organisasi nirlaba dalam masyarakat sipil Indonesia dan mengevaluasi bagaimana program – program yang diperkenalkan oleh organisasi nirlaba dapat diterima oleh para target khalayaknya. • Bagi masyarakat umum: sebagai penikmat hasil upaya-upaya kelompok dapat menentukan dukungan mereka berdasarkan prioritas yang mereka rasakan sendiri. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Komunikasi Komunikasi adalah jalinan yang menghubungkan kehidupan manusia, pembelajaran ilmu kehidupan manusia pun mau tidak mau didasarkan atas
  • 11. 12 bidang komunikasi.12 Komunikasi secara etimologi terkait pada kata “communion” yang berasal dari Bahasa Perancis Kuno yang berarti berbagi (perasaan) dan “community” yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti sekelompok orang yang tertarik akan hal yang sama – keduanya merupakan kata yang berasal dari Bahasa Latin “Communicare” yang berarti “untuk dibuat menjadi sama”.13 Banyak pakar bergulat akan definisi komunikasi dan mencoba menjawab bagaimana dan mengapa komunikasi terjadi. Secara akademis definisi komunikasi dibedah untuk menentukan variabel apa yang membantu manusia memahami mengapa sebagian orang dapat berkomunikasi lebih efektif dari sebagian lainnya. Definisi komunikasi juga menjadi dasar untuk menjelaskan apakah komunikasi merupakan sebuah proses atau tindakan, ataukah merupakan rangkaian dari tindakan-tindakan yang kemudian dilihat sebagai proses? Beberapa definisi komunikasi lainnya mencoba menjelaskan apakah komunikasi merupakan fungsi, dan apakah manusia dapat tidak berkomunikasi? Sejalan dengan waktu, penggunaan simbol-simbol untuk mentransmisikan ide-ide dan informasi dari orang yang satu ke orang yang lain menjadi satu variabel komunikasi antar pribadi. Kemudian muncul pemaknaan, dimana komunikasi merupakan terciptanya makna saat penerima berhasil menerjemahkan apa yang orang lain (pengirim) lakukan atau ucapkan.14 12 Littlejohn, Stephen W. Theories of Human Communication, Albuquerque, New Mexico. 1992. P. 2-10 13 Weekly, E. An Etimological Dictionary of Modern English (Vol.1). Dover Publication, New York. 1967 14 Heath R. L and Bryant J. Human Communication Theory and Research: Concepts, Context, and Challenges.
  • 12. 13 Kemampuan menerjemahkan pesan oleh penerima ini dipertimbangkan sebagai dasar dari komunikasi. Sejalan dengan penemuan-penemuan di bidang teknologi komunikasi “interaksi” masuk dalam definisi-definisi komunikasi. Komunikasi sebagai bentuk interaksi yang muncul antara satu orang dan lainnya sebagai cermin keinginan untuk berbagi dan membuat kemajuan dalam membina hubungan. Manusia juga diperkirakan membentuk identitas mereka dan membangun hubungan antar pribadi melalui komunikasi. 15 Para pakar kemudian mempelajari lebih lanjut apakah sebagian hubungan antar pribadi lebih baik dari sebagian lainnya karena orang-orang didalamnya dapat berkomunikasi dengan baik? Karena itu dipertimbangkan juga apabila komunikasi dapat memberbaiki hubungan apakah yang sebaliknya dapat terjadi. Di saat lain kajian tentang komunikasi massa (melalui media radio, TV, atau koran) mulai mengevaluasi apakah siaran/ publikasi yang mereka siarkan, mengendalikan apa yang pemirsa/ pembacanya pikirkan. Penelitian lain menunjukkan bahwa pembaca/ pemirsa justru membentuk wacana media massa melalui pilihan media yang mereka lakukan saat mereka membeli koran/ majalah tertentu atau menentukan pertunjukkan apa yang akan mereka tonton. Berbagai macam definisi komunikasi ini secara ringkas mencakup empat hal: definisi komunikasi yang mencakup komunikasi antar pribadi, kelompok, organisasi, dan media massa. Berikut adalah penjabarannya.16 Gebner (1967) mendefinisikan komunikasi sebagai “interaksi melalui Lawrence Erlbaum Associates, Inc,. Publishers. New Jersey 2000. P 46-48 15 Ibid. 16 Ibid.
  • 13. 14 rangkaian pesan-pesan. Pesan-pesan ini secara formal berupa kode-kode simbolik atau kejadian-kejadian yang mewakili arti tertentu yang dimengerti secara umum dalam sebuah kebudayaan yang diproduksi untuk membangunkan pengertia tersebut.”17 Untuk mengindikasikan bagaimana komunikasi muncul, Gebner menggunakan istilah “membangunkan”. Seperti banyak pakar lainnya yang berpikir bahwa pesan merangsang atau “membangunkan” makna. Komunikasi seperti ini bersandar pada paradigma “rangsangan – umpan balik” atau dikenal sebagai “stimulus-respon”. Apa yang seseorang katakana (rangsangan) memiliki makna sesuai dengan hasi pemaknaan (umpan balik) orang lain akan pernyataan tersebut. Gebner juga mengmukakan pesan secara resmi (formal) dikemas dalam “kode”. Dalam definisi komunikasinya Gebner tidak mengikut-sertakan komunikasi informal atau perilaku tidak sengaja, termasuk diantaranya petunjuk-petunjuk nonverbal seperti anggukan persetujuan atau melirik orang lain. Apakah seseorang berkomunikasi dengan orang lain walaupun ia tidak bermaksud begitu? Teori akomodasi tuturan kata memberikan penjelasan bagaimana umpan balik nonverbal, cocok dengan perilaku yang muncul; apabila satu orang senang dengan orang lain, ia cenderung untuk berperilaku sama dengan orang tersebut. E.M Rogers dan Kincaid (1981) mengemukakan teori konvergensi dimana mereka memberikan argumentasi bahwa melalui komunikasi “pihak- pihak yang berkomunikasi menciptakan dan bertukar informasi antar satu dan 17 Mass Media and Human Communication Theory. In Frank E.X. Dance (Ed.) Human Communication Theory: Original Essays. New York: Holt, Rinehart & Winston, 1967. Reprinted in Denis McQuail (Ed.) Sociology of Mass Communications. New York: Penguin Books, 1972.. P. 430.
  • 14. 15 lainnya dengan tujuan menemukan pemahaman bersama melalui percakapan”18 Disini ditekankan bahwa insentif dari komunikasi adalah pemahaman, dan “komunikasi merupakan awal dari pengertian”. Cronan, Pearce, dan Haris (1982) melihat komunikasi sebagai “Proses dimana seseorang menciptakan memelihara, dan mengubah aturan sosial, hubungan antar manusia, dan identitas.”19 Definisi ini menantang para peneliti komunikasi untuk melihat bagaimana “manusia berkoordinasi menggunakan keterampilan mereka mengelola pesan untuk menyampaikan makna.” Sebelumnya W.B. Pearce dan Cronan (1980) yakin bahwa melalui komunikasi “ banyak orang secara kolektif menciptakan dan mengelola realitas sosial”.20 Seperti juga E.M Rogers dan Kincaid (1981), Pearce dan Cronen beralasan bahwa orang-orang berinteraksi karena mereka harus berkoordinasi – datang untuk berbagi – dimana ini berarti beradaptasi dengan cukup baik untuk dapat hidup bersama pada derajat keteraturan sosial tertentu. Pandangan dimana komunikasi dilihat sebagai interaksi menekankan upaya-upaya dinamis yang dilakukan oleh banyak orang saat mereka berkomunikasi antara satu dan lainnya. Analisis ini menunjukkan bagaimana interaksi membentuk pola-pola yang pada akhirnya penting dalam pembelajaran komunikasi antar pribadi. Mc Laughin (1984) beralasan bahwa percakapan tidak tumbuh secara acak, mereka mengikuti pola-pola spesifik, 18 Rogers, E. M., & Kincaid, D. L. Communication networks: Toward a new paradigm for research. New York: Free Press. 1981. P 63. 19 Vernon E. Cronen, W. Barnett Pearce, and Linda M. Harris. "The Coordinated Management of Meaning: a Theory of Communication," P 85-86.in Frank E. X. Dance, ed., Human Communication Theory. New York: Harper and Row. 1982. 20 W. Barnett Pearce and Vernon E. Cronen. Communication, Action and Meaning: The Creation of Social Realities. Praeger, 1980. P. 7
  • 15. 16 dan belokan-belokan tertentu yang patuh terhadap aturan. Bagaimana seseorang memahami situasi dimana mereka berinteraksi mempengaruhi bagaimana mereka berkomunikasi.21 Manusia menggunakan aturan untuk mencapai tujuan, mereka menggunakan pemahaman mereka dalam menangani situasi (Cody dan Mc Laughin 1985).22 Pada tahun 1986 DeVito mengembangkan pengertian komunikasi melalui bukunya “The Communication Handbook: A Dictionary”. Menurut DeVito komunikasi adalah sebuah proses atau tindakan dimana pesan disampaikan pengirim kepada penerima melalui saluran tertentu (transmisi) yang terjadi dengan adanya gangguan.23 Beberapa ahli kemudian menambahkan bahwa transmisi ini disengaja dengan tujuan menimbulkan perubahan. DeVito menjelaskan konsep “proses” dalam definisi diatas sebagi sesuatu yang berkelanjutan, tidak diam (statis). “Komunikasi digambarkan sebagai proses untuk menekankan bahwa selalu ada yang berubah, selalu bergerak”.24 Karena itu dalam konsep proses, komunikasi digambarkan sebagai rangkaian aktifitas yang berkelanjutan dan tidak terputus. Proses komunikasi melibatkan dimensi waktu dimana sifat-sifat tertentu, sebab- sebab, dan akibat-akibat dari beberapa tindakan komunikasi bisa jadi merubah subyek komunikasi dalam siklus waktu dimana tindakan komunikasi tersebut dilakukan. Karena itu elemen kunci dalam proses komunikasi ini adalah 21 McLaughlin, Margaret L. Conversation: How talk is organized. Sage Series in Interpersonal Communication 3. Beverly Hills. 1984. 22 Cody, M.J., & McLaughlin, M.L. The situation as a construct in interpersonal communication research. In M. L. Knapp & G. R. Miller (eds.), Handbook of interpersonal communication. (pp. 263-312). Sage. Beverly Hills. 1985 23 DeVito, J.A. The Communication Handbook:A Dictionary. Harper & Row. New York. 1986. P. 61 24 Ibid. P. 238
  • 16. 17 terjadinya “perubahan”.25 Sementara “pesan” merupakan “sinyal atau kombinasi dari sinyal yang berfungsi sebagai rangsangan untuk penerima”.26 Pesan bisa jadi berupa tanda atau lambang. Tanda, disatu sisi merupakan sesuatu yang alamiah, suatu fenomena yang dimengerti secara universal, contohnya: kilat, yang kemudian diikuti dengan gemuruh petir, atau asap, yang menyadarkan orang akan adanya api (sebagai penyebabnya). Disisi lain simbol atau lambang, merupakan ciptaan/ kreasi manusia. Lambang lalu lintas “berhenti” misalnya, merupakan ciptaan manusia untuk menyampaikan pesan, dan karena lambang tersebut tidak alamiah ataupun tidak dimengerti secara universal karena itu dinamakan sebagai simbol. Saluran dalam pernyataan ini merupakan “kendaraan” atau medium yang digunakan untuk mengirimkan sinyal-sinyal komunikasi. 27 Saluran yang digunakan bisa jadi dapat dirasakan secara visual ataupun tidak, contohnya; jarak antara dua orang yang sedang berbicara, suatu tempat diskusi dalam jaringan (online), pesawat televisi, dan lain sebagainya. Sementara gangguan adalah seluruh faktor-faktor yang bertanggung jawab yang mengubah bentuk pesan yang dimaksudkan oleh pengirim, dan seluruh faktor yang menggangganggu penerima menerima pesan sebagaimana pesan tersebut dikemas oleh si pengirim untuk diterima.28 DeVito mengidentifikasikan tiga macam gangguan dalam komunikasi: gangguan fisik, 25 Anderson, J.A. Communication research: Issues and methods. McGraw-Hill Book Company. New York. 1987. P. 46 26 DeVito, op.cit., P. 201 27 DeVito, op.cit., P. 52 28 DeVito, op.cit,. P. 209
  • 17. 18 gangguan psikologis, dan gangguan semantic. Tipe pertama, gangguan fisik, mempengaruh transmisi sinyal atau pesan secara fisik: seperti suara kendaraan yang berisik, bunyi musik yang terlalu kencang, pembicara yang canggung, ataupun kacamata hitam. Gangguan psikologis diantaranya termasuk pendapat buruk tentang seseorang atau sesuatu yang sudah terbentuk sebelum pesan disampaikan, bias dikarenakan pengalaman/ kesukaan penerima yang tidak berhubungan dengan pesan dan dapat mengubah bentuk penerimaan ataupun pemrosesan pesan. Gangguan psikologis ini dapat terjadi pada pengirim ataupun penerima. Dalam gangguan semantic, Devito mengetengahkan bahwa hal ini dikarenakan ketidakmampuan penerima memahami pesan yang dikirimkan oleh komunikator. Hal ini, diantaranya, dikarenakan: jargon, istilah teknis, atau istilah-istilah rumit lainnya. Banyak definisi-definisi memperlihatkan proses pengaruh- mempengaruhi (pengaruh sosial). Dengan caranya yang mirip, Hewes & Planalp (1987) memberikan argumentasi bahwa komunikasi timbul saat perilaku seseorang berdampak pada orang lain.29 Kemampuan berkomunikasi tingkat tinggi adalah yang membedakan manusia dengan hewan. Kehidupan kita sehari-hari berpengaruh besar pada cara kita berkomunikasi dengan orang lain.30 Penelitian mengenai komunikasi ini difokuskan pada komunikasi sebagai proses dari perilaku yang sengaja dikirimkan dan diterima. 29 Hewes, D. E. and Planalp, S. The individual's place in communication science. In C. R. Berger & S. H. Chaffee (Eds.), Handbook of communication science (pp. 146-183). Newbury Park, CA: Sage. 1987 30 Gonick, Larry. Kartun (non) Komunikasi: Guna dan salah guna informasi dalam dunia modern. Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta. 2007.
  • 18. 19 2.2 Hubungan Masyarakat Pada tahun 1978 bertempat di World Assembly of Public Relations di Meksiko Hubungan Masyarakat (Humas) dideskripsikan sebagai pengetahuan sosial dan seni dalam menganalisis kecenderungan, meramalkan akibat- akibatnya, mengkonsultasikannya pada pimpinan-pimpinan organisasi, serta melaksanakan program-program yang telah terencana dengan tujuan melayani kepentingan organisasi dan kepentingan publik pada saat yang sama. Sementara Webster New World Dictionary mendeskripsikan Humas sebagai “Hubungan dengan masyarakat luas, seperti melalui publisitas, khususnya menggunakan fungsi-fungsi manajemen perusahaan, organisasi, dan sebagainya yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan opini publik dan citra yang menyenangkan bagi dirinya sendiri.”31 Menurut British Institute of Public Opinion Humas adalah upaya yang disengaja, direncanakan, dan berkesinambungan untuk memelihara pemahaman bersama antara organisasi dan publiknya. Sementara Public Relations Institute of South Africa mendeskripsikan Humas sebagai fungsi manajemen, melalui komunikasi, melalui persepsi- persepsi dan hubungan yang strategis antara organisasi dan pemangku- pemangku kepentingannya baik secara internal maupun eksternal. Definisi spesifik yang menekankan akan tanggung jawab Humas pada khususnya diberikan oleh Public Relation News dimana Humas dijabarkan sebagai fungsi 31 Webster’s New World Dictionary of the American Language, 2nd college ed., William Collins & World Publishing Co., Inc. Cleveland. 1978
  • 19. 20 manajemen yang mengevaluasi sifat publik, mengidentifikasi kebijaksanaan- kebijaksanaan dan prosedur-prosedur seorang individu atau sebuah organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengeritan dan penerimaan publik.32 Cutlip, Center, dan Broom (1986) mendefinisikan Humas sebagai fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.33 Definisi ini mengidentifikasi pembentukan dan peliharaan hubungan baik yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publik sebagai basis moral dan etis dari profesi humas. Pada saat yang sama definisi ini juga mengemukakan kriteria untuk menentukan apa humas itu dan apa yang bukan humas. 2.3.Identifikasi Peran dan Fungsi Humas Identifikasi adalah (1) upaya untuk menyamakan atau (2) memisahkan satu hal dengan hal lain, secara lebih spesifik.34 2.3.1. Peran Humas Prinsip komunikasi dua arah yang melandasi humas bertujuan untuk menciptakan dorongan kearah penciptaaan kebijaksanaan, menjelaskan kebijaksanaan, mengumumkan, mempertahankan kebijaksanaan, atau mempromosikannya kepada publik sehingga memperoleh saling pengertian 32 Moore, H. Frazier, 1981, Humas: Membangun Citra Dengan Komunikasi. Rosdakarya Bandung. Hal. 6 33 Scott M. Cutlip, Allen H. Center, Glen M. Broom. Effective Public Relations. Prenada Media Grup. 2006. Hal 6. 34 Merriam-Webster Dictionary: Identify
  • 20. 21 dan itikad baik.35 Bagi organisasi, pentingnya penyediaan informasi melalui komunikasi tidak terbatas hanya untuk kalangan eksternal saja, kalangan internal juga selain perlu pasokan informasi, perlu juga didengarkan. Menurut Argenti (2003) jajaran manajemen perlu tahu bahwa apabila mereka menyediakan informasi, mereka harus pula mendengarkan. Anggota organisasi yang didengarkan akan menjadi lebih termotivasi dengan apa yang sedang mereka kerjakan, merasa memiliki hubungan dengan misi organisasi dan mengambil posisi untuk mendukung tujuan-tujuan organisasi.36 Untuk dapat berfungsi sebagai kelompok, maka individu-individu yang mengelompok bersama harus dapat menentukan sistem komunikasi dan bahasa yang memungkinkan penerjemahan atas apa yang sedang terjadi. Manusia sebagai organisme tidak bisa mentoleransi terlalu banyak ketidak pastian ataupun kelebihan rangsangan stimulus pada otak mereka, disinilah Humas berperan untuk memelihara pemahaman bersama antara organisasi dan publiknya. Sebagai fungsi manajemen, Humas berperan dalam mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanaan-kebijaksanaan dan prosedur- prosedur oleh individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik.37 Sim-Kraus (2010) mengidentifikasi lima peran Humas dalam organisasi:38 35 Moore, op.cit., Hal. 13 36 Argenti, Paul A. Corporate Communication. McGraw-Hill. New York, 2003. P 127. 37 Moore, loc.cit., 38 Sim-Krause, Sharon. (2010, March 11) Five Roles of Public Relation. Article for The Daily MBA.
  • 21. 22 1) Membangun citra. Humas melalui keterampilan dan metodologinya harus dapat membangun citra organisasinya melalui reputasi hari demi hari hingga tahun demi tahun. 2) Mengemas pesan. Humas memainkan peran penting dalam membentuk pesan untuk target khalayak yang tepat, dan membantu organisasi memoles pesan agar dapat berbunyi selaras dengan orang-orang tertentu dalam jajaran pimpinan yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi. 3) Menciptakan kesempatan. Program-program Humas yang dilaksanakan secara tepat dapat menempatkan organisasi dan produk/ jasanya pada media-media yang ingin dilihat oleh target khalayak yang diinginkan organisasi. 4) Pusat Komunikasi dan Informasi Organisasi. Pada saat-saat dimana peristiwa penting terjadi, baik itu merger perusahaan, pesawat jatuh, skandal publik, dimana tuntutan publik untuk tahu tinggi, maka Humas harus mampu menjadi pusat komunikasi yang melaksanakan rencana- rencana Humas yang sudah dipersiapkan sebelumnya apabila kejadian/ peristiwa penting terjadi. 5) Mampu meningkatkan nilai organisasi. Humas harus dapat bekerjasama dengan media massa. Investor/ donatur tidak melulu menggunakan brosur/ presentasi/ ataupun perkataan petinggi organisasi sebagai pertimbangan, seringkali mereka membaca analisis independen dan laporan media untuk membantu mereka membuat keputusan.
  • 22. 23 Butir terakhir ini ditekankan lagi oleh Wasesa (2006) yang mengungkapkan bahwa sebenarnya media informasi merupakan “tujuan antara” Humas. Ini karena tujuan akhir atau sasaran Humas adalah pemangku kepentingan yang bisa berarti: konsumen, karyawan, mitra organisasi, donatur, ataupun masyarakat yang menjadi target khalayak organisasi.39 2.3.2. Fungsi Humas Menurut pernyataan resmi tentang Humas dari Asosiasi Humas Amerika (Official Statement of Public Relation from Public Relations Society of Amerika) Humas membantu masyarakat kita yang kompleks dan pluralistik untuk menentukan keputusan dan menjalankan fungsi secara lebih efektif dengan memberikan kontribusi pemahaman bersama diantara kelompok dan institusi.40 Humas adalah fungsi manajemen tertentu yang membantu membangun dan menjaga lini komunikasi, pemahaman bersama, saling menerima, dan kerjasama antara organisasi dan publiknya; sehingga humas menjalankan fungsinya melalui elemen-elemen konseptual dan operasional berikut ini41: 1) Mengelola masalah atau manajemen isu pada organisasi; 2) Menjaga manajemen tetap responsif dan mendapat informasi terkini tentang opini publik; 3) Mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk 39 Wasesa, Silih Agung. Strategi Public Relations. Gramedia. Jakarta. 2006. Hal. 70 40 Ibid. Hal. 7. 41 Scott M. Cutlip, Allen H. Center, Glen M. Broom. Effective Public Relations. Prenada Media Grup. 2006. Hal 5.
  • 23. 24 melayani kepentingan publik; 4) Membantu manajemen tetap mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahan secara efektif, dan Humas dalam hal ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk mengantisipasi arah perubahan (trends) serta menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya. Singkatnya Humas berfungsi untuk menyelaraskan kebijakan publik dan organisasi. 2.4.Program Humas Salah satu definisi untuk humas dari Institute of Public Relations didalamnya termasuk ‘upaya yang disengaja, terencana, dan berkesinambungan untuk selalu menciptakan dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan publiknya’. Henslow (1999) menyatakakan bahwa program humas adalah upaya perencanaan strategis dalam menangani publik untuk mencapai tujuan organisasi.42 Dalam program humas kata-kata berikut ini menjadi konsepnya:43 • ‘disengaja, terencana, dan upaya yang berkesinambungan’ • ‘menciptakan dan memelihara’ • ‘pengertian bersama’ Program humas harus direncanakan menggunakan konsep diatas sedeskriptif 42 Henslowe, Phillip. Public Relations: A Practical Guide to the Basic. Institute of Public Relations. 1999. P. 92 43 Ibid.
  • 24. 25 mungkin agar dapat mencapai hasil yang terbaik dan rinci (tajam). Keberhasilan humas ditentukan dari programnya, program humas yang tidak direncanakan akan menjadi tercampur aduk, terlepas dari rangkaian rencana, dan hanya akan sedikit sekali memberi kepuasan. Singkatnya kegiatan yang tidak terencana sulit dievaluasi dan dikatakan sukses.44 Program humas idealnya dirancang untuk berlangsung selama waktu tertentu, paling tidak 12 bulan, atau lebih. Program humas dalam keseluruhannya merupakan kegiatan yang kompleks dan harus dapat mengakomodasi aktifitas humas dari hari ke hari dalam kerangka strategis. Karena itulah wujud strategi humas merupakan program humas dan didalamnya setiap aktifitas ataupun acara menjadi ‘taktik’.45 Humas merupakan proses manajemen yang mengarahkan organisasi ke dalam tahap implementasi apa yang menjadi misi organisasi tersebut. Menurut Harold Burson (1990), humas memegang peran membantu organisasi menemukan (tidak saja) ‘apa yang akan dikatakan’, tetapi juga ‘apa yang akan dilakukan’. Burson mengubungkan peran baru ini dengan pengawasan publik yang makin mendetail dan tak terhindarkan terhadap apa yang dikatakan dan dilakukan organisasi.46 Hadirnya teknologi komunikasi yang memungkinkan publik untuk merespon dengan cepat, akan suatu peristiwa, secara global. Teknologi komunikasi modern menutup jarak antara pesan dan perilaku sampai pada 44 Ibid 45 Ibid. P. 93. 46 Harold Burson, 1990, October 2. “Beyond PR: Redefining the Role of Public Relations,” 29th Annual Distinguished Lecture of the Institute of Public Relations Research and Education, Inc., New York.
  • 25. 26 titik di mana keduanya hampir dianggap satu dan sama. 47 Ada peribahasa yang mengatakan “Aksi berbicara lebih lantang ketimbang ucapan.” Menurut Cutlip, sebagai humas, rangkaian kata-kata saja tidak cukup, komunikasi saja tidak cukup untuk memecahkan semua masalah humas, karena umumnya masalah Humas berasal dari sesuatu yang telah dilakukan, bukan sesuatu yang telah dikatakan (kecuali pada kasus-kasus tertentu dimana melibatkan tokoh publik). Program humas berupa tindakan, merupakan langkah korektif untuk melayani kepentingan bersama dari organisasi dan publiknya.48 Setelah praktisi humas menentukan masalah atau peluang melalui riset dan analisis, praktisi harus menyusun sebuah strategi untuk mengatasi problem atau memperbesar peluang tersebut. Disinilah perencanaan dan pemograman terjadi.49 Dalam model ko-akulturasi penilaian koorientasional terhadap hubungan dapat menghasilkan solusi yang tidak lazim tapi efisien.50 Pertama, pengukuran koorientasional menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan masalah dalam hubungan organisasi Isu dan publiknya. Pendekatan ini lebih menekankan pada perlunya penilaian pandangan dari semua pihak untuk memahami hubungan. Publik Kesepakatan Organisasi Pandangan publik Pandangan organisasi Gambar 1. Teori ko-akulturasi51 tentang isu tentang isu Pemahaman 47 Ibid. 48 Cutlip, Scott M., Center, Allen H. and Glen M. Broom. Effective Public Relations. Prenada Media Grup. 2006. Hal 386. 49 Ibid. Hal 351. Kesesuaian 50 Ibid. Hal. 100 Kesesuaian 51 Edgar H. Schein. Organizational Culture and Leadership. Jossey-Bass Publisher. San Francisco 1992. Hal 70. Estimasi publik Estimasi organisasi terhadap pandangan tentang pandangan Akurasi Akurasi Organisasi Publik organisasi tentang isu publik tentang isu
  • 26. 27 Gambar 1 mengilustrasikan pendekatan ko-orientasional yang akan membantu tiga tujuan utama perencanaan aktifitas humas. Kedua, pengukuran koorientasional memberikan pedoman dalam merencanakan pesan dan respon yang tepat guna mengoreksi problem hubungan organisasi dan publik internal. Model koorentasional digunakan untuk menghindari respon humas dan perencanaan strategis berdasarkan pengertian yang salah akan “pendapat publik terhadap organisasi – menurut organisasi” vs “pendapat publik tentang organisasi – menurut publik, model ini juga disebut sebagai analisis perbedaan (“gap analysis”), dimana perbedaan persepsi dilihat sebagai ukuran “persetujuan” antara organisasi-organisasi dan publik-publiknya. Ukuran “persetujuan” ini kemudian dilihat seberapa jauh kesenjangan yang terjadi atau kesamaan antara apa yang organisasi inginkan dilihat untuk publiknya
  • 27. 28 dengan pandangan apa yang dipercayai oleh publiknya. Strategi humas umumnya terdiri dari kegiatan-kegiatan dan aktifitas komunikasi (biasanya didominasi dengan komunikasi persuasif), dimana didalamnya terdapat asumsi apabila kesenjangan antara opini publik dan sikapnya dibandingkan dengan opini organisasi dan sikapnya ditentukan oleh tingkat persetujuan, atau ketidak setujuan. Apabila kesenjangannya kecil, maka dipercaya bahwa opini publik dan sikap akan konsisten dengan kebutuhan organisasi dan pandangan publik dimana publik puas akan organisasi (diterima). Sementara masalah akan timbul apabila kesenjangan persetujuan antara publik dan organisasi besar.52 Melalui hal ini dapat dilakukan keputusan strategis mendasar tentang apa yang akan dilakukan, dan dengan langkah apa, dalam rangka mengantisipasi problem dan peluang.53 2.5.Organisasi Nirlaba Menurut Tor Hernes (2004) organisasi adalah kesatuan yang terikat dalam waktu dan wilayah tertentu yang dibentuk untuk melakukan kegiatan dan sebagai wadah berinteraksi.54 Dalam organisasi terdapat sekumpulan sumberdaya yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Dibedakan oleh tujuannya, organisasi ada yang bertujuan untuk laba dan nirlaba. Kata nirlaba disini berarti sumber dana ataupun keuntungan yang diterima organisasi tersebut telah diatur untuk tidak dibagikan kepada pemiliknya. “Keuntungan” disini merupakan istilah teknis akunting yang bermakna kelebihan antara pemasukan atas pengeluaran. Pada tahun 1950an istilah organisasi nirlaba tidak banyak digunakan. 52 Heath, Robert Lawrence. Encyclopedia of Public Relations, Volume 1. Sage Publication. 2005. P. 197-198. 53 Cutlip, loc.cit., 54 Hernes, Tor. The Spatial Construction of Organization (Advances in Organization Studies). John Benjamin B.V Publishing. 2004. P 11.
  • 28. 29 Organisasi-organisasi nirlaba dengan tujuan sosial seperti Rumah Sakit , melihat diri mereka sebagai Rumah Sakit dan bukan organisasi nirlaba, organisasi Remaja Mesjid, melihat diri mereka sebagai organisasi Remaja Mesjid dan tidak melihat korelasi persamaan keberadaan mereka dengan Rumah Sakit, demikian juga dengan panti asuhan. Organisasi nirlaba adalah organisasi yang oleh peraturan diatur untuk tidak membagikan keuntungan. Sementara organisasi untuk laba mengupayakan jasa dan produk dalam lini usaha mereka, organisasi nirlaba tidak berupaya menjual produk ataupun jasa, ataupun mencoba menciptakan peraturan dan kontrol seperti yang dilakukan oleh organisasi pemerintahan. Menurut Drucker (1990), seorang pakar manajemen untuk organisasi nirlaba, produk organisasi nirlaba bukanlah sepasang sepatu atau peraturan yang efektif. Produk organisasi nirlaba adalah “perubahan menjadi manusia yang lebih baik”. Institusi nirlaba adalah agen perubahan pada manusia. Pada institusi nirlaba “produk” nya adalah pasien yang sembuh, seorang anak yang berhasil mempelajari sesuatu, dan anak muda yang tumbuh menjadi pribadi dewasa yang menghargai diri mereka sendiri; dan apabila dilihat dalam bentuk keseluruhannya: perubahan pada kehidupan manusia. 55 Dalam upaya-upayanya menjadikan manusia-manusia yang berubah menjadi lebih baik, organisasi-organisasi nirlaba banyak yang ‘alergi’ dengan istilah “manajemen” karena orang-orang yang berada dibalik operasional organisasi nirlaba beranggapan bahwa manajemen itu hanya diberlakukan dalam institusi bisnis untuk mencari laba, sementara mereka tidak bertujuan 55 Drucker, Peter Ferdinand. Managing the non-profit organization. Butterworth-Heinemann Publishing, Massachuset. 1990. P x (preface).
  • 29. 30 untuk laba. Secara umum kata "manajemen" masih berarti manajemen bisnis. Penanganan secara profesional manajemen dalam organisasi nirlaba dianggap sebagai penanganan "penggalangan dana”, padahal organisasi nirlaba memerlukan upaya jelas dalam berkonsentrasi menghidupkan misi organisasi, mengasah kepemimpinan, dan melakukan manajemen sumber daya.56 Tujuan dari organisasi nirlaba adalah untuk memenuhi kebutuhan seseorang atau banyak orang dalam suatu komunitas. Setiap organisasi nirlaba menjabarkan tujuannya dalam pernyataan misi. Beberapa tipe jasa nirlaba yang paling umum adalah asosiasi seni, kepentingan sipil, kebudayaan, pendidikan, kesehatan, dan jasa-jasa kemanusiaan. Jasa nirlaba besarnya sangat bervariasi mulai dari yang sangat besar seperti Palang Merah Internasional, hingga yang sangat kecil seperti organisasi yang dibuat oleh sekelompok sukarelawan yang bekerja paruh waktu. 56 Ibid.
  • 30. 31 2.5.1. Target khalayak Ada beberapa target khalayak dalam organisasi nirlaba57: 1. Khalayak pengguna (klien) – seluruh upaya nirlaba pada akhirnya berujung pada melayani kebutuhan kliennya atau pengguna jasa nirlaba. Dengan catatan bahwa jasa ini dapat berarti hal yang kongkrit (terlihat) atau abstak (tidak langsung terlihat hasilnya). 2. Dewan-dewan terdiri dari kumpulan individu yang berasal dari komunitas. Hukum dan teori yang berlaku menjabarkan bahwa dewan berkuasa dan bertanggung jawab langsung atas keputusan dan kebijakan mereka dalam mengarahkan kemana dan bagaimana khalayak pengguna (klien) dari organisasi akan menikmati jasa yang diupayakan. Kewenangan yang dimiliki oleh dewan diberikan oleh Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga organisasi. Dewan kemudian dapat menentukan stuktur terbaik bagaiamana organisasi pengemban status nirlaba menjalankan sumber dayanya melalui peraturan tertulis yang secara spesifik tertuang dalam ART atau peraturan lainnya. Anggota dewan dari organisasi nirlaba biasanya termotivasi dari kepuasan melayani komunitas dan kepuasan batin tersendiri karena telah menjadi sukarelawan. Anggota dewan dari organisasi nirlaba bisa jadi tidak menerima 57 McNamara, Carter. Field Guide to Consulting and Organizational Development With Nonprofits. Authenticity Consulting, LLC. 2005.
  • 31. 32 kompensasi dalam bentuk uang saat menjabat sebagai dewan. 3. Ketua Dewan – peran ketua dewan pengawas merupakan pusat penting dari pengkoordinasian pekerjaand dewan-dewan lain, direktur pelaksana, dan komite-komite dibawahnya. Peran Ketua Dewan bisa jadi memiliki kekuatan untuk menentukan komite, tergantung dari apa yang dinyatakan dalam peraturan. Kekuatan dari ketua dewan biasanya lahir melalui bujukan dan kepemimpinan umum. 4. Komite – secara umum dewan memilih untuk menjalankan fungsi- fungsi operasionalnya melalui berbagai macam komite dewan- dewan. 5. Direktur pelaksana – dewan pada umumnya memilih untuk meminta satu orang yang menjabat sebagai direktur pelaksana untuk menjalankan keinginan dewan. Direktur Pelaksana bertanggung jawab langsung atas hasil kerja staf dan mendukung kerja komite-komite dibawahnya. 6. Sukarelawan – sukarelawan adalah pekerja-pekerja yang tidak dibayar yang membantu staf bekerja dalam komite-komite dan umumnya bekerja dibawah pengarahan direktur pelaksana.
  • 32. 33 2.5.2. Tiga aspek utama struktur nirlaba Organisasi nirlaba umumnya terbagi menjadi beberapa fungsi utama. Fungsi-fungsi ini umumnya meliputi administrasi terpusat dan program-program58. 1. Pengaturan (governance) – Fungsi pengaturan pada organisasi nirlaba bertanggung jawab untuk menyediakan pengarahan strategis, bimbingan, dan pengendalian. Seringkali istilah “pengaturan” terkait dengan hal-hal yang dibicarakan.di tingkat dewan. Namun banyak orang yang mulai memperimbangkan pengaturan sebagai fungsi yang dijalankan oleh dewan dan manajemen tingkat atas. Keefektifan pengaturan bayak bergantung dari hbgunang pekerjaan antara dewan dan manajemen tingkat atas. 2. Program – pada umumnya organisasi nirlaba bekerja dari misi umum mereka atau tujuan, untuk mengidentifikasi beberapa dasar- dasar tujuan yang harus dipenuhi agar berahasil mencapai misi mereka. Sumber daya diatur menjadi program-program agar dapat mencapai tujuan-tujuan spesifik yang keseluruhannya mencerminkan misi organisasi. Program dipertimbangkan mulai dari input, proses, output dan hasil. Masukan (input) adalah berbagai macam sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan 58 Ibid.
  • 33. 34 program; contoh: dana, fasilitas, klien-klien, staf untuk program, dan seterusnya. Proses adalah bagaimana program dijaankan; contoh: klien diberi keahlian tertentu, anak-anak berhasil dirawat dan diasuh, seni diciptakan, anggota perkumpulan mendapat dukungan. Sementara keluaran (output) adalah dampak yang terjadi bagi para penerima keuntungan (klien); contoh kesehatan mental meningkat, peningkatan rasa apresiasi terhadap seni dan tumbuhnya sudut pandang lain dalam melihat kehidupan, peningkatan efektifitas antar anggota, dan seterusnya. 3. Administrasi Pusat adalah staf dan fasilitas-fasilitas yang umum digunakan untuk menjalankan program-program. Biasanya hal ini termasuk direktur pelaksana dan karyawannya. Nirlaba umumnya berjuang untuk menekan biaya-biaya administrasi pusat serendah mungkin dibandingkan biaya menjalankan program. Berbeda dengan organisasi yang bertujuan untuk keuntungan, organisasi nirlaba biasanya memiliki karakteristik khusus akan kemampuan manajemen peran-peran penting yang diperlukan di dalamnya. Kemampuan unik yang diperlukan dalam manajemen nirlaba adalah: 1) Pengetahuan dan kemampuan yang umumnya diperlukan dalam manajemen; 2) Pengetahuan dan kemampuan dalam melaksanakan aktifitas-aktifitas manajemen; 3) Kemampuan menggalang dana dan kemampuan menulis permintaan untuk dana
  • 34. 35 hibah; 4) Pengaturan (Sukarelawan Dewan Dewan Direktur); 5) Anggaran dan Akunting untuk Nirlaba; 6) Pengembangan Program dan Evaluasi; 7) Peraturan dan Kebijaksanaan yang menyangkut Publik; 8) Program Sukarelawan. 59 2.5.3. Pendapatan organisasi nirlaba: iuran dan penggalangan dana Iuran bisa jadi didapatkan dari jasa dan harga yang ditetapkan untuk individual yang menerima jasa yang mereka terima (contohnya orang tua yang menitipkan anaknya di sarana penitipan anak) atau pihak ketiga seperti pemerintah yang mendukung jasa-jasa seperti yang disediakan oleh organisasi. Tidak seperti sektor swasta dimana harga produk dan jasa harus dapat menutupi seluruh biaya, institusi nirlaba harus dapat menggalang dana dan mencari sumber dana tambahan. Penting untuk diingat bahwa walaupun banyak organisasi nirlaba berguna untuk masyarakat, sulit untuk mengukur hasil pasti layanan yang mereka sediakan. Perubahan sikap pada seseorang atau pada komunitas bisa jadi memakan waktu tahunan untuk dapat disadari dampaknya. Walaupun begitu organisasi nirlaba terus menerus ditantang untuk dapat menunjukkan hasi karena lembaga donor makin lama makin pintar dan sumber pendanaan makin terbatas.60 Untuk penggalangan dana, manajer nirlaba (dan dewan-dewan 59 Ibid 60 Ibid.
  • 35. 36 direktur) harus dapat bersinergi untuk menggalang dana dengan tujuan mendapatkan kebutuhan dana untuk organisasi. Umumnya penggalangan dana bukan menjadi tugas yang menyenangkan untuk direktur pelaksana. Penggalangan dana bisa jadi aktifitas yang memakan tenaga, menyedot kemampuan kreatif dan energi sosial. Direktur pelaksana terus menerus diuji untuk menyeimbangkan waktu yang mereka habiskan untuk menggalang dana dan manajemen program. Terlalu sedikit waktu yang dihabiskan dalam satu area dapat menjadikan organisasi kekurangan dana atau kualitas pelayanannya. Ada beberapa sumber-sumber mendasar dalam pendanaan di sektor nirlaba. Yang pertama adalah hibah. Hibah dapat diberikan oleh departemen-departemen di dalam pemerintahan, yayasan, atau perusahaan, yang biasanya diberikan untuk mengoperasionalkan suatu program spesifik. Seperti yang pernah dijabarkan sebelumnya, badan- badan yang menerima hibah pemerintah untuk menjalankan program jasa kemanusiaan biasanya melakukan jasanya berdasarkan biaya dari jasa tersebut. Hibah dari yayasan-yayasan atau perusahaan biasanya diberikan di muka dan menuntut laporan akan aktiftas-aktifitas program yang dilakukan dan biaya yang dikeluarkan pada akhir program hibah.61 Organisasi nirlaba bisa juga memberikan dana pada individual. Sumbangan individual juga dapat datang dari dana keanggotaan atau penerima keuntungan (contohnya pemirsa penikmat siaran televisi 61 Ibid.
  • 36. 37 publik atau penghuni rumah komunitas pengaman lingkungan). Sumbangan – sumbangan ini biasanya merupakan sumbangan dalam bentuk kecil, dan idealnya sumbangan dalam bentuk kecil ini datang dari orang yang banyak. Pemberian yang besar bisa juga datang dari individu atau perseorangan yang seringkali disebut sebagai donor besar. Memupuk hubungan dengan donor-donor besar membutuhkan banyak energi (ketelatenan) dan kecerdikan dari dewan dan direktur. Banyak organisasi nirlaba melangsungkan acara-acara khusus untuk meraih dana, dan caranya bervariasi mulai dari berjualan kue hingga melangsungkan acara besar.62 Penggalangan dana bisa jadi pekerjaan penuh waktu (atau menjadi obsesi penuh waktu) dari direktur pelaksana untuk organisasi nirlaba. Tantangan direktur pelaksana adalah untuk mengimbangkan waktunya dalam menggalang dan melakukan manajemen program. Apabila terlalu banyak waktu difokuskan untuk menggalang dana, staf dan program-program yang berjalan bisa jadi tidak mendapatkan arahan, penerangan, dan pelatihan yang mereka butuhkan. Di lain pihak apabila penggalangan dana mendapatkan tempat setelah manajemen program, aliran dana organisasi bisa terhambat. Ada dua faktor yang dapat meningkatkan upaya penggalangan dana. Salah satunya adalah program yang baik. Program-program yang memenuhi kebutuhan penting komunitas dan menunjukkan hasil akan mampu menjual diri tanpa banyak campur tangan. Dewan yang 62 Ibid
  • 37. 38 berkomitmen dalam tanggung jawab penggalangan dananya juga bisa menjadi aset untuk organisasi. Anggota – anggota dewan yang menanggap serius peran mereka sebagai individu yang harus membantu menggalang dana dapat mempromosikan organisasi dan membantu membawa berbagai macam sumberdaya masuk. 2.5.4. Jantung kehidupan organisasi: kepemimpinan dan manajemen Dalam riwayatnya, seluruh organisasi nirlaba yang sukses terdapat kepala pelaksana dan jajaran dewan pelaksana yang efektif. Pemimpin-pemimpin ini harus dapat bekerja dengan visi kedepan, memiliki keahlian, dan mendapatkan sumber daya yang cukup untuk dapat memenuhi misi organisasi. Saat daya kendali untuk memimpin terbagi-bagi, kemampuan manajemen untuk hal-hal yang kritis tetap harus terletak pada kepala pelaksana (head of executive). Walaupun begitu, dewan harus memiliki kemampuan yang cukup dalam manajemen untuk membantu tugas direktur dalam menyediakan yang perlu dalam keputusan-keputusan strategis.63 2.5.5. Nilai utama Nilai-nilai yang diperjuangkan adalah yang menjadi motor penggerak dalam organisasi nirlaba. Hal ini jugalah yang menjadi masalah utama untuk jajaran pelaksana. Bagaimana program disetujui, perkembangannya ditinjau, dan suksesnya diukur? Bagaimana 63 Ibid.
  • 38. 39 prioritas diambil dan bagaimana mencapai konsensus? Bagaimana menghargai para staf dan sistem kontrol apa yang tersedia? Konsultan yang telah berpengalaman mungkin diperlukan dari waktu ke waktu untuk membantu tim menjawab pertanyaan tentang kualitas, pertanyaan-pertanyaan provokatif, berat sebelah dan emosional, serta dapat terfokus akan sistem manajemen yang cocok.64 Keberagaman dalam organisasi sebaiknya dicerminkan tidak hanya pada ras dan etnik yang berbeda-beda, namun juga pada nilai dan sudut pandang yang berbeda. Keberagaman yang kuat merupakan keuntungan yang besar untuk organisasi nirlaba karena masukan dari berbagai macam sudut pandang biasanya menjadi jaminan bahwa pada situasi tertentu telah mendapatkan pertimbangan yang matang dan masukan ide-ide baru. Walaupun begitu, pegawai nirlaba harus yakin bahwa mereka mengembangkan diri dan tetap membuka diri pada nilai-nilai dan perspektif yang baru.65 2.5.6. Kesulitan ganda organisasi nirlaba skala kecil Sebagian besar organisasi nirlaba memiliki karyawan dalam jumlah kecil dan anggaran yang juga kecil, contohnya: kurang dari USD 500,000,-; dan hal ini menggandakan kesulitan yang mereka hadapi, apalagi bila mereka terikat untuk melakukan hal-hal yang dibutuhkan oleh komunitas dalam skala besar yang akan mereka 64 Ibid. 65 Ibid.
  • 39. 40 layani. Untuk mereka yang baru dalam organisasi nirlaba, seringkali berpikiran bahwa karena organisasi nirlabanya kecil, maka masalah yang dihadapi organisasi kecil ini seharusnya secara alami menjadi sederhana. Pada kenyataannya sebaliknya, sebagian besar organisasi- organisasi (diluar seberapa besar organisasi tersebut) mengalami masalah yang sama; contohnya: tantangan dalam merencanakan, mengorganisasi, memotivasi, dan membimbing. Apabila masalah- masalah ini terjadi pada organisasi yang kecil, sifatnya menjadi sangat tidak stabil (dinamis) dan kompleks.66 2.5.6.1.Kurangnya dana untuk membayar pemimpin yang tepat. Dengan ketiadaan uang, kemampuan menarik dan menahan manajemen yang berbayar juga menjadi masalah serius. Kerja keras dengan kesempatan perkembangan karir yang kecil mendorong seringnya pergantian direktur pelaksana dan staf yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional organisasi. Hal ini dapat menghambat kerja organisasi nirlaba. Keahlian yang dibawa oleh para pemimpin ini untuk memberi saran-saran manajemen, ikut pergi saat pemimpinnya pergi.67 2.5.6.2.Kurangnya pelatihan manajemen organisasi nirlaba. Banyak manajer organisasi nirlaba dipromosikan tanpa 66 Ibid. 67 Ibid.
  • 40. 41 mempertimbangkan latar belakangnya yang bukan dari manajemen dan tidak memiliki kemampuan manajemen yang memadai untuk menjalankan organisasi nirlaba. Pelatihan dan konsultasi akan banyak membantu pemimpin-pemimpin baru dan manajer-manajer baru yang bermunculan untuk mendapatkan keahlian yang mereka cari dan membantu mereka menghadapi lekukan-lekukan kesulitan berwarna-warni yang harus mereka lewati.68 2.5.6.3.Pimpinan pelaksana merangkap terlalu banyak jabatan Pimpinan pelaksana dari organisasi nirlaba harus menjadi ahli masa kini dalam perencanaan, marketing, manajemen informasi, telekomunikasi, manajemen properti, sumber daya manusia, keuangan, rancang sistem, penggalangan dana, dan evaluasi program. Tentu saja hal ini mustahil, diluar besar-kecilnya organisasi nirlaba tersebut. Organisasi besar mungkin dapat membayar ahli-ahli untuk bekerja secara internal, namun untuk organisasi kecil, hal ini menjadi mustahil. Ditambah lagi teknologi maju dalam bidang manajemen berkembang sangat cepat untuk orang yang bukan ahli dapat mengikuti bagaimana cara pikir baru dan keahlian-keahlian baru, diluar besar-kecilnya organisasi. Ahli yang didatangkan dari luar seringkali menjadi keharusan untuk organisasi besar dan kecil.69 68 Ibid. 69 Ibid.
  • 41. 42 2.5.6.4.Saran ahli terlalu mahal. Kebanyakan organisasi nirlaba, bahkan yang besar sekalipun, seringkali ragu untuk menghabiskan uang untuk “biaya” administrasi seperti pembayaran konsultan, atau ahli dari luar karena terasa seperti membuang-buang uang yang berharga untuk jasa yang mahal. Tentu saja seringkali hal ini bukan pilihan, bisa jadi organisasi nirlaba tidak memiliki uang yang cukup, bahkan untuk mempertimbangkan konsultan yang mematok harga sama bagi organisasi yang bergerak demi laba. Bantuan yang murah, berdasarkan kesuka-relaan, seringkali menjadi solusi yang lebih tepat.70 70 Ibid.
  • 42. 43 2.5.6.5.Tidak cukup satu kali konsultasi Sementara banyak organisasi konsultan ingin memberi pelajaran untuk para manajer “bagaimana cara memancing” dibandingkan dengan “memberi ikan”, “memancing” (disini berarti kemampuan pengelolaan dan pengambilan keputusan) bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari melalui satu kali pertemuan. Apalagi pada area-area teknis seperti komputer, pembelajaran datang dari penanganan masalah atau mengelola masalah dari waktu ke waktu. Membangun kapasitas manajemen internal memerlukan banyak waktu dan tidak bisa dilakukan melalui satu kali pertemuan. Permintaan bantuan yang berulangkali bukan tanda-tanda kegagalan, namun tanda tanda pertumbuhan – kebutuhan untuk ingin tahu telah muncul ke permukaan.71 2.5.6.6.Kurangnya jaringan Banyak khalayak diluar sektor nirlaba bertanya-tanya, “Mengapa direktur-direktur organisasi nirlaba tersebut tidak berkumpul bersama lebih sering lagi, berbagi saran, dan bekerja sama dalam bidang tersebut?” Banyak alasannya. Pertama, menjalankan organisasi yang sukses (memberikan pelayanan yang berkualitas yang dapat memenuhi misi organisasi) tidaklah cukup. 71 Ibid.
  • 43. 44 Kebanyakan direktur pelaksana dari organisasi nirlaba menjalankan bisnis kedua – untuk menopang upaya yang pertama. Kedua, upaya ini sama kompleksnya dan aktifitas untuk melakukan hal ini memakan waktu, apalagi apabila direktur pelaksananya merangkap berbagai macam jabatan. Kedua, mengembangkan jaringan atau mencari-cari peluang untuk usaha bersama memakan waktu, mahal, dan penuh resiko.72 2.5.6.7.Ketiadaan dana dan ketiadaan waktu Pemilik dana seringkali berpikir bahwa aktifitas riset dan percobaan bukanlah hal yang tepat untuk dibiayai, menimbang kemungkinannya untuk berhasil atau menghasilkan sesuatu yang kongkrit, kecil. Sementara organisasi nirlaba bersifat lebih berani untuk mencoba dibandingkan pemilik dana, untuk mereka hanya sedikit yang dipertaruhkan. Perencanaan bersama bisa ditingkatkan menggunakan sarana komputer dan telekomunikasi, namun investasi ini pun sulit dan mahal untuk didanai. Pada beberapa cara, kebutuhan untuk melakukan riset dan percobaan diganti dengan membayar konsultan, paling tidak pada tingkat feasibility. Pada banyak kasus, konsultan dapat menjalankan organisasi melalui perencanaan yang dibutuhkan agar mampu mengembangkan sistem baru yang memasukkan kerjasama, merjer, 72 Ibid.
  • 44. 45 atau mekanisme otomatis yang menjamin hal ini dilakukan.73 2.5.6.8.Kebutuhan manajemen dan bantuan teknis rendah biaya Organisasi nirlaba adalah aset berharga komunitas yang harus dikelola dengan efektif. Kebutuhan untuk menyediakan bantuan manajemen yang murah, dapat diakses, dan bantuan teknis sangat jelas untuk seluruh alasan yang telah disebutkan diatas: kerumitan tugas organisasi nirlaba, kurangnya keahlian dari dewan dan anggota internal, kurangnya waktu dan uang, kebutuhan yang berubah-ubah, lekukan-lekukan pembelajaran yang hanya bisa dilakukan dengan menjalankannya, dan sebagai penutupnya adalah betapa pentingnya hasil-hasil untuk komunitas. Karena apa yang telah dicapai dengan baik adalah sesuatu yang dijalankan dengan baik. 2.5.6.9.Karakteristik umum perencanaan dalam organisasi nirlaba Untuk kebanyakan organisasi nirlaba, mereka tidak memiliki banyak waktu, uang, atau sumber daya untuk merancang perencanaan yang strategis, menyeluruh, dan canggih. Fokus dari organisasi ini biasanya pada masalah-masalah besar yang mereka hadapi dan secepatnya ditangani. Kebanyakan tantangan besar yang dihadapi oleh fasilitator adalah pelatihan dasar untuk para penggiat tentang konsep perencanaan, membantu organisasi nirlaba 73 Ibid.
  • 45. 46 untuk tetap fokus, dan mempertahankan sumberdayanya yang terbatas dalam perencanaan, dan menjamin strategi-strategi yang muncul benar-benar strategis dan bukan hanya berjalan dengan ukuran operasional/ efisien, serta membantu merencanakan pertemuan-pertemuan kecil dan terfokus yang akan menelurkan rencana-rencana realistis yang dapat dilakukan.74 2.6.Perencanaan Program Perencanaan strategis adalah kemampuan untuk memprediksi atau menentukan tujuan masa depan yang diharapkan, serta menentukan sumber daa apa yang akan membantu atau menghalagi upaya mencapai tujuan dan merumuskan rencana untuk mencapai keadaan yang diharapkan tersebut.75 Perencanaan komunikasi strategis untuk organisasi adalah bagian dari pekerjaan Humas dengan hasil akhir berbentuk program Humas. Saat merencanakan sebuah program , organisasi berarti membuat keputusan untuk esok hari pada hari ini. Kurangnya perhatian pada langkah-langkah perencanaan strategis dalam proses kehumasan mungkin menghasilkan program yang malah menimbulkan kontroversi ketimbang memecahkan masalah, membuang-buang uang, atau justru menimbulkan kesalahpahaman dan kebingungan ketimbang kejelasan dan pemahaman.76 Proses P adalah bingkai kerja yang dirancang untuk membimbing pekerja professional di bidang komunikasi dalam mengembangkan program- 74 Ibid. 75 Scott M. Cutlip, Allen H. Center, Glen M. Broom. Effective Public Relations. Prenada Media Grup. 2006 Hal. 352 76 Ibid.
  • 46. 47 program komunikasi strategis. Paduan langkah demi langkah dapat membantu pekerja komunikasi dari penjabaran abstrak dan konsep tentang perubahan perilaku menuju program strategis dan partisipatif dengan dampak terukur dari target khalayaknya. Proses-P pada awalnya digunakan untuk menyusun program komunikasi dalam menangani topik-topik kesehatan yang luas seperti penganjuran perilaku seks yang lebih aman untuk mencegah penyebaran transmisi HIV, mendukung daya juang anak-anak untuk hidup yang lebih baik, mengurangi jumlah kematian ibu melahirkan, meningkatkan prevalensi penggunaan kontrasepsi, pencegahan penyakit-penyakit infeksi, atau mempromosikan kesehatan lingkungan. Program yang disusun menggunakan Proses-P dirancang untuk dapat memulai perubahan positif melalui tiga hal besar: dalam lingkungan sosial politik, dalam sistem yang berlaku saat itu, dan antar komunitas serta perseorangan. Langkah-langkah Proses-P adalah; 1) Analisis; 2) Desain Strategis; 3) Pengembangan dan Percobaan; 4) Implementasi dan Monitoring; 5) Evaluasi dan Perencanaan Ulang. 77 2.6.1. Analisis Analisis adalah langkah pertama dalam mengembangkan komunikasi efektif dalam program komunikasi, analisis tidak perlu panjang dan terperinci apabila program dibangun diatas pengalaman sebelumnya yang telah terdokumentasi dengan baik. Staf yang bekerja 77 John Hopkins Bloomberg School of Public Health, Center for Communication Program, December 2003, The New P- Process: Steps in Strategic Communication. The Health Communication Partnership booklet.
  • 47. 48 pada program perlu mengerti masalah dengan baik, para penggiatnya, budaya mereka, kebijakan dan program yang telah ada, organisasi yang aktif, dan tata cara komunikasi yang telah tersedia.78 Dalam melakukan analisis situasi perancang program dapat mencari tahu apa yang menyebabkan masalah dan faktor-faktor yang merupakan penghambat dan factor-faktor yang dapat memfasilitasi percepatan perubahan yang diinginkan. Analisis situasi juga memungkinkan perancang program memberi pernyataan yang merupakan ringkasan masalah yang harus dihadapi. Perancang program juga sebaiknya melakukan riset dimana terjadi tanya jawab dengan target khalayak untuk menentukan apa yang mereka butuhkan dan apa yang menjadi prioritas. Riset dasar kuantitatif dan kualitatif juga dapat dilakukan untuk dapat menilai status terkini dan secara akurat dapat mengukur kemajuan program dan dampak akhirnya.79 Sementara analisis komunikasi/ target khalayak terperinci dapat dilakukan melalui analisis partisipasi pada tingkat nasional dan internasional, melakukan identifikasi mitra yang dapat membantu perubahan dan memperkuat intervensi komunikasi. Pada tingkat komunitas lakukan segmentasi khalayak mulai dari khalayak utama, sekunder, dan tertier. Identifikasi pekerja lapangan dan agen-agen perubahan. Perancang program kemudian dapat melakukan analsis sosial dan perilaku. Identifikasi pengetahuan, sikap, keahlian, dan 78 Ibid. P 4-5. 79 Ibid.
  • 48. 49 perilaku dari pelaku yang berpartisipasi pada tingkat perseorangan menggunakan data dari riset formatif dan studi-studi lain yang lebih mendalam, apabila diperlukan. Identifikasi jaring sosialnya, norma- norma sosial dan budaya, kemampuan bersama yang efektif, dan dinamika komunitas (termasuk pola-pola kepemimpinan) pada tingkat komunitas. Ukur kebutuhan komunikasi dan pelatihannya, analisis media yang dipilih oleh target khalayak dan penggunaannya dan kebutuhan penguatan kapasitas media lokal, media tradisional, lembaga masyarakat, lembaga sejenis, dan lembaga mitra; serta sumberdaya- sumberdaya lain yang dibutuhkan. Tentukan ketersediaan materi-materi komunikasi dan peningkatan keahlian yang dibutuhkan untuk komunikasi antar pribadi dan konsultasi-konsultasi yang mungkin dilakukan. Pada kasus umumnya banyak program dibangun diatas program sebelumnya dan proses analisis tidak perlu panjang dan sulit apabila seluruh staf mendapatkan sumberdaya yang tersedia dan mendengarkan peserta yang berpartisipasi.80 2.6.2. Desain Strategis Semua program komunikasi atau proyek membutuhkan desain strategis. Dalam Proses P langkah-langkah desain strategis adalah sebagai berikut:81 1. Menentukan tujuan komunikasi. Tujuan komunikasi ditentukan 80 Ibid. 81 Ibid. P 6.
  • 49. 50 dengan rumus SMART (Spesific, Measurable, Appropriate, Realistic, and Time-bound) yaitu spesifik, terukur, tepat, realistis, dan menggunakan tenggat waktu. Perancang program dapat menentukan target khalayak kunci yang dituju dan menentukan jumlah perubahan yang diinginkan dalam tingkat pengetahuan, sikap, keahlian, perilaku, kebijakan, atau proses perubahan yang diperkirakan dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu. 2. Menciptakan pendekatan melalui program dan analisis opini untuk menentukan posisi. Tentukan model perubahan perilaku yang akan dicapai oleh program dan nyatakan secara eksplisit asumsi-asumsi yang mendasari strategi dan pendekatan-pendekatan yang dilakukan. Perancang juga dapat menjelaskan mengapa dan bagaimana program diperkirakan dapat merubah perilaku. Disini perancang dapat memposisikan program sebagai sesuatu yang memberi manfaat kepada khalayak target. 3. Menentukan saluran/ media yang digunakan. Perancang dapat mempertimbangkan pendekatan multimedia untuk mendapatkan dampak yang sinergis. Apabila memungkinkan, tingkatkan skala jangkauan dengan melibatkan media masa sehingga dapat mengikat mobilisasi komunitas dan komunikasi antar pribadi antara keluarga, teman, komunitas, jaringan sosial, dan penyedia jasa. 4. Gambarkan rencana implementasi. Perancang dapat
  • 50. 51 menggambarkan rencana implementasi dengan melakukan penjadwalan kerja teratur dengan standar spesifik sehingga kemajuan dapat termonitor. Perancang juga diharapkan mampu untuk menyiapkan anggaran terperinci. Setelah rencana manajemen selesai, termasuk menentukan peran mitra dan tanggung jawabnya – perancang program harus memastika bahwa semua pihak yang terlibat mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. 5. Mengembangkan rencana pemantauan (monitoring) dan evaluasi. Perancang mampu mengidentifkasi indikator-indikator dan sumber-sumber data untuk dapat memonitor implementasi program dan juga reaksi target khalayak terhadap program tersebut. Pilih desain studi yang sesuai untuk menentukan keberhasilan/ kegagalan/ hasil dari proses dan mengukur dampaknya.
  • 51. 52 2.6.3. Pengembangan konsep dan tahap uji Pada langkah ini perancang diharapkan untuk dapat mengembangkan konsep, materi, pesan-pesan, cerita, dan proses partisipasi dengan mengkombinasikannya menggunakan ilmu pengetahuan dan seni. Pada tahap ini proses tidak harus dipimpin oleh perancang yang melakukan analisis dan desain di tahap 1 dan 2, namun harus dilakukan secara kreatif untuk dapat membangunkan emosi dan memotivasi khalayak target.82 Pada tahap pengembangan perancang sebaiknya menyiapkan paduan, peralatan, dan paket-paket berisi alat bantu, yang bisa jadi berisi tentang tata cara berinteraksi atau paduan pelatihan untuk melakukan analisis masalah bersama, tata cara mencari bantuan apabila ada proyek yang akan dikerjakan atau basis data akan orang yang bersedia membantu, perkenalan akan proses interaktif yang mungkin dilakukan melalui internet, tata cara membuat skenario TV dan radio, buku komik yang mengandung fungsi pendidikan, atau intervensi- intervensi lainnya. Libatkan para pemangku kepentingan – manajer, pekerja lapangan, dan anggota-anggota dari target khalayak dalam merancang acara-acara lokakarya untuk memastikan bahwa produk akhir dari acara-acara tersebut menghasilkan apa yang mereka (target khalayak) butuhkan/ inginkan. Pada tahap uji coba, konsep di uji coba dengan para pemangku 82 Ibid. 7.
  • 52. 53 kepentingan dan wakil dari target khalayak yang hendak dituju. Ikuti uji coba konsep dengan uji coba material, pesan, dan proses-proses dengan lebih mendalam lagi menggunakan wakil-wakil dari target khalayak utama, kedua, dan ketiga. Berikan umpan balik yang diterima kepada mitra dan lembaga sejenis untuk memastikan bahwa keluaran dari uji- coba ini adalah milik bersama. Saat uji coba selesai dilakukan, lakukan perubahan-perubahan sesuai hasil tes awal untuk pesan, cerita-cerita, atau proses-proses partisipasi yang tidak di berhasil dimengerti dengan benar, tidak diingat, atau tidak dapat diterima ditimbang dari sisi sosial dan budaya. Lakukan uji coba ulang untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan telah berhasil dengan baik dan lakukan perbaikan akhir sebelum materi digandakan, dicetak, ataupun masuk pada tahap produksi akhir. 2.6.4. Implementasi dan peninjauan Proses implementasi dilakukan untuk mendapatkan angka partisipasi maksimum, menyediakan ruang untuk perbaikan (fleksibel), dan pelatihan. Sementara peninjauan terkait langsung dengan menelusuri hasil-hasil yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa semua kegiatan yang telah direncanakan berhasil dilakukan dan masalah-masalah potensial yang muncul dapat ditangani dengan tepat.83 Pada proses ini dilakukan produksi dan penyebar-luasan akan 83 Ibid 8.
  • 53. 54 materi-materi dan pesan sebagai hasil dari tahap uji-coba dengan melibatkan pemerintahan lokal, lembaga masyarakat, sektor swasta – secara layak, dan media massa agar mendapat liputan maksimum. Ditahap ini jawara-jawara lokal dan pekerja lapangan yang potensial dilatih. Sediakan kesempatan kesempatan lain yang berkelanjutan untuk mereka mendapatkan pelatihan di kemudian hari. Konsentrasikan sumber daya untuk membangun kapasitas institusi dan kerjasama tim dan disaat yang sama membangun keahlian perseorangan.84 Peserta-peserta kunci harus dapat dimobilisasi dengan berbagi informasi, hasil, dan penghargaan dengan institusi mitra, pedukung, dan komunitas-komunitas. Secara terus-menerus (berkesinambungan) libatkan orang-orang yang terkait agar mereka terus termotivasi untuk mendukung tujuan strategis. Saat hal ini berlangsung program tetap harus dikelola dan ditinjau, hasi-hasil diperiksa agar kualitas dan konsistensinya terjaga, dan pada saat yang sama partisipasi tetap dijaga secara maksimum. Layanan yang telah tersedia tetap diperiksa hasil statistiknya dan lakukan pembelajaran-pembelajaran melalui studi dan survey, kelompok terbatas (focus group), pengamatan, dan teknik- teknik lain untuk mengukur hasil dan reaksi target khalayak. Selanjutnya untuk memastikan program berlanjut sesuai dengan tujuan strategis, programnya sendiri harus membuat ruang agar dapat dilakukan perubahan-perubahan (fleksibel) saat data hasil tinjauan dan koreksi dilakukan. Perubahan atau penyesuaian dapat dilakukan dalam 84 Ibid.
  • 54. 55 bentuk kegiatan, materi-materi, dan prosedur sebagai cara untuk mempertajam komponen program.85 2.6.5. Evaluasi dan perencanaan ulang Evaluasi yang dilakukan dengan tepat mampu mengukur keberhasilan program dalam mencapai tujuannya. Evaluasi dapat menjelaskan mengapa sebuah program efektif (atau tidak), termasuk dampak dari kegiatan yang berbeda pada target khalayak yang berbeda. Penilaian program yang adil dapat merangsang perbaikan-perbaikan pada program lanjutan dan rancang-ulang, hasil ini dapat memandu penggunaan dana dimasa depan yang lebih murah dan tepat, serta memungkinkan untuk mendapatkan dukungan yang lebih banyak lagi serta kemudahan dalam penggalangan dana.86 Dalam evaluasi perlu diukur hasil dan peninjauan akan dampaknya. Banyak evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah perubahan yang diinginkan memberi dampak pada pengetahuan, perilaku, atau kebiasaan diantara target khalayak, atau pada kebijakan yang dibuat baru yang mendukung program. Apabila program dilandaskan pada penelitian yang menyeluruh, mungkin dampaknya dapat lebih terukur, yang kemudian dapat terkait dengan perubahan pada salah satu atau seluruh kegiatan intervensi. Hasil dari program yang telah dirancang biasanya menunjukkan dimana tindak lanjut 85 Ibid. 86 Ibid. P 9.
  • 55. 56 dibutuhkan dan kapan kegiatan program dapat diperpanjang. Evaluasi yang baik akan menunjukkan program yang lemah dan dimana revisi seharusnya dilakukan, baik itu dalam proses, materi-materi, atau strategi keseluruhan ataukah kegiatannya. Melalui evaluasi program, akan terlihat alternatif lain atau kejadian lain yang terjadi secara simultan dengan program apa yang berhasil dalam program tersebut dan bagaimana mereplikasi dampak positifnya. Perancang program dan staf mungkin harus kembali ke tingkat analisis apabila situasi berubah secara drastis atau apabila akibat-akibat baru ditemukan saat masalah sedang dicoba untuk diatasi.87 Pada tiap tiap tingkatan proses, tahap dua dan tahap tiga menentukan besarnya partisipasi pada tingkat nasional, daerah, dan komunitas. Sementara pada tahap empat, perencanaan yang baik akan mengarahkan upaya untuk membangun kapasitas pada tingkat institusi dan komunitas. Beberapa hal yang patut diingat oleh setiap perancang program adalah program komunikasi yang dikelola dengan baik dan terfasilitasi akan memiliki dampak yang terukur, memiliki hasil yang jelas dalam durasi tertentu, efektif dan berkesinambungan, serta membangun kapasitas seluruh mitra yang terlibat.88 87 Ibid. 88 Ibid.
  • 56. 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Tipe penelitian Tipe penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif lahir karena kebutuhan, sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci dengan melukiskan gejala yang ada dan memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar dan tidak menekankan pada angka. Sehingga analisis data dilakukan secara induktif. Penelitian deskriptif digunakan karena penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Penelitian dilakukan karena ketertarikan peneliti akan subyek, namun belum ada kerangka teoritis yang mampu menjelaskannya. Penelitian deskriptif ini dalam aplikasinya tidak saja akan menjabarkan (analitis), tetapi juga memadukan (sintesis); dan tidak hanya akan melakukan klasifikasi, tetapi juga organisasi sehingga dihasilkan kesimpulan dengan kekuatan integratif, karena sifat penelitiannya yang mencari, dan bukan menguji. 3.2.Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus.
  • 57. 58 Metode ini digunakan karena penelitian dilakukan untuk memahami makna dibalik data yang tampak, dimana interaksi sosial dipelajari dan diurai. Mengurai interaksi sosial yang kompleks hanya dapat dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dimana peneliti ikut berperan pada proses, turut serta dan bertanya secara mendalam bagaimana interaksi sosial tersebut dilakukan sehingga ditemukan pola-pola hubungan yang terjadi dalam interaksi. Metode ini juga digunakan dengan harapan orang- orang yang diwawancara dapat mengungkapkan perasaannya, sehingga peneliti dapat memahami dan penggambaran ini dapat dicerminkan dalam analisis terhadap masalah. Metode studi kasus adalah metode riset yang menggunakan berbagai sumber data (sebanyak mungkin data) yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara komprehensif berbagai aspek individu, kelompok, suatu program, organisasi, atau peristiwa secara sistematis. Penelaahan berbagai sumber data ini membutuhkan berbagai macam instrument pengumpulan data. Karena itu, periset akan menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi- dokumentasi, dan kuesioner. Menggunakan riset deskriptif, maka deskripsi akan dibuat secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu. Periset sudah mempunyai konsep dan kerangka konseptual. Melalui kerangka konseptual, periset melalakukan operasionalisasi konsep yang akan menghasilkan variabel dan
  • 58. 59 indikatornya. Riset ini menggambarkan realitas yang terjadi tanpa menjelaskan hubungan antar variabel. 3.3.Definisi konsep 3.3.1. Identifikasi Peran dan Fungsi Humas Sebagai organisasi nirlaba kegagalan atau kesuksesan Wikimedia Indonesia ditentukan dari kemampuan meraih simpati dan memobilisasi partisipasi publiknya untuk mencapai misi organisasi; yaitu “membebaskan pengetahuan”. Karena dalam organisasi ini tidak ada divisi khusus humas maka perlu dilakukan identifikasi peran dan fungsi humas berdasarkan divisi-divisi mana dalam organisasi yang melakukan peran dan fungsi humas. Karena peran humas adalah upaya mendapatkan simpati publik, maka diperlukan keselarasan perasaan, opini atau dukungan yang diberikan antara satu orang (atau sebagian orang) dengan orang lain (atau sebagian orang lainnya). Simpati juga diperoleh antara lain dengan memperbesar pengertian dan pengetahuan akan fakta- fakta dan rentetan kejadian atau situasi dengan sedemikian rupa sehingga tercipta simpati. Salah satu cara memperolehnya adalah dengan menunjukkan dengan jelas informasi yang tidak bias. Citra yang buruk seringkali didapatkan dari ketidaktahuan, prasangka, dan pandangan yang salah. Humas disini berfungsi menciptakan
  • 59. 60 upaya-upaya yang mampu membalikkan hal ini menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan serta ketertarikan., salah satunya adalah dengan memperbesar partisipasi dimana para pemangku kepentingan menggunakan sumber daya mereka pribadi, baik fisik maupun materi. Karena itu identifikasi posisi dalam organisasi yang melakukan peran dan fungsi humas ditentukan dari orang-orang yang melakukan fungsi manajemen dan melakukan aktifitas- aktifitas yang 1) memperkirakan, menganalisis, dan menginterpretasikan opini dan sikap publik, serta isu-isu yang mungkin mempengaruhi operasi dan rencana organisasi, baik itu pengaruh buruk maupun baik; 2) posisi yang bertanggung jawab memberi saran kepada manajemen di semua level di dalam organisasi sehubungan dengan pembuatan keputusan, jalannya tindakan, dan komunikasi, serta mempertimbangkan publik dan tanggung jawab sosial/ kewarganegaraan organisasi; 3) posisi yang melakukan riset, melaksanakan, dan mengevaluasi secara rutin program-program aksi dan komunikasi untuk mendapatkan pemahaman publik yang dibutuhkan untuk kesuksesan tujuan organisasi. Hal ini bisa berarti mencakup program marketing, finansial, pengumpulan dana, karyawan, komunitas, atau hubungan pemerintah dan program-program lainnya; 4) Orang-orang yang berperan dalam merencanakan dan mengimplementasikan usaha
  • 60. 61 organisasi untuk mempengaruhi atau mengubah kebijakan publik; 5) posisi yang menentukan tujuan, rencana, anggaran – ringkasnya, mengelola sumberdaya yang dibutuhkan untuk melakukan semua hal tersebut diatas. 3.3.2 Program Humas Bebaskan Pengetahuan 2010 Program Humas Bebaskan Pengetahuan 2010 adalah salah satu upaya organisasi untuk mempengaruhi dan mendorong terjadinya proses komunikasi antara organisasi dan target khalayak organisasi untuk meraih simpati dan menggalang partisipasi. Upaya ini mengambil bentuk kompetisi menulis untuk situs ensiklopedia berbahasa Indonesia yang bebas disunting oleh siapa saja. Kompetisi menulis ini dilangsungkan selama 72 hari dan selama kompetisi ini berlangsung panitia merekam aktifitas dan perilaku para peserta untuk mengetahui ukuran partisipasi mereka. Peneliti kemudian menelusuri melalui data-data yang berhasil dikumpulkan apakah keberadaan program ini memberi dampak terhadap kemampuan penggalangan dana organisasi. 3.3.3 Penggalangan dana organisasi nirlaba Ada beberapa sumber pendapatan organisasi nirlaba, yaitu iuran dan penggalangan dana. Berbeda dengan organisasi yang
  • 61. 62 bertujuan untuk keuntungan, organisasi nirlaba biasanya memiliki karakteristik khusus akan kemampuan manajemen peran-peran penting yang diperlukan didalamnya. Penggalangan dana merupakan salah satu kemampuan unik yang diperlukan dalam manajemen organisasi nirlaba. Kemampuan untuk menggalang dana biasanya harus diikuti dengan kemampuan menulis permintaan untuk dana hibah. Tidak seperti sektor swasta dimana harga produk dan jasa harus dapat menutupi seluruh biaya, organisasi nirlaba harus dapat menggalang dana dan mencari sumber dana tambahan. Sumber dana biasanya berasal dari iuran dari jasa dan harga yang ditetapkan untuk pihak yang langsung mendapatkan manfaat dari upaya organisasi nirlaba, atau dari pihak ketiga seperti pemerintah yang mendukung jasa-jasa yang disediakan oleh organisasi. Walaupun banyak organisasi nirlaba berguna untuk masyarakat, sulit untuk mengukur hasil pasti layanan yang mereka sediakan. Perubahan sikap pada seseorang atau pada komunitas bisa jadi memakan waktu tahunan untuk dapat disadari dampaknya, dan organisasi nirlaba terus tertantang untuk memperbaiki kinerja mereka. Untuk dapat melakukan penggalangan dana yang efektif manajer dan dewan-dewan direktur pada organissi nirlaba harus dapat bersinergi dengan tujuan mendapatkan kebutuhan dana untuk organisasi.
  • 62. 63 Penelitian studi kasus kualitatif ini diarahkan kepada dinamika situasi sosial terkait dengan tempat, aktor, dan aktifitas, yaitu: pengenalan program organisasi pada lembaga donor terkait dengan simpati mereka pada upaya organisasi melakukan intervensi melalui informasi publik dengan mengucurkan dana sehingga organisasi dapat menjalankan program. 3.4.Fokus penelitian Penelitian studi kasus kualitatif ini difokuskan pada identifikasi peran dan fungsi humas dalam program “Bebaskan Pengetahuan 2010” bagi kemampuan penggalangan dana organisasi nirlaba Wikimedia Indonesia. Dimana akan diindentifikasi dan dijabarkan hasil penelitian dari: Peran Humas: 1. Pada kegiatan organisasi membangun citra melalui program Bebaskan Pengetahuan 2010. 2. Bagaimana organisasi mengemas pesannya pada program Bebaskan Pengetahuan 2010. 3. Bagaimana organisasi menciptakan kesempatan untuk target khalayak berpartisipasi melalui program Bebaskan Pengetahuan 2010. 4. Pusat Komunikasi dan Informasi Organisasi pada saat berlangsungnya Program Bebaskan Pengetahuan 2010. 5. Upaya-upaya organisasi dalam meningkatkan nilai organisasi melalui
  • 63. 64 Program Bebaskan Pengetahuan 2010. Fungsi Humas: 1. Bagaimana organisasi mengelola masalah atau manajemen isu pada saat berjalannya program “Bebaskan Pengetahuan 2010”; 2. Bagaimana manajemen dalam organisasi tetap responsif dan mendapat informasi terkini tentang opini publik tentang program “Bebaskan Pengetahuan 2010”; 3. Bagaimana manajemen organisasi mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab melayani kepentingan publik; 4. Bagaimana manajemen tetap mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahan secara efektif, dan bagaimana mereka mengantisipasi arah perubahan (trends) serta menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya. 3.5.Nara sumber (key informant) Nara sumber (key informant) dicari dan ditetapkan dengan dasar bahwa nara sumber ini terkait langsung dalam keputusan organisasi untuk mencari dana dan pemberian dana untuk upaya modifikasi lingkungan dalam meraih simpati dan memobilisasi partisipasi melalui aktifitas komunikasi program. Karena itu nara sumber kunci dari penelitian ini adalah: • Leo Cahyadi – Ketua Dewan Pengawas Wikimedia Indonesia. Nara sumber lainnya yang terkait dengan dana yang membiayai program:
  • 64. 65 • Heidi Arbuckle – Ford Foundation • Erik Moeller – Wikimedia Foundation 3.6.Analisis data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data yang terdapat dari: 1. Situs web Wikimedia Indonesia. 2. Situs web Wikimedia Foundation. 3. Situs web statistik proyek-proyek Wikimedia. 4. Pendapat-pendapat dan laporan tertulis tentang Wikipedia dan proyek- proyek Wikipedia yang didapatkan secara daring (online). 5. Materi-materi komunikasi tentang program; termasuk presentasi pada saat pelatihan lomba untuk peserta, presentasi pada saat pelatihan juri, presentasi pada saat pengenalan program pada promosi keliling di 10 (sepuluh) Perguruan Tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Depok. 6. Poster program. 7. Proposal program dalam mencari dana. 8. Wawancara formal dengan nara sumber kunci 9. Wawancara informal dengan peserta, pemenang, dan juri sebelum dan setelah dijalankannya proyek. 10. Seluruh lalulintas surat elektronik Direktur Proyek saat menjalankan program. 11. Publikasi media massa tentang Kompetisi Menulis Bebaskan Pengetahuan 2010 oleh Wikimedia Indonesia.
  • 65. 66 12. Laporan naratif dan keuangan Wikimedia Indonesia kepada Ford Foundation. 13. Laporan naratif dan keuangan Wikimedia Indonesia kepada Wikimedia Foundation. 3.7.Keabsahan data Untuk menguji kredibilitas data dilakukan triangulasi dimana validasi data diuji silang dengan menggunakan data dari berbagai sumber, dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. 3.7.1. Triangulasi Kredibilitas data dilakukan dengan mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, yaitu dengan mengecek hasil wawancara, observasi, dan melalui penelitian dokumentasi. Dimana data di verifikasi kebenarannya, atau mungkin seluruh data benar, namun dilihat menggunakan sudut pandang yang berbeda.
  • 66. 67 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1. Wikimedia Indonesia Wikimedia Indonesia didirikan pada 5 September 2008 sebagai perkumpulan yang mendorong pertumbuhan, pengembangan, dan penyebaran pengetahuan dalam bahasa Indonesia dan bahasa lain yang dipertuturkan di Indonesia secara bebas dan gratis. Pendirinya merupakan sukarelawan aktif Wikipedia bahasa Indonesia yang vokal mengadvokasikan perlunya pengetahuan bebas untuk publik melalui media massa dan berbagai seminar. Asas dan tujuan Wikimedia adalah; Asas: Perkumpulan berasaskan kesukarelaan, kekeluargaan, dan kejujuran. Tujuan: 1) Perkumpulan bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pengadaan dan penyebarluasan materi-materi pengetahuan bersumber terbuka dalam bahasa Indonesia dan bahasa lain yang dipertuturkan di Indonesia. 2) Perkumpulan bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pemberdayaan dan rangsangan agar masyarakat tergerak untuk ikut berkontribusi dalam upaya pengumpulan, pengembangan, dan penyebaran materi-materi pengetahuan bersumber terbuka dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa lain yang dipertuturkan di Indonesia. Wikimedia Indonesia didirikan oleh 19 orang pendirinya dari berbagai latar belakang dan memutuskan untuk bersinergi mendukung pertumbuhan
  • 67. 68 pengetahuan bebas di Indonesia. Keseluruh pendirinya adalah sukarelawan dan setelah berdiri, keanggotaan organisasi terbuka untuk umum. Sebagai organisasi berbadan hukum, Wikimedia Indonesia menjadi identitas para sukarelawan untuk bertemu, mengumpulkan dana, dan membangun proyek sehingga memungkinkan misi membebaskan pengetahuan dilakukan secara teroganisir, terencana, dengan target yang jelas. 4.1.2. Struktur organisasi Keanggotaan Wikimedia Indonesia terbagi dua jenis. Anggota Biasa dan Anggota Pengurus (atau dikenal juga sebagai Anggota Dewan), dimana hasil Rapat Umum Anggota merupakan kekuatan tertinggi dan mengikat. Anggota Dewan terbagi lagi menjadi dua, Dewan Pengawas dan Dewan Eksekutif (Pelaksana). Dewan Eksekutif bertanggung jawab atas pelaksanaan pengelolaan dana dan manajemen professional dalam operasional harian.Dewan Pengawas terdiri dari Ketua Dewan, Sekertaris, dan Anggota Dewan Pengawas. Semenjak organisasi berdiri pada tahun 2008, Dewan Pengawas bertugas mengawasi dan memberi saran pada jajaran Dewan Pengurus.
  • 68. 69 Gambar 2. Struktur Organisasi Wikimedia Indonesia 89 Gambar 2. Rapat Umum Anggota Tahunan/ Luar Biasa (kekuatan tertinggi) diatas Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus. Gambar 3. Struktur Dewan Pengawas Gambar 3. Struktur Dewan Pengurus 89 Situs Web Wikimedia Indonesia: www.wikimedia.or.id/organisasi
  • 69. 70 QuickTimeª and a TIFF (Uncompressed) decompressor are needed to see this picture. Jajaran Dewan Pengurus berdasarkan Rapat Umum Anggota 2009 mengakomodasi komite-komite eksekutif dibawah Direktur Eksekutif dengan tujuan meningkatkan kinerja organisasi menjadi berbasiskan proyek dan membagi beban Direktur Eksekutif kepada komite-komite eksekutif. 4.1.3 Wikimedia Indonesia sebagai Mitra Lokal Wikimedia di Dunia Saat didirikan dan diakui sebagai afiliasi Wikimedia Foundation (WMF) di bulan Desember 2008, Wikimedia Indonesia menjadi salah satu afiliasi dari ke-27 mitra lokal WMF di dunia. Misi membebaskan pengetahuan adalah usaha global yang memberikan alternatif cara untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan karena ketiadaan akses ataupun tidak-tersedianya informasi itu sendiri.
  • 70. 71 Gambar 4. Lokasi mitra Lokal Wikimedia Foundation di dunia (warna biru gelap)90 4.1.4 Wikipedia bahasa Indonesia Wikipedia bahasa Indonesia adalah situs ensiklopedia bebas terbesar berbahasa Indonesia. Situs ini berisi tentang artikel-artikel pengetahuan tentang banyak hal, mulai dari ilmu pengetahuan alam, sosial, geografi, hingga artikel-artikel hiburan dan diisi oleh kontributor yang tidak dibayar. Pada awal diluncurkannya pada tahun 1 Mei 2003 situs ini hanya memiliki artikel-artikel terjemahan oleh robot sebagai artikel awal, tanpa ada pengguna aktif.91 Lalu pada tahun January 2004 satu demi satu pengguna bertambah sehingga meningkat secara stabil hingga tahun 2006. 90 Sumber:Meta Wikimedia: Chapters 91 Halaman statistik Wikipedia bahasa Indonesia: http://stats.wikimedia.org/EN/ChartsWikipediaID.htm
  • 71. 72 Pengguna sangat aktif ini lalu berkumpul dan memutuskan untuk membuat organisasi yang sah secara hukum sehingga dapat berafiliasi dengan organisasi yang menjalankan Wikipedia, yaitu Wikimedia Foundation yang berada di San Fransisco, dan secara resmi dapat mempublikasikan serta mempromosikan kinerja sukarelawan-sukarelawan Wikipedia di Indonesia. Walaupun proyek bebas Wikimedia tidak hanya Wikipedia (ada Wikisource dan Wikibooks), situs yang paling popular masih Wikipedia bahasa Indonesia. Karena banyak sumberdaya dipusatkan Wikipedia bahasa Indonesia, situs ini menjadi penting untuk organisasi yang didirikan untuk melindungi upaya pengetahuan bebas agar tetap berjalan dan mendorong agar upaya ini terus bergerak maju dan mengalami peningkatan baik dari segi kuantitas (pendukungnya bertambah banyak) ataupun kualitas (isinya semakin bermutu). 4.1.5. Bebaskan Pengetahuan 2010 Bebaskan Pengetahuan 2010 adalah kompetisi menulis selama 72 hari untuk 10 perguruan tinggi yang berada di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Depok. Upaya ini dilakukan oleh Wikimedia Indonesia dengan mengambil bentuk kompetisi menulis untuk situs ensiklopedia berbahasa Indonesia yang bebas disunting oleh siapa saja. Selama kompetisi berlangsung panitia merekam aktifitas dan perilaku para peserta untuk mengetahui ukuran partisipasi mereka.
  • 72. 73 4.2. Hasil penelitian Hasil penelitian berdasarkan fokus penelitian identifikasi peran dan fungsi humas pada organisasi dan dalam program adalah sebagai berikut. 4.2.1. Peran humas membangun citra melalui program Menurut pengamatan peneliti peran humas teridentifikasi saat organisasi melakukan upaya-upaya peningkatan nilai organisasi tersebut melalui program dengan melakukan promosi keliling (roadshow) ke sepuluh perguruan tinggi. Berdasarkan penelusuran dokumen, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mengkomunikasikan isu-isu dan masalah organisasi, dan disaat yang sama menciptakan kesempatan untuk target khalayak berpartisipasi melalui program Bebaskan Pengetahuan 2010 (BP2010). Penelusuran dokumentasi aktifitas organisasi menunjukkan bahwa pertemuan dilakukan melalui temu muka antara manajemen organisasi dan tingkat pembuat keputusan di perguruan tinggi. Peneliti mengklasifikasikan upaya ini sebagai peran humas dalam membangun citra melalui program. 4.2.2. Peran humas mengemas pesan pada program Berdasarkan penelusuran dokumen peneliti menemukan pada laporan proyek Wikimedia Indonesia pada Wikimedia Foundation pada bahwa organisasi mengemas pesannya menggunakan konsep 7 C, yaitu : (1)
  • 73. 74 Clarify message (pesan yang jelas); (2) Command attention (menarik); (3) Call to action (panggilan untuk melakukan sesuatu); (4) Communicate a benefit (panggilan untuk melakukan sesuatu); (5) Create trust (panggilan untuk melakukan sesuatu); (6) Cater to the heart and mind (dekat di hati dan muda diingat); (7) Consistent (konsisten). Pesan disampaikan pada target khalayak secara konsisten, berulang, dan dirancang khusus sesuai target khalayak. Peneliti menemukan dan mengklasifikasi publik yang berbeda-beda dimana pesan dikemas khusus berdasarkan triangulasi data antara dokumentasi aktifitas, lalulintas surat elektronik, proposal proyek, pemuatan berita di media masa, halaman pembicaraan pengguna dan laporan proyek: • Pemerintah: pendekatan dilakukan melalui surel dan lobi temu muka, tindak lanjut secara berkala baik melalui surel, SMS, dan surat pemberitahuan resmi melalui pos. Pesan dikemas dalam bentuk pemberitahuan konsep siaran pers, dan pembuatan konsep pidato untuk Departemen Komunkasi dan Informatika. Berdasarkan arsip berita media masa (Republika Online, 20 Mei 2010) pesan selaras antara organisasi dan pemerintah yang disampaikan oleh Dirjen Aplikasi Telematika Ashwin Sasongko adalah: “… kompetisi mendukung konten positif di internet.” • Mitra media: pendekatan dilakukan secara pro-aktif melalui pesan yang dikemas dan disampaikan melalui media proposal, temu muka dan kesepakatan antar organisasi dalam penempatan berita dan
  • 74. 75 wawancara langsung diudara (radio). • Perguruan tinggi: pesan dikemas untuk tingkat pengambil keputusan Perguruan Tinggi melalui lobi dan diikat dengan persetujuan kerjasama resmi antar organisasi. Untuk tingkat mahasiswa sebagai target utama partisipan kompetisi, digunakan media poster dan ajakan persuasif dari dosen. Gambar 5. Gambar Konsep 7 C desain pesan untuk poster 92 • Pesan pada poster dibuat menarik menggunakan konsep 7 C. Penelusuran dokumentasi pembicaraan halaman pengguna di Wikipedia bahasa Indonesia mengungkapkan bahwa target khalayak mahasiswa mendapatkan pesan tentang program dan organisasi melalui poster dan bujukan persuasif dosen di universitas masing- 92 Free Your Knowledge Narration Report (2010, Agustus). Meta Wikimedia [online]. Diakses pada tanggal 27 September 2010 dari: http://meta.wikimedia.org/wiki/Grants:WM_ID/Free_Your_Knowledge_Project_2010/Report#Program_planning
  • 75. 76 masing untuk berpartisipasi. Pesan yang dikemas untuk mahasiswa adalah mahasiswa yang pintar dan rajin yang akan dapat menyelesaikan kompetisi. “Pinter-pinteran, Tahan-tahanan, Banyak-banyakan” Peneliti mengidentifikasi penemuan-penemuan ini sebagai peran humas mengemas pesan pada program berdasarkan target khalayaknya. 4.2.3. Peran humas menciptakan kesempatan berpartisipasi Berdasarkan triangulasi data antara dokumentasi aktifitas, lalulintas surat elektronik, proposal proyek, halaman pembicaraan pengguna dan laporan proyek, peneliti menemukan dan mengklasifikasi kesempatan yang berbeda-beda yang diciptakan melalui program untuk target khalayak yang berbeda: • Pemerintah: kesempatan berpartisipasi diciptakan saat kerjasama untuk melakukan konferensi pers antara pemerintah dan organisasi dibuka. • Mitra media: kesempatan berpartisipasi diciptakan saat pemenang melakukan wawancara radio untuk pendengar mereka dengan segmen yang sama, serta pemenang bercerita tentang hasil perlombaan. • Perguruan tinggi: untuk tingkat mahasiswa sebagai target utama, program menciptakan kompetisi sebagai sarana partisipasi. Untuk mahasiswa lainnya yang sedang menempuh program magang, organisasi menciptakan kesempatan untuk mereka menangani proyek. Berdasarkan dokumentasi surat elektronik empat mahasiswa
  • 76. 77 Universtas Mercu Buana terlibat dalam kepanitiaan sesuai kapasitas mereka sebagai mahasiswa di bidang humas dan mahasiswa teknik komputer, satu mahasiswa Universitas Paramadina melakukan magang sesuai kapasitasnya sebagai mahasiswa bidang hubungan internasional. Peneliti mengidentifikasi penemuan-penemuan ini sebagai peran humas menciptakan kesempatan melalui program untuk berpartisipasi. 4.2.4. Peran humas sebagai pusat komunikasi dan informasi Berdasarkan trianggulasi data menggunakan dokumentasi lalu- lintas surat elektronik panitia, pusat komunikasi dan informasi didelegasikan pada panitia proyek berdasarkan target khalayak. Untuk komunikasi dengan pemerintah, ditangani langsung oleh Direktur Proyek, untuk mitra media ditangani oleh Ketua Panitia dan Direktur Proyek untuk masalah. Sementara perguruan tinggi untuk tingkat pengambil keputusan ditangani oleh Direktur Proyek, sementara untuk tingkat Juri ditangani oleh Ketua Panitia, dan pada tingkat mahasiswa sebagai peserta kompetisi di babak pertama dan kedua ditangani oleh semua panitia berdasarkan bagiannya masing-masing, kecuali Direktur Proyek, sementara babak ketiga ditangani langsung oleh Direktur Proyek, dan panitia lain membantu seperlunya. Untuk publik, pusat komunikasi di arahkan ke situs web organisasi, pesan dipancarkan ulang melalui facebook resmi organisasi dimana seluruh peserta diminta untuk menjadi penggemarnya pada saat pelatihan kompetisi. Sementara pertanyaan dan media diarahkan
  • 77. 78 ke surel organisasi: info@wikimedia.or.id yang dibuat sedemikian rupa sehingga surat yang masuk akan masuk otomatis pada seluruh panitia dan anggota dewan organisasi. Dari keseluruhan data ini peneliti mengidentifikasi Direktur Proyek sebagai posisi yang bertanggung jawab sebagai pusat komunikasi dan informasi organisasi terlebih pada khalayak- khalayak tertentu yang rawan krisis seperti mitra media, pemerintah, dan pihak akademis pengambil keputusan. 4.2.5. Peran humas dalam meningkatkan nilai organisasi Berdasarkan publikasi melalui blog resmi Wikimedia Foundation (WMF) pada 21 September 2010, program BP2010 menjadi contoh hibah terbaik dari 15 hibah yang diberikan pada asosiasi lokal di dunia. Barry Newstead sebagai Chief Global Development Officer dalam tulisan yang dipublikasikan di blog resmi organisasi menyatakan: “While it is hard to directly attribute the impact of the project to the overall project growth, it is worth noting that the Bahasa Indonesia Wikipedia article count grew by over 20% to 130,000 articles between August 2009 and July 2010. In addition, page views on Indonesian Wikipedia grew by 100% in that time period – the fastest growing Wikipedia in the world.” Peneliti mengidentifikasi hal ini sebagai peningkatan nilai organisasi melalui program. Pernyataan diatas mengemukakan bahwa bahkan tanpa program Wikipedia bahasa Indonesia mungkin terus tumbuh, namun tanpa adanya program, pertumbuhan yang fantastis ini tidak akan menjadi sorotan dan dipublikasikan. Beberapa pernyataan nara sumber juga menguatkan hal ini. Erik
  • 78. 79 Moeller, Deputy Director Wikimedia Foundation, yang merupakan donatur terbesar program BP2010 menyatakan kepuasannya: “ Amazing project. The Project Demonstrate a scale of project that we never thought of before (done) in Indonesia. The way it was carried; the process has been very professional.” Hal yang serupa dinyatakan oleh Heidi Arbuckle, salah satu Program Officer Ford Foundation untuk Indonesia, yang juga merupakan salah satu donatur program. Saat peneliti bertanya pendapatnya tentang program, Heidi menyatakan: “It is very well documented, well manage, excellent design.” Saat peneliti bertanya lebih lanjut bagian mana yang paling ia sukai dari program BP2010, Heidi menuturkan: “ What I like the most about the project is because it generates big impact from what might be considered a small award.” Berdasarkan pernyataan pernyataan tersebut diatas peneliti menyimpulkan bahwa para donatur senang saat program yang dilaksanakan memiliki dampak yang besar terhadap publik. Baik berupa angka pertumbuhan yang baik, ataupun dokumentasi yang baik akan jalannya suatu program. Hal ini diidentifikasi sebagai peningkatan nilai organisasi melalui program. Namun identifikasi peran humas dalam peningkatan nilai organisasi melalui program tidak hanya terjadi pada organisasi pemberi hibah, naumn juga pada anggota Wikimedia Indonesia sendiri. Leo Cahyadi, nara sumber kunci yang menjabat sebagai Ketua Dewan
  • 79. 80 Pengawas, mengungkapkan bahwa Wikimedia Indonesia sebagai organisasi merupakan tempat berkumpul yang baik, namun belum berjalan dengan baik. “… entah mengapa saat manusia-manusia ini bertemu secara online, orangnya agak banyak (jumlahnya). Namun setelah menjadi organisasi dan berada di luar jaringan (off line), berkumpul mnjadi kurang menarik, harus ada sesuatu yang dikembangkan.” Namun saat pertanyaan beralih pada program, peneliti mengamati bahwa intonasi suara menjadi lebih bersemangat, terlebih saat nara sumber menyatakan puas atas program dan menyebutkan pencapaian organisasi yang dirujuk sebagai “terbaik di dunia.” Hal penelaahan pada halaman pembicaraan situs usulan warung kopi Wikipedia bahasa Indonesia pada 27 September 2010 juga menunjukkan antusiasme yang meningkat dari anggota lain organisasi untuk mereplikasi program. Ichsan Mochtar, salah satu pendiri organisasi menyatakan: “ Penting sekali ada bentuk kegiatan seperti BP2010 untuk para pengguna bahasa-bahasa daerah.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa program dianggap penting, diakui keberhasilannya, dan timbulnya keinginan baru untuk mereplikasi program dilain tempat. Berdasarkan penemuan-penemuan ini peneliti mengidentifikasi hal ini sebagai peran humas meningkatkan nilai organisasi melalui Program Bebaskan Pengetahuan 2010.
  • 80. 81 4.2.6. Fungsi humas dalam manajemen isu pada saat program Berdasarkan penelaahan dokumen proposal Program Bebaskan Pengetahuan 2010 (BP2010) isyu utama organisasi adalah peningkatan/ stagnansi/ penurunan jumlah dan kualitas artikel di Wikipedia bahasa Indonesia. Hal ini diperkuat dengan pernyataan nara sumber kunci, Leo Cahyadi, salah satu pendiri Wikimedia Indonesia dan Ketua Dewan Pengawas pada saat wawancara yang menyatakan secara eksplisit bahwa isu organisasi terpenting dan menjadi prioritas adalah menangani masalah yang ada di Wikipedia bahasa Indonesia: “ Organisasi ini penting untuk saya, penting karena bisa mengembangkan Wikipedia bahasa Indonesia dan bahasa lainnya yang dipertuturkan di Indonesia. Organisasi menjadi penting agar perkembangannya terus ada. ” Saat organisasi menentukan isu utama dan prioritasnya serta memperkenalkan solusinya melalui program, peneliti mengidentifikasikan hal sebagai salah satu fungsi humas dimana organisasi melakukan manajemen isu dengan menjalankan program. Berdasarkan laporan aktifitas proyek, pada saat kompetisi, banyak isu internal yang harus dihadapi seperti pelatihan untuk pekerja magang, informasi-informasi pendistribusian dana, dan hal ini dilakukan dengan banyak pertemuan temu muka. Gambar 6. Pelatihan situs web untuk panitia 93 93 Free Your Knowledge Activity Report (2010, Agustus). Meta Wikimedia [online]. Diakses pada tanggal 27 September 2010 dari: http://meta.wikimedia.org/wiki/Grants:WM_ID/Free_Your_Knowledge_Project_2010/Report/Activities
  • 81. 82 QuickTimeª and a TIFF (Uncompressed) decompressor are needed to see this picture. Berdasarkan dokumentasi lalu lintas surat elektronik pada saat kompetisi, isu-isu yang rentan menjadi krisis seperti bagaimana kompetisi berjalan dengan adil dan semua peserta dan juri mendapatkan informasi terbaru, dipusatkan pada Direktur Proyek. Panitia juga membuka sebanyak mungkin informasi secara publik, hal ini dapat dilihat dari tingkat transparansi dokumentasi penyelenggaraan proyek yang tinggi. Mengacu pada penelaahan penemuan-penemuan ini peneliti mengidentifikasi hal ini sebagai fungsi humas dalam manajemen isu mengenai program pada organisasi. 4.2.7. Fungsi humas menjadikan organisasi responsif dan waspada Hasil trianggulasi data berdasarkan dokumentasi surat elektronik dan laporan aktifitas program menunjukkan bahwa organisasi mendapatkan informasi terkini tentang program melalui evaluasi upaya-upaya proaktif jangkauan keluar seperti melakukan monitoring media setelah konferensi pers
  • 82. 83 dan memonitor lalulintas situs web. Gambar 7. Media monitoring dan wawancara radio 94 QuickTimeª and a TIFF (Uncompressed) decompressor are needed to see this picture. QuickTimeª and a TIFF (Uncompressed) decompressor are needed to see this picture. Mengacu pada dokumentasi laporan organisasi pada Pertamina dan publikasi media massa tentang program sebagai salah satu sponsor, situs web organisasi di lihat sebanyak 39,000 kali pada 72 hari waktu kompetisi, nama Pertamina muncul dua kali sebagai sponsor dalam dua pemberitaan di media massa. Arsip surat elektronik pada tanggal 25 Juni 2010 dengan Erik Zachte, analis statistik Wikimedia Foundation, menunjukkan bahwa organisasi 94 Free Your Knowledge Activity Report (2010, Agustus). Meta Wikimedia [online]. Diakses pada tanggal 27 September 2010 dari: http://meta.wikimedia.org/wiki/Grants:WM_ID/Free_Your_Knowledge_Project_2010/Report/Activities
  • 83. 84 melakukan pemantauan secara berkala pada statistik, berikut cuplikan surat elektronik tersebut: Siska, my congratulations on reaching your target of 60+ very active editors during the contest, effectively doubling participation. In April Indonesian Wikipedia jumped from 32 th to 20th place in number of very active editors out of 272 Wikipedias. Berdasarkan penemuan-penemuan ini peneliti mengidentifikasi hal ini sebagai fungsi humas agar tetap responsif dan mendapatkan informasi terkini tentang program. 4.2.8. Fungsi humas mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab pelayanan publik Hasil penelaahan pada halaman pembicaraan dan situs usulan “warung kopi” di Wikipedia Bahasa Indonesia (WBI) menunjukkan bahwa jenis tanggung jawab pelayanan publik yang dilakukan Wikimedia Indonesia melalui situs WBI adalah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada tanggal 27 September 2010 salah satu pengguna menulis: Saya setuju bahwa wikipedia bahasa Indonesia juga sedang SOS. Kenapa? Jawabannya satu: tren sekolah internasional. Bahkan sudah sampai masuk artikel New York Times. Bahasa daerah? Apalagi. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Leo Cahyadi, Ketua Dewan Pengawas Wikimedia Indonesia yang menjadi narasumber kunci saat ditanya tentang tanggung jawab sosial organisasi, berikut pernyataannya: Karena ini Wikimedia Indonesia, sebetulnya jangkauannya Indonesia ya. Saya pikir mempromosikan penggunaan bahasanya.
  • 84. 85 Berdasarkan temuan ini peneliti mengidentifikasi hal ini sebagai fungsi humas dalam manajemen organisasi saat mendefinisikan tanggung jawab sosial pelayanan publik, yaitu penggunaan bahasa Indonesia. 4.2.9. Fungsi humas menggunakan riset dan komunikasi dalam mengantisipasi arah perubahan Hasil penelaahan pada halaman pembicaraan dan situs “warung kopi” di Wikipedia Bahasa Indonesia (WBI) menunjukkan bahwa pada saat program diperkenalkan tidak banyak anggota komunitas WBI sadar bahwa jumlah dan kualitas artikel sangat bergantung pada peningkatan jumlah pengguna sangat aktif. Statistik halaman utama WBI menunjukkan pada Juni 2010 menunjukkan jumlah 177.139 pengguna terdaftar, sementara jumlah artikel 125.152 (jumlah pengguna terdaftar lebih besar dari jumlah artikel), sehingga komunitas merasa aman, walaupun merasa sedikit aneh dan mereka bertanya-tanya antar mereka mengapa jumlah pengguna teraftar bertambah banyak, namun peringkat WBI tidak ‘membaik’ malah cenderung menurun. Komunitas WBI berasumsi bahwa pengguna terdaftar tidak menyunting, mereka berdiskusi dan berandai-andai dalam halaman pembicaraan mereka bagaimana memperbaiki hal ini. Pengamatan peneliti menggunakan percakapan-percakapan dalam komunitas menunjukkan bahwa upaya-upaya individual oleh pengguna terbatas pada meminta teman/ kerabat untuk menulis dimana upaya ini tidak memperlihatkan
  • 85. 86 hasil yang memuaskan karena walaupun umumnya upaya ini menimbulkan simpati, namun tidak merubah perilaku (untuk menyunting Wikipedia). Isu ini juga pernah dituangkan dalam bentuk komik oleh Hariadhi, salah satu pengguna aktif WBI yang kebetulan merupakan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta. Komik yang memuat isu ini pernah dimuat dalam halaman web Wikimedia Indonesia pada bulan April 2009. Gambar 8. Komik tentang isu sukarelawan 95 QuickTimeª and a TIFF (Uncompressed) decompressor are needed to see this picture. Berdasarkan penelusuran dokumentasi laporan program Bebaskan Pengetahuan 2010 (BP 2010), berbeda dengan komunitas WBI, peneliti menemukan organisasi menggunakan riset untuk menemukan masalah dan mengkomunikasikan masalah tersebut beserta usulan solusinya dalam bentuk program berupa Kompetisi Menulis BP 2010. Berdasarkan temuan ini peneliti mengidentifikasikan bahwa organisasi melakukan fungsi humas dalam mengikuti perubahan dan mengantisipasi arah perubahan (trend) saat Direktur Proyek BP 2010 menggunakan riset dan komunikasi yang etis dalam merespon perubahan. 95 Free Your Knowledge Activity Report (2010, Agustus). Meta Wikimedia [online]. Diakses pada tanggal 27 September 2010 dari: http://meta.wikimedia.org/wiki/Grants:WM_ID/Free_Your_Knowledge_Project_2010/Report
  • 86. 87 Gambar 5. Statistik pengguna sangat aktif Wikipedia bahasa Indonesia 2006 - 2010 96 Sebelum program QuickTimeª and a TIFF (Uncompressed) decompressor are needed to see this picture. Setelah program QuickTimeª and a TIFF (Uncompressed) decompressor are needed to see this picture. Statistik diatas menunjukkan bahwa WBI sebagai situs ensiklopedia terbesar berbahasa Indonesia pada awal diluncurkannya pada 1 Mei 2003 hanya memiliki artikel-artikel terjemahan oleh robot sebagai artikel awal, tanpa ada pengguna aktif.97 Lalu pada tahun January 2004 satu demi satu pengguna mulai bertambah dan pada awal 2006 secara stabil jumlah penggunanya mulai bertambah secara stabil. Namun jumlah pengguna baru ini berhenti sejak awal 2007 hingga Februari 2010 dengan rata-rata 28 pengguna sangat aktif.98 Angka ini stagnan dimungkinkan karena jumlah pengguna sangat aktif yang baru bertambah, namun disaat yang sama jumlah pengguna sangat aktif yang lama juga keluar dengan komposisi penambahan yang sama dengan jumlah orang yang berkurang. 96 Wikipedia Chart Indonesian (berubah secara berkala). Situs statistik Wikipedia untuk bahasa Indonesia [daring]. Diakses pada 20 September 2010 dari http://stats.wikimedia.org/EN/ChartsWikipediaID.htm 97 Ibid. 98 Ibid.
  • 87. 88 Kutipan dari laporan program menyatakan bahwa program mendayagunakan pengalaman Direktur Proyek sebagai bagian dari komunitas selama empat tahun sebelum melakukan perencanaan strategis program dan melakukan penggalangan dana selama sembilan bulan sebelum diakumulasikan dalam 72 hari implementasi program: “The Free Your Knowledge 2010 project utilized its Project Director's four years experience as a community member to identify problems and then it took nine months of strategic design and fund raising before the program was finally implemented into practice (one month road show and 72 days competition).”99 Peneliti mengidentifikasikan hal ini sebagai kemampuan organisasi melakukan fungsi humas dalam mengantisipasi perubahan menggunakan riset. 4.3. Pembahasan Komunikasi adalah jalinan yang menghubungkan kehidupan mausia. Melalui komunikasi manusia berkoordinasi menggunakan keterampilan mereka mengelola pesan untuk menyampaikan makna. Salah satu elemen kunci dalam proses komunikasi adalah terjadinya “perubahan”, sementara “pesan” berfungsi sebagai rangsangan, dan pemahaman merupakan “insentif” dari komunikasi. Sebagai fungsi manajemen, humas berfungsi untuk mempertahankan hubungan baik dan bermanfaat antara organisasi dan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. 99 Report (September, 2010). Wikimedia Foundation Meta [daring]. Diakses pada tanggal 1 Oktober 2010 dari: http://meta.wikimedia.org/wiki/Grants:WM_ID/Free_Your_Knowledge_Project_2010/Report
  • 88. 89 Sehingga humas menjadi salah satu dari proses manajemen yang berperan untuk membantu organisasi menemukan (tidak saja) “apa yang dikatakan” tetapi juga “apa yang akan dilakukan”. Praktisi humas harus mampu menyusun strategi mengatasi problem atau memperbesar peluang tersebut melalui perencanaan dan pemograman. Penelusuran laporan proyek mengemukakan bahwa Wikimedia Indonesia menggunakan proses-P sebagai model perubahan perilaku yang menjadi tujuannya, yaitu dari tidak tahu hingga ikut berpartisipasi. “The project communication objectie was very spesific and aimed at increasing knowledge, influencing attitude, and changing practices of its intended benefeciaries with regard to particular action.” Penelitian ini menggunakan model pendekatan teori ko- orientasional dimana pengukuran keseseuaian antara pandangan organisasi tentang isu diseesuakian dengan estimasi organisasi tentang pandangan publik terhadap isu. Pengukuran ko-orientasional disebut juga analisis perbedaan dimana organisasi mengukur “persetujuan” antara organisasi dan target-target khalayaknya. Saat organisasi melakukan upaya promosi keliling peneliti mengidentifikasi upaya ini sebagai pemanfaatan isu dalam mencapai kesesuaian persepsi dan “persetujuan” publiknya. Pengaruh dari promosi keliling ini tidak hanya terhadap publik eksternal yang didatangi, namun juga berpengaruh terhadap publik internal, sehingga bekerja dua arah. Leo Cahyadi, narasumber kunci yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Wikimedia Indonesia menyatakan:
  • 89. 90 “…jangkauan keluar itu termasuk upaya yang harus dilakukan (organisasi) dan tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga”. Berdasarkan berbagai publikasi tentang upaya ini, peneliti mengidentifikasi promosi keliling merupakan: 1. Peran humas membangun citra melalui program 2. Fungsi humas dalam manajemen isu melalui program 3. Peran humas mengemas pesannya sesuai target khalayak yang dituju menggunakan program 4. Fungsi humas dalam merespon dan mendapatkan informasi terkini mengenai opini publik eksternalnya saat terjadi dialog mengenai program 5. Fungsi humas mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab melayani kepentingan publik 6. Peran humas dalam menciptakan kesempatan untuk target khalayak berpartisipasi melalui program 7. Fungsi humas dalam mengikuti perubahan dan menggunakan informasi tentang perubahan tersebut secara efektif Saat organisasi merencanakan dan melaksanakan program dengan melakukan komunikasi persuasif dengan cara: membuat proposal, melakukan pertemuan tatap muka, menempelkan poster, melakukan konferensi pers, memasang spanduk; serta memperkuat pesan dengan melakukan pengumuman melalui facebook, situs web, dan penempatan berita; maka organisasi teridentifikasi melakukan peran humas mengemas
  • 90. 91 pesan dan memolesnya hingga dapat membentuk opini target khalayak agar selaras dengan pandangan organisasi. Identifikasi kemampuan organisasi mengemas pesan sebagai salah satu peran humas dapat dikatakan terkait dengan kemampuan penggalangan dana organisasi tergantung dari pilihan media dan segmen target khalayak yang digunakan pada saat promosi dan penguatan pesan. Berdasarkan penelaahan arsip halaman pembicaran 17 peserta yang berhasil menyelesaikan pertandingan, sebagian besar mendapatkan informasi tentang program melalui poster, sementara sebagian kecil lainnya mengikuti karena tawaran persuasive dosen mereka. Poster yang sama dijadikan medium pencarian dana dan insentif untuk berpartisipasi bagi para sponsor, pemberi hibah, dan mitra media. Arsip laporan proyek juga menunjukkan bahwa spanduk, situs web, halaman facebook resmi organisasi, dan pemberitaan media dimanfaatkan sebagai media pemberitahuan “merk” pendukung program. Leo Cahyadi, narasumber kunci yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Wikimedia Indonesia berpendapat bahwa perusahaan mungkin tertarik mensponsori apabila segmen pasar tujuan mereka sama dengan target khalayak program organisasi, berikut pernyataannya: “Begini, setiap sponsor memiliki tujuan atau segmen pasar mereka sendiri. Menurut saya apabila segmennya SMA mungkin perusahaan seperti Fanta, akan tertarik.” Berdasarkan hal ini peneliti mengidentifikasi bahwa peran humas dalam menciptakan kesempatan bagi para target khalayaknya juga memiliki
  • 91. 92 hubungan bagi besarnya nilai penggalangan dana yang mungkin dikumpulkan oleh organisasi. Berdasarkan trianggulasi data peneliti mengidentifikasi peran humas sebagai pusat komunikasi dan informasi organisasi pada saat berlangsungnya program jatuh pada posisi Direktur Proyek. Walaupun hal ini tidak terkait langsung bagi kemampuan organisasi menggalang dana, namun hal ini diidentifikasi mempermudah upaya penggalangan dana. Hal ini dikarenakan hasil penelurusuran saluran komunikasi yang semuanya, pada akhirnya, berpusat pada Direktur Proyek. Identifikasi peran humas dalam kemampuannya meningkatkan nilai organisasi melalui keberhasilan program menurut peneliti memiliki sumbangsih tidak langsung bagi kemampuan organisasi menggalang dana, namun berhubungan dengan besarnya dana yang mungkin didapatkan. Berikut cuplikan pernyataan Erik Moeller, Wikimedia Foundation, salah satu penyandang dana terbesar program: “…whether they have program or didn’t have program, even if they have no experience, or trying to be established, or trying to do effort that support the mission, they (will) still have a fair chance. However it is unlikely that we will give grant with the amount of USD 20,000,- to a chapter or anyone without a track record. The goal of the grant is mostly for development and support (the mission).” Pernyataan ini menunjukkan bahwa organisasi pemberi hibah akan memberikan hibah pada organisasi dengan aktifitas, bahkan tanpa program terencana, selama mereka meminta, sehingga dengan atau tanpa keberadaan program, kesempatan organisasi satu atau organisasi lainnya yang berafiliasi
  • 92. 93 dengan Wikimedia untuk mendapatkan hibah tetap sama. Namun pernyatan ini juga mengisyaratkan bahwa sebuah program terencana yang berhasil baik akan menghasilkan rekam jejak yang baik, dan organisasi dengan rekam jejak yang baik memiliki kesempatan untuk mendapatkan dana yang lebih besar dibandingkan organisasi tanpa rekam jejak. Data wawancara nara sumber pemberi hibah menunjukkan bahwa bahwa fungsi humas memanajemen isu pada organisasi khusus untuk tipe dana hibah berdampak langsung pada organisasi. Hal ini merupakan hasil analisa dimana nara sumber terlihat senang justru karena mengetahui bagaimana organisasi tersebut mengatasi masalah dan berhasil. Erik Moeller, Deputy Director Wikimedia Foundation, menyatakan bahwa bagian yang paling ia sukai dari seluruh proses hibah adalah membaca laporannya. “Like for example in WMCZ they gradually improving from ‘just taking pictures and uploads them’ to actually using it inside the articles.” Menurutnya bercermin dari laporan tersebut ia dapat menggambarkan masalah yang penerima hibah hadapi dan tahap-tahap yang harus mereka lalui untuk mengatasinya, singkatnya terjadi peningkatan kemampuan organisasi. Hal yang persis sama dikatakan oleh Heidi Arbuckle, Program Officer Ford Foundation: “…LOVE seeing our grantee grow or come up with new ideas, and I like it when they tell failures. Not many people would confess that they failed, so it is precious, it enables us to to measure, to picture what they are dealing with, their problem, as part of learning
  • 93. 94 process.” Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa isu dan masalah harus dikelola dan bukan disembunyikan. Untuk pemberi hibah terlalu banyak masalah sama problematiknya dengan tidak ada masalah. Karena itu peran humas melakukan manajemen isu teridentifikasi memiliki hubungan bagi kemampuan organisasi dalam melakukan penggalangan dana dalam jangka panjang, bagaimana pesan dikemas dan data disajikan sehingga menunjukkan peningkatan kinerja dan lain sebagainya. Berdasarkan arsip surel dan data-data laporan proyek, fungsi humas dalam menjadikan manajemen organisasi responsif dan mendapatkan informasi terkini tentang opini publik tentang program membantu secara tidak langsung pada kemampuan organisasi dalam menggalang dana. Hal ini dikarenakan organisasi yang responsif terhadap masalah dan trend lebih mudah diajak bekerja sama dengan organisasi pemberi hibah ataupun sponsor yang memiliki ukuran-ukuran keberhasilan program yang dijalankan. Berikut cuplikan wawancara dengan Erik Moeller, Deputy Director Wikimedia Foundation: “ For program I would still like to develop rating measurement, so it’s not whether the chapter do this program or not do this program, it’s the progress of their effort that we’re interested more.” Instrumen pengukuran keberhasilan menjadi umpan balik organisasi, apabila organisasi menindaknya dengan bijaksana, hal ini akan memiliki dampak bagi kemampuan penggalangan dana organisasi secara langsung.
  • 94. 95 Untuk fungsi manajemen dalam mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab melayani kepentingan publik, Wikimedia Indonesia mendefinisikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada artikel sebagai penekanan pelayanan publiknya. Hal ini bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi organisasi dalam menggalang dana dilihat dari organisasi-organisasi ataupun individual yang mendukung hal ini, mungkin organisasi yang nasionalis, seperti Pertamina, atau individual yang mendukung pendaya-gunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Menurut pengamatan peneliti berdasarkan lalulintas surel (email) antara panitia dan publiknya (juri dan peserta) program cukup antisipatif terhadap perubahan, saat terjadi kejadian-kejadian tidak disangka seperti perubahan panitia, keterlambatan, pemberitahuan hasil kompetisi, tanggapan atas peraturan, dan lainsebagainya, kejadian-kejadian ini dikomunikasikan menggunakan dua rangkap jalur komunikasi, yaitu SMS dan surel, dimana penanggung jawab mengkomunikasikan semua kemungkinan dan jalan penyelesaian. Dalam identifikasi fungsi humas memanfaatkan perubahan menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya, peneliti mengkaji hal ini sebagai kemampuan yang sama dengan kemampuan penggalangan dana. Dalam menggalang dana sebuah organisasi/ seseorang harus mampu meyakinkan orang lain/ organisasi lain bahwa kerjasama yang mereka tawarkan saling menguntungkan atau saling mendukung misi satu sama lain. Kemampuan mencari dan menyajikan data dalam bentuk yang mudah dipahami untuk meyakinkan orang lain dapat
  • 95. 96 pula digunakan sebagai aset dalam kemampuan menggalang dana organisasi.
  • 96. 97 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1.Kesimpulan 1. Peneliti menyimpulkan bahwa peran humas dalam membangun citra melalui program teridentifikasi saat organisasi tersebut merencanakan program, mengimplementasikan program, melakukan promosi keliling, mempublikasikan upaya-upaya organisasi mencapai misi, dan membuka saluran komunikasi dan partisipasi. Promosi keliling juga membuka peluang-peluang baru dan menguatkan kemampuan penggalangan dana organisasi untuk program selanjutnya. 2. Peneliti menyimpulkan bahwa peran humas dalam mengemas pesan teridentifikasi saat organisasi melakukan komunikasi persuasif menggunakan pertemuan tatap muka atau melalui media untuk mencapai target khalayaknya. Hal ini juga dapat dimanfaatkan sebagai kemampuan penggalangan dana organisasi mempertimbangkan besar/ kecilnya jumlah segmen khalayak yang dituju. 3. Peneliti menyimpulkan peran humas sebagai pusat komunikasi dan informasi organisasi yang teridentifikasi mempermudah birokrasi apabila organisasi sedang melakukan penggalangan dana. Sehingga walaupun tidak terkait secara langsung dengan kemampuan organisasi menggalang dana, namun hal ini diidentifikasi mempermudah upaya penggalangan
  • 97. 98 dana. 4. Peneliti mengidentifikasi peran humas dalam kemampuannya meningkatkan nilai organisasi melalui keberhasilan program. Nilai organisasi yang meningkat berkontribusi tidak langsung bagi kemampuan organisasi menggalang dana, dilihat dari besarnya dana yang mungkin didapatkan. 5. Peneliti menyimpulkan bahwa fungsi humas mengelola masalah atau manajemen isu pada saat berjalannya program teridentifikasi. Pada saat yang sama fungsi ini dianggap akan memiliki dampak bagi kemampuan organisasi menggalang dana dalam jangka panjang terkait dari bagaimana pesan dikemas, masalah diidentifikasi dan data disajikan sehingga menunjukkan peningkatan kinerja organisasi. 6. Peneliti menyimpulkan bahwa fungsi humas dalam menjadikan manajemen organisasi responsif dan mendapatkan informasi terkini tentang opini publik tentang program teriidentifikasi. Kemampuan organisasi menjadikan manajemen responsive terhadap trend membantu secara tidak langsung pada kemampuan organisasi dalam menggalang dana karena organisasi yang responsif lebih mudah diajak bekerja sama dalam menyesuaikan ukuran-ukuran keberhasilan program yang dijalankan sesuai yang diharapkan donatur. 7. Peneliti menyimpulkan bahwa fungsi humas mendorong manajemen dalam mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab melayani kepentingan publik teridentifikasi saat organisasi mendefinisikan
  • 98. 99 penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada artikel Wikipedia bahasa Indonesia sebagai penekanan pelayanan publiknya. Persamaan misi dan tanggung jawab sosial ini menurut peneliti dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi organisasi dalam menggalang dana. 8. Peneliti menyimpulkan bahwa fungsi humas dalam manajemen untuk tetap awas terhadap perubahan dan memanfaatkannya secara efektif dalam mengantisipasi arah perubahan dengan menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya teridentifikasi. Hal ini disimpulkan saat kekuatan riset tercermin dalam proposal dan laporan program. Peneliti menyimpulkan bahwa apabila dalam program organisasi dilakukan fungsi humas dimana riset dan komunikasi yang etis digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan, keduanya dapat mendatangkan bantuan dalam berbagai bentuk, termasuk dana. Secara keseluruhan peneliti menyimpulkan bahwa identifikasi dilakukannya peran dan fungsi humas dalam program “Bebaskan Pengetahuan 2010” secara langsung atau tidak langsung memiliki kontribusi bagi kemampuan penggalangan dana organisasi nirlaba Wikimedia Indonesia. 5.1. Saran 5.1.1. Saran akademis Penelitian ini menggunakan teori pendekatan ko-orientasional dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasikan masalah dalam hubungan organisasi dan publiknya. Sistem dan budaya
  • 99. 100 wiki yang terbuka membuat identifikasi peran dan fungsi humas mudah dilakukan serta menunjukkan bahwa saat isu diluruskan dengan target khalayaknya, estimasi organisasi tentang isu bisa jadi meleset. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan ko-orientasional baik untuk digunakan dalam mengukur isu dan kesesuaian pandangan antara organisasi dan publik hanya apabila pihak organisasi terbuka untuk dikoreksi. 5.1.2. Saran praktis Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam program organisasi nirlaba yang tergolong kecil, peran dan fungsi humas yang sebenarnya terbalut dalam posisi manajerial Direktur Proyek. Sedangkan jabatan humas dan administratif resmi yang berada dalam program dipegang oleh pekerja magang. Berdasarkan deskripsi pekerjaannya, jabatan ini cenderung administratif dan teknis dan tidak sepenuhnya mempraktekkan peran dan fungsi humas dalam program. Sehingga saran peneliti berdasarkan hasil penelitian untuk: 1. Organisasi serupa dengan deskripsi organisasi nirlaba berbasiskan komunitas yang mungkin mengalami masalah dana, krisis kepemimpinan, dan distorsi misi organisasi saat menerjemahkan visi dan misi organisasinya dilapangan. Peneliti menyarankan organisasi agar merencanakan aktifitasnya dengan baik, pelajari misi dari organisasi donatur maupun organisasi yang dipilih untuk mensponsori, semakin serasi misi yang diusung semakin besar kemungkinan mereka
  • 100. 101 mendapatkan dana. Apabila organisasi ini kecil dan tidak memiliki divisi humas khusus, jajaran manajemen pengambil keputusan sebaiknya terbuka untuk melatih diri dengan mengadakan konsultasi/ pelatihan kehumasan dan mempelajari teknik teknik humas. Hasil penelitian menunjukkan apabila diaplikasikan dengan benar identifikasi peran dan fungsi humas dapat mendukung kemampuan organisasi dalam menggalang dana. 2. Bagi pemerintah: mendukung program-program berbasis akar rumput yang muncul dari masyarakat. Apabila program-program yang diusung organisasi ini mampu mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab melayani kepentingan publik maka nama pemerintah akan terangkat di mata publiknya. 3. Bagi lembaga donor: penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi nirlaba dalam masyarakat sipil Indonesia saat memperjuangkan misi yang selaras merupakan keberhasilan lembaga donor tersebut yang mendanai. 4. Bagi masyarakat umum: sebagai penikmat hasil upaya-upaya organisasi ini diharapkan menunjukkan dukungannya dengan apreasiasi secara tulisan, karena organisasi ini akan terbantu dengan dukungan masyarakat.
  • 101. 102 DAFTAR PUSTAKA Argenti, Paul A., 2003, Corporate Communication. McGraw-Hill, New York. Burson, Harold., 1990, October 2. “Beyond PR: Redefining the Role of Public Relations”, 29th Annual Distinguished Lecture of the Institute of Public Relations Research and Education, Inc., New York. Curtis, Dan B., Floyd, James J., and Winsor, Jerry L. 1996. Komunikasi Bisnis dan Profesional. Rosdakarya. Bandung. Cutlip, Scott M., Center, Allen H., and Glen M. Broom, 2006, Effective Public Relations. Prenada Media Grup. Jakarta DeVito, J.A. The Communication Handbook: A Dictionary. Harper & Row. New York. 1986. Drucker, Peter Ferdinand, 1990, Managing the non-profit organization. Butterworth-Heinemann Publishing, Massachusetts . Heath R. L and Bryant J, 2000, Human Communication Theory and Research: Concepts, Context, and Challenges. Lawrence Erlbaum Associates, Inc,. Publishers. New Jersey. Hernes, Tor. The Spatial Construction of Organization (Advances in Organization Studies). John Benjamin B.V Publishing, Philadelphia, 2004. John Hopkins Bloomberg School of Public Health, Center for Communication Program, December 2003, The New P-Process: Steps in Strategic Communication. The Health Communication Partnership booklet. Kriyantoro, Rachmat, 2006, Teknis Praktis Riset Komunikasi, Kencana, Jakarta Littlejohn, Stephen W, 1992, Theories of Human Communication, Albuquerque, New Mexico McNamara, Carter. Field Guide to Consulting and Organizational Development With Nonprofits. Authenticity Consulting, LLC. 2005. Moore, H. Frazier, 1981, Humas: Membangun Citra Dengan Komunikasi. Rosdakarya Bandung OECD-DAC Working Party on Development Assistance and Environment. Environmental Communication for Sustainable Development. A Practical Orientation. 1999. Rakhmat, Jalaluddin, 2007, Metode Penelitian Komunikasi, Rosdakarya Bandung. Schein, Edgar H., 1992, Organizational Culture and Leadership. Jossey-Bass
  • 102. 103 Publisher. San Francisco. Siaran Pers Wikimedia Indonesia Peluncuran Kompetisi (2010, 30 Maret). Situs Wikimedia Indonesia [daring]. Diakses pada 20 September 2010 dari http:// wikimedia.or.id/wiki/Siaran_pers/_Peluncuran_Kompetisi_Menulis_Bebask an_Pengetahuan_2010 Sim-Krause, Sharon. (2010, March 11) Five Roles of Public Relation. Situs The Daily MBA [daring]. Diakses pada 1 Agustus 2010 dari http://www.thedailymba.com/2010/03/11/five-roles-of-public-relations/ Sugiyono, 2007, Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta. Bandung. Wasesa, Silih Agung, 2006, Strategi Public Relations, Gramedia, Jakarta 2006. Weekly, E, 1967, An Etimological Dictionary of Modern English (Vol.1). Dover Publication, New York. Wikipedia Chart Indonesian (berubah secara berkala). Situs statistik Wikipedia untuk bahasa Indonesia [daring]. Diakses pada 20 September 2010 dari http://stats.wikimedia.org/EN/ChartsWikipediaID.htm