• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Toek Unj
 

Toek Unj

on

  • 2,795 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,795
Views on SlideShare
2,794
Embed Views
1

Actions

Likes
0
Downloads
435
Comments
0

1 Embed 1

http://www.slideshare.net 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Toek Unj Toek Unj Presentation Transcript

    • Ahmad Fil Ardhi Ketua Majelis Pertimbangan FoSSEI Bachelor Candidate in Islamic Economics Kulliyah of Sharia and Law State Islamic University of Jakarta BUNGA VS BAGI HASIL Dalam Perekonomian
    • Komparasi NO ISSUES ISLAM KONVENSIONAL 1 Sumber Ilmu & Hukum Al Qur’an & Sunnah Daya Fikir Manusia 2 Motif Ekonomi Ibadah/Rasional Spiritualism Rasional Materialism 3 Paradigma Pengembangan Prinsip Syariah/Muamalah Kebebasan Pasar 4 Landasan Filosofi Sejahtera Dunia & Akhirat (Falah) Kepuasan Individu 5 Investasi Bagi Hasil Bunga & Spekulasi 6 Pelaku Bank Investor & Pengusaha Creditor & Debitor 7 Distribusi Kekayaan Pasar, Pemerintah & Voluntary Sector Pasar & Pemerintah 8 Konsumsi – Produksi Kebutuhan & Kemaslahatan Keinginan (Ego) & Rasional 9 Karakter Masyarakat Berakhlak/Moral & Ukhuwah Materialistik, Individualistik & Konsumeristik
    • PANDANGAN NORMATIF AGAMA DAN SEJARAH TENTANG RIBA (BUNGA)
    • YUNANI
      • Plato (427-347 SM):
        • Bunga menyebabkan perpecahan dan perasaan tidak puas dalam masyarakat.
        • Bunga merupakan alat golongan kaya untuk mengeksploitasi golongan miskin
      • Aristoteles (384-322 SM):
        • Fungsi uang adalah sebagai alat tukar (medium of exchange) bukan alat menghasilkan tambahan melalui bunga
        • “… .Istilah riba, yang berarti lahirnya uang dari uang, diterapkan kepada pengembangbiakan uang karena analogi keturunan dan orang tua. Dibanding dengan semua cara mendapatkan uang, cara seperti ini adalah yang paling tidak alami” (Politics, 1258)
      • YAHUDI
      • Kitab Eksodus (Keluaran) 22: 25
        • “ Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umatku, orang yang miskin diantaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia, janganlah engkau bebankan bunga terhadapnya.”
      • Kitab Deuteronomy (Ulangan) 23: 19
        • “ Janganlah engkau membungakan uang kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan, atau apapun yang dapat dibungakan.”
      • Kitab Levicitus (Imamat) 35: 7
        • “ Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup diantaramu. Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba.”
      • Lukas 6: 35
        • “ Cintailah musuhmu… dan janganlah meminjamkan kepada mereka dengan berharap untuk mendapatkan sesuatu (yang lebih)”
      • KRISTEN
      • “ Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu daripadanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Tuhan Yang Maha Tinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat” (Lukas 6:34-35 )
      • Karena tidak disebutkan secara jelas, timbul berbagai tanggapan dan tafsiran tentang boleh tidaknya melakukan praktek pembungaan. Pandangan para sarjana Kristen terhadap praktek pembungaan terbagi pada tiga periode, yaitu
      • Pandangan Pendeta Awal (Abad I-XII):
      • Pandangan Para Sarjana Kristen (Abad XII-XV):
      • Pandangan Para Reformis Kristen (Abad XVI- Tahun 1836):
      • KRISTEN
      • Pandangan Pendeta Awal (Abad I-XII): Larangan mengambil bunga merujuk kepada Old Testament yang juga diimani oleh orang Kristen.
        • St. Basil (329-379)
        • St. Gregory dari Nyssa (335-395)
        • St. John Chrysostom (344-407)
        • St. Ambrose
        • St. Augustine
        • St. Alsem dari Centerbury (1033-1109 )
      • Larangan yang dikeluarkan oleh gereja dalam bentuk undang-undang (Canon)
        • Council of Elvira (Spanyol tahun 306)
        • Council of Arles (tahun 314)
        • First Council of Nicaea (tahun 325)
        • Council of Carthage (tahun 345) & Council of Aix la Chapelle (789)
        • Council of Latern (1179)
        • Council of Lyons (1274)
        • Council of Vienne (1311)
      • KRISTEN
      • Kesimpulan Pandangan para Pendeta Awal (Abad I-XII):
        • Bunga adalah semua bentuk yang diminta sebagai imbalan yang melebihi jumlah barang yang dipinjamkan di awal.
        • Mengambil bunga adalah suatu dosa yang dilarang baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
        • Keinginan atau niat untuk mendapat imbalan melebihi apa yang dipinjamkan adalah suatu dosa.
        • Bunga harus dikembalikan kepada pemiliknya.
        • Harga barang yang tinggi untuk penjualan secara kredit juga merupakan bunga yang terselubung.
      • KRISTEN
      • Pandangan Para Sarjana Kristen (Abad XII-XV):
        • Robert of Courcon (1152-1218),
        • William Auxxerre (1160-1220),
        • St.Raymond of Pennafore (1180-1278),
        • St.Bonaventure (1221-1274)
        • St.Thomas Aquinas (1225-1274)
        • Bunga dibedakan menjadi interest dan usury
        • Niat atau perbuatan untuk mendapatkan keuntungan dengan memberikan pinjaman adalah suatu dosa yang bertentangan dengan konsep keadilan
        • Mengambil bunga dari pinjaman diperbolehkan, namun haram atau tidaknya tergantung niat si pemberi hutang.
      • KRISTEN
      • Pandangan Para Reformis Kristen (Abad XVI- Tahun 1836):
        • John Calvin (1509-1564)
        • Charles du Moulin (1500-1566)
        • Claude Saumaise (1588-1653)
        • Martin Luther (1483-1546)
        • Melancthon (1497-1560)
        • Zwingli (1484-1531)
        • Dosa apabila bunga memberatkan
        • Uang dapat membiak (kontra dengan Aristoteles)
        • Tidak menjadikan pengambil bunga sebagai profesi
        • Jangan mengambil bunga dari orang miskin
      • ISLAM
      • Arruum: 39
        • “ Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar ia bertambah pada harta manusia, maka pada sisi Allah itu tidak bertambah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang yang melipatgandakan (pahalanya).”
      • Annisaa: 160-161
        • Maka disebabkan kezhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan diatas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir diantara mereka itu siksa yang pedih.
      • ISLAM
      • Ali Imran: 130
        • “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”
      • Albaqarah: 278-279
        • “ Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.”
      • ISLAM
      • Jabir berkata bahwa Rasulullah SAW mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian beliau bersabda: “Mereka semuanya sama“ (HR. Muslim)
      • Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi SAW berkata: “Pada malam perjalananku Mi’raj, aku melihat orang-orang yang perutnya seperti rumah, didalamnya dipenuhi oleh ular-ular yang kelihatan dari luar. Aku bertanya kepada Jibril siapakah mereka itu. Jibril menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang menerima riba.”
      • Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tingkatan, adapun tingkat yang paling rendah (dosanya) sama dengan seseorang yang melakukan zina dengan ibunya sendiri.”
    • RIBA
      • Riba
        • Riba Dayn (Riba dalam pinjaman)
        • Riba Bai’ (Riba dalam jual beli)
      • Riba Bai’
        • Riba Fadl
        • Riba karena pertukaran barang yang sejenis, tapi jumlahnya tidak seimbang
        • Riba Nasiah
        • Riba karena pertukaran yang sejenis dan jumlahnya dilebihkan karena melibatkan jangka waktu
      • Para ulama sepakat bahwa hukum Riba adalah haram. Persoalannya apakah bunga bank sama dengan riba ?
    • ALASAN PEMBENARAN BUNGA (RIBA)
    • Corak Ekonomi Kontemporer BUNGA Uang Sebagai Alat Tukar Uang Sebagai Komoditi Kredit & Spekulasi Pasar Moneter: Uang, Modal, Obligasi, Derivative Corak Ekonomi Modern: Dikotomi Riil dan Moneter
    • Teori Agio Mengenai Bunga “ Pemilikan uang yang dimiliki sekarang lebih tinggi nilai daripada bila sejumlah yang sama dimiliki di masa datang. Artinya menunggu tibanya masa datang (meminjamkan uang sekarang dan dikembalikan di masa datang) merupakan pengorbanan sehingga pengorbanan ini harus dihargai dengan apa yang disebut pengganti atau balas jasa atau yang lebih dikenal dengan istilah bunga (interest) ”.
    • Teori Klasikal atas Bunga Bunga adalah harga kapital ( price of capital ) dimana ada permintaan ( demand ) akan kapital yang berhadapan dengan penawaran ( supply ) akan kapital. Permintaan akan kapital bersumber pada kebutuhan investasi ( investment ) dan penawaran akan kapital bersumber pada tabungan ( saving ). Apabila permintaan kapital meningkat dan penawaram kapital tetap maka mekanisme pasar akan menetapkan harga kapital naik atau tingkat suku bunga ( interest ) naik. Dan sebaliknya apabila penawaran kapital meningkat dan permintaan kapital tetap maka harga kapital (tingkat suku bunga) akan turun dan seterusnya .
    • Teori Neo Klasikal atas Bunga Bunga adalah harga kapital ( price of capital ) tetapi mempunyai perbedaan dengan teori Klasikal atas Bunga yaitu permintaan akan kapital tidak saja untuk memenuhi kebutuhan investasi tetapi juga kebutuhan untuk konsumsi. Sedangkan penawaran akan kapital tidak saja berasal dari tabungan tetapi juga berasal dari sumber-sumber lain yang dapat dipinjamkan, termasuk penciptaan kredit bank oleh karena itu teori neoklasikal tentang bunga ini disebut laonable fund theory .
    • Teori Likuiditas atas Bunga Bunga adalah harga uang ( price of maney ). Uang diperlukan berdasarkan motif-motif untuk keperluan transaksi ( transaction motive ), untuk keperluan berjaga-jaga ( precautionary motive ) dan untuk keperluan spekulasi (speculative motive ). Uang sebagai aset cair ( liquid asset ) yang bisa dicairkan menjadi apa saja dan untuk apa saja sehingga teori ini sering pula disebut sebagai Liquidity Preference Theory. Intinya tinggi rendahnya harga uang atau interest ditentukan oleh preferensi pemilikan aset likuid sebagai permintaan akan uang ( demand for liquidity ) dan ditentukan pula oleh tersedianya jumlah uang ( money supply ) yang beredar atau diedarkan. Apabila demand for liquidity naik dan money supply tetap maka harga uang ( interest ) akan naik. Apabila money supply naik dan demand for liquidity tetap maka harga uang ( interest ) akan turun, dan seterusnya.
    • PERBEDAAN FUNDAMENTAL SISTEM BUNGA DAN BAGI HASIL
    • PERBEDAAN SISTEM BAGI HASIL DAN SISTEM BUNGA No. Bagi Hasil Bunga 1 Melakukan investasi-investasi yang halal saja Investasi yang halal dan haram 2 Profit dan falah oriented dunia akhirat kelak Profit oriented dan cenderung mementingkan dunia dan mengabaikan akhirat kelak 3 Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kemitraan Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan debitor-kreditor 4 Penghimpunan dan penyaluran dana harus sesusi dengan fatwa Dewan Pengawas Syari’ah Tidak terdapat dewan sejenis 5 Penentuan besarnya rasio/nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung ataupun rugi. Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung 6 Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh. Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan 7 Besarnya bagi hasil tergantung pada keuntungan / kerugian proyek yang dijalankan. Pembayaran bunga tetap seperti yang diperjanjikan, tanpa menimbang apakah proyek untung atau rugi. 8 Besarnya bagi hasil meningkat sesuai dengan meningkatnya jumlah pendapatan. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan meningkat. 9 Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil. Keberadaan bunga dikecam oleh seluruh agama, termasuk Islam.
    • HUBUNGAN ANTARA SUKU BUNGA, INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI PADA EKONOMI KONVENSIONAL Interest Investasi I 0 ’ I 1 ’ r 0 r 1 Pertumbuhan Ekonomi, Investasi G 0 G 1 I 0 I 1 0 (a) (b) 0
    • GRAFIK TIME SERIES PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SUKU BUNGA SBI DI INDONSEIA PERIODE TRIWULANAN 1998-2005
    • GRAFIK TIME SERIES PENGARUH SUKU BUNGA SBI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONSESIA PERIODE TRIWULANAN 1998-2005
    • HUBUNGAN POSITIF ANTARA TABUNGAN, PEMBIAYAAN DENGAN INVESTASI Bagi hasil I 0 I 1 B h1 B h0 0 Investasi (tabungan& pembiayaan)
    • PARADIGMA BAGI HASIL, INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI PADA EKONOMI ISLAM Investasi Bagi hasil Pertumbuhan Ekonomi, Investasi I 0 I 1 I 0 ’ I 1 ’ B h1 B h0 0 0 G 0 G 1 (a) (b)
    • GRAFIK TIME SERIES HUBUNGAN POSITIF BAGI HASIL DAN INVESTASI DEPOSITO PERBANKAN SYARI’AH DI INDONESIA JULI 2002-DESEMBER 2005 (Rp Milyar)
    • GRAFIK TIME SERIES HUBUNGAN POSITIF BAGI HASIL DAN INVESTASI PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARI’AH DI INDONESIA JULI 2002-DESEMBER 2005 (Rp Milyar)
    • DAMPAK RIBA DAN BAGI HASIL TERHADAP INVESTASI DAN PEREKONOMIAN Investasi G 1 Interest Investasi Bagi hasil Pertumbuhan Ekonomi Investasi I 0 I 0 ’ I 1 ’ I 1 r 0 I 0 ’ I 1 ’ r 1 B h1 B h0 0 G 0 (a) (b) (c)
      • Absensi Riba dalam perekonomian (sektor riil) mencegah penumpukan harta pada sekelompok orang (money concentration & creation), dimana hal tersebut berpotensi terjadinya misalokasi produksi (menghambat perkembangan sektor riil dan eksploitasi perekonomian (eksploitasi pelaku ekonomi atas pelaku yang lain dan eksploitasi sistem atas pelaku ekonomi).
      • Absensi Riba mencegah timbulnya gangguan-gangguan dalam sektor riil, seperti inflasi dan penurunan produktifitas ekonomi makro.
      • Absensi Riba mendorong terciptanya aktifitas ekonomi yang adil, stabil dan sustainable melalui mekanisme bagi hasil (profit-loss sharing) yang produktif.
      Fakta Implikasi Riba
    • Fakta Implikasi Riba
      • Volume transaksi yang terjadi di pasar uang ( currency speculation dan derivative market ) dunia berjumlah US$ 1.5 trillion hanya dalam sehari, sedangkan volume transaksi yang terjadi pada perdagangan dunia di sektor real hanya US$ 6 trillion setiap tahun (Rasio 500:6).
      • Sepanjang abad 20, (Roy Davies dan Glyn Davies (1996) dalam buku mereka a history of money from ancient times to the present day ), telah terjadi lebih dari 20 krisis (kesemuanya merupakan krisis sektor keuangan).
      • Kekuatan berupa voting powers negara-negara maju atas kebijakan yang ada dalam institusi keuangan dunia adalah sebagai berikut: 24% di WTO, 48% di IDB, 60% di ADB, 61% di WB dan 62% di IMF.
      • Hutang negara berkembang lebih dari tiga trillion US dollars dan masih terus tumbuh. Hasilnya adalah setiap laki-laki, wanita, anak-anak di negara berkembang (80% dari populasi dunia) memiliki hutang USD 600, dimana pendapatan rata-rata pada negara yang paling miskin kurang dari satu dollar perhari (untuk Indonesia utang perkepala USD 900.
    • Fakta Implikasi Riba
    • Capitalist on Capitalism
      • Barberton dan Lane bahkan memprediksikan sebuah kisis yang akan memukul system keuangan barat hingga keakarnya.
      • “ The credit and capital markets have grown too rapidly, with too little transparency and accountability. Prepare for an exploision that will rock the western financial system to its foundations.”
      •   Mereka berpendapat bahwa sistem finansial barat sejak awal 1970-an sudah sangat tergantung dengan hutang ( debt addiction ). Negara maju lebih suka menghutangkan uangnya kepada negara-negara miskin dan berkembang daripada membangun industri dalam negerinya.
      • Sementara itu mantan direktur Bank of England , Lord Josiah Stamp, dalam pernyataannya di bawah ini menggambarkan bagaimana kekuasaan sebuah bank menggunakan bunga sebagai senjatanya. 
      • “ The modern banking system manufactures money out of nothing. The process is perhaps the most astounding piece of sleight of hand that was ever invented. Banking was coinceived in inequity and born in sin. Bankers own the earth; take it away from them, bt leave them with the power to create credit, and with the stroke of a pen they will create enough money to buy it back again. If you want to be slaves of the bankers, and pay the cost of your own slavery, then let the banks create money.”
      • Roy Culpeper (1999) dalam artikelnya mengatakan dengan tegas dan jelas bahwa kesalahan bukanlah terletak pada manusia-manusia dibalik pembuatan kebijakan dalam sebuah sistem perekonomian, tapi adalah sistem itu sendiri yang menjadi sumber dari semua kekacauan ekonomi.
      • “ It is the sistem that is at fault rather than particular actors--or, as Robert Wade put it metaphorically, widespread accidents are caused by the "design of the road network" rather than the "bad habits of certain drivers." In the Briefing paper I wrote for the North-South Institute in June 1998, I characterized the problem as "sistemic instability." This instability has been brought on by the relentless drive by certain governments--led by the US and its G-7 groupies--and pressures from the financial industry itself, to liberalize the financial sector and capital-account transactions around the world.”
      Capitalist on Capitalism
    • Riba Implication Framework Pada akhirnya riba akan memperburuk perekonomian secara makro, yang kemudian mempengaruhi para pekau-pelaku ekonomi di tingkat mikro, sehingga menghindari riba pada hakikatnya menghindari keburukan pada perekonomian secara menyeluruh. Jadi secara tak langsung (teori) pihak-pihak yang melakukan praktek riba berarti turut andil dalam menekan perekonomian makro (memperbesar risiko bagi perkemban ekonomi) Taking or Doing Riba Money Concentration & Creation Shrinking the Real Sector (barang yg tercipta < uang beredar) Inflation Compressing Economic Growth
    • Share Base Implication Framework Sedangkan konsep bagi hasil dalam perekonomian Islam akan semakin mendukung pertumbuhan perekonomian secara makro. Taking or Doing Share Base Investment Wealth & Income Distribution Growing the Real Sector Productivity & Opportunity Economic Growth Tanpa ada risiko eksploitasi dan negative spread
    • Riba Implication Framework
      • Secara teori return yang diterima dari praktek riba secara jangka panjang akan menghadapi risiko inflasi, sehingga sebenarnya boleh jadi purchasing power dari uang yang bertambah akibat return dari bunga/riba tidak berubah atau bahkan semakin mengecil akibat inflasi (jika penambahan pendapatan dari return lebih kecil atau sama dengan penambahan harga (inflasi))
      • i  y (income) naik (P (inflasi) naik)  rasio y/P tetap atau turun ( Δ m ≤ Δ P)
      • “ Dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah… Ar Rum: 39”
      • secara individu bunga menyebabkan kekayaan (pemodal) meningkat (pengkayaan), namun secara kolektif (akibat inflasi) yang terjadi adalah pemiskinan.
    • Kronologi Krisis Keuangan Dunia Tahun Kronologi Krisis (Roy & Glyn Davies, 1996) Tahun Emas sebagai uang (Francisco LR dan Luis R Batiz,1985) 1860-1921 Peningkatan Jumlah Bank di amerika s/d 19 Kali Lipat 1880-1914 Standar Emas; Emas sebagai mata uang, terutama yang digunakan oleh negara superpower ekonomi ketika itu, yakni US dan UK 1907 Krisis Perbankan Internasional dimulai di New York 1913 US Federal Reserve System 1914-1918 Perang Dunia I 1915 Runtuhnya Rezim Uang Emas 1920 Depresi Ekonomi di Jepang 1922-1923 German mengalami hyper inflasi. Karena takut mata uang menurun nlainya, gaji dibayar sampai dua kali dalam sehari 1924 German kembali menggunakan standard emas 1925 Inggris kembali menggunakan standard emas 1927 Krisis Keuangan di Jepang (37 Bank tutup); akibat krisis yang terjadi pada bank-bank Taiwan . 1981 – 1901 Jumlah Bank bertambah 20 kali lipat
    • Kronologi Krisis Keuangan Dunia 2 Tahun Kronologi Krisis (Roy & Glyn Davies, 1996) Tahun Emas sebagai uang (Francisco LR dan Luis R Batiz,1985) 192 9-1930 The Great Crash (di pasar modal NY) & Great Depression (Kegagalan Perbankan); di US, hingga net national product -nya terbangkas lebih dari setengahnya 19 28 Prancis kembali Standar Emas 1931 Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di German, yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini membuat UK meninggalkan standard emas. 1931 Amerika dan Perancis menguasai 75% cadangan emas dunia.Inggris meninggalkan standar emas, begitu juga dengan Jepang. 1934 USA meninggalkan Standard Emas 1915-1940 Kekacauan Moneter Dunia 1944-1966 Prancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya. 1944 (Jully) Beridiri IMF (USA) Penerapan Fixed Exchange rate sistem Kesepakatan Bretton Woods (1 Ons Emas = 35 USD) 1944-1946 Hungaria mengalami hyper inflasi dan krisis moneter. Ini merupakan krisis terburuk eropa. Note issues Hungaria meningkat dari 12000 million (11 digits) hingga 27 digits.
    • Kronologi Krisis Keuangan Dunia 3 Tahun Kronologi Krisis (Roy & Glyn Davies, 1996) Tahun Emas sebagai uang (Francisco LR dan Luis R Batiz,1985) 1 945-1946 Jerman mengalami hyper inflasi akibat perang dunia kedua. 1945-1955 Krisis Perbankan di NigeriaAkibat pertumbuhan bank yang tidak teregulasi dengan baik pada tahun 1945 (1950-1972) Periode tidak terjadi krisis Lebih kurang akibat Bretton Woods Agreements, yang mengeluarkan regulasi disektor moneter relatif lebih ketat (Fixed Exchange Rate Regime). Disamping itu IMF memainkan perannya dalam mengatasi anomali-anomali keuangan di dunia. Jadi regulasi khususnya di perbankan dan umumnya di sektor keuangan, serta penerapan rezim nilai tukar yang stabil membuat sektor keuangan dunia (untuk sementara) “tenang”. 1971 Kesepakatan Breton Woods runtuh ( collapsed ). Pada hakikatnya perjanjian ini runtuh akibat sistem dengan mekanisme bunganya tak dapat dibendung untuk tetap mempertahankan rezim nilai tukar yang fixed exchange rate . 1971-1973 Kesepakatan Smithsonian(1 Ons emas = 38 USD). Dicoba untuk menenangkan kembali sektor keuangan dengan perjanjian baru. Namun hanya bertahan 2-3 tahun saja.
    • Kronologi Krisis Keuangan Dunia 4 Tahun Kronologi Krisis (Roy & Glyn Davies, 1996) Tahun Emas sebagai uang (Francisco LR dan Luis R Batiz,1985) 19 73 Amerika meninggalkan standar emas. Akibat hukum “uang buruk (foreign exchange) menggantikan uang bagus (dollar yang di- back-up dengan emas)-(Gresham Law)”. 1973… Dimulainya spekulasi sebagai dinamika baru di pasar moneter konvensional akibat penerapan floating exchange rate system. Periode Spekulasi; di pasar modal, uang, obligasi dan derivative . 1973-1974 Krisis Perbankan kedua di Inggris; akibat Bank of England meningkatkan kompetisi pada supply of credit. 1978-1980 Deep recession di negara-negara industri akibat boikot minyak oleh OPEC, yang kemudian membuat melambung tingginya interest rate negara-negara industri.
    • Kronologi Krisis Keuangan Dunia 5 Tahun Kronologi Krisis (Roy & Glyn Davies, 1996) Tahun Emas sebagai uang (Francisco LR dan Luis R Batiz,1985) 1980 Krisis Dunia ketiga; banyaknya hutang dari negara dunia ketiga disebabkan oleh oil booming pada th 1974, tapi ketika negara maju meningkatkan interest rate untuk menekan inflasi, hutang negara ketiga meningkat melebihi kemampuan bayarnya. 1980 Krisis Hutang di Polandia; akibat terpengaruh dampak negatif dari krisis hutang dunia ketiga. Banyak bank di eropa barat yang menarik dananya dari bank di eropa timur. 1982 Krisis Hutang di Mexico; disebabkan outflow kapital yang massive ke US, kemudian di- treatments dengan hutang dari US, IMF, BIS. Krisis ini juga menarik Argentina, Brazil dan Venezuela untuk masuk dalam lingkaran krisis. 1987 The Great Crash (Stock Exchange), 16 Oct 1987 di pasar modal US & UK. Mengakibatkan otoritas moneter dunia meningkatkan money supply . 1994 Krisis di Mexico; kembali akibat kebijakan finansial yang tidak tepat.
    • Kronologi Krisis Keuangan Dunia 6 Tahun Kronologi Krisis (Roy & Glyn Davies, 1996) Tahun Emas sebagai uang (Francisco LR dan Luis R Batiz,1985) 1997 Krisis Keuangan di Asia Tenggara; krisis yang dimulai di Thailand, Malaysia kemudian Indonesia , akibat kebijakan hutang yang tidak transparan. 1998 Krisis Keuangan di Korea; memiliki sebab yang sama dengan Asteng. 1998 Krisis Keuangan di Rusia; jatuhnya nilai Rubel Rusia (akibat spekulasi) 1999 Krisis Keuangan di Brazil Krisis Keuangan di Argentina Sumber: Diolah dari Batiz & Roy-Glyn Davies