Your SlideShare is downloading. ×
Psikologi perkembangan iii
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Psikologi perkembangan iii

778
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
778
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I BEBERAPA MINAT UMUM PADA MASA KANAK-KANAK  Sepanjang masa kanak-kanak minat menjadi sumber motivasi yang kuat.  Minat mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi anak. A. CIRI-CIRI MINAT ANAK  Minat tumbuh bersamaan dengan berkembangan fisik dan mental anak  Minat dipengaruhi pengaruh budaya  Minat berbobot emosional  Minat itu egosentrisme B. METODE MENEMUKAN MINAT ANAK  Pengamatan kegiatan  Pertanyaan  Pokok pembicaraan  Membaca  Keinginan  Laporan mengenai apa saja yang diminati C. ASPEK-ASPEK MINAT  Minat mempunyai aspek kognitif dan afektif  Aspek kognitif didasarkan atas konsep yang dikembangkan anak mengenai bidang yang berkaitan dengan minat. Aspek kognitif minat berkisar pertanyaan apa saja keuntungan dan kepuasan pribadi yang dapat diperoleh dari minat.  Aspek afektif atau bobot emosional konsep yang membangun aspek kognitif minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Aspek afektif berkembang dari pengalaman pribadi, dari sikap orang yang penting, yaitu orangtua, guru dan teman sebaya. D. MINAT TERHADAP TUBUH MANUSIA  Minat terhadap tubuh berkembang sejalan dengan perkembangan kemampuan intelektual yang memungkinkan anak menangkap perubahan-perubahan pada tubuhnya sendiri dan perbedaan antara tubuhnya dengan tubuh temannya dan orang dewasa.
  • 2. E. MINAT TERHADAP TUBUH MANUSIA  Saat berkembangnya ciri sekunder, mereka mulai menaruh minat pada alsan dan perbedaan tersebut.  Seandainya seseorang meninggal, anak berminat mengetahui apa yang akan terjadi dengan tubuh orang tersebut setelah dimasukkan dalam bukur. F. MINAT PADA KESEHATAN  Anak beranggapan bahwa kesehatan mereka merupakan urusan orangtua untuk menjaganya. Misalnya orangtua yang menyuruh tidur teratur, jangan lupa makan dll.  Anak sudah mulai mencari tahu apa kuman penyakit itu, bagaimana rupanya, bagaimana cara masuk ke dalam tubuh, bagaimana dapat menghindari kuman dan bagaimana obat dapat menyembuhkan penyakit. G. MINAT TERHADAP PENAMPILAN  Tahun awal kehidupan anak minat anak terhadap penampilan relatif sedikit. Contoh; anak usia 6 tahun tidak malu giginya ompong.  Usia sekolah, minat anak terhadap penampilan relatif meningkat dan saat memasuki usia remaja, minat anak terhadap penampilan semakin kuat.  Faktor yang menyebabkan meningkatnya minat terhadap penampilan  Komentar teman sebaya dan orang dewasa yang positif mengenai penampilan yang menarik  Kritik teman sebaya dan orang dewasa mengenai penampilan yang tidak menarik  Kesadaran bahwa orang, terutama orang dewasa, dalam sikap dan perlakuan lebih tleran terhadap perilaku salah anak yang menarik daripada anak yang tidak menarik  Kesadaran bahwa anak yang tidak menarik jarang menjadi pemimpin dan bahwa daya tarik memperbesar kemungkinan menjadi pemimpin  Tekanan kelompok teman sebaya untuk berpenampilan sesuai jenis kelamin  Kesadaran bahwa pakaian sangat membantu penampilan dan menutupi penampilan tidak menarik  Kesadaran bahwa rasa keyankinan diri diperkuat oleh penampilan dan perasaan rendah diri diperkuat oleh penampilan yang tidak menarik.
  • 3. H. FAKTOR YANG MENYEBABKAN MENINGKATNYA MINAT TERHADAP PENAMPILAN  Komentar teman sebaya dan orang dewasa yang positif mengenai penampilan yang menarik  Kritik teman sebaya dan orang dewasa mengenai penampilan yang tidak menarik  Kesadaran bahwa orang, terutama orang dewasa, dalam sikap dan perlakuan lebih toleran terhadap perilaku salah anak yang menarik dari pada anak yang tidak menarik. I. MINAT TERHADAP PAKAIAN Dua faktor yang menimbulkan minat pada pakaian; 1) pada usia dini semua anak belajar bahwa kelompok budaya sangat menghargai pakaian, 2) anak menemukan bahwa pada usia dini bahwa pakaian memuaskan kebutuhan yang penting dalam hidup mereka. J. ASPEK BERPAKAIAN YANG MENDAPAT PERHATIAN:  Hiasan. Minat anak kecil lebih tertuju pada hiasan pakaian daripada gaya mode atau jahitan  Bahan. Perhatian anak terutama dipusatkan pada perasaan waktu bahan dipakai. Anak menyukai semua jenis yang lembut. Mereka sering mengelus-elus. Tidak jadi soal apakah bahan itu mahal atau tidak, selama bahan itu lembut anak akan menyukainya. K. MINAT TERHADAP NAMA  Reaksi orang terhadap nama akan menentukan besarnya perhatian anak terhadap nama itu.Bila reaksi positif, reaksi akan berkurang, tetapi bila reaksi negatif reaksi akan bertambah, apabila anak mengetaui bahwa reaksi sosial terhadap namanya negatif, minat terhadap nama akan obsesif.  Setiap nama yang berbeda secara mencolok dari nama teman sebaya meninggalkan perhatian anak. Jika reaksi sosial terhadap nama positif, anak akan menyukai nama itu. Sebaliknya, jika anak merasa namanya berbeda akan menjadi sasaran dan menyebabkan anak tidak menyukai nama itu
  • 4. L. BERBAGAI JENIS NAMA  Nama Kecil. Nama yang diberikan pada saat anak lahir dan didaftarkan secara sah, tidak bisa diubah kecuali melalui prosedur hukum.  Nama Keluarga “nama marga”. Nama yang dimilki semua anggota satu keluarga  Nama Kesayangan. Nama ini diberikan pada anak oleh anggota keluarga. Nama ini merupakan ungkap M.MINAT TERHADAP LAMBANG STATUS (LAMBANG PRESTISE)  Lambang status sebagai pernyataan bahwa seseorang mempunyai status lebih tinggi di kelompoknya.  Lambang status orang dewasa berbeda dengan anak-anak. BAgi anak sekolah lambang status tertinggi jika mereka unggul dalam satu jenis olahraga. N. PENTINGNYA LAMBANG STATUS PADA ANAK  Ia harus memberi anak kepuasan dalam bentuk perhatian sosial, terutama dari kelompok teman sebaya  Lambang status harus dihargai oleh orang lain agar ia dapat memberi perhatian yang diharapkan anak O. MINAT PADA AGAMA  Minat pada agama dipupuk oleh pendidikan di rumah maupun di sekolah dan penekanan yang diberikan pada kepatuhan terhadap peraturan agama P. MINAT TERHADAP SEKS  Bebrapa faktor yang mempengaruhi anak terhadap minat seks adalah tekanan teman sebaya, media massa, kejadian dalam kehidupan sehari-hari, tekanan orangtua, teman sebaya dan sekolah pada perbedaan seks dan kesesuaian seks. Q. METODE MEMUASKAN MINAT SEKS  Bercakap-cakap dengan teman tentang seks  Melihat-lihat gambar  Membaca buku.
  • 5. R. MINAT TERHADAP SEKOLAH  Kondisi yang mempengaruhi minat anak terhadap sekolah adalah:  Pengalaman dini sekolah  Pengaruh orangtua  Keberhasilan akademik S. BAHAYA-BAHAYA DALAM PERKEMBANGAN MINAT  Menginterpretsikan kesenangan sementara sebagai minat.  Pengaruh teman sebaya T. MENGINTERPRETASIKAN KESENANGAN SEMENTARA SEBAGAI MINAT  Bahaya pada anak akibat kegagalan orangtua, akan membaya dampak; 1) anak cenderung pada pilihan pertama karena mereka merasa bahwa orangtua mengharap mereka melakukan pekerjaan yang mereka katakan dan karena orangtua telah melakukan pengorbanan, 2) anak mungkin ragu-ragu untuk mengatakan bahwa mereka tidak lagi berminat pada pekerjaan sebelumnya dan takut dianggap tidak stabi dan tidak matang, U. PENGARUH TEMAN SEBAYA 1) Bahaya lain yang akan timbul adalah anak mengembangkan minat yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka sendiri, 2) membiarkan teman mempengaruhi minat mengembangkan sikap yang tidak menguntungkan, V. MINAT YANG MENYIMPANG DARI MINAT TEMAN SEBAYA  Minat lemah sama bahayanya dengan minat yang berlebihan.  Minat yang berbeda, menjadikan anak yang menganggap diri lain daripada yang lain W.MINAT YANG BERDASAR KONSEP YANG TIDAK REALISTIS  Minat ini merupakan sumber bahaya potensial untuk penyesuaian yang baik. X. BOBOT EMOSIONAL YANG TIDAK POSITIF  Bobot emosional yang tidak positif merupakan bahaya yang paling serius karena pengaruhnya pada perilaku paling bertahan (aspek afektif)
  • 6. BAB II PERKEMBANGAN KREATIVITAS A. Arti Populer  Menekankan pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda  Kreasi sesuatu yang baru dan orisinal secara kebetulan  Sinonim dengan kecerdasan tinggi  Sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada kaitannya lingkungan B. Arti Psikologis  Bisa berupaka kegiatan yang imajinatif atau sintesis  Mempunya maksud atau tujuan yang ditentukan, bukan fantasi semata.  Ia dapat berbentuk produk seni, ilmiah, kesusastraan, atau bisa berupa proseduran atau metodologis C. Unsur Karateristik Kreativitas  Kreativitas merupakan proses, bukan hasil  Proses itu mempunyai tujuan yang mendatangkan keuntungan bagi orang itu sendiri atau kelompok sosialnya.  Kreativitas mengarah ke penciptaan sesuatu yang baru, berbeda dan karenanya unik bagi orang itu, baik itu berbentuk lisan atau tulisan, maupun konkret atau abstrak.  Kreativitas merupakan suatu cara berfikir, tidak sinonim dengan kecerdasan, yang mencakup kemampuan mental selain berfikir.  Kreativitas merupakan bentuk imajinasi yang dikendalikan yang menjurus ke arah beberapa bentuk prestasi, misalnya melukis, membangun dengan balok atau melamun. D. Ciri-ciri kepribadian Kreatif  Mempunyai daya imajinasi yang kuat  Mempunyai inisiatif  Mempunyai minat yang luas  Mempunyai kebebasan dalam berfikir  Bersifat ingin tahu
  • 7. E. Kondisi yang Mempengaruhi Kreativitas  Waktu  Kesempatan Menyendiri  Dorongan  Sarana  Lingkungan yang merangsang  Hubungan orangtua-anak yang posesif  Cara mendidik anak  Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan F. Ekspresi Kreativitas di Masa Kanak-Kanak  Animisme (benda mati dianggap benda hidup)  Bermain Drama (permainan pura-pura)  Permainan Konstruktif  Teman imajiner/melamun  Melucu/humor  Bercerita G. Faktor yang mempengaruhi Aspirasi untuk berprestasi  Faktor Pribadi  Faktor lingkungan Faktor Pribadi  Keinginan untuk mencapai cita-cita  Minat pribadi  Pengalaman masa lampau  Pola kepribadian  Nilai pribadi  Jenis kelamin  Status sosial ekonomi  Latar Belakang ras Faktor Lingkungan  Ambisi orang tua  Harapan sosial  Tekanan teman sebaya  Tekanan kelompok
  • 8.  Tradisi budaya  Nilai sosial  Media massa  Penghargaan sosial  Kompetisi H. Beberapa kondisi rumah yang tidak menguntungkan kreativitas  Membatasi eksplorasi  Keterpaduan waktu  Dorongan kebersamaan keluarga  Membatasi khayalan I. Kondisi sekolah yang tidak menguntungkan kreativitas  Jumlah murid yang sangat besar yang menuntut adanya disiplin kaku  Tekanan kuat pada proses menghafal  Larangan apa saja yang tidak sesuai dengan orisinal J. 7 Jenis Kreativitas:  Verbal/linguistik: Kemampuan memanipulasi kata secara lisan atau tertulis.  Matematis/logis: Kemampuan memanipulasi sistem nomer dan konsep logis  Spasial: Kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan desain  Musikal: Kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik, seperti nada, irama dan keselarasan  Kinestetis-tubuh: Kemampuan memanfaatkan tubuh dan gerakan, seperti dalam olahraga atau menari  Intrapersonal: Kemampuan memahami perasaan diri sendiri, gemar merenung serta berfilsafat.  Interpersonal: Kemampuan memahami orang lain, pikiran serta perasaan mereka. Tiap orang memiliki lebih dari satu kreativitas  Setiap orang memiliki semua jenis kreativitas.  Beberapa diantaranya mudah dirasakan, ada yang sedang-sedang saja, dan ada satu atau lebih terasa sulit dan memerlukan lebih banyak la
  • 9. BAB III PERKEMBANGAN PENGERTIAN A. Pentingnya Pengertian Salah satu nilai tertinggi pengertian adalah memungkinkan anak untuk terhadap perubahan, baik pribadi maupun lingkungan. B. Peran Konsep dalam Pengertian  Hal-hal penting dalam perkembangan konsep  Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep anak C. Ciri-ciri konsep anak  Konsep mempunyai bobot emosional  Konsep sering bertahan terhadap perubahan  Konsep mempengaruhi perilaku D. Hal penting dalam perkembangan konsep  Kemampuan untuk melihat adanya hubungan  Kemampuan untuk menguasai arti yang tersirat E. Faktor yang mempengaruhi kosep anak  Kondisi oragan penginderaan  Inelegensi  Kesempatan belajar F. Beberapa konsep umum anak Konsep kausalitas  Konsep kelahiran. Anak berfikir bahwa bayi lahir karena di bawa oleh seekor burung/ berasal dari rumah sakit.  Konsep fungsi tubuh. Anak menggambarkan organ tubuh dengan benda mati seperti otak berbentuk bulat.  Konsep kuman. Anak beranggapan bahwa kuman menyerrupai titik dan abstrak. Konsep ruang
  • 10.  Dalam melihat ruang, anak harus membandingkan benda yang dikenal dengan ukuran dan jarak yang diketahui.  Abak cenderung menilai sebuah benda yang dekat sebagai benda yang besar dan sebaliknya Konsep berat  Anak menilai berat berdasarkan ukuran Konsep Uang  Uang baru mempunyai nilai bagi anak jika mereka mempunyai kesempatan untuk menggunakannya Konsep Sosial  Usia 1 atau 2 bulan anak sudah mulai menunjukkan perhatian terhadap orang lain dan mampu membedakan antara orang dikenal dan tidak dikenal. Namun, nanti usai 8 bulan baru bisa menunjukkan reaksi terhadap perilaku emosional orang lain dengan cara yang menunjukkan bahwa mereka mengerti eksperesi wajah.
  • 11. BAB IV PERKEMBANGAN MORAL 1. Arti Perilaku Moral  Perilaku tak bermoral  Perilaku amoral Perilaku Tak Bermoral  Perilaku tak bermoral ialah perilaku yang tidak sesuai dengan harapan sosial. 2. Pokok-Pokok utama dalam belajar moral:  Mengembangkan hati nurani  Belajar mengalami rasa bersalah dan malu bila perilaku tidak sesuai dengan kelompok 3. Pola Perkembangan Moral  Tahapan Piaget dalam perkembangan moral  Tahapan Kohlberg dalam perkembangan moral Tahapan Piaget Tahap realisme moral/moralitas oleh pembatasan”  Perilaku anak ditentukan oleh ketaatan otomatis terhadap peraturan tanpa penalaran atau penilaian 4. Tahapan Kohlberg Moralitas Konvensional Anak yakin bahwa bila kelompok sosial menerima peraturan yang sesuai bagi seluruh anggota kelompok, mereka harus berbuat sesuai peraturan itu agar terhindar dari kecaman dan ketidaksetujuan sosial Beberapa kebutuhan masa kanak-kanak yang dapat diisi oleh disiplin  Membantu anak menghindari perasaan bersalah dan rasa malu akibat perilaku yang salah Pokok-pokok Hukuman  Hukuman harus disesuaikan dengan pelanggaran  Harus konsisten
  • 12. TUGAS MID HASIL RESUME PSIKOLOGI PERKEMBANGAN III DISUSUN OLEH : NAMA : MARLINA STAMBUK : 21114163 PRODI : PAUD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI 2013