Your SlideShare is downloading. ×
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pkp meningkatan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode

4,728

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,728
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
282
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONALISME (PKP) MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK MENGHITUNG KELILING BANGUN DATAR DENGAN MELIBATKAN SATUAN BAKU MELALUI METODE CERAMAH PLUS SISWA KELAS III SDN 13 TIKEP KECAMATAN TIKEP KABUPATEN MUNA OLEH: NAMA : RAHMAWATI NIM : 819768307 SEMESTER : 10. 2014.1 POKJAR : RAHA C UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ-UT KENDARI KENDARI 201
  • 2. LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONALISME (PKP) MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK MENGHITUNG KELILING BANGUN DATAR DENGAN MELIBATKAN SATUAN BAKU MELALUI METODE CERAMAH PLUS SISWA KELAS III SDN 13 TIKEP KECAMATAN TIKEP KABUPATEN MUNA OLEH: NAMA : RAHMAWATI NIM : 819768307 SEMESTER : 10. 2014.1 POKJAR : RAHA C UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ-UT KENDARI KENDARI 2014
  • 3. LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa : Rahmawati NIM : 819768307 Program Studi : SI-PGSD Tempat Mengajar : SD Negeri 13 Tikep Jumlah Siklus Perbaikan : 2 Siklus Hasil dan Tanggal pelaksanaan : siklus 1, Hari Senin, Tanggal 5 Mei 2014 siklus 2, Hari Kamis, Tanggal 8 Mei 2014 Masalah Yang Merupakan Fokus Perbaikan : 1. Keliling persegi 2. Keliling persegi panjang Sido Makmur, 5 Juni 2014 Menyetujui Supervisor 1 Mahasiswa Drs. La Ode Rafiuddin. R.H,M.Pd Rahmawati NIP. 19550902 198403 1 001 NIM. 81976830
  • 4. LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan praktek Pemantapan Kemampuan Profesi (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk memenuhi mata kuliah PKP pada program studi S1 PGSD Universitas Terbuka (UT) seluruhnya merupakan hasil karya saya sendiri. Adapun bagian – bagian tertentu dalam penulisan laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah ditulis dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah. Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) ini bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian – bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi, termaksuk pencabutan gelar akademik yang saya sandang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Sido Makmur, 5 Juni 2014 Yang memmbuat pernyataan Rahmawati Nim. 819768307
  • 5. KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) PDGK 4501 pada program SI PGSD. Dalam penyusunan laporan ini, penulis tidak luput dari hambatan dan kesulitan, tapi berkat adanya bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada Bapak Drs. Rafiuddin.R.H,M.Pd sebagai supervisor I yang telah membimbing dan memberi arahan dalam menyusun laporan ini. Serta ucapan yang sama penulis sampaikan kepada Bapak Tata Jaya Disastra,SE.MM.Pd sebagai supervisor II sekaligus penilai 2 telah memfasilitasi peneliti dalam melakukan penelitian di SD Negeri 13 Tikep kecamatan Tikep kabupaten Muna. Tak lupa kepada kedua orang tua yang telah memberikan ketulusan doa disetiap waktunya sehingga anak tercinta dapat menjalani perkuliahan di Universitas yang bergengsi yaitu Universitas Terbuka (UT). Penyampaian penghargaan dan ucapan terimakasih yang sama, penulis sampaikan kepada: 1. Drs. Wawan Ruswanto, M.Si selaku Kepala UPBJJ-UT Kendari. 2. Tata Jaya Disastra, SE.M.M.Pd selaku kepala sekolah SD Negeri 13 Tikep yang telah memberi izin penulis untuk melakukan penelitian perbaikan pembelajaran di SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna. 3. Drs. La Puro Ahsan selaku pengelola UT Raha yang telah memfasilitasi proses perkuliahan selama ini terutama di pokjar Raha C.
  • 6. 4. Wa Ode Samria, S.Pd.I selaku penilai I dalam proses Perbaikan Pembelajaran di kelas III SD Negeri 13 Tikep. Dan akhir kata penulis sampaikan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan laporan yang menjadi tugas bagi setiap mahasiswa UT. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan kesehatan dan rizki yang melimpah. Wassalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh. Sido Makmur , 5 Juni 2014 Penulis RAHMAWATI NIM. 819768307
  • 7. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................. i LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................... ii LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT...................................... iii KATA PENGANTAR ............................................................................. iv DAFTAR ISI ............................................................................................ v DAFTAR TABEL .................................................................................... vi DAFTAR GAMBAR ............................................................................... vii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ viii ABSTRAK ............................................................................................... ix BAB. I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ....................................................................... 2 C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran.................................. 2 D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran ............................... 2 BAB. II. KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran............................................................................... 4 B. Teori Belajar............................................................................... C. Konsep Belajar.......................................................................... D. Prinsip Belajar............................................................................. 4 E. Hasil Belajar .............................................................................. 6 F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar................... G. Pembelajaran Matematika........................................................ H. Metode Pembelajaran ................................................................ 7 I. Hubungan Metode Ceramah Plus dengan Hasil Belajar ........... 8
  • 8. BAB. III. PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian, Pihak yang Membantu .................................................................................. 9 B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran .................................. 9 C. Teknik Analisis Data .................................................................. 15 BAB. VI. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran ............... 19 B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran.......... 30 BAB. V. SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT A. Simpulan ....................................................................................... 32 B. Saran Tindak Lanjut ..................................................................... 32 DAFTAR PUSTAKA 33 LAMPIRAN
  • 9. DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Hasil Observasi Siklus I Penerapan Metode Ceramah Plus Mata Pelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas III SD Negeri 1Tikep....................................................................................... Tabel 1.2.. Nilai Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna Melalui Metode Ceramah Plus (Siklus I)................................................................................ Tabel 1.3 Hasil Observasi Siklus II Penerapan Metode Ceramah Plus Mata Pelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep……………………………………………………… Tabel 1.4. Nilai Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna Melalui Metode Ceramah Plus (Siklus II)..............................................................................
  • 10. DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1. Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)...................................................... Grafik I.I Perbandingan Presentase Hasil Belajar Konvensional dan Siklus I………………………………….. Grafik I.2 Perbandingan Presentase Hasil Belajar Siklus I dan siklus II…………………………………………
  • 11. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Kesediaan Supervisor 2 sebagai Pembimbing PKP .................................................................................... Lampiran 2. Perencanaan PTK ( Identifikasi Masalah, Analisis Masalah, Alternatif Pemecahan Masalah, Rumusan Masalah)............................................................................... Lampiran 3. Berkas RPP Prasiklus, RPP Perbaikan Siklus I, RPP Perbaikan Siklus II.............................................................. Lampiran 4. Lembar Observasi / Pengamatan Kinerja Guru ................... Lampiran 5. Jurnal Pembimbingan dengan Supervisor 2 ......................... Lampiran 6. Hasil Pekerjaan Siswa yang Terbaik dan Terburuk Per siklus ...........................................................................
  • 12. ABSTRAK Rahmawati,2014: “ Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku Melalui Metode Ceramah Plus Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna ” Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah penerapan Metode Ceramah Plus dapat meningkatkan hasil belajar matematika Pada Materi Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku siswa kelas kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna ? Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada Materi Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku siswa kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 13 Tikep dengan jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 13 siswa terdiri dari 6 orang laki – laki dan 7 orang perempuan. Prosedur perbaikan pembelajaran dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Desain prosedur perbaikan pembelajaran meliputi: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) obserfasi dan evaluasi (4) refleksi. Dalam memperoleh data pada kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran, peneliti mengunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan lembar observer sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil tes siswa. Hasil penelitian menunjukan penggunaan Metode Ceramah Plus dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas III SD Negeri 13 Tikep. Hal ini terlihat dari Siklus I penggunaan metode ceramah plus terjadi peningkatan yaitu dari 13 siswa sebanyak 9 siswa ( 69,23% ) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dan terjadi peningkatan yang signivikan pada siklus II yaitu sebanyak 12 siswa (92,30% ) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode ceramah plus dapat Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku Melalui Metode Ceramah Plus Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna. Kata kunci: hasil belajar, metode ceramah plus, pembelajaran Matematika.
  • 13. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah proses memproduksi sistem nilai dan budaya kearah yang lebih baik, antara lain dalam pembentukan kepribadian, keterampilan dan perkembangan intelektual siswa. Di dalam Kamus Internasional Pendidikan (Internasional Dictionary Of Edukasion) pendidikan setidak-setidaknya memiliki tiga ciri utama yaitu:(1) Proses mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat, dimana dia hidup;(2) Proses sosial, dimana seseorang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah) untuk mencapai kompetensi sosial dan pertumbuhan individual secara optimum;(3) Proses pengembangan pribadi atau watak manusia. Yang paling berkepentingan dalam proses pembelajaran adalah siswa mengingat tujuan yang harus dicapai dari proses tersebut ialah perubahan perilaku siswa. Oleh karena itu di dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran, faktor siswa tidak boleh diabaikan. Setelah kita menetapkan strategi pembelajaran yang dipilih sebaiknya gunakan pilihan berdasarkan pertimbangan tujuan dan materi atau bahan pelajaran sehingga dalam menentukan bagaimana teknik menggunakan strategi pembelajaran tersebut, faktor siswa menjadi salah satu pertimbangan guru. Keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap hakikat belajar. Fungsi pemahaman guru terhadap hakikat belajar adalah supaya dalam pelaksanaannya guru dapat mengelola dan membimbing proses pembelajaran sesuai dengan kaidah-kaidah belajar serta dapat memberikan tindak lanjut dalam kegiatan belajar.
  • 14. Akan tetapi kenyataannya dewasa ini masalah utama dalam proses pembelajaran di kelas adalah rendahnya hasil belajar siswa. Ini disebakan oleh guru yang masih menggunakan model konfensional dimana dalam melakukan pembelajaran di kelas lebih banyak didominasi guru, sehingga siswa merasa jenuh dan bosan berada dalam kelas menyebabkan siswa kurang bergairah dan kurang tertantang dalam menerima pelajaran. Berdasarkan observasi yang diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri 13 Tikep melalui model pembelajaran yang bervariatif masih sangat rendah dan guru cenderung menggunakan model pembelajaran langsung atau konvensional pada setiap pembelajaran yang dilakukannya, sehingga mempengaruhi nilai belajar siswa dalam pembelajaran di kelas. Ini dapat dilihat dari hasil observasi pelaksanaan pembelajaran pada kelas III SD Negeri 13 Tikep yang menunjukkan rendahnya hasil belajar matematika terhadap materi Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku yaitu 6 siswa atau 46,15% yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) . Hal tersebut terjadi karena, Guru kurang memberi motivasi kepada siswa, Dalam menyampaikan tujuan pembelajaran di kelas guru tidak memperhatikan kondisi siswa, Guru tidak memfasilitasi tanya jawab. Berdasarkan dari kenyataan di atas maka perlu dilakukan suatu tindakan yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran di kelas terutama dalam pelajaran matematika materi Pokok Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku. Dalam menyikapi permasalahan ini peneliti mencoba merapkan salah satu metode yaitu Metode Ceramah Plus. Melalui metode Ceramah Plus dapat meningkatkan motifasi belajara siswa SD Negeri 13 Tikep terhadap mata pelajaran matematika. Melalui metode ceramah plus dapat menjadi salah satu alternative dalam menyikapi permasalahan tersebut, terutama dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pokok Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku. Atas dasar inilah peneliti melakukan penelitian “
  • 15. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku Melalui Metode Ceramah Plus Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna.” B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian perbaikan pembelajaran ini dirumuskan sebagai berikut: “ Apakah penerapan Metode Ceramah Plus dapat meningkatkan hasil belajar matematika Pada Materi Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku siswa kelas kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna ? C. Tujuan Penelitian Sejalan dengan rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar pada Materi Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku siswa kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna. D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran Manfaat penelitian perbaikan pembelajaran yaitu: 1. Bagi siswa, untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran Matematika materi menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku. 2. Bagi guru, untuk mengembangkan potensi guru dalam pembelajaran Matematika dalam penerapan metode Ceramah Plus. 3. Bagi sekolah, untuk meningkatkan kualitas sekolah khususnya sekolah dasar.
  • 16. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran Belajar adalah perubahan yang relative permanen dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu, jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut Enerst R. Hilgard, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui latihan. Perubahan itu disebabkan karena ada dukungan dari lingkungan yang positif yang menyebabkan terjadinya interaksi edukatif. Sedangkan menurut Gagne dalam bukunya Conditions Of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah. B. Teori Belajar 1. Teori belajar disiplin mental Karakteristik teori belajar ini menanut prinsip bahwa, manusia memiliki sumber daya mental seperti daya untuk mengamati, menanggapi, mengingat, berfikir dan sebagainya yang dapat dilihat dan disiplinkan. 2. Teori belajar asosiasi Rumpun teori belajar ini identik dengan teori bhviorisme yang biasa disebut S-R Bond. Teori belajar ososiasi berdasarkan pada perubahan tingkah laku yang menekankan pola perilaku baru yang diulang-ulang sehingga menjadi aktifitas yang otomatis.
  • 17. 3. Teori insight Menurut teori ini balajar adalah mengubah pemahaman siswa. Perubahan ini akan terjadi apabila siswa menggunakan lingkungan. Belajar adalah suatu proses yang bersifat eksploratif, imajinatif dan kreatif. Belajar selalu diarahkan untuk mengembangkan kemampuan tingkat tinggi yaitu berfikir tinggi. Proses belajar yang baik adalah proses belajar yang dapat memberinkan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam mempelajari suatu kejadian alam, social dan budaya. 4. Teori belajar Gestalt Menurut teori belajar ini siswa merupakan individu yang utuh, oleh karenanya belajar lebih mengutamakan keseluruhan, kemudian melihat bagian-bagiannya yang mengandung makna dan hubungan. Pembelajaran selalu diberikan dalam bentuk problematic, actual dan nyata. C. Konsep Belajar Menurut Gagne (1985) bahwa belajar adalah suatu proses dimna suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Terdapat tiga atribut pokok (cirri utama) belajar yaitu: 1. Proses Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar bila pikiran dan perasaannya aktif. Aktifitas pikiran dan perasaan itu sendiri tidak dapat diamati orang lain, akan tetapi terasa oleh orang yang bersangkutan. Guru tidak dapat melihat aktifitas pikiran dan perasaan siswa. Yang dapat diamati guru adalah manifestasinya yaitu kegiatan siswa sebagai akibat adanya aktifitas dan perasaan pada diri siswa tersebut.
  • 18. 2. Perubahan perilaku Hasil belajar berupa perubahan perilaku atau tingkah laku. Seseorang yang belajar akan berubah atau bertambah perilakunya, keterampilannya, atau penguasaan nilai-nilai (sikap). 3. Pengalaman Belajar adalah mengalami; dalam arti belajar terjadi di dalam interksi didalam individu dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan social. Lingkungan pembelajaran yang baik ialah lingkungan yang memicu dan menantang siswa belajar. Belajar dengan melalui pengalaman langsung hasilnya aka lebih baik karena siswa akan lebih memahami, dan lebih menguasai pelajaran tersebut, bahkan pelajaran terasa oleh siswa lebih bermakna. D. Prinsip Belajar Prinsip belajar merupakan ketentuan atau hukum yang dijadikan pegangan di dalam pelaksanaan kegiatan belajar. Prinsip belajra meliputi: 1. Motivasi Motivasi berfungsi sebagai motor penggerak aktivitas. 2. Perhatian Perhatian adalah pemusatan energy psikis (pikiran dan perasaan) terhadap objek. 3. Aktifitas Aktifitas belajar adalah kegiatan mendengarkan penjelasan guru yang mencakup aktivitas mental dan emosional. 4. Balikan Balikan adalah kegiatan guru dan siswa untuk mengingatkan kembali dan menyadarkan siswa terhadap kesalahan dalam meningkatkan pemahan siswa terhadap pelajaran.
  • 19. 5. Perbedaan Individu Perbedaan individu merupakan pribadi tersendiri yang memiliki perbedaan dari yang lain. Guru hendaknya mampu memperhatikan dan melayani siswa sesuai karakteristik mereka masing-masing. E. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan kulminasi dari suatu proses yang telah dilakukan dalam. Kulminasi akan selalu diiringi dengan kegiatan tidak lanjut. Hasil belajar harus menunjukkan suatu perubahan tingkah laku atau perilaku yang baru dari siswa yang bersifat menetap, fungsinal, positif, dan disadari. Menurut Sudjana ( Kunandar,2008:276 ) bahwa hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yaitu berupa tes yang disusun secara terencana baik tes tertulis, tes lisan maupun tes perbuatan. Sedangkan Nasution ( Kunandar, 2008:276 ) berpendapat bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai pengetahuan, tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar. Menurut Slameto (1995), hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu: 1. Faktor Internal Siswa Factor internal siswa adalah factor yang bersal dari diri siswa sendiri yang meliputi aspek fisologis (aspek yang menyangkut tentang keberadaan siswa) dan aspek psikologis (aspek yang meliputu tingkat kecerdasan, minat, bakat, motivasi, dan perhatian). 2. Faktor Eksternal Siswa Factor eksternal adalah factor yang berasal dari luar diri siswa yang meliputi factor lingkungan siswa. Yang merupakan factor keberadaan guru, staf administrasi dan teman-teman sejawatnya selain itu juga factor
  • 20. non social yaitu keberadaan dan penggunaan yang dirancang sesuai dengan hail yang diharapkan. F. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Factor-faktor yang memepengaruhi hasil belajar yaitu: 1. Factor internal yaitu factor yang berasal dari dalam diri siswa yang berpengaruh terhadap hasil belajar diantaranya ialah kecakapan, minat, bakat, usaha, motifasi, perhatian, kelemahan, dan kesehatan serta kebiasaan siswa. Salah satu halpenting dalam kegiatan belajar yang harus ditanamkan dalam diri siswa bahwa belajar yang dilakukannya merupakan kebutuhan dirinya. Minat belajar berkaitan dengan seberapa besar individu merasa suka atau tidak suka terhadap suatu materi yang dipelajari siswa. 2. Factor eksternal adalah factor dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah lingkungan fisik dan non fisik ( termasuk suasana kelas dalam belajar seperti riang gembira, menyenangkan), lingungan social budaya, lingkungan keluarga, program sekolah, guru, pelaksanaan pembelajaran, dan teman sekolah. G. Pembelajaran Matematika Matematika berasal dari bahasa latin yaitu mathematika yang artinya mempelajari. Menurut James dan James ( 1976 ) mengemukakan bahwa matematika merupakan ilmu tentang logika, mengenai bentuk susunan, besaran dan konsep – konsep yang berhubungan satu dengan lainnya. Matematika terbagi dalam tiga bagian besar yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa matematika terbagi menjadi empat bagian yaitu aritmatika, aljabar, geometris, dan analisis dengan aritmatika mencakup teori bilangan dan statistika. Sedangkan menurut Reys dkk ( 1984 ) Matematika adalah telaahan tentang pola dan hubungan, suatu jalan pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat.
  • 21. 1. Peranan Pembelajaran Matematika Peranan pembelajaran matematika merupakan bekal pengetahuan dan pembentukan sikap serta pola pikir, sebagai warga Negara pada umumnya agar dapat hidup layak, dan dapat memajukan Negara serta matematika itu sendiri dalam rangka melestarikan dan mengembangkannya. 2. Fungsi Pembelajaraan Matematika Fungsi pembelajar matematika yaitu: a. Sebagai media atau sarana siswa dalam mencapai kompetensi. b. Sebagai alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan. c. Sebagai alat untuk memecahkan masalah dalam mata pelajaran lain, dalam kehidupan kerja, atau dalam kehidupan sehari-hari. d. Sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi. e. Sebagai alat untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman tentang sifat-sifat yang dimiliki dan yang tidak dimiliki dari sekumpulan objek (abstraksi) selanjutnya dengan abstraksi siswa dilatih untuk membuat perkiraan, terkaan atau kecenderungan berdasrkan kepada pengalaman atau pengetahuan yang di kembangkan melalui contoh-contoh khusus (generalisasi). 3. Tujuan Pembelajaran Matematika Tujuan pembelajaran matematika yaitu: a. Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan misalnya melalui kegiata penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsistensi, dan inkonsintensi. b. Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinatif, intuinsi, dan penemuan denganmengembangkan pemikiran divergen, orisinisil, rasa ingintahu, membuat prediksi da dugaan serta mencoba- coba. c. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
  • 22. d. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembecaraan lisan,grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan. 4. Hakikat Pembelajaran Matematika SD Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi moderen yang mempunyai peran penting berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat dibidang teknologi informasi dan komunkasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika khususnya dibidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrip. Untuk menguasai dan menciptkan teknilogi dimasa depandiperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendasar tentang fungsi dan tujuan pembelajaran matematika khususnya disekolah dasar yang akan mendasari perkembangan pemahaman anak tehadap matematika selanjutnya. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) mata pelajaran matematika perlu diajarkan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar. Hal ini dimaksudkan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelolah, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup. Pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Selain itu dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasakan ide atau gagasan dengan mengunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain. H. Metode Pembelajaran 1. Metode Ceramah Plus Metode ceramah plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan
  • 23. dengan metode lainnya. Salah satu bentuk metode ceramah plus adalah ceramah plus tanya jawab dan tugas yakni metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas. Metode ini idealnya dilakukan secara tertib, yaitu: (1) Penyampaian materi oleh guru; (2) Pemberian peluang bertanya jawab guru dan siswa; (3) Pemberian tugas kepada siswa. Pada hakikatnya metode tanya jawab berusaha menanyakan apakah murid telah mengetahui fakta – fakta tertentu yang sudah diajarkan. a. Tanya jawab Dalam penggunaan metode mengajar di dalam kelas tidak hanya guru yang senan tiasa berbicara seperti halnya dalam metode cermah melainkan mencakup pertanyaan – pertanyaan dan menyumbangkan ide – ide dari pihak siswa. Sebelum guru menanyakan kepada siswa, apakah siswa – siswa tersebut sudah mengerti dengan materi yang diajarkan. Disini guru memberikan soal untuk diselesaikan. b. Tugas Guru memberikan tugas kepada siswa agar siswa memahami lebih lanjut terhadap materi yang disampaikan dan melatih siswa untuk menyelesaikan soal – soal lainnya. Dalam memberikan tugas, guru sangat dianjurkan memperhatikan hal– hal berikut: 1. Tugas yang diberikan harus berhubungan erat dalam materi yang disajikan. 2. Tugas yang di berikan harus sesuai dengan kesanggupan ranah cipta dan ranah karsa siswa. 3. Tugas yang diberikan harus sesuai dengan kesanggupan ranah rasa siswa, dalam arti tidak berlawanan dengan sikap dan persaan batinnya, sehingga ia dapat melaksanakan tugas tersebut dengan senang hati. 4. Tugas yang diberikan harus jelas baik jenis, volume, maupun batas waktu penyelesaian.
  • 24. 2. Kelebihan dan kekurangan metode Ceramah Plus a. Kelebihan 1. Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja. 2. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga guru mengetahui hal – hal yang belum dimengerti oleh siswa. 3. Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan. b. Kelemahan 1. Dengan tanya jawab kadang – kadang pembicaran menyimpang dari pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan, siswa menyinggung hal- hal lain walupun masih ada hubunganya dengan pokok yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru. 2. Membutuhkan waktu lebih banyak. 3. Sistem pembelajaran sianak lebih kearah menghafal sehingga akan kebingungan bila ditanya pengertian dan aal muasal suatu rumus. I. Hubungan Metode Ceramah Plus dengan Hasil Belajar Dalam proses pembelajaran guru harus dapat mengembangkan berbagai teknik pembelajaran yang menarik dan disenangi siswa dengan menggunakan metode yang sesuai sehingga meningkatkan pemahaman hasil belajar siswa. Penggunaan metode ceramah plus sangat erat hubungannya dengan keaktifan, kepercayaan diri untuk melakukan tindakan, mampu menyelesaiakn masalah (soal) sehingga mencapai hasil belajar yang ditentukan kurikulum.
  • 25. BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Subjek, Tempat, dan waktu Penelitian, Pihak yang Membatu 1. Subjek Penelitian Subyek penelitian perbaikan pembelajaran adalah siswa Kelas III SDN 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna Tahun Ajaran 2013/2014. Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian yaitu sebanyak 13 orang yang terdiri dari 6 putra 7 putri. 2. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilaksanakan pada SDN 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupatan Muna. 3. Waktu Peneilitan Waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2013/2014. 4. Pihak yang membantu Pihak yang membantu penelitian ini adalah teman sejawat selaku observer. B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran Prosedur perbaikan pembelajaran dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Desain prosedur perbaikan pembelajaran meliputi: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) obserfasi dan evaluasi (4) refleksi. Adapun jenis kegiatan setiap tindakan yaitu sebagai berikut: 1. Perencanaan Pada tahap perencanaan ini peneliti menyiapkan beberapa hal yang diperlukan pada saat pelaksanaan perbaikan pembelajaran di kelas. Hal-hal tersebut meliputi Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (RPP
  • 26. Perbaikan), menyiapkan lembar kerja siswa, dan menyiapkan lembar obserfasi. 2. Pelaksanaan Tindakan Dalam kegiatan pembelajran perbaikan pelaksanaan tindakan dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (RPP Perbaikan) dengan materi menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku. 3. Observasi dan Evaluasi Tahap ini dilakukan observasi pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk mendapatkan data selama proses pembelajaran dikelas (peneliti) terhadap penerapan metode Ceramah Plus. Serta evaluasi hasil belajar dengan menggunakan lembar kerja siswa. Lembar kerja siswa digunakan untuk mengetahui perkembangan hasil belajar siswa setiap siklusnya. 4. Refleksi Refleksi ini bertujuan untuk mengkaji keunggulan dan kelemahan yang ditemukan selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru dalam hal ini peneliti. Refleksi ini yang menjadi dasar perbaikan pembelajaran berikutnya. Kegiatan ini dilakukan setiap akhir tindakan pembelajran. Dari keempat tahap tersebut dapat digambarkan pada bagan berikut: Siklus I Siklus II Gambar 1.1. Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) perencanaan Pelaksanaan Tindakan I Observasi dan evaluasi Refleksi PerencanaanPelaksanaan Tindakan II Observasi dan EvaluasiRefleksi
  • 27. C. Teknik Analisis Data Dalam memperoleh data pada kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran, peneliti mengunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi dan data kuantitatif diperoleh melalui hasil tes siswa. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan lembar observer sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil tes siswa. Untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar siswa secara kuantitatif setiap siklus dengan menggunakan rumus: Jumlah Jawaban Yang Benar Tingkat Penguasaan = x 100% Jumlah Soal Maksimal Memes dalam Rustam (2010:53) Sedangkan untuk mengetahui presentase keberhasilan siswa pada tiap siklusnya dengan mengguanakan rumus berikut: ∑ X % ketuntasan = x 100% N Keterangan : ∑ X = jumlah siswa yang tuntas N = jumlah siswa dalam kelas keseluruhan Indikator kinerja ketuntasan minimal 80%. Dan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran Matematika SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna yaitu 65. .
  • 28. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran Dalam pengolahan data penelitian perbaikan pembelajaran terhadap judul meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pokok menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode ceramah plus siswa kelas III SD Negeri 13 Tikep kecamatan Tikep kabupaten Muna yaitu dengan menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berdasarkan pengamatan pelaksanaan pembelajaran dikelas dengan mengguanakan lembar observasi dan data kuantitatif berdasarkan hasil evaluasi balajar siswa pada pelaksanaan pembelajaran di kelas. Data kualitatif dan data kuantitatif diperoleh dari kegiatan tiap siklusnya. Adapun data-data tiap siklus baik kuantitatif maupun kuantitatif dapat dideskripsikan sebagai berikut:
  • 29. Tabel 1.1 Hasil Observasi Siklus I Penerapan Metode Ceramah Plus Mata Pelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep NO ASPEK YANG DI OBSERVASI KEMUNCULAN KOMENTAR ada Tidak ada 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran  - Ketika guru menyampaikan tujuan pembelajaran, sebagian siswa mendengarkan dan sebagian lagi masih asik dengan kegiatannya sendiri. 2. Memberi motivasi -  Siswa kurang antusias dalam menerima pelajaran 3. Menyampaikan apersepsi  - Dalam penyampaian apersepsi hanya beberapa siswa yang antusias mendengarkan 4. Menjelaskan materi pelajaran dan mengaktifkan siswa  - Sebagian besar siswa aktif 5. Memberikan contoh serta  - Siswa aktif , namun terdpat dua, tiga siswa sibuk sendiri
  • 30. penjelasan tentang cara menyelesaikan soal mengenai keliling bangun datar 6. Memberikan soal.  - Siswa menulis soal yang diberikan untuk dikerjakan secara individu 7. Memberikan waktu pengerjaan soal.  - Siswa aktif namun terdapat satu, dua siswa merasa kebingungan 8. Mengintruksikan siswa untuk mengumpulkah hasil kerja siswa  - Siswa mengumpulkan hasil kerja 9. Guru memeriksa dan memberi nilai hasil kerja siswa.  - Siswa menunggu hasil kerja 10. Mengembalikan pekerjaan siswa  - Siswa antusias menerima hasil kerja, namun terdapat beberapa siswa kurang senang dengan hasil yang diperoleh
  • 31. 11. Bertanya jawab tentang apa yang belum dimengerti -  Belum melakukan tanya jawab untuk mengecek pemahaman siswa Tabel 1.2 Nilai Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna Melalui Metode Ceramah Plus (Siklus I) Berdasarkan tabel 1.2 menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 13 Tikep kecamatan tikep kabupaten muna hal ini dapat dilihat dari hasil nilai sebelumnya dari 13 siswa hanya 6 siswa atau 46,15% yang No Nama siswa Nilai siklus I Keterangan 1. AA 100 Tuntas 2. AHA 80 Tuntas 3. MJ 80 Tuntas 4. EN 80 Tuntas 5. PAL 60 Belum Tuntas 6. KAT 80 Tuntas 7. LAR 80 Tuntas 8. NB 40 Belum Tuntas 9. JAK 80 Tuntas 10. MA 60 Belum Tuntas 11. AS 80 Tuntas 12. NL 60 Belum Tuntas 13. WH 80 Tuntas Jumlah : 960 Rerata : 73,85 Siswa Tuntas : 9 siswa Presentase % : 69,23% Siswa belum tuntas : 4 siswa Presentase % : 30,77%
  • 32. mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan 7 siswa atau 53,85%. Setelah guru menggunakan metode ceramah plus pada kegiatan siklus I bahwa dari 13 siswa yang menjadi objek penelitian, 9 siswa atau 69,23% yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan 4 siswa atau 30,77% yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Perbandingan peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari grafik berikut: Grafik I.I Perbandingan Presentase Hasil Belajar Konvensional Dan Siklus I 100 80 60 40 20 0 konvensional Siklus I Keterangan: Belum Tuntas Tuntas Dari data tersebut menandakan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna belum memenuhi indikator ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu 80%, maka perlu perbaikan pembelajaran berikutnya yaitu siklus II. Sama halnya dengan kegiatan pembelajaran siklus I, pada siklus II ini data diperoleh dari data kualitatif dan data kuantitaatif. Setelah melaksanakan kegiatan pada siklus II maka diperoleh data sebagai berikut:
  • 33. Tabel 1.3 Hasil Observasi Siklus II Penerapan Metode Ceramah Plus Mata Pelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep NO ASPEK YANG DI OBSERVASI KEMUNCULAN KOMENTAR ada Tidak ada 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran  - Dalam proses penyampai tujuan pembelajara siswa antusias mendengarkan dengan baik 2. Memberi motivasi  - Siswa termotivasi dalam menerima pelajaran 3. Menyampaikan apersepsi  - Apersepsi guru mampu mengantar siswa terhadap materi pokok 4. Menjelaskan materi pelajaran dan mengaktifkan siswa  - Siswa antusias mendengarkan penjelasan guru 5. Memberikan contoh serta penjelasan tentang cara menyelesaikan soal mengenai keliling bangun datar  - Siswa antusias dalam menerima dan mengerjakan soal yang diberikan guru
  • 34. 6. Guru mengecek pemahaman siswa  - Dengan pertanyaan bergilir guru mampu mengetahui perkembangan pemahaman siswa 7. Memberikan sebuah soal yang dikerjakan secara individu dan yang selesai terlebih dahulu menampilkan hasil kerjanya di depan kelas.  - Siswa semangat menyelesaikan tugas dan menampilkannyandi depan kelas 8. Memberi kesempatan kepada siswa lain yang memiliki jawaban yang berbeda untuk menampilkan hasil kerjanya di depan kelas.  - Setiap siswa berharap maju menampilkan hasil kerjanya 9. Membandingan hasil kerja siswa A dan B untuk mendapat hasil yang tepat  - Guru dan siswa membandingan hasil kerja yang mana yang benar 10. Guru memjelaskan kembali materi  - Guru memberi pemahaman dengan menjelaskan kembali materi
  • 35. pembelajaran 11. Mengecek kembali pemahaman siswa  - Dengan pertanyaan bergilir guru mampu mengetahui perkembangan pemahaman siswa 12. Guru memberikan lembar kerja individu  - Dengan lembar kerja individu, guru mengevaluasi pemahaman siswa 13. Guru memberi waktu untuk menyelesaikan lembar kerja individu  - Siswa antusias mengerjakan tugas induvidu 14. Mengistuksikan pengumpulan tugas  - Siswa dengan tenang mengumpulkan hasil kerjanya 15. Bertanya jawab tentang apa yang belum dimengerti  - Mengecek pemahan siswa dalam tanya jawab 16. Memberikan penguatan kembali terhadap materi  - Mengecek kembali untuk memastikan apakah siswa sudah paham terhadap materi 17. Memeriksa dan memberi nilai hasil kerja siswa  - Siswa menunggu hasil kerja individu
  • 36. 18. Mengembalikan hasil kerja siswa  - Dengan senang siswa menerima hasil kerja 19. Guru dan siswa bersama – sama menyimpulkan materi  - Guru dan siswa antusias menyimpulkan materi pembelajaran Tabel 1.4 Nilai Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna Melalui Metode Ceramah Plus (Siklus II) No Nama siswa Nilai siklus II Keterangan 1. AA 100 Tuntas 2. AHA 100 Tuntas 3. MJ 100 Tuntas 4. EN 100 Tuntas 5. PAL 80 Tuntas 6. KAT 100 Tuntas 7. LAR 100 Tuntas 8. NB 60 Belum Tuntas 9. JAK 100 Tuntas 10. MA 80 Tuntas 11. AS 100 Tuntas 12. NL 80 Tuntas 13. WH 100 Tuntas Jumlah : 1.200 Rerata : 92,30 Siswa Tuntas : 12 siswa Presentase % : 92,30 % Siswa Belum Tuntas : 1 siswa Presentase % : 7,70 %
  • 37. Berdasarkan tabel 1.4. nilai hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 13 Tikep kecamatan tikep kabupaten muna melalui ceramah plus (siklus II) terjadi peningkatan yang signifikan, hal itu terlihat dari 13 siswa 12 siswa atau 92,30% yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan 1 siswa atau 7,70% yang belum mencapai kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Perbandingan presentase hasil belajar pada siklus II terlihat dari grafik berikut: Grafik I.2 Perbandingan Presentase Hasil Belajar Siklus I dan siklus II 100 80 60 40 20 0 Siklus I Siklus II Keterangan: Belum Tuntas Tuntas Berdasarkan data tersebut menandakan bahwa hasil belajar siswa telah memenuhi indikator ketuntasan belajar yang telah ditetapkan.
  • 38. B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran Indikator kinerja keberhasilan belajar siswa minimal 80% yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Matematika SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna yaitu 65. Jadi mata pelajaran Matematika dikatakan tuntas jika 80% dari siswa memperoleh nilai 65. Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa indikator penelitian tercapai setelah pelaksanaan siklus II. Pada tindakan siklus I guru dan siswa telah menerapkan metode Ceramah Plus. Siklus I terdapat perbandingan hasil ketuntasan belajar siswa terhadap kegiatan pembelajaran sebelumnya. Itu terlihat dari pembelajaran sebelumnya penggunaan model konvensional terdapat jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 46,15% atau sebanyak 6 siswa. Sedangkan pada siklus I setelah menerapkan metode Ceramah Plus diperoleh jumlah siswa yang tuntas dalam belajar 69,23% atau sebanyak 9 siswa dan jumlah siswa yang belum tuntas 30,77% atau sebanyak 4 siswa. Kelemahan selama proses pembelajaran siklus I yaitu guru belum terbiasa menggunakan metode ceramah plus, guru kurang memberi motivasi kepada siswa, dalam menyampaikan tujuan guru tidak memperhatikan kondisi siswa, sebagian kecil siswa masih lamban dalam mamahami materi, guru tidak memfasilitasi tanya jawab. Dalam kegiatan siklus I ini belum mencapai ketuntasan belajar, sehingga perlu dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II. Hasil evaluasi akhir pada siklus II menunjukkan jumlah siswa yang tuntas dalam kegiatan belajar 92,30% atau sebanyak 12 siswa dan 7,70% atau 1 siswa yang belum tuntas. Kelemahan dalam kegiatan siklus II adalah masih ada siswa yang masih lamban memahami materi. Pada kegiatan siklus II terjadi peningkatan yang signifikan dan nilai ketuntasan belajar siswa telah tercapai. Ini dapat disimpulkan penggunaan Metode ceramah Plus dalam kegiatan pembelajaran di kelas telah terlaksana dengan baik dan telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Dengan demikian penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus.
  • 39. BAB V SIMPULAN DAN SARAN DAN TINDAK LANJUT A. Simpulan Berdasarkan analisis data yang disajikan baik data kuantitatif maupun data kualitatif menunjukkan bahwa, penggunaan metode Ceramah Plus dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada materi Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan melibatakan Satuan Baku Pada SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna. Peningkatan hasil belajar tersebut terlihat dari: 1. Pada saat guru masih menggunakan metode konvensional, dari 13 siswa 6 siswa atau 46,15% yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). 2. Setelah guru menerapkan Metode Ceramah Plus pada kegiatan perbaikan pembelajaran dikelas terjadi peningkatan yaitu pada siklus I, 69,23% atau 9 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan pada siklus II, 92,30% atau 12 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). B. Saran Tindak Lanjut. Dalam pembelajaran di kelas sebagai guru harus pandai dalam melakukan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Sehingga siswa senang dan termotifasi untuk selalu belajar. Sehingga perlu guru harus pandai atau menguasai metode atau model-model pembelajaran. Salah satu contohnya yaitu metode Ceramah Plus. Sehubungan dengan hal tersebut penulis (peneliti) menyarankan kepada: 1. Guru Sedini mungkin guru harus menyadari bahwa dalam proses pembelajaran dikelasnya ada masalah. Sehingga perlu guru menguasai metode atau model-model pembelajaran yang dapat menunjang peningkatan hasil belajar siswa.
  • 40. 2. Sekolah Pihak sekolah sangat perlu melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru dalam rangka meningkatkan kinerja guru, sehingga dapat menciptakan guru-guru yang profesional. 3. Pengawas SD Pengawas SD perlu melakukan pembinaan-pembinaan terhadap guru-guru, sehingga sekolah tempat guru mengajar semakin berkualitas.
  • 41. DAFTAR PUSTAKA Wardani, IG.A.K., Julaeha, S., & Marsinah, N. (2005). Buku Materi Pokok: Pemantapan Kemanpuan Profesional (Panduan). Jakarta: Universitas Terbuka. Tim FKIP-UT. (2007). Pemantapan Kemanpuan Profesional. Jakarta: Universitas Terbuka. Dahar, R. W. (1989). Teori – teori belajar. Jakarta: Erlangga. Nasution. S. (1982). Belajar dan mengajar. Jakarta: Bina Aksara. Sudiarto. (1990). Strategi Pembelajaran., Dirjen. Dikti, Jakarta. Winarno Surachmad. (1980). Metodologi Pengajaran Nasional. Jemmars.
  • 42. LAMPIRAN
  • 43. Lampiran 1 Kesediaan Sebagai Supervisor 2 Dalam Penyelenggaraan Pemantapan Kemampuan Professional (PKP) Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : TATA JAYA DISASTRA.SE.M.M.Pd NIP : 19611220 198310 1 001 Tempat mengajar : SD Negeri 13 Tikep Alamat sekolah : Desa Sido Makmur Telepon : - Menyatakan bersedia sebagai supervisor 2 untuk membimbing mahasiswa dalam perencanaan dan pelaksanaan PKP (PDGK4501) atas : Nama : RAHMAWATI NIM : 819768307 Program Studi : SI-PGSD Tempat mengajar : SD Negeri 13 Tikep Alamat sekolah : Desa Sido Makmur Telepon : 0823 9426 6899 Demikian agar surat pernyataan ini di gunakan sebagaimana mestinya. Sido Makmur, 01 Mei 2014 Mengetahui Kepala Sekolah SD Negeri 13 Tikep Supervisor 2 Tata Jaya Disastra,SE.M.M.Pd Tata Jaya Disastra,SE.M.M.Pd Nip. 19611220 198310 1 001 Nip. 19611220 198310 1 001
  • 44. Lampiran 2 Perencanaan Perbaikan Pembelajaran Matematika Fakta / Data Pembelajaran Yang Terjadi Di Kelas : III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna Identifikasi Masalah: Rendahnya hasil belajar matematika terhadap materi menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku siswa kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna. Analisis Masalah: 1. Ketika guru dalam melakukan pembelajaran di kelas masih menerapkan pembelajaran yang konfensional dimana guru lebih dominan dalam proses pembelajaran sehingga siswa merasa jenuh, bosan, dan tidak merasa tertantang. 2. Karna penerapan pembelajaran yang konvensional mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu 46,15% atau sebanyak 6 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Alternative Dan Prioritas Pemecahan Masalah : Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Menghitung Keliling Bangun Datar Dengan Melibatkan Satuan Baku Melalui Metode Ceramah Plus Siswa Kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupaten Muna. Rumusan Masalah: Apakah penggunaan metode Ceramah Plus dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar matematika materi menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku melalui metode ceramah plus siswa kelas III SD Negeri 13 Tikep Kecamatan Tikep Kabupayen Muna? RPP Perbaikan: Siklus I dan Siklus II
  • 45. Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) Pra Siklus Sekolah : SD Negeri 13 Tikep Mata pelajaran : Matematika Kelas / Semester : III/2 Waktu : 3 X 35 Menit ( 1 X pertemuan ) I Standar Kompetensi 5. menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang serta penggunaannya dalam pemecahan masalah. II Kompentesi Dasar 5.1. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling persegi dan persegi panjang. III Indikator Menyelesaikan soal yang berhubungan dengan keliling bangun datar (persegi dan persegi panjang). IV Tujuan pembelajaran  Siswa dapat menghitung keliling persegi dan persegi panjang  Siswa dapat memahami tentang cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang V Materi Ajar Menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku. VI Metode Pembelajaran Ceramah VII Langkah – Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan awal ( 20 menit)  Berdoa
  • 46.  Absensi  Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada proses pembelajaran.  Memotivasi 2. Kegiatan Inti (70 menit) Ekplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang materi  Guru memberikan contoh soal serta penjelasan Elaborasi  Guru memberikan soal untuk dikerjakan  Guru memberikan beberapa waktu kepada siswa untuk menyelesaikan soal.  Guru mengintruksiakan siswa untuk mengumpulkan hasil kerja siswa  Guru memerikasa dan memberi nilai pekerjaan siswa  Guru mengembalikan pekerjaan siswa Konfirmasi  Guru bertanya jawab kepada siswa tentang apa yang belum dimengerti. 3. Kegiatan Akhir (15 menit)  Guru memberikan Pekerjaan Rumah (PR) VIII Alat/ Bahan/ Sumber Belajar  Buku Matematika Kelas III  Bangun datar IX Penilaian Tes tertulis
  • 47. Lembar Penilaian No Nama siswa Jumlah soal tes Jumlah soal yang benar Nilai Ket 1. 2. 3. 4. 5. Catatan : nilai = jumlah soal yang benar : jumlah soal tes x 100 Sido Makmur, 01 Mei 2014 Teman sejawat Mahasiswi Wa Ode Samria,S.Pd.I Rahmawati Nip. Nim. 819768307 Mengetahui Kepala SD Negeri 13 Tikep Tata Jaya Disastra,SE.MM.Pd Nip. 19611220 198310 1 001
  • 48. LEMBAR KERJA INDIVIDU 1. A 10 cm B Panjang AB = …………….cm 6 cm 6 Cm 6 cm Panjang BC = …………….cm C 10 cm D Panjang CD = …………….cm Panjang DA = …………….cm + Keliling =……………..cm 2. G 14 cm H Panjang GH = ……............. cm Panjang HI = ……………..cm 14 cm 14 cm Panjang IJ = …………….. cm I Panjang JG = ……………..cm + J 14 cm I Keliling = …………….. cm 3. K 5 cm L Panjang KL = ………………..cm
  • 49. 5 cm 5 cm Panjang LM = ………………. cm Panjang MN = ………………. cm N 5 cm M Panjang NK = ……………….. cm + Keliling = ……………….. cm 4. G 11 cm D Panjang DE = ………………. cm 7 cm 7 cm Panjang EF = ……………….. cm Panjang FG = ……………….. cm F 11 cm E Panjang GD = ……………….. cm + Keliling = ……………….. cm 5. C 6 cm D Panjang CD = ……………….. cm 3 cm 3 cm Panjang DE = ……………….. cm F 6 cm G Panjang EF = ………………... cm
  • 50. Panjang FC = ………………... cm + Keliling = …………………cm
  • 51. Kunci Jawaban 1. Panjang AB = 10 cm 2. Panjang GH = 14 cm Panjang BC = 6 cm Panjang HI = 14 cm Panjang CD = 10 cm Panjang IJ = 14 cm Panjang DA = 6 cm + Panjang JG = 14 cm + Keliling = 32 cm Keliling = 56 cm 3. Panjang KL = 5 cm 4. Panjang DE = 7 cm Panjang LM = 5 cm Panjang EF = 10 cm Panjang MN = 5 cm Panjang FG = 7 cm Panjang NK = 5 cm + Panjang GD = 10 cm + Keliling = 25 cm Keliling = 36 cm 5. Panjang AB = 6 cm Panjang BC = 3 cm Panjang CD = 6 cm Panjang DA = 3 cm + Keliling = 18 cm
  • 52. Nilai Hasil Tes Pra Siklus No Nama siswa Nilai 1. AA 80 2. AHA 60 3. MJ 80 4. EN 80 5. PAL 60 6. KAT 60 7. LAR 80 8. NB 40 9. JAK 80 10. MA 60 11. AS 80 12. NL 60 13. WH 80
  • 53. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) Siklus I Sekolah : SD Negeri 13 Tikep Mata pelajaran : Matematika Kelas / Semester : III/2 Waktu : 3 X 35 Menit ( 1 X pertemuan ) I. Standar Kompetensi 5. menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang serta penggunaannya dalam pemecahan masalah. II. Kompentesi Dasar 5.1. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling persegi dan persegi panjang. III. Indikator Menyelesaikan soal yang berhubungan dengan keliling bangun datar (persegi dan persegi panjang). IV. Tujuan pembelajaran a. Siswa dapat menghitung keliling persegi dan persegi panjang b. Siswa dapat memahami tentang cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang. V. Tujuan Perbaikan Pembelajaran a. Bagi Siswa Meningkatkan pemahaman siswa tentang cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang
  • 54. b. Bagi Guru  Sebagai bahan refleksi guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.  Meningkatkan kinerja guru dalam penyampaian materi di kelas. VI. Materi Ajar Menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku. VII. Metode Pembelajaran Metode Ceramah Plus VIII. Langkah – Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan awal (20 menit) a. Berdoa, absensi, mempersiapkan materi ajar b. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Memberi motivasi d. Apersepsi 2. Kegiatan Inti ( 70 menit) Eksplorasi a. Guru memberikan penjelasan tentang materi b. Guru memberikan contoh serta penjelasan tentang cara menyelesaikan soal keliling persegi dan persegi panjang. Elaborasi a. Guru memberikan soal untuk dikerjakan
  • 55. b. Guru memberikan beberapa waktu kepada siswa untuk menyelesaikan soal. c. Guru mengintruksikan siswa untuk mengumpulkan pekerjaan mereka d. Guru memeriksa dan memberi nilai pekerjaan siswa e. Guru mengembalikan pekerjaan siswa. Konfirmasi a. Guru bertanya jawab kepada siswa tentang apa yang belum dimengerti 3. Kegiatan akhir (15 menit) a. Guru memberikan Pekerjaan Rumah (PR) IX. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar a. Buku Matematika Kelas III b. Bangun datar X. Penilaian Tes tertulis Lembar Penilaian No Nama siswa Jumlah soal tes Jumlah soal yang benar Nilai Ket 1. 2. 3. 4. 5. Catatan : nilai = jumlah soal yang benar : jumlah soal tes x 100
  • 56. Sido Makmur, 05Mei 2014 Teman sejawat Mahasiswi Wa Ode Samria,S.Pd.I Rahmawati Nip. Nim. 819768307 Mengetahui Kepala SD Negeri 13 Tikep Tata Jaya Disastra,SE.MM.Pd Nip. 19611220 198310 1 001 LEMBAR KERJA INDIVIDU Kunci Jawaban 1. G 9 cm H Panjang GH = …………….cm 7 cm 7 cm Panjang HI= ………………cm J 9 cm I Panjang IJ = ………………cm Panjang JG = ………………cm + Keliling =……………..cm
  • 57. 2. D 8 cm A Panjang AB = ……............. cm Panjang BC = ……………..cm 12 cm 12 cm Panjang CD = …………….. cm I Panjang DA = ……………..cm + C 8 cm B Keliling = …………….. cm 3. K 13 cm L Panjang KL = ………………..cm Panjang LM = ………………. cm 13 cm 13 cm Panjang MN = ………………. cm Panjang NK = ……………….. cm N 13 cm M Keliling = ……………….. cm 4. N 8 cm O Panjang DE = ………………. cm 8 cm 8 cm Panjang EF = ……………….. cm Panjang FG = ……………….. cm
  • 58. Q 8 cm P Panjang GD = ……………….. cm + Keliling = ……………….. cm 5. M 13 cm J Panjang CD = ……………….. cm 4 cm 4 cm Panjang DE = ……………….. cm L 13 cm K Panjang EF = ………………... cm Panjang FC = ………………... cm + Keliling = …………………cm
  • 59. Kunci Jawaban 1. Panjang GH = 9 cm 2. Panjang AB = 12 cm Panjang HI = 7 cm Panjang BC = 8 cm Panjang IJ = 9 cm Panjang CD = 12 cm Panjang JG = 7 cm + Panjang DA = 8 cm + Keliling = 32 cm Keliling = 40 cm 3. Panjang KL = 13 cm 4. Panjang NO = 8 cm Panjang LM = 13 cm Panjang OP = 8 cm Panjang MN = 13 cm Panjang PQ = 8 cm Panjang NK = 13 cm + Panjang QN = 8 cm + Keliling = 52 cm Keliling = 32 cm 5. Panjang JK = 4 cm Panjang KL= 13 cm Panjang LM = 4 cm Panjang MJ = 13 cm + Keliling = 34 cm
  • 60. Nilai Hasil Tes siklus I No Nama siswa Nilai siklus I 1. AA 100 2. AHA 80 3. MJ 80 4. EN 80 5. PAL 60 6. KAT 80 7. LAR 80 8. NB 40 9. JAK 80 10. MA 60 11. AS 80 12. NL 60 13. WH 80
  • 61. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) Siklus II Sekolah : SD Negeri 13 Tikep Mata pelajaran : Matematika Kelas / Semester : III/2 Waktu : 3 X 35 Menit ( 1 X pertemuan ) I. Standar Kompetensi 5. menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang serta penggunaannya dalam pemecahan masalah. II. Kompentesi Dasar 5.1. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling persegi dan persegi panjang. III. Indikator Menyelesaikan soal yang berhubungan dengan keliling bangun datar (persegi dan persegi panjang). IV. Tujuan pembelajaran J. Siswa dapat menghitung keliling persegi dan persegi panjang K. Siswa dapat memahami tentang cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang.
  • 62. V. Tujuan Perbaikan Pembelajaran a. Bagi Siswa Meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa tentang cara menyelesaikan keliling persegi dan persegi panjang. b. Bagi Guru 1. Sebagai bahan pertimbangan guru dalam penerapan metode ceramah plus. 2. Meningkatkan kinerja guru dalam penyampaian materi di kelas dengan metode ceramah plus. VI. Materi Ajar Menghitung keliling bangun datar dengan melibatkan satuan baku. VII. Metode Pembelajaran Metode Ceramah Plus VIII. Langkah – Langkah Pembelajaran 1. Kegiatan awal (15 menit) a. Berdoa, absensi, mempersiapkan materi ajar b. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Memberi motivasi siswa agar semangat dalam belajar d. Apersepsi 2. Kegiatan Inti (65 menit) Eksplorasi a. Guru memberikan penjelasan tentang materi b. Guru memberikan contoh serta penjelasan tentang cara menyelesaikan soal keliling persegi dan persegi panjang.
  • 63. Elaborasi a. Guru menanyakan kepada siswa apakah dari penjelasan yang diberikan sudah di mengerti. b. Guru memberikan sebuah soal untuk dikerjakan dibuku dan yang selesai terlebih dahulu untuk menulis hasil kerjanya di depan kelas. c. Guru bertanya apakah diantara siswa ada yang memiliki jawaban yang berbeda. Jika ada, siswa tersebut maju ke depan untuk menulis hasil kerja di depan kelas. d. Guru dan siswa bersama-sama mengerjakan soal tersebut dan membandingkan jawaban siswa mana yang benar. e. Guru menjelaskan kembali materi. f. Guru menanyakan kembali apakah siswa sudah paham atau belum. g. Guru memberikan beberapa soal kepada siswa untuk dikerjakan. h. Guru memberikan beberapa waktu kepada siswa untuk menyelesaikan soal. i. Guru mengintruksikan siswa untuk mengumpulkan pekerjaan mereka Konfirmasi a. Guru bertanya jawab kepada siswa tentang apa yang belum dimengerti selama mengerjakan soal. b. Guru memberikan penguatan kembali tentang materi. 3. Kegiatan akhir (20 menit) a. Guru memeriksadan memberi nilai pekerjaan siswa. b. Guru mengembalikan pekerjaan siswa. c. Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi tentang keliling bangun datar.
  • 64. d. Guru memberikan tugas Pekerjaan Rumah (PR) e. Guru mengintruksikan kepada siswa untuk istirahat. IX. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar 1. Buku Matematika Kelas III 2. Bangun datar X. Penilaian Tes tertulis Lembar Penilaian No Nama siswa Jumlah soal tes Jumlah soal yang benar Nilai Ket 1. 2. 3. 4. 5. Catatan : nilai = jumlah soal yang benar : jumlah soal tes x 100 Sido Makmur, 08 Mei 2014 Teman sejawat Mahasiswi
  • 65. Wa Ode Samria,S.Pd.I Rahmawati Nip. Nim. 819768307 Mengetahui Kepala SD Negeri 13 Tikep Tata Jaya Disastra,SE.MM.Pd Nip. 19611220 198310 1 001 LEMBAR KERJA INDIVIDU 1. A 12 cm B Panjang GH = …………….cm 7 cm 7 cm Panjang HI= ………………cm Panjang IJ = ………………cm D 12 cm C Panjang JG = ………………cm + Keliling =……………..cm
  • 66. 2. M 8 cm N Panjang MN = ……............. cm 4 cm 4 cm Panjang NO = ……………..cm Panjang OP = …………….. cm P 8 cm O Panjang PM = ……………..cm + Keliling = …………….. cm 3. K 12 cm L Panjang KL = ………………..cm Panjang LM = ………………. cm 7 cm 7 cm Panjang MN = ………………. cm Panjang NK = ……………….. cm N 12 cm M Keliling = ……………….. cm 4. V 7 cm S Panjang ST = ………………. cm 7 cm 7 cm Panjang TU = ……………….. cm Panjang UV = ……………….. cm
  • 67. U 7 cm T Panjang VS = ……………….. cm + Keliling = ……………….. cm 5. R 14 cm S Panjang RS = ……………….. cm 8 cm 8 cm Panjang ST = ……………….. cm U 14 cm T Panjang TU = ………………... cm Panjang UR = ………………... cm + Keliling = …………………cm
  • 68. Kunci Jawaban 1. Panjang AB = 12 cm 2. Panjang MN = 8 cm Panjang BC = 7 cm Panjang NO = 4 cm Panjang CD = 12 cm Panjang OP = 8 cm Panjang DA= 7 cm + Panjang JG = 4 cm + Keliling = 38 cm Keliling = 24 cm 3. Panjang GH = 12 cm 4. Panjang ST = 7 cm Panjang HI = 12 cm Panjang TU = 7 cm Panjang IJ = 12 cm Panjang UV = 7 cm Panjang JG = 12 cm + Panjang VS = 7 cm + Keliling = 48 cm Keliling = 49 cm 5. Panjang RS = 14 cm Panjang ST= 8 cm Panjang TU = 14 cm Panjang UR = 8 cm + Keliling = 44 cm
  • 69. Nilai Nasil Tes Siklus II No Nama siswa Nilai siklus II 1. AA 100 2. AHA 100 3. MJ 100 4. EN 100 5. PAL 80 6. KAT 100 7. LAR 100 8. NB 60 9. JAK 100 10. MA 80 11. AS 100 12. NL 80 13. WH 100
  • 70. Lampiran 4 Lembar Observasi Penggunaan Metode Ceramah Plus Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN 13 Tikep Pra Siklus Hari/Tanggal : Senin , 01 Mei 2014 Fokus observasi : Penerapan Metode Ceramah Plus NO ASPEK YANG DI OBSERVASI KEMUNCULAN KOMENTAR ada Tidak ada 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran -  Siswa bingung materi apa yang akan diajarakan 2. Memberi motivasi -  Siswa kurang antusias dalam belajar 3.. Menjelaskan materi pelajaran dan mengaktifkan siswa  - Siswa kurang memperhatikan materi
  • 71. 4.. Memberikan contoh  - Siswa kurang antusias dalam mengerjakan contoh soal 5. Memberikan soal.  - Siswa menulis soal yang diberikan untuk dikerjakan secara individu 6. Memberikan waktu pengerjaan soal.  - Siswa gaduh 7. Mengintruksikan siswa untuk mengumpulkah hasil kerja siswa  - Siswa mengumpulkan hasil kerja 8. Guru memeriksa dan memberi nilai hasil kerja siswa.  - Selama guru memerikasa, siswa ribut dan saling mengganggu 9. Mengembalikan pekerjaan siswa  - Siswa menerima hasil kerja dengan wajah kurang semangat dengan nilai yang didapat
  • 72. 10. Bertanya jawab tentang apa yang belum dimengerti -  Guru tidak melakukan tanya jawab kepada siswa Lembar Observasi Penggunaan Metode Ceramah Plus Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN 13 Tikep Siklus I Hari/Tanggal : Senin , 05 Mei 2014 Fokus observasi : Penerapan Metode Ceramah Plus NO ASPEK YANG DI OBSERVASI KEMUNCULAN KOMENTAR ada Tidak ada 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran  - Ketika guru menyampaikan tujuan pembelajaran, sebagian siswa mendengarkan
  • 73. dan sebagian lagi masih asik dengan kegiatannya sendiri 2. Memberi motivasi -  Siswa kurang antusias dalam menerima pelajaran 3. Menyampaikan apersepsi  - Dalam penyampaian apersepsi hanya beberapa siswa yang antusias mendengarkan 4. Menjelaskan materi pelajaran dan mengaktifkan siswa  - Sebagian besar siswa aktif 5. Memberikan contoh serta penjelasan tentang cara menyelesaikan soal mengenai keliling bangun datar  - Siswa aktif , namun terdpat dua, tiga siswa sibuk sendiri 6. Memberikan soal.  - Siswa menulis soal yang diberikan untuk dikerjakan
  • 74. secara individu 7. Memberikan waktu pengerjaan soal.  - Siswa aktif namun terdapat satu, dua siswa merasa kebingungan 8. Mengintruksikan siswa untuk mengumpulkah hasil kerja siswa  - Siswa mengumpulkan hasil kerja 9. Guru memeriksa dan memberi nilai hasil kerja siswa.  - Siswa menunggu hasil kerja 10. Mengembalikan pekerjaan siswa  - Siswa antusias menerima hasil kerja, namun terdapat beberapa siswa kurang senang dengan hasil yang diperoleh 11. Bertanya jawab tentang apa yang belum dimengerti -  Belum melakukan tanya jawab untuk mengecek pemahaman siswa
  • 75. Lembar Observasi Penggunaan Metode Ceramah Plus Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN 13 Tikep Siklus II Hari/Tanggal : Kamis, 08 Mei 2014 Fokus observasi : Penerapan Metode Ceramah Plus NO ASPEK YANG DI OBSERVASI KEMUNCULAN KOMENTAR ada Tidak ada
  • 76. 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran  - Dalam proses penyampai tujuan pembelajara siswa antusias mendengarkan dengan baik 2. Memberi motivasi  - Siswa termotivasi dalam menerima pelajaran 3. Menyampaikan apersepsi  - Apersepsi guru mampu mengantar siswa terhadap materi pokok 4. Menjelaskan materi pelajaran dan mengaktifkan siswa  - Siswa antusias mendengarkan penjelasan guru 5. Memberikan contoh serta penjelasan tentang cara menyelesaikan soal mengenai keliling bangun datar  - Siswa antusias dalam menerima dan mengerjakan soal yang diberikan guru 6. Guru mengecek pemahaman siswa  - Dengan pertanyaan bergilir guru mampu mengetahui perkembangan pemahaman siswa
  • 77. 7. Memberikan sebuah soal yang dikerjakan secara individu dan yang selesai terlebih dahulu menampilkan hasil kerjanya di depan kelas.  - Siswa semangat menyelesaikan tugas dan menampilkannyandi depan kelas 8. Memberi kesempatan kepada siswa lain yang memiliki jawaban yang berbeda untuk menampilkan hasil kerjanya di depan kelas.  - Setiap siswa berharap maju menampilkan hasil kerjanya 9. Membandingan hasil kerja siswa A dan B untuk mendapat hasil yang tepat  - Guru dan siswa membandingan hasil kerja yang mana yang benar 10. Guru memjelaskan kembali materi  - Guru memberi pemahaman dengan menjelaskan kembali materi pembelajaran 11. Mengecek kembali pemahaman siswa  - Dengan pertanyaan bergilir guru mampu mengetahui perkembangan pemahaman siswa
  • 78. 12. Guru memberikan lembar kerja individu  - Dengan lembar kerja individu, guru mengevaluasi pemahaman siswa 13. Guru memberi waktu untuk menyelesaikan lembar kerja individu  - Siswa antusias mengerjakan tugas induvidu 14. Mengistuksikan pengumpulan tugas  - Siswa dengan tenang mengumpulkan hasil kerjanya 15. Bertanya jawab tentang apa yang belum dimengerti  - Mengecek pemahan siswa dalam tanya jawab 16. Memberikan penguatan kembali terhadap materi  - Mengecek kembali untuk memastikan apakah siswa sudah paham terhadap materi 17. Memeriksa dan memberi nilai hasil kerja siswa  - Siswa menunggu hasil kerja individu 18. Mengembalikan hasil kerja siswa  - Dengan senang siswa menerima hasil kerja
  • 79. 19. Guru dan siswa bersama – sama menyimpulkan materi  - Guru dan siswa antusias menyimpulkan materi pembelajaran
  • 80. Lampiran 5 Jurnal Pembimbingan Supervisor 2 PKP NIM/Nama Mahasiswa : 819768307/Rahmawati Mengajar di Kelas : III Sekolah : SD Negeri 13 Tikep N o Hari / Tangga l Kegiatan Hasil / Komentar Tindak Lanjut Paraf Mhs Sup. 2 1 Kamis, 01 Mei 2014 Mendiskusikan pelaksanaan pembelajaran pra siklus Identifikasi masalah, analisis masalah, alternatif masalah dan prioritas pemecahan masalah kurang sejalan Perbaiki kinerja pelaksanaan pembelajaran di kelas 2 Jumat, 02 Mei 2014 Mendiskusikan RPP Perbaikan matematika siklus I beserta lembar pengamatan (berupa lembar observasi) - Alat penilaian harus disesuaikan dengan indicator - Lembar pengamatan harus disesuaikan dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas Perbaiki alat penilaian dan lembar pengamatan 3 Senin, 05 Mei Mengamati pelaksaan - Guru kurang memberi Sesuaikan kegiatan guru
  • 81. 2014 perbaikan pembelajaran siklus 1 motivasi siswa dalam pembelajaran - Guru memvasilitasi tanya jawab dengan aktivitas kondisi anak dalam menerima materi 4 Selasa , 06 Mei 2014 Mendiskusikan refleksi terhadap pelaksanaan siklus I ( kegiatan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas) Kegiatan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas guru harus memperhatikan atau peka dengan kondisi/pemahaman anak dalam menerima pelajaran Perbaiki pelaksanaan pembelajaran dengan lebih memperhatikan kondisi anak 5 Rabu, 07 Mei 2014 Mendiskusikan RPP Perbaikan matematika siklus II beserta lembar pengamatan (berupa lembar observasi) Alat penilaian dan lembar pengamatan sudah cukup baik pertahankan 6 Kamis, 08 Mei 2014 Mengamati pelaksanaan perbaikan pembelajaran matematika siklus II - Siswa antusias mendengarkan penjelasan guru - Siswa dan guru terlibat aktif dalam tanya jawab terhadap cara Penggunaan metode Ceramah Plus yang di gunakan dalam pembelajaran dikelas telah berhasil
  • 82. penyelesaian soal materi
  • 83. Mengetahui Supervisor 1 Drs. La Ode Rafiuddin.R.H,M.Pd Nip. 19550902 198403 1 001 Sido Makmur, 06 Mei 2014 Supervisor 2 Tata Jaya Disastra,SE.MM.Pd Nip. 19611220 198310 1 001
  • 84. Lampiran 6 Hasil Pekerjaan Siswa Yang Terbaik Dan Terburuk Persiklus

×