Perdarahan ante partum AKBID PARAMATA RAHA

  • 42 views
Uploaded on

 

More in: Design
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
42
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
3
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PENDARAHAN ANTEPARTUMPENDARAHAN ANTEPARTUM SUATU KEGAWATDARURATANSUATU KEGAWATDARURATAN OBSTETRIOBSTETRI Dr. La Ode TamsilaDr. La Ode Tamsila Bagian Obstetri dan GinekologiBagian Obstetri dan Ginekologi FK. Unhas MakassarFK. Unhas Makassar
  • 2. Gbr 1. Pendarahan AntepartumGbr 1. Pendarahan Antepartum
  • 3. Estimasi BB : ... 60 kg Estimasi Blood Volume : ... 70 ml/kg x 60 = 4200 ml Estimasi Blood Loss : .... % EBV = ..... ml NORMO VOLEMIA -- 30%EBV -- 15%EBV -- 50%EBV Tsyst Nadi Perf 120 80 hangat 100 100 pucat < 90 > 120 dingin < 60-70 > 140 - ttb basah EBL = perdarahan 600 1200 2000 ml Infus RL 1200-2000 2500-5000 4000-8000 ml
  • 4. Insidens dan penyebabInsidens dan penyebab  Insidens :Insidens : 2-5%2-5%  Penyebab kedaruratan antepartumPenyebab kedaruratan antepartum Plasenta previaPlasenta previa 30- 31%30- 31% Solusio/ abruptio plasenta 20- 22%Solusio/ abruptio plasenta 20- 22% ““Pendarahan lain ” seperti al :Pendarahan lain ” seperti al : vasa previa dan robekan rahimvasa previa dan robekan rahim
  • 5. TujuanTujuan  Mengidentifikasi penyebab utamaMengidentifikasi penyebab utama pendarahan antepartum yangpendarahan antepartum yang menyebabkan kedaruratan obstetrimenyebabkan kedaruratan obstetri  Menjelaskan pendekatan sistemik untukMenjelaskan pendekatan sistemik untuk identifikasi penyebab pendarahanidentifikasi penyebab pendarahan  Menjelaskan penatalaksanaan spesifik,Menjelaskan penatalaksanaan spesifik, berdasarkan diagnosisberdasarkan diagnosis
  • 6. Penyebab pendarahanPenyebab pendarahan antepartumantepartum  KegawatdaruratanKegawatdaruratan - Plasenta previa- Plasenta previa - Solusio/ Abruptio plasenta- Solusio/ Abruptio plasenta - Vasa previa- Vasa previa - Robekan rahim- Robekan rahim  Bukan plasenta (Tidak darurat):Bukan plasenta (Tidak darurat): - Pelepasan darah Inpartu- Pelepasan darah Inpartu - Polip serviks- Polip serviks - Servisitis- Servisitis - Karsinoma serviks- Karsinoma serviks
  • 7. Plasenta previaPlasenta previa Plasenta previa : lokasi plasenta menutup atauPlasenta previa : lokasi plasenta menutup atau terletak dekat ostium uteri internum dan menimbulkanterletak dekat ostium uteri internum dan menimbulkan pendarahan per vagina pada trimester II-III kehamilanpendarahan per vagina pada trimester II-III kehamilan Gbr. 2 : Lokasi Plasenta pada Plasenta PreviaGbr. 2 : Lokasi Plasenta pada Plasenta Previa Letak rendahLetak rendah MarginalMarginal ParsialParsial Sentral / TotalSentral / Total
  • 8. Morbiditas Plasenta previaMorbiditas Plasenta previa  Pendarahan maternalPendarahan maternal  Komplikasi persalinan operatifKomplikasi persalinan operatif  TransfusiTransfusi  Plasenta akreta, inkreta, atau perkretaPlasenta akreta, inkreta, atau perkreta  PrematuritasPrematuritas
  • 9. Prevalensi Plasenta previaPrevalensi Plasenta previa  Terjadi pada 1/200 kehamilan padaTerjadi pada 1/200 kehamilan pada kehamilan trimester ketigakehamilan trimester ketiga  Pada pemeriksaan USG pada usiaPada pemeriksaan USG pada usia kehamilan 16-20 minggu ditemukankehamilan 16-20 minggu ditemukan plasenta previa letak rendahplasenta previa letak rendah 90% menunjukkan letak plasenta normal90% menunjukkan letak plasenta normal pada USG diatas 30 minggupada USG diatas 30 minggu Tidak terbukti adanya keuntungan skriningTidak terbukti adanya keuntungan skrining USG untuk diagnosis.USG untuk diagnosis.
  • 10. Faktor Risiko Plasenta PreviaFaktor Risiko Plasenta Previa  Sebelumnya pernah seksio sesarSebelumnya pernah seksio sesar  Pernah mengalami kuretasePernah mengalami kuretase  Paritas tinggiParitas tinggi  Ibu usia lanjutIbu usia lanjut  Kehamilan multipelKehamilan multipel
  • 11. Riwayat Plasenta previaRiwayat Plasenta previa  Pendarahan tanpa nyeri pada :Pendarahan tanpa nyeri pada : -- Trimester II atau trimester III atau termTrimester II atau trimester III atau term - Seringkali terjadi setelah koitus- Seringkali terjadi setelah koitus - Dapat terjadi kontraksi preterm- Dapat terjadi kontraksi preterm  Pendarahan dapat sedikit sampai banyakPendarahan dapat sedikit sampai banyak
  • 12. Pemeriksaan fisisPemeriksaan fisis Plasenta previaPlasenta previa  Pemeriksaan tinggi fundus uteriPemeriksaan tinggi fundus uteri  Letak janinLetak janin  Estimasi berat janinEstimasi berat janin  Terdengarnya detak jantung janinTerdengarnya detak jantung janin  Pemeriksaan fungsi vitalPemeriksaan fungsi vital  Pemeriksaan spekulumPemeriksaan spekulum  Tidak melakukanTidak melakukan periksa dalam vaginaperiksa dalam vagina sampai diketahui lokasi plasentasampai diketahui lokasi plasenta
  • 13. Laboratorium Plasenta previaLaboratorium Plasenta previa  HB /Hematokrit atau periksa darahHB /Hematokrit atau periksa darah lengkaplengkap  Golongan darah termasuk rhesusGolongan darah termasuk rhesus  Tes faktor pembekuanTes faktor pembekuan
  • 14. USG Plasenta previaUSG Plasenta previa  Dapat membantu diagnosisDapat membantu diagnosis  Kandung kemih penuh dapat memberikanKandung kemih penuh dapat memberikan penampakan salah dari previa anteriorpenampakan salah dari previa anterior  Bagian janin dapat membayangi previaBagian janin dapat membayangi previa posteriorposterior  USG Transvaginal dapat menentukan tepiUSG Transvaginal dapat menentukan tepi plasenta dan ostium uteri internumplasenta dan ostium uteri internum
  • 15. Gbr 3. USG Plasenta previaGbr 3. USG Plasenta previa
  • 16. Penanganan Plasenta previaPenanganan Plasenta previa  Tidak ada pendarahan aktifTidak ada pendarahan aktif - Manajemen ekspektasi- Manajemen ekspektasi -- Jangan koitus atau periksa dalam vaginaJangan koitus atau periksa dalam vagina  Pendarahan kehamilan lanjutPendarahan kehamilan lanjut - Periksa status ibu dan janin, resusitasi dan- Periksa status ibu dan janin, resusitasi dan stabilisasi sirkulasistabilisasi sirkulasi - Berikan dosis penuh Rhogam bila Rh -- Berikan dosis penuh Rhogam bila Rh - - Rujuk ibu- Rujuk ibu - Prematuritas pemberian kortiokosteroid,- Prematuritas pemberian kortiokosteroid, tokolitik, amniosentesistokolitik, amniosentesis
  • 17. Pemeriksaan “Double set up”Pemeriksaan “Double set up”  Hanya cocok untuk plasenta previa marginalis denganHanya cocok untuk plasenta previa marginalis dengan letak verteksletak verteks  Palpasi tepi plasenta dan kepala janin segera lakukanPalpasi tepi plasenta dan kepala janin segera lakukan seksio sesar emergensiseksio sesar emergensi  Seksio sesar dengan anestesai regional bila ditemukan :Seksio sesar dengan anestesai regional bila ditemukan : - Plasenta previa totalis- Plasenta previa totalis - Kepala belum cakap- Kepala belum cakap - Keadaan janin tidak membaik- Keadaan janin tidak membaik - Pendarahan cepat dan menetap- Pendarahan cepat dan menetap - Janin matur- Janin matur
  • 18. Solusio (Solusio (AbruptioAbruptio) plasenta) plasenta  Pelepasan /pemisahan plasenta dariPelepasan /pemisahan plasenta dari dinding rahim secara prematurdinding rahim secara prematur Parsial atau lengkap/ totalParsial atau lengkap/ total  ““Marginal sinus separation” or “marginalMarginal sinus separation” or “marginal sinus rupture”sinus rupture” Bleeding, but abnormal implantation orBleeding, but abnormal implantation or abruption never establishedabruption never established
  • 19. Gbr 4 :Jenis solusio plasentaGbr 4 :Jenis solusio plasenta
  • 20. Epidemiologi Solusio plasentaEpidemiologi Solusio plasenta  Terjadi pada 1-2 % kehamilanTerjadi pada 1-2 % kehamilan  Faktor risikoFaktor risiko  Penyakit hipertensi dalam kehamilanPenyakit hipertensi dalam kehamilan  TraumaTrauma  Uterus distensi berlebihanUterus distensi berlebihan  Riwayat solusio plasenta sebelumnyaRiwayat solusio plasenta sebelumnya  Insufisiensi plasentaInsufisiensi plasenta  Trombofilia / abnormalitas metabolik maternalTrombofilia / abnormalitas metabolik maternal  Perokok atau pengguna obat (seperti cocaine)Perokok atau pengguna obat (seperti cocaine)
  • 21. Solusio plasenta dan traumaSolusio plasenta dan trauma  Dapat terjadi akibat trauma tumpulDapat terjadi akibat trauma tumpul abdomenabdomen  Deselerasi denyut jantung janinDeselerasi denyut jantung janin  Komplikasi : prematuritas, dan kematianKomplikasi : prematuritas, dan kematian janinjanin  Evaluasi janin setelah traumaEvaluasi janin setelah trauma - Peningkatan pemakaian KTG mungkin- Peningkatan pemakaian KTG mungkin dapat menurunkan mortalitasdapat menurunkan mortalitas
  • 22. Pendarahan Solusio plasentaPendarahan Solusio plasenta  Pendarahan pervaginamPendarahan pervaginam  Cairan amnion mengandung darahCairan amnion mengandung darah  Bekuan darah retroplasenterBekuan darah retroplasenter  20%20%  ““uteroplacental apoplexyuteroplacental apoplexy” or “” or “CouvelaireCouvelaire”” uterusuterus  KoagulopatiKoagulopati
  • 23. Riwayat Solusio plasentaRiwayat Solusio plasenta  Keluhan nyeriKeluhan nyeri  Bervariasi dari ringan sampai beratBervariasi dari ringan sampai berat  Nyeri bagian belakang – pikirkan solusio plasenta posteriorNyeri bagian belakang – pikirkan solusio plasenta posterior  PendarahanPendarahan - tidak sesuai dengan jumlah darah yang hilang- tidak sesuai dengan jumlah darah yang hilang - bedakan dengan gejala pelepasan darah pada- bedakan dengan gejala pelepasan darah pada persalinanpersalinan  TraumaTrauma  Faktor risiko lainnya seperti hipertensiFaktor risiko lainnya seperti hipertensi  Robekan selaputRobekan selaput
  • 24. Pemeriksaan fisikPemeriksaan fisik Solusio plasentaSolusio plasenta  Tanda gangguan sirkulasi darahTanda gangguan sirkulasi darah - Takikardia- Takikardia - Tanda dan gejala syok bila kehilangan- Tanda dan gejala syok bila kehilangan darah > 30%darah > 30%  Abdomen maternalAbdomen maternal  Pemeriksaan Leopold : tinggi fundus, perkiraan beratPemeriksaan Leopold : tinggi fundus, perkiraan berat janin, letak janinjanin, letak janin  Lokasi tegangLokasi tegang  Kontraksi tetanikKontraksi tetanik
  • 25. USG Solusio plasentaUSG Solusio plasenta  Solusio adalah diagnosis klinikSolusio adalah diagnosis klinik  Lokasi dan penampakan plasentaLokasi dan penampakan plasenta Ekholusensi RetroplasentaEkholusensi Retroplasenta Penebalan plasenta yang abnormalPenebalan plasenta yang abnormal ““Robekan ” tepi plasentaRobekan ” tepi plasenta  Letak janinLetak janin  Perkiraan berat janinPerkiraan berat janin
  • 26. Gbr 5. USG Solusio plasentaGbr 5. USG Solusio plasenta
  • 27. Laboratorium Solusio plasentaLaboratorium Solusio plasenta  Pemeriksaan darah lengkapPemeriksaan darah lengkap  Pemeriksaan laboratorium preeklampsiPemeriksaan laboratorium preeklampsi bila ada indikasibila ada indikasi  Golongan darah ABO dan RhGolongan darah ABO dan Rh  Tes pembekuan darahTes pembekuan darah  Kleihauer-Betke bukan diagnosis, tetapiKleihauer-Betke bukan diagnosis, tetapi berguna untuk menentukan dosis Rhogamberguna untuk menentukan dosis Rhogam  Pertimbangkan skrining urin untukPertimbangkan skrining urin untuk pemakai obatpemakai obat
  • 28. Klasifikasi Solusio plasentaKlasifikasi Solusio plasenta (Sher)(Sher)  Tingkat I ringan , ditemukan bekuan darahTingkat I ringan , ditemukan bekuan darah retroplasenter pada persalinanretroplasenter pada persalinan  Tingkat II abdomen tegang dan janin hidupTingkat II abdomen tegang dan janin hidup  Tingkat III dengan kematian janinTingkat III dengan kematian janin III A - tanpa koagulopati (2/3)III A - tanpa koagulopati (2/3) III B - dengan koagulopati (1/3)III B - dengan koagulopati (1/3)
  • 29. Penanganan – Solusio plasentaPenanganan – Solusio plasenta tingkat IItingkat II  Periksa stabilitas keadaan ibu dan janinPeriksa stabilitas keadaan ibu dan janin  AmniotomiAmniotomi  Periksa tonus rahimPeriksa tonus rahim  Segera pembedahan atau persalinanSegera pembedahan atau persalinan pervaginampervaginam  Pertahankan urin >30 ml/jam danPertahankan urin >30 ml/jam dan Hm >30%Hm >30%  Siapkan resusitasi bayi baru lahirSiapkan resusitasi bayi baru lahir
  • 30. Penanganan Solusio plasentaPenanganan Solusio plasenta tingkat IIItingkat III  Periksa hemodinamik dan status koagulasi ibuPeriksa hemodinamik dan status koagulasi ibu  Segera ganti cairan dan darah yang hilangSegera ganti cairan dan darah yang hilang  Persalinan pervaginam menjadi pilihan kecualiPersalinan pervaginam menjadi pilihan kecuali pendarahan hebatpendarahan hebat
  • 31. Koagulopati pada SolusioKoagulopati pada Solusio plasentaplasenta  Terjadi pada 1/3 solusio plasenta tingkat IIITerjadi pada 1/3 solusio plasenta tingkat III  Biasanya tidak ditemukan bila janin masihBiasanya tidak ditemukan bila janin masih hiduphidup  Etiologi: consumption, DICEtiologi: consumption, DIC  Pemberian plateletsPemberian platelets  Bila berat berikan factor VIIIBila berat berikan factor VIII
  • 32. Vasa previaVasa previa  Sangat jarang menimbulkan pendarahanSangat jarang menimbulkan pendarahan  Onset sewaktu robekan selaputOnset sewaktu robekan selaput  Kehilangan darah janin 50 %Kehilangan darah janin 50 %  kematian janinkematian janin  Ditemukan pada plasenta letak rendah insersiDitemukan pada plasenta letak rendah insersi talipusat atau pada lobus suksenturiatatalipusat atau pada lobus suksenturiata  Diagnosis antepartumDiagnosis antepartum  AmnioskopiAmnioskopi  Color doppler ultrasoundColor doppler ultrasound  Pemeriksaan vaginal, palpasi pembuluh darahPemeriksaan vaginal, palpasi pembuluh darah
  • 33. Gbr 6 : Vasa previa (6a,6b,6c)Gbr 6 : Vasa previa (6a,6b,6c) 1a 6a 6b 6c Gambar dikutip dari ©2000 Philipe Jeanty( 6a) dan Nathan Paris.com (6b).(6c)
  • 34. Gbr 7. USG Vasa previaGbr 7. USG Vasa previa
  • 35. Tes diagnosis Vasa previaTes diagnosis Vasa previa  Tes Apt – didasarkan respons Hb janin yangTes Apt – didasarkan respons Hb janin yang stabil dengan alkali (pemeriksaan darah vagina)stabil dengan alkali (pemeriksaan darah vagina) teteskan NaOH 1% dalam darahteteskan NaOH 1% dalam darah  darah orangdarah orang dewasa dalam 2’ berubah dari merah muda kedewasa dalam 2’ berubah dari merah muda ke kuning-coklat sedang darah janin tetap merahkuning-coklat sedang darah janin tetap merah muda menetap lebih lama.muda menetap lebih lama.  Apusan Wright : untuk menilai sel darah merahApusan Wright : untuk menilai sel darah merah janin yang berintijanin yang berinti  Tes Kleihauer-BetkeTes Kleihauer-Betke  menunda 2 jam tidakmenunda 2 jam tidak dapat dipakaidapat dipakai
  • 36. Manajemen Vasa previaManajemen Vasa previa  Lakukan seksio sesar emerjensi bilaLakukan seksio sesar emerjensi bila keadaan janin tidak membaikkeadaan janin tidak membaik  Perlu penilaian bayi baru lahir dalamPerlu penilaian bayi baru lahir dalam keadaan syok Pertimbangkan pemberiankeadaan syok Pertimbangkan pemberian larutan saline normal 10 – 20 ml/kg boluslarutan saline normal 10 – 20 ml/kg bolus
  • 37. Robekan rahimRobekan rahim  Dehisensi tersembunyi vs ruptur simtomatikDehisensi tersembunyi vs ruptur simtomatik  Insiden 0.03 – 0.08%dari semua wanitaInsiden 0.03 – 0.08%dari semua wanita  0.3 – 1.7% wanita dengan jaringan parut0.3 – 1.7% wanita dengan jaringan parut  Macam insisi sebelumnya merupakan penyebabMacam insisi sebelumnya merupakan penyebab utama terjadinya robekan jaringan parututama terjadinya robekan jaringan parut  Penyebab lainnya : riwayat kuretase uterusPenyebab lainnya : riwayat kuretase uterus sebelumnya atau miomektomi atau perforasi,sebelumnya atau miomektomi atau perforasi, trauma atau hiperstimulasi uterus dengantrauma atau hiperstimulasi uterus dengan oksitosin, misoprostol, persalinan macetoksitosin, misoprostol, persalinan macet
  • 38. Gbr 8 : Robekan rahimGbr 8 : Robekan rahim
  • 39. Faktor risiko robekan rahimFaktor risiko robekan rahim  Riwayat pembedahan uterus sebelumnyaRiwayat pembedahan uterus sebelumnya  AdenomiosisAdenomiosis  Anomali uterus kongenitalAnomali uterus kongenital  Anomali janinAnomali janin  Uterine overdistensionUterine overdistension  Peningkatan kontraksi rahimPeningkatan kontraksi rahim  Gestational trophoblastic neoplasiaGestational trophoblastic neoplasia  Difficult placental removalDifficult placental removal  Plasenta inkreta dan plasenta akretaPlasenta inkreta dan plasenta akreta
  • 40. Komplikasi Robekan rahimKomplikasi Robekan rahim  MaternalMaternal  Hemorrhage with anemiaHemorrhage with anemia  Bladder ruptureBladder rupture  HysterectomyHysterectomy  Maternal deathMaternal death  FetalFetal  Respiratory distressRespiratory distress  HypoxiaHypoxia  AcidemiaAcidemia  Neonatal deathNeonatal death
  • 41. Riwayat Robekan rahimRiwayat Robekan rahim  Pendarahan vaginaPendarahan vagina  NyeriNyeri  Berhentinya kontraksi yang sebelumnya adekuatBerhentinya kontraksi yang sebelumnya adekuat  Hilangnya denyut jantung janinHilangnya denyut jantung janin  Presentasi janin berubahPresentasi janin berubah  Palpasi bagian janin dalam rongga perut ibuPalpasi bagian janin dalam rongga perut ibu  Pada ibu terjadi takhikardia dan hipotensiPada ibu terjadi takhikardia dan hipotensi
  • 42. Robekan rahimRobekan rahim  Tiba - tiba terjadi perubahan pola denyutTiba - tiba terjadi perubahan pola denyut jantung janin merupakan tanda kejadianjantung janin merupakan tanda kejadian robekan janinrobekan janin  Plasenta dapat memegang perananPlasenta dapat memegang peranan dalam robekan rahimdalam robekan rahim - USG transvaginal mengevaluasi- USG transvaginal mengevaluasi dinding rahimdinding rahim - MRI dapat membantu kemungkinan- MRI dapat membantu kemungkinan plasenta akreta, inkreta atau parkretaplasenta akreta, inkreta atau parkreta
  • 43. Penanganan Robekan rahimPenanganan Robekan rahim  Bila asimtomatikBila asimtomatik  manajemen ekspektasimanajemen ekspektasi  Ruptur SimtomatikRuptur Simtomatik  seksio sesar emergensiseksio sesar emergensi /laparotomi/laparotomi
  • 44. KesimpulanKesimpulan  Perlu tim kegawatdaruratan obstetri terdiri ahliPerlu tim kegawatdaruratan obstetri terdiri ahli kebidanan, ahli anetesi, ahli neonatologi, paramediskebidanan, ahli anetesi, ahli neonatologi, paramedis terlatih / terampilterlatih / terampil  Tersedia ruang operasi dan fasilitasTersedia ruang operasi dan fasilitas  Tersedia bank darahTersedia bank darah  Tersedia perawatan bayi baru lahir bermasalah (NICU)Tersedia perawatan bayi baru lahir bermasalah (NICU)  Sebagian besar pendarahan antepartum mengancamSebagian besar pendarahan antepartum mengancam nyawa penting melakukan resusitasi dan stabilisasinyawa penting melakukan resusitasi dan stabilisasi  Penting menentukan diagnosis dan pengobatanPenting menentukan diagnosis dan pengobatan tergantung penyebab.tergantung penyebab.  Jangan lakukan periksa vagina sebelum lokasi plasentaJangan lakukan periksa vagina sebelum lokasi plasenta diketahuidiketahui
  • 45. Terima kasihTerima kasih