Pemberian obat AKPER PEMKAB MUNA
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pemberian obat AKPER PEMKAB MUNA

on

  • 2,109 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,109
Views on SlideShare
2,109
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
82
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pemberian obat AKPER PEMKAB MUNA Pemberian obat AKPER PEMKAB MUNA Document Transcript

  • Konsep Dasar Pemberian Obat Pengertian dan Jenis-Jenis Pemberian Obat Obat adalah semua zat baik dari alam (hewan maupun tumbuhan) atau kimiawi yang dalam takaran (dosis) yang tepat atau layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit atau gejala-gejalanya. Perawat harus terampil dan tepat saat memberikan obat, tidak sekedar memberikan pil untuk diminum (oral) atau injeksi obat melalui pembuluh darah (parenteral), namun juga mengobservasi respon klien terhadap pemberian obat tersebut. Pengetahuan tentang manfaat dan efek samping obat sangat penting dimiliki oleh perawat. Perawat memiliki peran yang utama dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatan klien dengan mendorong klien untuk lebih proaktif jika membutuhkan pengobatan. Perawat berusaha membantu klien dalam membangun pengertian yang benar dan jelas tentang pengobatan, mengkonsultasikan setiap obat yang dipesankan dan turut serta bertanggungjawab dalam pengambilan keputusa tentang pengobatan bersama dengan tenaga kesehatan lain. Perawat dalam memberikan obat juga harus memperhatikan resep obat yang diberikan harus tepat, hitungan yang tepat pada dosis yang diberikan sesuai resep 1. Jenis –jenis pemberian obat adapun Cara pemberian obat didasarkan pada bentuk obat, efek yang diinginkan baik fisik maupun mental. Diantaranya : a. Oral Pemberian obat melalui mulut merupakan cara paling mudah dan paling sering digunakan. Obat yang digunakan biasanya memiliki onset yang lama dan efek yang lama. b. Parenteral Pemberian obat melalui perenteral merupakan pemberian obat melalui jaringan tubuh.pemberian obat parenteral, merupakan pilihan jika pemberian obat dari mulut merupakan ktrak indikasi.
  • c. Topical Obat diberikan pada kulit atau mukosa. Obat-obat yang diberikan biasanya memiliki efek lokal, obat dapat di oleskan pada areah yang diobati atau medicated baths. Efek sistematik dapat timbul jika kulit klien tipis. d. Inhalasi Jalan nafas memberikan tempat yang luas untuk absorrsi obat, obat diinhalasi melalui mulut atau pun hidung. B. Tujan Pemberian Obat  Untuk menghilangkan rasa nyeri yang dialami klien.  Obat topikal pada kulit memiliki efek yang lokal  Efek samping yang terjadi minimal  Menyembuhkan penyakit yang diderita oleh klien C. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Pemberian Obat Adapun hal-hal yang dapat diperhatikan dalam pemberian obat, di antaranya 1. Tepat obat Sebelum mempersiapkan obat ke tempatnya petugas medis harus memperhatikan kebenaran obat sebanyak tiga kali, yakni : ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat, saat obat diprogramkan, dan saat mengembalikan obat ke tempat penyimpanan. 2. Tepat dosis Untuk menghindari kesalahan dalam pemberian obat, maka penentuan dosis harus diperhatikan dengan menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes, gelas ukur, spuit atau sendok khusus, alat untuk membelah tablet, dan lain-lain. Dengan demikian, penghitungan dosis benar untuk diberikan ke pasien. 3. Tepat pasien Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada pasien yang diprogramkan.hal ini dilakukan dengan mengidentifikasikan identitas
  • kebenaran obat, yaitu mencocokkan nama, nomor registrasi, alamat, dan program pengobatan pada pasien. 4. Tepat jalur pemberian Kesalahan rute pada pemberian dapat menimbulkan efek sistenik yang fatal pada pasien .untuk itu, cara pemberiannya adalah dengan melihat cara pemberian/ jalur obat pada lebel yang dada sebelum memberikannya ke pasien. 5. Tepat waktu Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan waktu yang diprogramkan karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat D. Teknik-Teknik Pemberian Obat Pemberian obat kepada pasien dapat dilakukan melalui beberapa cara di antaranya: a. Pemberian obat melalui oral Pemberian obat melalui mulut dapat dilakukan dengan tujuan mencegah , mengobati dan mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek terapi dari jenis obat . Persiapan alat dan bahan :  Daftar buku obat / catatan, jadwal pemberian obat.  Obat dan tempatnya  Air minum dalam tempatnya Prosudur kerja 1. cuci tangan 2. jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan . 3. baca obat, dengan berperinsip tepat obat ,tepat pasien , tepat dosis, tepat waktu, dan tepat tempat. 4. Bantu untuk meminumkannya dengan cara a) apabila memberikan obat berbentuk tablet atau kapsul dari botol, maka tobat. Jangan sentuh obat dengan tangan . untuk obat berupa kapsul jangan dilepaskan pembungkusnya. b) kaji kesulitan menelan bila ada, jadikan tablet dalam bentuk bubuk dan campuran dengan minuman.
  • c) Kaji denyut nadi dan tekanan darah sebelum pemberian obat yang membutuhkan pengkajian . 5. catat perubahan dan reaksi terhadap pemberian . evaluasi respons terhadap obat denngan mencatat hasil pemberian obat 6. cuci tangan b. Pemberian obat melalui jaringan intrakutan Memberikan atau memasukkan obat kedalam jaringan kulit dilakukan sebagai tes reaksi alergi terhadap jenis obat yang akan digunakan . pemberian obat melalui jaringan intrakutan ini dilakukan di bawah dermis atau epidermis secara umum, dilakukan pada daaerah lengan , tangan bagian venteral. Persiapan alat dan bahan : 1 Daftar buku obat /catatan, jadwal pemberian obat. 2 Obat dalam tempatnya. 3 Spuit 1cc /spuit insulin 4 Kapas alkhol dalam tempatnya. 5 Cairan pelarut 6 Bak seteril dilapisi kas steril 7 Bengkok 8 Perlak dan alasanya Prosedur kerja : 1. Cuci tangan 2. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Bebaskan daerah yang akan disuntik.bila menggunakan baju lengan panjang, buka dan ke ataskan. 4. Pasang perlak di bawah bagian yang di suntik. 5. Ambil obat untuk tes alergi ,kemudian larutkan / encerkan dengan akuades (cairan pelarut). Selanjutnya , ambil 0,5 cc dan encerkan lagi sampai 1 cc lalu siapkan pada bak injeksi atau seteril 6. Desinfeksi dengan kapas alcohol pada daerah yang disuntik 7. Tegangkan daerah yang akan disuntik dengan tangan kiri. 8. Lakukan penusukan dengan lubang mennghadap ke atas yang sudutnya 15- 20 terhadap permukaan kulit. 9. Semperotkan obat hingga terjadi gelembung 10. Tarik supit dan tidak boleh dilakukan massage 11. Cuci tangan
  • 12. Catat reaksi pemberian , hasil pemberian obat / tes obat, tanggal, waktu, dan jenis obat c. Pemberian obat melalui jaringan subkutan Pemberian obat melalui suntikan di bawah kulit dapat dilakukan pada daerah lengan atas sebelah luar atau 1/3 bagian dari bahu, paha sebelah luar, daerah dada, dan daerah sekitar umbilicus(abdomen) . umumnya, pemberian obat melalui jaringan subkutan ini dilakukan dalam program pemberian insulin yang di gunakan untuk mengontrol kadar gula darah. Terdapat dua tipe larutan insulin yang diberikan , yaitu jernih dan keruh.larutan jernih dimaksudkan sebagai insulin tipe reaksi cepat (insulin reguler). Larutan yang keruh termasuk tipe lambat karena adanya penambahan protein sehingga memperlambat absorpsi obat. Persiapan alat dan bahan: 1. Daftar buku obat/ catatan, jadwal pemberian obat 2. Obat dalam tempatnya. 3. Spuit insulin. 4. Kapas alkohol dalam tempatnya 5. Cairan 6. Bak injeksi 7. Bengkok 8. Perlak dan alasnya Prosedur kerja: 1. Cuci tangan. 2. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Bebaskan daerah yang akan disuntikkan atau bebaskan suntikan dari pakaian . Apabila menggunakan baju , dibuka atau di ataskan . 4. Ambil obat pada tempatnya sesuai dengan dosis yang akan diberikan . Setelah itu, tempatkan pada bak injeksi. 5. Disinfeksikan dengan kapas alkohol. 6. Tegangkan dengan tangan kiri (daerah yang akan dilakukan suntikan subkuntun). 7. Lakukan penusukan dengan jarum suntik menghadap ke atas , dengan sudut 45 pada permukaan kulit. 8. Lakukan dengan aspirasi bila tidak ada darah, semprotkan obat perlahan- lahan hingga habis .
  • 9. Tarik spuit dan tahan dengan kapas alkohol. Masukan spuit yang telah dipakai kedalam bengkok. 10. Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu pemberian, dan jenis / dosis obat. 11. Cuci tangan. d. Pemberian obat melalui intervena Memberikan obat secara langsung, diantaranya vena mediana cubitus / cephalika (daerah lengan), vena frontalis / temporalis di daerah frontalis dan temporal dari kepala. Tujuanya agar reaksi berlangsung cepat dan langsung masuk pada pembuluh darah. Persiapan alat dan bahan: 1. Daftar buku obat / catatan, jadwal pemberian obat. 2. Obat dalam tempatnya 3. Spuit sesuai dengan jenis ukuran. 4. Kapas alkohol dalam tempatnya 5. Cairan pelarut 6. Bak injeksi 7. Bengkok 8. Perlak dan alasnya 9. Karet pembendung. Prosedur kerja : 1. Cuci tangan 2. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan. 3. Bebaskan daerah yang akan dilakukan penyuntikan dari pakaian. apabila tertutup, pakaian dibuka atau dikeataskan 4. Ambil onbat dari tempatnya dengan spuit, sesui dengan dosis yang akan diberikan. Apabila obat berada dalam bentuk sediaan bubuk, maka lartkan dengan pelarut (akuades sterill). 5. Pasang perlak atau pengalas di bawah vena yang akan dilakukan penyuntikan. 6. Kemudian tempatkan obat yang telah di ambil pada bak injeksi 7. Disinfeksi dengan kapas alkohol 8. Pada bagian atas daerah yang akan dilakukan pemberian obat dapat dilakukan peningkatan dengan karet pembandung (torniquet) , tegangkan dengan tangan / minta bantuan, atau membendung di atas vena yang akan dilakukan penyuntikan. 9. Ambil spuit yang berisi obat
  • 10. Lakukan penusukan dengan lubang menghadap ke atas dengan memasukkan ke pembuluh darah . 11. Lakukan aspirasi. Bila sudah ada daerah ,lepskan karet pembendung dan langsung semprotkan obat hingga habis. 12. Setelah selesai, ambil sempuit dengan menarik dan lakukan penekanan pada daerah pennusukan dengan kapas alkohol . letakkan spuit yang telah digunakan ke dalam bengkok. 13. Catat reaksi pemberian , tanggal, waktu, dan dosis pemberian obat 14. Cuci tangan. e. Pemberian obat melalui wadah intervena Memberikan obat melalui wadah intrvena merupakan pemberian obat dengan menambahkan atau memasukkan obat ke dalam wadah cairan intervena. dengan bertujuan untuk meminimalkan efek samping dan mempertahankan kadar terapeutik dalam darah. Persiapan alat dan bahan : 1. Spuit dan jarum yang sesuai dengan ukuran . 2. Obat dalam tempatnya 3. Wadah cairan (kantong / botol) 4. Kapas alkohol. Prosedur kerja : 1. Cuci tangan 2. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Periksa identitas pasien, kemudian ambil obat dan masukkan ke dalam spuit. 4. Cari tempat penyuntikan obat pada daerah kantong. 5. Lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol dan stop aliran 6. Lakukan penyuntikan dengan memasukkan jarum spuit hingga menembus bagian tengah dan memasukkan obat perlahan-lahan ke dalam kantong / wadah cairan 7. Setelah selesai , tarik spuit dan campur larutan dengan membalikan kantong cairan secara perlahan-lahan dari satu ujung ke ujung lain. 8. Periksa kecepatan infuse 9. Cuci tangan 10. Catat reaksi pemberian , tanggal,waktu, dan dosis pemberian obat f. Pemberian obat melalui selang intervena
  • Persiapkan alat dan bahan : 1. Spuit dan jarum sesuai dengan ukuran 2. Obat dalam tempatnya 3. Selang intrevena 4. Kapas alcohol Prosedur kerja: 1. Cuci tangan 2. jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Periksa identitas pasien, kemudian ambil obat dan masukkan ke dalam spuit 4. Cari tempat penyuntikan obat pada selang intervena 5. Lakukan disinfeksi dengan kapas alcohol dan stop aliran 6. Lakukan penyuntikan dengan memasukkan jarumspuit hingga menembus bagian tengah dan memasukkan obat secara perlahan-lahan ke dalam selang intervena 7. Setelah selesai, tarik spuit 8. Periksa kecepatan infus dan obsevasi reksi obat 9. Cuci tangan 10. Catat obat yang telah diberikan dosisnya g. Pemberian obat melalui intramuscular Memberikan obat melalui intramuskuler merupakan pemberian obat dengan memasukannya ke dalam jaringan otot. Lokasi penyuntikan dapat dilakukan di dorosogluteal (posisi tengkurap), ventrogluteal (posisi bebaring), avastus lateralis (daerah paha), deltoid (lengan atas ). Dengan tujuan agar absorpasi obat dapat lebih cepat. Persiapa alat dan bahan : 1. Daftar buku obat / catat, jadwal pemberian obat 2. Obat dalam tempatnaya 3. Spuit dan jarum sesuai dengan ukurannya : untuk orang dewasa, panjang nya 2,5-3,7 cm; sedangkan untuk anak , panjangnya 1,25-2,5 cm 4. Kapas alcohol dalam tempatnya 5. Cairan pelarut 6. Bak injeksi 7. Bengkok Perosedur kerja: 1. Cuci tangan 2. jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
  • 3. ambil obat kemudian masukkan ke dalam spuit sesuai dengan dosis. Setelah itu letakkan pada bak injeksi 4. periksa tempat yang akan dilakukan penyuntikan. 5. Disinfeksi dengan kapas alcohol pada tempat yang akan dilakukan penyuntikan 6. Dilakukan penyuntikan 7. Lakukan penusukan menggunakan jarum dengan posisi tegak lurus 8. Setelah jarum masuk , lakukan aspirasi spuit.bila tidak ada darah, semperotkan obat secara perlahan-lahan hingga habis 9. Setelah selesai, ambil spuit dengan menariknya, tekan daerah penyuntikan dengan kapas alcohol, kemudian letekkan spuit yang telah digunakan pada bengkok 10. Catat reaksi pemberian , jumlah dosis obat, dan waktu pemberian 11. Cuci tangan h. Pemberian obat melalui rectum Pemberian obat melalui rectum merupakan pemberian obat dengan memasukkan obat melalui anus dan kemudian rectum,dengan tujuan memberikan efek local dan sistematik. Tindakan pengobatan ini disebut pemberian obat supositoria yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat, menjadiakan lunak pada daerah feses, dan merangsang buang air besar. Pemberian obat efek local , seperti obat ducolac supositoria, berfungsi untuk meningkatkan defekasi secara local. Pemberian obat dengan sistemik, seperti obat aminofilin supositoria, berfungsi mendilatasi bronchus. Pemberian obat supositoria ini diberikan tepat pada dinding rectal yang melewati sphincter anti interna. Kontraindikasi pada pasien yang mengalami pembedahan rectal. Persiapan alat dan bahan: 1. Obat supositoria pda tempatnya 2. Sarung tangan 3. Kain kasa 4. Vaselin/pelican/pelumas 5. Kertas tisu Prosedur kerja: 1. Cuci tangan 2. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Gunakan sarung tangan 4. uka pembungkus obat dan pegang dengan kain kasa 5. Oleskan pelican pada ujung obat supositoria
  • 6. Regangkan glutea dengan tangan kiri.kemudian masukkan supositoria b perlahan melalui anus,sphincter anal interna, serta mengenai dinding rectal 10 cm pada orang dewasa, 5 cm pada bayi atau anak . 7. Setelah selesai, tarik jari tangan dan bersihkan daerah sekitar anal dengan tisu 8. Anjurkan pasien untuk tetap berbaring terlentang atau miring selama 5 menit 9. Cuci tangan 10. Cata obat, jumlah dosis, dan cara pemberian . i. Pemberian obat per vagina Pemberian obat melalui vagina merupakan tindakan memasukkan obat melalui vagina, yang bertujuan untuk mendafatkan efek terapi obat dan mengobati saluran vagina atau serviks. obat ini tersedia dalam bentuk krem dan supositoria yang digunakan untuk mengobati infeksi lokal . Persiapan alat dan bahan: 1. Obat dalam tempatnya 2. Sarung tangan 3. Kain kasa 4. Kertas tisu 5. Kapas sublimat dalam tempatnya. 6. Pengalas 7. Korentang dalam tempatnya Prosedur kerja: 1. Cuci tangan 2. Jelaskan pada pasien, mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Gunakan sarung tangan 4. Buka pembukus obat dan pegang dengan kain kasa 5. Bersihkan sekitar alat kelamin dengan kapas sublimat 6. Anjurkan pasien tidur dengan posisi dorsal recumbert 7. Apabila jenis obat supositoria, maka buka pembungkus dan berikan pelumas pada obat 8. Renggang kan labia minora dengan tangan kiri dan masukkan obat sepanjang dinding kanal vaginal posterior sampai 7,5- 10 cm 9. Setelah obat masuk,bersihkan daerah sekitar orifisium dan labia dengan tisu 10. Anjurkan unutk tetap dalam posisi selama 10 m agar obat bereaksi. 11. Cuci tangan
  • 12. Catat jumlah, dosis, waktu, dan cara pemberian j. Pemberian obat pada mata Pemberian obat pada mata dengan obat tetes mata atau salep mata digunakan untuk persiapan pemeriksaan struktur internal mata dengan mendilatasi pupil, pengukuran refraksi lensa dengan melemahkan otot lensa, serta penghilangan iritasi mata. Persiapan alat dan bahan: 1. Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep. 2. Pipet 3. Pinset anatomi dalam tempatnya 4. Korentang dalam tempatnya 5. Plester 6. Kain kasa 7. Kertas tisu 8. Balutan 9. Sarung tangan 10. Air hangat / kapas pelembat. Prosedur keja: 1. Cuci tangan 2. Jelskan pada pasien, mengenai prosedur yang dilakukan 3. Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan 4. Gunakan sarung tangan 5. 5. Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembat dari sudut mata k arah hidung apabila sangat kotor, basuh dengan air hangat. 6. Buka mata dengan menekan perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari,jari telunjuk di atas tulang orbita. 7. Teteskan obat mata di atas sakus konjugtiva. Setelah tetesan selesai sesuai dengan dosis, anjurkan pasien untuk menutup mata dengan perlahan-lahan, apabila menggunakan obat tetes mata. 8. Apabila obat mata jenis salep pengang aflikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube sehingga obat keluar dan berikan obat pada kelopak mata bawah.setelah selesai, anjurkan pasien untuk melihat ke bawah , secara bergantian dan berikan obat pada kelopak mata bagian atas.biarkan pasien untuk memejamkan mata dan menggerakan kelopak mata 9. Tutup mata dengan kasa bila perlu.
  • 10. Cuci tangan 11. Catat obat, jumlah, waktu, dan tempat pemberian . k. Pemberian obat pada kulit Pemberian obat pada kulit merupakan pemberian obat dengan mengoleskannya dikulit yang bertujuan mempertahan kan hidrasi, melindungi permukaan kulit, mengurangi iritasi kulit, atau mengatasi infeksi. Jenis obat kulit yang diberikan dapat bermacam-macam seperti krem, losion, aerosol dan seprai. Persiapan alat dan bahan: 1. Obat dalam tempatnya (seperti krem, losion, aerosol, dan seprai) 2. Pinset anatomis 3. Kain kasa 4. Kertas tisu 5. Balutan 6. Pengalas 7. Air sabun, air hangat 8. Sarung tangan Prosedur kerja: 1. Cuci tangan 2. Jelasjan pada pasien, mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Pasang pengalas di bawah daerah yang akan dilakukan tindakan 4. Gunakan sarung tangan 5. Bersihkan daerah yang akan diberi obat dengan air hangat (apabila terdapat kulit mengeras ) dan gunakan pinst anatomis. 6. Beriakan obat sesuai dengan indikasi dan cara pemakaian seperti mongelkan dan menggompers 7. Kalau perlu,tutup dengan kain kasa atau balutan pada daerah yang diobati 8. Cuci tangan l. Pemberian obat pada telinga Memberiakan obat pada telinga dilakukan dengan obat tetes pada telinga atau salep. Pada umumnya, obat tetes telinga yang dapat berupa obat antibiotik diberiakan pada gangauan infeksi telinga. Khususnya otitis media pada telinga tengah. Persiapan alat dan bahan : 1. Obat dalam tempatnya 2. Penetes
  • 3. Spekulum telinga 4. Pinset anatomi dalam tempatnya 5. Korentang dalam tempatnya 6. Plester 7. Kai n kasa 8. Kertas tisu 9. Balutan Prosedur kerja : 1. Cuci tangan 2. Jelaskan pada pasien , mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. atur posisi pasien dengan kepala miring ke kanan atau ke kiri sesuai dengan daerah yang akan diobati , usahakan agar lubang telinga pasien ke atas. 4. Lurusakan lubang telinga denger menarik daun telinga ke atas atau ke belekang pada orng dewasa dan k bawah pada anak 5. Apabila obat berupa obat tetes, maka teteskan obat dengan jumlah tetesan sesuai dosisi pada dinding saluaran untuk mencegah terhalang oleh gelembung udara 6. Apabila berupa salep, maka ambil kapas lidi dan masukkan atau oleskan salep pada liang telinga 7. Pertahankan posisi kepala 2-3m 8. Tutup telinga dengan pembalut dan plester kalau perlu 9. Cuci tangan 10. Catat jumalah, tanggal,dan dosis pemberian. m. Pemberian obat pada hidung Pemberian obat tetes hidung dapat dilakukan pada hidung seseorang dengan keradangan hidung (rhinitis) atau nasofaring. Persiapan alat dan bahan 1. Obat dalam tempatnya 2. Pipet 3. Spekulum hidung 4. Pinset anatomi pada tempatnya 5. Korentang dalam tempatnya 6. Plester 7. Kain kasa 8. Kertas tisu 9. Balutan
  • Prosedur kerja : 1. Cuci tangan 2. Jelaskan pada pasien, mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Atur posisi pasien dengan cara : 4. Berikan tetesan obat sesuai dengan dosis pada tiap lubang hidung 5. Pertahankan posisi kepala tetap tengadah ke belakang selama 5 m 6. Cuci tangan 7. Catat cara tanggal, dan dosis pemberian obat E. Komplikasi dan Kesalahan Dalam Pemberian Obat. Obat memiliki dua efek yakni efek terapeutik dan efek samping efek terapeutik obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan obatnya seperti paliatif (berefek untuk mengurangi gejala), kuratif (memiliki efek pengobatan), suportif (berefek untuk menaikkan fungsi atau respons tubuh), substitutif (berefek sebagai pengganti), efek kemoterapi (berefek untuk mematikan atau menghambat), dan restorative (berefek pada memulihkan fungsi tubuh yang sehat). Efek samping merupakan dampak yang tidak di harapkan, tidak bisa diramal, dan bahkan kemungkinan dapat membahayakan seperti adanya alergi, toksisitas (keracunan), penyakit iatrogenic, kegagalan dalam pengobatan, dan lain-lain. Alergi kulit : apabila terjadi alergi kulit atas pemberian obat kepada klien, keluarkan sebanyak mengkin pengobatan yang telah diberikan, beritau dokter, dan catat dalam pelaporan. Resiko kesalahan pengobatan injeksi meningkat secara bermakna dengan semakin tingginya keparahan sakit pasien, semakin tinggi pelayanan dan semakin banyaknya penyuntikan obat. Resiko lebih rendah ketika ada sistem pelaporan kejadian kritis dan ketika pengecekan rutin pada perubahan shift perawat