1. PARAGRAF EKSPOSISI
Jenis-Jenis Paragraf Eksposisi Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk
menginformasikan te...
mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit
di desa-desa. 6. Eksposisi definisi...
pendapat dan keyakinan, fakta. Jadi paragraph tersebut mungkin menyajikan pendapat,
keyakinan, fakta, pendapat sikap, tang...
Dalam penelitian ini, penilaian paragraf deskripsi menggunakan unsur-unsur di atas
sebagai deskriptor yang kemudian dikemb...
6. Pola pengembangan sudut pandang atau objektif adalah pola pengembangan paragraf
yang didasarkan tempat dan posisi seora...
menciptakan suasana yang berbeda-beda, sesuai dengan variasi yangdiinginkan; dan (c)
sebuah kerangka karangan akan memperl...
4. PARAGRAF INDUKTIF
Paragraf induktif adalah adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-
peristiwa yang kh...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Paragraf eksposisi

234

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
234
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Paragraf eksposisi"

  1. 1. 1. PARAGRAF EKSPOSISI Jenis-Jenis Paragraf Eksposisi Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu atau menerangkan suatu topik kepada pembaca dengan tujuan memberikan informasi sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Untuk memahaminya, pembaca perlu proses berpikir dan melibakan pengetahuan. Apa ciri-ciri yang menonjol: Paragraf eksposisi umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Menginformasikan/menceritakan sesuatu yang tidak bisa dicapai oleh alat indera. Perbedaannya dengan karangan deskripsi, karangan deskripsi bertujuan menggambarkan / melukiskan sesuatu sehingga seolah-olah pembaca mengatakannya sendiri. Ada beberapa jenis paragraf eksposisi: Eksposisi berita, berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar Eksposisi ilustrasi, pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, seperti, bagaikan.” Eksposisi proses, sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu. Eksposisi perbandingan, dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain. Eksposisi pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.” Eksposisi definisi, batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu. Eksposisi analisis, proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan. Eksposisi klasifikasi, membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori Contoh-contoh paragraf ekspositif: 1. eksposisi berita Para pedagang daging sapi di pasar- pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat. 2. Eksposisi ilustrasi Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan–bahan bakarnya-yakni makanan yang ditelan– menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas. 3. Eksposisi Proses Energen, nutrisi empat sehat lima sempurna dapat disajikan dengan mudah. Tuangkan energen ke dalam gelas. Tambahkan 150 ml air hangat dan aduk hingga merata. Energen hangat siap dihidangkan. 4. Eksposisi perbandingan Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya. Yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki. Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki. 5. Eksposisi pertentangan Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke
  2. 2. mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa. 6. Eksposisi definisi Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata-kata untuk pengertian yang lebih luas aau yang lebih sempit dari artinya yang lazim. Kata- kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan. 7. Eksposisi analisis Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. … 8. Eksposisi klasifikasi Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya. 2. PARAGRAF DESKRIPSI Pengertian, ciri-ciri paragraf deskripsi  Pengertian Paragraf Deskripsi Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan pengalaman semua pancaindra dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Tujuan dari paragraf ini adalah untuk memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga pembaca seakan-akan ikut melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami apa yang dideskripsikan. Contoh: Taman itu juga dihiasi beberapa patung bangau putih. Patung-patung itu terlihat sangat unik. Di tengah taman terdapat kolam. Di tengah kolam terdapat air mancur. Aneka mainan anak-anak turut melengkapi Taman Wisata Kaliurang. Paragraf deskripsi merupakan penggambaran suatu keadaan dengan kalimat-kalimat, sehingga menimbulkan kesan yang hidup. Penggambaran atau lukisan itu harus disajikan sehidup-hidupnya, sehingga apa yang dilukiskan itu hidup di dalam angan-angan pembaca. Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat. Paragraf hanya terdiri dari satu tema. Paragraf bukan satu kalimat, tetapi beberapa kalimat yang memiliki satu pokok pikiran. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat. Jadi, paragraf bukan kumpulan dari beberapa kalimat yang tidak memiliki kesatuan arti (Anwar Hasnun, 2006:25). Unsur-unsur paragraf deskripsi dalam hal ini berarti bagian-bagian yang membangun paragraf deskripsi. Unsur iitu jugalah yang sekaligus menjadi patokan penilaian suatu paragraf deskripsi, apakah paragraf yang ditulis itu sempurna atau tidak. Wandono dalam Siburian (2010:18) mengemukakan unsur-unsur paragraf deskripsi berikut ini. 1). Isi Dalam paragraf deskripsi, isi merupakan aspek penilaian. Isi mencakup topik dan urutan pengembangannya. Sebuah topik dapat bersumber dari pengalaman, pengetahuan, imajinasi,
  3. 3. pendapat dan keyakinan, fakta. Jadi paragraph tersebut mungkin menyajikan pendapat, keyakinan, fakta, pendapat sikap, tanggapan, imajinasi, ramalan, dan sebagainya. Sebuah topik dalam paragraf dirumuskan lagi ke dalam sub topik sehingga terbentuk kerangka yang baik, atau urutan pengembangannya dalam sebuah paragraf. Isi paragraf yang baik harus memeprlihatkan urutan pengembangan yang cukup mendetail, serta disusun dengan cermat dan logis. Dengan demikian, susunan paragraf menjadi teratur dan penulis tidak keluar dari sasaran yang telah dirumuskan. 2). Dalam sebuah paragraf organisasi isi perlu diperhatikan. Organisasi isi dalam paragraf adalah mengolah bahan, mengaturnya, mengembangkannya serta menyusunya dalam struktur yang logis. Organisasi isi yang baik harus memperhatikan kohesi dan koherensi. Kohesi dapat terlihat melalui penyusunan atau hubungan kalimat yang logis. Hubungan pikiran-pikiran yang ada dalam paragraph menjadi satu padu, utuh dan kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui kata penghubung, kata ganti dan kata kunci (pengulangan kata yang dipentingkan). Koherensi terlihat apabila kalimat yang satu dengan yang alin jelas menunjukkan hubungan timbale balik yang logis serta secara jelas membahas satu gagasan utama. 3). Diksi/ Pilihan Kata Dalam paragraf deskripsi, diksi membuat karangan lebih menarik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:264), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaanya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Agar usaha mendayagunakan teknik penceritaan yang menarik lewat pilihan kata maka diksi yang baik harus (1) tepat memilih kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamatkan, (2) seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembacanya, (3) pilihan kata yang tepat adan sesuai hanya mungkin kalau ia menguasai sejumlah besar kosa kata (pembendaharaan kata). 4). Impresionisme Paragraf deskripsi impresionisme memperlihatkan dua hal. Pertama adanya objek yang dilukiskan. Objek yang dilukiskan itu bersumber daari pengalaman, penamatan, imajinasi, dan sebagainya. Dalam paragraf deskripsi pelukisan sebuah objek harus menarik perhatian, sehingga benar-benar dapat dilihat, didengar, dibaca dan dirasakan oleh pembaca. Kedua, adanya rincian terhadap objek yang dilukiskan. Rincian tersebut dapat berupa ciri atau detail-detail sebuah objek. Objek yang dilukiskan dai rincian tersebut akan memperlihatkan sebuah paragraf deskripsi yang menarik. Dengan demikian sebuah karangan deskripsi dapat memenuhi keberadaanya sebagai sebuah paragraf deskripsi yang khas. Jadi, jelaslah bahwa sesuatu (objek) yang ingin dilukiskan haruslah memiliki rincian yang dipandang menonjol mengenai objek itu. Rincian terhadap objek tersebut juga dapat membedakan antara objek yang dilukiskan dengan objek lainnya. Dengan demikian paragraf deskripsi tersebut akan terlihat menarik.
  4. 4. Dalam penelitian ini, penilaian paragraf deskripsi menggunakan unsur-unsur di atas sebagai deskriptor yang kemudian dikembangkan menjadi indikator. Dengan indikator tersebut, maka data kemampuan menulis paragraf deskripsi dapat diukur.  Macam-macam Paragraf Deskripsi Secara umum, paragraf deskripsi dibedakan atas dua macam, yaitu : 1) Paragraf deskripsi spasial adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca. Contoh : Malam gelap gulita di hulu sungai Brantas. Ketahuan. Sebentar-sebentar hiruk pikuk yang tiada berketentuan itu menjadi satu dengan gegap gempita yang mendasyatkan dan mengecilkan hati, pertanda seorang raja rimbah alah jatuh ke tanah untuk selama-lamanya. Ramai peperangan di rimba itu dan rupanya tak akan berhenti. Tak ada kasihan- mengasihani, yang rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya. Sekali-kali terang cuaca hutan belantara itu, seperti diserang api. Tetapi kenyataanya dalam sekejap mata hilangnya cahaya yang berani menyerbukan dirinya ke tengah peperangan itu, dimusnakan oleh musuh lamnya “raja gulita”. 2) Paragraf deskripsi objektif adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya. Agar suatu objek mampu membangkitkan daya khayal pada diri pembaca, penulis harus melukiskannya dari berbagai sudut pandang. Semakin rinci penulisannya, semakin jelas tergambar dalam bayangan pembaca. Apabila objek yang dilukiskan itu adalah seseorang, perinciannya dapat dilakukan terhadap aspek fisik maupun aspek rohaninya. Aspek rohani meliputi perasaan, watak, bakat, peranannya dalam suatu bidang kerja dsb Contoh: Di sudut dekat pintu duduk seorang laki-laki. Namanya Paijo. Dia memakai celana pendek dan baju kaos yang telah sobek-sobek, yang melukiskan kemelaratan dan kemiskinan yang sehari-hari dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, lengannya yang kukuh penuh urat dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya. Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri.  Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi 1. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu 2. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan indera 3. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri 4. Pola Pengembangan 5. Pola pengembangan spasial yaitu pola pengembangan paragraf yang didasarkan ruang dan waktu
  5. 5. 6. Pola pengembangan sudut pandang atau objektif adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan tempat dan posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu  Langkah-langkah Menulis Paragraf Deskripsi Langkah-langkah dalam menulis paragraf deskripsi adalah: (1) menentukan tema;(2) menetapkan tujuan penulisan; (3) mengumpulkan bahan; (4) membuat kerangka karangan; (5) mengembangkan kerangka karangan; dan (6) merevisi karangan. Langkah yang pertama adalah menentukan tema. Pada kegiatan iniyang mula-mula dilakukan jika akan menulis suatu karangan ialahmenentukan tema. Hal ini berarti bahwa harus ditentukan apa yang dibahasdalam tulisan. Tema adalah gagasan pokok yang hendak disampaikan didalam penulisan. Gagasan atau ide pokok dapat diperoleh dari pengalaman, hasil penelitian, beberapa sumber, pendapat, dan pengamatan. Pernyataan tema mungkin saja sama dengan judul, tetapi mungkin juga tidak. Langkah kedua adalah menetapkan tujuan penulisan. Pada langkah ini setiap penulis harus mengungkapkan dengan jelas tujuan penulisan yang akan dilaksanakannya. Perumusan tujuan penulisan sangat penting dan harusditentukan lebih dahulu karena hal ini merupakan titik tolak dalam seluruhkegiatan menulis selanjutnya. Dengan menentukan tujuan penulisan, akandiketahui apa yang harus dilakukan pada tahap penulisan. Kita akan tahu bahan-bahan yang diperlukan, macam organisasi karangan yang akanditerapkan, atau mungkin sudut pandang yang akan dipilih. Tujuan merupakan penentu yang pokok dan akan mengarahkan serta membatasi karangan.Kesadaran mengenai tujuan selama proses penulisan akan menjaga keutuhantulisan. Langkah ketiga adalah mengumpulkan bahan. Pada waktu memilihdan membatasi topik kita hendaknya sudah memperkirakan kemungkinan mendapatkan bahan. Dengan membatasi topik, maka kita pun sebetulnya telahmemusatkan perhatian pada topik yang terbatas itu, serta mengumpulkan bahan yang khusus pula. Bahan penulisan ini dapat dikumpulkan pada tahap prapenulisan dan dapat pula pada waktu penulisan berlangsung. Untuk masalah kecil yang tujuannya sudah jelas dalam pikiran kita penetapan danpengumpulan bahan dapat dilakukan pada waktu penulisan. Langkah keempat adalah membuat kerangka karangan. Agarorganisasi karangan dapat ditentukan, sebelumnya kita harus menyusun kerangka karangan. Menyusun kerangka karangan merupakan satu cara untuk menyusun suatu rangkaian yang jelas dan terstruktur yang teratur darikarangan yang akan ditulis. Kerangka karangan merupakan suatu rencanakerja yang dapat digunakan sebagai garis besarnya dalam mengarang. Kerangka karangan juga menjamin penulis dalam ide secara logis dan teratur. Penyusunan kerangka karangan sangat dianjurkan karena akan menghindarkanpenulis dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi. Kegunaan kerangka karangan bagi penulis adalah (a) kerangkakarangan dapat ulis menyusun karangan secara teratur dan tidak membahas satu gagasan dua kali serta dapat mencegah penulis keluar darisasaran yang sudah dirumuskan dalam topik atau judul; (b) sebuah kerangkakarangan memperlihatkan bagian-bagian pokok karangan serta memberikemungkinan bagi perluasan bagian-bagian tersebut. Hal ini akan membantupenulis
  6. 6. menciptakan suasana yang berbeda-beda, sesuai dengan variasi yangdiinginkan; dan (c) sebuah kerangka karangan akan memperlihatkan kepadapenulis bahan-bahan atau materi apa yang diperlukan dalam pembahasan yangakan ditulisnya nanti. Langkah yang kelima adalah mengembangkan kerangka karangan. Pada langkah ini penulis mengembangkan kerangka karangan menjadi suatukarangan atau tulisan yang utuh. Dan langkah yang terakhir adalah merevisikarangan. Pada langkah ini meneliti secara meyeluruh mengenai ejaan. 3. PARAGRAF DEDUKATIF Paragraf deduktif yakni paragraf yang inspirasi utamanya ada di awal paragraf. Paragraf yang admin naylacorp tahu yakni susunan dari beragam kata-kata yang terhubung dengan utuh, mempunyai kandungan suatu hal makna, dan didalamnya ada inspirasi utama. Inspirasi utama dan pokok paragraf di nyatakan di dalam kata-kata pertama, disusul oleh penjelasan terperinci pada inspirasi utama. Di dalam paragraf deduktif, ide-ide yang telah dirumuskan di dalam kalimat diatur dengan inspirasi yang berupa umum ( premis mayor ), diletakkan dibagian awal, dan diikuti dengan inspirasi yang berbentuk khusus. penataan ini dapat direalisasikan dengan menampilkan kalimat tema lebih dahulu ( pada awal paragraf ), lalu dilanjutkan dengan kalimat penjelas. Ciri-Ciri Paragraf Deduktif Kalimat utama ada di awal paragraf Kalimat disusun dari pernyataan umum yang lantas disusul dengan penjelasan Contoh Paragraf Deduktif Contoh 1 - Pada tahun 2008 mutu masyarakat indonesia makin rendah. Perihal ini bisa dilihat dari makin meningkatnya angka pengangguran di indonesia. Yang pada mulanya hanya 30%, presentase angka pengangguran serta pada tahun ini jadi tambah 40%. Angka kriminalitas di indonesia juga makin membeludak, serta yang sangat kronis banyak masyarakat indonesia yang tidak ikuti program pemerintah 9 tahun. Dipandang dari dua realita ini kita suda dapat mengukur sdm masyarakat indonesia. Contoh 2 - Didalam mengambil keputusan satu kebijakan, presiden jadi kepala negara serta jadi kepala pemerintahan amat memerlukan pertimbangan serta anjuran dari seseorang atau sekelompok orang. Tujuannya adalah supaya kebijakan yang diputuskannya cocok dengan prinsip hukum, demokrasi, pemerintahan yang baik untuk meraih tujuan negara. Beberapa pendiri bangsa ini mengerti akan keperluan presiden tentang perihal itu. Oleh lantaran itu, undang - undang basic kita mengamanatkan untuk membentuk satu dewan yang bertugas karenanya. Yang perlu yaitu keperluan presiden akan pertimbangan serta anjuran dari pihak lain dapat terpenuhi hingga ia tidak menyalahi ketentuan yang ada.
  7. 7. 4. PARAGRAF INDUKTIF Paragraf induktif adalah adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa- peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas. Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain : - Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus - Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus - Kesimpulan terdapat di akhir paragraf Jenis Paragraf Induktif : Generalisasi Analogi Klasifikasi Perbandingan Sebab akibat Istilah induktif berarti bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum berarti „membawa ke; mengantarkan‟; inducere, induxi, inductum berarti „membawa ke; memasukkan ke dalam‟. Lebih lanjut istilah induksidijelaskan sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untuk menentukan hukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraf induktif itu dikembangkan dari contoh ke hukum atau simpulan.  Contoh Paragraf Induktif Setelah mengetahui tentang pengertian paragraf induktif diatas, maka berikut ini akan dipublikasikan contoh paragraf induktif yang terdiri dari contoh paragraf induktif generalisasi dan contoh paragraf induktif sebab akibat.  Contoh Paragarf Induktif Generalisasi Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex, dan Burhanmendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang. Contoh Paragraf Induktif Sebab Akibat Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. Pertanian, perdagangan, dan industri, dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Produksi nasional pun meningkat. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Dengan demikian, kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini, Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan.

×