Modul kewirausahaan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Modul kewirausahaan

on

  • 1,828 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,828
Views on SlideShare
1,828
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
26
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Modul kewirausahaan Modul kewirausahaan Document Transcript

    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 1 BAB I MANAJEMEN BISNIS 1.1 Bisnis Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non -material, juga keuntungan bila berhasil dijalankan. Untuk menghindari resiko kerugian, sebuah bisnis harus direncanakan dengan matang dan dijalankan dengan tepat. Bisnis terdiri atas beberapa komponen penting yang saling mendukung dan melengkapi. Berikut adalah komponen -komponen bisnis: • Manajemen, yaitu aktivitas merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Komponen ini bisa disebut sebagai backend yaitu komponen yang berada di belakang layar. • Kekuatan brand atau image, yaitu karisma, kekuatan emosional yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan pandangan/perasaan masyarakat terhadap perusahaan atau produk. • Produk atau layanan, komponen yang dijual atau ditawarkan kepada pasar. Komponen ini bisa disebut sebagai front end karena komponen ini berada didepan. Komponen inilah yang berhadapan dengan masyarakat. • Partner, yaitu pihak yang ikut membantu dalam menjalankan bisnis. • Pelanggan, yaitu pihak yang akan menerima tawaran atau membeli produk yang ditawarkan. Semua komponen di atas saling menunjang satu sama lain untuk mencapai tujuan perusahaan meraih profit dan benefit. 1.2 Manajemen Bisnis Manajemen bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh guna menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka tercapainya sebuah tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak pengelola bisnis.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 2 Dalam manajemen bisnis, dibahas kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pe ngarahan dan implementasi , serta pengawasan terhadap bisnis yang dijalankan. a. Fungsi Perencanaan bisnis Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk meng antisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan • Menetapkan tujuan dan target bisnis • Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut. • Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan. • Menetapkan standar / i ndikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis. b. Fungsi Pengorganisasian Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sist em dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi. Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian • Mengalokasikan sumber daya, merumuskan da n menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan. • Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab. • Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja. • Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat. c. Fungsi Pengarahan dan Implementasi Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 3 menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi. Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi • Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. • Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan. • Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan d. Fungsi Pengawasan dan Pengendalian Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi. Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian : • Mengevaluasi keberhasilan dal am pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. • Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan. • Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis. Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan. Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal. Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja s erta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 4 dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini: 1. Manajemen produksi Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan ba ik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen. 2. Manajemen pemasaran Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari seb uah manajemen pemasaran. Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk ata u jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran. Manajemen merk (branding) adalah salah satu praktik pemasaran yang spesifik menangani produk. Mer ek memiliki implikasi penting terhadap citra kualitas produk yang ingin ditampilkan ke konsumen dengan harapan bahwa dengan adanya jaminan standart kualitas melalui merk, konsumen akan t erus membeli produk dari lini produk yang sama. Merk juga dapat meningkatkan penjualan dan membuat satu poduk lebih mudah bersaing. Dengan merk, maka harga bisa dinaikkan sehingga berimplikasi pada naiknya omset dan keuntungan penjualan. Merk yang baik seharusnya: • Terlindungi dengan baik • Mudah diucapkan, diingat, dikenali • Menarik
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 5 • Menampilkan manfaat produk atau saran penggunaan produk • Menonjolkan citra perusahaan atau produk • Menonjolkan perbedaan produk dibanding pesaing Merek (brand) memiliki beberapa jenis klasifikasi, antara lain premium brand (merk premium) biasanya menghabiskan biaya produksi lebih tinggi dibanding produk lain dalam lini yang sama; economy brand (merk ekonomis) ditujukan bagi segmen pasar yang sensitif harga, hingga di mer ek ini, harga bisa sangat fleksibel; dan fighting brand (merk petarung) merek ini dibuat secara khusus untuk menghadapi ancaman pesaing. 3. Manajemen distribusi Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan. 4. Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia mendukung sebuah bisnis dimana didalamnya memuat pengelolaan sumber daya manusia yang terlibat dalam bisnis itu sendiri. Pengelolaan sumber daya manusia tidaklah mudah karena berkaitan langsung dengan karakter karyawan yang berbeda satu dan yang lain sehingga memerlukan ketrampilan untuk mengelolanya, mulai dari membagikan tugas/pekerjaan, membuat desain pekerjaan bagi tiap-tiap karyawan, memberikan nilai upah yang sesuai, merencanakan struktur organisasi yang pas dengan bisnis yang sedang dijalankan. 5. Manajemen finansial Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi k euangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 6 dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan. Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 7 BAB 2 ANALISIS MAKRO Bab ini memaparkan secara terintegrasi wawasan analis makro , diharapkan pembaca dapat memahami keterkaitan pada materi yang akan disajikan pada bab - bab berikutnya. Untuk menjelaskan mengenai pengertian perusahaan dan bisnis, penulis menggunakan pendapat Raymond E. Glos dalam bukunya Business Its Nature Environment , karena buku ini dianggap yang terjelas paparannya. Perusahaan diartikan sebuah organisasi yang memprose s perubahan keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang dan/atau jasa yang diperuntukkan bagi pemuasan para pembeli, serta diharapkan akan memberikan laba kepada para pemilknya. 2.1 Analisis Pasar Sebelum menggarap bisnis, hendaknya analisis terhadap pasar potensial yang akan dimasuki oleh produk yang akan dihasilkan oleh perusahaan dilakukan terlebih dahulu. Dengan demikian akan diketahui keberadaan pasar potensial yang dimaksud. Atau, bisnis akan mencoba menciptakan pasar potensialnya sendiri sehingga produk dapat menjadi leader. Atau oleh karena hasil analisis menyatakan produk dari bisnis yang akan ditawarkan akan sulit diterima pasar potensial, maka rencana bisnis akan sianggap tidak layak. Kese luruhan analisis ini hendaknya dilakukan dalam salah satu aspek SKB yaitu aspek pasar. 2.2.1 Pengertian Pasar Pasar menurut para ahli, merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, atau saling bertemunya antara kekuatan permintaan dan penawaran untuk membentuk suatu harga. Pendapat ahli yang lain mengatakan bahwa pasar merupakan suatu sekelompok orang yang diorganisasikan untuk melakukan tawar menawar, sehingga dengan demikian terbentuk harga. 2.1.2 Pengertian Permintaan dan Penawaran Analisis permintaan yang menghasilkan per kiraan permintaan terhadap suatu produk merupakan salah satu alat penting bagi manajemen . Dari prakiraan penjualan, perusahaan dapat memp erkirakan anggaran perusahaan,
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 8 dan dari anggaran perusahaan dapat ditentukan, misalnya jumlah dan macam tenaga kerja yang dibutuhkan. Di sisi lain, penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang di pasar pada berbagai tingkat harga. Dalam fungsi itu, bila harga suatu barang meningkat, maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya. Telah disebutkan di atas mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran, pada bagian ini beberapa faktor dijelaskan sebagai berikut :  Harga barang-barang lain. Pada permintaan barang, barang -barang ada yang saling bersaing (jika merupakan barang -barang pengganti) dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang -barang seperti ini dapat menimbulkan pengaruh yang penting kepada penawaran suatu barang.  Harga Faktor Produksi . Pengeluaran untuk sektor ini merupakan hal penting dalam proses produksi. Jika pengeluaran –pengeluarannya tidak efisien, tindakan ini dapat mengurangi penawaran di dalam sesuatu kegiatan ekonomi tertentu.  Tujuan Perusahaan . Jika tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan, dapat saja ia tidak berusaha mengg unakan kapasitas produksinya secara maksimal, tetapi pada tingkat kapasitas yang memaksimumkan keuntungannya.  Tingkat Teknologi . Tingkat teknologi mempunyai peran penting dalam menentukan jumlah barang yang ditawarkan. 2.1.3 Bentuk Pasar Bentuk pasar dapat dilihat dari sisi produsen/ penjual dan sisi konsumen. Dari sisi produsen/penjual, pasar dapat dibedakan atas pasar persaingan sempurna, persaingan monopoli, oligopoli, dan monopoli. Berikut ini dijelaskan secara singkat bentuk -bentuk pasar produsen.  Pasar Persaingan Sempurna . Jenis pasar persaingan sempurna, aktivitas persaingannya tidaklah nampak karena tidak terbatasnya jumlah produsen (sehingga pangsa pasar mereka menjasi terkotak -kotak atau kecil-kecil) dan konsumen dapat menjual atau membeli be rapa saja tanpa ada batas asal bersedia membeli atau menjual pada harga pasar.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 9  Pasar Monopoli. Pasar monopoli adalah sebuah bentuk pasar yang dikuasai oleh seorang penjual saja.  Pasar Oligopoli. Pasar Oligopoli merupakan perluasan dari pasar monopoli. Dalam menentukan tingkat harga dan kuantitas produksi, karena pengaruh dari pesaing sangat terasa, tindakan atau aktivitas pesaing perlu dimasukkan dalam perhitungan.  Pasar Persaingan Monoplolistik . Pasar ini merupakan bentuk campuran antara persaingan sempurn a dengan monopoli. Dikatakan mirip persaingan sempurna karena ada kebebasan bagi perusahaan untuk masuk -keluar pasar, selain itu, barang yang dijual pun tidak homogen. Oleh karena barang - barang yang heterogen itu dimiliki oleh beberapa perusahaan besar saj a, pasar ini mirip dengan monopoli. Setelah dari sisi produsen, selanjutnya pasar akan dilihat dari sisi konsumen. Dari sisi konsumen, pasar dapat dibedakan atas empat bentuk, yaitu: pasar konsumen, pasar industry, pasar penjual kembali (reseller), dan pasar pemerintah. Penjelasan si ngkatnya adalah sebagai berikut:  Pasar Konsumen. Pasar ini merupakan pasar untuk barang yang di beli atau di sewa oleh perorangan atau keluarga dalam rangka penggunaan pribadi (tidak untuk di bisniskan ).  Pasar Industri. Pasar ini adalah pasar untuk barang yang dibeli atau disewa oleh perorangan atau organisasi untuk digunakan pada produksi barang, baik untuk dijual maupun untuk disewakan (dipakai untuk proses lebih lanjut).  Pasar Penjual Kembali (Reseller), Adalah suatu pasar yang terdiri dari perorangan dan/atau organisasi yang biasa disebut para pedagang menengah yang terdiri dari dealer, distributor, grossier, agent, dan retailer. Kesemua reseller ini melakukan penjualan kembali dalam rangka mendapatkan keuntungan.  Pasar Pemerintah, Pasar yang terdiri dari unit -unit pemerintah yang membeli atau menyewa barang untuk menjalankan tugas -tugas pemerintah, misalnya di sektor pendidikan, perhubungan, kesehatan, dan lain -lain.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 10 2.1.4 Mengukur dan Meramal Permintaa n Apabila perusahaan menemukan suatu pasar yang menarik, maka ia perlu mengestimasi besarnya pasar pada masa sekrang dan masa yang akan datang dengan cermat. Perusahaan akan kehilangan sejumlah laba karena terlalu besar atau terlalu kecil mengestimasikan besarnya pasar. 1. Mengukur Permintaan /Penawaran Pasar Saat Ini Manajemen perlu mengestimasi tiga aspek dari permintaan pasar sekarang. Ada tiga metode praktis untuk mengestimasi ini, yaitu total permintaan pasar, wilayah permintaan pasar, penjualan aktual dan pangsa pasar ( market- share). Mengestimasi Total Permintaan Pasar . Total permintaan pasar suatu produk adalah total volume yang dibeli oleh sekelompok konsumen tertentu dalam suatu wilayah geografis tertentu selama jangka waktu tertentu dalam suatu lingkungan pemasaran tertentu. Salah satu metode praktis untuk mengestim asi total permintaan pasar adalah dengan menggunakan persamaan Q = n . p . q Dimana: Q = total permintaan pasar n = jumlah pembeli di pasar p = harga rata-rata satuan q = jumlah yang dibeli oleh rata -rata pembeli per tahun Mengestimasi Penjualan Aktual dan Pangsa Pasar. Perusahaan perlu mengetahu penjualan sebenarnya dari industri bersangkutan yang terjadi di pasar, jadi ia harus mengidentifikasi para pesaingnya dan mengestimasi penjualan mereka. Selain mengukur permintaan dari pasar, diper lukan juga analisis dalam mengukur penawaran yang dilakukan oleh pesaing. Hal ini diperlukan dalam menentukan tingkatan harga yang terbaik serta menganalisa tingkat persaingan yang terdapat dipasar sehingga dapat dalam memperkirakan
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 11 penjualan dapat lebih t epat. Berikut ini beberapa cara dalam menghitung penawaran yang dilakukan oleh pesaing, yaitu: 1. Survey pasar; dilakukan survey terhadap penawaran produk pesaing yang berada dipasar. Survey dapat dilakukan pada: a. Penjual/retailer/distributor besar b. Sentra produksi pesaing c. Wiraniaga 2. Studi litelatur; mengumpulkan data -data yang terkait dengan data produksi untuk seluruh atau sebagian dari industri yang telah ada. Data-data ini dapat diperoleh pada instansi -instansi pemerintah yang menangani usaha terkait 2. Meramal Permintaan Mendatang Setelah membahas cara -cara mengestimasi permintaan sekarang, selanjutnya manajemen perlu menelaah permintaan mendatang. Ada banyak cara untuk meramal penjualan masa datang, diantaranya dipaparkan berikut ini.  Survei niat pembeli, yaitu dengan menanyakan kepada mereka secara langsung dengan harapan mereka akan menjawab secara obyektif.  Pendapat para ahli /litelatur, yaitu pendapat yang dihasilkan berdasarkan data dan analisis yang lengkap dan ilmiah baik dari para akademisi maupun dari para praktisi. Selain itu dapat juga digunakan data -data yang tersedia dari hasil survey yang telah dilakukan atau menggunakan asumsi berdasarkan survey untuk memperkirakan permintaan  Analisis Regresi, yaitu seperangkat prosedur statistik untuk menemuk an faktor-faktor nyata yang paling penting yang mempengaruhi penjualan. Contoh : Berikut dicontohkan aplikasi dari regresi liner sederhana. Jika terdapat data dari dua variabel penelitian yang sudah diketahui mana variabel bebas X (indepeden) dan variabel terikat Y (dependen) -nya, lalu akan dihitung atau dicari nilai -nilai yang lain berdasarkan X yang diketahui, langkah-langkah menyelesaikann ya dijelaskan di bawah ini :
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 12 Rumus : Y = a + b X Dimana : Y = variabel tidak bebas X = variabel bebas a = nilai intercept (konstan) b = koefisien arah regresi ∑y (∑x 2 ) - ∑x - ∑xy a = n∑x 2 – (∑x) 2 Harga b dihitung dengan rumus : n∑xy - ∑x ∑y b = n∑x 2 – (∑x) 2  Analisis Simple Moving Average , Data time series seringkali mengandung ketidakteraturan yang akan menyebabkan prediksi yang beragam. Untuk menghilangkan efek yang tidak diinginkan dari ketidak - teraturan ini, metode simple moving average mengambil beberapa nilai yang sedang diamati, memberikan rataan, dan menggunakannya untuk memprediksi nilai untuk pe riode waktu yang akan datang. Semakin tinggi jumlah pengamatan yang dilakukan, maka pengaruh metode moving average akan lebih baik. Meningkatkan jumlah observasi akan menghasilkan nilai peramalan yang lebih baik karena ia cenderung meminimalkan efek-efek pergerakan yang tidak biasa yang muncul pada data 2.2 Usaha dan Persaingan Motivasi utama dari kegiatan bisnis adalah laba. Laba didefinisikan sebagai perbedaan antara penghasilan dan biaya -biaya yang dikeluarkan. Dalam bisnis, para
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 13 pengusaha harus dapat melayani para pelanggan dengan cara yang menguntungkan untuk kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjan g, selain juga harus selalu men aetahui kesepakatan –kesepakatan baru untuk memuaskan keinginan pembeli. Untuk memudahkan pe mbahasan mengenai konsep bisnis dan kompone n- komponen, penyusun menampilkan sebuah gambar seperti berikut. P4 P3 P4 P1 P2 P4 Gambar 1.1 Konsep Komponen Bisnis Pada hakikatnya, transaksi bisnis dilakukan di pasar ( P1) oleh perusahaan (P2). Transaksi-transaksi ini diharapkan terjadi dengan memuaskan kedua belah pihak, yaitu produsen dan konsumen. Namun, proses antara P 1 dan P2 ternyata dipengaruhi secara langsung maupun tidak lang sung oleh persaingan dan aspek eksternal lainnya P 3) baik secara positif maupun negatif. Selain itu, ketiga kutub ini memiliki perubahan-perubahanya sendiri (P 4), yang pada gambar diatas berbentuk lingkaran –lingkaran, dimana secara langsung atau tidak jug a akan mempengaruhi kelancaran bisnis perusahaan. Dalam menghadapi persaingan, s etidaknya, terdapat dua aliran besar yang dijadikan landasan pembahasan strategi perusahaan, yaitu kajian tentang strategi - strategi utama (grand strategies) dan strategi -strategi generik (generic strategies). Strategi utama merupakan seperangkat alternatif strategi perusahaan yang secara umum dijadikan ‘patokan’ dalam menentukan strategi yang akan diambil oleh suatu perusahaan Dalam analisanya tentang strategi bersaing ( competitive strategy atau disebut juga Porter’s Five Forces ) suatu perusahaan, Michael A. Porter mengintrodusir 3 jenis strategi generik, yaitu: Keunggulan Biaya (Cost Leadership), Pembedaan Produk (Differentiation), dan Focus.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 14 1. Strategi Biaya Rendah ( cost leadership) Strategi Biaya Rendah ( cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan bia ya per unit yang sangat rendah. 2. Strategi Pembedaan Produk ( differentiation) Strategi Pembedaan Produk ( differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. 3. Strategi Fokus (Focus) Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang lebih sempit. Strategi j enis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga. Menurun Wheelen dan Hunger, pada perinsipnya strategi generik dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu strategi stabilitas, ekspansi, dan penciutan (Umar, 1999).. Srategi tersebut dapat dilakukan secara terpisah maupun bersama -sama Berikut ini penjelasan dari masing -masing strategi a. Strategi Stabilitas; strategi ini menekankan pada tidak bertambahnya produk, pasar dan fungsi perusahaan, sehingga perusahaan dapat fokus terhadap upaya efisiensi perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja dan keuntungan. Umumnya dilakuka n untuk produk yang telah berada pada posisi kedewasaaan
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 15 b. Strategi Ekspansi ; strategi ini menekankan pada penambahan/perluasan produk, pasar dan fungsi perusahaan sehingga efektifitas perusahaan dapat meningkat. Strategi ini dapat menghasilkan keuntungan yang besar tetapi dengan tingkat resiko kegagalan yang tinggi. c. Strategi Penciutan ; strategi ini merupakan tindakan untuk mengurangi produk, pasar, maupun fungsi perusahaan yang mememiliki efek negatif terhadap cash flow perusahaan. Strategi ini umumnya dila kukan pada suatu usaha yang sedang menurun ( decline) 2.3 Siklus Hidup Produk Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki sikl us atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. Siklus hidup produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 16 Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu dibagi menjadi empat tahap, yaitu: 1. Tahap perkenalan ( introduction) Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah. 2. Tahap pertumbuhan ( growth) Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka u saha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya. 3. Tahap kedewasaan ( maturity) Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan. 4. Tahap kemunduran ( decline) Hampir semua jenis barang yang d ihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetap i pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas. Altemati f-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 17 a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya). b. Meninjau kembali dan memperbaiki progra m pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien. c. Menghilangkan ukuran, warn a, dan model yang kurang baik. d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada. e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut. Berkenaan akan dijadikan dengan permasalahan permintaan konsumen dan penawaran produsen, serta bentuk -bentuk pasar di atas, maka tugas analis dalam melakukan studi kelayakan bisnis (SKB) dari aspek pasar, hendaknya : 1. Mampu menentukan produk atau jasa yang akan dijadikan benchmark bagi rancangan produk yang akan dijual. Jika belum ada produk yang beredar di pasar, maka rancangan produk dari studi ini akan menjadi pelopor di pasar. 2. Mampu menentukan jenis pasar yang akan dipilih, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen. Dengan penentuan ini maka manusia selanjutnya akan mempersiapkan strategi dan kebijakannya. 3. Mampu melakukan analisis untuk dapat menentukan pergerakan permintaan konsumen akan produk yang akan dijual serta pergerakan kemampuan para produsen dalam penawarannya di pasar, baik untuk masa sek arang maupun untuk masa ke depan. Analisis dapat dilakuan dengan berbagai cara, baik secara kuantatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif, misalnya adalah dengan metode statistika berupa teknik regres i dan forecasting. Dalam penentuan pergerakan permintaan konsumen di atas, hendaknya informasi mengenai product life cyde (PLC) dari produk sejenis dapat dibuat. Karena dengan diketahui bahwa produk berada pada posisi PLC -nya, maka perusahaan dapat melakuk an strategi yang tepat. Selain PLC-nya, analisis hendaknya mampu memberikan informasi tentang pangsa pasar (market-share) produk-produk sejenis yang dianggap sebagai pesaing baik untuk saat ini maupun prakiraan ke depan. Dengan demikian, analis dapat memprediksi peluang-peluang, ancaman-anca.aman, sekaigus kekuatan -kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang ada dalam rangka meningkatan pangsa pasar atau paling tidak mempertahankannya.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 18 2.4 Analisis SWOT Analisa SWOT adalah suatu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi faktor -faktor yang menjadi kekuatan ( Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats) yang mungkin terjadi dalam mencapai suatu tujuan dari kegiatan proyek/kegiatan usaha atau institusi/lembaga dalam skala yang lebih luas. Metode SWOT banyak dipakai di dunia bisnis dalam menetapkan suatu perencanaan strategi perusahaan ( strategic planning) sehingga literatur mengenai metode ini banyak berkaitan dengan aspek penerapan di dunia bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT yang pertama kali diperkenalkan oleh Albert Humphrey, dimana aplikasinya adalah: 1. bagaimana kekuatan ( strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada 2. bagaimana cara mengatasi kelemahan ( weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada 3. bagaimana kekuatan ( strengths) mampu menghadapi ancaman ( threats) yang ada 4. bagimana cara menga tasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Hal utama yang ditekankan dalam Analisis SWOT adalah bahwa dalam proses perencanaan suatu institusi membutuhkan penilaian mengenai kondisi saat ini dan gambaran ke depan yang mempengaruhi proses pencapaian tujuan institusi. Dengan analisa SWOT akan didapat kan karakteristik dari kekuatan utama, kekuatan tambahan, faktor netral, kelemahan utama dan kelemahan tambahan berdasarkan analisa lingkungan internal dan eksternal yang dilakukan. Terdapat beberapa metode penentuan faktor SWOT, secara umum terdapat ke seragaman bahwa penentuan tersebut akan tergantung dari faktor lingkungan yang berada di luar institusi. Faktor lingkungan eksternal mendapatkan prioritas lebih dalam penentuan strategi karena pada umumnya faktor -faktor ini berada di luar
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 19 kendali institusi (exogen) sementara faktor internal merupakan faktor -faktor yang lebih bisa dikendalikan. 1. Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O) Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi. Misalnya bila ke kuatan perusahaan adalah pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan kualitas yang lebih maju, yang keberadaanya dan kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis kesempatan 2. Strategi Kelemahan -Kesempatan (W dan O) Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin dimanfaatkan karena kelemahan perusahaan. Misalnya jaringan distribusi ke pasar tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi lain adalah mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan. 3. Strategi Kekuatan-Ancaman (S dan T) Dalam analisa ancaman ditemukan kebut uhan untuk mengatasinya. Strategi ini mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga. 4. Strategi Kelemahan -Ancaman (W dan T) Dalam situasi menghadapi ancaman dan sekaligu s kelemahan intern, strategi yang umumnya dilakukan adalah “keluar” dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil adalah “mencairkan” sumber daya yang terikat pada situasi yang mengancam tersebut, dan mengalihkannya pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya adalah mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan ancaman di suatu saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi yang akan dihadapi, anak perusahaan dapat mengambil langkah -langkah yang perlu dan bertin dak dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan mantap, dengan kata lain perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 20 Jadi analisis SWOT adalah sebuah bentuk analisis situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisis ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 21 BAB III SUMBER DAYA MANUSIA 3.1 Strategi Sumber Daya Manusia Untuk Keunggulan Kompetitif Suatu organisasi baik bisnis maupun non bisnis tidak akan dapat beroperasi tanpa adanya faktor sumber daya manusia. Oleh karena itu diperlukan suatu stretegi yang berkaitan dengan sumber daya manusia, sehingga dapat menentukan bakat dan keahlian yang dises uaikan dengan kebutuhan operasional yang tersedia dalam organisasi. 3.1.1 Tujuan Strategi Sumber Daya Manusia Tujuan sumber daya manusia adalah untuk mengelola tenaga kerja dan mendisain pekerjaan sehingga orang -orang dapat diberdayakan secara efektif da n efisien. Akan tetapi agar tujuan tersebut tercapai maka harus dapat memastikan bahwa: a. Pemberdayaan secara efisien sudah mempertimbangkan kendala keputusan manajemen operasional yang lain. b. Kualitas lingkungan kerja sudah memadai baik fisik maupun psikologis dan adanya komitmen maupun kepercayaan dari pihak manajemen maupun pihak karyawan berjuang bersama untuk memenuhi tujuan umum. 3.1.2 Batasan-batasan pada Strategi Sumber Daya Manusia Ada berbagai batasan yang harus dipertimbangkan dalam membua t keputusan mengenai sumber daya manusia, diantaranya adalah sebagai berikut: a. Pertanyaan ”apa” berkaitan dengan keputusan strategi produk yaitu keahlian dan bakat yang dibutuhkan, bahan yang dibutuhkan dan masalah keamanan kerja. b. Pertanyaan ”kapan” berkaitan dengan keputusan strategi penjadwalan. c. Pertanyaan ”dimana” berkaitan dengan keputusan strategi lokasi yaitu mempertimbangkan berbagai variabel yang dipertimbangkan dalam memilih lokasi seperti kondisi iklim maupun suhu udara, pencahaya an maupun kualitas udara d. Pertanyaan mengenai ”prosedur” berkaitan dengan keputusan strategi proses yaitu mempertimbangkan teknologi, mesin maupun keamanan. e. Pertanyaan ”siapa” berkaitan dengan masalah perbedaan individu dari kemampuan fisik maupun mental serta intelektual.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 22 f. Pertanyaan mengenai ”bagaimana” berkaitan dengan keputusan strategi layout sesuai dengan pilihan perusahaan. Dengan mempertimbangkan batasan -batasan tersebut diatas, maka akan dapat dibuat tiga keputusan dalam strategi sum ber daya manusia yaitu: perencanaan tenaga kerja, disain pekerjaan dan standar tenaga kerja. 3.2 Perencanaan Tenaga Kerja Perencanaan tenag a kerja adalah sebuah cara untuk menetapkan kebijakan karyawan yang berkaitan dengan: 1) Kebijakan-kebijakan Kestabilan tenaga kerja Kestabilan tenaga kerja berkaitan dengan jumlah karyawan yang dipertahankan oleh sebuah organisasi. Ada dua kebijakan dasar mengenai kestabilan tenaga kerja yaitu: a. Mengikuti permintaan dengan tepat maka biaya tenaga kerja diperlakukan sebagai biaya variabel. Akan tetapi memiliki konsekuensi timbulnya biaya lainnya diantaranya biaya penarikan dan pemberhentian karyawan, biaya asuransi pengangguran, upah tinggi kare na pekerjaan yang tidak stabil (karyawan tidak tetap). b. Menjaga jumlah karyawan secara konstan maka biaya tenaga kerja diperlakukan sebagai biaya tetap dengan konsekuensi mungkin tidak dapat memanfaatkan secarta penuh pada saat permintaan rendah. 2) Penjadwalan Kerja (Work Schedulling ) Sampai saat ini yang berlaku adalah Jadwal Kerja Standar ( Standard Work Schedule) yaitu standar kerja selama 8 jam ke rja perhari 5 hari kerja perminggu, yang dalam pelaksanaannya mempunyai variasi, diantaranya: a. Flexitime yaitu sebuah sistem yamg membolehkan karyawan dengan batasan tertentu dapat menentukan jadwal mereka masing -masing kapan mulai kapan selesai dan terbukti kepuasan kerja meningkat. b. Flexible workweek yaitu sebuah jadwal kerja yang berbeda dari jadwal normal misalnya 10 jam kerja perhari selama 4 hari kerja perminggu, atau penerapan shift kerja. c. Memperpendek jam kerja dengan mengubah status karyawan menjadi part time status.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 23 3) Klasifikasi Kerja dan Aturan Pekerjaan Banyak organisasi yang mengklasifikasikan kerja dan membuat peraturan kerja yang tegas sehingga akan membatasi karyawan dalam bekerja dan mengurangi fleksibilitas fungsi operasi. Sebagian tugas manajer operasi adalah memperhatikan hal -hal demikian sehingga dapat mengelolanya dengan baik, karena semakin besar fleksibilitas perusahaan dalam mempekerjakan serta menentukan jadwal kerja maka perusahaan akan semakin efisien dan cepat tanggap. Kondisi tersebut berlaku terutama pada sektor jasa dimana transfer pela yanan dari perusahaan kepada konsumen memerlukan peran besar dari sumber daya manusia. Oleh karena itu dengan membangun moral dan memenuhi persyaratan karyawan maka operasi akan lebih mudah jika manajer mengklasifikasikan kerja dan peraturan kerja yang me nghalangi menjadi lebih sedikit. Apabila strategi ini dilaksanakan dalam rangka pencapaian keunggulan bersaing dengan respon cepat pada konsumen, maka tenaga kerja yang fleksibel merupakan suatu prasyarat. 3.3 Desain Pekerjaan Desain kerja adalah sebuah pendekatan yang menentukan tugas -tugas yang terkandung dalam suatu pekerjaan bagi seorang atau sekelompok karyawan. Terdapat tujuh komponen desain kerja yang meliputi: 1.)Spesifikasi Kerja (Job Spesification ) yaitu pembagian kerja menjadi tugas -tugas yang unik, yang mana pencapaiannya dapat dilakukan dengan cara: a. Pengembangan ketrampilan. b. Lebih sedikit waktu yang terbuang. c. Pengembangan peralatan yang khusus. 2.)Perluasan Kerja (Job Expansion) yaitu usaha meningkatkan kualitas lingkungan kerja dengan mengalihkan spesialisasi kerja menuju disain kerja yang lebih bervariasi. Adapun modifikasinya dapat dengan cara:
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 24 a. Pemekaran pekerjaan ( Job enlargement) yaitu pengelompokan beragam tugas yang memiliki tingkat keahlian yang hamper sama, merupakan pemekaran secara horizontal. b. Rotasi pekerjaan (Job rotation) yaitu sebuah system dimana seorang karyawan dipindahkan dari satu pekerjaan yang khusus ke pekerja an khusus lain. c. Pengayaan pekerjaan ( Job enrichment) yaitu sebuah metode yang memberikan karyawan tanggung jawab yang lebih yang meliputi perencanaan dan pengendalian yang diperlukan untukl menyelesaikan pekerjaan. d. Pemberdayaan karyawan ( Employee empower ment) yang merupakan praktek dalam memperluas pekerjaan, sehingga karyawan menerima tanggung jawab yang lebih dan otoritas berpindah pada tingkat organisasi serendah mungkin. 3.)Komponen Psikologi ( Psychological Components ) Suatu strategi sumber daya manusia yang efektif membutuhkan pertimbangan komponen psikologis dari disain pekerjaan. Diantaranya merupakan : a. Hasil dari penelitian Hawthrorne tentang psikologi tempat kerja yang menyimpulkan bahwa terdapat system social yang dinamis di te mpat kerja. b. Hasil penelitian Hackman dan Oldman yang menyimpulkkan adanya lima karakteristik disain kerja yaitu meliputi: - Keragaman keahlian - Identitas pekerjaan - Arti pekerjaan - Otonomi - Umpan balik 4.)Tim yang mandiri (Self directed team) yaitu sekelompok individu yang diberdayakan dan bekerja bersama -sama untuk meraih sebuah tujuan yang sama. Tim semacam ini dapat dikelola untuk tujuan jangka panjang atau jangka pendek. Tim semacam ini efektif karena pada dasarnya mereka dapat menyediakan pemberdayaan karyawan,
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 25 memastikan adanya karakteristik pekerjaan inti dan memuaskan banyak kebutuhan psikologis anggota tim secara individu. 5.) Motivasi dan sistem insentif. Disamping faktor psikologis berkontribusi dalam kepuasan kerja, maka faktor keuangan juga merupakan motivator yang cukup berarti bagi karyawan. Adapun bentuk penghargaan keu angan diantaranya: a. Bonus (bonuses) yaitu penghargaan keuangan yang biasanya berbentuk pilihan tunai atau kepemilikan saham yang diberikan pada pihak manajemen. b. Pembagian laba ( Profit sharing) yaitu sebuah s istem yang memberikan sebagian laba perusahaan untuk dibagikan pada karyawan. c. Pembagian keuntungan ( Gain sharing) yaitu sebuah sistem penghargaan bagi karyawan akan perbaikan kinerja organisasi. d. Sistem insentif ( Insentive system) yaitu sebuah sistem penghargaan karyawan yang didasarkan pada produktifitas perorangan atau kelom pok. e. Sistem pembayaran berdasarkan pengetahuan ( knowledge-based pay systems) yaitu sebagian pembayaran bergantung kepada pengetahuan yang diperlihatkan atau ketrampilan yang dimiliki karyawan. 6.) Ergonomi. Ergonomi berarti penelitian akan kerja yaitu penelitian terhadap kerja, yang mana pemahaman akan permasalahan ergonomik akan meningkatkan kinerja manusia. Contohnya adalah menentukan tinggi meja tulis yang layak dengan cara mempertimbangkan ukuran individu dan tugas yang akan dikerjakan. 7.) Tempat kerja visual Adalah penggunaan beragam tehnik komunikasi visual untuk mengkomunikasikan informasi secara cepat bagi semua pihak yang berkepentingan.Tempat kerja visual dapat berwujud dalam berbagai bentuk, contohnya: a. Kanban merupakan sebuah tipe tanda visual yang mengindikasikan kebutuhan produksi yang lebih banyak.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 26 b. Andon adalah sebuah tanda misalnya lampu yang bertujuan memanggil orang yang memberi tanda terdapat suatu masalah. Tujuan tempat kerja visual adalah untuk menghilangkan aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah dan semua bentuk pemborosan dengan cara memvisualisasikan semua masalah., ketidaknormalan dan standar yang ada. Konsep ini membutuhkan pengawasan yang lebih sedikit karena karyawan memahami standar, melihat hasilnya dan mengerti apa yang harus dilakukan.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 27 BAB IV MANAJEMEN PRODUKSI 4.1 Desain Produk d an Sistem Pengembangan Produk Keputusan penting dalam manajemen operasional adalah menentukan desain produk seperti apa yang akan dihasilkan perusahaan. Hal ini dikarenakan kegiatan dari manajemen operasional adalah melakukan transformasi input menjadi output, sehingga apa saja tindaka n transformasi yang akan dilakukan meng acu pada output yang seperti apa atau bagaiman yang akan dihasilkan perusahaan. Berkaitan dengan keputusan desain adalah keputusan dalam menentukan kualitas seperti apa yang akan diwujudkan oleh perusahaan. Dalam dunia bisnis terjadi persaingan artinya setiap perusahaan yang menghasilkan produk baik berupa barang hamp ir selalu menghadapi persaingan dari perusahaan lain. Sehingga agar dapat mempertahankan diri dalam dunia persaingan secara jangka panjang maka kualitas merupakan konsep penting yang harus dipahami oleh manajer operasional dalam menjalankan aktifitasnya. Konsep desain produk dan berbagi hal mengenai kualitas akan secara singkat dipaparkan dalam modul ini. 4.1.1 Desain Produk Perusahaan menghasilkan outp ut untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen akan kepuasan, sehingga output yang dihasilkan seharusnya dapat memuaskan konsumen. Oleh karena itu produk bisa diartikan sebagai kepuasan yang ditawarkan produsen (perusahaan) kepada konsumen. Untuk dapat mencapai maksud tersebut maka sudah selayaknya perusahaan memfokuskan diri pada pengembangan keunggulan bersaing melalui strategi bisnis, diantaranya pembedaan (diferensiasi), biaya rendah (kepemimpinan biaya) , respon cepat ( rapid respon) atau kombinasi diantaranya ketiga strategi tersebut. 4.1.2 Sistem Pengembangan Produk Sistim pengembangan produk bukan hanya demi keberhasilan produk tetapi juga untuk kepentingan masa depan perusahaan. Oleh karena itu melakukan pengembangan produk memerlukan tahapan sebagai berikut:
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 28 1) Tahapan Pengembangan Produk a. Ide yang bisa berasal dari berbagai sumber dari dalam perusahaan misalnya bagian Riset dan Pengembangan dan dari luar melalui pemahaman perilaku konsumen, persaingan, teknologi, pekerja, persediaan. Tahapan ini menjadi dasar untuk memasuki pasar dan biasanya mengikuti strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan. b. Kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk merealisasikan ide. Dengan melakukan koordinasi dari berbagai bagian yang terkait di perusahaan yang bersangkutan. c. Permintaan konsumen untuk menang dalam bersaing dengan cara mengidentifikasi posisi dan manfaat produk yang diinginkan konsumen melalui atribut tentang produk. d. Spesifikasi fungsional, bagaimana suatu produk bisa berfungsi? Dengan melalui identifikasi karakteristik e ngineering produk, kemungkinan dibandingkan dengan produk dari pesaing. e. Spesifikasi produk : Bagaimana produk dibuat? Melaui spesifikasi fisik seperti ukuran, dimensi. f. Review desain: Apakah spesifikasi produk sudah memenuhi kebutuhan konsumen ? g. Tes pasar: Apakah produk memenuhi harapan konsumen? Untuk memastikan prospek ke depannya melalui perjualan dalam jumlah besar. h. Perkenalan di pasar dengan memproduksi secara masal untuk dipasarkan. i. Evaluasi: untuk mengukur sukses atau gagal, karena apabila gagal secara cepat bisa diganti produk lain.yang lebih menguntungkan. 2) Manufacturability dan Value Engineering Adalah aktifitas yang menolong memperbaiki desain, produksi, pemeliharaan dan penggunaan sebuah produk. Hal ini dilakukan dengan tujuan antara lain: a. Mengurangi kompleksitas produk. b. Standarisasi tambahan dari komponen. c. Perbaikan aspek fungsional produk. d. Memperbaiki desain pekerjaan dan keamanan pekerjaan. e. Memperbaiki kemudahan pemeliharaa n produk.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 29 f. Desain yang tangguh 4.2. TQM (Total Quality Management ) Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas, maka banyak peryusahaan menerapkan konsep yang dikenal dengan TQM (Total Quality Management) yaitu Manajemen organisasi keseluruhan yang menjadikannya unggul dalam semua aspek produk barang dan jasa yang penting bagi konsumen. TQM penting karena keputusan kualitas mempengaruhi setiap keputusan utama dalam manajemen operasional yang dibuat. Adapun konsep ini sebetulnya mengacu pada 14 prinsip dari W. Edwards Deming yang ke mudian dikembangkan menjadi lima konsep program TQM yang efektif. Adapun 14 Poin Deming adalah sbb: 1. Membuat tujuan yang konsisten 2. Memimpin dalam mempromosikan perubahan. 3. Membangun kualitas pda produk, menghentikan ketergantungan pada inspeksi untuk menangkap permasalahan. 4. Membangun hubungan jangka panjangberdasarkan kinerja bukan pada harga. 5. Meningkatkan produk, kualitas, dan jasa secara terus menerus. 6. Memulai pelatihan. 7. Menekankan kepemimpinan. 8. Membuang rasa takut. 9. Mendobrak batasan antar departemen. 10. Menghentikan pidato panjang lebar pada pekerja. 11. Mendukung, membantu, memperbaiki. 12. Mendobrak penghalang untuk bangga atar kinerja masing -masing. 13. Mendidikan program pe ndidikan yang kuat dan perbaikan mandiri. 14. Menempatkan orang di perusahaan untuk bekerja pada suatu transformasi. Sedangkan lima konsep program TQM yang efektif adalah: 1) Perbaikan terus menerus, menggunakan model diantaranya: a. PDCA (Plan Do Check Act ) yaitu model dalam melakukan perbaikan terus menerus dengan merencanakan, melakukan, memeriksa , dan melakukan tindakan.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 30 b. Six Sigma atau Kaizen yaitu menjelaskan proses dari suatu perbaikan yang tidak pernah berhenti dengan penetapan pada pencapaian tujuan yang lebih tinggi. Konsep ini banyak diterapkan di Amerika maupun Jepang. c. Zero defect yaitu prosedur produk tanpa cacat yang juga digunakan untuk menjelaskan usaha perbaikan yang terus menerus. Konsep ini banyak diterapkan di Amerika Serikat. 2) Pemberdayaan Karyawan Adalah memperluas pekerjaan karyawan sehingga tanggung jawab dan kewenangan tambahan dipindahkan sedapat mungkin pada tingkat terendah dalam organisasi. Teknik yang digunakan termasuk: a. membangun jaringan komunikasi yang melibatk an karyawan. b. Membentuk penyelia yang terbuka dan mendukung. c. Memindahkan tanggung jawab dari manajer dan staf pada karyawan di bagian operasi. d. Membangun organisasi yang memiliki moral yang tinggi. e. Menciptakan struktur organisasi formal sebag ai tim dan lingkaran kualitas. 3) Benchmarking Yaitu pemilihan standard kinerja yang mewakili kinerja terbaik sebuah proses atau aktifitas. 4) Just in Time (JIT) JIT berkaitan dengan tiga hal yaitu: a. JIT memangkas biaya kualitas b. JIT meningkatkan kuali tas c. Kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit, serta system JIT yang lebih baik dan mudah digunakan. 5) Pengetahuan mengenai Alat-alat TQM , yang paling umum ada tujuh macam yaitu: a. Lembar Pengecekan ( Check Sheet), yaitu formulir yang didisain untuk mencatat data. b. Diagram Sebar (Scatter Diagram), Menunjukkan hubungan antar -dua perhitungan
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 31 c. Diagram Sebab Akibat ( Cause and Effect Diagram ) atau diagram Ishikawa atau diagram tulang ikan ( Fish Bone Diagram), yaitu teknik skematis yang digunakan untuk menemukan lokasi yang mungkin pada permasalahan kualitas. d. Diagram Pareto ( Pareto Chart), yaitu sebuah cara menggunakan diagram untuk mengidentifikasi masalah yang sedikit tetapi kritis tertentu dibandingkan dengan m asalah yang banyak tetapi tidak penting. e. Diagram Alir (Flow Chart), yaitu diagram balok yang secara grafis menerangkan sebuah proses atau s istem. f. Histogram, menunjukkan cakupan nilai sebuah perhitungan dan frekuensi dari setiap nilai yang terjadi. g. Statistical Process Control (SPC), yaitu sebuah proses yang digunakan untuk mengawasi standar, membuat pengukuran dan mengambil tindakan perbaikan selagi sebuah produk atau jasa sedang diproduksi. 4.3 Strategi Layout Menetapkan suatu layout yang akan digunakan oleh suatu perusahaan harus mempertimbangkan berbagai keputusan operasional yang sudah dibuat sebelumnya. Keputusan operasional yang berkaitan dengan layout diantaranya adalah desain produk, lokasi, proses maupun kapasitas perusahaan. Strategi layout secara umum bertujuan agar perusahaan dapat melakukan pengaturan tenaga kerja, ruang yang tersedia, peralatan atau fasilitas yang digunakan sehingga segala macam aliran yang ada diperusahaan baik berupa informasi maupun bahan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Layout yang efektif akan dapat menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi, low cost atau respon yang cepat. 4.3.1 Pengertian Layout Layout atau tata letak merupakan satu keputu san yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout, diantaranya kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak konsumen dan citra perusahaa n. Layout yang
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 32 efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat. 4.3.2 Tipe Layout Ada enam pendekatan layout yang akan dibahas dalam topik ini yaitu: 1. Layout dengan posisi tetap, biasanya untuk proyek besar yang memerlukan tempat luas seperti pembuatan jalan layang maupun gedung. 2. Layout berorientasi pada proses, untuk produksi dengan v olume rendah dan variasi tinggi disebut juga “job shop” 3. Layout perkantoran, bagaiman menempatkan tenaga kerja, peralatan kantor, dan ruangan kantor yang melancarkan aliran informasi. 4. Ritel layout, penempatan rak dan pemberian tanggapan atas perilaku konsumen. 5. Layout gudang, mengefisienkan ruang penyimpanan dan system penanganan bahan dengan memperhatrikan kelebihan dan kekurangannya. 6. Layout berorientasi produk, Pemanfaatan tenaga ker ja, mesin yang terbaik dalam produksi yang kontinyu atau berulang. Agar dapat menetapkan layout yang efektif maka perlu menetapkan beberapa hal diantaranya adalah: 1. Peralatan penanganan bahan 2. Kapasitas dan persyaratan luas ruangan 3. Lingkungan hidup dan estetika 4. Aliran informasi 5. Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda 4.3.2.1 Layout Posisi Tetap (Fixed Position Layout) Masalah yang dihadapi dalam layout posisi tetap adalah bagaimana mengatasi kebutuhan layout proyek yang tidak berpindah atau proyek yang menyita tempat yang luas (seperti pembuatan jalan lay ang, gedung). Teknik untuk mengatasi layout posisi tetap tidak dikembangkan dengan baik dan kerumitannya bertambah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu: 1. Tempatnya yang terbatas pada semua lokasi produksi.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 33 2. Setiap tahapan berbedapada proses produksi dan kebutuhan bahan sehingga banyak hal yang menjadi penting sejalan dengan perkembangan proyek. 3. Volume bahan yang dibutuhkan sangat dinamis. 4.3.2.2 Layout Berorientasi Proses (Process Oriented Layout) Adalah sebuah layout yang berkaitan dengan proses produksi bervolume rendah dan variasi tinggi. Layout jenis ini marupakan cara tradisional untuk mendukung strategi diferensiasi produk, layout jenis in i adalah yang paling tepat untuk pembuatan produk yang melayani konsumen dengankebutuhan berbeda - beda. Pada proses yang disebut “job shop” setiap produk dalam kelompok kecil melalui urutan operasi yang berbeda, tiap produk atau pesanan yang sedikit diproduksi dengan memindahkannya dari satu depattemen ke deparetemen lain dalam urutan yang tertentu dari tiap produk. Contoh yang tepat adalah pada rumah sakit atau klinik. Kelebihan utama dari layout ioni adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. Sehingga dengan demikian apabila terjadi permasalahan pada suatu mesin, pekerjaan tidak perlu berhenti dan dapat dialihkan pada mesin lain atau departemen yang sama. Layout ini juga sangat baik diterapkan pada produksi komponen dalam batch kecil atau disebut “job lot” dan untuk produksi komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda. Kelemahan layout ini ada pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Waktu produksi jadi lama karena butuh waktu lama untuk berpindah dalam system karena sulitnya penjadwalan, perubahan penyetelan mesin, keunikan penanganan bahan. Lagipula peralatan yang mempunyai keguanaan umum membutuhkan operator yang trampil dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena ketidakseimbangan proses produksi. Pada akhirnya kebutuhan modal akan semakin banyak 4.3.2.3 Layout Perkantoran ( Office Layout) Hal yang membedakan antar layout kantor dan pabrik adalah pada kepentingan informasi, namun demikian pada beberapa lingkungan kantor , produksi sangat tergantung pada aliran bahan. Cara penyelesaian layout kantor adalah menggunakan analisa digram hubungan ( relationship chart) seperti yang dicontohkan di bawah ini.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 34 Contoh: Suatu kantor memiliki 9 ruangan yaitu untuk: 1. Direktur 2. Direktur teknologi 3. Ruang para insinyur 4. Sekretaris 5. Pintu masuk kantor 6. Pusat arsip 7. Lemari peralatan 8. Peralatan fotokopi 9. Gudang Pada layout ini ada dua kecenderungan yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Teknologi seperti telepon seluler, pager, fax, internet, laptop PDA menyebabkan layout perkantoran menjadi makin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronik. 2. Virtual company menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. Kedua macam kecenderungan ini mengakibatkan kebutuhan karyawan lebih sedikit berada di kantor. 4.3.2.4 Layout Usaha Eceran ( Retail Layout) Merupakan sebuah pendekatan yang berkaitan dengan aliran pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku konsumen. Layout ini didasarkan pad aide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi kepada produk yang menarik perhatian konsumen. Sehingga banyak manajer ritel mencoba untuk mempertontonkan produk kepada konsumen sebanyak mungkin. Penelitian membuktikan bahwa sema kin besar produk terlihat oleh konsumen maka penjualan akan semakin tinggi dan tingkat pengembalian investasi semakin tinggi. Untuk itu manajer operasional perusahaan ritel dapat melakukan pengubahan pengaturan toko secara keseluruhan atau alokasi tempat b agi beragam produk dalam toko. Ada lima ide yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko yaitu: 1. Tempatkan barang-barang yang sering dibeli di sekitar batas luar toko. 2. Gunakan lokasi yang strategis untuk produk yang menarik dan mempunyai nilai keuntungan besar, seperti kosmetika atau asesories.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 35 3. Distribusikan “produk kuat” yaitu yang menjadi alasan utama para pengunjung berbelanja, pada kedua sisi lorong dan letakkan secar a tersebar untuk bisa dilihat lebih banyak konsumen. 4. Gunakan lokasi ujung lorong karena memiliki tingkat penglihatan yang tinggi 5. Misi toko dengan memilih posisi yang menjadi penghentian pertama bagi konsumen. Tujuan utama dari layout ini adalah “memaksimalkan keuntungan luas lantai per kaki persegi”. Disamping itu ada juga konsep yang masih diperdebatkan yaitu Biaya Slotting (Slotting Fees) yaitu biaya yang dibayar produsen untuk menempatkan produk mereka pada rak di rantai ritel atau supermarket. Disamping itu ada juga pertimbangan –pertimbangan lain yang disebut de ngan “services capes” yang terdiri dari tiga elemen yaitu: 1. Kondisi yang berkenaan dengan lingkungan 2. Tata letak yang luas dan mempunyai fungsi 3. Tanda-tanda, simbol dan patung 4.3.2.5 Layout Gudang ( Warehouse Layout) Merupakan sebuah disain yang mencoba meminimalkan biaya total dengan mencapai paduan yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan. Layout gudang yang efektif meminimalkan kerusakan bahan di gudang. Manajemen gudang yang modern marupakan suatu prosed ur yang otromatis yang menggunakan ASRS (Automated Stirage Retrieval System ). Ada tiga konsep yang dikenal dalam layout gudang yaitu: 1. Cross Docking Adalah cara menghindari penempatan bahan atau pasokan dalanm gudang dengan cara memproses secara langsung disaat diterima. Hal ini dilakukan untuk menghindari aktivitas penerimaan secara formal, penghitungan persediaan/ penyimpanan dan pemilihan pesanan se hingga terjadi penghematan biaya. Cross Docking yang baik membutuhkan : - penjadwalan yang ketat. - Pengiriman yang diterima memiliki identifikasi produk yang akurat dengan kode garis.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 36 2. Random Persediaan Digunakan di gudang untuk menempatkan persediaan dimana terdapat lokasi yang terbuka. Teknik ini berarti bahwa ruangan tidak perelu dikhususkan untuk barang - barang tertentu dan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Sistim ini jika terkomputerisasi maka akan meliputi tugas -tugas: - Membuat daftar lokasi yang “terbuka” - Membuat catatan persediaan sekarang secara akurat dan juaga lokasinya. - Mengurutkan barang -barang dalam urutan tertentu untuk meminimalkan waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk menjemput pesanan. - Memadukan pesanan untuk mengurang i waktu penjemputan - Menugaskan barang atau sekumpilan barang tertentu pada wilayah gudang yang tertentu sehingga jarak tempuh total dalam gudang dapat dimimalkan. 3. Customizing Merupakan penggunaan gudang untuk menambahkan nilai produk melalui modifikasi, perbaikan, pelabelan dan pengepakan.Cara ini biasanya berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dal;am pasar dimana terdapat perubahan produk yang sangat cepat. Cara ini sudah banyak dilakukan oleh perusahaan dengan misalkan penyediaan lab el pada usaha eceran sehingga barang dapat langsung dipajang. 4.3.2.6 Layout Berorientasi Produk ( Product Orientasi Layout) Layout ini disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan variasi rendah. Produksi y ang berulang dan kontinyu. Asumsi yang digunakan adalah: 1. Volume yang ada mencukupi untuk pemanfaatan peralatan yang tinggi. 2. Permintaan produk stabil. 3. Produk distandarisasi atau mendekati fase siklus hidupnya. 4. Pasokan bahan baku dan komponen mencukupi dengan kualitas standar. Dalam layout ini ada dua jenis yaitu: 1. Lini pabrikasi (fabrication line) membuat komponen seperti ban mobil. Lini ini dipacu oleh mesin dan membutuhkan perubahan mekanis dan rekayasa untuk membuat keseimbangan .
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 37 2. Lini perakitan ( assembly line) meletakkan komponen yang dipabrikasi secara bersamaan pada sekumpulan stasiun kerja. Lini ini dipacu oleh tugas yang diberikan kepada tanaga kerja atau pada stasiun kerja. Keuntungan layout ini adalah: 1. Biaya variabel per unit rendah yang biasanya dikaitkan dengan produk yang terstandardisasi dan bervolume tinggi. 2. Biaya penanganan bahan rendah. 3. Mengurangi persediaan barang setengah jadi. 4. Proses pelatihan dan pengawasan yang lebih mudah 5. Hasil output yang lebih cepat. Kelemahan layout ini adalah: 1. Butuh volume tinggi karena modalnya besar. 2. Jika ada penghentian pada satu bagian akan berakibat pada seluruh operasi. 3. Fleksibilitas yang ada kurang saat menangani beragam produk atau tingkat produksi berbeda. 4.4 Strategi Proses Strategi proses atau transformasi adalah pendekatan organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang. Tujuan strategi proses adalah untuk menemukan suatu cara membuat produk barang yang dapat memenuhi persyaratan dari konsumen dan spesifikasi produk ya ng berada dalam batasan biaya serta konstrain lainnya. Hasil dari keputusan ini berdampak pada efisiensi produksi jangka panjang, fleksibilitas, dan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karenanya banyak strategi perusahaan ditentukan pada saat keputusan t entang proses ini dilakukan. 1) Fokus Pada Proses Perusahaan yang menggunakan strategi fok us pada proses berarti mengatur fasilitas yang digunakan untuk operasional di sekeliling proses untuk menghasilkan produksi dengan volume produksi rendah tetapi variasinya tinggi. Dan sebagian be sar perusahan global memilih menggunakan proses ini. Istilah lain yang sering digunakan adalah “job shop” Pada proses ini, penyajian fleksibilitas tinggi karena produk berpindah diantara proses secara sebentar-sebentar (intermittent). Setiap proses didisain untuk melaksanakan
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 38 beragam aktifitas dan menghadapi perubahan yang sering terjadi, oleh karenanya disebut juga proses intermittent. Pada proses ini, fasilitas yang digunakan mengandung unsur biaya tinggi dengan utilitas sangat rendah. Banyak penerapan pada usaha seperti restoran dan rumah sakit. Walaupun demikian, beberapa fasilitas dapat bekerja lebih baik dengan menggunakan peralatan yang canggih secara elektronis maupun komputerisasi. 2) Fokus Berulang Strategi proses yang fokus berulang berarti proses produksinya berorientasi pada produk yang menggunakan modul. Sedangkan modul adalah bagian atau komponen suatu produk yang telah disiapkan sebelumnya, biasanya dalam suatu proses yang kontinyu. Lini proses berulang (repetitive process ) mirip dengan lini perakitan klasik. Penerapan yang secara luas pada industri perakitan baik kendaraan maupun peralatan rumah tangga (produk elektronik). Lini ini lebih terstruktur karenanya fleksibilitas kurang dibandingkan dengan fasil itas yang terfokus pada proses. Restoran cepat saji adalah suatu contoh penggunaan modul secara berulang, dengan proses ini memungkinkan dilakukannya customizing yang lebih daripada proses kontinyu. Dengan cara itu, perusahan mendapatkan keunggulan ekonomis dimana banyak modul disiapkan. 3) Fokus Pada Produk Strategi Proses yang berfokus pada produk mamiliki volume tinggi dan variasi yang rendah, yang mana fasilitas diatur sekeliling produk. Proses ini disebut juga proses kontinyu karena mempunyai lintasa n produksi yang panjang dan kontinyu. Pabrik-pabrik yang memproduksi barang seperti kaca, timah lembaran, lampu bohlam, minuman, baut adalah contoh yang menerapkan proses ini. Proses lain yang terfokus pada produk adalah jasa seperti rumah sakit yang menetapkan proses penyembuhan penyakit tertentu melaui serangkaian proses panjang. Dengan poroses seperti ini, standardisasi dan pengendalian kualitas yang efektif dapat dilakukan. Perusahaan yang menetapkan strategi proses seperti ini biasanya fasilitas yang d imiliki membutuhkan biaya tetap yang tinggi tetapi biaya variable rendah sebagai dampak dari pemanfaatan fasilitas yang tinggi.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 39 4) Mass Customization Mass customization bisa diartikan variasi yang dihasilkan sangat beragam tetapi secara ekonomis mengeta hui dengan tepat apa yang diinginkan konsumen dan kapan konsumen menginginkannya. Mass customization merupakan pembuatan produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen yang semakin unik secara cepat dan murah. Perusahaan yang menerapkan proses ini menghadapi tantangan yang membutuhkan kemampuan operasional karena keterkaitan logistik , produksi dan penjualan semakin erat. Para manajer operasional harus menggunakan sumber daya yang imajinatif dan agresif untuk membentuk proses yang gesit yang dapat me mproduksi produk tertentu dengan cepat dan murah. 4.4.1 Jenis-Jenis Proses Produksi 1) Proses Produksi Terus Menerus Suatu proses produksi di mana arus bahan baku sampai produk akhir selalu tetap atau urutan arus proses selalu tetap. Pola yang digunakan dalam urutan proses produksi selalu sama setiap waktu dalam jangka pendek, sedangkan perubahan terjadi dalam jangka panjang dan perubahan ini biasanya berkaitan de ngan perubahan teknologi yang digunakan atau bentuk produk yang dihasilkan. Perusahaan dengan proses produksi seperti ini, biasanya perusahaan yang memproduksi produk -produk standar di mana variasi produk relatif kecil, apabila dibandingkan dengan jumlah u nit produk yang dihasilkan, misalnya perusahaan tekstil yang memproduksi kain tetoron warna putih. Hal penting yang harus diperhatikan dalam proses produksi ini ialah keseimbangan kapasitas antar elemen kerja dan kepastian dari bagian mana produk proses in i dikerjakan, sebelum dikerjakan ke proses selanjutnya, sehingga kerugiannya ialah apabila suatu elemen kerja mengalami kemacetan, maka proses kerja selanjutnya tidak dapat diteruskan.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 40 2) Proses Produksi Terputus -putus Suatu proses produksi di ma na arus proses tidak selalu sama dari waktu ke waktu, artinya, arus yang tidak selalu sama bukan berarti selalu tidak sama, kadang-kadang kesamaan terjadi pada waktu yang berbeda, misalnya perusahaan kerjainan tangan. Biasanya proses produksi terputus-putus merupakan proses yang sederha, sebab pengawasan dilakukan pada elemen kerja yang bekerja saja. Untuk menghindari kesalahan kerja, perlu dibuat petunjuk yang jelas tentang urutan proses dan jadwal waktu dari masing -masing penyelesaian. 4.4.2 Analisis Dan Desain Proses Sejumlah alat dapat membantu memahami kompleksitas desain dan desain ulang proses. Melalui alat tersebut secara sederhana dapat dipahami apa yang terjadi dalam proses. Berikut alat -alat yang dimaksud diantaranya adalah: 1) Diagram Alir (Flow Diagram) Adalah sebuah gambar atau skema yang digunakan untuk menganalisa pergerakan orang atau bahan. 2) Pemetaan Fungsi Waktu (Time Function Mapping) Adalah sebuah diagram alir tetapi dengan waktu ditambahkan pada sumbu horizontal. Diagram ini disebut juga pemetaan proses (mapping process) atau pemetaan fungsi waktu ( time-function mapping). Tipe analisa ini menjadikan pemakai dapat mengidentifikasi dan meng hilangkan pemborosan seperti langkah tambahan, pengulangan, keterlambatan yang tidak perlu.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 41 3) Diagram Proses (Process Diagram) Adalah diagram yang menggunakan simbul, waktu, dan jarak untuk mendapatkan cara uang obyektif dan terstruktur dalam menganalisi s dan mencatat aktifitas yang membentuk sebuah proses. Dengan mengidentifikasi semua operasi yang dapat menambah nilai dapat menetapkan nilai tambah total aktifitas. 4) Perencanaan Pelayanan ( Service Planning) Merupakan teknik analisis proses yang memusatka nm perhatian pada konsumen dan interaksi penyedia layanan dengan konsumennya.Aktifitas yang dilakukan memberikan permasalahan manajemen yang berbeda untuk tiap aktifitas yang berlainan. Keempat alat analisis strategi proses ini, masing -masing mempunyai kelebihan dan variasinya yang berbeda. Diagram alir adalah cara tercepat untuk menggambarkan keseluruhan proses dan system keseluruhan. Pemetaan fungsi waktu menambahkan ketepatan dan fakto r waktu untuk analisa makro. Diagram Proses did esain untuk penggambaran lebih rinci dengan menambah nilai seperti waktu, penundaan, jarak dan sebagainya. Perencanaan pelayanan didisain untuk konsentrasi pada interaksi dengan konsumen dalam proses. 4.5 Perencanaan Kapasitas 4.5.1 Kapasitas Setelah menetapkan proses produ ksi apa yang digunakan maka langkah selanjutnya adalah menentukan kapasitas. Kapasitas dapat diartikan sebagai hasil produksi atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpa n atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu. Menurut pembagian waktu maka kapasitas bisa dibedakan dalam tiga satuan waktu yaitu kapasitas jangka panjang dengan durasi lebih dari satu tahun, merupakan fungsi penambahan fasil itas dan peralatan yang dimiliki. Kapasitas jangka menengah dengan durasi tiga hingga kurang dari satu tahun, yang dapat dengan menambahkan peralatan, karyawan, jumlah shift, subkontrak juga persediaan. Sedang kapasitas jangka pendek biasanya sampai dengan tiga bulan, buiasanya sulit diubah sehingga menggunakan kapasitas yang sudah ada.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 42 Kapasitas Desain Adalah output maksimum s istem secara teoritis dalam suatu periode waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam sutu tingkatan tertentu seperti jumlah yang di peroduksi per minggu, per bulan, per tahun. Sebagian besar organisasi beroperasi dibawah kapasitas desain sekitar 82 % karena kesadaran bahewa operasi dapat lebih efisien bila sumber daya tidak digunakan sampai batas maksimum. Kapasitas Efektif Adalah kapasitas yang diharapkan dapat dicapai oleh sebuah perusahaan dengan bauran produk, metode penjadwalan, pemeliharaan, dan standar kualitas yang diberikan. Dua pengukuran kinerja s istem yang biasanya bermanfaat adalah : 1) Utilisasi yaitu persentase kapasitas desain yang sesungguhnya telah dicapai; 2) Efisiensi yaitu persentase kapasitas efektif yang sesunguhnya telah dicapai . 4.5.2 PERTIMBANGAN KAPASITAS Ada empat pertimbangan khusus untuk integrasi strategi dan investasi berkaitan dengan kapasitas yaitu sebagai berikut: 1) Peramalan permintaan harus akurat. Sebuah peramalan yang akurat merupakan hal paling utama bagi keputusan kapasitas, manajemen harus me ngetahui produk mana yang sedang ditambahkan dan mana yang sedang dihentikan, begitu juga volume yang diharapkan. 2) Memahami teknologi dan peningkatan kapasitas. Volume ditentukan dengan peninjauan ulang pada beberapa alternati f saja dan teknologi juga ikut menentukan kapasitas. 3) Menentukan tingkat operasi yang optimum (volume) Sering ditentukan dengan istilah skala ekonomis dan disekonomis. 4) Membangun untuk perubakan Manajer operasi membangun fleksibilitas dalam fasilitas dan p eralatan, dan mengadakan sensitivitas keputusan de ngan menguji beberapa skenario.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 43 Mengelola Permintaan Walaupun peramalan sudah baik, kadang terdapat ketidakcocokan permintaan dan kapasitas sehingga bisa terjadi permintaan melebihi kapasitas atau sebaliknya kapasitas melebihi permintaan . Oleh karena itu ada taktik untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintan yaitu dengan: 1. mengubah staff yang ada dengan menambah atau mengurangi 2. menyesuaikan pera latan dan proses dengan membeli , menjual atau menyewa. 3. memperbaiki metode untuk meningkatkan hasil 4. mendisain ulang produk untuk meningkatkan hasil produksi
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 44 BAB V ASPEK PEMASARAN Di dalam bab ini akan dibahas mengenai aspek pemasaran, yakni mengenai segmentasi, targeting, positioning serta strategi pemasaran ( marketing mix). Dalam garis besarnya, aktivitas pemasaran ini saling berkaitan satu sama lain, guna menunjang keberhasilan pemasaran pro duk pada target pasar. Proses segmenting, targeting , dan positioning akan mempermudah penetepan strategi pemasaran yang tepat untuk suatu produk yang akan dijual pada suatu target pasar. Keseluruhan aktivitas tersebut dapat digambarkan dalam ilustrasi berikut: The STP Process Segmentation  targeting positioning Marketing Mix market Gambar 5.1 Ilustrasi kegiatan STP 5.1 SEGMENTING, TARGETING, POSITIONING STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting dan Positioning sedangkan 4P adalah singkatan dari keempat unsur dalam marketing mix, yakni Product, Price, Place dan Promotion . STP dan 4P akan selalu muncul dalam marketing, apa pun konteksnya. Dalam rangkaian proses marketing, STP ini ada di tahap awal yang paling penting yakni mengidentifikasikan customer value. STP ada di level strategis karena menentukan bagaimana kita menggarap pasar. 5.1.1 Segmenting (Segmentasi) Segmentasi merupakan aktivitas perencanaan usaha berkenaan dengan pengelompokan konsumen berdasarkan beberapa karakteristik. Pemilahan ini bisa
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 45 berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk. Adapun definisi segmentasi pasar adalah proses membagi sebuah pasar ke segmen -segmen atau kelopok-kelompok yang bermakna, relatif sama dan dapat diidentifikasikan. Tujuan segmentasi pasar adalah membuat para pemasar mampu menyelesaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan satu atau lebih segmen pasar tertentu. Segmentasi tersebut memiliki peran penting karena beberapa alasan; 1) segmentasi memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen - segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilaya ni. 2) segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen -komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning. 3) segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing. . Tingkatan Segmentasi Pasar Segmentasi pasar dimulai dari mengidentifikasi mass market (pemasaran massal). Starting point dari segmentasi adalah mass marketing. Di dalam mass marketing, program pemasaran dilakukan secara massal seperti distribusi massal, promosi massal dan lainnya atau dengan kata lain satu produk untuk semua. Akan tetapi mass marketing tidak selalu sukses dalam melayani pasarnya karena satu program pemasaran tidak bisa melayani pasar yang heterogen sehingga pe rlu dilakukan segmentasi niche marketing (relung pasar) dan pasar individu . Dengan adanya niche market, perusahaan dapat memahami konsumen dengan baik karena mengidentifikasi segmen yang sudah ada menjadi sub segmen yang lebih kecil. Ciri menarik dari niche market adalah konsumen mempunyai kebutuhan yang kuat dan mau membayar dengan harga yang premium kepada perusahaan yang dapat memuaskan mereka dengan baik. Pasar individu merupakan bagian terakhir dalam segmen, setiap individu memiliki keunikan masing -masing. Pasar individu dikenal juga dengan customize
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 46 marketing atau one to one marketing dimana konsumen dilayani secara individu. Perusahaan dapat mela yani pasar individu secara customize sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen seperti yang mereka harapkan. Strategi dalam tingkatan segmentasi pasar antara lain: 1) Pemasaran massal ( mass marketing): Melakukan pengabai an segmentasi dan memberi perlakuan sama terhadap semua kelompok; 2) Pemasaran terpusat ( focused marketing): Melakukan target pada segmen tertentu 3) Pasar yang dibedakan ( differentiated marketing ): Mempergunakan strategi bauran pemasaran ( marketing mix) yang berbeda untuk setiap segmen yang b erbeda. Pola Segmentasi Pasar Untuk mengidentifikasai preferensi segmen ada tiga pola segmen tasi pasar yang dapat digunakan, yakni : 1. Homogeneus preference (preferensi homogen) pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang sama terhadap produk yang ditawarkan. 2. Diffused preference (preferensi yang menyebar) pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang beragam terhadap suatu produk yang ditawarkan . 3. Clustered preference (preferensi yang mengelompok) pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki prefer ensi yang berkelompok - kelompok dimana konsumen yang berada dalam satu kelompok memiliki kesamaan preferensi. Prosedur dan Proses Segmentasi Pasar Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam segmentasi pasar (Kotler, 2003) yaitu: 1. Survey Stage Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui focus group discussion (FGD) atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 47 konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku konsumen. 2. Analysis Stage Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat dilakukan dengan menerapkan analisis faktor untuk menelaah variabel -variabel mana yang berkolerasi tinggi kemudian menerapkan analisis cluster untuk menciptakan atau mengetahui kelompok - kelompok pasar yang secara signifikan memiliki perbeda an karakteristik. 3. Profiling Stage Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi p rofil masing- masing cluster yang terbentuk. Dasar Segmentasi Dalam menetapkan dasar segmentasi, ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu: 1) consumer characteristic (karakteristik konsumen) yang merupakan variabel utama dalam segmentasi yang terdiri dari: (a) Segmentasi Geografi Pada segmentasi georafi pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan daerah asal atau tempat tinggal konsumen. (b) Demografi Segmentasi Pada segmentasi demografi pengelompokan dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin dan pekerjaan konsumen. (c) Psychographic segmentation Pada Psychographic segmentation , pengelompokan didasarkan pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi, interest, minat , dan sikap. 2) consumer responses (respon konsumen) yang terdiri dari: (a) Benefit segmentation (segmentasi manfaat) yaitu pengelompokan yang di dasarkan kepada manfaat yang diharapkan konsumen dari suatu produk atau jasa (b) Use occasion (saat pemakaian) dan (c) Brand atau merek.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 48 Dengan ini konsumen akan dikelompokkan berdasarkan respon mereka terhadap produk, seperti ada konsumen yang mementingkan kualitas dan ada konsumen yang mementingkan harga yang murah. Sementara itu Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) mengelompokkan pendekatan dalam melakukan s egmentasi pasar menjadi tiga, yaitu : 1) Static Atribut Segmentation Pengelompokan pasar berdasarkan atribut -atribut statis yang serupa, yang tidak selalu mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan dan tidak secara langsung mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli. Jenis atribut ini mencakup variabel geografi dan demografi. 2) Dynamic Atribut Segmentation Pengelompokan pasar berdasarkan atribut dinamis yang serupa, atau atribut - atribut yang mencerminkan karakteristik konsumen. Atribut ini mencakup variabel psikografis dan behavioral. 3) Individual Segmentation Pengelompokan pasar berdasakan atas unit terkecil atau individu. Menentukan Dasar Segmentasi Dalam menentukan dasar segmentasi yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi yang paling relevan. Konsumen berbeda dalam banyak hal dan masing–masing berpotensi membentuk segmen, namun tidak semua variabel akan bermanfaat untuk semua situasi. Kedua metode segmentasi yang digunakan harus sejauh mungkin mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan serta menent ukan alasan pelanggan untuk membeli. Karena alasan inilah dynamic atribut segmentation lebih unggul dibandingkan static atribut segmentation, sebab atribut ini lebih mengarah kepada perilaku pembelian, metode ini dapat memberikan informasi yang berharga ba gi perumusan strategi pemasaran yang cocok untuk mempengaruhi perilaku konsumen tersebut . Segmentasi geografis dan demografis lebih mudah dilakukan, karena data yang akurat dan tepat sudah tersedia. Namun metode ini tidak memberikan gambaran yang yang jela s tentang bagaimana konsumen memilih dan membeli suatu produk. Hal ini menebabkan sulitnya membangun strategi yang lengkap yang
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 49 menyertakan perumusan positioning, marketing mix , penjualan, pelayanan, proses dan membangun brand dengan keakuratan yang baik. Syarat Segmentasi Yang Efektif Dalam melakukan segmentasi perusahaan perlu memperhatikan efektifitas segmentasi tersebut. Syarat segmentasi yang efektif adalah : 1) Measurable (terukur) Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumber daya. 2) Substansial (banyak) Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani. 3) Accessible (dapat diakses) Segmen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani. 4) Differentiable (dapat dibedakan) Segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas. 5) Actionable (dapat dilayani) Segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Manfaat Segmentasi Secara umum segmentasi bermanfaat untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Empat (4) manfaat segmentasi, yaitu: 1) Designing responsive products to meet the needs of the marketplace. Perusahaan menempatkan konsumen sebagai yang utama, kemudian mendisain dan menyeleksi produk untuk kepuasan konsumen. 2) Determining effective and cost efficient promosional strategies. Segmentasi sebagai alat perencanaan merupakan alat identifikasi dan analisis yang berharga untuk mengembangkan communication mix , sehingga dapat dipilih alat promosi yang sesuai untuk menargetkan pada media yang tepat.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 50 3) Evaluating market competition in partikular the companys market position. Riset segmentasi menyediakan sebuah mekanisme kompetitif untuk mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standar. 4) Providing insight on present marketing strategies. Segmentasi sangat penting untuk melakukan evaluasi secara periodik terhadap marketing strategi perusahaan saat ini dengan cara memanfaatkan peluang baru dan menghindarkan dari adanya potensi terhadap ancaman. 5.1.2 Targeting Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasar, selanjutnya adalah mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market . Dengan kata lain, targeting adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar Kriteria yang harus dipenuhi perusahaan pada saat mengevaluasi dan menentukan segmen mana yang akan dijadikan target yakni: 1) Perusahaan harus memastikan bahwa segmen pasar yang dibidik itu cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan. Perusahaan dapat saja memilih segmen yang kecil pada saat sekarang namun segmen itu mempunyai prospek menguntu ngkan dimasa datang. Sehubungan dengan hal ini perusahaan harus menelaah kompetisi yang ada di sektor tersebut dan potensinya untuk tumbuh karena akan berkaitan juga dengan ukuran dan pertumbuhan target segmen perusahaan. 2) Strategi targeting itu harus didas arkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan juga harus menganalisis dari dekat apakah segmen pasar yang dipilih telah sejalan dan mendukung tujuan jangka panjang perusahaan. 3) Segmen pasar yang dibidik harus didasarkan pada situasi persaingannya. Perusahaan harus mempertimbangkan situasi persaingan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik targe ting perusahaan, antara lain intensitas persaingan segmen, potensi masuknya pemain baru, hambatan masuk indust ri, keberadaan produk -produk pengganti, kehadiran produk-produk komplementer serta pertumbuhan kekuatan tawar menawar pembeli maupun pemasok.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 51 Menentukan Target Market Dalam menetapkan target market perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola, dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Single Segment Concentration Perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Perusahaan lebih b isa mencapai posisi yang kuat pada satu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan. Namun, konsentrasi di satu segmen mempunyai potensi resiko yang cukup besar, sehingga alasan inilah yang mendasari perusahaan untuk memilih lebih dari satu segmen. 2. Selective Specialization Perusahaan menyeleksi beberapa segmen. Se gmen yang dipilih mungkin tidak saling berhubungan atau m embentuk sinergi, tetapi masing –masing segmen menjanjikan uang. Strategi ini lebih dipilih oleh perusahaan untuk menghindari kerugian, walaupun salah satu segmennya tidak produktif, tetapi perusahaan tetap memperoleh pendapatan dari segmen yang lain. 3. Product Specialization Perusahaan berkonsentrasi membuat produk khusus atau tertentu. Melalui cara ini, perusahaan membangun reputasi yang kuat di produk yang spesifik. Namun resikonya tetap ada, yaitu apabila terjadi kekurangan bahan untuk pembuatan produknya atau keterlambatan melakukan perubahan teknologi. 4. Market Specialization Perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi yang kuat dan menjadi channel untuk semua produk baru yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh kelompok tersebut. Resiko akan kerugian akan timbul apabila kelompok tadi mengurangi pembelian atau kebutuhannya. 5. Full Market Coverage Perusahaan berusaha melayani semua kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, pemasar dapat melakukan diferensiasi dan menghasilkan lebih banyak penjualan daripada tidak melakukan diferensiasi, namun diferensiasi dapat meningkatkan biaya perusahaan. Secara umum, hal ini tetap akan bermanfaat khususnya apabila dikaitkan dengan strategy profitability ,
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 52 namun demikian perusahaan sebaiknya berhati – hati agar tidak terjadi over segmenting. Biaya yang diperkira kan adalah product modification cost, manufacturing cost, administrative cost, inventory cost, dan promotion cost. Selain itu ada pertimbangan tambahan yang perlu diperhatikan perusahaan dalam mengevaluasi dan memilih segmen yaitu: (1) Pilihan etika atas pasar sasaran. Pasar yang memiliki tanggung jawab sosial mengharuskan segmentasi dan target pasar yang melayani tidak hanya untuk kepentingan industri saja tetapi juga kepentingan mereka yang dijadikan sasaran. Dalam menetapkan target market perusahaan he ndaknya tidak menimbulkan pertentangan, seperti mengambil keuntungan dari kelompok yang rapuh seperti anak -anak atau mempromosikan produk yang berbahaya. (2) Interelasi dan segmen super. Segmen super adalah sekumpulan segmen yang memiliki kesamaan yang dapat dieksploitasi, sehingga perusahaan akan bijaksana jika memilih segmen super daripada segmen di dalam segmen super karena perusahaan tidak memiliki keunggulan kompetitif terhadap industri -industri yang telah berada dalam segmen super. (3) Rencana serangan segme n per segmen. Pesaing tidak boleh tahu segmen mana yang dituju oleh perusahaan. Jika diketahui maka perusahaan harus mencari jalan keluar untuk menerobos yakni dengan cara menyerang pasar tertutup dengan pendekatan mega marketing artinya koordinasi strate gis keahlian ekonomi, psikologis, politik dan hubungan masyarakat untuk memasuki atau beroperasi dalam pasar tertentu. (4) Kerjasama antar segmen. Cara terbaik untuk mengelola segmen adalah kerjasama antara SDM di dalam perusahaan untuk membangun bisnis segmen perusahaan.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 53 Berikut merupakan tabel strategi dalam pemilihan segmen Segmen yang tidak menarik Segmen kurang menarik Segmen yang menarik Tidak ada kesempatan yang kompetitif hindari hindari kemungkinan Kesempatan yang kompetitif dirasa cukup hindari kemungkinan target sekunder Kesempatan yang kompetitif besar kemungkinan target sekunder target utama Manfaat dari targeting adalah; 1) Lebih fokus mengenai sumber daya yang dibutuhkan 2) Lebih mudah untuk menganalisis kompetitor 3) Memudahkan dalam membangun pemahaman dan strategi bisnis 4) Membangun komunikasi antara penjual dan konsumen 5.1.3 Positioning Merupakan proses menyusun atau mengarahkan pemikiran konsum en terhadap produk yang dijual. Positioning adalah bagaimana menjelaskan posisi produk kepada konsumen, a pa beda produk yang ditawarkan dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya. Aktivitas ini meliputi: • proses mengetahui pemikiran konsumen mengenai produk yang dijual, • memposisikan produk dalam benak pikiran konsumen, • menetapkan keinginan konsumen dalam segmen yang ditargetkan, serta • membangun komunikasi produk kepada konsumen. Positioning pada hakikatnya adalah menanamkan sebuah persepsi, identitas dan kepribadian di dalam benak konsumen. Untuk itu , agar positioning kuat maka perusahaan harus selalu konsisten dan tidak berubah. Karena persepsi, identitas dan kepribadian yang terus menerus berubah akan menimbulkan kebingungan di benak konsumen dan pemahaman mereka akan tawaran perusahaan akan kehilangan fokus.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 54 Cara Menentukan Positioning Dalam menentukan positioning ada empat tahap yaitu: identifikasi target, menentukan frame of reference pelanggan (siapa diri), merumuskan point of differentiation — Mengapa konsumen memilih perusahaan, menetapkan keunggulan kompetitif produk — bisa dinikmati sebagai sesuatu yang beda. Dan, empat kriteria yang dapat dilakukan perusahaa n untuk menentukan positioning, antara lain; (a) kajian terhadap konsumen ( customer). Positioning harus mendeskripsikan value bagi konsumen karena positioning mendeskripsikan value yang unggul. (b) kajian pada kapabilitas perusahaan ( company). Positioning harus mencerminkan kekuatan dan ke unggulan kompetitif perusahaan, seperti lokasi yang strategis. (c) kajian pada pesaing ( competitor). Positioning harus bersifat unik, sehingga dengan mudah dapat mendiferensiasikan diri dari para pesaing. (d) kajian terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis ( change). Dikatakan bahwa positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis. Dalam mengkomunikasikan positioning sebuah produk perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini: 1) Be creative Perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market. 2) Simplicity Komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin. 3) Consistent yet flexible Perusahaan harus konsisten dan melihat kondisi. 4) Own, dominate, protect Dalam komunikasi, perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan 5) User their language Dalam mengkomunikasikan produk, perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 55 5.2 Marketing Mix Istilah marketing mix pertama kali diperkenalkan oleh Neil Borden (Prseiden American Marketing Association) pada tahun 1953. Istilah ini masih digunakan untuk mebuat keputusan penting dalam menngeksekusi rencana pemasaran. Dalam proses marketing, 4P ada pa da tahap menyalurkan customer value dan mengkomunikasikannya kepada pasar, dan ber main di level eksekusi Menurut McCarthy, marketing mix merupakan klasifikasi untuk membangun strategi pemasaran yang efektif meliputi product, price, place, dan promotion . a) Product (produk) Sebuah produk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Salah satu kunci membangun strategi pemasaran adalah menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Sebagus apapun produk yang ditawarkan jika tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan akan ditolak. Produk-produk perusahaan bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu produk utama dan produk pendukung. Survey kebutuhan pelanggan perlu dilakukan agar produk yang diberikan sesuai dengan pilihan mereka. Perusahaan perlu memperhatikan pula hal -hal yang berkaitan deng an produk yang dihasilkan, antara lain fisik, kualitas, kemasan, style, ketahanan, instalasi, purna jual, merek, garansi, dan fitur. b) Price (harga) Merupakan harga produk yang akan dij ual sesuai dengan target pasar. Yang termasuk dalam kategori harga antara lain harga dasar, kebijakan harga, variasi harga, dan pembayaran . Harga Dasar Harga menjadi sesuatu yang cukup sensitif bagi pelanggan, salah satu yang menjadi pertimbangan dalam membangun strategi pemasaran adalah menentukan harga yang pas. Prinsip utama dalam menentukan harga adalah menghitung keseluruhan biaya yang diperlukan. Dari situ, tinggal ditambahkan berapa persen lab a yang ingin diperoleh untuk kepentingan pengembangan dan penghitungan berapa tahun akan balik modal. Kebijakan Harga Kebijakan harga biasanya menimbulkan administered prices – dengan sengaja menetapkan harga. Dengan kata lain, daripada membiarkan
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 56 kekuatan pasar harian menentukan harga, kebanyakan perusahaan menetapkan harganya masing -masing. Mereka akan menjaga harganya tetap dalam jangka waktu yang lama atau berubah lebih sering jika ada kebutuhan untuk mencapai tujuan. 1) Kebijakan satu harga (one -price policy) berarti menawarkan harga yang sama kepada semua pelanggan yang berbelanja produk pada kondisi dan jumlah sama. 2) Flexible-price policy berarti menawarkan produk yang sama dan jumlah kepada pelanggan yang berbeda pada harga yang berbeda. Beberapa penjualan membiarkan potongan harga menjadi sebuah kebiasaan. Ini bisa menyebabkan pengurangan harga dan keuntungan. Flexible pricing mempunyai kerugian. Seorang pelanggan yang menemukan pembeli lain mendapatkan harga yang lebi h murah untuk pasaran yang sama akan merasa tidak bahagia. Ini bisa menimbulkan konflik. Kebijakan Tingkat Harga – Terhadap Siklus Produk 1) Kebijakan pengurangan harga ( skimming price policy ) mencoba menjual puncak sebuah pasar – puncak kurva permintaan - pada harga tinggi sebelum pelanggan sensitive dengan harga. skimming memaksimalkan keuntungan pada tahap perkenalan pasar dengan sebuah inovasi, terutama jika mereka sedikit digantikan atau jika beberapa konsumen bukan price sensitive. 2) Penetrating pricing pol icy mencoba menjual di seluruh pasar pada harga murah. Pendekatan ini mungkin lebih bijak ketika pasar golongan atas (elite) – yang membayar lebih mahal – itu kecil. Kasus ini terjadi ketika seluruh kurva permintaan hampir elastik. 3) Introductory price deali ng – potongan harga sementara. Harga murah menarik pelanggan. Oleh karena itu, penjual sering menggunakan harga perkenalan untuk mempercepat produk baru masuk pasar dan konsumen tertarik. Rencana ini adalah untuk menaikkan harga setelah penawaran perkenala n selesai. Dengan demikian diharapkan target pelanggan akan memutuskan untuk tetap membeli dengan harga biasa.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 57 Kebijakan Diskon – Pengurangan dari Daftar Harga 1) Diskon (potongan harga) adalah pengurangan dari daftar harga yang diberikan oleh penjual. Disko n sangat bermanfaat dalam perencanaan strategi pemasaran 2) Quantity discount adalah diskon yang ditawarkan untuk mendorong konsumen membeli barang dalam jumlah yang lebih banyak. Ada 2 jenis jumlah diskon: a. Cumulative quantity discount berlaku untuk pembelian lebih dari periode yang diberikan serta mendorong pengulangan pembelian dengan menurunkan ongkos konsumen untuk pembelian tambahan. Cara ini digunakan untuk mengembangkan kesetiaan dan hubungan terus -menerus dengan konsumen. b. Noncumulative quantity discoun t berlaku hanya pada pemesanan individual. Diskon ini mendorong pembeli pemesanan lebih besar tapi tidak mengikat pembeli pada penjual setelah satu pembelian. 3) Seasonal discount adalah diskon yang ditawarkan untuk mendorong pembeli untuk membeli lebih awal daripada kebutuhan permintaan. Jika digunakan oleh pengusaha pabrik, diskon ini cenderung menggeser fungsi penyimpanan lebih jauh sepanjang channel. Cara pembayaran Kebanyakan penjualan adalah kredit. Penjual mengirim tagihan melalui surat atau secara elektronik, dan accounting depa rtement pembeli akan memproses untuk pembayaran. Beberapa perusahaan bergantung pada supplier untuk modal sementara (kredit). Oleh karena itu, penting bagi kedua pihak menetapkan kesepakatan pembayaran – termasuk tersedianya diskon tunai dan mengerti tentang syarat -syarat pembayaran yang biasa dilakukan. c) Place (Tempat) Merupakan kebijakan pemilihan saluran distribusi dan outlet. Di dalamnya termuat ruang lingkup pasar, variasi saluran distribusi, lokasi, dan logistik. Lokasi atau tempat yang kita masuki juga menentukan keberhasilan menggarap target pasar.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 58 Dalam hal distribusi, perlu juga dipikirkan bagaimana produk yang kita buat akan sampai kepada konsumen. Perlu dipikirkan apakah produk kita jual secara langsung atau dipercayakan kepada distributor dan agen untuk penyebarannya. Saluran distribusi terbagi menjadi 3 (tiga), yakni: 1) Saluran langsung Ketika produsen suatu produk melakukan transaksi secara langsung dengan pelanggan maka tidak ada keterlibatan perantara pemasaran 2) Saluran satu tingkat Terdapat satu pera n pemasaran di antara produsen dan konsumen. Beberapa perantara pemasaran disebut dengan pedagang menjadi pemilik produk dan menjualnya kembali 3) Saluran dua tingkat Dimana terdapat dua perantara pemasaran di antara produsen dan konsumen yaitu distributor dan peritel . Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan masing -masing saluran distribusi: Adapun bentuk transportasi distribusi antara lain dengan menggunakan truk, kereta api, udara, air, saluran pipa. Untuk mempercepat proses distribusi, perusahaan dapat mempe rlancar saluran distribusi, menggunakan internet , dan memadukan proses produksi dangan proses distribusi.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 59 d) Promotion (Promosi) Promosi adalah usaha -usaha sadar untuk melakukan sosialisasi, penerangan, dan pemberitahuan kepada masyarakat tentang berbagai informasi mengenai produk yang ditawarkan. Aktivitas promosi melibatkan berbagai bentuk dan variasi yang sangat beragam. Tinggal bagaimana para pengelola melakukan berbagai promosi kreatif sesuai d engan kebutuhan dan anggaran promosi yang disediakan. Membuat kemasan produk yang baik dan menarik merupakan salag satu bentuk promosi yang cukup baik dan efektif. Yang termasuk di dalam bauran promosi antara lain iklan, personal selling, direct selling, sponsorship, publikasi (PR), sales promotion. Kombinasi beberapa promosi dikenal sebagai promotion mix. Iklan merupakan bentuk promosi yang paling tradisional . Iklan adalah pemasangan informasi produk di berbagai media dan penerbitan mulai dari koran, majalah, tabloid, televisi, dan juga radio. Iklan memang efektif menjangkau khalayak yang luas, tetapi dari sisi biaya memang membutuhkan anggaran yang besar. Jika terasa bahwa biaya iklan di media massa cukup besar, bisa dicoba bentuk lain yaitu dengan bro sur, leaflet, dan juga spanduk yang dipasang di sekitar wilayah di mana konsumen berada. Dengan demikian, informasi lengkap tetap bisa didapatkan oleh target konsumen kita. Di samping itu, juga dikenal word of mouth (dari mulut ke mulut) yang merupakan promosi yang dirasa paling efektif. Bentuk promosi ini adalah di mana satu orang memberikan penjelasan kepada orang lain karena merasa mendapatkan manfaat yang baik dari produk atau jasa yang digunakan. Promosi ini sangat efektif karena biasanya orang lebih p ercaya kepada apa yang dikatakan oleh saudara ataupun teman -teman yang sudah merasakan terlebih dahulu. Pada akhirnya, aktifitas promosi apapun dalam perusahaan tidak bisa berjalan efektif jika secara internal tidak memperhatikan faktor kualitas sebuah perusahaan. Dengan kualitas produk yang baik, ditambahkan komunikasi yang mengena, maka aktifitas perusahaan bisa berjalan dengan baik.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 60 Bauran pemasaran ini juga dapa t dilihat dari sudut pandang costumer seperti yang dikemukakan oleh Philip Kotler. Kotler menyatakan bauran pemasaran dari sudut pandang pembeli yakni (4C): • Customer needs and wants Merupakan keinginan dan kebutuhan pembeli akan suatu produk ; • Cost of the buyers Biaya atau ongkos yang harus dikeluarkan pembeli untuk mendapatkan sebuah produk; • Convenience Kenyamanan atau kemudahan pembeli untuk mendapatkan produk yang diinginkan; • Communication Saluran komunikasi yang dipakai pembeli untuk memperoleh informasi mengenai suatu produk. Langkah –langkah dalam mendefinisikan dan mengembangkan m arketing mix yang tepat: 1. Mulai mengidentifikasi produk atau jasa yang akan dianalisis ; 2. Cobalah untuk memberikan pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana jika” ; 3. Cobalah untuk menguji penawaran dari perspektif konsumen ; 4. Ubah dan optimalkan marketing mix ssuai dengan informasi dan fakta yang tersedia; 5. Lihat kembali marketing mix secara rutin, barangkali ada e lemen yang memerlukan perubahan produk dan pasarnya, pertumbuhannya, kematangan, serta daya adaptasi.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 61 BAB VI ASPEK KEUANGAN Studi aspek keuangan be rtujuan untuk mengetahui perkiraan pendanaan dan aliran kas proyek bisnis, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya rencana bisnis yang dimaksud. Yang akan dipaparkan pada bab ini adalah:  Kebutuhan dana serta sumbernya  Penentuan kebijakan aliran kas,  Kajian mengenai biaya modal ,  Penilaian rencana bisnis . PENGANTAR Tujuan menganalisis aspek keuangan dari suatu studi kelayakan proyek bisnis adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan, dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal, kemampuan proyek untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditentukan dan menilai apakah proyek akan dapat berkembang terus. 6.1 Kebutuhan Dana Dan Sumbernya Untuk merealisasikan proyek bisnis dibutuhkan dana untuk investas i. Dana tersebut diklasifikasikan atas dasar aktiva tetap berwujud seperti tanah, bangunan, pabrik dan mesin-mesin serta aktiva tetap tak berwujud seperti paten, lisensi, biaya - biaya pendahuluan dan biaya -biaya sebelum operasi. Di samping untuk akt iva tetap, dana juga dibutuhkan untuk modal kerja, yang diartikan sebagai modal kerja bruto (menunjukkan semua investasi yang diperlukan untuk aktiva lancar). Menghitung modal kerja dapat menggunakan metode yang didasarkan pada waktu yang diperlukan dana sejak kel uar dari kas sampai kembali menjadi kas. Setelah jumlah dana yang dibutuhkan diketahui, selanjutnya yang perlu ditentukan adalah dalam bentuk apa dana tersebut didapat, yang jelas, yang akan dipilih adalah sumber dana yang mempunyai biaya paling rendah da n tidak menimbulkan masalah bagi perusahaan yang mensponsorinya. Beberapa sumber dana yang penting antara lain adalah:
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 62 1. Modal pemilik perusahaan yang disetorkan. 2. Saham yang diperoleh dari penerbitan saham di pasar modal, 3. Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dan dijual di pasar modal. 4. Kredit yang diterima dari bank. 5. Sewa guna (leasing) dari lembaga non -bank. 6.2 Aliran Kas (Cash Flow) Laporan perubahan kas ( cash flow statement ) disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenal perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber -sumber kas dan penggunaan-penggunaannya. Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi lik uiditasnya. Prinsip kehati-hatian perlu diterapkan dalam menentukan tingkat hkuiditas ini, karena jika tingkat likuiditasnya tinggi dapat saja disebabkan oleh tingkat perputaran kas yang rendah, keuntungan perusahaan pun rendah. Begitu pula sebaliknya, jik a tingkat likuiditasnya rendah atau jumlah kas sedikit disebabkan misainya oleh tingkat perputaran kas yang tinggi, memang akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, tetapi menjadi tidak likuid jika terjadi kebutuhan dana secara mendadak. Salah satu proyeksi keuangan lainnya yang dapat dianggap penting untuk dapat menilai sampai seberapa jauh proyek investasi komersil yang didirikan dapat dianggap fisibel adalah proyeksi peredaran keuangan atau yang lazim disebut projected cash flow. Proyeksi aliran kas menunjukan penyajian yang sistematis tentang penerimaan dan pengeluaran kas selama periode operasi tertentu serta menggambarkan penentuan saldo kas akhir pada laporan neraca. Dari proyeksi peredaran keuangan inilah dapat ditentukan sampai seberapa jauh proyek dapat menghasilkan income yang merupakan salah satu pendapatan dari proyek kalau telah berjalan nanti. Untuk selanjutnya dibandingkan pada besarnya pengeluaran - pengeluaran yang harus dibuat untuk melaksanakan jalannya proyek. Keadaan proyeksi peredaran kas (cashflow) tiap-tiap tahun dapat dilihat dengan memperhatikan jumlah pemasukan dan jumlah pengeluaran yang terjadi pada tahun yang bersangkutan.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 63 Tabel 6.1 Perhitungan arus kas Items Tahun 1 …… Tahun n 1.Arus kas masuk : Penerimaan Nilai sisa aktiva Nilai sisa modal 2.Arus kas keluar : Biaya pra operasi Biaya invesatasi Biaya operasi Tambahan biaya Pajak Arus kas bersih (1-2) Rp.xxx,- Rp.xxx Rp.xxx Penerimaan dan pengeluaran kas ada yang bersifat rutin dan ada pula yang bersifat insidentil. Sumber -sumber penerimaan kas dapat berasal dari: 1. Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap, atau adanya penurunan aktiva tidak lancar yang diimbangi dengan penambahan kas. 2. Adanya emisi saham maupun penambahan. modal oleh pemilik dalam bentuk kas. 3. Pengeluaran surat tanda bukti utang serta bertambahnya utang yang diimbangi dengan pencrimaan kas. 4. Berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas, misainya berkurangnya persediaan bara ng dagangan karena adanya penjualan secara tunai. 5. Adanya penerimaan kas misalnya karena sewa, bunga, atau dividen. Sedangkan pengeluaran kas dapat disebabkan oleh transaksi -transaksi sebagai berikut: 1. Pembelian saham atau obligasi dan aktiva tetap lainnya. 2. Penarikan kembali saham yang beredar dan pengembalian kas perusahaan oleh pemilik perusahaan. 3. Pembayaran angsuran atau pelunasan utang. 4. Pembelian barang dagangan secara tunai. 5. Pengeluaran kas untuk membayar dividen, pajak, denda, dan l ain sebagainya.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 64 Ada juga transaksi -transaksi yang tidak mempengaruhi uangkas antara lain adalah, 1. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi, dan deplesi terhadap aktiva tetap, ' intangible assets' dan 'wasting assets'. 2. Adanya pengakuan kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan piutang maupun tidak dan adanya penghapusan piutang tak tertagih. 3. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki serta penghentian penggunaan aktiva tetap karena telah habis disus ut atau sudah tidak dapat dipakat lagi. 4. Adanya pembayaran dividen dalam bentuk saham (stock dividend), adanya pembatasan penggunaan laba serta adanya penilaian kemball aktiva tetap yang ada. Berkaitan dengan studi kelayakan bisnis, per hitungan terhadap aliran kas penting dilakukan karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersihnya yang bagi investor justru lebih penting untuk diketahui. Hal ini mudah dimengerti mengingat hanya dengan kas bersih ini perusahaan dapat melaksanakan pembayaran kewajiban finansial. Kas mempunyai tiga komponen utama, yaitu Initial Cash Flow yang berhubungan dengan pengeluaran untuk investasi dan Operational Cash Flow yang biasanya mempunyal selisih neto yang positif yang dapat dipakaiuntuk mencicil pengemballan investasinya. Yang ketiga, yaitu Terminal Cash Flow yang merupakan cashflow dari nilal s isa aktiva tetap yang dianggap sudah tidak mempunyal n ilai ekonomis lagi dan pengembalian modal kerja awal. Aliran kas nilai sisa ini dikenal pajak jika nila i jualnya lebih besar daripada nilai buku. Kelebihan nilal jual ini (yang merupakan capital gains) dikenal pajak. 6.3 Biaya Modal (Cost Of Capital) Konsep cost of capita l (biaya-biaya untuk menggunakan modal) dimaksudkan untuk menentukan berapa besar biaya rill dari masing -masing sumber dana yang dipakai dalam berinvestasi. Kita perlu menentukan biaya penggunaan modal rata - rata dari keseluruhan dana yang akan dipakal, seh ingga berdasarkan hal ini patokan tingkat keuntungan yang layak ( cut off rate) dari proyek bisnis ini dapat diketahui. Untuk menghitungnya, karena garis besar sumber -sumber pembelanjaan terbagi
    • atas utang dan modal sendiri, biaya modal dari masing -masing sumber harus dihitung, misainya penilaian investasi dari biaya utang, aliran kas yang dihitung setelah pajak, demikian pula terhadap biaya modal sendiri. Rincian analisis biaya dari kedua sumber pembelanjaan dipaparkan secukupnya seperti dituangkan berikut ini berdasarkan contoh yang baik sekali dari Husnan dan Suwarsono (1994). 1. Biaya Utang Biaya utang untuk jangka panjang maupun jangka pendek dapat dihitung, misalnya dengan menggunakan konsep present value. Perhatikan contoh berikut ini. Misalkan, perusahaan mengeluarkan obligasi (surat tanda utang) untuk waktu 5 tahun, nilai nominal Rp. 100.000 dengan tingkat bunga 16% per tahun. Apabila obligasi ini laku d ijual seharga Rp. 96.000 maka penghitungan biaya utang yang ditanggung perusahaan adalah: 96.000.0 = 16.000 + …. + 16.000 + 100.000 (1+kd) (1+kd) 5 (1+kd) 5 Untuk menyelesaikan persamaan ini, dapat dilakukan dengan coba -coba dan interpolasi. Kalau kita menggunakan kd = 18%, maka setelah dihitung, sisi sebelah kanan sama dengan (=) akan bernilai Rp.93.740 . Kalau menggunakan kd = 17%, nilai sisi kanan menjadi Rp.96 -790. Yang dicari adalah kd yang membuat sisi kanan persamaan = Rp. 96.000. jadi, kd yang membuat nilai sis i kanan = Rp. 96.000berada di antara 17% dan Selanjutnya, gunakan teknik interpolasi, has ilnya seperti ini: 18%. Selisih antara Rp. 96.790 - Rp. 96.000 = Rp. 790. Kalau 1916 sama dengan Rp. 3.050 maka untuk sellsih yang bernilai Rp. 96.000 akan sama dengan
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 66 790/3.050 x 1% = 0,26%. jadi, kd yang mem buat sisi kanan persamaan sama dengan Rp. 96.000 adalah: kd = 17% + 0,26% = 17,26% Biaya utang kd ini belum dipotong pajak. jika akan dipotong pajak, dengan notasi biaya utangnya menjadi kd, dapat dihitung dengan rumus: dimana t = tarif pajak k*d = Kd(1-t) Kalau dimisalkan tarif pajak 30%, maka dengan menggunakan contoh di atas di mana kd = 17,26%, maka: k*d = 17,26 (1-0,30) = 12,08% 2. Biaya Modal Sendiri Kelompok biaya modal sendiri dapat dibagi atas biaya saham preferen, biaya saham biasa, dan biaya laba ditahan. Paparannya disajikan berikut ini. a) Biaya Saham Preferen . Saham preferen memberikan penghasilan berupa dividen yang tetap kepada, pemiliknya yang diambilkan dari laba bersih setelah pajak. b) Biaya Saham Biasa. Biaya saham biasa merupakan suatu tingkat keuntungan minimal yang harus diperoleh suatu investasi yang dibelanjai oleh saham biasa. c) Biaya Laba yang Ditahan. Biaya laba yang ditahan pada prinsipnya sama dengan biaya dari saham biasa. Bedanya, untuk biaya saham biasa memili ki floatation cost, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan proses saham, sedangkan menggunakan dana dari laba yang ditahan tidak memerlukan biaya. Telah disebutkan di atas bahwa biaya penggunaan modal rata -rata dari keseluruhan dana yang akan dip akai perlu diketahui untuk menentukan nilai investasi. Kalau berinvestasi menggunakan modal sendiri maka cut offrate-nya adalah biaya modal sendiri. Sedangkan, investasi yang
    • menggunakan biaya sendiri dan utang, cut off rate -nya mempertimbangkan biaya moda l balk dari utang maupun dari modal sendiri. Salah satu cara untuk menghitung cut off rate -nya adalah dengan menghitung biaya modal rata -rata tertimbang setelah pajak yang caranya adalah mengalikan antara besar biaya modal dari masing - masing sumber pembela njaan dengan proporsi dana yang digunakan. Misal: Jika biaya-biaya utang dan modal diketahui, juga masing -masing proporsinya, maka dapat dihitung cut off rate-nya: Tampak bahwa biaya modal rata -rata tertimbang adalah 23,66%. Biaya modal ini, kemudian ki ta pakal sebagai cut off rate dalam menilai usulan investasi tersebut. 6.4 Laporan Keuangan 1. Harga pokok penjualan Penjualan atau ongkos-ongkos yang terjadi dalam menentukan harga pokok penjualan (COGS) antara lain adalah ongkos bahan langsung, ongkos buruh langsung, dan overhead pabrik. Overhead pabrik ini antara lain terdiri dari ongkos bahan tidak langsung, ongkos buruh langsung, depresiasi, ongkos materlial handling, dan sebagainya. tidak
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 68 Gambar 6.1 Format laporan harga pokok penjualan 1. Biaya bahan langsung Persediaan awal Rp. Pembelian Rp. . Bahan siap pakai Rp. Persediaan akhir Rp. . Bahan langsung yang Rp. 2. Biaya pekerja langsung Rp. 3. Biaya pabrik tak langsung a. Bahan tak langsung Rp. b. Pekerja tak langsung Rp. c. Depresiasi bangunan Rp. d.Depresiasi mesin/peralatan Rp. e.Perawatan bangunan Rp. f.Perawatan mesin/peralatan Rp. g. Pajak bumi dan bangunan Rp h. Asuransi kebakaran Rp i.Lain-lain Rp. JUMLAH BIAYA PRODUKSI Rp. 4. Produk setengah jadi Persediaan awal Rp. Persediaan akhir Rp. . Rp HARGA POKOK PENJUALAN Rp. 2. Rugi laba (Income Statement) Perhitunganlabarugi( incomestatement)adalahlaporankeuanganyangmeny ajikanmengenai seluruhhasiloperasi(pendapatan/ profitabilitas)danbebanyangdikeluarkans elamasatuperiode waktutertentu.Laporaninimenunjukanbagaimanaperusahaanmenghasilkan keuntunganatau kerugian.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 69 Berikut ini contoh laporan laba rugi : Gambar 6.2 Format laporan laba rugi PT. “XYZ” Laporan Laba/Rugi Per 31 Desember ..... Hasil Penjualan Rp..... Harga Pokok Produksi Rp...... Laba Kotor dari Penjualan Rp...... Biaya Operasi Biaya Pemasaran Rp....... Biaya Administrasi Rp....... + Rp...... Laba bersih dari Operasi Rp........ Penerimaan/Pengeluaran lain -lain Penerimaan lain-lain Rp........ Pengeluaran lain-lain Rp........ + Rp...... _ Laba bersih sebelum pajak Rp....... Pajak Penghasilan Rp....... _ Laba bersih setelah pajak Rp....... Perkiraan laba rugi adalah salah satu proyeksi keuangan yang menggambarkan perkiraan - perkiraan keuntungan atau kerugian yang bakal diperlukan diperusahaan dalam suatu jangka waktu. Perkiraan laba rugi pada umumnya berisi : a) Sumber-sumber pendapatan b) Harga pokok dari barang-barang yang terjual dan jumlah dari seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan (hasil penjualan tersebut).
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 70 c) Pendapatan bersih (net income), laba bersih (net profit), ataupun rugi bersih (net loss)untuk jangka waktu tertentu . 3. Neraca (Balance Sheet) Neracamenggambarkanaktivalanc ardanaktivatetapdarisuatu perusahaan,jugamenggambarkan totalkewajibandanmodalyangharusdipenuhiperusahaan. Dalam penetuan nilai aktiva (aset) tetap perusahaan diperlukan perhitungan depresiasi/penyusuta n terhadap nilai aset dari harga belinya. Depresiasi adalah penurunan dalam nilai fisik properti seiring dengan waktu dan penggunaannya. Dalam konsep akuntansi, depresiasi adalah pemotongan tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak sehingga pengaruh waktu dan penggunaan atas nilai aset dapat terwakili dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Beberapa metode perhitungan depresiasi akan diberikan sebagai berikut: a. Metode garis lurus (straight -line, SL) Depresiasi suatu aktiva tetap dilihat dari anggapan bahwa lamanya suatu aktiva tetap dalam peranannya dalam usaha mendapatkan penghasilan, peranan aktiva tetap tersebut sama besarnya tanpa memandang lama atau barunya aktiva tetap tersebut. Nilai sisa atau nilai residu dapat diikutsertakan dalam perhitungan . Penurunan asset terjadi secara linear terhadap waktu atau umur asset tersebut dimana: Dt = besarnya depresiasi tahun ke tahun P = ongkos awal barang tersebut S = nilai sisa dari barang tersebut N = masa pakai( umur barang) Biaya Depresiasi Tahunan = Biaya Aktiva Tetap – Nilai Sisa Umur Manfaat Aset(tahun) Contoh perhitungan depresiasi dengan garis lurus(straight -line) Budi membeli sebuah laptop baru seharga Rp 2.400.000,00 , adapun umur laptop tersebut diperkirakan 4 tahun jika dengan cara
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 71 menggunakan dengan baik dan sesuai peraturan, sebelum akhirnya dijual. Pada saat dijual kembali diperkirakan harga barang tersebut menyusut dari harga belinya sebesar Rp 400.000,00. Berapakah biaya depresiasi tahunan? Penyelesaiannya: Diketahui: Biaya awal laptop tetap Rp 2.400.000,00 Umur manfaat laptop 4 tahun Nilai sisa/ harga penyusutan dari laptop tersebut Rp 400.000,00 Ditanyakan : Biaya depresiasi tahunan.....? Dijawab : Biaya depresiasi tahunan = biaya awal – nilai sisa Umur manfaat = Rp 2.400.000 – Rp 400.000 4 = Rp 2.000.000 4 = Rp 500.000 b. Metode declining balance (DB) / metode saldo menurun Depresiasi suatu aktiva tetap dilihat dari anggapan bahwa aktiva tetap baru sangat besar peranannya dalam usaha mendapatkan penghasilan, peranan aktiva tetap tersebut semakin lama semakin mengecil seiring dengan semakin tuanya aktiva tetap tersebut. Nilai sisa atau nilai residu tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Satu - satunya metode depresiasi yang menggunakan nilai buku. Rumus Depresiasi Saldo Menurun : ={ (100%/umur ekonomis)x2 }x Nilai Perolehan/NilaiBuku Contoh perhitungan Metode declining balance (DB) PT. SEJAHTERA ABADI membeli peralatan kantor pada tanggal 21 Januari 2012 seharga Rp. 50.000.000, - dengan nilai sisa
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 72 diperkirakan sebesar 5% dari harga perolehan. Umur ekonomis 4 tahun ( nilai sisa tidak digunakan hanya jebakan saja). Depresiasi 2012 = { ( 100% /4) x 2 } x Rp. 50.000.000 = Rp. 25.000.000,- c. Metode sum-of-the-years-digits (SYD) /metode angka tahun Metode Sum-of-Year-Digit penurunan aset dibebankan lebih besar pada tahun-tahun awaldan semakin kecil sampai tahun -tahun berikutnya tingkat depresiasi. Konsepnya sama dengan metode saldo menurun, yaitu aktiva tetap masih baru jumlah depresiasi besar, kemudian makin lama makin kecil.Nilai sisa dapat digunakan dalam perhitungan. Angka tahun dapat dihitung dengan menggunakan : Rumus = N (N+1)/2 Contoh perhitungan Metode sum-of-the-years-digits (SYD)/ metode angka tahun PT. JAYA ABADI membeli mesin foto copy seharga Rp. 10.000.000 umur 4 tahun pada tanggal 21 Januari 2012. Jawab : Jumlah angka tahun = 4+3+2+1= 10 Depresiasi 2010 = 4/10 x Rp. 10.000.000 = Rp. 4.000.000 Perhitungan nilai depresiasi dapat menggunakan salah satu dari beberapa metode yang telah diberikan di a tas, nilai tersebut digunakan untuk mengurangi nilai aset (kecuali tanah) sehingga memperoleh nilai buku aktiva tetap.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 73 AKTIVA Aktiva Lancar Gambar 6.3 Format Laporan Neraca PT.”XYZ” Neraca per 31 Desember … Kas dan bank Rp. Piutang usaha Rp. Persediaan Rp. + Total Aktiva Lancar Rp. Aktiva Tetap Tanah Rp. Bangunan Rp. Depresiasi bangunan Rp Mesin & Peralatan Rp Depresiasi peralatan (Rp. ) + Total Aktiva Tetap Rp. + TOTAL AKTIVA Rp. . KEWAJIBAN DAN UTANG Kewajiban Lancar : Utang usaha Rp. Utang pajak Rp. + Total Kewajiban Lancar Rp. Kewajiban Jangka Panjang Rp. + Total Kewajiban Rp. MODAL Laba yang ditahan Rp. + Total Modal Rp. + TOTAL KEWAJIBAN DAN UTANG Rp. . Neracaterdiridariaktivadankewajibanditambahdenganmodalpemegangsaha m.Nilaiaktivaharus sama dengan nilai kewajiban ditambah dengan modal pemegang saham. Aktiva Kewajiban Aktiva lancar Kas Piutang dagang Sediaan Aktiva tetap Tanah/bangunan Hutang lancar Wesel bayar Hutang dagang Akrual Hutang jangka panjang Hipotek Peralatan Modal pemegang saham (MPS)
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 74 6.5 Studi Kelayakan Bisnis Hal utama yang perlu dikaji mengenai kelayakan aspek keuangan dalam pembangunan proyek bisnis hingga implementasi binsis me liputi: 1. Menghitung kebutuhan dana untuk aktiva tetap dan modal kerja 2. Menentukan sumber dana 3. Aliran Kas 4. Penilaian Investasi Kebutuhan Dana Dalam memulai usaha, dana yang dibutuhkan dapat dibedakan menjadi dua: kebutuhan memperoleh akti va tetap dan kebutuhan modal kerja. Penggolongan aktiva tetap adalah sebagai berikut: • Aktiva tetap berwujud – Tanah dan pengembangan lokasi – Bangunan dan perlengkapannya – Pabrik dan mesin-mesin • Aktiva tetap tidak berwujud – Paten, lisensi, royalti, copyright, goodwill, dll. – Biaya pendahuluan (studi, survey, izin, dll.) – Biaya sebelum operasi (pelatihan, bunga, percobaan) Selain menentukan kebutuhan aktiva, perusahaan harus dapat menentukan modal kerja yang diperlukan untuk dapat berproduksi. Perhi tungan modal kerja terdiri dari: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead dan biaya lain -lain. Sumber Dana a) Modal Asing Jangka Pendek • Rekening koran • Kredit penjual • Kredit pembeli • Kredit wesel/Kartu kredit b) Modal Asing Jangka Menengah • Pinjaman berjangka (1 – 10 tahun) • Leasing (sale & leaseback, service lease, financial lease)
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 75 c) Modal Asing Jangka Panjang • Obligasi (obligasi biasa, obligasi pendapatan, obligasi yang dapat ditukar dengan saham) • Hipotik d) Modal Sendiri • Saham (saham biasa/common stock, saham preferen/preferred stock, saham kumulatif preferen/cummulative preferred stock ) • Cadangan • Laba ditahan Beberapa saran yang dapat dipertimbangkan dalam penentuan sumber dana: • Aktiva tetap tidak susut sebaiknya didanai oleh modal sendiri. • Aktiva tetap susut sebaiknya didanai modal sendiri atau utang jangka panjang yang jatuh temponya lebih dari usia ekonomis aktiva itu. • Aktiva lancar sebaiknya didanai utang jangka pendek yang jatuh temponya lebih dari periode keterikatan dana pada aktiva itu. • Aktiva lancar permanen sebaiknya sebaiknya didanai modal sendiri atau utang jangka panjang. Aliran Kas Cash flow merupakan aliran kas yang ada diperusahaan selama periode tertentu (periode investasi), menggambarkan berapa uang yang masuk (cash in) dan berapa uang yang keluar ( cash out). Bagi investor seringkali konsep cash flow lebih penting dari konsep laba, karena dengan kas maka perusahaan dapat melakukan investasi dan membayar kewajiban. Komponen aliran kas terdiri dari: initial cash flow, operational cash flow, dan terminal cash flow. Contoh perhitungan cash flow sebagai berikut: • Suatu investasi yang didanai pinjaman 100% menghabiskan dana 100 juta dengan bunga yang berlaku 20% per tahun, memiliki umur ekonomis 2 tahun, tidak memiliki nilai sisa, depresiasi menggunakan metode garis lurus, dengan biaya operasional 70 juta per tahun, menghasilkan pendapatan sebesar 150 juta p er tahun. Diasumsikan pajak 50%, taksirlah laba/rugi per tahunnya . Berapa aliran kas yang masuk?
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 76 Penghasilan Rp 150.000.000,- Biaya Operasional Rp 70.000.000,- Penyusutan Rp 50.000.000, - Rp 120.000.000, - Laba Kotor Rp 30.000.000,- Bunga Rp 20.000.000, - Laba sebelum pajak Rp 10.000.000,- Pajak Rp 5.000.000, - Laba bersih setelah pajak Rp 5.000.000,- Aliran kas masuk = laba bersih + penyusutan + bunga (1 -% pajak) = 5.000.000 + 50.000.000 + 20.000.000 (1 -0,5) = Rp 65.000.000,- Penilaian Investasi • Net Present Value Adalah selisih antara nilai sekarang dari aliran kas terhadap ni lai sekarang dari investasi. Untuk menerapkan metode ini diperlukan penentuan discount rate yang akan digunakan. Discount rate yang relevan pada prinsipnya menggunakan biaya modal rata -rata tertimbang dengan asumsi tingkat risiko proyek sama dengan risiko bisnis perusahaan secara keseluruhan. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut: NPV = ∑ n t=1 NCFt A0 (1+r) t NCF = aliran kas bersih yang diharapkan t = waktu r = discount rate A0 = investasi yang dikeluarkan pada awal tahun atau tahun ke-0.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 77 • Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah metode yang digunakan untuk menilai berapa besar tingkat pengembalian modal dari investasi. IRR adalah tingkat bunga yang membuat NPV sama dengan nol (menyamakan PV aliran kas bersih dengan PV investasi). Untuk mendapatkan tingkat suku bunga acuan dilakukan melalui metode trial & error. Contoh perhitungan IRR sebagai berikut: Aliran kas masuk tahun I sebesar Rp. 200.000, - tahun II sebesar Rp. 300.000,- dan tahun III sebesar Rp. 300.000, - Diketahui nilai sekarang (PV) yang diinvestasikan sebesar Rp. 500.000, - - Jika diasumsikan tingkat bunga 25% maka PV aliran kas: Tahun I 200.000 0,8 160.000 II 300.000 0,64 192.000 III 300.000 0,512 153.600 Total 800.000 505.600 - Jika diasumsikan tingkat bunga 30% maka PV aliran kas: Tahun I 200.000 0,7692 153.846 II 300.000 0,5917 177.515 III 300.000 0,4552 136.550 Total 800.000 467.911 Tingkat Bunga PV Selisih PV 25% 505.600 (+) 5.600 ..... 500.000 0 30% 467.911 (-) 32.089 5% 37.689 37.689
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 78 - Dari hasil perkiraan di atas, maka tingkat bunga antara 25 -30%. Selanjutnya akan dilakukan interpolasi: - Tingkat bunga yang dicari adalah: (5.600/37.689) x 5% = 0,74% IRR = 25% + 0,74% IRR = 25,74% Atau (32.089/37.689) x 5% = 4,26% IRR = 30% - 4,26% IRR = 25,74% • Payback Period Periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas neto. Payback period menggambarkan panjangnya waktu yang diperlukan agar dana yang tertanam pada suatu investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya. Contoh: Proyek Beta memerlukan investasi Rp 10 juta dan diharapkan menghasilkan aliran kas masuk bersih per tahun Rp 3 juta selama lima tahun. Investasi Awal Kas Masuk Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 - Rp 10 juta Rp 3 juta Rp 3 juta Rp 3 juta Rp 3 juta Rp 3 juta Payback Period = Rp 10.000.000 (Rp 3.000.000 x 5) = 0,67 tahun = 8 bulan • Break Even Point (BEP) Analisis Break Even adalah suatu teknik analisis untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume aktivitas. Masalah Break Even baru akan muncul dalam perusahaan apabila perusahaan tersebut mempunyai biaya variabel dan biaya tetap. Suatu perusahaan dengan volume produksi tertentu dapat menderita kerugian dikarenakan
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 79 penghasilan penjualannya hanya mampu menutup biaya variabel dan hanya bisa menutup sebagian kecil biaya tetap . Break Even Point menyatakan volume penjualan dimana total penghas ilan tepat sama besarnya dengan total biaya, sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan juga tidak menderita kerugian. Asumsi dan Keterbatasan Analisis BEP 1. Biaya dalam analisis BEP, Hanya digunakan dua macam biaya, yaitu fixed cost dan variable cost. Oleh karena itu, kita harus memisahkan dulu komponen antara biaya tetap dan biaya variabel. Artinya mengelempokkan biaya tetap disatu sisi dan biaya variabel di sisi lain. Dalam hal ini secara umum untuk memisahkan kedua biaya ini relatif sulit karen a ada biaya yang tergolong semi variabel dan tetap. Untuk memisahkan biaya ini dapat dilakukan melalui dua pendekatan sebagai berikut : a. pendekatan analitis, yaitu kita harus meneliti setiap jenis dan unsur biaya yangterkandung satu per satu dari biaya yang ada beserta sifat-sifat biaya tersebut. b. pendekatan historis, dalam hal ini yang harus dilakukan adalah memisahkan biaya tetap dan variabel berdasarkan angka -angka dan data biaya masa lampau. 2. Biaya tetap (Fixed Cost) Biaya tetap merupakan biaya yang secara total tidak mengalami perubahan,walaupun ada perubahan volume produksi atau penjualan (dalam batas tertentu). Artinya kita menganggap biaya tetap konstan sampai kapasitas tertentu saja, biasanya kapasitas produksi yang dimiliki. Namun, untuk kapasitas pro duksi bertambah, biaya tetap juga menjadi lain. Contoh biaya tetap adalah seperti gaji, penyusutan aktiva tetap, bunga, sewa atau biaya kantor dan biaya tetap lainnya. 3. Biaya variabel (Variable Cost) Biaya variable merupakan biaya yang secara total berubah -ubah sesuai dengan perubahan volume produksi atau penjualan. Artinya asumsi kita biaya variabel berubah -ubah secara sebanding (proporsional) dengan perubahan volume produksi atau penjualan. Dalam hal ini sulit terjadi dalam praktiknya karena dalam penjualan jumlah besar akan ada
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 80 potongan-potongan tertentu, baik yang diterima maupundiberikan perusahaan . contoh biaya variabel biaya variabel adalah biaya bahan baku, upah buruh langsung, dan komisi penju alan biaya variabel lainnya. 4. Harga jual Harga jual maksudnya dalam analisis ini hanya digunakan untuk satu macam harga jual atau harga barang yang dijual atau diproduksi. 5. Tidak ada perubahan harga jual Artinya diasumsikan harga jual per satuan tidak dapat berubah selama periodeanalisis. Hal ini bertentangan dengan kondisi yang sesungguhnya, dimana harga jual dalam suatu periode dapat berubah -ubah seiring dengan perubahan biaya -biaya lainnya yang berhubungan langsung dengan produk maupun tidak. Rumus Break Even Point (BEP) Rumus matematika untuk menentukan BEP adalah : BEP (unit) = Total Biaya Tetap Harga jual per unit – Biaya Variabel/unit BEP (Rp) = Total Biaya Tetap 1 - Total Biaya Variabel Total hasil penjualan Contoh Perhitungan: Perusahaan Indojaya yang bergerak di bidang produksi kain, memiliki : - Biaya tetap sebesar Rp. 300.000, -. - Biaya variabel per unit Rp.40, - - Harga jual per unit Rp. 100, - - Kapasitas produksi maksimal 10.000 unit. Perhitungan Break Even Point Jadi, pada volume produksi 6.000 unit perusahaan masih mendapatkan keuntungan. Ini berarti bahwa BEP -nya terletak di bawah 6.000 unit.
    • Rumus Aljabar/Matematis a. Dasar unit FC BEP (Q) = P – V BEP = Rp 300.000 Rp 100 – Rp 60 = 5000 unit Jadi, jika perusahaan berproduksi di atas 5.000 unit akan mendapatkan keuntungan karena BEP pada 5.000 unit. b.Dasar sales (dalam rupiah) BEP = FC 1 – VC S Rp 300.000 BEP = 1 – Rp 400.000 Rp 1.000.000 = Rp 500.000 Jadi, jika perusahaan memperoleh penghasilan penjualan di atas Rp 500.000, - akan mendapatkan keuntungan karena BEP pada Rp 500.000, - Gambar Break-Even Point
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 82 6.6 Risiko Dalam Aspek Keuangan Di dalam perusahaan, risiko dalam aspek keuangan cukup tinggi. Pada bagian ini risiko keuangan yang akan dipaparkan adalah me ngenal: • Biaya produksi yang berlebihan. • Biaya perusahaan • Utang. Penjelasan risiko-risiko di atas dipaparkan berikut ini. 1. Biaya Produksi yang Berle bihan Biaya produksi yang tinggi akan mengakibatkan harga jual produk yang tinggi pula, sehingga produk akan sulit bersaing di pasar. Cara pengurangan biaya dapat dilakukan dengan beberapa, cara, misalnya melalui efisiensi dan otomatisasi. Efisiensi yang diting katkan dapat mengurangi biaya -biaya, tetapi hal ini memerlukan perencanaan yang baik. Contohnya adalah produk selalu tersedia pada saat diperlukan; tenaga kerja meningkatkan kualitas keria mereka sehingga dapat memperkecil waste. Otomatisasi merupa kan salah satu, jalan keluar untuk mengurangi biaya produksi, yaitu dengan menggantikan peran manusia dengan mesin. Sebe lum penggantian itu, sudah tentu perusahaan harus menghitung untung -rugi dengan cara membandingkan biaya m esin terhadap penghematan pada buruh dan bahan baku. 2. Biaya Overheads yang tinggi Bagi perusahaan berskala besar, blasanya biaya per unit produk yang dihasilkan lebih rendah dari perusahaan yang lebih kecil, hal ini karena misalnya pangsa pasar yang dimilik i lebih besar. Perusa haan yang berkembang cukup pesat pun membutuhkan biaya -biaya tambahan (seperti pegawai, aset, dan lain -lain) untuk mem bantu mendapatkan pasar yang lebih besar pula. Nai knya keuntungan yang diperoleh perusahaan pada gilirannya akan menaikkan biaya, misalnya biaya untuk kenaikan ga ji karyawan, malah juga untuk mendukung kegiatan yang sifatnya sosial. Tapi apabila penjualan mulai menurun dan terus menurun, biaya -biaya perusahaan itu dapat menjadi beban. Oleh karenanya, pemotongan bia ya perlu dilakukan, tetapi hendaknya diprioritaskan pada biaya
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 83 kegiatan-kegiatan yang tidak signifikan untuk menghasilkan pen jualan walaupun tidak mudah melakukannya. 3. Utang Salah satu penyebab terjadinya krisis yang berkepanjangan di negara, Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 lalu adalah utang swasta kepada kreditor asing yang pada saat jatuh tempo ternyata tidak terbayar. Selain utang swasta tersebut, ada lagi kelampok utang yang juga mengakibatkan krisis menjadi terus berkepanjangan.
    • Modul Kewirausahaan IKM -2013 84 DAFTAR PUSTAKA Bohlander, George, Scott Snell. 2010. Managing Human Resources . 15 th Edition.Cengage Learning Brigham, Eugene F. & Houston, Joel F. 2006. Fundamentals of Financial Management. Tenth Edition. Jakarta: Salemba Empat David, Fred R. 1998. Strategic Management . Philippines: Prentice Hall Handoko, Hani. 2011. Dasar Dasar Manajemen Produksi dan Operasi . Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE Husnan, Suad. 1996. Manajemen Keuangan: Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Panjang). Edisi 4. BPFE Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2003. Principle of Marketing. Philipines: Prentice Hall Kotler, Philip, Hermawan Kartajaya, Hui Den Huan, Sandra Liu. 2003. Rethinking Marketing: Sustainable Marketing Enterprise in Asia . Philipines: Prentice Hall Porter, Michael A. 1998. Competitive Advantage: Creating and sustaining superior performance. New York: The Free Press . Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan . Edisi 4. Yogyakarta: BPFE Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi), Edisi 4, Yogyakarta: BPFE Sutrisno. 2000. Manajemen Keuangan : Teori, Konsep dan Aplikasi . Yogyakarta: Penerbit Ekonisia FE UII Umar, Husein. 1999. Riset Strategi Perusahaan . Jakarta: Gramedia