Manajemen asuhan kebidanan intranatal care patologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
396
On Slideshare
396
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
2
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL CARE PATOLOGI MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL CARE PATOLOGI MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL CARE PATOLOGI PADA ‘NY “A” GV PIV A0 DENGAN MASALAH PARTUS LAMA DI RUANG KIA/ KB PUSKESMAS SAMPARA TANGGAL 15-04-2012 No registrasi : Tanggal masuk:15-04-2012 Tanggal pengkajian:16-04-2012 Nama pengkaji:satriani.s I. IDENTITTAS DATA DASAR A. Identitas istri/suami Nama : Umur : Suku : Agama : Pendidikan: Pekerjaan : Alamat : B. Data biologis / 1. Keluhan utama : ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah, tembus belakang di sertai pengeluaran lender campur darah tanggal 15-04-2012 jam 01:00 wita 2. Riwayat keluahan utama a. Mulai timbul : sejak tanggal 15-04-2012 b. Sifat keluhan : hilang timbul c. Lokasi keluhan : abdomen bagian bawah d. Factor pencetus: adanya kontraksi uterus e. Keluhan yang menyertai : cemas f. Pengaruh keluhan terhadap aktivitas: mengnggu g. Usaha klien mengatasi keluahan : istirahat sambil mengelus-elus pinggang 3. Riwayat kesehatan yang lalu -ibu mengatakan telah mendapatkan imunisasi TT lengkap
  • 2. -ibu mengatakan tidak perna menderita penyakit serius seperti: jantung, hipertensi, DM asma dan lain-lain -ibu mengatakan tidak ada riwayat trauma dan transfusi darah -ibu mengatakan tidak ada alergi terhadap obat dan makanan tertentu -ibu mengatakan tidak ada riwayat adiksi terhadap obat, alcohol, dan lain-lain 4. riwat keluarga Ibu mengatakan tidak ada riwayat penyakit menular maupun penyakit keturunan dalam keluarga. 5 riwayat reproduksi a. Riwayat haid : - Menarche : 15 tahun - Siklus haid : 28-30 hari - Durasi : 5-6 hari - Perlangsungan: normal - Dismenorchea:- b. Riwayat obeterik a. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu kehamilan persalinan Masa nifas Hamil ke tahun Umur kehamilan penolong jenis perlangsunga jk Bbl Ku ibu bayi Lama menyusui 1 2000 Aterm bidan spontan normal ♂ 2700 baik 2 tahun 2 2002 Aterm bidan spontan normal ♀ 3200 baik 2 tahun 3 2004 Aterm bidan spontan normal ♀ 3000 baik 2 tahun 4 2006 Aterm bidan spontan normal ♂ 3500 baik 2 tahun 5 2012 Hamil sekarang 2. kehamilan sekarang a. GV PIV A0 b. HPHT: 3-07-2011 TP: 10-04-2012 c. ibu mengatakan hamil yang keempat dan tidak perna keguguran d. ibu mengatakan merasakan pergerakkan janin di rasakan sejak umur kehamilan 16 minggu pada daerah perut kiri ibu atas ibu e. sejak amenore tidak ada spooting, tidak ada nyari perut yang hebat, tidak ada nyeri tekan tidak pusig, atau sakt kepala yang hebat ataupun mual secara berlebihan 6. riwayat ginekologi
  • 3. Ibu mengatakan tidak ada riwayat penyakit menular seksual, infeksi saluran kemih, maupun neoplasma. 7. riwayat KB Ibu mengatakan perna menjadi akseptor KB suntik dan pil 8. riwayat pemenuhan kebutuhan dasar a. kebutuhan nutrisi kebiasaan - Pola makan : nasi, ikan, telur, sayur, kadang buah. - Frekuensi makanan: 3kali perhari - Kebutuhan cairan:6-8 gelas perhari - Ibu mengatakan tidak ada makanan pantangan - Selama inpartu: frekuensi makan ibu kurang baik karena rasa sakit yang di rasakan b kebutuhan eliminasi kebiasaan - Frekuensi BAK : 4-5 kali perhari - Warna/ bau : kekuning-kuningan - Gangguan BAK : tidak ada - Frekuensi BAB : 1-2 kali perhari - Warna/ konsistensi: kuning kecoklatan / lunak - Selama inpartu : ibu mengatakan sering BAK dan belum BAB c kebutuhan kebersihan diri kebiasaan - Keramas 3 kali menggunakan shampoo - Mandi 2 kali menggunakan sabun mandi - Gigi di bersihakan tiap kali mandi, sehabis makan dan sebelum tidur Menggunakan pasta gigi - Kuku tangan dan kaki di potong tiap kali panjang - Genetalia di bersihakan tiap selesai bak dab bab dan mandi menggunakan sabun - Selama inpartu ibu belum dapat membersihkan dirinya secara sempurna d kebutuhan istirahat / tidur kebiasaan - Istirahat / tidur siang pukul 14:00-15:00 wita ( 1 jam ) - Istirahat / tidur malam pukul 21:00-05:00 ( 8 jam ) - Selama inpartu istirahat ibu terganggu karena adanya his 9.pemeriksaan fisik a. pemeriksaan umum
  • 4. - keadaan umum ibu baik - kesadaran composmentis - ttv tekanan darah: 110/80 mmhg Nadi : 80kali permenit Pernafasan : 22kali permenit Suhu : 370 c b pemeriksaan khusus - Kepala rambut , panjang, hitam, tidak berketombe, tidak teraba benjolan - Wajah tidak pucat, tidak ada oedema, ekspresi, wajah cemas - Mata simetris kiri dan kanan , skelera tidak ikterus, konjungtiva tidak pucat - Hidung simetris kiri dan kanan ,tidak ada secret - Telinga simetris kiri dan kanan pendengaran baik, tidak ada secret - Mulut / gigi mulut bersih, bibir, lembab, tidak ada sariawan, tdak ada caries - Leher tidak ada pembesarankelenjar tyroid - Pyudara simetris kiri dan kanan, putting menonjol, tidak teraba massa / benjolan - Abdomen tonus otot perut tidak tegang tegang, pembesaran perut sesuai umur kehamilan, tampak striae albicans dan lina nigra. Palpasi abdomen: a. Lepold 1 : tfu 3 jari di bawa prosecesus xyfodeus, pada fundus uteri teraba bagian yang lunak, letak bundar dan tidak melenting yaitu bokong. b. Lepold 2 : pada sisi kanan perut ibu teraba bagian keras, datar dan memanjang seperti papan, sedangkan pada sisi kiri teraba bagian – bagian kecil ( punggung kanan) c. Lepold 3 : pada bagian terendah janin teraba bagian keras, bundar melenting ( prensentase janin) d. Lepold 4 : bagian terendah janin suda masuk pap - Auskultasi : djj ( + ), frekuensi 140* menit, terdengar kuat, jelas dan teratur pada kuadran kanan perut ibu. - Genetalia - Luar: tampak pengeluaran darah bercampur lender - Pembukaan: jam 08:00 wita  Vagina :elatis  Potrio :tebal  Pembukaan :8 cm  Ketuban : (+)  Presentase :kepala  Posisi :uuk kanan depan  Penurunan kepala :hodge 3
  • 5.  Molase :(-)  Kesan panggul :normal  Plepasan lendir dan darah - Ekstermitas Simetris kiri dan kanan tidak ada oedema pada kedua tungkai c data psikologi Ibu, suami dan keluarga tampak cemas d data social hubungan ibu, suami dan keluarga baik e data spiritual ibu selalu berdoa semoga persalinannya berjalan normal dan selamt II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH AKTUAL GV PIV A0, umur kehamilan 39 minggu 1 hari, intra uterine, tunggal, punggung kanan, prenstase kepala, turunya kepala hodge 3, inpartu kala 1 fase aktif, keadaan umum ibu dan janin baik, dengan masalah nyeri tembus belakang. - Gv piv A0 Dasar: Ds: ibu mengatakan hamil yang keempat kalinya Ibu mengatakan tidak perna keguguran Do: tonus otot perut tidak tegang Tampak striae albicans dan linea nigra Analisis dan interprestasi Tonus otot perut tidak tegang karena sudah terengang oleh kehamilan sebelumnya Linea nigra dan striae albicans tiumbul sebagi akibat terengangnya hormone MHS yang di hasilkan kelenjar hipofisis lobus inferior - Umur kehamilan 39 minggu 1 hari Dasar: Ds: ibu mengatakan hpht : 3-07-2011 Do: tp:10-04-2012 Tfu 3 jari di bawa px Tk : 15-04-2012 Analisis dan interprestasi
  • 6. Dari hpht tanggal 03-07-2011 sampai tanggal kunjungan 15-04-2012 terhitung masa gestasi 39 minggu 1 hari, umur kehamilan 39-40 minggu tfu 3 jari di bawa px. - Intra uterine Dasar: Ds:ibu tidak perna merasa nyeri yang hebat pada trimester 1,2,3 Ibu mengatakan tidak ada nyeri tekan pada abdomen Do:pembesaran perut sesuai umur kehamilan Saat palpasi abdomen ibu tidak merasa nyeri tekan Analisis dan interprestasi Kehamilan intrauterine sejak hamil mudah dapat di pastikan, yaitu perkembagan rahim sesuai dengan tuanya kehamilan, janin teraba intrauterine dan pada palpasi abdomen tidak ada nyeri tekan. - Janin tunggal Dasar: Ds:ibu mengatakan pergerakkan janin di rasakan pada abdomen sebelah kiri Do:pembesaran perut sesuai umur kehamilan Djj(+), hanya terdengar pada kuadran kanan bawah perut ibu Analisis dan interprestasi Pembesaran perut sesuai umur kehamilan, terdengar djj hanya pada sala satu bagian perut ibu , mengidentifikasi kehamilan tunggal. - Janin hidup Dasar Ds: ibu mengatakan pergerakkan janin di rasakan sejak umur kehamilan 4 bulan Do:djj (+) 140*/menit terdengar kuat,jelas dan teratur pada kuadran kanan perut ibu saat palpasi, teraba gerakan janin Djj (+) 140*/menit terdengar kuat, jelas dan teratur dengan frekuensi 120-160*/ menit mengidentifikasi janin hidup - Prensentase kepala Dasar: Ds: lepold 1: pada fundus teraba bokong Do: lepold 2: bagian terendah janin teraba keras, bundar, dan melenting Analisi dan interperstasi Jika pada bagian terendah janin teraba bagian yang keras, bundar dan melenting sedang bagian fundus teraba bokong, hal itu mengidentifikasi presentase kepala. - Punggung kanan Dasar Ds:- Do:lepold 2, jika teraba datar, keras dan memanjang seperti papan, hal tersebut mengidentifikasi punggung janin. - Inpartu kala 1 fase aktif
  • 7. Dasar Ds:ibu mengatakan adanya pengeluaran lendir campur darah Dari vagina Ibu mengatakan nyeri perut tembus belakang sejak tanggal 15-04-2012 jam 01:00 wita Do:vt:pembukaan 8cm,portio tebal, ketuban(+), his 3kali dalam 10 menit durasi 20-40 Tampak pengeluaran lendir campur darah Analisis dan interprestasi Tanda dan gejala inpartu fase aktif nyeri yang di tibulkan adalah nyeri yang berasal dari his persalinan yang di timbulkan adalah nyeri yang berasal dari his persalinan, mulanya persalinan dan di pengaruhi oleh system edokrin dan janin pelepasan lendir darah terjadi karena saat kontraksi segmen bawah rahim yang dan tertarik sehingga pembuluh darah di sekitarnya pecah dan mengakibatkan adanya pelepasan darah. - Keadaan ibu dan janin baik Dasar Ds: ibu mengatakan bahwa keadaan baik Ibu merasakan gerakkan janinnya kuat Do:kesadaran composmentis Ttv tekanan darah: 110/80 mmhg Nadi : 80 kali permenit Pernafasan : 22 kali permenit Suhu: 37o c Tidak ada oedema pada wajah dan ekstermitas Sclera tidak ikterus, konjungtiva tidak pucat Djj (+)140* kali permenit , kuat dan jelas dan teratur Palpasi teraba gerakan janin Analisi dan interprentasi Tanda-tanda vital dan djj dalam batas normal, keadaan umum ibu baik dan ibu dapat berkomunikasi dengan baik, menandakan keadaan umum ibu dan janin baik III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL Tidak ada data yang mendukung terjadinya masalah potensial IV EVALUASI PERLUNYA TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI Tidak ada tindakan yang mendukung terjadinya tindakan kolaborasi. V RENCANA ASUHAN
  • 8. Tujuan : 1.kala 1 fase aktif berlangsung normal 2. keadaan ibu dan janin dalam batas normal 3. ibu mendapatkan dukungan psikologi dari keluarga dan petugas Criteria keberhasilan 1. Kala 1 berlangsung normal 2. Ttv dalam batas normal Td: 110/80mmhg Nadi:80*kali permenit Pernafasan : 22*/menit Suhu : 370 c 3. Ibu merasa aman dan nyaman enghadapi persalinan 4. Ibu dapat beradaptasi secara fisiologi terhadap sakit akibat kontraksi Rencana tindakan 1. Senyum,sapa,salam Rasional: member rasa nyaman pada ibu 2. Lakukan infomend consen Rasional:mempermudah tindakan yang akan di lakukan, karena ibu dapat lebih mengerti dan di ajak berpartisipasi 3. Siapkan alat pertolongan persalinan Rasional :alat persalinan yang lengkap dan siap pakai dapat merpermudah penolong untuk melakukan pertolongan persalinan jika pembukaan sudah lengkap 4. Lakukan pengukuran ttv, keadaan umum, serta pemeriksaan fisik Rasional:data obyektif untuk memgetahui keadaan ibu dan janinnya 5. Beri dukungan pada ibu Rasional: dukungan yang baik dengan memberikan semangat dan sikap optimis seorang ibu dalam menghadapi persalinan 6. Beri informasi tentang nyeri yang di rasakan pada kala 1 Rasional:agar ibu mengerti bahwa nyari yang di rasakan karena membukanya mulut rahim di sertai pergerakkan otot rahim yang menimbulkan rangsangan yang cukup kuat untuk menimbulkan rasa nyeri. 7. Observasi his tiap 30 menit Rasional: kontraksi uterus yang baik menggambarkan keadaan dan kemajuan persalinan baik 8. Ajarkan ibu untuk relaksasi pengaturan nafas panjang Rasional: pada saat kontraksi, menjadi ketengangan yang hebat, yang dapat berkurang jika di lakukan pengaturan nafas panjang, terutama pada saat pengeluaran nafas dari mulut rahim. 9. Anjurkan ibu makan dan minum Rasional: mencegah dehidrasi dan kelelahan serta dapat membantu ibu saat mengedan dalam proses persalinan 10. Anjurkan ibu untuk berjalan di sekitar tempat persalinannya Rasional: membantu mempercepat proses penurunan kepala janin
  • 9. 11. Observasi djj Rasional: untuk mengetahui keadaan janin dalam keadaan baik 12. Anjurkan ibu untuk mengambil posisi yang nyaman, sebaiknya miring kiri Rasional : miring kiri dapat mencegah penekanan vena kavainferior yang dapat menyebabkan kurangnya suplai makanan oksigen dari ibu kepada janinnya. 13. Observasi vt tiap 4 jam Rasional: untuk mengetahui kemajuan persalinan 14. Dokumentasi kemajuan persalinan pada partograf Rasional:memudahkan dalam pengambilan keputusan klinik IV. IMPLEMENTASI 1. Member senyum,sapa, dan salam pada ibu 2. Melakukan infomend consen 3. Menyiapkan alat pertolongan persalinan - I pasang handscoon - 2 buah klem koher - I buah ½ koher - I buah guntuing tali pusat - Pengikat tali pusat 1 buah - Kapas DTT - Has secukupnya - Spuit 3cc - Celemek - Larutan clorin 0,5% - Larutan DTT tempat sampah basah dan kering - Tempat plasenta - - Pengisap lendir - Obat-obatan oxytoksin 1 ampul - Pakaian ibu - Pakaian bayi - 2 buah waslap - Nerbekken - Timbangan bayi - Tensi meter/stethoscope - Lenek - Betadin 4. Melakukan pengukuran ttv, pemeriksaan fisik,dan keadaan umum 5. Memberi dukungan pada ibu 6. Member informasi tentang nyeri kala 1 7. Mengobservasi his tiap 30 menit 8. Menganjurkan ibu untuk relaksasi/. Pengaturan nafas panjang 9. Menganjurkan ibu makan dan minum
  • 10. 10. Engobservasi djj 11. Menganjurkan ibu untuk barbering miring kiri 12. Mengobservasi vt tiap 4 jam 13. Mendokumentasi kemajuan persalinan pada partograf VII. EVALUASI 1. Keadaan ibu baik dan janin baik 2. Ttv dalam batas normal 3. Alat persalinan lengkap 4. Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri yang di rasakan 5. Pemeriksaan dalam pada tanggal 15-04-2012 jam 12:00 wita - Dinding vagina :elastis - Portio :tebal - Pembukaan :10 cm - Ketuban :(+) - Presenrase :kepala - Penurunan :2 - Kesan panggul :normal - Moulase :negatif - Tampak pegeluaran lendir dan darah 6. Observasi his 3kali dalam 10 menit durasi 20-40 detik MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN KALA II I. IDENTIFIKASI DATA DASAR A. Riwayat persalinan sekarang - Ibu mengatakan sudah mengedan cukup lama - Ibu mengatakan sudah lelah mengedan - Ibu mengatakan merasa cemas dan khawatir B. Pemeriksaan fisik - Keadaan umum lemah - Tanda-tanda vital Tekanan darah:90/60mmhg Nadi: 87kali / menit Suhu:370 c Pernafasan:19 kali / menit - Kontraksi uterus 3 kali dalam 10 menit 20-40 detik - Djj (+) 124 kali permenit - Vt jam 12:00 wita -dinding vagina :elastis -portio :tebal -Pembukaan :(10) -ketuban :positif -presentase :kepala
  • 11. -posisi :uuk kanan depan -penurunan kepala :hodge 3 -molase :negatif -kesan panggul :normal -pengeluaran lendir campu darah -ketuban pecah spontan pada pukul 11:50 wita dengan penurunan kepala hodge 4 -ibu mulai di pimpin II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH AKTUAL Inpartu kala II, dengan partus lama, keadaan ibu lemah, keadaan janin baik. - Inpartu kala II Dasar: Ds:-ibu mengatakan ada keinginan untuk mengedan/ meneran dan BAB Do:-kontraksi uterus 3 kali dalam 10 menit durasi 20-40 detik -pemeriksaan dalam, vt jam 19:00, dinding vagina elastic portio tebal. -pembukaan 10 cm, ketuban positif presentase kepala, posisi uuk kanan depan,penurunan kepala hodge 3 panggul normal. - pukul 12:50 ketuban pecah spontan penurunan kepala hodge 4 -vulva dan sfingter ani membuka Analisis dan interprestasi Adapun gejala da tanda kala 2, yaitu ibu ingin meneran, adanya tekanan pada anus, perenium menonjol, vulva dan spingter ani membuka, meningkatnya pengeluaran ledir darah dan tanda pasti pada kala 2, di tentukan melalui periksa dalam dan hasilnya, pembukaan sudah lengkap, terlihat bagian kepala janin melalui introitus vagina. - Partus lama - Dasar Ds:- ibu mengatakan sudah lama meneran/mengedan Ibu mengatakan capek untuk mengedan Do:- kontraksi his 3 kali dalam 10 menit durasi 20-40 detik -pembukaan lengkap 10 cm -proses persalinan kala II memanjang, his tidak adekuat -penurunan kepala hodge 4 -ketuban negative Analisis dan interperstasi Partus lama adalah proses persalinan yang panjang yang mempunyai masalah fase laten yang panjang, persalinan yang telah berlangsungan 12 jam atau lebih bayi belu lahir atau di latasi serviks dikanan garis waspada pada persalinan fase aktif yang di sebabkan oleh his yang efisien, factor janin, factor jalan lahir. - Keadaan umum ibu lemah Dasar
  • 12. Ds:- ibu mengatakan kondisinya lemah -ibu mengatakan keadaannya kurang baik dan merasa pusing Analisis dan interprestasi Keadaan umum kurang baik, di tandai dengan keadaan umum yang terlihat lelah dan lemah III.IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIA Potensial terjadinya gawat janin Dasar: Ds:- ibu mengatakan pergerakkan janin berkurang Do:-djj, terdengar, cepat, dan tidak teratur, kadang negative, frekuensi 102 kali permenit Analisis dan interprestasi Gawat janin dalam persalinan yaitu denyut jantung janin kurang dari 100 kali permenit atau lebih dari 160 kali permenit, gawat janin dapat terjadi dalam persalinan akibat partus lama, perdarahan akibat partus lama, perdarahan, infeksi, ibu yang di abetes dll. IV.PERLUNYA TINDAKAN SEGERA/KOLABORASI Lakukan persiapan rujukan bila terdapat komplikasi pada kala II (proses persalina) V.RENCANA ASUHAN Tujuan 1. Tidak terjadi komplikasi persalinan 2. Kondisi ibu dan janin dalam batas normal 3. Ibu mendapat dukungan psikologi dan keluarga dan petugas 4. Ibu dapat beradaptasi dengan keadaan yang ia alami 5. Djj dalam batas normal Criteria keberhasilan: 1. Persalinana berjalan lancer 2. Ku ibu dan janin baik 3. Ttv dalam batas normal 4. Djj dalam batas normal 120-160 kali permenit 5. Ibu tampak lebih tenang Rencana tindakan 1. Senyum,sapa,salam Rasional:member rasa nyaman pada ibu 2. Jelaskan tentang tindakan yang akan di lakukan dan haisl pemeriksaan yang di anggap perlu
  • 13. Rasional:agar ibu dapat mengetahui tindakan yang akan di lakukan yang juga merupakan bagian dari infoment consent dan agar ibu dapat mengetahui perkembagan kehailannya 3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan dtt untuk periksa dalam Rasional; untuk mencegah terjadinya infeksi 4. Lakukan periksa dalam Rasional:memastikan pembukaan lengkap 5. Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman, lalu bombing ibu untuk meneran saat ada kontraksi. Rasional: posisi yang nyaman saat persalinan dapat mempercepat proses kelahiran bayi. 6. Beri dukungan pada ibu dalam menghadapi persalinan kala II Rasional: dapat menjadi motivasi agar ibu merasa nyaman dalam menghadapi persalinan 7. Berikan cukup cairan pada ibu Rasional:untuk mencegah dehidrasi dan sebagai penambah asupan energy pada ibu dan bayi 8. Pantau djj setiap 15 menit Rasiona: untuk memastikan janin dalam keadaan baik 9. Jika ibu tidak punya dorongan meneran setelah 60 menit, bantu ibu untuk mengubah posisiya secara teratur Rasional:meningkatkan kekuatan yang kualitas kontraksi 10. Jika tidak punya dorongan meneran setelah 60 menit bantu ibu untuk mengubah posisinya secara teratur Rasional:untuk mempercepat penurunan kepala dan proses persalinan 11. Jika bayi tidak lahir dalam 60 menit dan kelahiran bayi tidak akanterjadi rujuk segera Rasional:mencegah terjadinya komplikasi dan menjaga agar ibu dan janin dapat di selamatkan. VII. IMPLEMENTASI 1. Memeberi senyum sapa salam 2. Menjelaskan tentang tindakan yang akan di lakukan dan hasil pemeriksaan 3. Mencuci tangan dan memakai sarung tangan dtt 4. Melakukan pemeriksaan dalam 5. Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman, melakukan bimbingan meneran 6. Member dukungan pada ibu 7. Memberi cukup cairan pada ibu 8. Mengobservasi djj tiap 15 menit 9. Melakukan stimulasi piting susu 10. Membantu ibu merubah posisinya secara teratur 11. Melakukan persiapan rujukan VIII, EVALUASI 1. Tidak ada kemajuan persalinan 2. Djj 182kali permenit cepat tidak teratur kadang negative 3. Ibu di rujuk di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap 4. Ibu tampak cemas