Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Makalah  swaludin AKPER PEMKAB MUNA
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Makalah swaludin AKPER PEMKAB MUNA

  • 196 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
196
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
3
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. DAFTAR ISI: 1. Kata Pengantar.............................................................................................. 2. Daftar isi....................................................................................................... 3. BAB I Pendahuluan...................................................................................... a. Latar Belakang b. Rumusan Masalah c. Tujuan d. Metode 4. BAB II Pembahasan a. Kesehatan pekerja b. Langkah Diagnosis Penyakit akibat kerja c. Manajerial keperawatan okupasi 5. BAB III Penutup a. Kesimpulan b. Saran
  • 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan adalah hak asasi manusia dan merupakan investsi, juga merupakan karunia Tuhan, oleh karenya perku dipelihata dan ditingkatkan kualitasnya. Faktor perilaku dan lingkungan mempunyai peranan yang sangat pentinmg dalam peningkatan kualitas kesehatan, dan merupakan pilar-pilar utama dalam pencapaian Indonesia Sehat 2010/2013. Masalah perilaku menyangkut kebiasaan, budaya, dan masalah-masalah lain yang tidak mudah diatasi. Untuk itu semua perlu peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk hidup sehat, perlunya pengembangan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat. UU no 14 th 1969 ttg ketentuan-ketentuan pokok mengenai tenaga kerja yg memuat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yg sesuai dg martabat manusia dan moral agama, dan pemerintah membina perlindungan kerja yg mencakup norma kesehatan dan higene persh, norma keselamatan kerja, norma kerja dan pemberian ganti rugi, perawatan, rehabilitasi dlm kecelakaan kerja, menekankan perawat sebagai tenaga kesehatan untuk melaksanakan tugas mengenai kesehatan pekerja dengan baik. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belang di atas, maka ditariklah rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa itu kesehatan okupasi (kerja)? 2. Bagaimana langkah diagnosis penyakit akibat kerja? 3. Bagai
  • 3. C. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui dan memahami kesehatan pekerja (okupasi) 2. Mengetahui dan memahami langkah diagnosis penyakit akibat kerja. 3. Mengetahui dan memahami manajerial keperawatan okupasi D. Metode Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah pencarian (browsing) internet.
  • 4. BAB II PEMBAHASAN A. Kesehatan Kerja kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan /kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja /masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggitingginya, baik fisik, mental maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit / gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum sasaran / lingkupnya : manusia pekerja & sekitar sifat : medis higene perusahaan / lingk. kerja adalah spesialisasi dlm ilmu higene beserta prakteknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit kualitatif dan kuantitatif dalam lingkungan kerja dan perusahaan melalui pengukuran yang hasinya dipergunakan unt dasar tindakan korektif kepada lingkungan tersebut serta bila perlu pencegahan, agar pekerja dan masyarakat sekitar suatu perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja serta dimungkinkan mengecap derajat kesehatan setinggi- tingginya sasaran/lingkup : lingkungan kerja sifat : teknik keselamatan kerja adalah keselamatan yg bertalian dg mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan UU no 1 th 1970 – ttg keselamatan kerja
  • 5. isi ttg : - istilah-istilah : temp.kerja, pengurus, pengusaha, direktur, pengawas, ahli keselamatan kerja - ruang lingkup - syarat-syarat keselamatan kerja - pengawasan, pembinaan - p2k3 (panitya pembina keselamatan dan kesehatan kerja) - pelaporan kecelakaan - hak dan kewajiban tk - kewajiban pengurus - pengaturan-pengaturan : ancaman hukuman, peraturan peralatan kewajiban pengurus : -memasang syarat kesl. kerja, uu 1 th 1970, peraturan pelaks. -memasang gambar2 kesl. kerja, bahan2 pembinaan lainnya -menyediakan secara cuma2 apd unt karyawan & orang lain Gangguan Kesehatan Dan Daya Kerja beban kerja : fisik, mental, sosial beban tambahan akibat lingk.kerja : -gol. fisik -gol. fisiologis -gol. kimia -gol. psikologis -gol. biologis kapasitas kerja : -ketrampilan -jenis kelamin -keserasian/fittness -usia -gizi -ukuran tubuh Faktor Fisik faktor fisik adalah faktor didalam tempat kerja yg bersifat fisika diantaranya adalah :  iklim kerja  kebisingan  pencahayaan  Getaran  gelombang mikro, dll Factor Kimia debu: menyebabkan pneumoconiosis, silicosis, asbestosis dll uap menyebabkan: metal fume fever, dermatitis, keracunan
  • 6. gas menyebabkan keracunan mis h2s, co dll larutan menyebabkan dermatitis, keracunan dll awan, kabut yang dapat menyebabkan keracunan Ergonomi pengertian : Mempermasalahkan hal-ihkwal manusia kerja dg tujuan membina keserasian antara kesanggupan tenaga kerja dg sarana kerjanya, tata kerja dan lingkungannya shg diperoleh efisiensi dan produktivitas kerja tinggi dan akhirnya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pekerja.sikap tubuh dlm kerja : • semua pekerjaan sebaiknya dalam sikap duduk / duduk – berdiri bergantian • semua sikap tubuh yang tak alami – hindari. bila tak mungkin usahakan beban statik diperkecil • tempat duduk harus menjamin relaksasi otot-otot, tidak ada penekanan pada paha shg terjaga sirkulasi darah dan sensibilitas pada paha. Gizi Kerja pengertian . gizi kerja adalah nutrisi (zat makanan) yg diperlukan pekerja unt memenuhi kebutuhan sesuai dg jenis pekerjaan, sehingga kesehatan dan daya kerja menjadi setinggi-tingginya. gizi pd umumnya: mempelajari bgmn memberikan makanan sebaik-baiknya shg kesehatan tubuh optimal dipertimbangkan dlm menyusun menu : • pola makan: kebiasaan makanan pokok • kepercayaan / agama: pantang makanan tertentu • keuangan: ekonomis tetapi tetap bergizi • daya cerna: makanan yg biasa dimakan masyarakat sekitar • praktis: mudah diselenggarakan • volume: cukup mengenyangkan • variatif: jenis menu bervariasi Faktor Yg Mempengaruhi Tenaga Kerja :  ekonomi  pengetahuan ttg. gizi  prasangka buruk thd. bahan makanan  faddisme: kesukaan berlebihan thd. jenis makanan tertentu  Lingkungan kerja :  tekanan panas: air 1,9 - 2,8 l, garam 0,1- 0,2 %  pengaruh kronis bahan kimia: vit c mengurangi pengaruh racun  logam berat, larutan organik, fenol, sianida dll  parasit & mikro organisme  psikologis  kesejahteraan tinggi, tanpa perhatian gizi & olah raga
  • 7. C. Manajerial Keperawatan Okupasi Pengertian Upaya kesehatan kerja adalah upaya penyerasian kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun lingkungan agar diperoleh produktifitas kerja yang optimal. Kesehatan kerja adalah semua upaya untuk menyerasikan kapasitas kerja, beban kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat yang ada di sekelilingnya (Depekes, 1995; 2) Hygiene Perusahaan dan Kesehatan kerja (Hyperkes) adalah bagian dari usaha kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada masyarakat pekerja, masyarakat sekitar perusahaan dan masyarakat umum yang menjadi konsumen dari hasil produksi perusahaan tersebut sehingga dapat terhindar dari penyakit-penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan pekerjaan dan lingkungan pekerjaan, dan dapat meningkatkan derajat kesehatan. Langkah-langkah Manajerial Keperawatan Kerja Dalam pelaksanaan kesehatan kerja memerlukan langkah- langkah manajerial untuk menjamin kesehatan dan keselamatan pekerja. Langkah-langkah Usaha Kesehatan Kerja (UKK) merupakan langkah utama dalam manajemen keperawatan okupasi. UKK yang dapat dilakukan di perusahaan adalah : a. Pencegahan dan pemberantasan penyakit-penyakit dan kecelakaan-kecelakaan akibat kerja b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan tenaga kerja c. Perawatan dan mempertinggi efisiensi dan daya produktivitas tenaga kerja d. Pemberantasan kelelahan tenaga kerja e. Meningkatkan kegairahan serta kenikmatan kerja f. Perlindungan masyarakat sekitar perusahaan dari bahaya-bahaya pencemaran yang berasal dari perusahaan g. Perlindungan masyarakat luas dari bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk- produk industri h. Pemeliharaan dan peningkatan higiene dan sanitasi perusahaan seperti kebersihan, pembuangan limbah, sumber air bersih dan sebagainya Ruang Lingkup Upaya Kesehatan Kerja Ruang lingkup kesehatan kerja meliputi berbagai upaya penyerasian antara pekerja dengan pekerja dan lingkungan kerjanya baik secara fisik maupun psikis dalam hal cara/metoda kerja, proses kerja dan kondisi kerja yang bertujuan untuk: 1. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja di semua lapangan pekerjaan yang setinggi-tingginya baik secara fisik, mental maupun kesejahteraan sosialnya. 2. Mencegah gangguan kesehatan masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh keadaan/kondisi lingkungan kerjanya. 3. Memberikan perlindungan bagi pekerja didalam pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor yang membahayakan kesehatan. 4. Menempatkan dan memelihara pekerja disuatu lingkungan pekerjaannya yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis pekerjaannya.
  • 8. 2.1.4 Kapasitas Kerja, Beban kerja dan Lingkungan Kerja Kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja merupakan tiga komponen utama dalam kesehatan kerja, dimana hubungan interaktif dan serasi antara ketiga komponen tersebut akan menghasilkan kesehatan kerja yang baik dan optimal. Kapasitas kerja yang baik seperti status kesehatan kerja dan gizi kerja yang baik serta kemampuan fisik yang prima diperlukan agar seseorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya secara baik. Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. Akibat beban kerja yang terlalu berat atau kemampuan fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan seorang pekerja menderita gangguan atau penyakit akibat kerja. Kondisi lingkungan kerja (misalnya panas, bising, debu, zat kimia, dll) dapat merupakan beban tambahan terhadap pekerja. Beban tambahan tersebut secara sendiri-sendiri maupun bersama- sama dapat menimbulkan gangguan atau penyakit akibatnya. Gangguan kesehatan pada pekerja dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan maupun yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa status kesehatan kerja dari masyarakat pekerja dipengaruhi tidak hanya oleh bahaya-bahaya kesehatan ditempat kerja dan kingkungan kerja tetapi juga faktor-faktor pelayanan kesehatan kerja, perilaku kerja serta faktor-faktor lainnya. Lingkungan Kerja dan Penyakit Yang Ditimbulkannya Penyakit akibat kerja dan atau penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan dapat disebabkan oleh pemaparan terhadap lingkungan kerja. Dewasa ini terhadap kesenjangan antara pengetahuan ilmiah tentang bagaimana bahaya-bahaya kesehatan berperan dan usaha-usaha untuk mencegahnya. Juga masih terdapat pendapat yang sesat bahwa dengan mendiagnosis secara benar penyakit-penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh zat/bahan yang berbahaya dilingkungan kerja, sudah membuat sutuasi terkendalikan. Walaupun merupakan langkah yang penting namun hal ini bukan memecahkan masalah yang sebenarnya. Pendekatan tersebut tetap membiarkan lingkungan kerja yang tidak sehat tetap tidak berubah, dengan demikian potensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan yang tidak diinginkan juga tidak berubah' Hanya dengan diagnosa" dan "pengobatan/ penyembuhan" dari lingkungan kerja, yang dalam hal ini disetarakan berturut-turut dengan "pengenalan/evaluasi" dan "pengendalian efektif" dari bahaya- bahaya kesehatan yang ada dapat membuat lingkungan kerja yang sebelumnya tidak sehat menjadi sehat. Untuk dapat mengantisipasi dan mengetahui kemungkinan bahaya-bahaya dilingkungan kerja yang diperkirakan dapat menimbulkan penyakit akibat kerja utamanya terhadap para pekerja, ditempuh 3 langkah utama yaitu : Pengenalan lingkungan kerja, evaluasi lingkungan kerja dan pengendalian lingkungan dari berbagai bahaya dan resiko kerja. Pengenalan lingkungan kerja Pengenalan dari berbagai bahaya dan risiko kesehatan dilingkungan kerja biasanya pada waktu survai pendahuluan dengan cara melihat dan mengenal ("walk-through survey"), yang salah satu langkah dasar yang pertama-tama harus dilakukan dalam upaya program kesehatan kerja. Beberapa diantara bahaya dan resiko tersebut dapat denganmudah dikenali, seperti masalah kebisingan disuatu tempat, bilamana sebuah percakapan sulit untuk didengar, atau masalah panas disekitar tungku pembakaran atau peleburan yang dengan segara dapat kita rasakan. Beberapa hal lainnya yang tidak jelas atau sulit untuk dikenali seperti zat-zat kimia yang berbentuk dari suatu rangkaian proses produksi tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya.
  • 9. Untuk dapat mengenal bahaya dan resiko lingkungan kerja dengan baik dan tepat, sebelum dilakukan survai pendahuluan perlu didapatkan segala informasi mengenai proses dan cara kerja yang digunakan, bahan baku dan bahan tambahan lainnya, hasil antara hasil akhir hasil sampingan serta limbah yang dihasilkan. Kemungkinan terbentuknya zat-zat kimia yang berbahaya secara tak terduga perlu pula dipertimbangkan. Hal-hal lain yang harus diperhatikan pula yaitu efek-efek terhadap kesehatan dari semua bahaya-bahaya dilingkungan kerja termasuk pula jumlah pekerja yang potensial terpapar, sehingga langkah yang ditempuh, evaluasi serta pengendaliannya dapat dilakukan sesuai dengan prioritas kenyataan yang ada. Evaluasi Lingkungan kerja Evaluasi ini akan menguatkan dugaan adanya zat/bahan yang berbahaya dilingkungan kerja, menetapkan karakteristik-karakteristiknya serta memberikan gambaran cakupan besar dan luasnya pemajanan. Tingkat pemajanan dari zat/bahan yang berbahaya dilingkungan kerja yang terkendali selama survai pendahuluan harus ditentukan secara kualitatif dan atau kuantitatif, melalui berbagai teknik misalnya pengukuran kebisingan, penentuan indeks tekanan panas, pengumpulan dan analisis dari sampel udara untuk zat-zat kimia dan partikelpartikel (termasuk ukuran partikel) dan lain-lain. Hanya setelah didapatkan gambaran yang lengkap dan menyeluruh dari proses pemajanan kemudian dapat dibandingkan dengan standar kesehatan kerja yang berlaku, maka penilaian dari bahaya atau risiko yang sebenarnya terdapat dilingkungan kerja yang telah tercapai. Pengendalian Lingkungan kerja Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan untuk mengurangi atau menghilangkan pemajanan terhadap zat atau bahan yang berbahaya dilingkungan kerja. kedua tahapan sebelumnya pengenalan dan evaluasi, tidak dapat menjamin sebuah lingkungan kerja yang sehat. Jadi hal ini hanya dapat dicapai dengan teknologi pengendalian yang adekuat untuk mencegah efek kesehatan yang merugikan dikalangan para pekerja. Walaupun setiap kasus mempunyai keunikan masing-masing, terdapat prinsip-prinsip dasar teknologi pengendalian yang dapat diterapkan, baik secara sendiri maupun dalam bentuk kombinasi, terhadap sejumlah besar situasi tempat kerja untuk memulainya ada beberapa pertanyaan yang perlu dikemukakan, dan jawabanya diharapkan dapat memberi pedoman terhadap jenis teknologi pengendalian yang paling tepat dan mungkin untuk dilaksanakan. FORMAT DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS/OKUPASI A. Data Umum 1. Geografis Peta RW …….. Kelurahan ……….. dengan batas-batas sebagai berikut
  • 10. Utara : Selatan : Timur : Barat : 2. Demogarfi a. Jumlah Penduduk RT I : KK RT II : KK RT III : KK RT IV : KK b. Fasilitas Kesehatan Posyandu : Poliklinik : Puskesmas : RS : c. Karateristik Penduduk Penduduk menetap : Penduduk tidak menetap B. Data Khusus Nama Kepala Keluarga : Alamat : Nomor Telepon : I. Data Anggota Keluarga No Nama Status L/P Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Ket.
  • 11. II. Data Kesehatan Lingkungan 1. Perumahan Rumah Sendiri □ Menumpang □ Kontrak □ 2. Type Rumah Permanen □ Semi Permanen □ Tidak Permanen □ 3. Sumber Air Bersih Sumur □ PAM □ PAM dan Sumur □ 4. Pengelolaan Air Minum Dimasak □ Mentah □ Air Mineral/Aqua □ 5. Tempat Pembuangan Air Besar Leher Angsa □ Kakus Duduk □ Cubluk □ Sungai □ 6. Kebiasaan Membuang Sampah Dibakar □ Diambil Petugas □ Dibuang kesungai □ Lain-lain □ 7. Keadaan Lantai Ruamah Tegel/Keramik □
  • 12. Plester □ Tanah □ 8. Tempat Penampungan Air Bersih Tertutup □ Terbuka □ Kran III. Data Kesehatan Keluarga 9. Proporsi Kejadian penyakit 3 bulan terakhir didalam keluarga Batuk □ Pilek □ Panas □ Lain-lain (sebutkan ) : ………………………………………………… 10. Imunisasi Balita BCG □ DPT □ Polio □ Hepatitis □ Campak □ Tidak di imunisasi □ 11. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Kebiasaan berobat : Ke Rumah Sakit □ Ke Puskesmas □ Ke Balai Pengobatan□ 12. Anggota Keluarga yang mengikuti KB. Kontrasepsi yang dipergunakan : Pil □ Kondom □ IUD/Spiral □ Susuk □ Kalender □ Berkala □ MOW/MOP □ Tidak ikut KB □ 13. Adakah anggota keluarga yang hamil Ya Tidak Usia Kehamilan : ………….. Kehamilan keberapa : …………. Periksa kehamilan Ya Tidak 14. Adakah ≥ 2 Balita dalam satu keluarga Ya Tidak
  • 13. 15. Adakah angota keluarga yang mengalami program pengobatan TBC Ya Tidak 16. Adakah angota keluarga yang mengalami program pengobatan jiwa Ya Tidak 17. Adakah anggota keluarga yang lanjut usia Ya Tidak 18. Masalah kesehatan yang diderita saat ini (dalam keluarga) : …………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………… Lampiran : 4 ANALISA DATA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS NO DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH Lampiran : 6
  • 14. FORMAT : IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS Nama Komunitas : Kelurahan ............. No Diagnosa Keperawatan Hari/tgl Kegiatan (Implementasi) 1 FORMAT : EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS TANGGAL Diagnosa Keperawatan EVALUASI S: O: A: P:
  • 15. Lampiran : 8 Lampiran-lampiran Pada Laporan Hasil Kegiatan Asuhan Keperawatan Komunitas a. Hasil pertemuan awal / lokakarya mini b. Instrumen pendataan c. Format tabulasi data d. Visualisasi data untuk musyawarah masyarakat (MM-RW/RT) e. Hasil kegiatan para musyawarah a. Daftar hadir b. Keputusan hasil pra-musyawarah f. Hasil kegiatan musyawarah a. Daftar hadar b. Keputusan hasil musyawarah g. Tindakan keperawatan a. SAP b. Daftar hadar c. Bahan / materi penyuluhan d. Leaflet e. Dokumentasi / Foto-foto kegiatan h. Evaluasi dari tindakan keperawatan BAB III
  • 16. PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada BAB I dan BAB II,maka ditariklah kesimpulan bahwa Upaya kesehatan kerja adalah upaya penyerasian kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun lingkungan agar diperoleh produktifitas kerja yangoptimal. Kesehatan kerja adalah semua upaya untuk menyerasikan kapasitas kerja, beban kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat yang ada di sekelilingnya (Depekes, 1995; 2). Langkah-langkah Manajerial Keperawatan Kerja, diantaranya: a. Pencegahan dan pemberantasan penyakit-penyakit dan kecelakaan-kecelakaan akibat kerja b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan tenaga kerja c. Perawatan dan mempertinggi efisiensi dan daya produktivitas tenaga kerja d. Pemberantasan kelelahan tenaga kerja e. Meningkatkan kegairahan serta kenikmatan kerja f. Perlindungan masyarakat sekitar perusahaan dari bahaya-bahaya pencemaran yang berasal dari perusahaan g. Perlindungan masyarakat luas dari bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk- produk industri h. Pemeliharaan dan peningkatan higiene dan sanitasi perusahaan seperti kebersihan, pembuangan limbah, sumber air bersih dan sebagainya. B. Saran Saran yang dapat kami berikan adalah kesehatan adalah hak asasi setiap orang dan merupakan investasi, juga merupakan karunia Tuhan. Oleh karena itu, siapapun, kelompok manapun, dimanapun, harus senantiasa memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan. DAFTAR PUSTAKA
  • 17. http://belajarsukes.blogspot.com/2011/03/makalah-okupasi-kesehatan-kerja.html