Your SlideShare is downloading. ×
Makalah seks tikda normal
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Makalah seks tikda normal

337
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
337
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latarbelakang Di Indonesia khususnya di Ibu kota DKI JAKARTA yang merupakan pusat dari segala aktivitas baik ekonomi, politik maupun lifestyle. Itulah Jakarta dengan segala macam rupa masalah yang ada di dalam nya terutama masalah yang terjadi pada kehidupan masyarakatnya baik dari perilaku sampai kehidupan seksual nya. Manusia diciptakan oleh sang PENCIPTA ada yang berjenis laki-laki dan wanita. Mereka hidup di dunia ini untuk mencari pasangan tetapi banyak di antar mereka yang mencari pasangan hidupnya tidak lawan jenis melainkan sesama jenis. Itu lah yang dinamakan penyimpangan seksual, penyimpangan seksual merupakan penyimapangan yang terjadi pada seseorang yang di sebabkan oleh beberapa factor baik dari dalam dirinya ataupun dari lingkungan sekitar, nah saya selaku penulis dalam makalah ini akan membahas tentang penyimpangan seksual yang terjadi di Indonesia. Mulai dari apa penyebab seseorang melakukan hal tersebut hingga sampa dampak apa yang terjadi jika seseorang terlibat dalam kasus penyimpangan seksual. Tetapi makalah ini saya buat tidak hanya semata mata memberikan sedikit informasi melainkan akan memberikan solusi dari permasalahan ini. 1.2 Rumusan Masalah A. Apa yang dimaksud dengan seks tidak normal ? B. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku seks tidak normal ? C. Dampak apa yang terjadi dari tindakan penyimpangan seksual tidak normal ? 1.3 Tujuan  Agar mahasiswa mengetahui perilaku seks tidak normal  Agar mahasiswa mengetahui dampak perilaku seks tidak normal ii
  • 2. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Penyimpangan seks tidak normal Seringkali dalam masyarakat terdapat pengetahuan kalau perilaku seks, khususnya yang tidak sesuai dengan norma agama, norma hukum, atau norma susila, yang dilakukan oleh remaja, dikatakan sebagai penyimpangan atau kelainan seksual, tapi secara psikologi pengertian itu tidak selamanya benar. Karena pengertian secara luas tingkah laku seksual itu sendiri, adalah, segala perilaku yang didasari oleh dorongan seks. Ada dua jenis perilaku seks, yaitu perilaku yang dilakukan sendiri, seperti masturbasi, fantasi seksual, membaca/ melihat bacaan porno, dll, serta perilaku seksual yang dilakukan dengan orang lain, seperti berpegangan tangan, berciuman, bercumbu berat hingga berhubungan intim. Penyimpangan seks, yang kaya gimana sih ? Dalam tinjauan psikologis proses tingkah laku yang lazim terdiri dari menyukai orang lain, timbulnya gairah, diikuti dengan tercapainya puncak kepuasan seksual atau orgasme dan diakhiri dengan tahap pemulihan (resolusi). Di dalam perkawinan, semua proses hubungan seks akan terpenuhi, sehingga tidak diragukan lagi kenormalannya berdasarkan norma psikologi. Bahkan masturbasi dan mimpi basah juga memenuhi semua proses untuk sampai pada puncak kepuasan seksual. Semua proses ini bukanlah merupakan kelainan atau penyimpangan. Pada usia remaja masih terbatas sekali kesempatan (atau bahkan belum ada) untuk mendapatkan pasangan atau penyaluran untuk bertingkah laku seksual atau melakukan hubungan seks untuk mendapatkan kepuasan. Jadi sebagai pernyaluran hasrat seksual mereka, remaja melakukan masturbasi, dan memang jika terlalu lama tidak mengalami orgasme, remaja itu secara alamiah akan mengalami mimpi basah. Jadi masturbasi dan mimpi basah masih dipandang sebagai perilaku normal dari tinjauan psikologis. Pengertian normal secara psikologi tidak sama dengan normal dalam ukuran norma (agama, sosial, dan budaya). Ketertarikan terhadap lawan jenis merupakan hal yang normal bahkan akan tidak wajar kalo sampe diantara kalian tidak merasakan adanya kecocokan pas berpapasan dengan labaan atau wanita yang menurut selera kalian ,apalagi kalo kalian udah nyampe atau bahkan lewat usia pubertas masih belom merasakan tadi, itu patut dicurigai kali-kali aja kalian mengalami ii
  • 3. ketertarikan yang nggak sama dengan teman-teman seusia kalian , nah hal itu lah yang dikategorikan menyimpang dari ketertarikan seksualitas yang tidak pada umumnya alias abnormal, apalagi bagi mereka yang justru lebih tertarik dengan sesama jenis atau lebih dikenal dengan Homoseksual Tapi kalo di negeri barat sih(bahkan WHO sekalipun buat konvensi) bahwa gay atau lesbian bukan merupakan abnormalitas dalam perilaku seksual alias bukan dianggap sebagai kelainan seksual tapi sudah dianggap golongan homoseksual tersebut berada dalam sebuah masyarakat bahkan disahkan untuk menikah. Tetapi karena kita hidup dalam kultur timur yang masih menjunjung norma-norma, apalagi yang berkaitan dengan aspek seksualitas, homoseksual belum dapat diterima sebagai sebuah perilaku seksual yang normal. 2.2 Pengertian seks tidak normal Terminology/definisi seks tidak normal hanya diberlakukan buat cowok, sebenernya cewek yang hanya syaring terhadap sesamanya juga termasuk dalam kategori Homoseksual, tetapi di masyarakat umum istilah lesbianisme lebih dikenal untuk cewek yang suka sama cewek. Padahal arti Homo sendiri berarti sama, sejenis atau satu golongan. Berarti homoseksual adalah orang yang merasakan atau hanya tertarik dengan jenis kelamin yang sama, kalo cewek seneng sama cewek, terus cowok seneng sama cowok juga. Lesbianisme dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai deviasi seksual, misalnya yang dilakukan di asrama-asrama putri atau rumah penjara, karena keadaan yang mendorong pelaku-pelakunya untuk berbuat demikian. Dalam keadaan normal mereka tidak melakukannya lagi. Dan mereka dapat dimasukkan ke dalam golongan lesbian pasif dan dapat terikat dalam pernikahan. Namun demikian banyak diantara mereka yang menunjukkan sikap dingin (frigid) dalam hubungan heteroseksual(perempuan -lelaki). Lesbian yang aktif tidak akan menikah, akan tetapi hanya pasangan yang sejenis kelaminnya saja. Frekuensi lesbianisme cukup tinggi, menurut Jeffcoate kira-kira 25% dan menurut Kinsey dkk kira-kira 28%. Homoseksualitas Pria( kaum gay) Apa yang diuraikan bagi lesbianisme berlaku pula bagi homoseksualitas pada pasangan pria dengan pria. Cara pemuasan seksual sedikit berbeda, dimana seorang pria homoseksual dapat mencari obyek mangsanya diantara pria-pria yang tidak bertendensi homoseksual, bahkan diantaranya anak-anak dibawah umur, dengan rayuan-rayuan, janji-janji dan imbalan-imbalan material. Diantara mereka ada yang memutuskan untuk menikah ( cara ini ditempuh untuk menghindarkan imej negatif masyarakat pada dirinya)dan dikaruniai beberapa anak dan ii
  • 4. kemudian keinginannya untuk memuaskan diri secara homoseksual hilang. Akan tetapi ada pula diantara mereka yang secara tersembunyi masih melakukan hubungan homoseksual, karena pada dasarnya mereka termasuk dalam biseksual. Sering mereka menunjukkan gejalagejala transvitisme, yaitu mengenakan pakaian wanita atau bermasturbasi sambil mengkhayalkan sedang bermesraan dengan seorang pria. 2.3 Faktor penyebab seks tidak normal Dari sekian banyak faktor penyebab seks tidak normal, faktor sosial atau pergaulan merupakan faktor terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, sekali pernah merasakan hubungan seksual (seperti sodomi misalnya), terus jadi ketularan walaupun tidak sepenuhnya gay tapi faktor ini juga bisa menyebabkan Biseksual, jadi Ke-lawan jenis ok kesesama jenis tidak masalah, waaah, yang ini nih yang masalah apalagi kalo udah jadi habit dan gonta-ganti pasangan. Kemudian Faktor penyebab kedua adalah faktor trauma atau korban perkosaan pada masa kecil, dari beberapa kasus yang pernah masuk ke CMM, hampir ditemukan kesamaan latar belakang riwayat pada mereka yang mengalami homoseksualitas menceritakan bahwa mereka pernah disiksa atau memiliki ayah yang suka menyiksa, atau pernah diperkosa oleh orang-orang terdekat. Mereka yang menjadi homo dari faktor ini biasanya menyadari kalo mereka tidak semestinya menyukai sesama jenisnya, tetapi dari sesama jenisnya misalnya dalam hal ini ibu dapat memberikan perlindungan atau orang yang tidak memberikan kekerasan fisik atau karena memendam kebencian yang dalam secara terus menerus di alam bawah sadarnya pada ayah maka ia tumbuh menjadi seorang homo, terus untuk mereka yang pernah diperkosa, dengan mereka menjadi homo dikarenakan mereka membalas dendam kepada orang lain dengan menjadi atau berperilaku homo. Kebanyakan dari kasus trauma masa kecil atau diperkosa ini dapat recover tetapi memerlukan penanganan atau therapy dari psikolog yang emang bisa nanganin kasus-kasus seperti ini dan memakan waktu yang ennggak sebentar. Faktor terkecil penyebab Homoseks terakhir adalah faktor penyebab dari herediter atau keturunan alias bawaan,dimana secara rootedness atau garis keturunan ada buyutnya yang punya riwayat homo kasus homoseksualitas. Terus perlu ditekankan bahwa yang disebabkan oleh faktor ini, menduduki peringkat terakhir peneyebab terjadinya homoseksualitas, karena prosesnya genetis sich, jadi ada bayi yang terlahir dengan susunan kromosom yang nggak pada umumnya, kalo cewe XX tapi terlahir dengan alat kelamin seperti cowo,yang diasumsikan penis ternyata itu adalah ii
  • 5. klitoris, terus ada juga yang secara fisik dia bayi cowok tapi susunan kromosomnya XY, tapi struktur fisik genitalianya(alat kelaminnya)nggak normal segede cabe atau bahkan nggak punya penis hal ini sangat kasuistik atau jarang-jarang banget terjadi. 2.4 Hal yang di hadapi jika teman Anda mengalaminya • Jangan panik, yang terpenting jangan dijauhi apalagi disebarkan sama temen-temen kamu kalo dia itu Gay atau lesbian,buat dia percaya untuk bisa curhat (atau beri ia informasi ke tempat atau sumber informasi yang dapat dipercaya, karena kalo kamu sendiri kan belum well informed dalam hal seperti ini kan?) sama kamu agar mudah di bawa atau diajak ke psikolog atau psikiater kalo mereka merasa tersiksa dengan keadaannya tersebut, karena hal ini terjadi bukan atas kemauan mereka kecuali buat mereka yang salah gaul atau menganut budaya alternatif ( itu tuh nggak penting jenis kelamin yang penting kasih sayangnya). • Kalo emang kamu udah tau bahwa dia gay atau lesbian bertemen biasa aja, yang terpenting kamu bisa memagari diri untuk menghindari kondisi-kondisi yang memungkinkan hal yang tidak diinginkan terjadi.Tidak perlu dijauhin karena mereka nantinya merasa tidak diterima dan terasing di lingkungan atau bahkan keluarganya sendiri. Toh mereka juga manusia biasa seperti kita yang butuh diterima oleh lingkungannya? Menghindari timbulnya perilaku seks tidak normal, bisa gak??? Bisa banget, antara lain: • Bila kamu menghadapi suatu permasalahan, apapun bentuknya apalagi kalo sampai menimbulkan kesan trauma buat kamu, bicarakan segera dengan orang yang kamu percaya, jangan sampe kamu curhat ke orang yang salah yang bisa memanfaatkan kamu. • Hindari media atau informasi yang menyesatkan, boleh cukup untuk tahu aja, tapi susah banget kalo udah nagih. • Pinter-pinter bawa diri dalam lingkungan apapun, biasanya ajakan-ajakan berhubungan seksual dari para gay atau lesbian yang tidak bertanggungjawab adalah mereka yang sering mengiming-imingi mangsanya barang-barang atau berkaitan dengan duit, diajak jalan dan lain-lain,. tahan rayuan manis yang menggoda ya. • Kalo ke tempat-tempat rame jaga-jaga tuh gelas minuman kamu,jangan cari gratisan aja kalo ujung-ujungnya fatal. Biasanya penyebab homoseksual disebabkan oleh hal-hal yang gak kamu duga ,siapa coba yang nggak nolak ditraktir. • Bekali diri dengan tehnik beladiri atau tehnik perlindungan diri seperti menghindari berjalan di tempat sepi malem-malem, siaga terhadap orang yang nggak dikenal tapi ramah, soalnya ii
  • 6. ada lho kasus cowok-cowok gede yang diperkosa • Waspada sama sentuhan atau bahkan lirikan dari sesama jenis yang gak normal(misalnya di daerah yang dekat dengan atau bahkan pada alat vital kamu)Ini sering banget terjadi di bus atau kendaraan terutama dalam kodisi fully book, jangan ragu-ragu untuk marah atau bahkan teriak,biasanya para pelaku ini jadi ciut kalo kita tegas atau berani • Kalo kamu merasa bahwa kamu pengen terbebas atau tersiksa dengan keadaan kamu tersebut datang dan konsultasikan ke orang atau tempat yang kompeten yang kamu percaya. Perilaku seksual ini udah terjadi sejak jaman Nabi Luth, sampe saat ini. Tuhan ciptain malem-siang seperti juga Ia menciptakan Perempuan dan laki-laki,ngebayangin ngga kalo sepanjang hari kita malam terus atau siang melulu...... Pernah sih siang-siang kita ngerasain kaya malem tapinya cuma sebentar yaitu pas gerhana matahari, tapi hal itu nggak berlangsung lama. 2.5 Peringkat Seks tidak normal Terdapat beberapa peringkat seks tidak normal : TERAHASIA Juga dikenali sebagai CLOSET. Bermula sebagai ‘Homoseksual Sulit’.Individu homoseksual yang menjalani kehidupannya dengan berpura-pura seperti orang lain, tidak bahagia dan tertekan oleh polisi sosial yang diterima oleh masyarakat. Individu homoseksual ini mencoba menyesuaikan diri (accommodate) dengan norma-norma masyarakat dalam masa yang sama melakukan kegiatan homoseksual secara rahsia. PENDEDAHAN AWAL Pernyertaan dan eksperesi diri kepada masyarakat. Individu ini memberi respon terhadap masyarakat heteroseksual dengan menonjolkan kehidupan homoseksual. Menerima hakikat bahwa diri lebih berminat kepada kaum sejenis. PERKONGSIAN 1. Tahap Perkongsian Pertama Kemampuan untuk berkongsi perasaan sebagai homoseksual pada keluarga dan rekan-rekan. Mewujudkan perhubungan yang lebih stabil dan berjangka sederhana atau panjang 2. Tahap Perkongsian Kedua Menilai secara terperinci akan kebaikan dan keburukan perkongsian secara terbuka. Bersedia untuk menerima sembarang akibat. Apabila diterima, ini akan membina percaya diri dan memberi kesan positif dan sekira sebaliknya. Ia akan memberi kesan yang negatif. ii
  • 7. KOMUNITI HOMOSEKSUAL Kelompok homoseksual akan berkumpul sesama sendiri dan membentuk sebuah masyarakat yang mahu menerima mereka seadanya. Di sini mereka diterima, diperlakukan seadilnya dan berkongsi bersama-sama pengalaman dan memahami antara satu sama lain. 2.6 Perspektif Masyara · Memusnahkan kekuatan moral masyarakat Penekanan diberikan pada golongan homoseksual yang melakukan hubungan seksual di luar pikiran. Dipercayai aktifitas sedemikian mencacatkan peraturan budaya dan kesatuan masyarakat · Tidak perlu diberi hak-hak istimewa Golongan ini sering dikaitkan dengan sesuatu yang tidak normal, berkaitan dengan tingkah laku syaitan dan tidak layak menerima apa-apa hak dari masyarakat. Mereka sering dipinggirkan tanpa penjelasan yang kukuh · Mencerminkan kemunduran masyarakat Apabila masyarakat menjadi terlalu terbuka, segala perbuatan yang di luar pikiran manusia akan timbul dan ini menjadi faktor penggalak pada keruntuhan peraturan masyarakat. Masalah keruntuhan akhlak akan lebih leluasa. · Pembunuh institusi kekeluargaan Masyarakat akan menjadi tidak sehat dan unsur-unsur negatif akan disalurkan dalam institusi kekeluargaan homoseksual. Ini mengurangi populasi peraturan dalam masyarakat. Penyakit Wabak · Penyakit Sosial Mereka dipertanggung jawabkan terhadap gejala kurang sehat dan berbagai masalah kesehatan seperti AIDS dan STD. Walaupun terjangkit AIDS dan STD disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi golongan homoseksual sering dijadikan penyebab ii
  • 8. Diskriminasi Sering dianak tirikan dalam berbagai aspek. Budaya: Kegiatan harian (walaupun sama seperti orang lain) tidak dapat diterima oleh masyarakat. Dianggap janggal setiap kali melakukan sesuatu tugas walau tidak berkaitan dengan identitas homoseksual atau hetroseksual Sosial : Dianggap sebagai ‘orang asing’ dan tidak mendapat layanan seperti orang lain sering dilihat sebagai ‘pelik’ dan tidak dapat diterima dalam kegiatan luar. Tidak ramai golongan homoseksual yang memegang jabatan tinggi di mana-mana jabatan, yang berani untuk menonjolkan diri pada masyarakat, yang mampu pertahankan kelebihan yang ada pada diri dan sebagainya. Disebabkan pandangan masyarakat, kebolehan dan kelebihan yang ada pada diri mereka tidak diiktiraf. ii
  • 9. BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Jadi inti atau kesimpulan dari makalah saya ini adalah Bahwa seks tidak normal itu adalah seseorang yang merasakan atau hanya tertarik dengan jenis kelamin yang sama atau sesame jenis, kalo cewek seneng sama cewek, terus cowok seneng sama cowok juga. Faktor – factor yang menyebabkan seseorang seks tidak normal : 3.2 SARAN Saran saya sebagai sesame makhluk ciptaan tuhan apabila teman kalian mempunyai perilaku menyimpang sebaiknya orang tersebut jangan di jauhi atau pun di kucilkan. Tetapi sebaiknya kita memberikan motivasi agar seseorang tersebut kembali lagi ke seperti semula. Selanjutnya apabila anda di ajak untuk melakukan perilaku menyimpang sebaiknya Anda menolaknya secara baik-baik agar orang tersebut tidak merasa marah akibat penolakan yang dilakukan oleh Anda. Karena biasanya orang-orang seperti itu akan melakukan banyak cara demi membalas perkataan yang anda yang telah membuat hati mereka hancur. ii
  • 10. DAFTAR PUSTAKA  http://kesmas-ode.blogspot.com/2012/10/kesehatan-mental-normal-dan_18.html  http://riezkaratna73.blogspot.com/2013/03/makalah-psikologi-abnormal.html  http://fadriatiningsih.blogspot.com/2010/11/makalah-seks-bebas.html ii
  • 11. MAKALAH PSIKOLOGI DISUSUN OLEH : NAMA : NUR KHALIDA NIM : 13.13.1115 TINGKAT : I. B AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN MUNA 2013 ii
  • 12. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............................................................................................. i DAFTAR ISI........................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN......................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah...................................................................................... 1 1.3 Tujuan dan Manfaat................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN........................................................................................... 2 2.1 Penyimpangan seks tidak normal................................................................... 2 2.2 Pengertian seks tidak normal................................................................................. 3 2.3 Faktor penyebab seks tidak normal................................................................... 4 2.4 Hal yang di hadapi jika teman Anda mengalaminya.......................................................................................................... 5 2.5 Peringkat Seks tidak normal.................................................................................. 6 2.6 Perspektif Masyara............................................................................................. 7 BAB III PENUTUP................................................................................................ 9 A. Kesimpulan.................................................................................................. 9 B. Saran........................................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 10 ii
  • 13. KATA PENGANTAR Segala Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “” Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca. Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. Raha, November 2013 "Penulis" ii