BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Angka kematian ibu (AKI) telah terjadi penurunan sekitar 25% menjadi 334/100.000
kelah...
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Kehamilan Kunjungan awal adalah suatu kunjungan yang dilakukan pertama kali
ibu hamil dari aw...
melukis, memahat, mengelas, membuat mebel, piloting, balap, menembak, membuat
keramik, dan berkebun akan diidentifikasi.
5...
baru diperoleh setelah paling cepat 3 minggu.Dan uji dagnostik yang lebih baru telah
dirancang untuk menghindari hasil yan...
d. Edema Tungkai
Edema (penimbunan cairan atau bengkak) tungkai adalah akibat sirkulasi vena yang
terganggu serta tekanan ...
d. Mengembangkan Perencanaan Asuhan yang Komprehensif
1. Menetapkan Kebutuhan Test Laboratorium
Tujuan test laboratorium a...
Pemberian tablet Fe diperlukan, namun bila ibu merasa mual, sebaiknya diundur hingga
mualnya hilang. Dalam menetapkan kebu...
umum dirasakan selama kehamilan dan cara penangannannya, persiapan menjadi orang tua,
tanda bahaya, perubahan – perubahan ...
BAB III
ASUHAN KEHAMILAN
Kunjungan ulang adalah setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan setelah kunjungan
antenatal...
langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan data, memberikan
pelayanan yang benar sesuai dengan keput...
terjadi tetapi juga merumuskan tindakan antisipasi agar masalah atau diagnosa potesial tidak
terjadi.
Langkah IV : Menetap...
penatalaksanaan asuhan bagi klien adalah tetap bertanggung jawab terhadap
terlaksananyarencana asuhan bersama yang menyelu...
a. Janin :
 Denyut jantung janin. Normal DJJ 120-160 kali per menit. Apabila kurang dari 120 x
atau menitdisebut bradikar...
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kunjungan awal Kehamilan adalah suatu kunjungan yang dilakukan pertama kali ibu
hamil dari aw...
DAFTAR PUSTAKA
 Mocthar R, 1998, Sinopsis Obstetri Cetakan I,EGC, Jakarta.
 Hacher/moore, 2001, Esensial obstetric dan g...
KMB : III
DOSEN : Ns. MUSRIANI, S.Kep. M.Kes
TUGAS : MAKALAH
“MAKALAH KEHAMILAN”
OLEH :
NAMA : IRWAN BUDHI UTMO ODE BYO
NI...
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI...
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya
penulis dapat menyele...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah kehamilan

3,077

Published on

KABUPATEN MUNA

Published in: Devices & Hardware
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,077
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
32
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah kehamilan

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka kematian ibu (AKI) telah terjadi penurunan sekitar 25% menjadi 334/100.000 kelahiran hidup (SDKI, 1997) dalam dekade 1986-1997. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) menurun cukup tajam melalui berbagai intervensi namun hasilnya belum sesuai dengan harapan (dari 145/1000 kh pada 1967 menjadi 52/1000 kh pada 1997). Data tersebut menunjukan AKI dan AKB masih tertinggi di antara negara-negara ASEAN. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003 angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 307/100.000 kelahiran hidup. Bila mengacu pada ektrapolasi biro pusat statistik maka kecenderungan penurunan AKI telah mengarah jalur yang di inginkan yaitu 265 dan 248/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 dan 2007 walaupun interpretasi secara global menyebutkan bahwa perjalanan menuju target MDG 2015 masih di luar jalurnya. Tingginya kasus kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, terutama disebabkan oleh pendarahan pasca persalinan, eklampsi, sepsis dan komplikasi keguguran. Sebagian besar penyebab utama kesakitan dan kematian ibu tersebut sebenarnya dapat dicegah. Melalui upaya pencegahan yang efektif, beberapa negara berkembang dan hampir semua negara maju berhasil menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu ke tingkat yang sangat rendah. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud kehamilan ? 2. Apa saja yang dikaji dalam kehamilan ? 3. Apa yang dimaksud kehamilan ? 4. Apa saja yang dikaji dalam kehamilan ?
  2. 2. BAB II PEMBAHASAN Pengertian Kehamilan Kunjungan awal adalah suatu kunjungan yang dilakukan pertama kali ibu hamil dari awal kehamilan hingga minggu ke-36. Tujuan Kunjungan adalah sebagai berikut: 1. Membina hubungan saling percaya antara bidan dan ibu 2. Mendeteksi masalah yang dapat diobati 3. Mencegah masalah dan penggunaan praktek tradisional yang merugikan. 4. Memulai persiapan persalinan dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi. 5. mendorong perilaku yang sehat. a. Pengkajian Data Kesehatan Ibu Hamil 1. Riwayat Kesehatan Social, Riwayat Kebidanan, Keluarga, Penyakit. Riwayat kesehatan merupakan identifikasi keluhan sekarang, penyakit umum yang pernah diderita, serta penyakit yang dialami saat masa sebelum kehamilan maupun saat kehamilan. a. Sosial 1. Kumpulan keluarga Informasi tentang keluarga klien harus mencakup asal keluarga, tempat lahir, orang-orang yang tinggal bersama klien, individu yang dianggap “keluarga”, dan individu yang dapat diandalkan dalam memperoleh dukungan,tentang status klien saat ini, dan klien tinggal dengan siapa klien tinggal.hal ini menunjukan bahwa bidan menyadari tidak semua wanita hamil terikat dan sanggup untuk sendiri menghadapi semua keadaan saat ia hamil. 2. Situasi tempat tinggal Dapatkan informasi tentang tempat tinggal klien, seberapa kali ia pindah, seperti apa rumahnya, jumlah individu, keamanan lingkungan, dan jika diindikasikan, apakah tersedia cukup makanan didalam rumah,dan keadaan lingkungan sekitar, diharapkan tetap bersih dan terhindar dari berbagai sumber penyakit. 3. Pekerjaan Mengetahui pekerjaan klien adalah penting untuk mengetahui apakah klien berada dalam keadaan utuh dan untuk mengkaji potensi kelainan premature dan pajanan terhadap bahaya lingkungan kerja, yang dapat merusak janin. 4. Pendidikan, minat, hobi, dan tujuan Tanyakan pendidikan tertinggi yang klien tamatkan juga minat, hobi, dan tujuan jangka panging. Informasi ini membantu klinis memahami klien sebagai individu dan memberi gambaran kemampuan baca-tulisnya. Kadang-kadang bahaya potensial dari hobi, seperti
  3. 3. melukis, memahat, mengelas, membuat mebel, piloting, balap, menembak, membuat keramik, dan berkebun akan diidentifikasi. 5. Pilihan agama Tanyakan pilihan agama klien dan berbagai praktik terkait-agama yang harus diobservasi.Informasi ini dapat menuntun ke suatu diskusi tentang pentingnya agama dalam kehidupan klien, tradisi keagamaan dalam kehamilan dan kelahiran, perasaan tentang jenis kelamin tenaga kesehatan, dan pada beberapa kasus, penggunaan produk darah. 6. Hewan peliharaan Tanyakan jenis dan jumlah hewan peliharaan ditempat tinggal klien.Hewan peliharaan yang berpotensi menimbulkan bahaya dan penyakit harus didiskusikan. 7. Sumber dukungan dan perencanaan kehamilan Tanyakan siapa yang dapat klien andalkan untuk memberinya dukungan.Pada saat tertentu wanita mungkin menjawab tidak seorangpun. Dengan demikian , kunjungan yang lebih lama dan lebih sering serta berfokus pada upaya mencari dukungan emosional dan menjalin hubungan dengan sumber komunitas yang tepat harus dijadwalkan jika memungkinkan dan tanyakan pada klien apakah kehamilan ini direncanakan atau tidak. 8. Sumber stress Faktor-faktor yang umum menjadi sumber steres pada wanita hamil ialah biaya, pemukiman, kenakalan anak, dan masalah hubungan dengan pasangan atau anggota keluarga lain.pertanyaan, “ apakah sumber utama stress anda saat ini?” akan memb antu klinisi memahami beberapa factor yang mempengaruhi kehidupan dan kehamilan klien. Hasil NST yang reaktif biasanya diikuti dengan keadaan janin yang baik sampai 1 minggu kemudian (spesifisitas 95% – 99%).Hasil NST yang non-reaktif disertai dengan keadaan janin yang jelek (kematian perinatal, nilai Apgar rendah, adanya deselerasi lambat intrapartum), dengan sensitivitas sebesar 20%.Hasil NST yang meragukan harus diulang dalam waktu 24 jam. Oleh karena rendahnya nilai sensitivitas NST, maka setiap hasil NST yang non-reaktif sebaiknya dievaluasi lebih lanjut dengan contraction stress test (CST), selama tidak ada kontraindikasi. Amniosentesis Amniosintesis adalah metode untuk mendapatkan cairan amnion dengan memasukkan trocar halu dan kanula yang steril ke dalam cavitas amnii melewati dinding abdomen dan dinding uterus.Sel-sel fetus dilepaskan kedalam amnion dan dapat dikaji untuk penentuan jenis kelamin dan kesehatan fetus.Untuk alasan yang sudah jelas, maka letak plasenta harus ditetapkan sebelum amniosentesis. Kajian-kajian berikutnya akan dilakukan pada specimen cairan yang di aspirasi antara umur kehamilan 14 sampai 18 minggu. Hasil analisis biasanya
  4. 4. baru diperoleh setelah paling cepat 3 minggu.Dan uji dagnostik yang lebih baru telah dirancang untuk menghindari hasil yang terlalu lama ini. c. Menentukan Diagnosa 1. Menetapkan Normalitas Kehamilan adalah kehamilan dimana ibu dalam keadaan sehat, tidak ada riwayat obstetrik buruk, ukuran uterus sama/sesuai usia kehamilan serta hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium normal. Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan 40 minggu ini disebut kehamilan matur (cukup bulan). Bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut kehamilan postmatur. Kehamilan antara 28 dan 36 minggu disebut kehamilan prematur. Kehamilan yang terakhir ini akan mempengaruhi viabilitas (kelangsungan hidup) bayi yang dilahirkan, karena bayi yang terlalu muda mempunyai prognosis buruk. 2. Membedakan Antara Ketidaknyamanan dalam Kehamilan dan Kemungkinan Komplikasi Tidak semua wanita mengalami ketidaknyamanan akibat kehamilan yang disebutkan dibawah ini, akan tetapi tidak sedikit juga wanita yang mengalami ketidaknyamanan tersebut. a. Rasa letih Rasa letih sering terjadi selama trimester pertama tanpa diketahui penyebabnya. Salah satu sangkaan yang diajukan ialah penurunan awal dalam laju metabolik dasar pada awal-awal kehamilan, tetapi mengapa hal itu terjadi tidaklah jelas. Untunglah hal ini hanya merupakan ketidaknyamanan yang terbatas, biasanya akan lenyap pada akhir trimester pertama. Namun, hal tersebut bisa mempunyai efek meningkatkan intensitas respon psikologis yang dialami wanita selama masa tersebut. b. Punggung Atas Sakit (bukan karena penyakit) Sakit punggung bagian atas bisa terjadi selama trimester pertama oleh karena pertambahan ukuran dan akibat beratnya payudara, yang juga merupakan pertanda presumtif kehamilan. c. Kram Kaki Alasan-alasan fisiologis dari kram di kaki ini tidaklah jelas diketahui. Selama sekian tahun, kram di kaki dianggap disebabkan oleh kurangnya atau terganggunya konsumsi kalsium atau ketidakseimbangan dalam perbandingan kalsium-fosfor didalam tubuh, tetapi semua penyebab ini sekarang tidak lagi dinyatakan demikian dalam literatur-literatur saat ini. Satu aliran lain menganggap bahwa uterus yang membesar memberikan tekanan pada pembuluh-pembuluh darah panggul, dan dengan demikian mempengaruhi sirkulasi, atau pada syaraf saat mereka meresap melalui foramen obturator dalam perjalanannya ke tungkai bagian bawah.
  5. 5. d. Edema Tungkai Edema (penimbunan cairan atau bengkak) tungkai adalah akibat sirkulasi vena yang terganggu serta tekanan vena yang meningkat didalam tungkai bagian bawah. Gangguan- gangguan sirkulasi ini adalah disebabkan tekanan dari uterus yang membesar pada pembuluh- pembuluh vena panggul pada saat wanita tersebut sedang duduk atau berdiri serta pada vena cava inferior ketika wanita tersebut berbaring menggeletak. e. Varikositas/varises Edema (penimbunan cairan atau bengkak) tungkai adalah akibat sirkulasi vena yang terganggu serta tekanan vena yang meningkat didalam tungkai bagian bawah. Gangguan- gangguan sirkulasi ini adalah disebabkan tekanan dari uterus yang membesar pada pembuluh- pembuluh vena panggul pada saat wanita tersebut sedang duduk atau berdiri serta pada vena cava inferior ketika wanita tersebut berbaring menggeletak. 3. Mengidentifikasi Tanda dan Gejala Penyimpangan dari Keadaan Normal Deteksi dini terhadap komplikasi kehamilan adalah upaya penjaringan yang dilakukan untuk menemukan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Berikut ini merupakan tanda dan gejala bahaya yang menyimpang dari keadaan normal atau mengarah pada komplikasi, yaitu: 1. Perdarahan pervaginam 2. Sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang 3. Perubahan visual secara tiba-tiba (mata berkunang-kunang) 4. Pembengkakan pada wajah dan tangan 5. Sakit abdomen atau nyeri pada ulu hati yang hebat 6. Pergerakan bayi berkurang tidak seperti biasanya atau bahkan tidak ada pergerakan 4. Mengidentifikasi Kemungkinan Kebutuhan Belajar Pada setiap kunjungan antenatal bidan harus mengajarkan kepada ibu bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya ini, dan menganjurkan untuk datang ke klinik dengan segara jika ia mengalami tanda-tanda bahaya tersebut. Dari beberapa pengalaman, akan lebih baik memberikan pendidikan kepada ibu dan anggota keluarga khususnya pembuat keputusan utama, sehingga si ibu akan didampingi untuk mendapatkan asuhan. Enam tanda-tanda bahaya selama periode antenatal adalah: a. Perdarahan vagina b. Sakit kepala yang hebat, menetap yang tidak hilang c. Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja) d. Nyeri abdomen yang hebat e. Bengkak pada muka atau tangan f. Bayi kurang bergerak seperti biasa
  6. 6. d. Mengembangkan Perencanaan Asuhan yang Komprehensif 1. Menetapkan Kebutuhan Test Laboratorium Tujuan test laboratorium adalah untuk mendeteksi komplikasi-komplikasi dalam kehamilan. Macam test laboratorium dalam asuhan kehamilan yang merupakan kompetensi bidan adalah: a. Tes hemoglobin darah (Hb) Tujuan: untuk mengetahui kadar Hb pada ibu hamil dan untuk mendeteksi anemia gravidarum. b. Tes urin protein Tujuan: untuk mengetahui kadar protein dalam urin dan untuk mendeteksi pre eklamsia dalam kehamilan. c. Tes glukosa urin Tujuan: untuk mengetahui kadar glukosa dalam urin dan untuk mendeteksi diabetes mellitus gravidarum 2. Menetapkan Kebutuhan Belajar Penuntun belajar digunakan untuk melatih keterampilan dalam pencapaianelemen- elemen kompetensi oleh mahasiswa secara individual.Mulai dari latihandi laboratorium keterampilan sampai saat melaksanakan praktik klinik kebidanan.Bimbingan keterampilan untuk mencapai kompetensi di laboratoriumketerampilan asuhan kebidanan baru bisa dilaksanakan atau diikuti oleh seorangmahasiswa bila mahasiswa tersebut telah mengikuti perkuliahan seluruh materikuliah asuhan kehamilan (mata kuliah asuhan ibu I). Dalam perkuliahan tersebutmahasiswa mendapat teori tentang teori tentang fisiologi kehamilan, pertumbuhankehamilan dari bulan ke bulan, kebutuhan fisik dan psikologis ibu selamakehamilan, perubahan fisik dan psikologis ibu selama hamil, perubahan fisik dan psikologis ibu dalam masa kehamilan, teori tentang pendekatan dalam asuhankehamilan (Manajemen Varney) dan dokumentasi asuhan kehamilan. Dalam perkuliahan juga dilakukan demonstrasi dan simulasi keterampilan yangmendukung kompetensi yang akan dilatih atau dipelajari. 3. Menetapkan Kebutuhan untuk Komplikasi Ringan Pengobatan yang diberikan oleh bidan pada dasarnya bersifat pertolongan sementara sebelum dirujuk ke dokter, atau tindak lanjut pengobatan sesuai advis dokter. Pemberian obat yang bersifat sementara pada penyakit ringan diperbolehkan, sepanjang sesuai dengan obat- obatan yang sudah ditetapkan dan segera merujuk pada dokter. Bidan diperkenankan menyerahkan obat kepada pasien sepanjang untuk keperluan darurat dan sesuai dengan protap. Berdasarkan Permenkes HK 02.02/149/ 2010 dalam beberapa kasus, bidan dalam menghadapi ketidaknyamanan dalam kehamilan yang masih dalam batasan fisiologis diperbolehkan memberikan pengobatan dengan obat-obat bebas, seperti vitamin, paracetamol dan asam mefenamat. Pemberian asam folat sangat diperlukan pada kehamilan trimester 1 ini.
  7. 7. Pemberian tablet Fe diperlukan, namun bila ibu merasa mual, sebaiknya diundur hingga mualnya hilang. Dalam menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan dalam kehamilan harus berdasarkan Kep Menkes No 900 tahun 2002 tentang registrasi dan kewenangan praktik bidan dan standar pelayanan kebidanan (SPK). Di antaranya yaitu penanganan abortus iminens, pre eklamsia, Hyperemesis gravidarum dan anemia dalam kehamilan. 4. Menetapkan Kebutuhan Konsultasi atau Rujukan pada Tenaga Profesional lainnya Pelayanan kebidanan rujukan yaitu merupakan pengalihan tanggung jawab pelayanan oleh bidan kepada sistem pelayanan yang lebih tinggi atau lebih kompeten ataupun pengambil alihan tanggung jawab pelayanan atau menerima rujukan dari penolong persalinan lainnya seperti rujukan atau tanggung jawab dokter. Dalam situasi dimana rujukan yang di lakukan oleh bidan kepada dokter untuk menangani klien yang mengalami komplikasi, maka keterlibatan bidan dalam pengalihan tanggung jawab diserahkan sepenuhnya kepada dokter. 1. Tujuan rujukan a. Agar setiap klien mendapat perawatan dan pertolongan yang lebih baik b. Menjalin kerjasama dengan cara merujuk klien atau mendapatkan perlengkapan laboratorium yang memiliki fasilitas lebih lengkap upaya mendapatkan hasil test laboratorium yang lebih meyakinkan. 2. Hal-hal yang dapat dirujuk a. Memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi antar dokter b. Rujukan atas kasus-kasus patologik pada kehamilan, persalinan dan nifas c. Merujuk klien yang sedang menghadapi kasus atau masalah reproduksi, seperti kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis. 3. Hasil informasi dari kegiatan rujukan a. Membahas secara lengkap data-data medis klien yang telah dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim b. Menjalin kerjasama sistem pelaporan tentang data-data medis pada umumnya dan data- data parameter pelayanan kebidanan khususnya mengenai kematian maternal dan periental 5. Menetapkan Kebutuhan untuk Konseling Spesifik atau Anticipatory Guidence Konseling asuhan kehamilan merupakan suatu proses pemberian bantuan oleh bidan kepada ibu hamil, yang dilaksanakan lewat tatap muka dalam bentuk wawancara, dengan tujuan untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kehamilannya, pemahaman diri tentang permasalahan yang sedang dihadapi, dan penyusunan rencana pemecahan masalah yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Panduan antisipasi (anticipatory guidance) selama periode antepartum sangat berhubungan dengan ketidaknyamanan yang
  8. 8. umum dirasakan selama kehamilan dan cara penangannannya, persiapan menjadi orang tua, tanda bahaya, perubahan – perubahan secara fisik dan psikologis, serta pertumbuhan dan perkembangan janin. Beberapa informasi wajib diketahui, namun tidak semua informasi harus diberikan sekaligus, sesuaikan dengan kebutuhan ibu dan tanyakan kepada ibu hal – hal yang ingin ia ketahui. Joyce Roberts menyarankan untuk menggunakan urutan prioritas sebagai berikut : a. Informasi merupakan tanggapan dari pertanyaan tertentu yang diberikan oleh ibu b. Informasi penting yang wajib diketahui karena berhubungan dengan keamanan diri dan bayinya c. Panduan antisipasi yang akan memfasilitasi upaya wanita untuk mrnghadapi kehamilannya d. Informasi tambahan yang berhubungan dengan perkembangan kehamilan, kebijakan institusi yang dapat membantu tetapi tidak berkaitan dengan wanita itu sendiri Dalam menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik, harus di sesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi oleh ibu hamil berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang yang telah di lakukan oleh bidan. Beberapa kebutuhan konseling yang perlu diberikan pada setiap ibu hamil pada kunjungan awal adalah pendidikan kesehatan tentang: a. Tanda bahaya dalam kehamilan b. Gizi pada ibu hamil c. Persiapan persalinan d. Imunisasi TT e. Olahraga f. Istirahat g. Kebersihan h. Pemberian ASI i. Aktifitas seksual j. Kegiatan sehari-hari dan pekerjaan k. Obat-obatan dan merokok l. Body mekanik m. Pakaian dan sepatu
  9. 9. BAB III ASUHAN KEHAMILAN Kunjungan ulang adalah setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan setelah kunjungan antenatal pertama sampai memasuki persalinan. a. Mengevaluasi Data Dasar Data dasar adalah kumpulan data yang berisikan mengenai status kesehatan klien, kemampuam klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri, dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. Bidan mengevaluasi data dasar yang dipertimbangkan dalam menegakkan diagnosis pada kunjungan pertama, evaluasi tersebut dapat dicermati pada table berikut ini: Data Dasar Pertimbangan untuk Amenore Diagnosis kehamilan Tanggal menstruasi terakhir Diagnosis kehamilan Keluhan yang disampaikan pasien Pemberian konseling Hasil pemeriksaan fisik:  Kenaikan BB  Tes urine kehamilan (tes HCG) positif  Cloasma gravidarum  Perubahan pada payudara  Linea nigra  Tanda Chadwick  Tanda hegar Diagnosis kehamilan b. Mengevaluasi Keefektifan Manajemen atau Asuhan Tafsiran dari hasil tindakan yang telah di ambil adalah penting untuk menilai keefektifan asuhan yang diberikan. Analisa dari hasil yang dicapai menjadi fokus dari penelitian ketepatan tindakan. Kalau kriteria tujuan tidak tercapai, proses evaluasi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan tindakan alternatif sehingga dapat mencapai tujuan. 1. Pengertian Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan- penemuan, ketrampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien. Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang utuh dan menyeluruh dari kepada kliennya, yang merupakan suatu proses manajemen kebidanan yang diselenggarakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas melalui tahapan-tahapan dan
  10. 10. langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan data, memberikan pelayanan yang benar sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang dilakukan dengan tepat, efektif dan efisien. 2. Standar 7 langkah Varney, yaitu : Langkah I : Pengkajian Pada langkah ini bidan mengumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien, untuk memperoleh data dapat dilakukan dengan cara: a. Anamnesa b. Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital c. Pemeriksaan fisik d. Pemeriksaan penunjang Bila klien mengalami komplikasi yang perlu di konsultasikan kepada dokter dalam penatalaksanaan maka bidan perlu melakukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter. Tahap ini merupakan langkah awal yang akan menentukan langkah berikutnya, sehingga kelengkapan data sesuai dengan kasus yang di hadapi akan menentukan proses interpretasi yang benar atau tidak dalam tahap selanjutnya, sehingga dalam pendekatan ini harus yang komprehensif meliputi data subjektif, objektif dan hasil pemeriksaan sehingga dapat menggambarkan kondisi / masukan klien yang sebenarnya dan valid. Kaji ulang data yang sudah di kumpulkan apakah sudah tepat, lengkap dan akurat. Langkah II : Merumuskan masalah/masalah kebidanan Pada langkah ini identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang akurat atas data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesifik. Rumusan diagnosa dan masalah keduanya digunakan karena masalah tidak dapat didefinisikan seperti diagnosa tetapi tetap membutuhkan penanganan. Masalah sering berkaitan dengan hal-hal yang sedang dialami wanita yang diidentifikasioleh bidan sesuaidengan hasil pengkajian. Masalah juga sering menyertai diagnosa. Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktik kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnosa kebidanan. Langkah III : Mengantisipasi diagnosa/masalah kebidanan Pada langkah ini mengidentifikasi masalah potensial atau diagnose potensial berdasarkan diagnosa/masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Pada langkah ketiga ini bidan dituntut untuk mampu mengantisipasi masalah potensial tidak hanya merumuskan masalah potensial yang akan
  11. 11. terjadi tetapi juga merumuskan tindakan antisipasi agar masalah atau diagnosa potesial tidak terjadi. Langkah IV : Menetapkan kebutuhan tindakan segera Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan/dokter dan/untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah ini mencerminkan kesinambungan dari proses penatalaksanaan kebidanan. Jadi, penatalaksanaan bukan hanya selama asuhan primer periodik atau kunjungan prenatal saja tetapi juga selama wanita tersebut bersama bidan terus-menerus. Pada penjelasan diatas menunjukkan bahwa bidan dalam melakukan tindakan harus sesuai dengan prioritas masalah/kebutuhan yang dihadapi kliennya. Setelah bidan merumuskan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi diagnosa/masalah potensial pada langkah sebelumnya, bidan juga harus merumuskan tindakan emergency/segera untuk segera ditangani baik ibu maupun bayinya. Dalam rumusan ini termasuk tindakan segera yang mampu dilakukan secara mandiri, kolaborasi atau yang bersifat rujukan. Langkah V : Merencanakan asuhan secara menyaluruh Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang ditentukan oleh langkah- langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan penatalaksanaan terhadap masalah atau diagnosa yang telah teridentifikasi atau diantisipasi. Pada langkah ini informasi data yang tidak lengkap dapat dilengkapi. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa-apa yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari masalah yang berkaitan tetapi juga dari krangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan konseling dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah-masalah yang berkaitan dengan sosial ekonomi-kultural atau masalah psikologi. Setiap rencana asuhan haruslah disetujui oleh kedua belah pihak, yaitu oleh bidan dan klien agar dapat dilaksanakan dengan efektif karena klien juga akan melaksanakan rencana tersebut. Semua keputusan yang dikembangkan dalam asuhan menyeluruh ini harus rasional dan benar-benar valid berdasarkan pengetahuan dan teori yang up to date serta sesuai dengan asumsi tentang apa yang akan dilakukan klien. Langkah VI : Implementasi Pada langkah ke enam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke lima dilaksanakan secara aman dan efisien. Perencanaan ini dibuat dan dilaksanakan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Walaupun bidan tidak melakukannya sendiri, bidan tetap bertanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. Dalam kondisi dimana bidan berkolaborasi dengan dokter untuk menangani klien yang mengalami komplikasi, maka keterlibatan bidan dalam
  12. 12. penatalaksanaan asuhan bagi klien adalah tetap bertanggung jawab terhadap terlaksananyarencana asuhan bersama yang menyeluruh tersebut. Pelaksanaan yang efisien akan menyangkut waktu dan biaya serta meningkatkan mutu dan asuhan klien Langkah VII : Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasidi dalam diagnosa dan masalah. Rencana tersebut dapat dianggap efektif jika memang benar-benar efektif dalam pelaksanaannya. Langkah- langkah proses penatalaksanaan umumnya merupakan pengkajian yang memperjelas proses pemikiran yang mempengaruhi tindakan serta berorientasi pada proses klinis, karena proses penatalaksanaan tersebut berlangsung di dalam situasi klinik dan dua langkah terakhir tergantung pada klien dan situasi klinik c. Pengkajian Data Fokus Pengkajian adalah merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien. Pengkajian merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan, oleh karena itu pengkajian harus yang akurat, lengkap, sesuai dengan kenyataan, kebenaran data sangat penting dalam merumuskan suatu diagnosa keperawatan dan memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan respon individu. Data fokus adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan pada klien. 1. Riwayat untuk Deteksi Komplikasi dan Ketidaknyamanan a. Riwayat 1. Menanyakan bagaimana perasaan pasien sejak kunjungan terakhirnya 2. Menanyakan apakah pasien mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir 3. Gerakan janin dalam 24 jam terakhir b. Deteksi ketidaknyamanan 1. Menanyakan keluhan - keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil 2. Menanyakan kemungkinan tanda - tanda bahaya yang dialami oleh ibu 2. Pemeriksaan Fisik Pada tiap kunjungan ulang antenatal pemeriksaan fisik berikut dilakukan untuk mendeteksi tiap tanda-tanda keluhan ibu dan evaluasi pada janin :
  13. 13. a. Janin :  Denyut jantung janin. Normal DJJ 120-160 kali per menit. Apabila kurang dari 120 x atau menitdisebut bradikardi, sedang lebih dari 160 x per menit disebut tathicardi.  Ukuran janin  Dengan cara Mc. Donald untuk mengetahui TFU dengan pita ukur kemudian dilakukan penghitungan tafsiran berat janin dengan rumus( TFU dalam cm ) – n x 155 = gram. Bila kepala diatas atau pada ishiadica maka n = 12. Bila kepala dibawah spina ishiadica maka n =  Letak dan presentasi  Letak dan presentasi dapat diketahui dengan menggunakan palpasi. Salah satu cara palpasi yang sering digunakan adalah menurut Leopold. 1. Leopold I : Untuk mengetahui tinggi fundus uteri dan bagian yang berada pada bagian fundus 2. Leopold II : Untuk mengetahui letak janin memanjang atau melintang dan bagian janin yang teraba disebelah kiri atau kanan 3. Leopold III : Untuk menentukan bagian janin yang ada dibawah (presentasi) 4. Leopold IV : Untuk menentukan apakah bagian bawah janin sudah masuk panggul b. Aktivitas/ gerakan janin Dikenal adanya gerakan 10, yang artinya dalam waktu 12 jam normal gerakan janin minimal 10 kali. c. Ibu 1. Tekanan darah 2. Berat badan 3. Tanda-tanda bahaya 4. Tinggi Fundus Uteri 5. Umur kehamilan 6. Pemeriksaan vagina 7. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan laboratorium awal pada wanita dengan risiko ringan meliputi tes darah berikut : golongan darah dan factor rhesus (Rh), skrining antibody, hitung darah lengkap atau hematokrit, rapid plasma regain (RPR), atau tes lain untuk mendeteksi sifilis, titer rubella, HBSAg, dan HIV. Banyak klinisi juga melakukan kultur urine. Seiring kemajuan kehamilan, tes tambahan, seperti skrining tripel serum maternal, juga diperlukan.
  14. 14. BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Kunjungan awal Kehamilan adalah suatu kunjungan yang dilakukan pertama kali ibu hamil dari awal kehamilan hingga minggu ke-36. Sedangkan kunjungan ulang yaitu setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan setelah kunjungan antenatal pertama sampai persalinan. B. SARAN Sebaiknya ibu hamil rajin memeriksakan kehamilannya untuk mendeteksi dini jika terjadi komplikasi pada kehamilannya, sehingga keselamatannya dan janinnya tidak terancam.
  15. 15. DAFTAR PUSTAKA  Mocthar R, 1998, Sinopsis Obstetri Cetakan I,EGC, Jakarta.  Hacher/moore, 2001, Esensial obstetric dan ginekologi, hypokrates , jakarta  Abdul bari saifuddin,, 2001 , Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, penerbit yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo, Jakarta  Manuaba,Ida Bagus Gede, 1998, Ilmu kebidanan,penyakit kandungan dan keluarga berencana, EGC, Jakarta  Marlyn Doenges,dkk, 2001,Rencana perawatan Maternal/Bayi, EGC , Jakarta  Arif Mansyoer,DKK,1999, Kapita selecta Kedokteran, Penerbit media aeskulapius FKUI.  Helen Varney,DKK, 2002, Buku Saku Bidan, cetakan I, EGC, Jakarta  Lynda Jual Carpenito, 2001, Buku Saku Diagnosa keperawatan edisi 8,EGC,Jakarta.
  16. 16. KMB : III DOSEN : Ns. MUSRIANI, S.Kep. M.Kes TUGAS : MAKALAH “MAKALAH KEHAMILAN” OLEH : NAMA : IRWAN BUDHI UTMO ODE BYO NIM : 11.11.912 TINGKAT : III A AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN MUNA TAHUN 2014
  17. 17. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................... i DAFTAR ISI .................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................................. 1 B. Tujuan Penulisan .............................................................................. 1 C. Manfaat Penulisan ............................................................................ 1 BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 2 BAB III ASUHAN KEHAMILAN.................................................................... 9 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................................... 14 B. Saran-saran ......................................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 15
  18. 18. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “KEHAMILAN”, yang mana makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Muna. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan saran. Penulis menyadari bahwa, dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan Mahasiswa /Mahasiswi Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Muna pada umumnya. Raha, 19 Juli 2014 Penulis

×