Tugas individu

MAKALAH TENTANG
HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN ILMU

Oleh :
SITTI NURHAWANI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AMANA...
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena atas limpahan
rahmat dan karunianya maka makalah ...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang Hubungan Filsafat
Dengan Ilmu. Penuli...
tersebut dapat mempengaruhi perkembangan ilmu, serta agar dapat membagi ilmu
pengetahuan dengan rekan-rekan yang lainnya.
...
BAB II
KAJIAN TEORI
Defenisi filsafat secara umum
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang
mer...
Defenisi ilmu bergantung pada cara kerja indra masing-masing individu
dalam menyerap pengetahuan dan juga cara berpikir se...
umum sekali. Tugas penyelidikan telah di bagi sekarang oleh filsafat
dengan ilmu.
d. Rene Descartes
Pelopor filsafat moder...
i. Imanuel Kant (1724-1804)
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari
segala pengetahuan yang d...
m. Prof. Mr, Muhammad Yamin
Filsafat

adalah

kepribadiannya

pemusatan
seraya

pikiran,

didalam

sehingga

manusia

kepr...
menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya
dari dalam.
b. Prof. Dr. A. Baiquni (guru besar universi...
dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada
prinsipnya yang dapat di amati oleh panca indera manusia. ...
l. E. Cantote 1977
Ilmu adalah suatu hasil aktivitas manusia yang mempunyai makna dan
metode. 1977-1992
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Filsafat dan Ilmu


Pengertia Filsafat
Filsafat dapat dijabarkan dari perkataan “philos...
objek formalnya (sudut pandangannya) ialah mencapai sebab-sebab yang terdalam
dari segala sesuatu, sampai kepada penyebab ...
manusia, melainkan bagaimana manusia seharusnya bertindak dalam kaitannya
dalam tujuan hidupnya.
Estetika, sering disebut ...


Pengertian ilmu

Ilmu berasal dari bahasa arab ‟alima/ya‟ lamu bararti tahu atau mengetahui.
Pengertian ilmu berdasarka...
Momentum pemisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan khusus itu
bermula disekitar abad pertengahan, pada saat lahirn...
Ada hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. Banyak masalah
filsafat

yang

memerlukan

landasan

pada

pengetah...
(to know „what‟ and „why‟…, first causes, highest principles, and ultimate
explanation).
Filsafat

memberikan

sintesis

k...
Mencari prinsip-prinsip umum, tidak membatasi segi pandangannya
bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan
...
Objek material (lapangan)
Filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada
(realita) sedangkan objek ...
eksperimen. Sedangkan ilmu selalu dengan eksperimen untuk menemukan
jawaban dari pertanyaannya.

3.3 Pengaruh Filsafat Ter...
Begitu pula dengan sistem pengajaran dalam dunia pendidikan yang
sekarang berbeda dengan sistem pengajaran dimasa yang lal...
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai sifat-sifat ilmu
pengetahuan. Akan tet...
DAFTAR PUSTAKA
Salam, Burhanuddi. Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi. Jakarta: PT. Rineka
Cipta. 2000.
Adib, Mohammad. Fi...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah filsafat

2,220

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
2,220
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
104
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah filsafat

  1. 1. Tugas individu MAKALAH TENTANG HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN ILMU Oleh : SITTI NURHAWANI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AMANAH MAKASSAR KELAS RAHA 2013
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena atas limpahan rahmat dan karunianya maka makalah ini dapat terselesaikan pada waktu yang telah direncanakan. Makalah yang berjudul “Hubungan Filsafat Dengan Ilmu”. Dalam penulisan makalah ini penulis, mengucapkan terima kasih karena tidak terlepas dari kerja sama yang baik dari berbagai pihak yang telah membantu selesainya makalah ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dapat penulis terima dengan senang hati guna penyempurnaan penulis selanjutnya. Tersirat sedikit harapan penulis, kiranya makalah sederhana ini bisa bermanfaat sambil menambah khasanah pengetahuan para pembaca. Amin. Raha, Desember 2013 Penulis
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang Hubungan Filsafat Dengan Ilmu. Penulis mengangkat tema tersebut karena penulis menyadari bahwa masih banyak dari kita yang tidak menyadari secara sepenuhnya jika dalam dunia pendidikan pun kita sebenarnya telah berfilsafat. Berfilsafat itu tidak hanya menguasai agama hingga ke akar-akarnya. Bahkan oleh anak-anak yang belum mengenyam pendidikan pun sesungguhnya telah berfilsafat dengan bagaimana mereka mempertanyakan sesuatu dan menelaah untuk dapat memahaminya. Penulis mencoba untuk membahas dan memaparkan tentang pengertian dan hubungan di antara filsafat dan ilmu. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana pengertian filsafat dan ilmu secara menyeluruh…? 2. Apakah terdapat hubungan dan perbedaan antara filsafat dengan ilmu…? 3. Bagaimana filsafat dapat mempengaruhi perkembangan ilmu…? 1.3 Tujuan Masalah Penulis menyusun makalah yang bertemakan Hubungan Filsafat Dengan Ilmu ini adalah agar penulis dapat lebih mengetahui bagaimana sebenarnya pengertian dari keduanya secara menyeluruh, juga agar penulis dapat mengetahui bagaimana hubungan dan perbedaan di antara keduanya, dan bagaimana filsafat
  4. 4. tersebut dapat mempengaruhi perkembangan ilmu, serta agar dapat membagi ilmu pengetahuan dengan rekan-rekan yang lainnya. 1.4 Manfaat Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada Semua pihak, untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang hubungan filsafat dengan ilmu serta diharapkan sebagai acuan dalam pembelajaran mata kuliah filsafat.
  5. 5. BAB II KAJIAN TEORI Defenisi filsafat secara umum Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang di cita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dalam segala hubungan. Ada pula yang mengatakan filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan di jabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak di dalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Defenisi ilmu secara umum Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan Meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
  6. 6. Defenisi ilmu bergantung pada cara kerja indra masing-masing individu dalam menyerap pengetahuan dan juga cara berpikir setiap individu dalam memproses pengetahuan yang diperolehnya. Selain itu, defenisi ilmu bisa berlandaskan aktifitas yang dilakukan ilmu itu sendiri. Pendapat para tokoh  Pengertian filsafat menurut para tokoh a. Pudjo Sumedi AS., Drs. M.Ed. dan Mustakim, S.Pd.MM. Istilah dari filsafat berasal dari bahasa yunani: “Philosophia”. Seiring perkembangan zaman akhirnya di kenal juga dalam berbagai bahasa, seperti: “philosophic” dalam kebudayaan bangsa jerman, belanda, dan perancis: “Philosophy” Dalam bahasa inggris: “Philosophia” dalam bahasa latin: dan “falsafah” dalam bahasa arab. b. Plato (428-348 SM) Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada. c. Aristoteles (384-322 SM) Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Dan kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu
  7. 7. umum sekali. Tugas penyelidikan telah di bagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu. d. Rene Descartes Pelopor filsafat modern dan pelopor pembaruan dalam abad ke-17 yang terkenal dengan ucapannya: “cogito ergo sum” (karena berpikir, maka saya ada) sebagai landasan filsafatnya. Berfilsafat berarti berpangkal pada suatu kebenaran yang fundamental atau pengalaman yang asasi. e. Al Farabi Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. f. Cicero (106-43 SM) Filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni” (the mother of all the arts) ia juga mendefenisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan) g. Johann Gotlick Fickte (1762-1814) Filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu, yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu). Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu untuk mencari kebenaran dari seluruh kenyataan. h. Paul Nartorp (1854-1924) Filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama)
  8. 8. i. Imanuel Kant (1724-1804) Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang di dalamnya tercakup empat persoalan yaitu:  Apakah yang dapat kita kerjakan ? (jawabannya metafisika)  Apakah yang seharusnya kita kerjakan? (Jawabannya etika)  Sampai dimanakah harapan kita? (jawabannya agama)  Apakah yang dinamakan manusia? (jawabannya antropologi) j. Notonegoro Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah, yang disebut hakekat. k. Prof. Dr. N. Driyarkara S.j. Filsafat adalah pikiran manusia yang radikal, dengan mengenyampikan pendapat-pendapat dan pendirian-pendirian yang diterima saja dengan mencoba memperlihatkan pandangan yang merupakan akar dari lain-lain pandangan dan sikap praktis. Pandangan diarahkan kepada sebab-sebab yang terakhir atau sebab pertama (filsafat causes), dan tidak diarahkan kepada sebab yang terdekat (secondary causes), sepanjang kemungkinan yang ada pada budi nurani manusia sesuai kemampaunnya. l. Harold H. Titus (1979) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi.
  9. 9. m. Prof. Mr, Muhammad Yamin Filsafat adalah kepribadiannya pemusatan seraya pikiran, didalam sehingga manusia kepribadiannya itu menemui dialaminya kesungguhan. n. Prof. Dr. Ismaun, M.pd. Filsafat adalah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh, yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau ksbenaran yang sejati). o. Bertrand Russel Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teknologi dan sains. Sebagaimana teknologi, filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitive tentangnya, sampai begitu jauh, tidak bias di pastikan: namun seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.  Pengertian ilmu menurut para tokoh a. Prof. Dr. Mohammad Hatta Tiap-tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun
  10. 10. menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam. b. Prof. Dr. A. Baiquni (guru besar universitas Gadjah Mada) Science merupakan general consensus dari masyarakat yang terdiri dari para scientist. c. Prof. Dr. M. J. Langerveld (Guru Besar pada Universitas di UtrechtBelanda) Pengetahuan adalah kesatuan objek yang mengetahui dan objek yang di ketahui. Suatu kesatuan dalam objek itu dipandang oleh subjek untuk diketahuinya. d. Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag Ilmu adalah yang empiris, rasional, umum, dan sistematik, serta keempatnya serentak. e. Karl Pearson Ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. f. Ashley Montagu Ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi, dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang di kaji. g. Harsojo Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu
  11. 11. dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya yang dapat di amati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefenisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengizinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk: “jika…,maka”. h. Afanasyef Ilmu adalah segala yang diketahui manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, kategori dan hukumhukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis. i. Communality, The Liang Gie 1991 Ilmu adalah sekumpulan proposisi sistematis yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan yang benar dengan ciri pokok yang bersifat general, rasional, objektif, maupun di uji kebenarannya (verifikasi objektif), dan mampu menjadi milik umum. j. J. Haberer 1972 Ilmu adalah suatu hasil aktivitas manusia yang merupakan kumpulan teori, metode dan praktek dan menjadi pranata dalam masyarakat k. J.D. Bernal 1977 Ilmu adalah xuatu pranata atau metode yang membentuk keyakinan mengenai alam semesta dan manusia.
  12. 12. l. E. Cantote 1977 Ilmu adalah suatu hasil aktivitas manusia yang mempunyai makna dan metode. 1977-1992
  13. 13. BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian Filsafat dan Ilmu  Pengertia Filsafat Filsafat dapat dijabarkan dari perkataan “philosopia”. Kata “philos” berarti cinta dan kata “sopos” berarti kebijaksanaan atau pengetahuan yang mendalam. Perkataan ini berasal dari bahasa yunani yang berarti: “cinta akan kebijaksanaan” (love of wisdom). Sesuai tradisi, Pythagoras dan Socrates-lah yang mula-mula menyebut diri “philosophus”, yaitu sebagai protes terhadap kaum “sophis”, kaum terpelajar pada waktu yang menamakan mereka itu hanyalah semu belaka. Sebagai protes terhadap kesombongan mereka itu, maka Socrates lebih suka menyebut dirinya “pencinta kebijaksanaan”, artinya orang yang ingin mengetahui pengetahuan yang luhur (Sophia) itu. Mengingat keluhuran pengetahuan yang dikejarnya maka ia tak mau berkata bahwa ia mempunyai, memiliki, atau menguasai. Oleh karena luas dan dalamnya filsafat itu, maka perang tidak akan dapat menguasai dengan sempurna dan orang tidak akan pernah mengatakan selesai belajar. Sudut praktis yang sesungguhnya mengenai arti dan nilai hidup, serta arti dan nilai manusia itu. Dengan demikian, dapat diberikan defenisi filsafat sebagai berikut: Filsafat adalah pengetahuan yang mempelajari sebab-sebab yang pertama atau prinsip-prinsip yang tertinggi dari segala sesuatu yang dicapai oleh akal budi manusia. Dari defenisi tersebut, jelas yang menjadi objek materialnya (lapangannya) ialah segala sesuatu yang dipermasalahkan filsafat. Sedangkan
  14. 14. objek formalnya (sudut pandangannya) ialah mencapai sebab-sebab yang terdalam dari segala sesuatu, sampai kepada penyebab yang tidak disebabkan, ada yang disebabkan, ada yang mutlak ada, yaitu penyebab pertama (causa prima) ialah allah itu sendiri. Mengenai “ada” yang tidak mutlak adalah segala ciptaan tuhan, sewaktu-waktu bisa punah di muka bumi ini, apabila sudah ada saatnya sesuai dengan hukum alam atau nukum allah (sunnatullah). Cabang-cabang Filsafat Epistemologi yaitu menyoroti dari sudut sebab pertama, gejala pengetahuan dan kesadaran manusia. Kritik ilmu adalah cabang filsafat yang menyebutkan diri dengan teori pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis keterangan yang diberikan yang tidak termaksud bidang ilmu pengetahuan melainkan meruupakan tugas filsafat. Ontologi, sering disebut metafisika umum atau filsafat pertama adalah filsafat tentang seluruh kenyataan atau segala sesuatu sejauh itu “ada”. Teologi metafisik, membicarakan filsafat ke-tuhan-an atau logos (ilmu) tentang theos (Tuhan) menurut ajaran dan kepercayaan. Kosmologi, membicarakan tentang kosmos atau alam semesta hal ihwal dan evolusinya. Filsuf yang berperan antara lain Pitagoras, Plato, dan Ptolemeus. Antropologi, berkaitan dengan filsafat manusia mempelajari manusia sebagai manusia, menguraikan apa atau siapa manusia menurut adanya yang terdalam, sejauh bias diketahui mulai dengan akal budinya yang murni. Etika, atau filsafat moral adalah bidang filsafat yang mempelajari tindakan manusia. Etika dibedakan dari semua cabang filsafat lain karena tidak mempersoalkan keadaan
  15. 15. manusia, melainkan bagaimana manusia seharusnya bertindak dalam kaitannya dalam tujuan hidupnya. Estetika, sering disebut juga filsafat keindahan (seni), adalah cabang filsafat yang berbicara tentang pengalaman, bentuknya hakikat keindahan yang bersifat jasmani dan rohani. Sejarah filsafat, sejarah filsafat adalah cabang filsafat yang mengajarkan jawaban para pemikir besar, tema yang dianggap paling penting dalam periode tertentu, dan aliran besar yang menguasai pemikiran selama satu zaman atau suatu bagian dunia tertentu. Adanya bidang kajian khusus atau cabang-cabang khusus filsafat yang terdiri dari cabang-cabang atau bagian-bagian pokok filsafat, misalnya filsafat tentang: Bahasa, Sejarah, Kebudayaan, Hukum, Ekonomi, Administrasi, Politik, Ilmu-ilmu pengetahuan: ilmu matematika, ilmu alam, ilmu teknik, agama dan lain-lain. Dengan demikian dapatlah kita simpulkan sebagai berikut: Objek filsafat ialah segala sesuatu yang ada, sudut pandangannya ialah sebab-sebab yang terdalam. Sifat filsafat ialah sifat-sifat ilmu pengetahuan. Metode filsafat ialah metode perenungan (contemplation) yang spekulatif. Jalan filsafat dalam usaha mencari atau menemukan jawaban atas segala pertanyaan hidup dan kehidupan manusia adalah dengan berdasarkan kekuatan pikiran manusia atau budi nurani (rasio) dan tidak berdasarkan dan tidak berdasarkan kepada wahyu allah atau pertolongan istimewa dari agama Tuhan.
  16. 16.  Pengertian ilmu Ilmu berasal dari bahasa arab ‟alima/ya‟ lamu bararti tahu atau mengetahui. Pengertian ilmu berdasarkan kamus bahasa Indonesia adalah pengetahuan suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo,1998). Mulyadi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang nonfisik, seperti metafisika. Dalam ensiklopedia Indonesia, kita temukan pengertian sebagai berikut: “Ilmu adalah suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing-masing sesuai pengalaman tertentu, yang disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu, hingga menjadi kesatuan. Suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masingmasing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode-metodetertentu”. Menurut Prof. Dr. Mohammad Hatta: “Tiap-tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya maupun menurut kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunnya dari dalam”. Sejalan dengan perkembangan zaman, meningkatnya kebutuhan hidup manusia dan semakin berkembangnya kehidupan modern maka semakin terasalah kebutuhan untuk menjawab segala tantangan yang dihadapi manusia. Dalam keadaan yang demikian, lahirlah apa yang disebut ilmu-ilmu pengetahuan khusus.
  17. 17. Momentum pemisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan khusus itu bermula disekitar abad pertengahan, pada saat lahirnya zaman Renaissance (misalnya ilmu fisika dan ilmu matematika). Bentuk ilmu yang lain (ilmu pengetahuan) bertujuan membantu manusia dalam mempermudah pelaksanaan kehidupannya atau untuk mensejahterahkan manusia. Disegi lain, dapat pula bertujuan menyusahkan atau menghancurkan manusia, apabla ilmu dan teknologi itu dipergunakan untuk tujuan perang dengan menciptakan senjata mutakhir. 3.2 Hubungan dan Perbedaan Filsafat Dengan Ilmu 3.2.1. Hubungan filsafat dengan ilmud Pada awalnya yang pertama muikatancul adalah filsafat dan ilmu-ilmu khusus merupakan bagian dari filsafat. Sehingga di katakana bahwa filsafat merupakan induk atau ibu dari semua ilmu (mother scientiarum). Karena objek material filsafat bersifat umum yaitu seluruh kenyataan, pada hal ilmu-ilmu membutuhkan objek khusus. Hal ini menyebabkan terpisahnya ilmu dan filsafat. Meskipun pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat, ini tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu-ilmu khusus menjadi terputus. Dengan ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu, hal ini menimbulkan batas-batas yang tegas diantara masing-masing ilmu. Dengan kata lain tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. Disinilah filsafat berusaha untuk menyatu padukan masing-masing ilmu. Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi dan merumuskan suatu pandangan hidup yang di dasarkan atas pengalaman kemanusiaan yang luas.
  18. 18. Ada hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. Banyak masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. Ilmu ini dapat menyediakan bagi filsafat untuk sejumlah bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah. (Siswomihardjo, 2003). Dalam perkembangan berikutnya, filsafat tidak saja dipandang sebagai induk dan sumber ilmu, tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri, yang juga mengalami spesialisasi. Dalam taraf peralihan ini filsafat tidak mencakup keseluruhan, tetapi sudah menjadi sektoral. Contohnya filsafat agama, filsafat hukum dan filsafat ilmu. Filsafat ilmu adalah bagian dari perkembangan filsafat yang sudah menjadi sektoral dan terkotak dalam satu bidang tertentu. Dalam konteks inilah kemudian ilmu sebagai kajian filsafat yang sangat relevan untuk dikaji dan didalami (Bakhtiar, 2005). Hubungan filsafat dengan ilmu dapat diartikan sebagai berikut: Filsafat mempunyai objek yang lebih luas, sifatnya universal, sedangkan ilmu objeknya terbatas, khusus lapangannya saja. Filsafat hendak memberikan pengetahuan, insight/pemahaman lebih dalam dengan menunjukan sebab-sebab yang terakhir. Sedangkan ilmu juga menunjukan sebab-sebab, tetapi yang tak begitu mendalam. Dengan satu kalimat dapat dikatakan: Ilmu mengatakan “bagaimana” barangbarang itu (to know… technical know how, managerial know how…, secondary causes, and proximate explanation). Filsafat mengatakan “apa” baran-barang itu
  19. 19. (to know „what‟ and „why‟…, first causes, highest principles, and ultimate explanation). Filsafat memberikan sintesis kepada ilmu-ilmu yang khusus, mempersatukan dan mengkoordinasikannya. Lapangan filsafat mungkin sama dengan lapangan ilmu, tetapi sudut pandangnya berlainan. Jadi, merupakan dua pengetahuan yang tersendiri. Keduanya (filsafat dan ilmu) penting, serta saling melengkapi, juga saling menghormati dan mengakui batas-batas dan sifatnya masing-masing. Inilah yang sering dilupakan sehingga ada ilmuwan yang ingin menjadi tuan tanah atas kavling pengetahuan lain. Misalnya, apabila ada seorang dokter berkata, “setiap saya mengoperasi seorang pasien belum pernah saya melihat jiwanya. Jadi manusia itu tidak memiliki jiwa”. Maka dokter itu menginjak kelapangan lain dari lapangan ilmu ke lapangan filsafat, sehingga kesimpulannya tidak benar. Untuk melihat hubungan antara filsafat dan ilmu, ada baiknya kita lihat pada perbandingan antara ilmu dengan filsafat dalam bagan di bawah ini, (disarikan dari Drs. Agraha Suhandi, 1992). Filsafat ilmu Segi-segi yang dipelajari dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Objek penelitian yang terbatas. Tidak menilai objek dari suatu sistem nilai tertentu. Bertugas memberikan jawaban. Mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban.
  20. 20. Mencari prinsip-prinsip umum, tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan keseluruhan-keseluruhan yang ada. Menilai objek renungan dengan suatu makna, misalkan religi, kesusilaan, keadilan dll. Bertugas mengintegrasikan ilmu-ilmu. Kita telah mengadakan perenungan tentang pengertian yang sedalamdalamnya dari sumber atau wadah kebenaran (obyektivitas) yaitu ilmu dan filsafat. Berikutnya bagaimana hubungannya keduanya dengan agama, sebagai berikut: 1. Ketiganya baik ilmu, filsafat, maupun agama merupakan sumber atau wadah kebenaran (obyektivitas) atau bentuk pengetahuan. 2. Dalam pencarian kebenaran (obyektivitas) ketiga bentuk pengetahuan itu masing-masing mempunyai metode, sistem dan mengolah obyeknya sampai akhir. 3. Ilmu bertujuan mencari kebenaran mikrokosmos (manusia), makrokosmos (alam) dan eksistensi Tuhan/Allah. Agama bertujuan untuk kebahagiaan umat manusia dunia akhirat dengan menunjukan kebenaran asasi dan mutlak itu, baik mengenai mikro-kosmos (manusia), makro-kosmos (alam), maupun Tuhan/Allah itu sendiri. 3.2.2. Perbedaan Filsafat dengan Ilmu Selain memiliki hubungan, filsafat dan ilmu juga memilki perbedaan. Perbedaan tersebut dapat di lihat dari berbagai objek, yakni:
  21. 21. Objek material (lapangan) Filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita) sedangkan objek material ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secara kaku dan terkotak-kotak, sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu. Objek formal (sudut pandang) Filsafat itu bersifat nonfragmentaris, karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada secara luas, mendalam dan mendasar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif. Di samping itu, objek formal itu bersifat teknik, yang berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita. Filsafat dilaksanakan dalam suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi, kritis dan pengawasan, sedangkan ilmu harus diadakan riset lewat pendekatan trial dan eror. Oleh karena itu, nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis, sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainya. Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari, sedangkan ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis, yang di mulai dari tidak tahu menjadi tahu. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir, yang mutlak, dan mendalam sampai mendasar (primary cause) sedangkan ilmu menunjukan sebabsebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih dekat, yang sekunder (secondary cause). Filsafat = berpikir kritis atau selalu mempertanyakan segala hal tanpa ada
  22. 22. eksperimen. Sedangkan ilmu selalu dengan eksperimen untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya. 3.3 Pengaruh Filsafat Terhadap Ilmu Bagaimana filsafat dapat mempengaruhi perkembangan ilmu…? Ada beberapa alasan yang mengacu pada pertanyaan ini, yakni untuk mendapatkan ilmu, seseorang hendaknya berada atau ikut andil dalam proses mengenyam ilmu dalam dunia pendidikan. Dalam proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan ini sangat kontras dengan “proses berfikir”. Ketika seorang siswa bertanya kepada gurunya tentang bagaimana proses terjadinya tetesan-tetesan air yang jatuh dari langit yang telah di kenal oleh semua orang dengan sebutan hujan. Kenapa ikan hanya bisa berenang didalam air denga sirip-sirip kecil mereka…? Sementara burung dengan kedua sayapnya mampu terbang tinggi di angkasa…?. Kedua pertanyaan ini sangat kontras dengan cara dan proses berpikir mereka. Lalu seorang guru tersebut akan mulai berpikir untuk menemukan jawaban dari petrtanyaan-pertanyaan siswanya. Dari sini, guru tersebut akan mencoba teori yang berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan itu dan menghubungkannya dengan kekuasaan yang maha Esa, lalu mengajak para siswanya untuk berpikir mengenai hal itu secara logika. Nah, secara tidak langsung mereka telah berfilsafat. Sesuai dengan pengertian dasar filsafat yakni “berpikir untuk mencari kebenaran”. Jadi, walaupun mereka tidak menyadari bahwa mereka telah terjun dalam berpikir secara filsafat, tetapi sesungguhnya mereka telah berfilsafat.
  23. 23. Begitu pula dengan sistem pengajaran dalam dunia pendidikan yang sekarang berbeda dengan sistem pengajaran dimasa yang lalu. Inilah bukti bahwa ilmu telah mengalami perkembangan yang signifikan. Jika dimasa yang lalu guru di tuntut untuk lebuh aktif dalam mengajari para siswanya, sehingga pertanyaan yang diajukan oleh para siswa terfokus pada jawaban guru tersebut. Dapat dikatakan bahwa setiap pertanyaan tersebut mutlak akan di jawab oleh guru. Tetapi sistem pengajaran dizaman sekarang telah sangat berbeda dan mengalami perkembangan. Pihak-pihak yang berperan penting dalam dunia pendidikan telah berpikir kefilsafatan sehingga muncul la ide-ide baru yang lebih efektif dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan sekarang. Jika di masa yang lalu guru mutlak menjawab segala pertanyaan siswa, di zaman sekarang siswa di tuntut untuk lebih aktif. Jika ada siswa yang mengajukan pertanyaan, maka guru akan mengembalikan pertanyaan tersebut kepada siswa yang lain lagi untuk menjawabnya. Jika tidak ada satupun dari seluruh siswa yang dapat menjawab, maka barulah guru tersebut mengambil alih pertanyaan tersebut kemudian menjawabnya, tetapi tetap dituntut untuk memancing pendapat para siswanya untuk lebih mengembangkan kemampuan berfikir mereka. Di sinilah proses berpikir secara filsafat dapat kita temukan lagi. Jadi dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa filsafat telah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan ilmu dalam dunia pendidikan.
  24. 24. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai sifat-sifat ilmu pengetahuan. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termaksud ruang lingkup ilmu pengetahuan yang khusus. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu, tetapi objeknya tidak terbatas. Filsafat dapat mempengaruhi ilmu, karena dalam memperoleh ilmu tersebut seseorang dengan sendirinya, tanpa di rencanakan sebelumnya akan mulai untuk berfilsafat. Walaupun mungkin tidak semua orang menyadari bahwa saat berpikir dan menanyakan sesuatu, ataupun saat berpikir dan menjawab sesuatu mereka sebenarnya sedang berfilsafat. Mengenai pendapat para tokoh yang diantaranya adalah plato, Rene descartes dan yang lainnya menyadari bahwa berpikir itu adalah sesuatu yang sangat berharga, serta meyakini bahwa berfilsafat berarti berpangkal kepada suatu kebenaran yang hakiki. Juga seperti yang dikatakan oleh Maurice Marieau Ponty “Jasa dari filsafat terletak dalam sumber penyelidikannya, yakni eksistensi dan dengan sumber itu kita bisa berpikir tentang manusia”. Lalu, mengenai hubungan filsafat dengan ilmu, yakni penting adanya, serta saling melengkapi, juga saling menghormati dan mengakui batasbatas dan sifatnya masing-masing. Filsafat memberikan sintesis kepada ilmu-ilmu yang khusus, mempersatukan dan mengkoordinasinya.
  25. 25. DAFTAR PUSTAKA Salam, Burhanuddi. Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 2000. Adib, Mohammad. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2010. Diperoleh dari http://www.google.com

×