Luka bakar maritim

213 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
213
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Luka bakar maritim

  1. 1. KELOMPOK 8
  2. 2.   Secara geografis, Indonesia dinobatkan sebagai negara kepulauan (archipelagic state) terbesar dunia. Sebagai negara kepulauan, indonesia beresiko terhadap beberapa permasalahan baik itu bencana maritim misalnya tabrakan, kejadian yang berhubungan dengan cuaca, kebakaran dan penyakit infeksi menular ataupun masalahmasalah lain yang dapat timbul dengan munculnya berbagai macam penyakit misalnya barotrauma, gangguan system integument atau pigmentasi maupun hal-hal yang dapat menimbulkan kegawatdaruratan. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang ada, yang sering sekali kita temukan adalah peristiwa kebakaran dan penyakit menular atau infeksius. Oleh karena itu asuhan keperawatan maritim dengan gangguan system integumen yang kami ambil adalah luka bakar.
  3. 3.            DEFENISI Luka bakar adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh agen termal, kimia, listrik atau radioaktif. ETIOLOGI Sebagian besar luka bakar terjadi dirumah dan yang lazimnya terlibat dalam kejadian ini, misalnya kecelakaan industri menyebabkan banyak kejadian luka bakar dan cedera karena arus listrik. MANIFESTASI KLINIK Terjadi syok hipovolemik : a. Gelisah b. Pucat c. Dingin d. Berkeringat e. Nadi kecil dan cepat
  4. 4.           PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ü Hitung darah lengkap ü Foto rongseng dada ü Scan paru ü EKG PENGOBATAN Penanganan penderita luka bakar dilakukan dengan : 1) Pemasangan infuse untuk restorasi keseimbangan cairan dan elektrolit 2) Pemasangan kateter buli- buli untuk pemantauan 3) Pemasangan CVP untuk pemantauan sirkulasi darah 4) Inkubasi atau pemasangan bidai kalau perlu
  5. 5.             Aktivitas / Istirahat Tanda : § Penurunan kekuatan dan tahanan. Sirkulasi Tanda : § hipotensi ( syok ). Eliminasi Tanda : § Haluaran urine menurun / tidak ada Makanan / cairan Tanda : § Edema jaringan utama.
  6. 6.        DIAGNOSA & INTERVENSI Kerusakan integritas dengan cedera termal kulit berhubungan Cukur rambut sampai jarak 5 cm dari luka dan tepat mengelilingi luka tesebut. R/ Untuk menghilangkan reservoir infeksi. Bersihkan luka dan kulit sekitarnya dengan seksama. R/ Untuk menurunkan resiko infeksi. Nyeri berhubungan dengan trauma kulit Kaji tingkat nyeri. R/ Untuk mengetahui derajat nyeri Ajarkan tehnik relaksasi napas dalam jika terdapat nyeri. R/ Untuk mengurangi rasa nyeri
  7. 7.  Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan adanya organisme pathogen dan perubahan respon imun.  Kaji tanda infeksi. R/ Adanya demam, panas tinggi merupakan tanda terjadinya infeksi. Pertahankan tehnik mencuci tangan & cermat oleh anggota staf & pengunjung. R/ Untuk meminimalkan pemajanan pada agens infeksi.  Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan pembentukan jaringan parut.    Lakukan latihan rentang gerak aktif & pasif. R/ Untuk mempertahankan fungsi sendi & otot yang optimal. Dorong & tingkatkan aktivitas bantuan diri. R/ Untuk meningkatkan mobilitas.
  8. 8.  Gangguan elektrolit dehidrasi.  Kaji volume cairan dan berhubungan dengan pemberian cairan & elektrolit. R/ Untuk pemenuhan kebutuhan cairan & elektrolit.  Pertahankan pencatatan jumlah pengeluran & pemasukan cairan. R/ Untuk mencegah ketidakseimbangan & kelebihan cairan
  9. 9. THANKS ALL

×