Your SlideShare is downloading. ×
Lembar  observasi aktifitas pengelolaan pembelajaran herawati kama
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Lembar observasi aktifitas pengelolaan pembelajaran herawati kama

5,387
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
5,387
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
118
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 17 A. JUDUL PENELITIAN : Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Animali Melalui Penerapan Model Pembelajaran Strategi- Strategi Belajar PQ4R Kelas Pada Siswa Kelas VII SMP N 4 Wakorumba Selatan. B. BIDANG ILMU : Desain dan Strategi Pembelajaran IPA Terpadu 1. PENDAHULUAN Pendekatan pembelajaran pada Mata Pelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 4 WAKORSEL selama ini mengacu pada pendekatan pembelajaran keterampilan proses, yang dilaksanakan pada anonim (1995a ; b; c). Namun pelaksanaannya belum maksimal, yang dapat dilihat dari keterampilan siswa yang masih kurang dalam menerapkan metode ilmiah untuk mempelajari Konsep-Konsep Biologi. Guru IPA Terpadu di SMP N. 4 WAKORSEL masih kurang inovatif dalam menerapkan model-model pembelajaran kontekstual yang sesuai karakteristik pokok bahasan, terutama dalam pengajaran pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Hasil pengamatan pada siswa kelas VIII menunjukan bahwa prestasi belajar siswa pada pokok bahasan animalia selama ini masih jauh di bawah standar rata-rata yang kurang dari nilai. untuk itu perlu adanya inovasi pengajaran berupa pengadaan model-model pengajaran yang sesuai dengan ciri khas pokok bahasan tersebut. Salah satu Model pembelajaran kontekstual yang mengajarkan bagaimana siswa belajar dengan benar, terutama pada pengetahuan yang bersifat deklaratif dan pengetahuan prosedural adalah melalui pembelajaran strategi-strategi belajar dan jenis yang sering digunakan adalah PQ4R (Preview, Read, Recite, Reflection, Review) (indana, 2003). a. PERUMUSAN MASALAH Rendahnya prestasi siswa kelas VII 1 dalam penguasaan konsep pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup merupakan masalah yang mendesak untuk dipecahkan. pendekatan mengajar yang kurang inovatif terutama dalam menerapkan model-model pembelajaran konteksual yang sesuai dengan karakteristik pokok bahasan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural di identifikasi sebagai penyebab utama. salah satu model pembelajaran kontekstual yang mengajarkan bagaimana siswa belajar dengan baik pada pengetahuan yang sifatnya prosedural dan deklaratif adalah strategi-strategi belajar PQ4R. Oleh karena itu, masalah yang diajukan dalam penelitian tindakan ini adalah : Apakah dengan penerapan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R dapat meningkatkan prestasi belajar dalam menguasai konsep pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup pada mata pelajaran IPA Terpadu siswa kelas VIII SMP N 4 WAKORSEL.
  • 2. 17 b. CARA PEMECAHAN MASALAH Masalah rendahnya prestasi siswa dalam penguasaan konsep-konsep pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup akan dipecahkan dengan pendekatan pembelajaran. kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran strategi-strategi belajar metode PQ4R. 1.1 Tujuan yang ingin di Capai Adapun tujuan yang ingin di capai dalam penelitian tindak kelas ini adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan prestasi belajar siswa dalam penguasaan konsep pada pokok bahasan animalia mata pelajaran biologi di kelas viii smp n 4 wakorsel. 2. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan pembelajaran strategi-strategi belajar pq4r dalam mempelajari konsep-konsep biologi pada pokok bahasan animalia. 1.2 Penjelasan tujuan 1. Meningkatkan prestasi belajar siswa dalam penggunaan konsep pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup yaitu bahwa dalam penelitian tindakan kelas yang peneliti lakukan saat ini menerapkan strategi-strategi belajar PQ4R yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sebab strategi belajar PQ4R merupakan pola pembelajaran konsektual yang semangatnya berbeda dengan pembelajaran konvesional yang selama ini kita kenal yang lebih menyadarkan kepada hafalan dan informasi ditentukan oleh guru serta penilayannya melalui kegiatan akademik. Sedangkan pembelajaran kontekstual berupa strategi belajar PQ4R merupakan bentuk pengajaran yang dimungkinkan siswa, menguatkan, memperluas, dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan luar sekolah agar dapat memecahkan masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang diasumsikan. 2. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan strategi-strategi belajar khusus metode PQ4R dalam mempelajari konsep-konsep biologi pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup yaitu dari hasil pengamatan peneliti pada siswa kelas VIII SMP N 4 WAKORSEL. Menunjukan bahwa prestasi belajar siswa pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup selama ini masih jauh di bawah standar, oleh karena itu peneliti menerapkan strategi belajar PQ4R : P singkatan dari previev (membaca selintas dengan cepat) Q Singkatan dari Question ( bertanya) R singkatan dari read ( membaca ), reflect (refleksi), recite (tanya jawab sendiri), review (mengulang secara menyeluruh). Dengan hasil bahwa siswa kelas VIII SMP N 4 WAKORSEL mampu menerapkan dalam proses belajar khususnya pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup
  • 3. 17 2. PROSEDUR 2.1 Desain PTK SIKLUS SELANJUTNYA Permasalahan alternatif pemecahan (Rencana tindakan Pelaksanaan Tindakan I Terselesaikan Refleksi I Analisa data I Observasi (monitoring) belum terselesaikan alternatif pemecahan (rencana tindakan) Pelaksanaan Tindakan II Terselesaikan Refleksi I Analisa Data II Observasi belum Terselesaikan
  • 4. 17 2.2 Desain PTK 1. Tehnik pengumpulan data 1. Data hasil belajar produk diambil dengan memberikan tes kepada siswa. 2. Data tentang nilai proses dan keaktifan siswa dalam pembelajaran serta aktifitas guru selama kegiatan belajar mengajar diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. 3. Data pendukung mengenai pemahaman siswa selama proses pembelajaran tentang konsep-konsep animalia diperoleh melalui format siswa dan lembar portofolio. 2.3 Uraian Konsep Penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian pula, yang dengan sendirinya mempunyai berbagai aturan dan langkah-langkah yang harus di ikuti. penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari class room action, research yaitu suatu action research yang dilakukan dikelas dengan arti katanya diterjemahkan menjadi penelitian tindakan ; yang oleh caar dan kemnis (monif, J, 1991,P.2) didefinisikan sebagai berikut : 1. Penelitian tindakan adalah satu bentuk inkuiri, atau penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi diri. 2. Penelitian tindakan dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti, seperti guru, siswa atau kepala sekolah. 3. Penelitian tindakan dilakukan dalam situasi sosial, termaksud situasi pendidikan. 4. Tujuan penelitian tindakan adalah memperbaiki dasar pemikiran dan kepantasan dari praktek-praktek, pemahaman terhadap praktek tersebut, serta situasi atau lembaga tempat praktek tersebut dilaksanakan. Dari ke empat ide pokok diatas dapat kita simpulkan bahwa Penelitian Tindakan merupakan Penelitian dalam Bidang Sosial, yang menggunakan refleksi diri sebagai metode utama, dilakukan oleh orang yang terlibat di dalamnya, serta bertujuan untuk melakukan perbaikan, dalam berbagai aspek. dengan berbekalkan pengertian ini kita dapat mengkaji pengertian PTK yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Oleh karena itu, meniff (1992:9) menekankan bahwa dengan dan dalam PTK guru terbiasakan menyambut tantangan peningkatan kinerjanya dengan membuka diri terhadap pengalaman dalam berbagai proses pembelajaran yang baru. dengan demikian tindakan-tindakan dalam PTK juga memicu dan memacu pertumbuhan dalam jabatan bagi guru. oleh karena itu, dapatlah dikatakan bahwa PTK berpijak pada dua landasan yaitu infolvement – keterlibatan lansung guru dalam penggelaran PTK – dari segi psikologi, dan inprofement- komitmen guru untuk melakukan perbaikan, termaksud perbaikan cara berfikir dan kerjanya sendiri dari segi pedagogik. oleh karena itu, juga dapat dikatakan bahwa PTK merupakan self-refletife incuiri off as well as in, real situation. 2.4 kegiatan yang dilaksanakan Proses Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 2 siklus. tiap Siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin di capai, seperti apa yang di desain dalam faktor yang diselidiki. untuk melihat sejauh mana prestasi belajar siswa dalam memahami konsep-konsep IPA Terpadu maka dilakukan tes awal dengan
  • 5. 17 menggunakan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan materi klasifikasi mahluk hidup. Dari tes dan observasi awal yang dilakukan, maka dalam refleksi ditetapkan bahwa tindakan yang ada digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Animalia dilakukan dengan memaksimalkan model-model pembelajaran strategi pembelajaran PQ4R. Pada siklus pertama, tindakan yang dilakukan adalah : 1. Membuat skenario pembelajaran berupa RPP yang berbasis pada inquiri sains dengan menggunakan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R pada topik animalia 2. Membuat / menyiapkan media / alat bantu termaksud LKS, lembar observasi keaktifan dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan kemampuan guru dalam menerapkan modal pembelajaran strategi-strategi PQ4R pada setiap topik pokok bahasan animalia. 3. Mendesai alat evaluasi berupa penilaian proses dan hasil belajar produk untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran strategi PQ4R. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran pada RPP No. 4 animalia pada siklus 2 menetapkan / merumuskan keunggulan kelemahan yang di capai pada siklus pertama yaitu pada penekanan pemberian kesempatan kepada siswa dengan indikator pencapaian, memberikan kepada siswa untuk merumuskan jawabannya, meminta tanggapan dari siswa yang lain dan mengajukan pertanyaan akhir pada siswa untuk menguji pemahamanya. pelaksanaan tindakan ini hanya sampai pada siklus kedua karena dikategorikan mencapai ketuntasan belajar. 3. HASIL IMPLEMENTASI 3.1 Hasil sebelum pelaksanaan tindakan kelas dengan penerapan pembelajaran menggunakan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R maka terlebih dahulu siswa diberi tes awal dimaksudkan sebagai dasar untuk mengetahui pengetahuan awal siswa dalam memahami / menguasai konsep klasifikasi mahluk hidup. Hasil tes awal menunjukan bahwa dari 31 siswa kelas VIII SMP N 4 WAKORSEL yang menjadi objek penelitian diperoleh nilai minimum 36,50 dan nilai maksimum 85, 00. jika dikaitkan dengan ketuntasan belajar secara individual 62 maka diperoleh 20 siswa ( 100 % dikategorikan belum mencapai ketuntasan belajar secara individual Pemberian tindakan pada pertemuan pertama nilai terendah yang diperoleh siswa telah diberikan tes hasil belajar dengan penerapan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R adalah 36,50 nilai minimum pencapaian siswa dan nilai tertinggi adalah 85,00 siswa yang memperoleh nilai kurang dari 62 sebanyak 20 orang siswa sedangkan yang memperoleh diatas nilai 60 sebanyak 11 orang siswa. Berdasarkan hasil tes formatif pada tes awal ini, maka selanjutnya peneliti mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan pada pertemuan ke dua tindakan kedua yang melakukan refisi terhadap perencanaan pembelajaran yang
  • 6. 17 belum dilaksanakan atau belum sempurna dilaksanakan pada tindakan pertama, dengan penekanan pada perbaikan yang diarahkan pada siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar secara individual yang dilaksanakan dengan pemberian kesempatan kepada siswa melakukan pengamatan, pemberian pertanyaan kepada siswa sesuai dengan indikator pencapaian, memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan jawabannya, meminta tanggapan dari siswa yang lain dan mengajukan pertanyaan akhir pada siswa untuk menguji pemahamanya. Setelah proses pembelajaran tindakan kedua pada pertemuan kedua dan ketiga dengan tetap menggunakan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R dan diperoleh nilai rata-rata 60,34 dan jumlah siswa yang tuntas adalah 11 orang siswa dan jumlah siswa yang tidak tuntas pada pertemuan pertama dan tindakan pertama adalah sebanyak 20 orang siswa dan dilanjutkan pada pertemuan kedua tindakan kedua dan ketiga dengan penekanan pada pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan. Berdasarkan nilai rata-rata tindakan pertama yaitu 6,64 dan nilai rata-rata tindakan kedua yaitu 7,49 maka ada peningkatan perolehan nilai tiap-tiap pertemuan. setelah pertemuan ke tiga tindakan kedua melalui pengajaran dengan penerapan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R di bandingkan tindakan pertama sampai tindakan kedua meningkat menjadi 31 siswa dari 11 siswa yang tuntas. pada tindakan pertama, disebabkan pada evaluasi tindakan ke 2 benar-benar telah dimengerti apa yang telah diajarkan dengan menerapkan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R dan tidak perlu dilakukan pada tindakan berikutnya karena secara individu mencapai ketuntasan yaitu dengan rata-rata ketuntasan 77, 87 dengan jumlah siswa yang tuntas 31 siswa. Berdasarkan nilai rata-rata perolehan siswa pada setiap pertemuan maka dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa pada pertemuan pertama hingga pertemua ke tiga terjadi hasil belajar siswa. dari hasil belajar yang diperoleh menunjukan penerapan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R dalam proses belajar mengajar serta pelaksanaan tindakan kelas untuk perbaikan nilai dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dengan semakin berkurangnya jumlah siswa yang harus mendapat tindakan pada setiap pertemuan dan nilai yang diperoleh siswa yang berada pada kategori belum tuntas semakin berkurang, sehingga dapat dikatakan bahwa pelaksanaan tindakan ini hanya sampai pada siklus ke 2 karena dikategorikan telah mencapai ketuntasan belajar. 3.2 Implementasi Teori a. Pendekatan Contekstual Teaching and Learning (CTL) Contekstual Teaching and Learning (CTL) atau pembelajaran contekstual merupakan salah satu macam dari pembelajaran konstruktivisme yang mengajarkan tentang sifat dasar bagaimana manusia belajar. Kata kunci konstruktivisme adalah to contruct oleh karena itu pada pembelajaran Contekstual para pebelajar seharusnya sungguh-sungguh membangun makna dalam sudut pandang pembelajaran bermakna bukan sekedar hafalan atau tiruan ( corebima, 2003, Ibrahim, 2003a). Pola pembelajaran kontekstual sangatlah berbeda dengan pembelajaran konvensional yang selama ini kita kenal yang lebih menyadarkan kepada hafalan
  • 7. 17 dan informasi ditentukan oleh guru serta penilaiannya hanya melalui kegiatan akademik. Menurut U.S. Departemen Of Education and the National School-to- Work Office dalam Nur (2001) pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsepsi yang membantu guru menghubungkan konten materi ajar dengan situasi- situasi dunia nyata dan memotifasi siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan dengan penerapanya ke dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja. Lebih lanjut Nur (2001), pembelajaran kontekstual merupakan pengajaran yang memungkinkan siswa menguatkan, memperluas dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan luar sekolah agar dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang diasumsikan. Untuk memecahkan masalah-masalah akademik seorang guru perlu memotivasi siswanya dengan cara menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari siswa dengan kehidupan nyata yang dialami siswa sehari-hari. Pembelajaran kontekstual dapat dikatakan sebagai buah pendekatan pembelajaran yang mengakui dan menunjukkan kondisi alamiah dari pengetahuan. Melalui hubungan di dalam dan di luar ruang kelas, suatu pendekatan pembelajaran kontekstual menjadikan pengalaman menjadi relevan dan berarti bagi siswa dalam membangun pengetahuan yang akan mereka terapkan dalam pembelajaran seumur hidup (Corebima, 2003). Jelaslah bahwa penerapan pembelajaran kontekstual akan menciptakan ruang kelas yang didalamnya siswa akan menjadi peserta aktif, bukan hanya pengamat yang pasif, dan bertanggungjawab terhadap belajarnya. Dalam mempelajari sains, khususnya mata pelajaran biologi pengajaran dengan pendekatan pembelajaran kontekstual tidaklah sulit untuk diterapkan, karena konsep-konsep biologi banyak berhubungan dengan dunia keseharian siswa. Menurut C-Star University of washington (Anonim, 2002q; Sulistiyono, 2003) ada tujuh prinsip pembelajaran kontekstual yaitu : (1) modeling, (2) learning community, (3) questioning, (4) inquiry, (5) contructivism, (6) assessment authentich, dan (7) reflection. Dari tujuh prinsip pembelajaran kontekstual tersebut, inkuiri dapat mencakup beberapa prinsip lainnya, misalnya learning community, questioning, contructivism dalam penerapannya melalui keterampilan proses sains. b. Keterampilan-Keterampilan Proses Sains Menurut Ibrahim (2003d), dan Anonim (tanpa tahun) bahwa keterampilan proses sains adalah keterampilan-keterampilan yang dipelajari siswa pada saat mereka melakukan inkuiri ilmiah. Keterampilan-keterampilan proses tersebut adalah pengamatan, pengklasifikasian, peramalan, pengkomunikasian, penggunaan bilangan, penginterpretasian data, melakukan eksperimen, pengontrolan variabel, perumusan hipotesis, pendefinisian secara operasional, dan perumusan model. Dari keterampilan-keterampilan proses di atas yang ada hubumgannya dengan penelitian ini adalah : pengkomunikasian; mengatakan apa yang diketahui dengan ucapan kata-kata, tulisan, gambar, demonstrasi dan grafik. Beberapa prilaku yang dikerjakan siswa pada saat melakukan komunikasi adalah pemaparan pengamatan atau dengan menggunakan perbendaharaan kata yang sesuai. Agar proses pembelajaran kontekstual dapat lebih efektif kaitannya dengan pembelajaran siswa, guru diharuskan merencanakan, mengimplementasikan,
  • 8. 17 merefleksikan dan menyempurnakan pembelajaran. Untuk keperluan itu, guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut : (1) mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa, (2) memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui pengkajian secara seksama, (3) mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa, selanjutnya memilih dan mengaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam proses pembelajaran kontekstual, (4) merancang pengajaran dengan mengaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan kehidupan mereka, (5) melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dan mengaitkan apa yang dipelajarinya dengan fenomena kehidupan sehari-hari, dan (6) melakukan penilaian terhadap pemahaman siswa. Hasil penilaian tersebut dijadikan sebagai bahan refleksi terhadap rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya (Corebima, 2003). c. Strategi-Strategi Belajar Menurut Puspitasari (2003) bahwa strategi-strategi belajar merupakan operator-operator kognitif yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas. Strategi belajar juga dikenal sebagai strategi kognitif, karena strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif daripada tujuan belajar perilaku. Oleh sebab itu strategi-strategi belajar dalam penerapannya pada siswa memiliki tujuan untuk membentuk siswa sebagai pembelajar mandiri. Pembelajar mandiri memiliki ciri mampu melakukan empat hal yaitu : (1) mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu secara cermat, (2) menentukan dan memilih strategi-strategi belajar tertentu untuk masalah atau topik belajar tertentu, (3) memonitor dan mengevaluasi keefektifan strategi tersebut, dan (4) memotivasi diri sendiri untuk terlibat dalam suatu proses pembelajaran sampai masalah terselesaikan. d. Jenis-jenis strategi Belajar Ada empat jenis strategi-strategi belajar, yaitu strategi mengulang, strategi elaborasi, strategi organisasi, dan strategi metakognitif. Secara khusus akan diulas mengenai strategi elaborasi (puspitasari 2003) Lebih lanjuat puspita sari (2003) menjelaskan bahwa strategi-strategi elaborasi adalah suatu strategi pembelajaran yang membantu siswa dalam proses pengembangan makna informasi baru dengan penambahan rincian dan penemuan hubungan-hubungan. Strategi elaborasi terdiri dari analogi, catatan matrix, dan PQ4R. Strategi elaborasi yang telah lama dikenal adalah metode PQ4R. Metode ini digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka ingat. P singkatan dari Previev (membaca selintas dengan cepat), question (bertanya), read (membaca), reflect ( refleksi), recite (tanya jawab sendiri), reviev (mengulang secara menyeluruh). Langkah-langkah penerapan PQ4R meliputi urutan nama- nama tersebut yaitu : 1. Previev adalah tugas membaca dengan cepat dengan memperhatikan judul-judul dan topik utama, baca tujuan umum dan rangkuman dan rumusan isi bacaan tersebut membahas tentang apa,
  • 9. 17 2. Question adalah mendalami topik dan judul utama dengan mengajukan pertanyaan yang jawabannya dapat ditemukan dalam bacaan tersebut, kemudian mencoba menjawabnya sendiri, 3. Read adalah tugas membaca bahan bacaan secara cermat, dengan mengecek jawaban yang diajukan pada langkah ke dua, 4. Defied adalah melakukan refleksi sambil membaca dengan cara menciptakan gambaran visual dari bacaan dan menghubungkan informasi baru di dalam bacaan tentang apa yang telah diketahui, 5. Recite adalah melakukan resitasi dengan menjawab dengan suara keras pertanyaan yang diajukan tanpa membuka buku dan 6. Review adalah langkah untuk mengulang kembali seluruh bacaan, baca ulang bila perlu, dan sekali lagi jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. e. Hipotesis tindakan Berdasarkan kerangka teoritik yang dikemukakan dalam penelitian tindakan ini, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah : “penerapan model pembelajaran strategi-strategi belajar metode pq4r dapat meningkatkan prestasi 85 % penguasaan konsep pada pokok bahasan sistim klasifikasi mahluk hidup mata pelajaran ipa terpadu siswa kelas vii1 smp n 4 wakorsel. 3.3 Tindakan Yang Diambil Sebagai Hasil Adapun tindakan yang diambil sebagai hasil dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut : 1. Membuat tes belajar yaitu tes awal, tes siklus pertama, tes siklus ke dua 2. Membuat lembar observasi, untuk mengetahui apakah guru dan siswa telah melakukan pendekatan pembelajaran. 3. Membuat rpp yang di dalamnya terlampir pokok bahasan yang diajarkan dan disertai dengan tugasnya. 4. Membuat alat evaluasi untuk melihat apakah prestasi belajar siswa meningkat setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran kontekstual 5. Membuat hal-hal yang terjadi dan tidak dicantumkan pada lembar observasi 3.4 Penilaian Terhadap Tindakan a. Tindakan siklus pertama 1. Guru belum bisa mengorganisasi waktu dengan baik 2. Siswa masih ada yang pasif masih ada siswa yang bermain dan bercerita. 3. Siswa cenderung diam dan belum dapat berkomunikasi secara efektif dengan temannya. 4. Guru cenderung kurang memberikan kesempatan kepada siswa menyimpulkan pelajaran. b. Tindakan siklus ke 2 masih ada beberapa Siswa yang merasa ragu dalam menyampaikan pendapatnya di depan umum, kendati pun demikian mereka sudah menunjukan sikap senang terhadap model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R.
  • 10. 17 4. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN 1. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas vii1 smp n 4 wakorsel, semester genap tahun pelajaran 2011 / 2012 jumlah siswa kelas vii1 adalah 31 orang terdiri dari 15 orang siswa pria dan 16 orang siswa wanita. 2. Faktor-Faktor yang diselidiki Untuk menjawab permasalahan dari penelitian ini, maka ada beberapa faktor yang ingin diselidiki. Faktor tersebut adalah sebagai berikut : a. Faktor siswa Ada dua faktor yang diselidiki tentang siswa adalah prestasi belajar siswa, meliputi 1. Produk, dalam memahami konsep-konsep dalam pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup 2. Keterampilan dalam menerapkan strategi-strategi dalam belajarnya. b. Faktor Guru Hal yang diselidiki tentang faktor guru adalah bagaimana mempersiapkan materi pelajaran dan menggunakan serta mengorganisir siswa dalam melaksanakan pembelajaran strategi-strategi belajar c. Faktor sumber pembelajaran Faktor yang diselidiki tentang Sumber Belajar atau bahan pelajaran yang digunakan apakah sudah sesuai dengan Kompetensi dasar dan indikator hasil belajar. Demikian pula dengan perangkat pembelajaran yang digunakan berupa buku siswa dan lembar kegiatan siswa sudah sesuai dengan kemampuan siswa SMP 3. Rencana Tindakan Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin di capai, seperti apa yang di desain dalam faktor yang diselidiki. Untuk melihat sejauh mana prestasi belajar siswa, dalam memahami konsep-konsep ipa terpadu maka dilakukan tes awal dengan menggunakan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan materi klasifikasi mahluk hidup. Dari hasil tes dan Observasi awal yang dilakukan, maka dalam Refleksi ditetapkan bahwa tindakan yang digunakan untuk meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada pokok Bahasan Klasifikasi mahluk hidup dilakukan dengan memaksimalkan model-model pembelajaran strategi-strategi pembelajaran PQ4R. Bertolak dari refleksi awal diperoleh data tentang pengetahuan siswa mengenai konsep klasifikasi mahluk hidup pada mata pelajaran ipa terpadu di kelas VII1 SMP N 4 Wakorsel, maka dilakukan penelitian tindakan kelas ini dengan prosedur : 1. Perencanaan (pleaning) 2. Pelaksanaan tindakan (action) 3. Observasi dan evaluasi (observation dan evaluation) 4. Refleksi (reflection)
  • 11. 17 Secara rinci prosedur penelitian tindakan kelas ini dapat dijabarkan sebagai berikut : SIKLUS I a. Tahap Perencanaan 1. Membuat skenario pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berbasis pada Inkuiri sains dengan menggunakan model pembelajaran strategi- strategi belajar PQ4R pada topik klasifikasi mahluk hidup 2. membuat / menyiamapkan media / alat bantu termaksud lembar kegiatan siswa (LKS), lembar observasi keaktifan dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran strategi- strategi belajar PQ4R pada setiap topik dari pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup. 3. mendesain alat evaluasi berupa penilaian proses dan hasil belajar prodak untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model strategi-strategi belajar PQ4R yang didasarkan pada anomim (2002b) dan ibrahim (2003b;c) b. Tindakan Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran pada RPP klasifikasi mahluk hidup yang telah direncanakan dengan menggunakan lembar kerja siswa dan buku siswa. c. Observasi / Evaluasi pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa dan kemampuan guru membimbing siswa dalam menerapkan strategi belajar PQ4R. Melaksanakan evaluasi untuk mengetahui sampai sejauh mana prestasi belajar produk siswa dengan menerapkan strategi belajar PQ4R pada topik klasifikasi mahluk hidup. d. Refleksi Peneliti melaksanakan diskusi refleksi berdasarkan hasil yang didapatkan dalam tahap observasi dan evaluasi untuk melihat apakah kegiatan yang dilaksanakan telah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa baik produk maupun proses secara klasikal. selain observasi dan evaluasi data dapat diperoleh melalui jurnal siswa dan penilaian portofolio yang dibuat siswa pada saat kegiatan belajar mengajar untuk mengetahui efektifitas proses pembelajaran. hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah- langkah lebih lanjut pada siklus berikutnya dalam upaya mencapai tujuan pelajaran tindakan. e. Indikator Kinerja Indikator keberhasilan proses tindakan pada siklus pertama apabila siswa telah mencapai ketuntasan belajar produk dan proses secara klasikal mencapai 80% SIKLUS KE 2 a. Tahap Perencanaan Kegiatan perencanaan yang dilakukan dalam siklus ke 2 ini adalah sebagai berikut : 1. Menetapkan / merumuskan keunggulan dan kelemahan yang dicapai pada siklus pertama 2. Meninjau kembali skenario pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp) topik klasifikasi mahluk hidup untuk diterapkan pada siklus ke 2
  • 12. 17 b. Pelaksanaan Tindakan kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran pada (RPP) tentang topik klasifikasi mahluk hidup yang telah direncanakan dengan menggunakan lembar kerja siswa dan buku siswa. a. Observasi / evaluasi Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa dan kemampuan guru membimbing siswa dalam melaksanakan strategi belajar pq4r. Melaksanakan evaluasi untuk mengetahui sampai sejauh mana prestasi belajar produk siswa yang menerapkan strategi belajar pq4r pada topik klasifikasi mahluk hidup b. Refleksi Peneliti bersama siswa melaksanakan diskusi berdasarkan hasil yang didapatkan dalam tahap observasi dan evaluasi untuk melihat apakah kegiatan yang dilaksanakan telah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa baik produk maupun proses secara klasikal. Selain observasi dan evaluasi data dapat diperoleh melalui jurnal siswa dan penilaian portofolio yang di buat siswa pada saat kegiatan belajar mengajar untuk mengetahui efektifitas proses pembelajaran. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah-langkah lebih lanjut pada siklus berikutnya dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran tindakan. c. Indikator kinerja Indikator keberhasilan proses tindakan pada siklus ke 2 apabila siswa telah mencapai ketuntasan belajar prodak dan proses secara klasikal mencapai 80 % 4. Data Dan Cara Pengambilanya a. Sumber Data Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru. b. Jenis Data Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatis yang terdiri dari : 1. Tes hasil belajar berupa tes hasil belajar produk dan tes kinerja 2. Lembar observasi 3. Jurnal siswa 4. Portofolio c. Cara Pengambilan Data 1. Data hasil belajar produk diambil dengan memberikan tes kepada siswa 2. Data tentang nilai proses dan keaktifan siswa dalam pembelajaran serta aktifitas guru selama kegiatan belajar mengajar diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. 3. Data pendukung mengenai pemahaman siswa selama proses pembelajaran tentang konsep-konsep klasifikasi mahluk hidup diperoleh melalui jurnal siswa dan lembar portofolio.
  • 13. 17 5. Indikator Keberhasilan Indikator Keberhasilan dari Penelitian Tindakan ini adalah apabila Prestasi Belajar Siswa meliputi nilai hasil Belajar Produk dan Proses dalam kegiatan pembelajaran pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup maka pelajaran IPA Terpadu di kelas VII1 SMP N 4 WAKORSEL, mencapai rata-rata 80 % siswa tuntas secara klasikal. 5. JADWAL PENELITIAN Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan sekitar 7 bulan yakni dari bulan September Sampai Bulan Maret 2012 dengan rincian kegiatan sebagai berikut : NO KEGIATAN BULAN KET 9 10 11 12 1 2 3 1 SIKLUS I a. perencanaan awal X X - pembuatan skenario pembelajaran, pembuatan/penyiapan lembar observasi dan media pembelajaran X X X X b. pelaksanaan tindakan X c. observasi dan evaluasi X d. Refleksi X 2 SIKLUS II a. Perencanaan X b. pelaksanaan tindakan X c. observasi dan evaluasi X d. refleksi X 3 TABULASI DAN ANALISA DATA X X X 4 PENYUSUNAN DRAF HASIL PENELITIAN X 5 PEMBUATAN LAPORAN AKHIR X
  • 14. 17 6. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis pada setiap tindakan siklus dari penelitian ini diperoleh bahwa dalam proses pembelajaran Biologi guru telah menerapkan model pembelajaran strategi- strategi belajar PQ4R, ini dapat dilihat pada saat proses belajar mengajar dimana guru dan siswa telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran PQ4R. Dari hasil observasi, evaluasi dan refleksi pelaksanaan tes awal dan pelaksanaan setiap siklus diperoleh bahwa pada siklus pertama prestasi belajar siswa meningkat dari rata-rata 60,34 pada tes awal menjadi 71,52 pada siklus pertama. sedangkan pada siklus ke dua prestasi belajar siswa meningkat menjadi 77,87. sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar IPA Terpadu siswa kelas VII1 SMP N 4 WAKORSEL pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R. B. SARAN berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut : 1. kepada guru diharapkan dapat mengetahui, memahami dan menerapkan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA Terpadu siswa. 2. kepada peneliti berikutnya diharapkan dapat membandingkan penggunaan berbagai model pembelajaran PQ4R untuk mengetahui mana yang lebih efektif untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
  • 15. 17 DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1994a Garis-Garis Program Pengajaran IPA. Dikdasmen. Depdikbud Jakarta. ---------, 1995b Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Dikdasmen. Depdikbud Jakarta. ---------, 1995c Petunjuk Teknis Mata Pelajaran IPA. Dikdasmen. Depdikbud Jakarta. Cerebima, A.D.2003. Pembelajaran Kontekstual. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Ditjen Dikdasmen Depdiknas Jakarta. Ibrahim, M. 2000. Teori Belajar Konstruktivisme. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Ditjen Dikdasmen Depdiknas Jakarta. Puspitasari, R.P. 2003. Strategi-Strategi Belajar Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Ditjen Dikdasmen Depdiknas Jakarta. Sulistiyono, T. 2003. Modul Umum Wawasan Kependidikan. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Ditjen Dikdasmen Depdiknas Jakarta.
  • 16. 17 PENELITIAN TINDAK KELAS MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STRATEGI-SRATEGI BELAJAR PQ4R KELAS VII SMP NEGERI 4 WAKORUMBA SELATAN OLEH HERAWATTI KAMA,S.P NUPTK : 7441759661300043 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2013
  • 17. 17 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL PENELITIAN.........................................................................i LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN........................................................ii DAFTAR ISI............................................................................................................. iii A. JUDUL PENELITIAN...................................................................................... 1 B. BIDANG ILMU................................................................................................. 1 1. PENDAHULUAN............................................................................................. 1 a. Perumusan Masalah............................................................................................1 b. Cara Pemecahan Masalah.................................................................................. 2 I.I Tujuan yang Ingin di Capai.................................................................................. 2 I.2 Penjelasan Tujuan.................................................................................................2 2. Prosedur............................................................................................................. 3 2.1 Desain PTK........................................................................................................ 3 2.2 Teknik Pengumpulan Data................................................................................. 4 2.3 Uraian Konsep.................................................................................................... 4 2.4 Kegiatan Yang Dilaksanakan............................................................................. 4 3. Hasil Iplementasi............................................................................................... 5 3.1 Hasil....................................................................................................................5 3.2 Impelemtasi Teori...............................................................................................6 3.3 Tindakan yang Diambil Sebagai Hasil............................................................... 9 3.4 Penilaian terhadap Tindakan...............................................................................9 4. Rencana dan Prosedur Penelitian....................................................................... 10 5. Jadwal Penelitian................................................................................................ 13 6. Kesimpulan dan Rekomendasi........................................................................... 14 7. Daftar Pustaka.................................................................................................... 15 8. Lampiran.............................................................................................................16
  • 18. 17 LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN JUDUL : Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada pokok bahasan klasifikasi mahluk Hidup Melalui Penerapan Model Pembelajaran Strategi-Strategi Belajar PQ4R (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VII SMP N 4 Wakorumba Selatan ) NAMA : HERAWATTI KAMA, S.P NUPTK : 7441759661300043 Mengetahui : Kepala SMP N 4 WAKORSEL DULANI, S.Pd NIP. 1970 0605 1995 01 1001 Wabona, Maret 2012 Guru Mapel IPA Terpadu HERAWATTI KAMA,S.P NIP.
  • 19. 17 LAMPIRAN I JURNAL SISWA DAFTAR NILAI TES AWAL SISWA KELAS VII1 SMP N 4 WAKORSEL NO NAMA SISWA NILAI AWAL JENIS KELAMIN 1. AHMAD FADLI LA ODE 71,55 L 2 AINAYA WA ODE 68,00 P 3 ALIBAB LA ODE 36,50 L 4 AMRIL 40,05 L 5 AMSIL LA ODE 62,55 L 6 ANAS LA ODE 76,00 L 7 ANDRI PIATNO 70,00 L 8 ALAM MUSTAKIM 68,00 L 9 ALIMAN 55,00 L 10 ALWIA 79,52 P 11 ARFAN YASIR 50,56 L 12 ASTIYATI 57,00 P 13 BADRI 54,10 P 14 DESTI SABANDIA 59,50 P 15 EDILA 53,52 L 16 FARHIDAYAT 53,00 L 17 IMRAN 50,60 L 18 MIKTA LIA KARIM 56,52 P 19 MUH. ZULKIFLI LA ODE 53,57 L 20 MUH. JALIL 59,00 L 21 MUH. YUSRIN 56,62 L 22 MUSDALIFA 53,05 P 23 MUSYAROFAH 85,00 P 24 NUR AGUSTINA 60,00 P 25 RATIWA 55,50 P 26 SAMSIDAR WA ODE 45,10 P 27 SITI AMNI WA ODE 55,00 P 28 SITI MURNI WA ODE 53,50 P 29 SITI NUR INTAN SAPUTRI 78,50 P 30 SITI NUR HALIZA 80,00 P 31 SRI ASTARI 74,00 P RATA-RATA 60,34
  • 20. 17 LAMPIRAN II LEMBAR EVALUASI NILAI TES AWAL, NILAI TES SIKLUS I DAN NILAI TES SIKLUS II PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP KELAS VIII SMP N. 4 WAKORSEL. TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 NO NAMA SISWA L/P NILAI TES AWAL SIKLUS I SIKLUS II 1 AHMAD FADLI LA ODE L 71,55 78,10 80 2 AINAYA WA ODE P 68,00 70,25 76 3 ALIBAB LA ODE L 36,50 62,70 70 4 AMRIL L 40,05 66,05 71 5 AMSIL LA ODE L 62,55 68,82 71 6 ANAS LA ODE L 76,00 76,00 82 7 ANDRI PIATNO L 70,00 72,05 80 8 ALAM MUSTAKIM L 68,00 70,60 76 9 ALIMAN L 55,00 64,75 70 10 ALWIA P 79,52 82,20 87 11 ARFAN YASIR L 50,56 65,62 80 12 ASTIYATI P 57,00 70,57 80 13 BADRI P 54,10 70,80 78 14 DESTI SABANDIA P 59,50 74,72 83 15 EDILA L 53,52 67,35 80 16 FARHIDAYAT L 53,00 63,55 80 17 IMRAN L 50,60 71,15 86 18 MIKTA LIA KARIM P 56,52 69,20 78 19 MUH. ZULKIFLI LA ODE L 53,57 65,10 74 20 MUH. JALIL L 59,00 70,00 77 21 MUH. YUSRIN L 56,62 75,00 79 22 MUSDALIFA P 53,05 69,50 70 23 MUSYAROFAH P 85,00 88,00 90 24 NUR AGUSTINA P 60,00 73,05 77 25 RATIWA P 55,50 67,30 70 26 SAMSIDAR WA ODE P 45,10 66,65 70 27 SITI AMNI WA ODE P 55,00 70,10 74 28 SITI MURNI WA ODE P 53,50 64,85 68 29 SITI NUR INTAN SAPUTRI P 78,50 80,00 87 30 SITI NUR HALIZA P 80,00 84,15 90 31 SRI ASTARI P 74,00 79,00 80 RATA-RATA 60,34 71,52 77,87