Laporan pkp ipa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Laporan pkp ipa

on

  • 9,044 views

 

Statistics

Views

Total Views
9,044
Views on SlideShare
9,044
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
167
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Laporan pkp ipa Laporan pkp ipa Document Transcript

  • LAPORAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI KELAS III SD NEGARI SUMBER REJO KECAMATAN PULAU RIMAU PADA MATA PELAJARAN IPA BAB I I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam merupakan bagian dari ilmu Filsafat, dan memiliki sifat yang sistematis dan dapat diuji kebenaranya. Oleh karena itu pelajaran IPA dapat digunakan untuk menanamkan nilai dasar Ilmu Pengetahuan pada anak atau peserta didik. Dalam proses pembelajaran IPA anak dibekali dengan sikap ingin tahu, bagaimana cara belajar yang tepat untuk mencari informasi dan menemukan konsep sendiri atau dengan istilah lain Pengetahuan sepanjang hayat. Pembelajaran IPA di SD sebaiknya selalu berhubungan dengan lingkungan dimana siswa berada dan siswa memang terlibat dalam pembelajaran. Banyak metode pembelajaran yang digunakan supaya siswa merasa terlibat dan mencoba untuk menemukan kebenaran suatu konsep. Salah satu metode paling tepat adalah menggunakan metode Eksperimen. Dalam metode ini siswa melakukan percobaan atau mengerjakan sesuatu untuk mengetahui pengaruh / akibat dari suatu aksi. Namun berdasarkan pengalaman penulis selama ini metode Eksperimen masih jarang di gunakan untuk mengajarkan pelajaran IPA di SD metode ceramah atu Tanya jawab yang selama ini sering di gunakan. Oleh karena itu hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Sumber Rejo pelajaran IPA masih rendah. Hasil belajar siswa pada semester ganjil tahun pelajaran 2008/2009, baru 22% yang mendapatkan nilai lebih dari 75. Dalam buku petunjuk pelaksanaan penilaian di Sekolah Dasar dikatakan bahwa “Pembelajaran dikatakan berhasil, apabila 85% dari jumlah siswa telah memperoleh nilai dari 75” (Depdikbud, 1995:6). Dengan kata lain pembelajaran yang berhasil jika 85% siswa dapat menguasai minimal 75% materi pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajar dan penguasaan siswa terhadap konsep dalam pembelajaran IPA tersebut, maka diperlukan upaya perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen.
  • B. Rumusan Masalah Bagaimana meningkatkan hasil belajar IPA dikelas III SD Negeri Sumber Rejo melalui penerapan metode eksperimen. C. Tujuan perbaikan Tujuan dilaksanakanya penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar pada materi magnet dalam pelajaran IPA D. Manfaat Perbaikan Hasil ini diterapkan dapat bermanfaat bagi : a. Siswa Siswa akan terbiasa menerima materi yang baik sehingga kwalitas serta aktivitas siswa yang menjadi baik b. Guru / Penelit Menambah pengetahuan dan wawasan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikalas. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Metode Eksperimen Pembelajaran Metode dapat diartikan sebagai suatu kerja yang sistematis dan umum yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan (Rohani dan Ahmadi, 1991). Sejalan dengan pendapat tersebut surachmad (1986) mengemukakan bahwa metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Menurut Soeparman (1993), metode pembelajaran berfungsi sebagai cara dalam menyajikan (menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan) isi pembelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Gerlach dan Ely (1980) metode dalam kaitanya dengan pembelajaran diidentifikasi informasi dari merupakan cara atau alat yang digunakan guru untuk mengatur aktivitas siswa dalam mencapai tujuan. Dari pendapat-pendapat tersebut diatas dapatlah disimpulkan bagi bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang disusun secara sistematis yang digunakan atau dipilih oleh guru untuk menyajikan meteri pembelajaran dan mengatur efektivitas siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode eksperimen adalah Metode atau cara dimana guru dan murit bersama-sama mengerjakan suatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh/akibat dari suatu aksi. B. Tujuan Penggunaan Metode Eksperimen Penggunaan metode eksperimen ini bertujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri sebagai jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri juga siswa terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah (Seientific
  • Thinking). Dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya. C. Keunggulan Metode Eksperimen 1. Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah sehingga tidak mudah percaya pada suatu yang belum pasti kebenaranya. 2. Siswa lebih aktif berfikir dan berbuat 3. Siswa dalam melaksanakan proses Eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta keterampilan dalam menggunakan alat-alat percobaan. 4. Siswa dapat membuktikan sendiri kebenaran suatu teori D. Tahap-tahap Metode Eksperimen 1. Membicarakan terlebih dahulu perm,asalahan yang signifikan untuk diangkat. 2. Sebelum guru menetapkan alat yang diperlukan langkah-langkah apa saja yang harus dicatat dan variable-variabel apa yang harus dikontrol. 3. Setelah Eksperimen dilakukan guru harus mengumpulkan laporan, memproses kegiatan, dan mengedakan tes untuk menguji pemahaman siswa. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN A. Subjek penelitian Perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilaksanakan dikelas III SD Negeri Sumber Rejo Kec.Pulau Rimau Kab.Banyuasin, Tanggal 9 dan 16 Februari 2009 dengan jumlah siswa 27 orang, siswa laki-laki 10 orang, perempuan 17 orang. Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran No Siklus 1 Pertama 2 Kedua Materi Benda yang bersifat magnetic dan non aktif Membuat magnet Tanggal 9 Maret 2010 16 Maret 2010 B. Deskripsi Per Siklus Perbaikan pembelajaran dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dua siklus. Dalam setiap akhir siklus dilaksanakan kegiatan yaitu : perencanaan, pengamatan/pengumpulan data atau instrument dan refleksi. 1. Siklus Pertama a. Perencanaan Kegiatan yang dilakuakan dalam tahap perencanaan ibadah adalah : 1. Membuat rencana perbaikan pembelajaran I materi benda yang bersifat magnetic dan yang tidak bersifat magnetic View slide
  • 2. Membuat lembar kerja siswa (LKS) 3. Membuat lembar observasi 4. Menyiapkan KIT IPA 5. Menyiapkan alat evaluasi b. Pelaksanaan Pelakasanaan perbaikan pembelajaran pada siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 9 maret 2010 dengan materi benda yang bersifat magnetic dan non magnetic. Kegiatan yang dilakukan tahap antara lain: 1. Menyampaikan materi pembelajaran pada siswa dengan menggunakan metode eksperimen 2. Membagi siswa dalam 6 kelompok eksperimen 3. Membimbing siswa dalam melaksanakan eksperimen 4. Mempresentasikan laporan kerja kelompok eksperimen 5. Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya jawab dengan guru 6. Melakukan observasi terhadap aktivitas belajar siswa 7. mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar siswa c. Observasi Pada tahap ini observasi terhadap pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang dibuat dan telah didiskusikan dengan teman sejawat. Hasil observasi pada siklus pertama dapat dilihat bahwa anak masih bingung melaksanakan apa yang ada pada LKS dan mengambil alat yag akan digunakan untuk eksperimen pada KIT IPA d. Refleksi Berdasarkan dari hasil pengamatan serta diskusi dengan teman sejawat ternyata pada siklus pertama menghasilkan penemuan bahwa hanya sebagaian siswa yang aktif dalam kelompok untuk melaksanakan eksperimen. Untuk itu perlu perbaikan lagi melalui meteri berikutnya. 2. Siklus Kedua a. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah 1. Membuat rencana perbaikan pembelajaran II dengan materi cara membuat magnet 2. Menyiapkan alat/bahan untuk eksperimen b. Pelaksanaan Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua dilaksanakan pada tangga; 16 Maret 2010 dengan materi cara membuat magnet. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah : 1. Memberi penelasan dengan mengajukan pertanyaan tentang cara membuat magnet 2. Memberi motivasi dengan menyampaikan tujuan melakukan eksperimen cara membuat magnet 3. Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan eksperimen dengan cara berkelompok 4. Membimbing siswa dalam mengerakan LKS dan melakukan eksperimen View slide
  • 5. Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya jawab baik dengan guru atau sesame siswa 6. Memeriksa laporan hasil eksperimen/LKS 7. Memberi balikan atas laporan hasil eksperimen siswa 8. Melaksanakan evaluasi terhadap hasil belajar siswa c. Observasi Hasil observasi pada tahap ini, pebelajaran dengan menggunakan metode eksperimen mampu meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar d. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan dan didiskusikan dengan teman sejawat ternyata pada siklus kedua ini diperoleh aktivitas siswa dan hasil belajar sudah mencapai standar yang ditetapkan. 3. Hal-hal yang buruk Hal-hal yang unik muncul pada saat pembelajaran berlangsung yaitu : 1. Pada saat pelaksanaan pembelajaran siswa bingung mengambil alat/bahan pada KIT IPA sehingga timbul pertengkaran kecil diantara mereka 2. Didalam kelompok eksperimen siswa banyak dilakukanya dengan cara belajar sambil bermain 3. Ada salah satu kelompok yang serius sekali melaksanakan eksperimen tetapi saat membuat laporan mereka malas membuatnya sehingga saat melakukan presentasi BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Deskripsi persilklus Pada bagian ini membuat data yang di peroleh berdasarkan hasil pengamatan terhadap akivitas belajar siswa dan hasil evaluasi yang dilakukan didalam proses pembelajaran dikelas III SD Negeri Sumber Rejo benda yang bersifat magnetic dan magnetis serta cara membuat magnet. Data hasil pengamatan yang dilakuka oleh guru terhadap aktivitas siswa sebelum perbaikan dan setelah perbaikann pembelajaran yaitu dari siswa kelas III SD Negeri Sumber Rejo adalah sebagai berikut: Aktivitas Belajar Siswa Kelas III Dalam Pembelajaran IPA Tabel I. Keterlibatan No Sebelum peserta didik Pembelajaran dalam Jumlah Pembelajaran 1 Siswa Terlibat aktif 6 % 23% Siklus I Jumlah Siswa 18 Siklus II % 66% Jumlah Siswa 24 % 88%
  • 2 Terlibat pasif 17 62% 7 26% 2 8% 3 Tidak terlibat 4 15% 2 8% 1 4% Jumlah 27 27 27 Dari tabel diatas terlihat bahwa persentase siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran sebelum perbaikan pembelajaran dan setelah perbaikan pembelajaran dan setelah perbaikan pembelajaran menunjukan adanya kenaikan sebelum perbaikan yang aktif hanya 6 siswa (23%) kemudian bertambah menjadi 18 siswa (66%) pada siklus I dan pada siklus II menjadi 24 siswa (88%). Ini berarti aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan metode Eksperimen mengalami peningkatan. Grafik Hasil Ketuntasan Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas III % 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sebelum Perbaikan Siklus Siklus II Dalam pelaksanaan perbaikan siklus I dan siklus II dengan menggunakan kelo,pok eksperimen dan dari LKS yang dikerjakan siswa maka didapat data hasil kerja kelompok sebagai berikut : Kelompok Nilai Siklus I Siklus II 1 70 80 2 60 75 3 75 80 4 80 85
  • 5 75 80 6 50 65 Dari data tabel diatas didapat hanya 3 kelompok yang dapat nilai >75 pada siklus I. namun pada siklus II meningkat menjadi 5 kelompok dan satu kelompok yang mendapat nilai 65. ini membuktikan bahwa kerja kelompok dengan menggunakan LKS dapat meningkatkan hasil belajar khususnya pada pelajaran IPA. Pada setiap siklus dilaksanakan tes yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan yang dilaksanakna pada akhir pembelajaran selama ± 7 menit, hasil tes dan analisis untuk mengetagui hasil belajar siswa setelah mengikuti perbaikan pembelajaran IPA dengan penerapan metode Eksperimen didapat sebagai berikut : Hasil Belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui kelompok Eksperimen Tebel 2 Interval Skor Banyak Siswa Sebelum Siklus I Perbaikan Siklus II 80-100 6 17 23 65-79,9 4 7 4 50-64,9 14 14 - 25-49,9 2 2 - 0-24,9 - - - Dari tebel diatas, terlihat jumlah siswa yang mencapai ketuntasan atau memperoleh skor> 80 mencapai 6 siswa (22%) pada saat sebelum perbaikan, namun setelah pelaksanaan perbaikan siklus I mencapai 17 siswa (54%) dan siklus II 23 siswa (85%). Dari hasil belajar siswa ini pelaksanaan perbaikan pembelajaran sudah memenuhi target yang diharapkan yaitu ≥ 85% HASIL NELAJAR SISWA KELAS III DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Nilai No Nama Peserta Didik Sebelum tindakan Siklus I Siklus II 1 Agus 50 60 70 2 I.Muh 80 85 90 3 Basuki 75 80 85 4 Aditia 60 75 85
  • 5 S.Elvi 55 80 90 6 D.Eni Puji 60 80 90 7 L.Marita 45 55 65 8 Fita 55 80 90 9 M.Tira 85 90 100 10 F.Eli Susan 60 80 85 11 Yogi 55 70 80 12 P.Nurhasanah 80 85 90 13 N.Urfitri 60 75 85 14 Wira.H 50 65 75 15 Erni K 65 80 90 16 Makdalena 60 80 90 17 Lusiani 75 85 100 18 Marisa 55 65 80 19 Hendra 65 80 90 20 Lilies P 60 80 85 21 R.Fadillah 80 90 100 22 Rohayati 55 75 80 23 Novita 75 80 90 24 S.Muh Nanang 90 100 100 25 Puspita I Indah 70 70 75 26 L.Afrizal 60 65 70 27 Fenita Sari 65 70 75 NILAI ≥75 6 orang 17 orang 23 orang % KETUNTASAN 22 % 54 % 85 % BELAJAR B. Pembahasan dari setiap siklus Berdasarkan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan proses perbaikan-perbaikan oleh guru dan hasil tes siswa. Diperoleh petunjuk bahwa secara umum proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran oleh guru dan hasil ke siswa, diperoleh bahwa secara umum proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran telah tercapai namun masih ada beberapa kesalahan peneliti sebagai guru dalam melaksanakan perbaikan dengan menggunakan metode Eksperimen materi magnet terletak pada : - Penetapan tugas dan peran siswa untuk menyelesaian LKS secara berkelompok - Pengawasan terhadap pelaksanaan Eksperimen sangat terbatas karena ada 6 kelompok Eksperimen
  • - Hanya didominasi beberapa orang siswa saja pada I kelompok Eksperimen Pada siklus I siswa dibagi dalam 6 kelompok Eksperimen tanpa disertai penetapan peran dalam tugas yang jelas diantara anggota kelompok, akibatnya terjadi hambatan didalam kelompok karena siswa tersebut ingin melakukan eksperimen dan penyelesaian LKS didominasi oleh satu atau dua siswa juga alat/bahan yang ada pada KIT terbatas. Namun pada siklus II sebelum pelaksanaan perbaikan dilaksanakan siswa terlebih dahulu di tugaskan membawa alat/bahan dari rumah. Ini bertujuan untuk menambah kesempatan siswa untuk melakukan Eksperimen. Pada saat perbaikan pembelajaran berlangsung guru menetapkan metode Eksperimen dalam bentuk kelompok. Pada siklus ini sebelum Eksperimen dilaksanakan siswa dibagi perayaan masing-masing pada tiap kelompok, LKS. Pada siklus ini siswa sangat senang melaksanakanya sehingga dalam mengerjakan LKS tidak lagi didominasi satu siswa saja. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat disimpulkan hasil beajar siswa kelas III SD Negerio Sumber Rejo pada pembelajaran IPA materi magnet dengan penetapan Metode Eksperimen dapat ditingkatkan, hal ini terlihat pada : a. Siklus I Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 17 siswa (22%) penyababnya dalam melaksanakan Eksperimen dan mengerjakan LKS didominasi oleh satu siswa pada tiap kelompok. b. Siklus II Terjadi peningkatan hasil belajar siswa mencapai 23 siswa (85%) 2. Saran Berdasarkan hasil-hasil yang telah dicapai dalam penelitia dapat disampaikan saran sebagai berikut : a. Bagi Guru 1. Sebelum melaksanakan metode Eksperimen sebaiknya guru menyusun scenario atau rencana yang matang seperti kelengkapan alat/bahan, LKS dan pembagian peran siswa dalam kelompok Eksperimen 2. Dalam mengelolah kegiatan kelompok guru hendaknya memantau setiap kelompok dan memberikan semangat pada siswa yang kurang aktif agar ikut berpartisipasi. Dismping itu, ketua kelompok harus dilatih melibatkan semua anggota kelompok. b. Bagi Sekolah
  • Agar hasil perbaikan pembelajaran ini bermanfaat bagi sekolah. Sekolah memfasilitasi sarana dan prasarana pendidikan seperti KIT IPA agar siswa lebih mudah dalam memahami pelajaran khususnya IPA. Selain itu juga perlu adanya forum diskusi diantara sesame guru untuk mencari kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa pada saat pembelajaran agar teratasi. Penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai hasil belajar siswa yang bermutu. Daftar Pustaka 1. Depdikbud, (1995 : 6) Petunjuk pelaksanaan di SD, Jakarta 2. Depdiknas, (2006) Kurikulum KTSP SD, Jakarta 3. Gerlac & Ely, (1980) dalam www.google.id, Pembelajaran Menggunakan Metode Eksperimen (10 Februari 2009) 4. Haryanto, Drs.Sains untuk SD kelas III, Jakarta, Erlangga 5. Joyse & weil (1980) dalam www.google.id Metode pembelajaran (10 Februari 2009) 6. Weest & Pines (1985) Pendekatan Kontroktivisme, Jakarta, Universitas Terbuka.
  • Lampiran SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Agsu Risman NIM : 816520768 UPBJJ-UT : Palembang Menyatakan bahwa : Nama : Supriyadi.SPd Tempat Mengajar : Sumber Rejo Guru Kelas : III (Tiga) Ada;ah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yang merupakan tugas mata kuliah (PDGK 4501) Pemantapan Kemampuan Propesional (PKP). Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagai mestinya. Pulau Rimau, 9 Maret 2010 Yang membuat pernyataan Teman Sejawat, Mahasiswa, (Darmini Haryanti) (Agus Risman) NIP.131820805 NIM.816520768
  • Rencana Perbaikan Pembelajaran I A. Sekolah : SD Negeri Sumber Rejo Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : III (Tiga) Standar Kompetensi : Memahami antara gaya,gerak dan energi serta gungsinya Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan hubungan antara gayagerak dan melalui percobaan (Gaya Gravitasi, Gerak, Gaya Magnet ) Indikator : Mengelompokan benda-benda yang bersifat magnetic dan yang tidak magnetik Alokasi waktu : 2 x 35 Menit B. Tujuan Perbaikan 1. Meningkatkan hasil belajara siswa dengan menerapkan metode Eksperimen pada materi magnet 2. Meningkatkan pemahaman siswa pada materi magnet dengan menggunakan metode Eksperimen C. Materi Magnet dapat menarik benda-benda yang terbuat dari besi dan baja contoh paku, peniti, jarum dan gunting benda ini disebut benda yang bersifat non magnetic contoh karet penghapus,kertas,mistar dan lidi D. Metode/Media a. Metode : Eksperimen b. Media : KIT IPA E. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (5 menit) 1.1 Bertanya jawab dengan siswa tentang macam-macam magnet dan keguanaanya dalam kehidupan sehari-hari 1.2 Memotivasi siswa dengan menunjukan magnet dan menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Kegiatan inti (20 menit) 2.1 Guru menjelaskan cara kerja dalam melaksanakan Eksperimen 2.2 Guru membagi 6 kelompok Eksperimen dari 27 siswa 2.3 Guru membagikan LKS setiap kelompok lalu menjelaskan cara mengerjakanya
  • 2.4 Guru membagikan KIT IPA pada setiap kelompok lalu menganbil alat dan bahan yang akan digunakan 2.5 Siswa melaksanakan eksperimen sesuai dengan langkah-langkah pada LKS dan guru membimbingnya 2.6 Siswa membuat laporan hasil Eksperimen dan mempresentasikanya dikelas 3. Kegiatan Akhir 3.1 Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran 3.2 Melaksanakan Evaluasi 3.3 Memberikan PR pada guru F. Sumber Belajar 1. Buku Sains kelas III Terbitan Erlangga 2. Buku Jelajah IPA kelas III Terbitan Yhudistira 3. Internet G. Evaluasi Tes awal : Saat Apersepsi Tes Proses : Keaktifan siswa dalam kelompok Tes Akhir : Alat tes Isian - See more at: http://blogberkah.blogspot.com/2012/06/contoh-laporan-pkput.html#sthash.PpyAdbc8.dpuf