Iman kepada kitab allah swt

2,672
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,672
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
65
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Iman kepada kitab allah swt

  1. 1. BAB I IMAN KEPADA KITAB ALLAH SWT a. pengertian Iman kepada Kitab-Kitab Allah Swt secara Bahasa Kitab berarti Kumpulan Tulisan. sedangkan menurut Istilah Kitab berarti sekumpulan Wahyu yang diberikan Kepada Rasul Pilihan Allah SWT. melalui perantara Malaikat Jibril sebagai Pedoman Hidup Umat Manusia. b. Kitab Kitab Allah dan Rasul yang Menerimanya 1. Kitab Taurat Kitab Taurat diwahyukan Kepada Nabi Musa As hal ini dijekaskan dalam Al- Quran Surat Al-Isra Ayat 2 yang artinya : Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil. 2. Kitab Zabur Kitab Zabur diwahyukan Kepada Nabi Daud as, seperti dijekaskan dalam QS Al- Isra : 55 yang artinya : Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian Nabi-Nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud. 3. Kitab Injil Kitab Injil diwahyukan Kepada Nabi Isa as. Sebagai Pedoman dan Petunjuk bagi Umatnya Kaum Nasrani hal ini dijelaskan dalam Al-Quran Surat Almaida : 46 Yang artinya : Dan Kami iringkan jejak mereka (Nabi Nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. 4. Kitab Al-Qur’an Kitab Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW Sebagaimana dipaparkan dalam al-qur’an surat al-imran ayat 3-4
  2. 2. Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan Kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi Manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang- orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa) c. Menampilkan Sikap Mencintai Al-Quran 1. Mentaati Segala Perintahnya dan Menjauhi Larangannya. 2. Senantiasa Membaca Al-Quran dan Mengamalkan isinya 3. Senantiasa Bersabar dan Bertawakal Kepada Allah SWT.
  3. 3. BAB 2 IMAN KEPADA ALLAH 1. ARTI IMAN KEPADA ALLAH - Iman secara Bahasa berarti Percaya atau mengakui sedangkan menurut Istilah Iman berarti Meyakini Benar-Benar di dalam Hati, diikrarkan dengan Lisan dan diamalkan dengan Perbuatan - Jadi Iman berarti suatu perbuatan atau perilaku yang dilakukan karena Akida atau Kepercayaan yang ada dalam Hati - Iman kepada Allah berarti Meyakini di dalam hati akan adanya Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang Wajib di Sembah dengan Segala Sifat Kesempurnaannya. Lisan kita mengucapkan Laailaha Illallah Muhammadarasulullah (Tidak Ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah) Dengan Demikian Iman Kepada Allah Mencakup Tiga hal yaitu : 1. Mengakui Adanya Allah 2. Mengakui Keesaan Allah 3. Mengakui Sifat-sifat Keesaan Allah Jika Kita meyakini telah mengakui Tiga unsur tersebut, maka baru bisa dikatakan bahwa kita Beriman Kepadanya hal ini dijelaskan dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 136 Yang Artinya : Wahai Orang-orang yang Beriman, Tetaplah Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat- malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. 2. SIFAT-SIFAT ALLAH SWT Allah adalah zat yang Maha Sempurna yang berbeda Sifatnya dengan Mahluknya. walaupun dalam segi bahasa Pemanfaatan Sifat tersebut Sama, namun pada hakikatnya berbeda, karena tidak ada satu mahluk pun yang mampu menyamainya.
  4. 4. hal ini ditegaskan dalam firman allah surat asy syura ayat 11 yang artinya : Tidak ada Sesuatu Pun Yang serupa dengan Dia dan Dia yang maha Mendengar, yang Maha Melihat. Dari ayat diatas Ditegaskan Bahwa Allah Mempunyai yang Berbeda dengan Mahluknya. Menurut Para Ulama, Sifat Allah Dikelompokan Menjadi 3 bagian yaitu : 1. Sifat wajib yaitu Sifat-sifat yang Dimiliki Allah Berjumlah 13 2. Sifat Mustahil yaitu Sifat sifat yang tidak mungkin Dimiliki Allah berjumlah 13 3. Sifat juz yaitu Sifat yang menjadi Kewenangan dan Kehendak Allah Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Bagi Allah yaitu : a. Wujud artinya ada, Sifat Mustahilnya adalah Berarti Tidak Ada b. Qidam artinya Terdahulu Sifat Mustahilnya Hudus artinya Baka contohnya : 1. Es akan mencair jika Terkena Panas 2. Sebelum menjadi Pohon, Tumbuhan berlumbang dari Sebuah Biji 3. Hujan terjadi dari proses Penguapan Air Laut 4. Nasi dibuat dari Beras yang Masak Hal ini dijelaskan dalam surat Alhadid : 57 yang Berbunyi : c. Baqa artinya Kekal dan Sifat Mustahilnya Fana Artinya Rusak. hal ini Dijelaskan dalam Al-Quran Surat Ar-Rahman d. Mukhalufatu lil hawadisi artinya berbeda dengan mahluk dan sifat mustahilnya bersifat mumsulatulil hawadisi artinya serupa dengan makhluknya e. Qiyamuhu binafsihi artinya berdiri sendiri, sifat Mustahil Qiyamuhu Biqhairihi artinya Allah Berdiri dengan Bantuan orang lain Artinya : Allah tidak ada tuhan melainkan dia yang maha hidup, yang terus menerus mengurus makhluknya (qs Ali-Imran ayat 2) f. Wahdamiyyah artinya Esa, Mustahilnya Ta’addud yang artinya Berbilang Artinya katakanlah dialah Tuhan yang Maha Esa QS-Aliklas Ayat 1 g. Qudrah artinya berkuasa sifat mustahilnya ajzun artinya lemah Artinya : kepunyaan Allah lah Kerajaan Langit dan Bumi dan Allah Maha Kuasa atas Segala sesuatu QS. Al-Imran : 189 h. Iradah artinya Berkehendak, Sifat Mustahilnya Karaha artinya Terpaksa. Artinya : Sesungguhnya Perintahnya Apabila dia Menghendaki sesuatu Hanyalah Berkata Kepadanya Jadilah maka Jadilah ia i. Ilmu artinya Mengetahui atau Pandai sifat Mustahilnya Jahlum Artinya Berdoa
  5. 5. Artinya : padahal Allah Mengetahui apa yang ada Dilangit dan apa yang ada di bumi dan Allah maha mengetahui segala sesuatu. QS Al-Hujurat : 16 3. MENYEBUTKAN DALAM HATI BAHWA ALLAH ITU BENAR-BENAR ADA 1. meyakinkan dalam hati bahwa Allah itu benar-benar ada langkah pertama untuk mengetahui tanda-tanda keberadaan Allah adalah dengan meyakinkan hati kita bahwa Allah benar-benar ada. hal ini harus kita lakukan agar hati nurani kita merasakan keberadaanya. agar lebih mudah dalam meyakini keberadaan Allah SALMAN AL FARISI Salman Al Farisi adalah seorang bangsawan dari persia yang menganut Agama Majusi. namu rasa Tidak Nyaman dengan Agamanya menyebabkan pergolongan batin yang mendorongnya untuk mencari agam yang dapat menentramkan hatinya. salman dilahirkan dengan Nama Persia, Ruzbeh, Di Kota Kazerun, Fars Iran. Ayahnya adalah Seorang Kepada Desa yang merupakan Orang Terkaya di sana dan memiliki Rumah Terbesar. Ayahnya sangat menyayangi dia, melebihi siapapun sehingga ayahnya pun menjaga dia di Rumah seperti di dalam Penjara. Awal pencarian Hidaya Allah dalam hidupnya adalah ketika ayahnya menyuruhnya untuk pergi kekebun milik mereka dan mengerjakan beberapa tugas. Dalam perjalanan kekebun tersebut dia melewati Gereja Nasrani dan Mendengarkan suara Orang-orang Beribadah di dalamnya. Kemudian dia masuk di dalam Gereja untuk melihat apa yang mereka Lakukan. ketia dia melihat mereka dia menyukai Ibadah Orang Nasrani dan Menjadi tertarik terhadap Agama Nasrani tersebut, dia berkata sungguh Agama ini lebih baik dari pada Agama kami. Salman memiliki pemikiran yang terbuka, bebas dari Taklid buta. dia tidak meninggalkan Gereja sampai matahari terbenam. dan ketika pulang Salman menceritakan kepada Ayahnya jika ia bertemu dengan orang-orang nasrani dan mengaku tertarik. kemudian dia memutuskan untuk pergi mencari kebenaran setelah berhasil kabur dari rumahnya. salman bergabung dengan rombongan Kafila untuk pegi ke suriah. Ketika tiba di suriah dia meminta dikenalkan dengan seorang Pendeta di Gereja. Dia berkata saya ingin menjadi seorang Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani dan Pendeta tidak Lama kemudian Korupsi untuk Memperkaya diri. Salman pun pergi ke arab mengikuti para Pedagang dari Bani Kalb, dengan memberikan uang yang dimilikinya. para pedagang itu setuju untuk membawa salman. namun ketika mereka
  6. 6. tiba di wadi al-Qura (tempat antara suriah dan madinah), para pedagang itu mengingkari janji dan menjadikan salman seorang budak dan menjualnya kepada seorang yahudi. singkat cerita akhirnya salman dapat sampai ke yatsrib (madinah) dan betemu dengan rombongan yang baru hijrah dari makkah. salman dibebaskan dengan uang tebusan yang dikumpulkan oleh Rasulullah SAW dan selanjutnya mendapat bimbingan langsung dari beliau. akhirnya setelah begitu berliku jalan yang harus dia tempuh untuk menemukan kebenaran dan hidayah Allah, dia menemukan apa yang dia cari yaitu dinul islam. sumber : ramadan.okezone.com 2. Menunjukan Bahwa Allah Itu Ada Dari Dalil Naqli salah satu untuk membuktikan adanya Allah adalah dengan membaca ayat-ayat yang berkaitan dengan iman kepada Allah Sesuai dengan Firman Allah yang artinya : Sesungguhnya Tuhan Kamu Ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam diatas Arsy. dan menutupkan malam kepada siang yang mengikutnya dengan cepat, dan (diciptakanya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahnya. ingatlah menciptakan dan memerintah Hanyalah Milik Allah. maha suci Allah, tuhan semesta alam. Q.S.Al-A’raf, 7 : 54) 3. Mengamati Dan Memikirkan Ciptaan Allah Dengan Mengamati Benda-benda Ciptaan Allah, pasti kita akan berpikir Siapakah yang Menciptakannya ? Untuk Apakah Diciptakannya ? serta Pertanyaan- Pertanyaan Lain yang Sejenis. Alam semesta ini adalah ciptaan Allah dan sesuatu yang diciptakan Allah itu pasti ada manfaatnya.
  7. 7. 4. PERILAKU YANG MENCERMINKAN KEYAKINAN TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH SWT. 20 sifat-sifat allah, arti dan penjelasanya 1. Wujud : artinya ada, ketetapan dan kebenaran yang wajib bagi dzat Allah Swt yang tiada di sebabkan dengan sesuatu sebab adalah “ada”. 2. Qidam : artinya sedia, hakikatnya adalah menafikan bermulanya wujud Allah Swt. 3. Baqa’ : artinya kekal, Allah Swt kekal ada dan tidak ada akhirnya 4. Mukhalafatuhu Ta’ala Lilhawadith : artinya Bersalahan Allah Swt dengan segala yang baharu, pada dzat , sifat atau perbuatannya sama ada yang baru, yang telah ada atau yang belum ada. Pada hakikat nya adalah menafikan Allah Ta’ala menyerupai dengan yang baharu pada dzatnya, sifatnya atau perbuatannya. 5. Qiyamuhu Ta’ala Binafsihi : artinya berdiri Allah Swt dengan sendirinya, tidak berkehendak kepada tempat yang berdiri (pada dzat) dan tidak berkehendak kepada yang menjadikannya, karena ia tidak di jadikan tetapi telah jadi dengan sendirinya, dan tidak berkehendak kepada yang di jadikanNya. 6. Wahdaniyyah : artinya satunya Allah Swt pada dzat, pada sifat dan pada perbuatanNya, tetapi bukanlah pengertiannya seperti bersatunya dzat tulang, daging, kulit dan lain sebagainya, Allah Swt bebas dari pengertian seperti itu. 7. Qudrat : artinya kuasanya Allah Swt, satu sifat yang qadim lagi azali yang tetap berdiri pada zat Allah Swt, yang mengadakan tiap - tiap yang ada dan meniadakan tiap - tiap yang tiada. 8. Iradah : artinya kehendaknya Allah Swt, maknanya penentuan segala tentang ada atau tiadanya, maka Allah Swt yang selayaknya menghendaki tiap - tiap sesuatu apa yang di perbuatnya, artinya kita manusia telah di tentukan dengan kehendak Allah Swt, seperti : tentang rezeki, umur, baik, jahat, kaya, miskin dan lain sebagainya 9. Ilmu : artinya mengetahuinya Allah Swt, maknanya nyata dan terang akan meliputi dan maha mengetahui akan segala tiap – tiap, tiada yang tersembunyi dan rahasia bagiNya di alam jagat ini. 10. Hayat : artinya hidupnya Allah Swt, ini sifat yang tetap dan qadim lagi azali pada dzat Allah Swt, ia tidak akan pernah mati, karena mati itu adalah ciptaanNya juga. 11. Sama’ : artinya mendengarnya Allah Swt, ini sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada dzat Allah Swt, tiada sesuatu apapun yang luput dari pendengarannya Allah Swt.
  8. 8. 12. Bashar : artinya melihatnya Allah Swt, hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada dzat Allah Swt, Allah Swt wajib bersifat maha melihat pada yang dapat di lihat oleh manusia atau tidak, jauh atau dekat, terang atau gelap, zahir atau tersembunyi dan sebagainya. 13. Kalam : artinya : berkata - katanya Allah Swt, ini sifat yang tetap ada, yang qadim lagi azali, yang berdiri pada dzat Allah Swt, sebagai contoh adalah Al- Qur’an, ini merupakan perkataannya (kalam) Allah Swt yang abadi sepanjang masa.] 14. Kaunuhu Qadiran : artinya keadaannya Allah Swt, ia yang berkuasa mengadakan dan mentiadakan sesuatu. 15. Kaunuhu Muridan : artinya keadaannya Allah Swt yang menghendaki dan menentukan tiap - tiap sesuatu. 16. Kaunuhu ‘Aliman : artinya keadaannya Allah Swt yang mengetahui akan tiap - tiap segala sesuatu. 17. Kaunuhu Hayyun : artinya keadaannya Allah Swt yang maha hidup, melebihi dari segala sesuatu apapun juga. 18. Kaunuhu Sami’an : artinya keadaannya Allah Swt yang mendengar akan tiap - tiap segala sesuatu yang maujud. 19. Kaunuhu Bashiran : artinya keadaannya Allah Swt yang melihatakan tiap - tiap segala sesuatu yang maujudat (berupa sesuatu yang ada ). 20. Kaunuhu Mutakalliman : artinya keadaannya Allah Swt yang berkata – kata, yaitu sifat yang berdiri dengan dzat Allah Swt.

×