ASUHAN KEPERAWATAN PADA A I D S
A. KONSEP PENYAKIT
1. Pengertian
menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap oleh in...
-

Penurunan kesadaran

-

Gangguan penglihatan

-

Neuropati

-

Ensefalopati yang berhubungan dengan infeksi hiv

-

Pen...
-

Tanda
: Perubahan status mental, tremor
Nyeri dan kenyamanan

-

Gejala
: Nyeri umum atau lokal, sakit seperti terbakar...
 Depresi
 Batuk yang disertai dahak
 Takut dan menarik diri
 Diare yang intermiten
 Kram abdominal
 Nyeri tekan abdo...
 Klien mengatakan nafsu
makan menurun
Do :
 Penurunan berat badan
 Lesi pada rongga mulut
 Tugor kulit buruk
Ds :
 Kl...
perubahan BAB
Do :
 Diare yang intermiten
 Tugor kulit buruk

↓
Resiko tinggi kekurangan velume
cairan

Kerusakan kulit
...
 Klien mengatakan pusing, sakit kepala
 Klien mengatakan nyeri pada seluruh badan
Do :
 Kram abdominal
 Nyeri tekan ab...
Do :
 Mengkwatirkan penampilannya
 Mengingkari
 Cemas
 Depresi
h. Resiko tinggi terhadap penyebaran infeksi berhubunga...
3. Perencanaan2
DX
Gangguan pola napas / Tupan :

Tujuan

kebersihan jalan yang tidak Setelah

diberikan

efektif berhubun...
dilembabkan

melalui

cara

oksigenasi

yang sesuai

efektif

untuk

mencegah / memperbaiki krisis
pernapasan

6. Penatala...
 Lesi dan abses rectal
Perubahan nutrisi kurang Tupan :
dari

kebutuhan

berhubungan

tubuh Setelah

1. Kaji
diberikan

t...
5. Berikan perawatan mulut yang 5. Mengurangi ketidaknyaman yang
terus menerus, avasi tindakan

berhubungan

dengan

pence...
8. Kolaborasi dalam pemberian
Kelemahan

diet yang sesuai buat klien
1. Kaji pola tidur dan catat 1. Berbagai

berhubungan...
pertahankan
dalam

tempat

posisi

tidur

rendah

pasien untuk menyelesaikannya.

dan

Melindungi pasien dari cedera

temp...
penampilannya

-

Klien mau ikut serta dalam 3. Berikan informasi akurat dan 3. Dapat mengurangi ansietas dan
proses pengo...
isolasi

pencegahan

mempertahanakan

dan

kesehatan

cara

hidup

dan

berusaha

mengurangi rasa terisolasi

pribadi
4. P...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Hiv aids AKPER PEMKAB MUNA

482 views
329 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
482
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hiv aids AKPER PEMKAB MUNA

  1. 1. ASUHAN KEPERAWATAN PADA A I D S A. KONSEP PENYAKIT 1. Pengertian menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap oleh infeksi kuman Human Immunodeficiency virus (HIV). 2. Etiologi HIV telah ditetapkan sebagai agen penyebab dari Accuired Imunodeficiency Syndrome (AIDS). AIDS adalah gejala dari penyakti yang mungkin terjadi saat sistem imun dilemahkan oleh HIV. Jumlah besar infeksi oportunistik dan neoplasma merupakan tanda suresi imun berat. Defenisi AIDS telah meliputi jumlah CD4+ kurang dari 200 sebagai kriteria ambang batas. Sel CD4+ adalah bagian dari limfosit dan adalah satu target sel dari infeksi HIV. 3. ‘/ Patofisiologi Virus memasuki tubuh dan terutama menginfeksi sel yang mempunyai molekul CD4 +. Kelompok sel besar yang mempunyai molekul CD4 + adalah limfosit T4. sel-sel target lain adalah monosit, magrofag, sel dendrit, sel langerhans dan sel mikroglia. Setelah mengikat molekul CD4, virus memasuki sel target dan melepaskan selubung luarnya. RNA retrovirus ditranskripsi menjadi DNA melalui transkripsi terbalik. Beberapa DNA yang baru terbentuk saling bergabung dan masuk ke dalam sel target dan membentuk provirus, provirus dapat menghasilkan protein virus baru yang bekerja menyerupai pabri untuk virus-virus baru. Sel target normal akan memperbanyak diri dan dalam proses ini juga provirus ikut menyebarkan anak-anaknya. Secara klinis ini berarti orang tersebut terinfeksi untuk seumur hidupnya. 4. Manifestasi klinis Tanda dan gejala - Penurunan berat badan - Diare - Sariawan dan nyeri menelan - Sesak napas - Pembesaran kelenjar limpa
  2. 2. - Penurunan kesadaran - Gangguan penglihatan - Neuropati - Ensefalopati yang berhubungan dengan infeksi hiv - Penurunan imunitas yang hebat 5. Pemeriksaan diagnostik - Test antibody serum - Test blot western - Test fungsi pulmonal B. ASUHAN KEPERAWATAN 1. Pe ngkajian a. Pengumpulan Data - Aktivitas dan istrahat Gejala - : Klien mengatakan tidak mampu untuk melakukan aktivitas seperti biasa, klien mengatakan mudah lelah Tanda ; Kelemahan otot, penurunan massa otot Integritas ego Gejala : Klien mengatakan cemas dengan kondisi kesehatan, klien Tanda mengatakan takut akan kematian. : Faktor stress yang berhubungan mengkwatirkan dengan kehilangan, penampilannya, mengingkari, cemas, depresi, takut dan menarik diri - Eliminasi Gejala Tanda - : Klien mengatakan terjadi perubahan BAB : Diare yang intermiten, kram abdominal, nyeri tekan abdominal, lesi dan abses rektal Makanan dan cairan Gejala Tanda : Klien mengatakan mual dan muntah, nafsu makan menurun : Penurunan berat badan, lesi pada rongga mulut, tugor kulit buruk - Higene - Gejala : Tidak dapat melakukan perawatan dirinya Tanda : Penampilan yang buruk, kurang aktivitas perawatan dirinya Neurosensori Gejala : Pusing, sakit kepala
  3. 3. - Tanda : Perubahan status mental, tremor Nyeri dan kenyamanan - Gejala : Nyeri umum atau lokal, sakit seperti terbakar pada kaki Tanda : Ekspresi wajah Nampak meringis Pernapasan - Gejala : Napas pendek, sesak Tanda : Takipnea, distres pernapasan Keamanan Tanda : Perubahan integritas kulit, riwayat penyakit defesiensi imun, batuk yang disertai dahak - Seksualitas Gejala Tanda : Klien mengatakan nafsu untuk melakukan hubungan seks menurun : Resiko terhadap ibu habil, penurunan libido b. Pengelompokan data Ds  Klien mengatakan tidak mampu untuk melakukan aktivitas seperti biasa  Klien mengatakan mudah lelah  Klien mengatakan cemas dengan kondisi kesehatan  mKlien mengatakan takut akan kematian.  Klien mengatakan terjadi perubahan BAB  Klien mengatakan mual dan muntah  Klien mengatakan nafsu makan menurun  Klien mengatakan tidak dapat melakukan perawatan dirinya  Klien mengatakan pusing, sakit kepala  Klien mengatakan nyeri pada seluruh badan  Klien mengatakan napas pendek, sesak  Klien mengatakan nafsu untuk melakukan hubungan seks menurun Do  Kelemahan otot, penurunan massa otot  Faktor stress yang berhubungan dengan kehilangan  Mengkwatirkan penampilannya  Mengingkari  Cemas
  4. 4.  Depresi  Batuk yang disertai dahak  Takut dan menarik diri  Diare yang intermiten  Kram abdominal  Nyeri tekan abdominal  Ekspresi wajah nampak meringis  Lesi dan abses rectal  Penurunan berat badan  Lesi pada rongga mulut  Tugor kulit buruk  Penampilan yang buruk  Kurang aktivitas perawatan dirinya  Perubahan status mental  Tremor  Ekspresi wajah nampak meringis  Takipnea  Distres pernapasan  Resiko terhadap ibu habil  Penurunan libido c. Analisa data Symtom Ds :  Klien mengatakan mual dan muntah Etiologi Kondisi oral yang abnormal ↓ Gangguan proses mengunyah akibat Probem Nutrisi
  5. 5.  Klien mengatakan nafsu makan menurun Do :  Penurunan berat badan  Lesi pada rongga mulut  Tugor kulit buruk Ds :  Klien mengatakan pusing, sakit kepala  Klien mengatakan nyeri pada seluruh badan Do :  Kram abdominal  Nyeri tekan abdominal  Ekspresi wajah nampak meringis  Lesi pada rongga mulut  Lesi dan abses rectal Ds :  Klien mengatakan napas pendek, sesak g Do :  Takipnea  Distres pernapasan  Batuk yang disertai dahak Ds :  Klien mengatakan cemas dengan kondisi kesehatan  Klien mengatakan takut akan kematian. Do :  Mengkwatirkan penampilannya  Mengingkari  Cemas dan depresi Ds :  Klien mengatakan mual dan muntah  Klien mengatakan terjadi rasa sakit ↓ Asuhan makanan tidak adekuat ↓ Kebutuhan nutrisi kurang terpenuhi ↓ Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Inflamasi/kerusakan jaringan ↓ Kerusakan mukosa kulit ↓ Merangsangan reseptor nyeri ↓ Mengeluarkan gradikinin, serotin, histamin disampaikan kepusat saraf ↓ Dipersepsikan nyeri Batuk parah yang produktif ↓ Adanya sputum pada jalan napas ↓ Jalan napas yang tidak efektif Perasaan tidak berdaya ↓ Perubahan pada kehidupan ↓ Stimulasi simpatis ↓ Ansietas/ketakutan Peningkatan produksi mukus ↓ Diare berat ↓ Menurunya intake cairan Nyeri Bersihan jalan napas tak efektif Ansietas Resiko tinggi kekurangan vol. cairan
  6. 6. perubahan BAB Do :  Diare yang intermiten  Tugor kulit buruk ↓ Resiko tinggi kekurangan velume cairan Kerusakan kulit ↓ Menyebabkan jaringa traumatik ↓ Pertahanan primer tidak efektif ↓ Resiko tinggi terhadap penyebaran infeksi Ds : Penurunan produksi energi metabolisme ↓  Klien mengatakan tidak Peningkatan kebutuhan energi mampu untuk melakukan ↓ aktivitas seperti biasa Ketidakmampuan untuk  Klien mengatakan mudah mempertahankan aktivitas lelah Resiko tinggi terhadap penyebaran infeksi Intoleransi aktivitas Do :  Kelemahan otot, penurunan massa otot  Kurang aktivitas perawatan dirinya 2. Diagnosa a. Gangguan pola napas / kebersihan jalan yang tidak efektif berhubungan dengan penurunan kemampuan untuk batuk ditandai : Ds :  Klien mengatakan napas pendek, sesak Do :  Takipnea  Distres pernapasan  Batuk yang disertai dahak b. Gangguan nyaman nyeri berhubungan dengan inflamasi atau kerusakan jaringan ditandai : Ds :
  7. 7.  Klien mengatakan pusing, sakit kepala  Klien mengatakan nyeri pada seluruh badan Do :  Kram abdominal  Nyeri tekan abdominal  Ekspresi wajah nampak meringis  Lesi pada rongga mulut  Lesi dan abses rectal c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan masukan oral, ditandai : Ds :  Klien mengatakan mual dan muntah  Klien mengatakan nafsu makan menurun Do :  Penurunan berat badan  Lesi pada rongga mulut  Tugor kulit buruk d. Kelemahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolisme yang ditandai e. f. dengan Ds :  Klien mengatakan tidak mampu untuk melakukan aktivitas seperti biasa  Klien mengatakan mudah lelah Do :  Kelemahan otot, penurunan massa otot  Kurang aktivitas perawatan dirinya g. Ansietas berhubungan dengan perasaan tidak berdaya yang ditandai Ds :  Klien mengatakan cemas dengan kondisi kesehatan  Klien mengatakan takut akan kematian.
  8. 8. Do :  Mengkwatirkan penampilannya  Mengingkari  Cemas  Depresi h. Resiko tinggi terhadap penyebaran infeksi berhubungan dengan :
  9. 9. 3. Perencanaan2 DX Gangguan pola napas / Tupan : Tujuan kebersihan jalan yang tidak Setelah diberikan efektif berhubungan dengan keperawatan penurunan Intervensi Rasional 1. Auskultasi bunyi napas, tandai 1. Mempertahankan tindakan bersihan jalan kemampuan napas tidak efektif teratasi perkembangan penurunan infeksi pernapasan / kehilangan komplikasi / ventilasi dan munculnya bunyi untuk batuk ditandai : Ds : daerah paru yang mengalami adanya adventisius Tupen :  Klien mengatakan napas Setelah 2. Catat kecepatan / kedalaman 2. Takipnea, diberikan tindakan pernapasan, sianosis, sianosis tak dapat beristrahat dan peningkatan napas keperawatan selama beberapa penggunaan otot aksesori / menunjukkan Do : hari peningkatan kerja pernapasan pernapasan  Takipnea beransur-ansur dan kebutuhan untuk meningkatkan  Distres pernapasan normal dengan criteria : pendek, sesak  Batuk dahak yang disertai - bersihan jalan napas bersih Klien tidak sesak Frekuensi napas normal dan munculnya dispnea, ansietas kesulitan dan adanya pengawasan 3. Tinggi kepala tempat tidur, 3. Meningkatkan fungsi pernapasan usahakan pasien untuk yang optimal dan mengurangi berbalik, batuk, menarik napas aspirasi sesuai kebutuhan ditimbulkan karena atelektasis 4. Hisap jalan kebutuhan, napas gunakan atau infeksi yang sesuai 4. Membantu membersihkan jalan teknik napas, sehingga memungkinkan steril dan lakukan tindakan terjadinya pertukaran gas dan pencegahan mencegah komplikasi pernapasan 5. Berikan tambahan O2 yang 5. Mempertahankan ventilasi /
  10. 10. dilembabkan melalui cara oksigenasi yang sesuai efektif untuk mencegah / memperbaiki krisis pernapasan 6. Penatalaksanaan pemberian 6. Pilihan terapi tergantung pada obat sesuai indikasi situasi invidividu, pemberian obat sesuai indikasi membantu Gangguan nyaman berhubungan nyeri Tupan : dengan Setelah 1. diberikan tindakan perhatikan inflamasi atau kerusakan keperawatan nyeri teratasi jaringan ditandai : Ds :  Klien Tupen : pusing, sakit kepala frekuensi diberikan tindakan juga Berikan aktivitas hiburan dengan criteria : Ajarkan tehnik relaksasi Kolaborasi dengan - Ekspresi wajah tenang 3. - Klien tidak mengeluh nyeri analgesik dan antipiretik  Nyeri tekan abdominal  Ekspresi wajah nampak meringis  Lesi pada rongga mulut agar dapat Membantu mengurangi rasa nyeri dengan cara mengalihkan medik dalam pemberian obat  Kram abdominal klien kembali melupakan rasa sakit tim Do : perkembangan Memfokuskan perhatian dan distraksi bila nyeri timbul 4. tanda komplikasi klien keperawatan selama beberapa 3. mengurangi sesak napas Mengidentifikasikan kebutuhan u ntuk intervensi dan untuk mengalihkan perhatian 2.  Klien mengatakan nyeri nyeri beransur – ansur berkurang pada seluruh badan lokasi serta waktu 2. mengatakan Setelah Pantau keluhan nyeri dan 1. focus 4. Memberikan nyeri dan penurunan tidak mengurangi demam nyaman,
  11. 11.  Lesi dan abses rectal Perubahan nutrisi kurang Tupan : dari kebutuhan berhubungan tubuh Setelah 1. Kaji diberikan tindakan dengan keperawatan gangguan nutrisi kemampuan untuk 1. Lesi mulut, tenggorok dan mengunyah, merasakan, dan esophagus dapat menyebabkan menelan disfagia, penurunan kemampuan penurunan masukan oral, teratasi pasien untuk mengolah makanan ditandai : dan mengurangi keinginan untuk Ds : Tupen :  Klien mengatakan mual Setelah makan diberikan tindakan 2. Auskultasi bising usus 2. Hipermotilitas saluran entestinal keperawatan selama beberapa umum terjadi dan dihubungkan  Klien mengatakan nafsu hari kebutuhan nutrisi beransur- dengan munta dan diare, yang dan muntah ansur terpenuhi dengan criteria : dapat mempengaruhi pilihan diet/ Do : - Porsi makan dihabiskan c ara makan  Penurunan berat badan - Nafsu makan meningkat  Lesi pada rongga mulut - Berat badan meningkat makan menurun  Tugor kulit buruk 3. Timbang berat badan sesuai 3. In dicator kebutuhan nutrisi / kebutuhan. Evaluasi berat pemasukan yang adekuat badan dalam hal adanya berat badan yang tidak Gunakan sesuai. serangkaian pengukuran berat badan dan antropometrik 4. Hilangkan rangsangan 4. Mengurangi lingkungan yang berbahaya atau kondisi memperburuk reflex gag yang stimulus muntah di medulla pusat
  12. 12. 5. Berikan perawatan mulut yang 5. Mengurangi ketidaknyaman yang terus menerus, avasi tindakan berhubungan dengan pencegahan sekresi. Hindari mual/muntah, lesi oral, obat kumur yang mengandung pengeringan mukosa, dan allkohl balitosis. Mulut yang bersih akan meningkatkan nafsu makan 6. Rencakan diet dengan pasien / 6. Melibatkan pasien dalam rencana orang terdekat, memungkinkan. jika Sarankan memberikan perasaan lingkungan dan control mungkin makanan dari rumah, sediakan meningkatkan pemasukan. makanan sedikit tapi sering Memenuhi berupa mpadat nutrisi, tidak makanan non institusionhal bersifat asam mungkin juga meningkatkan kebutuhan akan pemasukan 7. Batasi makanan menyebabkan muntah mual yang 7. Rasa sakit pada mulut atau dan ketakutan akan mengiritasi lesi mulut mungkin menyuebabkan untuk makan. akan pasien enggan Tindakan ini mungkin akan berguna dalam meningkatkan pemasukan makanan 8. Memenuhi kebutuhan nutrisi
  13. 13. 8. Kolaborasi dalam pemberian Kelemahan diet yang sesuai buat klien 1. Kaji pola tidur dan catat 1. Berbagai berhubungan Tupan : dengan penurunan produksi Setelah diberikan tindakan energi metabolisme yang keperawatan intoleransi aktivitas ditandai dengan perubahan dalam proses berpikir/perilaku teratasi tidur, penyakit SSP, obat obatan / kemoterapi untuk Setelah mampu 2. Rencanakan perawatan untuk 2. Periode instrahat yang sering diberikan tindakan aktivitas keperawatan selama beberapa hari klien beransur-ansur dapat seperti biasa mengatakan melakukan aktivitas sehari-hari - Do :  Kelemahan otot, penurunan massa otot aktivitas - perawatan dirinya Klien dapat perawatan menyediakan Atur fase aktivitas pasien sangat istrahat. pada wktu berenergi. sangat dibutuhkan memperbaiki energy, , dalam menghemat perencanaan akan melakukan diri Ikutsertakan pasien / orang membuat pasien menjadi aktif terdekat dengan criteria : mudah lelah  Kurang dapat tekanan emosi dan efek samping  Klien mengatakan tidak Tupen :  Klien factor meningktkan kelelahan, termasuk kurang Ds : melakukan klien pada pada penyusunan rencana dimana tingkat energy lebih tinggi, sehingga secara dapat mandiri memperbaiki perasaan sehat dan control diri Dapat memenuhi kebutuhan 3. Tetapkan sehari-hari dengan mandiri waktu keberhasilan 3. Mengusahakan control diri dan aktivitas yang realistis dengan perasaan berhasil. pasien timbulnya perasaan Mencegah frustasi akibat kelelahan karena aktivitas berlebihan 4. bBantu memenuhi kebutuhan 4. Rasa lemas dapat membuat AKS perawatan pribadi, hampir tidak mungkin bagi
  14. 14. pertahankan dalam tempat posisi tidur rendah pasien untuk menyelesaikannya. dan Melindungi pasien dari cedera tempat lalu lalang bebas dari selama melakukan aktivitas perabotan 5. Dorong pasien melakukan apapun untuk 5. Memungkinkan yang mungkin pengehmatan energy, peningkatan stamina dan mengizinkan pasien untuk lebih aktif tanpa menyebakan kepenatan dan rasa frustrasi 6. Anjurkan keluarga klien untuk 6. Membantu memenuhi kebutuhan ikut serta dalam memenuhi Ansietas dengan kebutuhan klien 1. Jamin pasien berhubungan Tupan : perasaan berdaya yang ditandai tidak Setelah diberikan tindakan keperawatan ansietas teratasi kerahasiaan dalam tentang 1. Memberikan penentraman hati batasan situasi tertentu lebih lanjut dan kesempatan bagi pasien Ds :  Klien klien untuk memecahkan masalah pada situasi yang dian mengatakan Tupen : cemas dengan kondisi Setelah kesehatan tisipasi diberikan tindakan 2. Pertahankan hubungan yang 2. Menjamin bahwa pasien tidak keperawatan selama beberapa akan kematian. Do :  Mengkwatirkan hilang dengan criteria : - Klien dapat menerima kondisi kesehatannya pasien. akan sendiri atau ditelantarkan, Berbicara dan berhubungan menunjukkan rasa menghargai dengan  Klien mengatakan takut hari ansietas beransur ansur sering dengan dan menerima orang tersebut, pasien. Batasi penggunaan baju pelindung membantu dan masker percaya meningkatkan rasa
  15. 15. penampilannya - Klien mau ikut serta dalam 3. Berikan informasi akurat dan 3. Dapat mengurangi ansietas dan proses pengobatan konsisten mengenai prognosis. ketidakmampuan pasien untuk  Cemas Hindari argumentasi mengenai membuat  Depresi persepsi berdasarkan realita  Mengingkari pasien terhadap keputusan/pilihan situasi tersebut 4. Berikan lingkungan terbuka 4. Membantu pasien untuk merasa dimana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan tinggi penyebaran berhubungan dengan : diberikan keperawatan terhadap meningkatkan perasaan harga diri untuk berbicara 1. Cuci tangan sebelum terhadap Tupan : infeksi Setelah tanpa perasaan dihakimi dan perasaan atau menahan diri Resiko diterima pada kondisi sekarang tindakan resiko tinggi penyebaran infeksi teratasi sesudah seluruh perawatan dan control dan 1. Mengurangi resiko kontaminasi kontal silang dilakukan. Instruksikan pasien / orang terdekat untuk mencuci tangan sesuai indikasi 2. Berikan lingkungan yang 2. Mengurangi pathogen pada bersih dan berventilasi bai. Periksa pengunjung / staf Tupen : Setelah diberikan tindakan system imun dan mengurangi kemungkinan pasien mengalami terhadap tanda infeksi dan infeksi nosokomial keperawatan selama beberapa pertahankan hari tanda tanda penyebaran sesuai indikasi infeksi tidak terjadi kewaspadaan 3. Diskusikan tingkat rasional 3. Meningkatkan kerja sama dengan
  16. 16. isolasi pencegahan mempertahanakan dan kesehatan cara hidup dan berusaha mengurangi rasa terisolasi pribadi 4. Pantau tanda vital 4. Memberikan informasi data dasar, awitan / peningkatan suhu secara berulang ulang dari deman yang terjadi untuk menunjukkan bahwa tubuh proses infeksi bereaksi pada

×