Definisi kata turunan

80 views
35 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
80
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Definisi kata turunan

  1. 1. Definisi Kata Turunan Posted on June 4, 2013 by penulisartikelbagus Sederhananya, kata turunan adalah kata dasar yang mendapat imbuhan, baik berupa awalan, sisipan atau akhiran, maupun gabungan kata. Kata turunan termasuk salah satu unsur pembentuk kalimat selain kata dasar dalam setiap penulisan artikel. Untuk mendapat gambaran lebih jelas tentang definisi kata turunan, simak macam-macam bentuk kata turunan; Kata turunan dapat berupa kata dasar yang mendapat imbuhan; awalan, sisipan dan akhiran. Imbuhan itu ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh; catatan (kata dasar [catat], mendapat akhiran [-an]) berlari (kata dasar [lari], mendapat awalan [ber-]) gemetar (kata dasar [getar], mendapat sisipan [-em-]) Kata turunan berupa gabungan singkatan dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. Contoh; mem-PHK-kan mem-PTUN-kan Kata turunan berupa gabungan kosa kata asing dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. Contoh; me-recall di-upgrade Kata turunan juga dapat berupa gabungan bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. Kata turunan ini, penulisannya dirangkai menggunakan tanda hubung ( – ). Contoh; pro-Indonesia non-Indonesia pan-Afrika Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya. Contoh; sebar luaskan bertepuk tangan garis bawahi
  2. 2. Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus, maka unsur gabungan kata itu ditulis serangkan dengan imbuhannya. Contoh; menyebarluaskan pertanggungjawaban melipatgandakan mencampuradukan Kata turunan yang salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh; adipati adikuasa aerodinamika aeromodeling antarkota antarprovinsi antibiotik antiteroris anumerta audiogram bikarbonat biokimia bioetanol caturtunggal caturmarga dasawarsa dasasila dekameter demoralisasi demiliterisasi dwiwarna dwitunggal ekawarna ekstrakurikuler inframerah infrastruktur inkonvensional intoleransi kosponsor mahasiswa mancanegara monoteisme monorail multilateral narapidana
  3. 3. nonkolaborasi pascasarjana paripurna poligami politeknik poliklinik pramuniaga pramusaji prasangka purnawirawan saptakrida semiprofesional subseksi swadaya telepon transmigrasi tritunggal ultramodern Jika kata [maha] merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata berimbuhan, maka gabungan keduanya ditulis terpisah dan unser-unsur pembentuknya dimulai dengan huruf kapital. Contoh; Kita serahkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih Anda harus bertobat kepada Tuhan yang Maha Pengampun Tapi, jika kata [maha] sebagai unsur gabungan merujuk pada Tuhan, namun diikuti oleh kata dasar, gabungan katanya ditulis serangkai. Ketentuan ini tidak berlaku untuk kata dasar [esa]. Contoh; Hanya Tuhan yang Mahakuasa yang bisa menentukan nasib kita. Semoga Tuhan yang Maha Esa mengabulkan permohonan kita. Bentuk-bentuk terikat dari bahasa asing yang sudah kita serap dalam bahasa Indonesia, seperti [pro], [kontra] dan [anti], dapat kita jadikan sebagai kata dasar. Contoh; Lebih banyak masyarakat yang kontra, ketimbang pro terhadap kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak. Dia selalu anti terhadap jemaat ahmadiyah. Itu tadi uraian tentang kata turunan.

×