Your SlideShare is downloading. ×

Coba coba nulis proposal

1,483

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,483
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini remaja dengan alat reproduksinya kurang mendapat perhatian karena umur relatif muda, masih dalam status pendidikan sehingga seolaholah bebas dari kemungkinan menghadapi masalah penyulit dan penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksinya (Manuaba, 1998). Salah satu penyebab infertilitas wanita antara lain dilihat dari riwayat menstruasinya, apakah siklus menstruasinya teratur. Kelainan fase luteal siklus menstruasi merupakan penyebab infertilitas yang penting (Sylvia Verralis, 2003). Disfungsi ovulasi berjumlah 10-25% dari kasus infertilitas wanita. Gangguan nutrisi yang berat (misalnya kelaparan, anoreksia nervosa), penurunan BB (misalnya : penyakit medis atau psikologis) dan aktivitas yang berat (misalnya : pelari maraton, penari balet) adalah berhubungan dengan gangguan ovulasi. Obesitas juga disertai dengan siklus anovulatorik karena peningkatan tonik kadar estrogen. Stress berat menyebabkan anovulasi dan amenore (Decherney, dkk, 1998). Ovulasi yang jarang, endometriosis dapat menyebabkan infertilitas. Nyeri haid seringkali dianggap sebagai gejala khas dari endometriosis. Ternyata scott dan felinde hanya mendapatkan 19% dengan dismenorea yang progresif (Sarwono, 2002). Sebanyak dua pertiga dari wanita-wanita yang dirawat dirumah sakit untuk perdarahan disfungsional berumur diatas 40 tahun dan 3% dibawah 20 tahun. Sebetulnya dalam praktek banyak dijumpai perdarahan disfungsional dalam masa pubertas, akan tetapi karena keadaan ini biasanya dapat sembuh sendiri, jarang diperlukan perawatan di Rumah Sakit. Perdarahan ovulator merupakan kurang lebih 10% dari perdarahan disfungsional dengan siklus pendek atau panjang (Sarwono, 2002). Wanita dalam kehidupannya tidak luput dari adanya siklus haid normal yang terjadi secara siklik. Ia akan merasa terganggu bila hidupnya mengalami perubahan, terutama bila haid menjadi lebih lama dan atau banyak, tidak teratur, lebih sering atau tidak haid sama sekali. Penyebab gangguan haid 1
  • 2. dapat karena kelainan biologik (organik atau disfungsional) atau dapat pula karena psikologik seperti keadaan-keadaan stres dan gangguan emosi atau gabungan biologik dan psikologik (Biran Affandi, 1992). Peristiwa haid yang ditentukan oleh proses somato psikis sifatnya kompleks meliputi unsur-unsur hormonal, biokimiawi dan piskososial sering disertai gangguan fisik dan mental. Menurut Jeffcoate hanya kira-kira 20% diantara para wanita sama sekali tidak mengalami gangguan apapun. Banyak dan sifat gangguan haid sangat individual, tergantung pada pandangan wanita terhadap proses fisiologik dan pada keyakinan wanita untuk tidak membiarkan haidnya menganggu pekerjaan sehari-hari (Biran Affandi, 1992). Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai Gangguan menstruasi, khususnya Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakteraturan Siklus Menstruasi. Apabila remaja putri mengetahui ketidakteraturan siklus menstruasi diharapkan ia dapat segera menindaklanjuti masalah menstruasi yang ia hadapi sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya masalah penyulit dan penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksinya serta dapat mempersiapkan kesehatan reproduksi yang sehat bila kelak ia menikah. http://dc423.4shared2012.com/doc/05DWoeK_/preview.html B. Rumusan Masalah Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi kebidanan paramata Kabupaten Muna tahun 2012? C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi kebidanan paramata Kabupaten Muna tahun 2012. 2
  • 3. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui hubungan stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi Mahasiswi Tingkat I Akademi Kebidanan Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012. b. Untuk mengetahui hubungan Status gizi dengan ketidakteraturan siklus menstruasi Mahasiswi Tingkat I Akademi Kebidanan Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaaat Teoritis Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui secara spesifik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan waktu menstruasi. 2. Manfaat Praktis a. Manfaat bagi pemerintah Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja yang sedang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi b. Manfaat bagi Dinas kesehatan Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas program bagi Dinas keehatan khususnya Kesehatan Reproduksi Remaja yang diberikan kepada Mahasiswi tingkat I Akbid Paramata selaku remaja putri c. Manfaat bagi Pendidikan Sebagai sumbangan ilmiah bagi pendidikan serta dapat dijadikan bahan acuan untuk peneliti selanjutnya. d. Manfaat bagi Profesi Diharapkan dapat memberikan masukan bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada mahasiswi tingkat I akbid paramata selaku remaja putri yang mengalami masalah ketidakteraturan siklus menstruasi e. Manfaat bagi Peneliti Sebagai salah satu pengalaman yang berharga bagi peneliti dalam mengaplikasikan ilmu selama menempuh pendidikan sehingga 3
  • 4. menambah wawasan terhadap masalah yang dihadapi mahasiswi tingkat I akbid paramata selaku remaja putri yang mengalami masalah ketidakteraturan siklus menstruasi 4
  • 5. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. TELAAH PUSTAKA 1. Tinjauan Umum Tentang Menstruasi a. Konsep Menstruasi Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan (Rahmawati, 2012). Menstruasi (haid) adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (Prawirohardjo. S,2009). b. Fisiologi Proses Menstruasi Proses menstruasi dimulai saat panca indera menerima rangsangan, maka rangsangan akan diteruskan kepusat syara (otak) dan diolah oleh hipotalamus dilanjutkan oleh hipofisis melalui sistem fortal dan dikeluarkan hormon gonadotropin perangsang folikel dan luteinizing hormon untuk merangsang indung telur. Pada permulaan hanya estrogen saja yang dominan dan perdarahan (menstruasi) yang terjadi pertama kali yang disebut menarche pada umur 12-13 tahun. Dominannya estrogen pada permulaan menstruasi sangat penting karena menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan perkembangan tanda seks sekunder. Itu sebabnya pada permulaan perdarahan sering tidak teratur karena bentuk ovulasinya anovulatoir (tanpa pelepasan telur). Pada proses menstruasi dengan ovulasi (terjadi pelepasan telur), hormon estrogen yang dikeluarkan makin lama makin meningkat yang menyebakan lapisan dalam rahim mengalami pertumbuhan dan perkembangan (fase proliferasi). Peningkatan estrogen ini menekan pegeluaran hormon perangsang folikel (FSH), tetapi merangsang hormon luteinizing (LH) sehingga dapat merangsang folikel Graff 5
  • 6. yang telah dewasa untuk melepaskan telur (ovulasi). Telur ini akan ditangkap oleh fimbria pada tuba falopii, dan dibungkus oleh korona radiata yang akan memberikan nutisi selama 48 jam. Folikel Graff yang mengalami ovulasi menjadi korpus rubrum dan segera menjadi korpus luteum dan mengeluarkan dua macam hormon indung telur yaitu estrogen dan progesteron. Hormon estrogen yang menyebabkan lapisan dam rahim (endometrium) berkembang dan tumbuh dalam bentuk proliferasi, maka setelah dirangsang oleh korpus luteum dengan mengeluarkan setrogen dan progesteron, lapisan dalam rahim berubah menjadi fase sekresi, dimana pembuluh darah makin dominan dan mengeluarkan cairan (fase sekresi). Bila tidak terjadi pertemuan antara spermatozoa dan ovum maka korpus luteum mengalami kematian. Korpus luteum berumur 8 hari, sehingga setelah kematiannya tidak mampu lagi mempertahankan lapisan dalam rahim, oleh karena hormon estrogen dan progesteron berkurang sampai menghilang. Berkurang dan menghilangnya estrogen dan progesteron, menyebabkan terjadi fase vasokontriksi (pengerutan) pembuluh darah, sehingga lapisan dalam rahim mengalami kekurangan aliran darah (kematian). Selanjutnya diikuti dengan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan pelepasan darah dalam bentuk perdarahan yang disebut “menstruasi”. (Bagus Ida, 1999). c. Fase dalam satu siklus menstruasi Menurut Rahmawati (2012) proses menstruasi pada wanita dalam setiap siklusnya terdapat empat fase atau kejadian yang harus dilewati. Adapun urutan-urutannya adalah sebagai berikut : 1) Fase folikel. Fase ini terjadi pada setiap akhir siklus satu menstruasi. Dari salah satu bagian tubuh akan mengeluarkan hormon yang dinamakan gonadotropi yaitu hormon yang bisa memberi rangsangan untuk melepas hormon lain yang mendorong terjadinya pertumbuhan folikel. Kemudian pada hari ke 1-14 folikel 6
  • 7. terus tumbuh didalam ruang ovarium dan bila sudah matang akan menghasilkan hormon lain yang akan membuat tumbuh endometrium pada dinding di rahim. 2) Fase estrus. Peristiwa naiknya estrogen dengan tujuan membuat pertahanan terhadap pertumbuhan sekaligus memberi rangsangan agar terjadi pembelahan terhadap endometrium di uterus. Peran lain dari kejadian ini adalah memperlambat terjadinya pembentukan zat yang menghasilkan suatu hormon lain yang berfungsi untuk memberi rangsangan folike yang sudah matang dan melaksanakan ovulasi dirahim. Hal ini biasanya berlangsung dihari ke 14 dari dan dalam satu ovulasi bisa menghasilkan satu oosit. 3) Fase luteal. Setelah folikel mendapat rangsangan dan membuat korpus atau badan kuning, maka akan dihasilkan progesteron yang dapat membuat endometrium bisa menjadi tebal namun lembut. Dalam jangka waktu 10 hari, uterus sudah siap untuk dibuahi. Dan bila memang ada pembuahan, maka terjadilah kehamilan. Maka menstruasi tidak akan terjadi. Selanjutnya progesteron akan mengalmi masa penurunan produksi pada hari ke-26. Kejadian selanjutnya adalah badan kuning tidak akan melakukan produksi lagi dan lapisan di uterus dengan dinding yang berada di rahm menjadi lepas dihari ke-28. Saat itulah terjadi perdarahan dari dalam rahim yang dikenal dengan nama menstruasi atau haid. Sedangkan darah yang keluar ini dinamakan darah menstruasi atau disingkat darah mens. 4) Fase menstruasi atau perdarahan. Bila tidak terjadi pembuahan Menurut Diane M. Frase dan Margaret A. Cooper (2009) terdapat tiga fase utama yang mempengaruhi struktur jaringan endometrium dan dikendalikan oleh hormon ovarium. 1) Fase menstruasi Fase ini ditandai dengan perdarahan vagina, selama 3-5 hari. Secara fisiologis, fase ini adalah fase akhir siklus menstruasi, yaitu 7
  • 8. saat endometrium luruh kelapisan basal bersama darah dari kapiler dan ovum yang tidak mengalamifertilisasi 2) Fase proliferasi Fase ini terjadi setelah menstruasi dan berlangsung sampai ovulasi. Terkadang beberapa hari pertama saat endomtrium dibentuk kembali disebut sebagai fase regeneratif. Fase ini dikendalikan oleh estrogen dan terdiri atas pertumbuhan kembalindan penebalan endometrium. Pada fase ini endometrium terdiri atas tiga lapisan : a) Lapisan basal Terletak tepat diatas miometrium, memiliki ketebalan sekitar 1 mm. Lapisan ini tidak pernah mengalami perubahan selama siklus menstruasi. Lapisan basal ini terdiri atas struktur rudimenter yang penting bagi pembentukkan endometrium baru. b) Lapisan fungsional Terdiri atas keleenjar tubular dan memiliki ketebalan 2,5mm. Lapisan ini terus mengalami perubahan sesuai pengaruh hormonal ovarium. c) Lapisan epitelium kuboid bersilia Menutupi lapisan fungsional. Lapisan ini masuk kedalam untuk melapisi kelenjar tubular 3) Fase sekretori Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berada dibawah pengaruh progesteron dan estrogen dari korpus luteum. Lapisan fungsional menebal sampai 3,5 mm dan menjadi tampak berongga karena kelenjar ini berliku-liku. Menurut Handono Budi (2010), pada proses haid yang umum, yaitu 28 hari dalam satu daur, yerjadi perubahan-perubahan interaksi berbagai hormon, yaitu sebagai berikut : 1) Fase folikuler awal Sebelum terjadi perdarahan haid, kadar estrogen, progesteron, dan inhibin sangat rendah. Kadar yang rendah ini akan merangsang 8
  • 9. pusat impuls GnRH di hipotalamus, yang berdampak pada peningkatan hormon FSH. Peningkatan FSH akan berpengaruh pada pertumbuhan folikel dengan cara dihasilkannya estrogen. Perkembangan folikel jugaakan menyebabkan dihasilkannya hormon oleh sel granulosa, yaitu LH, prolaktin, prostaglandin, serta inhibin. Hormon inhibin juga dapat menekan FSH sehingga terjadi perubahan ratio LH/FSH dimana hormon FSH menurun sedangkan LH naik pada 5 hari pertama daur haid. 2) Fase folikuler tengah Fase ini ditandai oleh sekresi folikuler dominan dan peranan folikel dominan yang penuh dengan reseptor FSH dan mampu memproduksi estrogen. Pada hari ke-9, vaskularisasi folikel sangat bertambah sehingga produksi FSH, LH dan LDL, prolaktin, serta reseptor prostaglandin juga semakin bertambah. Peningkatan estrogen dan inhibin memiliki dampak umpan balik negatif terhadap FSH, sehingga FSH menurun. 3) Fase folikuler akhir Pada fase ini terjadi lonjakan gonadotropin dan ovulasi. Fase ini ditandai dengan adanya umpan balik estrogen terhadap gonadotropin, terjadinya lonjakan LH dan FSH, pematangan oosit, serta pembentukan korpus luteum. 4) Fase luteal awal Pasca ovulasi, terjadi fase luteal yang ditandai oleh peninggian kadar LH. Dalam 3 hari pasca ovulasi, mulai terbentuk korpus luteum yag dapat menghasilkan relaksin, oksitosin, da progesteron. Kadar progesteron sejak 24 jam sebelum ovulasi dipertahankan untuk 11-14 hari kemudian. Kadar progesteron maksimal dicapai pada hari 3-4 pasca ovulasi. Fase luteal umumnya berlangsung sekitar 14 hari, dengan variasi antara 11-17 hari. 9
  • 10. 5) Fase luteal akhir Prahaid, setelah hari ke 4-5 dari pertumbuhan korpus lutem, terjadi penurunan kadar progesteron, estradiol, dan inhibin. Penurunan ini akan merubah kadar LH melalui mekanisme umpan balik negatif, dan meningkatan kembali FSH, untuk mengawali pembentukan folikel baru. d. Siklus Menstruasi Siklus menstruasi adalah aktivitas yang terjadi didalam tubuh sebelum, selama dan diantara menstruasi. Panjang siklus menstruasi adalah jumlah hari dari hari pertama menstruasi sampai hari berikutnya. Umumnya siklus menstruasi berlangsung mulai dari 21 sampai 35 hari dan rata-rata adalah 28 hari. Siklus menstruasi mungkin belum teratur selama satu atau dua tahun pertama sejak menarche. (kustriani selvy, 2012). Menstruasi yang berulang setiap bulan membentuk suatu siklus menstruasi. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama haid sampai tepat satu hari pertama berikutnya. Untuk menghitung siklus mesntruasi bisa dilakukan dengan membuat catatan pada kalender. Silang setiap hari pertama haid, hitung jumlah hari dari hari yang disilang sampai sampai hari yang disilang bulan berikutnya. http://kankerserviks1.com/siklus-menstruasi-normal/. Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut : Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada saat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan 10
  • 11. memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel de Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus. Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang, pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali. http://intanriani.wordpress.com/siklus-menstruasi-pada-wanita/. Pada awalnya siklus mungkin tidak teratur, jarak antara 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam satu bulan mungkin menjadi dua siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan kembali teratur. ( Rahmawati, 30 ). Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama perdarahan haid, Hari 1, hingga selesai . dengan perdarahan berikutnya menstruasi . Meskipun 28 hari adalah panjang siklus rata-rata, itu adalah normal untuk memiliki siklus yang lebih pendek atau lebih lama. Siklus Seorang remaja masih belum teratur bisa menjadi panjang (hingga 45 hari), bisa lebih pendek selama beberapa tahun pertama. Antara usia 25 dan 35, siklus kebanyakan wanita adalah mulai normal dan teratur. biasa, berlangsung 21 sampai 35 hari. Sekitar usia 40 sampai 42, siklus cenderung terpendek dan paling teratur. Hal ini diikuti oleh 8 11
  • 12. sampai 10 tahun lagi, siklus kurang dapat diprediksi sampai menopause. http://kankerserviks1.com/siklus-menstruasi-normal/. e. Remaja Masa remaja sebagi masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa deawasa, pada masa ini banyak terjadi perubahan dalam hal fisik dan psikis. Perubaha-perubahan tersebut dapat menyebabkan kekacauan-kekacauan batin pada remaja, sehingga masa remaja juga sering disebut masa pancaroba. Kondisi ini menyebabkan remaja sangat rawan menjalani masa pertumbuhan dan perkembangannya. Menurut Depkes (2010), masa remaja awal adalah usia 10-13 tahun, usia remaja tengah adalah usia 14-16 tahun dan usia remaja akhir adalah 17-19 tahun. Maka remaja menjadi masa yang begitu khusus dalam hidup manusia, karena pada masa tersebut terjadi proses awal kematangan organ reproduksi manusia yang disebut pubertas. Tahap-tahap masa remaja digolongkan menjadi 3 tahap, yaitu : a) Masa pra remaja : 13-14 tahun Yaitu periode sekitar kurang lebih 2 tahun sebelum terjadinya pemasakan seksual yang sesunggunya tetapi sudah terjadi perkembangan fisiologi yang berhubungan dengan pemasakan beberapa kelenjar endokrin. b) Masa remaja awal : 14-16 tahun Yaitu periode dalam rentang perkembangan dimana terjadi pematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. c) Masa remaja akhir : 17-20 tahun Berarti tumbuh menjadi dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. (Kustriani selvi, 2012) 2. Tinjauan Umum Tentang Ketidakteraturan siklus Menstruasi Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang- 12
  • 13. kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya. http://id.wikipedia.org/wiki/Menstruasi. Perdarahan haid terjadi secara ritmis mengikuti pola siklusyang normalnya dalam satu siklus berkisar 25-31 hari. Perdarahan haid adalah darah yang keluar dari uterus perempuan sehat, lamanya 3-6 hari, warna kecoklatan, ganti embalut 2-5 pembalut per hari, dan terjadi akibat penurunan kadar progesteron, yaitu pada suatu siklus haid yang berovulasi (Hestiantoro, 2008). Siklus haid menjadi bagian dari siklus indung telur (ovarium), kondisi tersebut melibatkan keseimbangan pengeluaran hormone yang diproduksi indung telur serta kelenjar yang ada di otak. Siklus haid dapat mengalami gangguan jika hormon yang dihasilkan di hipotalamus, indung telur dan hipofisis mengalami gangguan. Pada permulaan hanya estrogen saja yang dominan dan perdarahan (menstruasi) yang terjadi untuk pertama kali yang disebut menarch pada umur 12-13 tahun. Dominannya estrogen pada permulaan menstruasi sangat penting karena menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan perkembangan tanda seks sekunder. Itu sebabnya pada permulaan perdarahan sering tidak teratur karena bentuk menstruasinya anovulatoir (tanpa pelepasan telur). Baru setelah umur wanita mencapai remaja sekitar 17-18 tahun, menstruasi remaja teratur dengan interval 26-32 hari. (Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, SpOG). Menurut Hestiantoro masalah gangguan haid (haid abnormal), dan perdarahan yang menyerupai haid pada interval siklus haid normal (21-35 hari) dikelompokkan menjadi : a. Gangguan ritme (irama). Haid terlalu sering dengan interval < 21 hari, yang disebut polimenorea. b. Haid terlalu jarang dengan interval > 35 hari, yang disebut oligomenorea 13
  • 14. c. Tidak terjadi haid, yang disebut sebagai amenorea d. Perdarahan tidak teratur, dimana interval datangnya haid tidak tentu. 3. Tinjauan Umum Tentang Variabel Penelitian a. Konsep Stres 1) Pengertian Stres adalah suatu kondisi yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. http://www.mentari.biz/cara-menurunkan-berat-badan-dengan-cepat-danalami.html Stres merupakan suatu respons fisiologis, psikologis dan perilaku dari manusia yang mencoba untuk mengadaptasi dan mengatur baik tekanan internal dan eksternal. Stres diketahui merupakan faktor etiologi dari banyak gangguan . Misalnya mengacaukan siklus menstruasi. Stres atau kecemasan dapat mengacaukan siklus menstruasi karena pusat stres di otak sangat dekat dengan pusat pengaturan siklus menstruasi di otak. http://www.4skripsi.com/skripsi-kesehatan/hubungan-tingkat-stresterhadap-siklus-menstruasi-pada-remaja-kelas-xii-di-sman-64jakarta.html#ixzz2CHVWdnj6 2) Gejala stres 20 Gejala Utama Stress yang tiba-tiba muncul dan tidak diketahui sebabnya: a) Jantung sering berdebar tanpa sebab diketaui b) Berkeringat-dingi atau merasa menggigil c) Ke toilet lebih sering dari biasanya d) Mulut terasa kering e) Sakit/ nyeri di perut bagian atas 14
  • 15. f) Mudah lelah walaupun mengerjakan pekerjaan yang ringan g) Merasa sakit seluruh otot badan yang tidak biasa h) Sakit kepala tanpa sebab i) Mudah tersinggung, j) Kurang rasa humor k) Kurang selera terhadap makanan, kesenangan ataupun seks l) Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit tanpa disadari m) Kurang punya waktu menjalankan hobi/ kebiasaan n) Merasa tidak mampu mengatasi permasalahan apapun” o) Kurang tertarik berkomunikasi dengan orang lain, selalu menghindar p) Kurang percaya terhadap penampilan diri q) Merasa segala sesuatu tidak berguna r) Selalu merasa kehilangan dan sedih s) Pelupa t) Sulit tidur, tidur tidak nyaman dan mudah terbangun, bangun merasa tidak segar http://gejalastress.wordpress.com/gejala-stress/ 3) Cara mengtatasi stres 10 cara Mengatasi Stress: a) Berpikir Positif b) Tidur c) Tertawa d) Olahraga e) Dengarkan Musik f) Pandai-pandailah bersyukur g) Libatkan indera h) Minum teh hijau i) Pijat http://arekploso24.blogspot.com/2011/08/10-cara-mengatasistress.html 15
  • 16. Antara stres dengan menstruasi merupakan masalah kesehatan bagi wanita. Berdasarkan data wawancara dari beberapa studi, menunjukkan bahwa siklus menstruasi yang abnormal ini berhubungan dengan stres psikologi dan dari hasil penelitian beberapa studi juga menjelaskan bahwa sewaktu stres terjadi aktivasi aksis hipotalamus-pituitariadrenal bersama-sama dengan sistem saraf autonom yang menyebabkan beberapa perubahan. http://bimatito.blog.esaunggul.ac.id/2012/06/08/5/ Stres memainkan peran dalam menekan fungsi hipotalamus, yang mengontrol kelenjar hipofisis - kelenjar master tubuh - yang, pada gilirannya, mengontrol tiroid dan kelenjar adrenal dan ovarium, mereka semua bekerja sama untuk mengelola hormon. Disfungsi ovarium dapat menyebabkan masalah dengan produksi estrogen, ovulasi, atau proses reproduksi lainnya. Estrogen adalah hormon penting yang membantu membangun lapisan rahim dan mempersiapkan tubuh untuk kehamilan. Jika ovarium tidak bekerja dengan benar, efek samping mungkin melibatkan siklus menstruasi, termasuk periode terjawab atau menstruasi yang tidak teratur. http://www.everydayhealth.com/pms/managing-stress-duringpms.aspx b. Konsep Status Gizi Gizi berasal dari bahasa arab “Al Gizzai” yang artinya makanan. Jadi kata gizi artinya makanan. Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari hubungan makanan dengan kesehatan. Dikatakan gizi seorang baik jika kesehatan seseorang baik sehubungan dengan makanan sehari-hari yang dimakannya baik. Secara rinci makanan yang qt makan memilki 3 kelompok besar didasarkan kegunaan pokok, yakni : 1) Membangun, memelihara dan memperbaiki jaringan yang rusak 16
  • 17. 2) Membuat tenaga untuk menggerakan semua bagian tubuh yang bergerak dan bekerja, seperti jantung, paru-paru dan lain-lain. 3) Mengatur pekerjaan fisiologi atau kelakuan tubuh yang disebut faali tubuh, seperti halnya darah yang keluar karena luka, harus berhenti dan membeku. (Agria, Intan.2011) Jika terdapat ketidakseimbangan dalam pola asupan dan kualitas gizi, maka akan berpengaruh pada kelancaran siklus haid pula karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kalenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada. http://www.4skripsi.com/skripsi-kesehatan/hubungan-tingkat-stresterhadap-siklus-menstruasi-pada-remaja-kelas-xii-di-sman-64jakarta.html#ixzz2CHVWdnj6 Yang dimaksud dengan kebutuhan zat gizi bagi tubuh adalah jumlah zat gizi yang harus diperoleh tubuh manusia setiap hari untuk memelihara kesehatannya. Sebagaimana halnya kebutuhan terhadap tenaga, maka kebutuhan akan zat gizi juga dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain : umur, jenis kelamin, tinggi dan berat badan, kerja otot dan temperatur. 1) Umur Sampai pada batas umur tertentu, kebutuhan zat gizi makin besar, apabila umur bertamabah. Hal ini disebabkan tubuh manusia berkembang pada umur tertentu. Kemudian semakin tua, mulai dari umur tertentu itu tubuh tidak berkembang lagi, tapi sebaliknya makin mengecil. Umumnya yang bertambah ialah jumlah kebutuhan dalam keseluruhannya, akan tetapi perkesatuan berat badan, ternyata kebutuhan makin berkurang. 2) Jenis kelamin 17
  • 18. Pada umumnya kebutuhan zat gizi bagi laki-laki lebih besar daripada wanita, apabila keduanya berumur dan dalam keadaan yang sama. Hal ini disebabkan kebanyakan laki-laki bergerak dan bekerja lebih banyak mempergunakan tenaga. Akan tetapi beberapa zat gizi seperti mineral dan beberapa vitamin, ternyata wanita membutuhkannya lebih besar. Ini mudah dimengertisebab wanita dalam periode tertentu mengalami masa haid dengan mengeluarkan banyak darah. Untuk menghasilkan kembali darah tersebut diperlukan beberapa vitamin dan mineral yang lebih banyak. 3) Tinggi dan berat badan Makin tinggi atau makin besar berat badan seseorang makin banyak terdapat jaringan aktif dalam tubuhnya. Untuk memelihara jaringan-jaringan dan memelihara gerakan otot-otot dibutuhkan lebih banyak zat gizi. Sebaliknya orang pendek dan kurus membutuhkan lebih sedikit zat gizi dibanding orang tinggi dan gemuk. 4) Kerja otot Makin banyak dipergunakan otot, makin banyak dibutuhkan tenaga. Karena itu orang yang bekerja berat membutuhkan zat gizi lebih banyak daripada yang bekerja ringan. 5) Temperatur Orang yang berdiam didaerah dingin memerlukan lebih banyak zat gizi daripada orang yang berdiam didaerah panas. Untuk mengatasi temperatur yang rendah penyesuaian dengan suhu tubuh diperlukan panas tubuh yang lebih besar. Hal ini berarti perlu dibakar lebih banyak zat gizi, karena itu dibutuhkan zat gizi lebih banyak pula. 6) Keadaan tertentu Pada waktu hamil, menyusui atau baru sembuh dari sakit dibutuhkan lebih banyak zat gizi dibanding dalam keadaan biasa. 18
  • 19. 7) Faktor lain Banyak lagi faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan zat gizi, misalnya jenis bahan makanan ada bahan makanan yang bermutu tinggi/rendah (protein), keaktifan kelenjar-kelenjar (tiroid), banyak tidur, dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada anak dan remaja adalah : 1) Bawaan sejak lahir (genetik) 2) Penyalahgunaan obat-obatan, kecanduan alkohol, dan rokok, hubungan seksual terlalu dini 3) Konsumsi makanan seperti tablet Fe atau makanan mengandung zat besi (defisiensi fe) 4) Ketidakseimbangan antara asupan dan keluarga 5) Kemampuan daya beli keluarga 6) Pengetahuan tentang gizi 7) Anggapan yang salah, kepala keluarga lebih diutamakan dibandingkan anak dalam pemberian makanan. B. LANDASAN TEORI Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan. (Rahmawati, 2012). Siklus menstruasi adalah aktivitas yang terjadi didalam tubuh sebelum, selama dan diantara menstruasi. Panjang siklus menstruasi adalah jumlah hari dari hari pertama menstruasi sampai hari berikutnya. Umumnya siklus menstruasi berlangsung mulai dari 21 sampai 35 hari dan rata-rata adalah 28 hari. Siklus menstruasi mungkin belum teratur selama satu atau dua tahun pertama sejak menarche. (kustriani selvy, 2012). Ketidakteraturan siklus menstruasi dipengaruhi oleh faktor stres. Stres adalah keadaan di mana kita merasa sangat penat, terbebani, dan perasaan yang tidak karuhan. Antara stres dengan menstruasi merupakan masalah 19
  • 20. kesehatan bagi wanita. Berdasarkan data wawancara dari beberapa studi, menunjukkan bahwa siklus menstruasi yang abnormal ini berhubungan dengan stres psikologi dan dari hasil penelitian beberapa studi juga menjelaskan bahwa sewaktu stres terjadi aktivasi aksis hipotalamuspituitariadrenal bersama-sama dengan sistem saraf autonom yang menyebabkan beberapa perubahan. http://bimatito.blog.esaunggul.ac.id/2012/06/08/5/ Stres memainkan peran dalam menekan fungsi hipotalamus, yang mengontrol kelenjar hipofisis - kelenjar master tubuh yang pada gilirannya, mengontrol tiroid dan kelenjar adrenal dan ovarium, mereka semua bekerja sama untuk mengelola hormon. Disfungsi ovarium dapat menyebabkan masalah dengan produksi estrogen, ovulasi, atau proses reproduksi lainnya. Estrogen adalah hormon penting yang membantu membangun lapisan rahim dan mempersiapkan tubuh untuk kehamilan. Jika ovarium tidak bekerja dengan benar, efek samping mungkin melibatkan siklus menstruasi, termasuk periode terjawab atau menstruasi yang tidak teratur. http://www.everydayhealth.com/pms/managing-stress-during-pms.aspx Gizi kurang selain akan mempengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh, juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini akan berdampak pada pada ganggan haid, tapi akan membaik bila asupan nutrisinya baik. Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang karena sangat dibutuhkan pada saat haid, karena pada saat haid akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. Apabila ini diabaikan maka akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. Komposisi diet, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dianggap mempengaruhi siklus menstruasi serta penampilan reproduksi. Siklus menstruasi dipenguruhi bukan saja oleh diet vegetarian, tapi juga diet yang bervariasi dalam hal lemak, serat da nutrien lainnya. 20
  • 21. Macam-macam diet yang mempengaruhi menstruasi : a. Diet vegetarian 1) Orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging, ternyata isklus haidnya memanjang. 2) Sebaliknya orang diet biasa beralih ke diet yang kurang daging mengalami pemendekan siklus menstruasi. 3) Pada wanita yang mengkonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi. b. Diet rendah lemak 1) Pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek : panjang siklus menstruasi yang meningkat,lamanya waktu menstruasi yang meningkat, fase folikuler meningkat. 2) Bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah ke diet rendah lemak akan memperpanjang siklus menstruasi sebagai akibat memanjangnya fase menstruasi dan fase folikuler. (Agria, Intan.2011). Meskipun berat badan rendah adalah penyebab umum menstruasi tidak teratur, obesitas juga dapat menyebabkan masalah menstruasi. Dalam situasi ini, otak tidak dapat memicu hormon-hormon yang tepat untuk perkembangan folikel, yang diperlukan untuk membuat estrogen. http://majalahkesehatan.com/menstruasi-tidak-teratur-penyebab-danpenanganannya/ 14 Jan 2012. C. KERANGKA KONSEP Stress Status Gizi Ketidakteraturan siklus menstruasi Kelelahan 21
  • 22. Keterangan : : Variabel bebas : Variabel terikat : Variabel yang tidak diteliti D. HIPOTESIS PENELITIAN H0 : Tidak ada risiko antara stres dengan ketidakteraturan siklus Menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012. Ha : Ada risiko antara stres dengan ketidakteraturan siklus Menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012. H0 : Tidak ada risiko antara status gizi dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012. Ha : Ada risiko antara status gizi dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012. BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS RANCANGAN PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan case control, yaitu dimana variabel independen dan variabel dependen diobservasi atau diukur pada waktu yang berbeda. (Notoatmodjo, 2010). 22
  • 23. Populasi Matching (sampel) B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN 1. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April 2013 2. Tempat Penelitian Tempat penelitian akan dilaksanakan di Akademi Kebidanan Paramata Raha kabupaten Muna. C. SUBYEK PENELITIAN 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswi tingkat I yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi di Akademi Kebidanan Paramata Raha Kabuaten Muna yang berjumlah 11 orang. 2. Sampel Pengambilan sampel dalam penelitian ini akan dilakukan dengan teknik total sampling, yang berjumlah 11 orang mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan Paramata Raha Kabupaten Muna tahun 2012. Dimana 11 orang mahasiswi tingkat I yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. D. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN 1. Variabel independent : Stres, dan Status gizi 23
  • 24. 2. Variabel dependent : Ketidakteraturan Siklus Menstruasi. E. VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL 1. Stres Stres yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keadaan responden yang sangat terbebani dan perasaan yang tidak karuan dengan kriteria objektif yaitu: a. Ya : bila responden merasa terbebani dalam melakukan suatu aktivitas b. Tidak : bila responden tidak merasa terbebani dalam melaksanakan segala aktivitasnya. 2. Status Gizi Status Gizi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keadaan dimana status IMT dan LILA responden normal. a. Ya : IMT , LILA > 23,5 cm b. Tidak : IMT , LILA < 23,5 cm F. INSTRUMEN PENELITIAN Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah kuisioner, LILA, timbangan badan, dan alat ukur tinggi bada.. G. CARA ANALISIS DATA 1. Analisis Univariat Data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis univariat secara deskriptif sederhana berupa presentase. Rumus yang digunakan adalah : Keterangan : F = Frekuensi P = Persentase n = Jumlah Populasi 2. Analisis Bifariat 24
  • 25. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan Uji statistik Chi Square. Perhitungan nilai rasio prevalens untuk mengetahui faktor risiko. Hasil yang diperoleh adalah nilai X2, p-value, nilai rasio prevalens. Rumus Chi kuadrat hitung : X2 = ∑(FO-FE) FE Keterangan : X2 = Chi kuadrat FO = Nilai observasi / nilai pengumpulan data FE = Frekwensi harapan FE = Total baris x total kolom Grand Total Taraf signifikan yang diharapkan adalah 0,05 sedangkan derajat keabsahan untuk nilai x2 tabel : dk = (k-1) (b-1) dimana b = baris dan k = kolom. Kesimpulan hasil pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : 1) Jika X2 hitung ≥ X2 tabel maka Ho ditolak dan ha diterima, yang berarti ada hubungan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi. 2) Jika X2 hitung ≤ X2 tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi. (Arikunto, 2007). H. RENCANA PENELITIAN 1. Waktu persiapan Waktu persiapan proposal dimulai pada pengajuan topik penelitian hingga ujian proposal 2. Waktu pelaksanaan Waktu pelaksanaan penelitian direncanakan setelah proposal disetujui 3. Penyusuan laporan Penyusunan dilaksanakan setelah penelitian selesai dilaksanakan. 25
  • 26. DAFTAR PUSTAKA Fraser, Diane. 2009. Myles Buku ajar Bidan Edisi 14. Jakarta : EGC. Handono, Budi. 2009. Obstetri Fisiologi Ilmu Kesehatan Reproduksi edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. Hestiantoro, Andon. 2008. Masalah gangguan haid dan infertilitas. Jakarta : Balai Penerbit fakultas kedokteran UniversitasIndonesia. Kustriani, Sevy. 2012. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Siswi SDN 8 Kabangka dengan Kesiapan Menghadapi Menarche. Raha. Penulis, Tim. 2005. Obgyn Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Prawirahardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kandungan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo. Prawirahardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan Edisi 4. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo. 26
  • 27. Rahmawati, Titik. 2012. Dasar-Dasar Kebidanan. Jakarta : PT Prestasi Pustakarya. Sinclair, Christoper. 2011. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Pamulang : Bina Putra Aksara Publisher. http://id.wikipedia.org/wiki/Menstruasi. diposting tanggal 8 November 2012. http://health.kompas.com/read/2012/05/26/07402841/SerbaSerbi. Pertanyaan.Seputar.Menstruasi. dipostkan tanggal 8 November 2012. http://www.4skripsi.com/skripsi-kesehatan/hubungan-tingkat-stres-terhadap siklus-menstruasi-pada-remaja-kelas-xii-di-sman-64- diposting tanggal 8 November 2012. diposting tanggal 8 November 2012. http://grosirherbalbabelan.blogspot.com/2011/02/penyebab-haid-tidakteratur.html diposting tanggal 8 November 2012. http://www.4skripsi.com/skripsi-kesehatan/hubungan-tingkat-stres-terhadapsiklus-menstruasi-pada-remaja-kelas-xii-di-sman-64-jakarta.html diposting tanggal 8 November 2012. http://ana-tardiana.blogspot.com/2012/03/faktor-penyebab-terlambatnyadatang.html diposting 12 maret 2012http://www.terapimenstruasi.com/faktor-faktor-berikut-dapat-mempengaruhiperdarahan-menstruasi.html diposting tanggal 8 November 2012. http://www.mentari.biz/cara-menurunkan-berat-badan-dengan-cepat-danalami.html September 5, 2012 http://arekploso24.blogspot.com/2011/08/10-cara-mengatasi-stress.html diposting tanggal 15 november 2012. http://www.refleksiteraphy.com/?m=artikel&page=detail&no=22 diposting 15 november 2012. http://www.klikdokter.com/tanyadokter/read/2012/10/05/18986/siklus-haid diposting 15 november 2012. 27
  • 28. DAFTAR PERTANYAAN/PERNYATAAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKTERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISIWI TINGKAT I AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA KABUPATEN MUNA TAHUN 2012 Kuisioner ini di buat agar dapat diisi oleh mahasisiwi tingkat I Akademi Kebidanan Paramata Raha Kabupaten Muna untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi dalam rangka penelitian sebagai syarat penyelesaian pendidikan Diploma III Akademi kebidanan Paramata Kabupaten Muna Tahun 2013. PETUNJUK PENGISIAN KUISIONER (ANGKET) 1. Isilah biodata sebelum menjawab pertanyaan 28
  • 29. 2. Dalam menjawab pertanyaan, hendaknya tidak terpengaruh pada orang lain 3. Setelah selesai mengisi, lembaran ini serahkan kembali kepada kami 4. Atas partisipasi bantuannya, kami ucapkan terima kasih. Kode responden A. Karakteristik Responden (Mahasiswi ) / Biodata 1. Nama ................................................................... 2. Umur ................................................................... 3. Kelas .................................................................... 4. Agama : 1. Islam 2. Protestan 3. Katolik 4. Hindu 5. Budha Tugas : Proposal Penelitian Dosen : Hasary S.KM, MMKES FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKTERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI TINGKAT I AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA KABUPATEN MUNA TAHUN 2012 29
  • 30. Oleh DEWI AYU FATMASARI NIM 2010. IB. 0059 YAYASAN PENDIDIKAN SOWITWE RAHA AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA KABUPATEN MUNA TAHUN 2012/2013 30

×