Buah kesabaran
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Buah kesabaran

on

  • 88 views

 

Statistics

Views

Total Views
88
Views on SlideShare
88
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Buah kesabaran Document Transcript

  • 1. Buah Kesabaran Di sebuah desa ada 4 sekawan yaitu, Su’ud , Jumairoh , Koma dan Mukri. Su’ud adalah anak yang kurang mampu namun, di balik dibalik kekurangannya itu, dia adalah anak yang mempunyai talenta tinggi. Di pagi hari, Su’ud dan koma sedang mengaji bersama. Su’ud dan Koma : (membaca ayat kursi)Mukri dan Jum datang ke masjid. Jum : “Ehhhmmmm….” Su’ud : “Kenapa Jum? Batuk??” (heran) Jum : “Ya!!” (dengan nada tinggi) Su’ud : “Kalau batuk minum mentil!” Jum : “Apa itu mentil?” (heran) Su’ud : “Itu Grup Samroh dari Cina” Mukri : “Haah…?? Masa’??” (heran) Su’ud : “Bukanlah… itu nama obat.” Jum dan Mukri : “Ooow” Mereka lalu mengaji bersama. Tak berapa lama kemudian, setelah mengaji empat sekawan itu pulang ke rumah Koma, karena mereka hendak belajar bersama. Koma : “ Su’ud, kamu kan pintar… saya mau tanya. Boleh tidak?” Su’ud : “Tanya apa?” Koma : “Enzym yang ada di mulut itu apa?” Su’ud : “Itu namanya enzym ptialin” Mukri dan Jum : “Kamu yakin?” (bersamaan) Pak Kasan : “Ya, anak itu benar” (langsung
  • 2. pertanyaan Mukri dan Jum) Koma : “Ehhh… Papi” Pak Kasan : “Nama kamu siapa,nak? Rumah dimana?” (menghampiri Su’ud dan bertanya) Su’ud : “Nama saya Su’ud. Saya tinggal di Kampung Milinium” Pak Kasan : “Oow..” (menganggukkan kepala) Setelah selesai, mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Keesokan harinya, Pak Kasan datang ke rumah Su’ud. Pak Kasan : (mengetuk pintu) Su’ud : (membuka pintu) “Mangga…” Pak Kasan : “Dimana mangga?” (kebingungan) Su’ud : “Maksud saya, silahkan masuk..” Pak Kasan : “Rumah kamu cukup sederhana. Ngomong-ngomong.. dimana orang tua kamu?” (melihat-lihat ke dalam rumah Su’ud) Su’ud : “ Ya.. beginilah rumah saya, pak. Saya sekarang tinggal bersama kakak karena orang tua saya sudah lama meninggal.” (sedih) Pak Kasan : “Dimana kakak kamu sekarang?” Su’ud : “Sedang jualan rempeyek.” Pak Kasan : “Itu piala apa?” (sambil menunjuk arah piala di atas meja) Su’ud : “Itu piala juara 1 Olimpiade Biologi se-
  • 3. Jawa Timur, pak..” Pak Kasan : “Ternyata kamu itu cukup berbakat dalam pelajaran biologi ya, nak?” Su’ud : “Terima kasih pak..” Pak Kasan : “Memangnya.. cita-cita kamu apa?” Su’ud : “Saya ingin jadi peneliti, pak… tapi, saya tidak punya biaya” (sedih) Pak Kasan : “Di perusahaan saya ada lab penelitian tebu” Su’ud : ”Wah.. saya ingin sekali ikut bergabung dalam kru lab bapak. Tapi.. sayangnya saya belum cukup umur.” (kecewa) Pak Kasan : “Tidak apa-apa, umur tidak menjadi masalah. Jika kamu mau, besok pagi kamu datang ke perusahaan saya.” Su’ud : “Iya pak! Tapi, dimana ya, pak?” Pak Kasan : “Di Jalan Kejayan. Oh ya, kamu punya yang berbakat lain tidak?” Su’ud :Mukri. Dia itu tak seberapa pandai, pak tapi.. dia cukup kuat.” Pak Kasan : “Ya sudah. Beritahu dia juga untuk datang ke perusahaan juga besok!” Su’ud : “Baik pak!” Keesokan harinya, Su’ud dan Mukri pergi ke Perusahaan Pak Kasan. Setibanya disana, mereka berdua langsung bertemu dengan Pak Kasan. Mukri : “Ada apa sebenarnya bapak memanggil kami kemari?”
  • 4. Pak Kasan : “Tenang dulu. Silahkan duduk!” Su’ud : “Ada apa sebenarnya, pak?” Pak Kasan : “Saya akan memberikan pekerjaan pada kalian” Su’ud dan Mukri : “Pekerjaan apa pak?” (senang) Pak Kasan : ”Saya akan menggabungkan Su’ud dengan kru penelitian tebu kami” Su’ud : “Apa tugas saya pak??” (bersemangat) Pak Kasan : “Ikuti saja perintah pemimpin kru dan untuk kamu, Mukri.. saya akan angkat kamu menjadi kuli di perkebunan tebu” Mukri : “Saya bersedia, pak! Tapi gajinya?” Pak Kasan : “Tenanglah.. gaji kamu saya jamin.” Su’ud dan Mukri : “Terima kasih banyak pak…” (sambil tersenyum bahagia) Sementara itu, di rumah pak Kasan, Koma dan Jum sedang belajar bersama Koma : “Sudah selesai belum tugasnya??” Jum : “Belum. Tinggal sedikit lagi. Ayo kita kerjakan bersama!” (mengerjakan PR) Setelah beberapa menit….. Koma : “Akhirnya selesai juga” (sambil menutup buku tugas dan merapikannya) Jum : “Kalau gitu.. saya mau pulang dulu ya..” (mengemasi buku-bukunya) Dan akhirnya, nasib Su’ud dan Mukri menjadi lebih baik.
  • 5. TUGAS : KELOMPOK VI BUAH KESABARAN OLEH : WAODE HASZRAM DANI SARNUR BAY WAODE TITIN HASTINI ALFATSYAH MUBIAN MASAGALA ANDI ABDULAH SMP NEGERI 2 RAHA 2014/2015