Proses Pengelantangan dengan Ca(OCl) 2 dan H2O2 , Proses Pemutihan Optik,
Serta Proses Pengelantangan dan Pemutihan Optik ...
pengelantangan dan pemutihan optik, dimana tujuan proses pemutihan optik adalah
untuk menambah kecerahan bahan karena baha...
•

1 buah timbangan digital

•

3 buah termometer

•

3 lembar bahan kapas hasil merserisasi, kostisasi, dan pemasakan

•
...
Pencucian dengan air dingin

Pengeringan kain

Evaluasi hasil pengelantangan dan pemutihan
optik dengan tes derajat putih
...
3. Proses Pengelantangan dan Pemutihan Optik Secara Simultan
Timbang kain dan zat sesuai resep

Buat larutan pengelantang ...
c. Proses anti-khlor
NaHCO3

=3g/L

Vlot

= 1 : 20

Suhu

= 30 0 C

Waktu

= 30 menit

Resep Alternatif
Na2S2O5

=1g/L

Na...
NaCl

= 30 g / L

Stabilisator

=1g/L

Pembasah

= 1 cc / L

Vlot

= 1 : 20

Suhu

= 80 0 C

Waktu

= 1 jam

D. FUNGSI ZAT...
Ca(OCl)2

= 3 g / 1000 ml x 167,6 ml
= 0,5 g

Na2CO3

= 7 g / 1000 ml x 167,6 ml
= 1,17 g
= 1,2 g

Pembasah

= 1 ml / 1000...
NaCl

= 30 g / 1000 ml x 167,6 ml
=5g

2. Proses Pengelantangan dengan H2O2 dan Pemutihan Optik
a. Pengelantangan dengan H...
= 3,6 ml
OBA

= 3 g / 1000 ml x 178,4 ml
= 0,5 g

Na2CO3

= 2 g / 1000 ml x 178,4 ml
= 0,35 g

NaCl

= 30 g / 1000 ml x 17...
d. Pemutihan Optik

2. Proses Pengelantangan dengan H2O2 dan Pemutihan Optik
a. Pengelantangan dengan H2O2

b. Pemutihan O...
G. LANGKAH KERJA
1. Proses Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan Pemutihan Optik
•
•

Memotong kain kemudian menimbang kain d...
•

Merendam kain dalam larutan pemutih optik dalam gelas piala porselin
pada suhu 60-70o C selama 30 menit.

•

Mencuci be...
Waktu

= 30 menit

d. Pemutihan optik
Jumlah larutan

= 167,6 ml

OBA

= 0,5 g

NaCl

=5g

Vlot

= 1 : 20

Suhu

= 60-70 o...
Vlot

= 1 : 20

Suhu

= 80o C

Waktu

= 1 jam

b. Pemutihan optik
Jumlah larutan

= 156,6 ml

OBA

= 0,5 g

NaCl

= 4,7 g
...
Pengelantangan dan Pemutihan Optik
sebelum
sesudah

V. DISKUSI
A.

Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan pemutihan optik
Kain...
turun (pH<7) maka akan timbul gas khlor yang bersifat racun dan jika menempel
pada kain akan menyebabkan kerusakan pada se...
Proses pengelantangan dan pemutihan optik secara simultan ini menggunakan
zat oksidator yaitu H2O2 sebanyak 3,6 ml. Proses...
Ir. Rasjid Djufri, M.Sc, dkk. 1976. Teknologi Pengelantangan, Pencelupan, dan
Pencapan. Bandung : Institut Teknologi Tekst...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bleaching

581 views
427 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
581
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bleaching

  1. 1. Proses Pengelantangan dengan Ca(OCl) 2 dan H2O2 , Proses Pemutihan Optik, Serta Proses Pengelantangan dan Pemutihan Optik Secara Simultan Pada Kain Kapas I. MAKSUD DAN TUJUAN A. MAKSUD Mempelajari bagaimana mekanisme pengelantangan dan pemutihan optik pada bahan selulosa, sintetik, dan campuran ( selulosa dan sintetik ). TUJUAN 1. Membandingkan mekanisme pengelantangan dan pemutihan optik baik secara bertahap maupun secara simultan pada kain kapas. 2. Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses pengelantangan dan pemutihan optik. 3. Menghilangkan kotoran organik yang berwujud pigmen warna alam yang tidak bisa hilang hanya dengan proses pemasakan saja dan menambah kecerahan bahan karena mampu memantulkan sinar lebih banyak. 4. Menganalisa dan mengevaluasi hasil proses pengelantangan dan pemutihan optik dengan tes derajat putih. II. TEORI DASAR A. PROSES PENGELANTANGAN DAN PEMUTIHAN OPTIK Proses pengelantangan dan pemutihan optik merupakan proses lanjutan setelah proses pemasakan. Dalam industri tekstil proses ini dapat dilakukan dengan sistem kontinyu dan diskontinyu. Bahan yang telah diproses pengelantangan dan atau pemutihan optik akan memiliki derajat putih yang lebih baik. Proses pengelantangan ditujukan untuk mendapatkan kain yang memang dijual sebagai kain putih (dilakukan pengelantangan sempurna dan dilanjutkan pemutihan optik), atau untuk kain yang akan dicelup warna muda dan cerah (hanya dilakukan pengelantangan sebagian). B. TUJUAN DAN MEKANISME PENGELANTANGAN DAN PEMUTIHAN OPTIK Tujuan proses pengelantangan adalah untuk menghilangkan kotoran-kotoran organik yang terwujud sebagai pigmen-pigmen warna alam yang tidak bisa hilang hanya dengan proses pemasakan saja. Hal yang sangat berbeda antara 1
  2. 2. pengelantangan dan pemutihan optik, dimana tujuan proses pemutihan optik adalah untuk menambah kecerahan bahan karena bahan mampu memantulkan sinar lebih banyak sehingga kain nampak lebih putih dan lebih cerah. Mekanisme pengelantangan ini sendiri dilakukan dengan merendam bahan dengan suatu larutan yang mengandung zat pengelantang yang bersifat oksidator maupun zat pengelantang yang bersifat reduktor. Senyawa-senyawa organik dalam bahan yang mempunyai ikatan rangkap dioksidasi atau direduksi menjadi ikatan tunggal atau menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga bahan tekstil tersebut menjadi putih. Pada proses pemutihan optik bahan direndam dalam larutan pemutih optik dimana zat ini nantinya akan menyerap sinar matahari / sinar ultraviolet dan memantulkannya menjadi sinar tampak pada daerah ungu-biru, sehingga jumlah sinar yang dipantulkan bahan bertambah dan mengurangi pantulan sinar pada daerah kuning atau merah pada bahan. C. METODE PENGELANTANGAN Proses pengelantangan yang dilakukan pada selulosa umumnya menggunakan zat oksidator sebagai zat pengelantang. Zat pengelantang yang bersifat oksidator dibagi menjadi dua golongan yaitu : 1. Mengandung Khlor = Natrium hipoklorit (NaOCl), Natrium klorit (NaClO2), dan kaporit / Ca(ClO)2. 2. Tanpa Khlor = Hidrogen peroksida (H2O2), Natrium peroksida (Na2O2), Natrium borak (Na2BO3), Kalium permanganat (KMnO4), Kalium kromat (K2CrO4) Metode yang digunakan untuk proses pengelantangan dapat dilakukan secara bak maupun kontinyu. Pengelantangan pada kondisi suhu kamar juga bisa dilakukan dengan metode bak atau J-Box tanpa pemanasan. Pada sistem kontinyu (dibenam peras) dengan larutan pengelantang dan didiamkan selama waktu tertentu tergantung dari khlor aktif yang digunakan. III. PRAKTIKUM A. ALAT DAN BAHAN • 3 buah gelas piala porselin 1000 ml • 3 buah pengaduk kaca • 3 buah gelas piala atau gelas ukur 100 ml • 3 set kasa + kaki tiga + pembakar Bunsen 2
  3. 3. • 1 buah timbangan digital • 3 buah termometer • 3 lembar bahan kapas hasil merserisasi, kostisasi, dan pemasakan • Zat sesuai resep B. DIAGRAM ALIR PRAKTEK 1. Proses Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan Pemutihan Optik Timbang kain dan zat sesuai resep Buat larutan zat pengelantang Proses pengelantangan pada suhu stabil 30 0 C selama 1 jam Pencucian dengan air dingin Proses penghilangan endapan pada suhu stabil 30 0 C selama 30 menit Pencucian dengan air dingin Proses anti-khlor pada suhu stabil 30o C selama 30 menit Pencucian dengan air dingin Proses pemutihan optik pada suhu stabil 60-70o C selama 30 menit 3
  4. 4. Pencucian dengan air dingin Pengeringan kain Evaluasi hasil pengelantangan dan pemutihan optik dengan tes derajat putih 2. Proses Pengelantangan dengan H2O2 dan Pemutihan Optik Timbang kain dan zat sesuai resep Buat larutan zat pengelantang Proses pengelantangan pada suhu stabil 80 0 C selama 1 jam Pencucian dengan air dingin Proses pemutihan optik pada suhu stabil 60-70o C selama 30 menit Pencucian dengan air dingin Pengeringan kain Evaluasi hasil pengelantangan dan pemutihan optik dengan tes derajat putih 4
  5. 5. 3. Proses Pengelantangan dan Pemutihan Optik Secara Simultan Timbang kain dan zat sesuai resep Buat larutan pengelantang dan pemutih optik sesuai resep Proses pengelantangan dan pemutihan optik secara simultan pada suhu stabil 80 0 C selama 1 jam Pencucian dengan air dingin Pengeringan kain Evaluasi hasil pengelantangan dan pemutihan optik dengan tes derajat putih C. RESEP 1. Proses pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan pemutihan optik a. Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 Ca(OCl)2 =3g/L Na2CO3 =7g/L Pembasah = 1 cc / L Vlot = 1 : 20 Suhu = 30 0 C Waktu = 1 jam b. Penghilangan endapan HCl 20o Be = 3 cc / L Vlot = 1 : 20 Suhu = 30 0 C Waktu = 30 menit 5
  6. 6. c. Proses anti-khlor NaHCO3 =3g/L Vlot = 1 : 20 Suhu = 30 0 C Waktu = 30 menit Resep Alternatif Na2S2O5 =1g/L Na2CO3 =1g/L Vlot = 1 : 20 Suhu = 30 0 C Waktu = 30 menit d. Pemutihan optik OBA/ hostaluk = 2-3 g / L NaCl = 30 g / L Vlot = 1 : 20 Suhu = 60-70 0 C Waktu = 30 menit 2. Proses pengelantangan dengan H2O2 dan pemutihan optik a. Pengelantangan dengan H2O2 H2O2 35% = 20 cc / L NaCO3 =3g/L Stabilisator = 0,75 g / L Pembasah = 1 cc / L Vlot = 1 : 20 Suhu = 80 0 C Waktu = 1 jam b. Pemutihan Optik OBA/ hostaluk = 2-3 g / L NaCl = 30 g / L Vlot = 1 : 20 Suhu = 60-70 0 C Waktu = 30 menit 3. Proses pengelantangan dan pemutihan optik secara simultan H2O2 35% = 20 cc / L OBA/ hostaluk = 2-3 g / L Na2CO3 =2g/L 6
  7. 7. NaCl = 30 g / L Stabilisator =1g/L Pembasah = 1 cc / L Vlot = 1 : 20 Suhu = 80 0 C Waktu = 1 jam D. FUNGSI ZAT Ca(OCl)2 = zat oksidator yang berfungsi sebagai pengelantang yang mengandung khlor H2O2 = zat oksidator yang berfungsi sebagai pengelantang Pembasah = zat yang membantu proses penyerapan larutan secara merata dan cepat pada bahan serta membantu menurunkan tegangan permukaan HCl = zat alkali kuat yang berfungsi untuk menghilangkan endapan kaporit NaHSO3 = zat reduktor yang berfungsi untuk mencegah terjadinya oksidasi terhadap kapas karena proses pada suhu tinggi Na2S2O5 = zat yang berfungsi untuk menghilangkan khlor sisa dari kaporit pada proses pengelantangan Na2CO3 = zat yang berfungsi untuk mengaktifkan kerja reduktor NaCl = zat yang berfungsi untuk mengatur pH larutan pada proses pengelantangan dengan oksidator Stabilisator = zat yang membantu menguraikan H2O2 secara perlahan-lahan agar tidak terjadi oksiselulosa (mencegah penguraian oksidator terlalu cepat) OBA = zat pemutih optik untuk serat selulosa (kapas) E. PERHITUNGAN RESEP 1. Proses Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan Pemutihan Optik a. Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 Berat bahan = 8,38 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 8,38 g x 20 = 167,6 g = 167,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) 7
  8. 8. Ca(OCl)2 = 3 g / 1000 ml x 167,6 ml = 0,5 g Na2CO3 = 7 g / 1000 ml x 167,6 ml = 1,17 g = 1,2 g Pembasah = 1 ml / 1000 ml x 167,6 ml = 0,1676 ml = 0,2 ml b. Penghilangan endapan Berat bahan = 8,38 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 8,38 g x 20 = 167,6 g = 167,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) HCl 20o Be = 3 ml / 1000 ml x 167,6 ml = 0,5 ml c. Proses anti-khlor Berat bahan = 8,38 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 8,38 g x 20 = 167,6 g = 167,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) Na2S2O5 = 1 g / 1000 ml x 167,6 ml = 0,1676 g = 0,2 g Na2CO3 = 1 g / 1000 ml x 167,6 ml = 0,1676 g = 0,2 g d. Pemutihan optik Berat bahan = 8,38 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 8,38 g x 20 = 167,6 g = 167,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) OBA = 3 g / 1000 ml x 167,6 ml = 0,5 g 8
  9. 9. NaCl = 30 g / 1000 ml x 167,6 ml =5g 2. Proses Pengelantangan dengan H2O2 dan Pemutihan Optik a. Pengelantangan dengan H2O2 Berat bahan = 7,83 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 7,83 g x 20 = 156,6 g = 156,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) H2O2 35% = 20 ml / 1000 ml x 156,6 ml = 3,1 ml NaCO3 = 3 g / 1000 ml x 156,6 ml = 0,47 g = 0,5 g Stabilisator = 0,75 g / 1000 ml x 156,6 ml = 0,12 g Pembasah = 1 ml / 1000 ml x 156,6 ml = 0,16 ml b. Pemutihan optik Berat bahan = 7,83 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 7,83 g x 20 = 156,6 g = 156,6 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) OBA = 3 g / 1000 ml x 156,6 ml = 0,47 g = 0,5 g NaCl = 30 g / 1000 ml x 156,6 ml = 4,7 g 3. Proses Pengelantangan dan Pemutihan Optik Secara Simultan Berat bahan = 8,92 g Jumlah larutan = berat bahan x volt = 8,92 g x 20 = 178,4 g = 178,4 ml ( ρ air = 1 g/cm3 ) H2O2 35% = 20 ml / 1000 ml x 178,4 ml 9
  10. 10. = 3,6 ml OBA = 3 g / 1000 ml x 178,4 ml = 0,5 g Na2CO3 = 2 g / 1000 ml x 178,4 ml = 0,35 g NaCl = 30 g / 1000 ml x 178,4 ml = 5,35 g Stabilisator = 1 g / 1000 ml x 178,4 ml = 0,2 g Pembasah = 1 ml / 1000 ml x 178,4 ml = 0,2 ml F. SKEMA PROSES 1. Proses Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan Pemutihan Optik a. Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 b. Penghilangan endapan c. Proses Anti-khlor 10
  11. 11. d. Pemutihan Optik 2. Proses Pengelantangan dengan H2O2 dan Pemutihan Optik a. Pengelantangan dengan H2O2 b. Pemutihan Optik 3. Proses Pengelantangan dan Pemutihan Optik Secara Simultan 11
  12. 12. G. LANGKAH KERJA 1. Proses Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan Pemutihan Optik • • Memotong kain kemudian menimbang kain dengan timbangan digital. Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan pengelantang. • Merendam kain dalam larutan pengelantang dalam gelas piala porselin pada suhu 30 o C selama 1 jam. • • Mencuci bersih kain dengan air dingin. Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan penghilang endapan. • Merendam kain dalam larutan penghilang endapan dalam gelas piala porselin pada suhu 30 o C selama 30 menit. • • Mencuci bersih kain dengan air dingin. Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan anti-khlor. • Merendam kain dalam larutan anti-khlor dalam gelas piala porselin pada suhu 30o C selama 30 menit. • • Mencuci bersih kain dengan air dingin. Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan pemutih optik. • Merendam kain dalam larutan pemutih optik dalam gelas piala keramik pada suhu 60-70o C selama 30 menit. • Mencuci bersih kain dengan air dingin kemudian mengeringkan kain dan mengevaluasi kain dengan tes derajat putih. 2. Proses Pengelantangan dengan H2O2 dan Pemutihan Optik • Memotong kain kemudian menimbang kain dengan timbangan digital. • Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan pengelantang. • Merendam kain dalam larutan pengelantang dalam gelas piala porselin pada suhu 80o C selama 1 jam. • Mencuci bersih kain dengan air dingin. • Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan pemutih optik. 12
  13. 13. • Merendam kain dalam larutan pemutih optik dalam gelas piala porselin pada suhu 60-70o C selama 30 menit. • Mencuci bersih kain dengan air dingin kemudian mengeringkan kain dan mengevaluasi kain dengan tes derajat putih. 3. Proses Pengelantangan dan Pemutihan Optik Secara Simultan • Memotong kain kemudian menimbang kain dengan timbangan digital. • Menghitung semua kebutuhan zat sesuai resep, kemudian membuat larutan pengelantang dan pemutih optik. • Merendam kain dalam larutan pengelantang dan pemutih optik dalam gelas piala porselin pada suhu 80o C selama 1 jam. • Mencuci bersih kain dengan air dingin kemudian mengeringkan kain dan mengevaluasi kain dengan tes derajat putih. IV. DATA PRAKTIKUM A. Proses Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan Pemutihan Optik a. Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 Jumlah larutan = 167,6 ml Ca(OCl2) = 0,5 g Na2CO3 = 1,2 g Pembasah = 0,2 ml Vlot = 1 : 20 Suhu = 30o C Waktu = 1 jam b. Penghilangan endapan Jumlah larutan o = 167,6 ml HCl 20 Be = 0,5 ml Vlot = 1 : 20 Suhu = 30o C Waktu = 30 menit c. Proses anti-khlor Jumlah larutan = 167,6 ml Na2S2O5 = 0,2 g Na2CO3 = 0,2 g Vlot = 1 : 20 Suhu = 30o C 13
  14. 14. Waktu = 30 menit d. Pemutihan optik Jumlah larutan = 167,6 ml OBA = 0,5 g NaCl =5g Vlot = 1 : 20 Suhu = 60-70 o C Waktu = 30 menit Kain hasil proses pengelantangan dan pemutihan optik Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 sebelum sesudah Penghilangan endapan sebelum sesudah Proses anti-khlor sebelum sesudah Pemutihan optik sebelum sesudah B. Proses Pengelantangan dengan H2O2 dan Pemutihan Optik a. Pengelantangan dengan H2O2 Jumlah larutan = 156,6 ml H2O2 35% = 3,1 ml NaCO3 = 0,5 g Stabilisator = 0,12 g Pembasah = 0,16 ml 14
  15. 15. Vlot = 1 : 20 Suhu = 80o C Waktu = 1 jam b. Pemutihan optik Jumlah larutan = 156,6 ml OBA = 0,5 g NaCl = 4,7 g Vlot = 1 : 20 Suhu = 60-70 o C Waktu = 30 menit Kain hasil proses pengelantangan dan pemutihan optik Pengelantangan dengan H2O2 sebelum sesudah Pemutihan optik sebelum sesudah C. Proses Pengelantangan dan Pemutihan Optik Secara Simultan Jumlah larutan = 178,4 ml H2O2 35% = 3,6 ml OBA = 0,5 g Na2CO3 = 0,35 g NaCl = 5,35 g Stabilisator = 0,2 g Pembasah = 0,2 ml Vlot = 1 : 20 Suhu = 80o C Waktu = 1 jam Kain hasil proses pengelantangan dan pemutihan optik 15
  16. 16. Pengelantangan dan Pemutihan Optik sebelum sesudah V. DISKUSI A. Pengelantangan dengan Ca(OCl)2 dan pemutihan optik Kain hasil pemasakan, merserisasi, maupun kostisasi memerlukan proses selanjutnya yaitu proses pengelantangan untuk menghilangkan kotoran-kotoran organik berupa pigmen warna alam yang tidak bisa hilang hanya dengan proses pemasakan saja. Pada kain pertama dilakukan proses pengelantangan dengan zat oksidator berupa kaporit / Ca(OCl)2. Penambahan 1,2 gram Na2CO3 pada larutan pengelantang berfungsi untuk menjaga pH agar pHnya tetap dalam kondisi basa yaitu pH 11. Pada proses ini apabila pH yang terjadi dibawah 5 (pH < 5 → alkali) maka pada larutan akan timbul gas khlor. Sedangkan apabila pH yang terjadi antara 5 – 8,5 (pH 5 – 8,5) maka akan terjadi penguraian hipoklorit yang terlalu cepat sehingga akibatnya dapat terjadi oksiselulosa yang dapat merusak serat kain. Reaksi yang terjadi pada proses pengelantangan adalah sebagai berikut : 2CaOCl2 → CaCl + Ca(OCl)2 { kalsium hipoklorit } 2Ca(OCl)2 + H2O → Ca(OH)2 { kalsium hidroksida } + 2HOCl { asam hipoklorit } 2HOCl → 2HCl + 2On Untuk menjaga agar pH tetap 11 sebaiknya digunakan sistem buffer pada proses pengelantangan dengan kaporit. Pada reaksi pengelantangan terbentuk kalsium hidroksida / Ca(OH)2 yang menyebabkan endapan pada kain. Endapan ini harus dihilangkan dengan zat alkali oleh karena itu digunakan larutan HCl 20 o Be sebanyak 0,5 ml. Proses penghilangan endapan ini dilakukan pada suhu kamar selama 30 menit. Proses selanjutnya adalah proses anti-khlor. Proses ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila pH larutan turun. Dalam pemakaian kaporit apabila pH 16
  17. 17. turun (pH<7) maka akan timbul gas khlor yang bersifat racun dan jika menempel pada kain akan menyebabkan kerusakan pada serat kain. Reaksinya adalah : Ca(OCl)2 + 2HCl → CaCl2 + Cl2 + H2O Pada proses pengelantangan dengan kaporit menyebabkan warna kain tampak lebih putih karena pada proses pengelantangan terjadi pemecahan ikatan rangkap yang terdapat pada zat warna alam sehingga ikatan rangkapnya putus dengan cara oksidasi. Untuk menambah kecerahan kain dilakukan pemutihan optik dengan OBA (Optical Brightening Agent) khusus untuk kain kapas yaitu Hostaluk sebanyak 0,5 gram. Pada akhir proses dilakukan tes derajat putih kain dengan membandingkan warna putih antara kain 1, kain 2, dan kain 3. B. Pengelantangan dengan H2O2 dan pemutihan optik Proses pengelantangan dengan H2O2 bertujuan untuk menghilangkan kotorankotoran organik dan sisa H2O2 pada bahan karena akan mengganggu apabila dilakukan pencelupan dengan zat warna. Dalam praktikum ini dilakukan proses pengelantangan dengan zat oksidator yaitu H2O2 pada kain kapas yang telah melalui proses desizing, scouring dan merserisasi. Kain kapas hasil dari desizing, scouring maupun merserisasi ini akan dilakukan pengelantangan dengan zat pengelantang yang bersifat oksidator yang tidak mengandung khlor yaitu H2O2 35% sebanyak 20 cc / L. Proses pengelantangan ini dilakukan pada suhu stabil 80 o C selama 1 jam. Dalam proses pengelantangan digunakan stabilisator yaitu Natrium Silikat agar penguraian H2O2 berjalan lambat, karena apabila penguraian H 2O2 berjalan terlalu cepat maka akan menimbulkan kerusakan pada kain yaitu oksiselulosa. Dalam larutan pengelantang juga ditambahkan zat pembasah agar hasil pengelantangan rata pada seluruh bagian kain. Dari proses pengelantangan ini diharapkan kain kapas tampak lebih putih daripada kain hasil proses sebelumnya. Sedangkan pada proses pemutihan optik bertujuan untuk menambah kecemerlangan kain. Kain akan tampak lebih putih apabila terkena sinar ultraviolet. Kain kapas yang sudah dikelantang kemudian dilakukan pemutihan optik dengan zat pemutih optik yaitu OBA Hostaluk ( zat pemutih khusus kain kapas). OBA yang digunakan sebanyak 2-3 g / L dan proses pemutihan optik ini dilakukan pada suhu 60-70o C selama 30 menit. Hasil yang diharapkan adalah kain akan tampak lebih cemerlang daripada proses pengelantangan. C. Pengelantangan dan pemutihan optik secara simultan 17
  18. 18. Proses pengelantangan dan pemutihan optik secara simultan ini menggunakan zat oksidator yaitu H2O2 sebanyak 3,6 ml. Proses simultan ini tidak berbeda jauh dengan proses pengelantangan dengan H2O2 secara bertahap hanya saja proses ini berlangsung lebih cepat, lebih hemat, dan lebih efisien tetapi tetap memberikan hasil yang cukup baik. Proses ini dilakukan pada suhu 80 o C selama 1 jam dengan cara merendam kain pada larutan pengelantang dan pemutih optik yang terdiri dari H 2O2 35% , OBA Hostaluk, Na2CO3 , NaCl, pembasah dan stabilisator. Proses secara simultan ini dapat dilakukan apabila pemakaian zat dan kondisi proses yang sama atau tidak saling mengganggu. Hasil dari proses simultan ini tentunya tidaklebih baik dibandingkan dengan proses yang bertahap. VI. KESIMPULAN • Setelah dilakukan tes derajat putih, kain hasil pengelantangan dengan Ca(OCl)2 tampak paling putih dibandingkan kain hasil pengelantangan dengan H2O2 dan kain hasil proses simultan. Urutan warna kain dari yang paling putih hasil praktikum adalah : 1. 2. kain hasil pengelantangan dan pemutihan optik secara simultan 3. • kain hasil pengelantangan dengan Ca(OCl)2 kain hasil pengelantangan dengan H2O2 Proses pengelantangan dan pemutihan optik secara simultan jauh lebih efisien, lebih cepat, lebih hemat dan lebih murah namun tetap memberikan hasil yang relatif baik. • Untuk memperoleh hasil pengelantangan yang baik digunakan zat oksidator Ca(OCl)2 / kaporit. • Penguraian zat oksidator harus pada pH ≥ 11 karena apabila pada pH netral maka akan terjadi kerusakan serat. • Sebaiknya digunakan sistem buffer untuk menjaga pH larutan agar stabil pada pH 11. VII. DAFTAR PUSTAKA Astini Salihima, S.Teks, dkk. 1978. Pedoman Praktikum Pengelantangan dan Pencelupan. Bandung : Institut Teknologi Tekstil. 18
  19. 19. Ir. Rasjid Djufri, M.Sc, dkk. 1976. Teknologi Pengelantangan, Pencelupan, dan Pencapan. Bandung : Institut Teknologi Tekstil. Muhammad Ichwan, dkk. 2004. Pedoman Praktikum Teknologi Persiapan Penyempurnaan. Bandung : Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. Soeparman, S.Teks. Teknologi Penyempurnaan Tekstil. Bandung : Institut Teknologi Tekstil. 19

×