Your SlideShare is downloading. ×
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Biokimia AKPER MUNA
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Biokimia AKPER MUNA

638

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
638
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. Tugas : biokimia Dosen : Dr.Muh. Marlin GLIKOLISIS ANAEROB DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 1 1. ASLIA 6. WD. HUTRIYANTI 2. ASTIYANA 7. HALIMUDIN 3. ASNAWIN 8. AHMAD NASRUDIN 4. HASMINA 9. ANI MARNIANTO 5. HARIATI 10. ABDUL KIDAH PUTRA B. AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB MUNA 2012/2013
  2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan karunianya, sehingga kami bisa menyelesaikan penyusunan makalah BIOKIMIA ―GLIKOLISIS ANAEROB‖ tepat pada waktunya. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad saw yang telah mengeluarkan kita dari alam kegelapan menuju alam terang benderang seperti yang telah kita rasakan saat ini. kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan maupun isinya, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya masukan, baik kritik maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis, dan pembaca pada umumnya,kiranya Allah SWT meridhoi segala aktifitas kita untuk keselamatan di dunia maupun di akhirat. RAHA Maret 2013 penulis
  3. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………… KATA PENGANTAR………………………………………………………………….. DAFTAR ISI……………………………………………………………………….… BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….................. A. Latar Belakang……………………………………………............................ B. Rumusan Masalah ………………………………………............................. C. Tujuan………….……………………………………………………………... BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………….. A. Pengertian glikolisis anaerob……..………………………………………….. B. Karbohidrat…………………….…………..…………………………………. C. Proses glikolisis…………………………….…….…………………………… D. Tahap reaksi glikolisis naerob……………..…….…….………..…………… BAB III PENUTUP…………………………………………………………………….. A. Kesimpulan……………………………………………………………………. B. Saran…………………………………………………………………………... DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………...
  4. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya metabolisme glukosa dapat dibagi dalam dua bagian yaitu yang tidak menggunakan oksigen atau anaerob dan yang menggunakan oksigen atau aerob. Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Proses ini disebut glikolisis. Tiap reaksi dalam proses glikolisis ini menggunakan enzim tertentu, misalnya seperti enzim heksokinase, fosfoheksoisomerase, fosfofruktokinase, enolase, laktat dehidrogenase, piruvat kinase, fosfogliseril kinase, dan lain-lain. Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6 – fosfat Glikolisis merupakan rangkaian reaksi yang mengkonversi glukosa menjadi piruvat B. TUJUAN Sebagai pemenuhan tugas biokimia Untuk mengetahui tentang pengertian glikolisis anaerob Untuk mengetahui tentang karbohidrat Untuk mengetahui tentang proses glikolisis Untuk mengetahui tentang tahap reaksi glikolisis anaerob C. RUMUSAN MASALAH Apa pengertian glikolisis anaerob Jelaskan tentang karbohidrat Jelaskan proses glikolisis Jelaskan tahap reaksi glikolisis anaerob
  5. BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN GLIKOLISIS ANAEROB Glikolisis anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen ( H ) terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu ( seperti : etanol, asam laktat ) .Asam piruvat yang dihasilkan pada tahapan glikolisis dapat dimetabolisasi menjadi senyawa yang berbeda ( ada / tersedianya oksigen atau tidak ) Pada kondisi aerobik ( tersedia oksigen ) sistem enzim mitokondria mampu mengkatalisis oksidasi asam piruvat menjadi H2O dan CO2 serta menghasilkan energi dalam bentuk ATP ( Adenosin Tri Phosphat ). Pada kondisi anaerobik ( tidak tersedia oksigen ), suatu sel akan dapat mengubah asam piruvat menjadi CO2 dan etil alkohol serta membebaskan energi ( ATP ). Atau oksidasi asam piruvat dalam sel otot menjadi CO2 dan asam laktat serta membebaskan energi ( ATP ). B. KARBOHIDRAT Karbohidrat yang juga disebut gula, merupakan produk primer fotosintesis dan juga merupakan sumber energy utama untuk system kehidupan. Karbohidrat didefinisikan sebagai polihidroksialaldehid atau polihidroksiketon dan derivatnya. Suatu karbohidrat merupakan suatu aldehid (-CHO ) jika oksigen karbonil berkaitan dengan suatu atom karbon terminal, dan suatu keton (=C=0 ) jika oksigen karbonil berkaitan dengan deoksi dan amino. Dalam alam, karbohidrat terdapat sebagai monosakarida ( gula individual dan sederhana ), oligosakarida, dan polisakarida. Oligosakarida umumnya didefinisikan sebagai suatu molekul yang mengandung dua hingga sepuluh unit monosakarida, beberapa di antaranya mempunyai berat molekul beberapa juta. .( Armstrong, 1995 ). Karbohidrat atau sakarida adalah polisakarida aldehid atau polihidroksi keton, atau senyawa yang dihidrolisis dari keduanya. Unsur utama penyusun karbohirat adalah karbon, hydrogen dan oksigen. Karbohidrat merupakan pusat metabolisme tanaman hijau dan organisme fotosintetik lain yang menggunakan energy matahari untuk melakukan pembentukan karbohidrat, karbohidrat yang terdapat dalam bentuk pati dan gula berfungsi sebagai bagian utama energy yang dikonsumsi oleh kebanyakan organisme dimuka bumi ini. Sebagai pati dan glikogen, karbohidrat berfungsi sebagai penyedia sementara glukosa
  6. Karbohidrat dapat berfungsi juga sebagai penyangga di dalam dinding sel bakteri dan tanaman serta pada jaringan pengikat dan dinding sel organisme hewan. Karbohidrat jenis lain dapat berfungsi sebagai pelumas sendi kerangka, sebagai perekat diantara sel, dan senyawa pemberi spesifitas biologi pada permukaan sel hewan. Sifat kimia karbohidrat berhubungan erat dengan gugus fungsi yang dimilikinya, seperti gugus –OH, gugus aldehida dan gugus keton. Beberapa jenis karbohidrat mempunyai sifat dapat mereduksi bebas dalam molekul karbohidrat.sifat ini dapat digunakan untuk identifikasi karbohidrat dan tampak pada reaksi reduksi ion-ion logam misalnyaa ion Cu++ dan ion Ag+ . Metabolisme karbohidrat seperti halnya metabolisme lainnya terdiri dari reaksi katabolisme dan anabolisme. Tujuan katabolisme karbohidrat adalah untuk mendapatkan energy yang tersimpan dalam senyawanya. Energy yang dihadilkan biasanya tersimpan lagi dalam senyawa energy tinggi sebelum digunakan. Sementara anabolisme karbohidrat bertujuan untuk memasok karbohidrat pada makhluk hidup sebagai salah satu nutrient utama yang dibuat dari senyawa- senyawa yang amat sederhana seperti CO2 atau senyawa lainnya. ( Abdul Hamid, 2001 ) a. Monosakarida Monosakarida merupakan senyawa karbohidrat yang paling sederhana yang tidak dapat dihirolisis lagi. Beberapa molekul monosakarida mengandung unsur nitrogen dan sulfur. Monosakarida mempunyai rumus kimia (CH20)n dimana n=3 atau turunan aldehida, maka monosakarida ini disebut aldosa. Dan bila gugusnya merupakan turunan keton maka monosakaridaa tersebut dinamakan ketosa. Monosakarida aldosa yang paling sederhana adalah gliseraldehida. Sedangkan monosakarida ketosa yang paling sederhana adalah dihidroksiaseton. Kedua monosakarida sederhana tersebut masing-masing mempunyai 3 atom karbon (triosa). Monosakarida lain mempunyai 4 atom karbon (tetrosa), 5 atom karbon (pentose), 6 atom karbon (heksosa). Heksos, zat manis dan berbentuk kristalin, adalah salah satu monosakarida terpenting. Beberapa contoh heksosa sehari-hari adalah : gula tebu, gandum, gula susu, pati, dan selulosa. Pentose yang umum adalah ribose yaitu salah satu unit penyusun nukleotida asam nukleat. Kelompok aldoheksosa penting misalnya glukosa (dekstrosa, gula anggur, gula darah ). Fungsi utama glukosa adalah sumber energi dalam sel hidup. Di alam glukosa banyak terdapat dalam buah-buahaan dan madu lebah. Monosakarida ini mengandung lima gugus hidroksil dan sebuah gugus aldehida yang dilekatkan pada enam rantai karbon. Senyawa kelompok ketoheksosa misalnya fruktosa (levulosa, gula buah). Fruktosa mengandung 5 gugus hidroksi dan gugus karbonil keton pada C-2 dari rantaai enam- karbon.( Abdul Hamid, 2001 ) b. Disakarida Sukrosa: gula tebu dan mungkin karbohidrat yang paling dikenal. Dua monosakarida dapat bergabung menjadi satu melalui sintesis dehidrasi. Maka, akan dilepaskan satu atom hidrogen dan satu grup hidroksil (OH-).
  7. Atom hidrogen dan hidroksil akan bergabung dan membentuk molekul air (H-OH atau H2O), maka dari itu disebut "dehidrasi". Molekul baru ini disebut "disakarida". Reaksinya pun bisa berbalik arah (reaksi pemecahan), dengan menggunakan satu molekul air untuk memecah satu molekul disakarida, maka akan memecah ikatan glikosidik pada disakarida. Reaksi inilah yang disebut dengan hidrolisis. Jenis disakarida yang paling dikenal adalah sukrosa atau yang biasanya kita kenal dengan gula tebu. Satu molekul sukrosa terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Disakarida yang lain contohnya laktosa, terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. Di dalam tubuh, dikenal adanya enzim laktase yang memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Biasanya, pada orang berusia lanjut, produksi laktase semakin sedikit dan akibatnya adalah penyakit intoleransi laktosa. c. Oligosakarida dan polisakarida Ketika beberapa (sekitar 3-6) monosakarida bergabung menjadi satu, maka akan disebut sebagai oligosakarida (oligo- artinya "sedikit"). Jika banyak monosakarida bergabung menjadi satu, maka akan disebut sebagai polisakarida. Monosakarida dapat bergabung membentuk satu rantai panjang, atau mungkin bercabang-cabang. 2 jenis polisakarida yang paling dikenal adalah selulosa dan glikogen, dua-duanya terdiri dari monomer glukosa. Selulosa dibuat oleh tumbuhan dan merupakan komponen penting yang membentuk dinding sel. Manusia tidak bisa membuat ataupun mencerna selulosa. Glikogen, atau nama lainnya adalah gula otot, digunakan oleh manusia dan hewan sebagai sumber energi.  Oligosakarida Karbohidrat yang terbentuk dari dua sampai sepuluh monosakarida digolongkan dalam kelompok oligosakarida. Yang termasuk kelompok oligosakarida adallah disakarida, trisakarida, dan seterusnya sesuai dengan jumlah satuan monosakaridanya. Oligosakarida yang paling banyak terdapat dialam ialah disakarida. Molekul ini terdiri atas dua satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Disakarida yang dikenal diantaranya adalah laktosa, sukrosa (gula tebu), maltose (gula susu), dan selobiosa. Keempat disakarida ini mempunyai rumus molekul sama (C12H22O11) tetapi struktur molekulnya berbeda. Laktosa terbentuk dari ikatan glikosida antara karbon nomor 1 pada galaktosa dan atom karbon nomor 4 pada glukosa. ( Abdul Hamid, 2001 ) Oligosakarida yang paling berlimpah yaitu disakarida laktosa dan sukrosa. Sukrosa( gula meja ) terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, dimana mereka disintesis dari D-glukosa, dan D-fruktosa. Laktosa, karbohidrat susu ari mamalia terdiri dari D-galaktosa dan D- glukosa.(Armstrong 1995).  Polisakarida Polisakarida merupakan karbohidrat bentuk polimer dari satuan monosakarida yang sangat panjang. Polisakarida berfungsi sebagai : bahan bangunan, bahan makanan, dan
  8. sebagai zat spesifik. Contoh polisakarida bahan bangunan adalah selulosa yang memberikan kekuatan pada kayu dan dahan bagi tumbuhan, dan kitin, komponen struktrur kerangka luar serangga. Polisakarida nutrisi yang lazim adalah pati (starch pada padi dan kentang) dan glikogen pada hewan. Contoh polisakarida zat spesifik adalah heparin yang berfungsi mencegah koagulasi darah. ( Abdul Hamid, 2001 ) C. PROSES GLIKOLISIS Glikolisis merupakan suatu lingkup dari metabolisme karbohidrat dimana terjadinya tahap-tahap penguraian glukosa menjadi piruvat. Glikolisis disebut juga EMP (Embden MayerHoff Pathway). Proses glikolisis ini terjadi dalam sitosol. Glikolisis merupakan suatu reaksi oksidasi glukosa menjadienergi (ATP) (adenosine triphosphate) yang merupakan molekul dasarpenghasil energi di dalam tubuh. Dalam konsumsi keseharian, glukosa akanmenyediakan hampir 50 — 75% dari total kebutuhan energi tubuh. Untuk dapat menghasilkan energi, proses metabolisme glukosa akan berlangsungmelalui 2 mekanisme utama yaitu melalui proses anaerobik dan prosesaerobik. Proses metabolisme secara anaerobik akan berlangsung di dalamsitoplasma (cytoplasm) sedangkan proses metabolisme aerobik akan berjalandengan mengunakan enzim sebagai katalis di dalam mitokondria dengankehadiran Oksigen. Pada keadaan aerob, serangkaian tahap dari reaksiglikolisis yang menghasilkan asam piruvat masuk kedalam mitokondria laluteroksidasi menjadi asetil KoA kemudian asetil KoA masuk ke dalam siklusKreb mengalami fosforilasi oksidatif menghasilkan ATP, CO2 dan H2O.Tahap awal metabolisme konversi glukosa menjadi energi di dalamtubuh akan berlangsungsecara anaerobik melaluiprosesyangdinamakanGlikolisis (Glycolysis). Proses ini berlangsung dengan mengunakan bantuan 10 jenis enzim yang berfungsi sebagai katalis di dalam sitoplasma(cytoplasm) yang terdapat pada sel eukaryotik (eukaryotic cells). Inti darikeseluruhan proses glikolisis adalah untuk mengkonversi glukosa menjadiprodukakhirberupapiruvat.Padaproses Glikolisis, 1 molekul glukosa yangmemiliki 6 atom karbon pada rantainya (C6H12O6) akan terpecah menjadiproduk akhir berupa 2 molekul piruvat ( pyruvate)yang memiliki 3 atomkarbon(C3H3O3). 2 Prosesiniberjalanmelaluibeberapatahapanreaksiyangdisertaidengan terbentuknya beberapa senyawa antara seperti Glukosa 6-fosfat danFruktosa6-fosfat Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul piruvat, proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul ATP sertamolekul NADH (1 NADH=3 ATP).Molekul ATP yang terbentuk ini kemudian akan diekstrak oleh sel-seltubuh sebagai komponen dasar sumber energi. Melalui proses glikolisis ini 4buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan sertapada awal tahapan prosesnyaakanmengkonsumsi2buahmolekulATPsehinggatotal8buahATPakandapatterbentuk.
  9.  LAKTAT ADALAH TITIK AKHIR DARI GLIKOLISIS ANAEROBIK Sebagian sel kekurangan jalur yang membutuhkan oksigen (aerobik) diperlukan untuk memakai NADH + H+ untuk sintesa ATP, dan pada saatnya selsel ini kurang mampu memakai proses ini untuk me-recycle NADH + H+ kembali menjadi NAD. Misalnya sel darah merah. Maka, pada saat sel darah merah mengubah glukosa menjadi piruvat, NADH + H+ meningkat di dalam sel. Akhirnya konsentrasi NAD menurun terlampu rendah sehingga glikolisis berlanjut, karena kebanyakan NAD ada di dalam bentuk NADH + H+. Untuk mengimbanginya, satu sel darah merah mereaksikan piruvat dengan satu NADH + H+ dan satu ion hidrogen bebas membentuk laktat, lihat. Di dalam proses itu, NADH + H+ berobah menjadi NAD. Proses ini memungkinkan sel darah merah untuk menyediakan sendiri (resupply itself) dengan NAD karena sel-sel ini tidakmengandung mitochondria. Otot yang sedang latihan juga menghasilkan laktat jika kekurangan NAD. Bertambahnya laktat kemudian akan menyebabkan otot menjadi lelah (fatigue). Produksi laktat oleh suatu sel memungkinkan glikolisis anaerobik berlanjut karena disini tetap ada suatu pasokan dari NAD. Lagi pula, jalur ini menghasilkan hanya sekitar 5% dari potensial ATP per molekul glukosa. Tetapi untuk sebagian sel-sel seperti sel darah merah, glikolisis anaerobik adalah satu-satunya metode untuk menghasilkan ATP. Asam laktat dilepaskan ke peredaran darah, ditangkap terutama oleh hati dan disintesa menjadi glukosa.( Simanjuntak dan Silalahi, 2003 ) D. TAHAP REAKSI GLIKOLISIS ANAEROB 0 Tahap Reaksi Piruvat Glikolisis anarobik berperan hampir pada semua vertebrata, termasuk pada manusia, dalam waktu pendek pada aktivitas otot yang bersifat ekstrim, misalnya selama lari cepat 100 m, pada saat oksigen tidak dapat dibawa pada kecepatan yang cukup untuk dibawa ke otot,
  10. dan mengoksidasi piruvat, menghasilkan ATP. Sebaliknya, otot menggunakan glikogen cadangan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan ATP oleh oksidasi glikolisis anaerobic dengna laktat sebagai produk akhir. Penggunaan glikolisis anaerobic sebagai sumber energy bagi kontruksi otot terutama penting pada otot putih. Contoh hewan yang sangat dipengaruhi aktivitasnya melalui glikolisis anaerobic pada otot putihnya yaitu burung kalkun, otot kaki kuda. ( Lehninger, 1982 ). Glikolisis anarobik berperan hampir pada semua vertebrata, termasuk pada manusia, dalam waktu penedek pada aktivitas otot yang bersifat ekstrim, misalnya selama lari cepat 100 m, pada saat oksigen tidak dapat dibawa pada kecepatan yang cukup untuk dibawa ke otot, dan mengoksidasi piruvat, menghasilkan ATP. Sebaliknya, otot menggunakan glikogen cadangan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan ATP oleh oksidasi glikolisis anaerobic dengna laktat sebagai produk akhir. Penggunaan glikolisis anaerobic sebagai sumber energy bagi kontruksi otot terutama penting pada otot putih. Contoh hewan yang sangat dipengaruhi aktivitasnya melalui glikolisis anaerobic pada otot putihnya yaitu burung kalkun, otot kaki kuda. ( Lehninger, 1982 ). 0 Fermentasi Alkohol Fermentasi merupakan istilah umum yang menunjukan degradasi anaerobic glukosa atau nutrien organic lain menjadi berbagai produk ( khas bagi organism yang berbeda ) untuk tujuan memperoleh energi dalam bentuk ATP. ( Lehninger, 1982 ) Dalam beberapa jasad renik seperti ragi, glukosa dioksidasi menghasilkan etanol dan CO2 dalam proses yang disebut fermentasi alkohol. Jalur metabolisme proses ini sama dengan glikolisis sampai dengan terbentuknya piruvat. Dua tahap reaksi enzim berikutnya adalah reaksi perubahan asam piruvat menjadi asetaldehide, reaksi reduksi asetaldehide menjadi alkohol. Dalam reaksi yang pertama piruvat didekarboksilasi diubah menjadi asetaldehide dan CO2 oleh piruvat dekarboksilase, suatu enzim yang tidak terdapat dalam hewan. Reaksi dekarboksilasi ini merupakan reaksi yang tidak reversible, membutuhkan ion Mg++ dan koenzim tiamin piropospat. Dalam reaksi terakhir, asetaldehide direduksi oleh NADH dengan enzim alkohol dehidrogenase, menghasilkan etanol. Dengan demikian etanol dan CO2 merupakan hasil akhir fermentasi alkohol, dan jumlah energi yang dihasilkannya sama dengan glikolisis anaerob, yaitu 2 ATP. .( Simanjuntak dan Silalahi, 2003 ) Persamaan reaksi dari hasil fermentasi alcohol berupa sebuah molekul C02 dan sebuah molekul ethanol ( sebenarnya masing-masing dua molekul untuk setiap molekul glukosa yang difermentasi) yaitu C6H1206 → 2C2H5OH + 2C02
  11. Sebagian besar energi yang terkandung di dalam glukosa masih terdapat dalam etanol ( inilah sebabnya mengapa etanol sering dipakai sebgai bahan bakar bensin). Ragi meracuni diri sendiri jika konsentrasi ethanol mencapai kira-kira 13%. Fermentasi telah membuang sebuah karbohidrat ( C3H603 ), mengoksidai sebuah karbon dengan sempurna ( menjadi C02 ) dan mereduksi lainnya ( CH3CH2OH ). (Kimball, 1983) 0 Fermentasi asam laktat Pada sel hewan ( juga manusia ) terutama pada sel-sel otot yang bekerja keras , energi yang tersedia tidaklah seimbang dengan kecepatan pemanfaatan energi karena kadar O2 yang tersedia tidak mencukupi untuk kegiatan respirasi aerob ( reaksi yang membutuhkan oksigen ). Proses fermentasi asam laktat dimulai dari lintasan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat. Karena tidak tersedianya oksigen maka asam piruvat akan mengalami degradasi molekul ( secara anaerob ) dan dikatalisis oleh enzim asam laktat dehidrogenase dan direduksi oleh NADH untuk menghasilkan energi dan asam laktat. Secara sederhana reaksi fermentasi asam laktat ditulis sebagai berikut. 2CH3COCOOH ----------> 2CH3CHOHCOOH + 47 kkal asam piruvat asam laktat Pada manusia, kejadian ini sering temukan ketika seseorang bekerja atau berolahraga berat/keras. Akibat kekurangan oksigen menyebabkan asam piruvat yang terbentuk dari tahapan glikolisis akan diuraikan menjadi asam laktat.yang menyebabkan timbulnya rasa pegal-pegal setelah seseorang bekerja/berolahraga berat/keras
  12. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Glikolisis anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen ( H ) terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu ( seperti : etanol, asam laktat ) .Asam piruvat yang dihasilkan pada tahapan glikolisis dapat dimetabolisasi menjadi senyawa yang berbeda ( ada / tersedianya oksigen atau tidak ). Tahap reaksi glikolisis anaerob: a. Tahap Reaksi Piruvat b. Fermentasi alcohol c. Fermentasi asam laktat B. Saran Dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi penulisan maupun isi,olehnya itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah yang akan datang.
  13. DAFTAR PUSTAKA http://www.google.com

×