Your SlideShare is downloading. ×
BENCANA ALAM DI INDONESIA DAN CARA PENANGGULANGANNYA

1. Gunung Kelud (Kediri Jawa Timur), meletus 19 Mei 1919. Korban 5.1...
2. Gempa Bumi Sumatera Barat 2009

Gempa ini terjadi dengan kekuatan 7,6 SR di lepas pantai Sumatera Barat, pada pukul
17:...
3. Banjir Wasior . 4 Oktober 2010

Banjir bandang yang terjadi tepatnya di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat
inidisebabka...
Cara penanggulangannya :
Mencegah dan menanggulangi banjir tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja atau
orang perorang sa...
KLIPING
BENCANA ALAM DI INDONESIA

OLEH :
1. ERWIN ANDRIANA WARDANI
2. LA ODE ABDUL HIJI MAJID

SD NEGERI 2 KATOBU
2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bencana alam di indonesia dan cara penanggulangannya

10,194

Published on

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
10,194
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
186
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Bencana alam di indonesia dan cara penanggulangannya"

  1. 1. BENCANA ALAM DI INDONESIA DAN CARA PENANGGULANGANNYA 1. Gunung Kelud (Kediri Jawa Timur), meletus 19 Mei 1919. Korban 5.115 orang. Letusan tahun 1919 merupakan bencana terbesar yang dihasilkan oleh aktivitas gunung Kelut pada abad ke 20, yang mengakibatkan sekitar 5160 orang meninggal. Letusan terjadi pada tengah malam antara tanggal 19 dan 20 Mei 1919 yang ditandai dengan suara dentuman amat keras bahkan terdengar sampai di Kalimantan. Hujan abu menyebar akibat tiupan angin terutama ke arah timur. Di Bali hujan abu terjadi pada tanggal 21 Mei 1919. Dari perhitungan endapan abu dapat ditaksir bahwa sekitar 284 juta m3 abu terlemparkan, jumlah ini setara dengan sekitar 100 juta m3 batuan andesit. Secara keseluruhan diperkirakan 190 juta m3material telah keluar dari perut gunung Kelud. Penanggulangan Persiapan Dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi : • Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi. • Membuat perencanaan penanganan bencana. • Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan. • Mempersiapkan kebutuhan dasar Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi • Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar. • Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan. • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya. • Jangan memakai lensa kontak. • Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung • Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.
  2. 2. 2. Gempa Bumi Sumatera Barat 2009 Gempa ini terjadi dengan kekuatan 7,6 SR di lepas pantai Sumatera Barat, pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009. Gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Padang. Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Bara. Menurut data Satkorlak PB, banyaknya 6.234 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota & 4 kabupaten diSumatera Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan. Upaya penanggulangan saat terjadi gempa: 1. Jika berada di dalam bangunan: usahakan tetap tenang dan tidak panic, gunakan pintu dan tangga darurat untuk keluar dan jangan menggunakan lift atau elevator, jangan berlindung di bawah jembatan, jalan laying, ataupun benda-benda yang menggantung tapi berlindunglah di bawah meja yang kokoh, dan jangan dulu masuk bangunan sebelum dipastikan tidak terjadi gempa susulan selang beberapa lama. 2. Jika berada di luar bangunan: carilah tanah lapang, jangan berlindung di bawah pohon atau di tempat dekat tiang/gardu listrik, dan jika getaran gempa kuat, ambillah posisi duduk daripada berdiri. 3. Jika sedang mengemudikan kendaraan; hentikan perjalanan dan segera menepi, jangan memberhentikan kendaraan di atas jembatan, jalan laying, atau persimpangan jalan, dan jangan segera melanjutkan perjalanan sebelum dipastikan tidak terjadi gempa susulan selang beberapa lama.
  3. 3. 3. Banjir Wasior . 4 Oktober 2010 Banjir bandang yang terjadi tepatnya di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat inidisebabkan karena kerusakan yang terjadi di hutan wasior sehingga ketika hujan secara terusmenerus mengguyur kota tersebut mengakibatkan terjadinya luapan pada sungai batang Salai.Walhi memperkirakan sekitar 30 –40% hutan di kawasan tersebut mengalami alih fungsisehingga memicu terjadinya luapan pada sungai- sungai akibat tidak terserapnya dengan baik air hujan ke dalam tanah. Aktivitas penebangan pohon sejak tahun 1990- an dinilai menjadi penyebab utama kerusakan hutan yang berakibat pada terjadinya banjir bandang.Banjir yang terjadi menyebabkan banyak infrastruktur di Wasior hancur termasuk lapangan udara di Wasior, sementara kerusakan juga menimpa rumah warga, rumah sakit, jembatan dan juga beberapa gereja.Kerusakan yang terjadi disebabkan banjir yang terjadimembawa serta batu-batuan besar, batangbatang pohon, lumpur. Bencana banjir bandangyang terjadi juga mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus dan aktifitasmasyarakat lumpuh.Banjir bandang juga menyebabkan 158 orang tewas dan 145 orang masih dinyatakanhilang Sementara sebagian besar korban luka-luka dibawa keManokwaridan Nabire. Sementara sebagian korban luka lainnya dan warga yang selamat ditampung di tempat-tempat pengungsian. Akibat banjir yang terjadi yang merusak rumah warga dan infrastruktur banyak warga yang selamat memutuskan mengungsi ke Manokwari dengan menggunakankapal laut.
  4. 4. Cara penanggulangannya : Mencegah dan menanggulangi banjir tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja atau orang perorang saja. Dibutuhkan komitmen dan kerjasama berbagai pihak untuk menghindarkan Jakarta dan kota lain di Indonesia dari banjir besar. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan itu antara lain: · Membuang lubang-lubang serapan air · Memperbanyak ruang terbuka hijau · Mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa Meninggikan bangunan rumah memang dapat menyelamatkan harta benda kita ketika banjir terjadi, namun kita tidak mencegah terjadinya banjir lagi. Manusia yang mengakibatkan banjir, manusia pula yang harus bersama-sama menyelamatkan kota. Menyelamatkan Jakarta dari banjir besar bukan hanya karena berarti menyelamatkan harta benda pribadi, namun juga menyelamatkan wajah bangsa ini di mata dimata dunia
  5. 5. KLIPING BENCANA ALAM DI INDONESIA OLEH : 1. ERWIN ANDRIANA WARDANI 2. LA ODE ABDUL HIJI MAJID SD NEGERI 2 KATOBU 2014

×