Askep hepatitis AKPER PEMDA MUNA

1,347 views
1,079 views

Published on

Published in: Entertainment & Humor
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,347
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Askep hepatitis AKPER PEMDA MUNA

  1. 1. Patofisiologi dan Penyimpangan KDM Hepatitis Invasi virus IG Anti HAV HBc AB (Hepatitis A) (Hepatitis B) Kerusakan sel parenkim hati terutama Retikulum Endoplasma Detoksifikasi sintesa protein dan Terganggu steroid terganggu pembentukan dan sekresi me ↓ energi Resiko Infeksi empedu terganggu u/metabolisme ggn metabolisme GI ggn bilirubin tidak terkonyugasi letih / lelah Anoreksia, nausea, vomitus Pe↑ bilirubin serum Intolerans Aktifitas Ggn Nutrisi Ikterus Perubahan status kesehatan warna kulit & merangsang sel mast mukosa kuning mengeluarkan mediator kimia Koping tidak adekuat akumulasi garam nosiseptor terangsang empedu Kecemasan gatal pada kulit proses transduksi, transmisi, (pruritus) modulasi, persepsi nyeri Gangguan Integritas Kulit Nyeri (akut)
  2. 2. Asuhan keperawatan pada Tn CR Di Ruang Baji Pamai II RS Labuang Baji Makassar I. Identitas Klien Nama : Tn. CR Umur : 52 tahun Jenis Kelamin : Laki – laki Alamat : Bontang Pekerjaan : Tukang Bangunan Suku : Makassar Pendidikan : SD Tanggal Masuk : 17 – 5 – 2004 Tanggal Pengkajian : 18 – 5 – 2004 Sumber Informasi : Klien dan Keluarga II. Riwayat Kesehatan Saat Ini a. Keluhan Utama Nyeri perut kanan atas b. Riwayat Keluhan Utama Nyeri perut kanan atas dialami sejak 1 bulan yang lalu dan dirasakan memberat 1 minggu terakhir. Nyeri terus-menerus seperti tertusuk – tusuk tembus ke belakang. Mual (+). Klien cepat merasa kenyang. III. Riwayat kesehatan masa lalu Klien belum pernah menderita penyakit ini sebelumnya. Klien memiliki riwayat mengkonsumsi alkohol sejak 5 tahun yang lalu ( 3 -4 botol/hari). Riwayat merokok (+). Sebelumnya klien pernah dirawat 4 hari di RS Bontang kemudian dirujuk di RS Labuang Baji IV. Riwayat Genogram
  3. 3. Ket : - Pada Generasi I , kakek dan nenek klien sudah meninggal, penyebab kematian tidak diketahui - Pada Generasi II, kedua orangtua klien juga sudah meninggal, penyebab kematian tidak diketahui - Klien berada pada Generasi III, anak terakhir dari 9 bersaudara. Kakak klien yang ke-1 s.d. ke-7 sudah meninggal (penyebab tidak diketahui). Tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan klien. Klien sudah berkeluarga dan mempunyai anak 4 orang. Klien tinggal bersama istri dank e-4 orang anaknya V. Pengkajian berdasarkan Divisi Kebutuhan 1. Aktivitas-Istirahat Klien bekerja sebagai tukang bangunan dan waktunya dihabiskan hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya sedangkan untuk istirahat kurang. Semenjak sakit, klien tidak dapat lagi melakukan pekerjaannya. Waktu tidur pada malam hari mulai jam 21.30 WITA sampai jam 05.00 WITA tapi semenjak sakit klien sering terbangun karena nyeri perutnya Pemeriksaan Fisik : Tonus otot kuat. Berorientasi terhadap waktu, tempat dan orang. ROM penuh. Tidak ada dispnea. Rentang perhatian baik dan k,lien masih dapat melakukan ADLnya sendiri, misalnya b.a.b,b.a.k, dan makan 2. Sirkulasi Klien tidak ada riwayat hipertensi dan tidak ada masalah dengan jantungnya. Klien tidak batuk. Tidak ada udema pada kaki Pemeriksaan Fisik : TD = 110/80 mmHg, Nadi = 80 x/m, P= 24 x/m, tidak ada udema , tidak ada napas pendek, tidak ada distensi vena jugularis. Capillary refilling kurang dari 2 detik, Konjungtiva merah muda. Sklera ikterik. Ekstremitas hangat bila disentuh 3. Eliminasi Selama di RS klien tidak mengalami perubahan / masalah dalam b.a.b dan b.a.k Pemeriksaan Fisik : Pada pemeriksaan abdomen teraba pembesaran hepar dan nyeri tekan pada hipokondria kanan, peristaltic usus (+) 20-22 /menit dengan durasi < 1 detik, ginjal dan kandung kemih tidak teraba 4. Reaksi Emosional Klien merasa cemas dengan kondisinya saat ini, karena baru kali ini klien menderita penyakit seperti ini. Tapi klien percaya pada semua tindakan medis dan menyerahkan semuanya pada Tuhan. Dalam menghadapi masalah, klien berusaha mencari penyelesaiannya dengan dibantu oleh keluarga. Dan untuk biaya pengobatan klien tidak terlalu memikirkan, karena ditanggung oleh pemerintah (JPS)
  4. 4. 5. Makanan – Cairan Klien biasa mengkonsumsi makanan nasi, sayur dan lauk pauk dengan frekuensi 3 x sehari. Klien sering mengkonsumsi makanan yang pedas dan kecut. Sejak di RS klien mengatakan nafsu makannya menurun. Klien hanya bisa menghabiskan 2 sendok dari 1 porsi makanan yang disajikan. Klien merasa mual dan nyeri ulu hati tidak ada Pemeriksaan Fisik: TB = 155 cm BB = 48 kg Perawakan kecil. Turgor kulit baik. Dasar kuku tampak ikterus. Rongga mulut : bibir, lidah, tonsil, faring dan kelenjar saliva dalam batas normal. Klien mengeluh terasa pahit pada tenggorokannya pada saat menelan 6. Higiene Klien dapat melakukan ADLnya sehari – hari tapi tidak maksimal dan untuk perawatan diri klien dibantu keluarga (lap basah 2 x sehari) Pemeriksaan Fisik : Badan tidak berbau, kulit bersih, rambut dan kuku tidak ada masalah / bersih 7. Neurologis Klien saat ini tidak merasa pusing / sakit kepala hanya kadang – kadang apabila baru bangun tidur. Sakit kepala (-), kesemutan (-). Tidak ada gangguan dalam penglihatan dan pendengaran Pemeriksaan Fisik : Sadar, pupil isokor. Bereaksi terhadap cahaya. Genggaman tangan sama kuat. Berbicara jelas dan berorientasi terhadap waktu, tempat dan orang. 8. Nyeri Saat pengkajian klien merasa nyeri pada daerah perut kanan atas. Klien selalu mencari posisi yang nyaman yaitu posisi klien menekan daerah yang nyeri, sehingga nyerinya berkurang. Klien mengatakan nyerinya timbul terus-menerus Pemeriksaan Fisik : Ekspresi wajah meringis saat nyeri, kulit lembab, terdapat pembesaran hepar, nyeri tekan (+) 9. Interaksi Sosial Klien sudah menikah dan untuk membiayai hidup keluarganya, klien bekerja sebagai tukang bangunan. Hubungan dengan istri dan anak – anaknya baik dan yang menjadi pengambil keputusan adalah klien sendiri dan dibantu anak-anaknya. Klien aktif dalam kegiatan yang ada di lingkungan tempat tinggalnya 10. Keamanan Klien tidak mempunyai alergi makanan dan obat-obatan serta riwayat penyakit menular seksual (-). Klien tidak pernah mengalami kecelakaan 11. Penyuluhan dan Pembelajaran Bahasa yang digunakan adalah bahasa Makasssar. Pendidikan terakhir SD. Klien kurang mendengar informasi mengenai penyebab penyakitnya dan selama di RS sering bertanya-tanya seputar kondisinya sekarang. Klien tampak gelisah dan ekspresi wajah tampak cemas. Klien menyerahkan semua perawatan dan pengobatan pada dokter dan perawat. Harapan klien untuk cepat sembuh dan berkumpul kembali bersama keluarga dan beraktifitas seperti semula
  5. 5. 12. Ventilasi Klien tidak mengalami gangguan pada saluran pernapasan. Sesak napas (-). Dispnea (-) Pemeriksaan Fisik : Pernapasan 24 x/m. Irama dan frekuensi teratur VI. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Laboratorium: Protein total : 6,62 gr/100 ml (6,6 – 8,7) Albumin : 3,51 gr/100 ml (3,8 – 4,4) BIlirubin total : 5,44 mg/100 ml ( 0,00 – 1,00) Bilirubin direk : 4,16 mg/100 ml (0,00-0,30) SGOT : 221 U/L (0-38) SGPT : 107 U/L (0-41) Alkali Phospahate : 777 U/L ( 0-270) Ureum : 32,7 mg/100 ml (10-50) Kreatinin : 0,76 mg/100 ml (0,0 – 1,1) Asam Urat : 14,5 mg/100 ml (3,4 – 7,0) Glukosa sewaktu : 65 mg/100 ml (140) HbsAg : (+) / positif VII. Pengobatan B Comp 3 x 1 Vit C 3 x 1 Novalgin 1 amp/ drips/ 8 jam
  6. 6. KLASIFIKASI DATA Data Subyektif Data Obyektif - Klien mengatakan nyeri pada perut kanan atas - Klien mengatakan nyerinya terus- menerus - Klien mengatakan nafsu makan berkurang - Klien mengatakan setiap kali makan merasa mual - Klien mengatakan tidak terlalu mengerti tentang kondisi penyakitnya - Nyeri tekan pada perut kanan atas - Porsi makan tidak dihabiskan - Klien gelisah - Mual (+) - Peristaltik usus (+) - Klien selalu menekan daerah perutnya yang nyeri - Sklera ikterus (+) - Ekspresi wajah meringis (+) - Terdapat penbesaran hepar - Klien sering bertanya-tanya tentang kondisi penyakitnya - Tanda – tanda vital : TD : 110/80 mmHg N : 80 x/m P : 24 x/m S : 36ºC
  7. 7. ANALISA DATA NO Data Etiologi Masalah 1 2 DS: - klien mengatakan nyeri pada perut kanan atas - klien mengatakan nyerinya terus – menerus DO: - nyeri tekan pada perut kanan atas - klien gelisah - ekspresi wajah meringis - terdapat pembesaran hepar - klien selalu menekan daerah yang nyeri DS: - klien mengatakan nafsu makan berkurang - klien mengatakan setiap kali makan merasa mual DO: - porsi makan tidak dihabiskan - mual (+) - peristaltik usus (+) Hepatitis Invasi virus Kerusakan sel parenkim hati terutama reticulum endoplasma merangsang sel mast mengeluarkan mediator kimia nosiseptor terangsang proses transduksi, transmisi, modulasi, persepsi nyeri Nyeri (akut) Hepatitis Invasi virus Kerusakan sel parenkim hati terutama reticulum endoplasma Sekresi empedu terganggu Gangguan metabolisme GI Anoreksia, mual, vomitus Gangguan nutrisi Nyeri b.d. infiltrasi hati Perubahan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d. mual, muntah
  8. 8. 3 DS : - klien megatakan tidak terlalu mengerti tentang kondisi penyakitnya DO : - klien sering bertanya- tanya tentang kondisi penyakitnya - klien gelisah Perubahan status kesehatan Kurang informasi Kesalahan interpretasi Kurang pengetahuan Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan b.d. tidak mengenal sumber informasi
  9. 9. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN NDx Tujuan Intervensi Rasional 1 2 Meminimalkan / mengontrol nyeri dengan kriteria: - klien tampak rileks - ekspresi wajah tenang Kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria : - nafsu makan meningkat - klien mampu menghabiskan porsi makan yang diberikan - tidak terjadi penurunan BB yang berlebihan 1. Kaji karakteristik nyeri dan ketidaknyamanan ( lokasi, durasi, intensitas, frekuensi) 2. Observasi TTV klien 3. Ajarkan penggunaan teknik relaksasi, mis: bimbingan imajinasi, visualisasai, teknik napas dalam. Berikan aktivitas senggang 4. Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi 1. Kaji pola makan klien, kaji cara penyajian makanan 2. Beri makan dalam porsi kecil dan frekuensi sering sesuai selera 3. Jelaskan manfaat makanan / nutrisi bagi klien dan keluarga terutama saat klien sakit 4. Beri umpan balik positif saat klien mau berusaha menghabiskan makanannya 5. Penatalaksanaan pemberian multivitamin 6. Timbang berat badan tiap hari - Memberikan dasar untuk mengkaji perubahan pada tingkat nyeri dan mengevaluasi intervensi - Mengidentifikasi tingkat nyeri klien dan pedoman untuk intervensi selanjutnya - Membantu klien untuk istirahat lebih efektif dan memfokuskan kembali perhatian, sehingga menurunkan nyeri dan ketidaknyamanan - Menurunkan nyeri, meningkatkan kenyamanan - cara menghidangkan makanan dapat mempengaruhi nafsu makan klien - makan banyak sulit untuk mengatur bila klien anoreksia. Anoreksia juga paling buruk selama siang hari membuat masukan makanan sulit pada sore hari dan menghindari kejenuhan serta rangsang mual muntah - meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga tentang nutrisi sehingga motivasi untuk makan meningkat - motivasi dan meningkatkan semangat makan klien - asupan vitamin akan dapat memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh dan membantu proses penyembuhan - penurunan BB menunjukkan tidak adekuatnya nutrisi klien
  10. 10. 3 Klien akan menunjukkan pemahaman tentang proses penyakitnya dengan criteria : - klien dapat menghubungkan gejala dengan factor penyebab - klien dapat berpartisipasi dalam perawatan 1. Kaji tingkat pemahaman proses penyakit, harapan / prognosis, kemungkinan pilihan pengobatan 2. Berikan informasi khusus tentang pencegahan / penularan penyakit, 3. Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan beraktifitas 4. Anjurkan perlunya menghindari makanan / minuman alkohol yang dapat memperberat penyakit - mengidentifikasi kurang pengetahuan / salah informasi dan memberikan kesempatan untuk memberikan informasi tambahan sesuai keperluan - kebutuhan/ rekomendasi akan bervariasi karena tipe hepatitis (agen penyebab) dan situasi individu - Tirah baring dipertahankan selama fase akut untuk menurunkan kebutuhan metabolic, menghemat energi untuk penyembuhan - Alkohol dapat meningkatkan iritasi hepatic dan mempengaruhi pemulihan
  11. 11. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Hari/Tgl NDx Jam Implementasi Evaluasi Selasa, 18 Mei 2004 1 2 11.00 12.00 1. Mengkaji karakteristik nyeri dan ketidaknyamanan Hasil : - Nyeri pada perut kanan atas, tembus ke belakang dan berlangsung secara terus- menerus - Nyeri pada skala 6 (sedang) 2. Mengobservasi Tanda- Tanda Vital Hasil : TD = 110/80 mmHg N = 80 x/m P = 24 x/m S = 36 0 C 3. Mengajarkan teknik relaksasi dengan mengusap daerah sekitar nyeri Hasil : Klien belum bisa bertoleransi dengan nyeri 4. Penatalaksanaan dalam pemberian analgetik Hasil : Pemberian obat Novalgin 1 amp / drips 1. Mengkaji pola makan klien Hasil : - klien makan tiga kali /hari - jenis makanan : bubur dan lauk (TKTP) 2. Memberi makan dalam porsi kecil dan dengan frekuensi sering dan sesuai selera Hasil : - klien hanya makan / menghabiskan 3 sendok - tiap kali makan klien mengeluh terasa pahit pada tenggorokan pada saat menelan 3. Menjelaskan manfaat makanan / nutrisi bagi klien dan keluarga Hasil: Jam 13.00 S: klien mengatakan masih nyeri pada perut kanan atasnya O: - ekspresi wajah meringis - nyeri tekan pada perut kanan atas - klien gelisah A: masalah belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1,2,3, dan 4 S: Klien mengatakan masih merasa mual O: - porsi tidak dihabiskan - klien makan 3 sendok - mual (+) - infuse terpasang RL - minum ± 250 cc/hr A: Masalah belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1,2,4,5 dan 6
  12. 12. 3 12.05 Klien mengerti tentang manfaat makanan terutama TKTP 4. Memberi umpan balik positif saat klien mau menghabiskan makanannya Hasil : Klien ada kemauan untuk menghabiskan makanannya tapi klien takut karena kalau berusaha makan banyak akan mual dan bahkan muntah 5. Penatalaksanaan pemberian multivitamin dan cairan per IV Hasil : - klien minum Vit C + B Comp = 1:1 - Infus terpasang dangan RL - Klien minum ± 250 cc / hari 6. Menimbang berat badan klien Hasil : Berat badan klien = 48 kg 1. Mengkaji tingkat pemahaman proses penyakit, harapan dan proses pengobatan Hasil : Pemahaman klien tentang proses penyakit dan pengobatan masih kurang 2. Memberikan informasi khusus tentang pencegahan dan penularan penyakit, contoh : untuk pencegahan, spt : klien disuruh istirahat yang cukup sedangkan untuk penularan, spt : melalui keringat Hasil : Klien mengerti dan paham tapi masih sering bertanya 3. Menjelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktifitas Hasil : Klien mengerti dan akan beristirahat semaksimal mungkin 4. Menganjurkan perlunya menghindari makanan/ minuman beralkohol yang dapat memperberat penyakitnya S: klien mengatakan sudah mulai mengerti tentang proses penyakitnya tapi belum puas O: klien masih sering bertanya – tanya tentang penyakitnya A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi 2 dan 4
  13. 13. Rabu, 19 Mei 2004 1 2 09.00 12.00 Hasil : Klien menyadari / tobat dan tidak akan mengkonsumsi minuman/ makanan beralkohol seumur hidup 1. Mengkaji karakteristik nyeri dan ketidaknyamanan Hasil : - Klien mengatakan nyeri masih ada tapi sifatnya hilang-timbul - serangan nyeri sejak pukul 08.00 -1400 muncul ± 6 kali 2. Mengobservasi Tanda- Tanda Vital Hasil : TD = 110/70 mmHg N = 80 x/m P = 24 x/m S = 36 0 C 3. Mengajarkan teknik relaksasi dengan mengusap daerah sekitar nyeri Hasil : Klien belum bisa bertoleransi dengan nyeri 4. Penatalaksanaan dalam pemberian analgetik Hasil : Pemberian obat Novalgin 1 amp / drips 1. Mengkaji pola makan klien sekarang Hasil : - klien makan tiga kali /hari - jenis makanan : bubur dan lauk (TKTP) 2. Memberi makan dalam porsi kecil dan dengan frekuensi sering dan sesuai selera Hasil : - klien hanya makan / menghabiskan 3 sendok - tiap kali makan klien mengeluh terasa pahit pada tenggorokan pada saat menelan Jam 13.00 S: klien mengatakan masih nyeri pada perut kanan atasnya O: - sifat nyeri hilang – timbul (timbulnya serangan nyeri tiap 10 menit) - ekspresi wajah meringis A: masalah belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1,2,3, dan 4 S: Klien mengatakan masih merasa mual O: - porsi tidak dihabiskan - klien makan 3 sendok - mual (+) - infuse terpasang RL - minum ± 250 cc/hr A: Masalah belum teratasi
  14. 14. Jumat, 21 Mei 2004 3 1 12.05 09.00 4. Memberi umpan balik positif saat klien mau menghabiskan makanannya Hasil : Klien ada kemauan untuk menghabiskan makanannya tapi klien takut karena kalau berusaha makan banyak akan mual dan bahkan muntah 5. Penatalaksanaan pemberian multivitamin dan cairan per IV Hasil : - klien minum Vit C + B Comp = 1:1 - Infus terpasang dangan RL - Klien minum ± 250 cc / hari 6. Menimbang berat badan klien Hasil : Berat badan klien sama se[perti kemarin = 48 kg 2. Memberikan informasi khusus tentang pencegahan dan penularan penyakit, contoh : untuk pencegahan, spt : klien disuruh istirahat yang cukup sedangkan untuk penularan, spt : melalui keringat Hasil : Klien mengerti dan paham dan tidak bertanya - tanya lagi tentang penyakitnya 4. Menganjurkan perlunya menghindari makanan/ minuman beralkohol yang dapat memperberat penyakitnya Hasil : Klien menyadari / tobat dan tidak akan mengkonsumsi minuman/ makanan beralkohol seumur hidup 1. Mengkaji karakteristik nyeri dan ketidaknyamanan Hasil : - Klien mengatakan nyeri masih ada tapi sifatnya P: Lanjutkan intervensi 1,2,4,5 dan 6 S: klien mengerti dan merasa puas dengan penjelasan yang diberikan O: klien tidak bertanya – tanya / bingung lagi tentang penyakitnya A: Masalah teratasi P: - Jam 13.00 S: Klien mengatakan masih nyeri pada perut kanan atasnya
  15. 15. 2 12.00 12.05 hilang-timbul - serangan nyeri sejak pukul 08.00 -1400 muncul ± 4 kali 3. Mengobservasi Tanda- Tanda Vital Hasil : TD = 120/70 mmHg N = 82 x/m P = 24 x/m S = 36,2 0 C 3. Mengajarkan teknik relaksasi dengan mengusap daerah sekitar nyeri Hasil : Klien sudah dapat bertoleransi dengan nyerinya 4. Penatalaksanaan dalam pemberian analgetik Hasil : Pemberian obat Novalgin 1 amp / drips 1. Mengkaji pola makan klien Hasil : - klien makan tiga kali /hari - jenis makanan : bubur dan lauk (TKTP) 2. Memberi makan dalam porsi kecil dan dengan frekuensi sering dan sesuai selera Hasil : - klien menghabiskan porsi makan 6 sendok - klien masih mengeluh terasa pahit pada tenggorokan pada saat menelan 4. Memberi umpan balik positif saat klien mau menghabiskan makanannya Hasil : Klien ada kemauan untuk menghabiskan makanannya tapi klien takut karena kalau berusaha makan banyak akan mual dan bahkan muntah 5. Penatalaksanaan pemberian multivitamin dan cairan per IV Hasil : - klien minum Vit C + B Comp O: - Klien tampak sudah disa beradaptasi dengan nyerinya - Ekspresi wajah tampak ceria A: masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi 1,2,3, dan 4 S: Klien mengatakan masih merasa mual O: - porsi tidak dihabiskan - klien makan 6 sendok - mual (+) - infuse terpasang RL - minum ± 1000 cc/hr A: Masalah belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1,2,4,5 dan 6
  16. 16. = 1:1 - Infus terpasang dangan RL - Klien minum ± 1000 cc / hari 6. Menimbang berat badan klien Hasil : Berat badan klien sama seperti kemarin = 48 kg

×