1. konsep asuhan kebidanan 07
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

1. konsep asuhan kebidanan 07

on

  • 2,861 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,861
Views on SlideShare
2,861
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
51
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

1. konsep asuhan kebidanan 07 1. konsep asuhan kebidanan 07 Presentation Transcript

  • ASUHAN KEBIDANAN I (KEHAMILAN) A. Konsep dasar Asuhan Kehamilan Oleh : Rosminah Mansyarif
  • 1. Filosofi Asuhan Kehamilan   Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan & nilai/value yg dimiliki yg berpengaruh terhdp perilaku seseorang atau kelompok. Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yg dianut oleh bidan & dijadikan sebagai panduan dlm memberikan asuhan kebidanan pd klien selama kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yg mewarnai asuhan kehamilan:
  • Lanjutan ............. 1. Kehamilan merupakan proses yg alamiah, tdk perlu melakukan intervensi, kecuali ada indikasi. 2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (contuinity of care). 3. Pelayanan terpusat pd wanita (women centered) & keluarga (family centered). Wanita menjadi pusat askeb dlm arti bahwa asuhan yg diberikan hrs berdasarkan kebutuhan ibu, bukan kebutuhan & kepentingan bidan 4. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpartisipasi & memperoleh pengetahuan atau pengalaman yg berhubungan dgn kehamilan. 5. Membangun kemitraan dgn profesi lain untuk memberdayakan perempuan.
  • 1. 2. 3. 4. 5. Mengumpulkan riwayat kesehatan & kehamilan serta menganalisis tiap kunjungan kehamilan. Melaksanakan pemeriksaan fisik secara sistematis dan lengkap. Melakukan pemeriksaan abdomen termasuk TFU, posisi, presentase dan penurunan janin. Melakukan penilaian pelvik, ukuran dan struktur panggul. Menilai keadaan selam hamil termasuk DJJ dgn fetoskope/pinard & gerakan janin dgn palpasi.
  • 6. 7. 8. 9. 10. 11. Menghitung usia kehamilan & perkiraan hari lahir. Mengkaji status nutrisi & hubungan pertumbuhan dgn janin. Mengkaji kenaikan berat badan ibu hubungannya dgn komplikasi. Memberi penyuluhan tanda-tanda bahaya & bagaimana menghubungi bidan. Melakukan penatalaksanaan kehamilan dgn anemia ringan, hiperemesis gravidarum Tk I, abortus iminens & preeklamsi ringan. Menjelaskan & mendemonstrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan dalam kehamilan. a
  • 12. Memberikan imunisasi. 13. Mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal & penanggulangannya termasuk rujukan tepat waktu pd kurang gizi, pertumbuhan janin tdk adekuat, PEB, & hipertensi, perdarahan pervaginam, kehamilan ganda aterm, kematian janin & edema yg signifikan. 14. Memberikan bimbingan & persiapan persalinan, kelahiran & menjadi orang tua. 15. Bimbingan & penyuluhan ttg perilaku kesehatan selama hamil sep. Nutrisi, latihan, keamanan & rokok. 16. Penggunaan secara aman jamu atau obat-obatan tradisional yg tersedia. a
  • a. Kehamilan & persalinan merupakan proses yg normal, alami, dan sehat. Walaupun kehamilan mrpkn proses yg normal, alami, & sehat, jika tdk dilakukan pemantauan keadaan tersebut akan berubah menjadi patologis. b. Pemberdayaan Ibu merupakan pelaku utama dlm asuhan kehamilan. Bidan harus berusaha memberdayakan ibu hamil & keluarga dalam meningkatkan pengetahuan & pengalaman mereka melalui pendidikan kesehatan agar dpt merawat & menolong diri sendiri pd kondisi tertentu. Hindari sifat negatif & banyak mengkritik
  • c. Otonomi Pengambilan keputusan adalah ibu & keluarga. Untuk dpt mengambil suatu keputusan mereka memerlukan informasi. Bidan harus memberikan informasi yg akurat tentang risiko & manfaat dari semua prosedur, obatobatan, maupun test/pemeriksaan sebelum meraka memutuskan utnuk menyetujuinya. Bidan juga harus membantu ibu dlm membuat suatu keputusan ttg apa yg terbaik bagi ibu & bayinya berdasarkan sistem nilai & kepercayaan ibu/keluarga.
  • d. d. Tidak membahayakan Krn proses kehamilan & persalinan mrpkn proses yg alamiah, seorang bidan berusaha meminimalkan intervensi pd ibu & janin terhadap suatu hal yg dianggap tidak perlu. Tanggung jawab Dalam melakukan asuhan kebidanan bidan bertanggungjawab penuh terhadap profesi & asuhan yg telah diberikan kepada klien.
  •  Sejarah asuhan kehamilan sejalan dengan perkembangan dunia kebidanan secara umum. Dimana dunia menyadari bahwa persalinan akan berjalan lancar apabila adanya peningkatan kesehatan atau pelayanan antenatal care.
  • Tujuan utama ANC: menurunkan & mencegah kesakitan & kematian maternal & perinatal.  Tujuan khusus ANC: a. Mempromosikan & menjaga kesehatan fisik & mental ibu & bayi dgn pendidikan nutrisi, kebersihan diri, & proses kelahiran bayi. b. Mendeteksi & menatalaksanakan komplikasi medis, bedah atau obstetri selama kehamilan. c. Mengembangkan persiapan persalinan serta kesiapan menghadapi komplikasi. d. Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dgn sukses, menjalankan nifas normal, & merawat anak secara fisik, psikologis dan sosial. 
  • 2. Tujuan Asuhan Ibu Hamil (ANC) a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu b. c. d. dan tumbuh kembang bayi. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yg mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan Mempersiapkan kehamilan cukup bulan,melahirkan dgn selamat, ibu maupun bayinya dgn trauma seminimal mungkin. e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal & pemberian ASI eksklusif (0 - 6 bulan). f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dlm menerima kelahiran bayi agar dpt tumbuh sec. normal.
  • • Ada 6 alasan penting untuk melaksanakan Asuhan Ibu Hamil, yaitu : 1) Membangun rasa saling percaya antara klien dan petugas kesehatan. 2) Mengupayakan terwujudnya kondisi terbaik bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. 3) Memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan kehamilannya. 4) Mengidentifikasi dan menata laksana kehamilan risiko tinggi. 5) Memberikan pendidikan kesehatan yg diperlukan dalam menjaga kualitas kehamilan dan merawat bayi. 6) Menghindarkan gangguan kesehatan selama kehamilan yg akan membahayakan keselamatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.
  • Isi refocusing pelayanan ANC:  Penolong yang terampil harus selalu bersedia untuk: a. Membantu setiap bumil & keluarganya membuat perencanaan persalinan: petugas, tempat, keuangan, nutrisi selama hamil, perlengkapan esensial bagi ibu & bayi. Penolong terampil menjamin asuhan yg aman shg mencegah komplikasi yg mengancam jiwa serta dpt segera mengenali masalah & merespon dgn tepat. b. Membantu setiap bumil & keluarganya mempersiapkan diri menghadapi komplikasi (deteksi dini, pengambil keputusan, dana kegawatdaruratan, komunikasi, transportasi & donor darah) pd tiap kunjungan.
  • c. Melakukan skrining kondisi yg memerlukan persalinan & kelahiran di RS (riwayat SC, IUFD, dsb). Ibu yg sdh tahu jika mempunyai kondisi yg memerlukan kelahiran RS akan berada di RS saat persalinan, shg kematian krn penundaan keputusan, keputusan kurang tepat, atau hambatan dlm hal jangkauan dpt dicegah. d. Mendeteksi & menangani komplikasi (preeklamsia, perdarahan pervaginam, anemia berat, PMS, TBC, malaria, dll)
  • e. Mendeteksi kehamilan ganda setelah usia kehamilan 28 minggu & letak/presentasi abnormal setelah kehamilan 36 minggu. Ibu yg memerlukan tindakan operatif sdh mempunyai jangkauan pada penolong yg terampil & fasilitas kesehatan yg dibutuhkan. f. Pemberian imunisasi tetanus toksoid. g. Memberikan suplementasi zat besi & asam folat. Umumnya anemia ringan yg terjadi pd bumil adalah anemia defisiensi zat besi & asam folat.
  • Identifikasi ibu hamil. Kunjungan rumah & berinteraksi dgn masyarakat secara berkala untuk penyuluhan & memberikan motivasi untuk pemeriksaan dini & teratur. Pemeriksaan kehamilan dgn prinsip 10 T b. Pemeriksaan & pemantauan kehamilan. Sedikitnya 4 kali selama kehamilan, meliputi: anamnesis & pemantauan ibu & janin, mengenal kehamilan risti, imunisasi, nasihat & penyuluhan, mencatat data pd KMS/Buku KIA setiap kunjungan, melakukan tindakan yg tepat & melakukan rujukan. a.
  • c. Palpasi abdominal. Untuk memperkirakan usia kehamilan, memeriksa posisi, bagian terrendah dan masuknya kepala janin kedalam rongga panggul & untuk mencari kelainan serta melakukan & segera melakukan tindakan penatalaksanaa & rujukan tepat waktu. d. Pengelolaan anemia pada kehamilan. Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • e. Pengelolaan dini hipertensi. Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan & mengenali tanda serta gejala preeklamsia lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat serta merujuknya. f. Persiapan persalinan. Bidan memberi saran yg tepat kpd ibu hamil, suami/keluarga pd trimester III, memastikan bahwa persiapan persalinan bersih & aman & suasana yg menyenangkan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi & biaya untuk merujuk, bila terjadi kegawat daruratan. Bidan harus melakukan kunjungan kesetiap rumah ibu hamil untuk hal ini
  • a. Layanan kebidanan primer. Sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan. b. Layanan kebidanan kolaborasi. Bidan sebagai anggota TIM yg kegatannya dilakukan bersama-sama atau sebagai salah satu urutan proses kegiatan layanan. c. Layanan kebidanan Rujukan Layanan bidan dalam rangka rujukan kesistem pelayanan yg lebih tinggi atau sebaliknya bidan menerima rujukan dari dukun, juga layanan horizontal maupun vertikal ke profesi kesehatan lain.
  • a. Mendapakan keterangan mengenai kondisi kesehatannya. Informasi hrs diberikan langsung pd klien & keluarganya. b. Mendiskusikan keprihatinan, kondisi, harapannya, trhdp sistem pelayanan dlm lingkungan yg dapat ia percaya. Proses ini berlangsung secara pribadi & didasari rasa saling percaya. c. Mengetahui sebelumnya jenis prosedur yg akan dilakukan terhadapnya. d. Mendapatkan pelayanan secara pribadi/dihormati privasinya dlm setiap pelaksanaan prosedur. e. Menerima layanan senyaman mungkin. f. Menyatakan pandangan & pilihannya mengenai pelayanan yg diterimanya.
  • a. Bidan. b. Dokter umum. c. SpOG d. Team antara dokter dan bidan.
  • Pelaksana. Memberi asuhan pelayanan. Bidan mempunyai 3 tugas utama yaitu mandiri, kolaborasi, dan rujukan. b. Pengelola. Menyusun rencana kerja, mengelola kegiatan pelayanan ibu hamil, berpartisipasi dlm kegiatan pelayanan kehamilan c. Pendidik Melaksanakan penyuluhan, mendidik siswa bidan atau calon bidan d. Peneliti Melakukan penelitian kebidanan. a.
  • Keterlibatan klien dlm perawatan diri sendiri (self care) Memberi asuhan pelayanan. Bidan mempunyai 3 tugas utama yaitu mandiri, kolaborasi, dan rujukan. b. ANC pada usia kehamilan dini. a.
  • a. Keterlibatan klien dlm perawatan diri sendiri (self care) Memberi asuhan pelayanan. Bidan mempunyai 3 tugas utama yaitu mandiri, kolaborasi, dan rujukan. b. ANC pada usia kehamilan dini. c. Asuhan ibu hamil adalah upaya preventif program pelayanan obstetri untuk optimalisasi luaran maternal melalui serangkaian kegiatan. d. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan (1-1-2) yang terdiri atas : 1) Satu kali pada triwulan pertama (< 14 mg) 2) Satu kali pada triwulan kedua (14 – 28 mg) 3) Dua kali pada triwulan ketiga (> 28 mg).
  •   Dalam program KIA, kunjungan asuhan ibu hamil (ANC) minimal 4 kali selama kehamilan dengan pelayanan 10 T atau disebut juga 1-1-2. Pelayanan asuhan hanya dapat diberikan oleh tenaga kesehatan profesional dan tidak dapat diberikan oleh dukun bayi.
  • Satu kali pada triwulan pertama (< 14 mg) : a. Memastikan hamil b. Mengenali secara dini komplikasi kehamilan c. Mengenali secara dini kondisi kesehatan ibu d. Menentukan jenis asuhan yg akan diberikan e. Penapisan & pengobatan anemia f. Perencanaan persalinan g. Pengenalan komplikasi akibat kehamilan & pengobatannya. h. Merencanakan asuhan pd kunjungan berikutnya
  • Satu kali pada triwulan kedua (14 – 28 mg) :  Mendapatkan informasi yg lebih dalam mengenai kehamilan trimester II dan kewaspadaan khusus terhadap komplikasi yg mungkin terjadi di trimester II.  Pengenalan komplikasi akibat kehamilan & pengobatannya  Penapisan preeklampsia, gemelli, infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan  Mengulang perencanaan persalinan
  • Dua kali pd triwulan ke tiga (28-40 mg) (K3 & K4) : Kunjungan III:  Asuhan kehamilan seperti pada kunjungan ke-2  Mendapatkan informasi yg lebih dalam mengenai kehamilan trimester III dan kewaspadaan khusus terhadap komplikasi yg mungkin terjadi di T. III. Kunjungan IV: 36 mgg sampai lahir  Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III  Mengenali adanya kelainan letak dan presentasi  Memantapkan rencana persalinan  Mengenali tanda-tanda persalinan
  •      Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan. Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan. Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan. Periksa setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan. Periksa khusus bila ada keluhan
  •     Bidan (BPS) Dokter umum (klinik umum) Dokter spesielis Obstetri dan ginekologi (SpOG) RS, Puskesmas, dan Rumah Bersalin (Team antara bidan dan SpOG)
  • K 1: Pada trimester pertama (< 14) Kontak awal klien dan pemberi asuhan (bidan). Hal-hal yg perlu diperhatikan pd kunjungan awal: a. Membangun harapan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu hamil. b. Mendeteksi masalah dan menanganinya c. Melakukan tindakan pencegahan d. Memberikan konseling tentang tanda bahaya. 
  • Pada trimester II (antara 14-28 mg)  Sama dgn trimester I, dan ditambah : a. Kewaspadaan khusus terhadap hipertensi kehamilan. b. Deteksi gejala preeklampsia c. Deteksi dini solusio plasenta/plasenta previa.
  • Pada trimester III (28-40)  Kehamilan 28-36 mg : sama dgn pelayanan pada trimester I dan II, serta ditambah : a. Memahami persiapan kelahiran b. Kesiapan menghadapi komplikasi.  Kehamilan setelah 36 mg : sama dgn trimester I dan II serta ditambah : a. Deteksi kelainan letak atau presentasi atau kondisi lain yg memerlukan persalinan di RS. b. Memantapkan rencana persalinan c. Memberikan konseling tentang tanda-tanda persalinan.
  • Pelayanan / asuhan Antenatal sesuai standar Kunjungan ibu hamil sesuai standar adalah pelayanan yang mencakup minimal : 1. Timbang badan dan ukur tinggi badan 2. Ukur tekanan darah 3. Nilai status gisi ( lila) 4. Skrining status imunisasi TT (pemberian imunisasi TT bila perlu) 5. Ukur tinggi fundus uteri 6. Tentukan presentasi dan denyut jantung janin (DJJ) 7. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan) 8. Test lab. ; rutin : gol. Darah, Hb, protein urin, gula darah. Khusus : Hep . B, HIV, Syphillis, Tb, Malaria Thalasemia, kecacingan. 9. Tatalaksana kasus 10. Temu wicara/konseling termasuk P4K dan KB pasca salin
  • • • Setiap kehamilan dpt berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat. Itu sebabnya mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama Kehamilannya Penatalaksanaan ibu hamil secara Keseluruhan meliputi komponen-Komponen: 1) Mengupayakan kehamilan yang sehat. 2) Persiapan persalinan yg bersih dan aman. 3) Perencanaan antisipatif dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi.
  •           Cukup tenaga dan bersemangat Nafsu makan baik Tdk pusing dan tidak mengalami perubahan penglihatan. Tdk mual dan muntah berlebihan Tidak ada gatal-gatal di vagina Tidak ada darah atau cairan vagina yang berbau. Tidak merasa panas di sal. Kemih ketika BAK Tidak ada kesulitan bernafas Tidak nyeri perut, punggung, tungkai Tidak ada bengkak pada wajah dan tangan
  • 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Perdarahan jalan lahir Nyeri perut. Sakit kepala menetap. Bengkak pada wajah & tangan. Gangguan penglihatan. Penurunan gerak janin, gerakan berlebihan Tanda bahaya lain seperti: demam, adanya gangguan saat BAK, muntah hebat, adanya pengeluaran cairan selain urine dari jalan lahir.
  • Bidan sahabat perempuan Perempuan sehat, anak sehat, bangsa sehat